Oleh : Scott Gilmore, October 20, 2016
Diterjemahkan oleh : Danz Suchamda
Saya terjemahkan dari Boston Globe :
Untuk pertama kali dalam sejarah, Belahan Dunia Barat dalam keadaan damai, suatu tonggak sejarah yang tidak banyak menarik perhatian publik. Konflik terakhir yg berkelanjutan di Amerika adalah Colombia. Tetapi, setelah 4 tahun negosiasi antara pemerintah dan gerakan gerilya FARC, perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada bulan Agustus. Dan meskipun perjanjian perdamaian diingkari secara tak terduga pada referendum bulan ini, gencatan senajat tetap, dan kedua belah pihak tetap mau duduk pada meja perundingan.
Akhir perang di Amerika adalah bagian dari trend global yang lebih besar. Menurut data yang dikumpulkan oleh Proyek Keamanan Manusia, sejak berakhirnya Perang Dingin, jumlah konflik bersenjatan telah turun hampir separuh. Perdamaian muncul bak jamur di berbagai tempat.
Dimana saja, kecuali, pada dunia Islam. Menurut Lembaga Hubungan Internasional Penjejak Konflik Global, setelah terjadinya perdamaian di Colombia, maka di dunia hanya ada 6 perang sipil di dunia ini. Lima darinya berada di negara-negara Islam. Hal yang sama, empat dari perang sektarian melibatkan grup-grup Islamist, dan semua dari lima terorisme internasional yang berlangsung melibatkan kelompok Islamist Militan. Bila semua dihitung, maka dari sisa 28 konflik global yang terjadi dari berbagai macam jenis yang terlacak oleh lembaga, 22 darinya melibatkan negara Islam atau faksi Islam.
Ini memunculkan pertanyaan, apabila dunia memasuki era baru perdamaian, mengapa di negara-negara Islam masih dikoyak oleh perang? Terdapat beberapa jawaban.
Pertama, marilah kita buang idea bahwa Islam itu sendiri secara inherent adalah lebih mengandung kekerasan. Mayoritas besar dari perang-perang pada abad terakhir ini adalah perang-perang dari negeri-negeri Kristen. Dan, seperti yang ditunjukkan oleh seorang penulis bernama Steven Pinker, dari seluruh dunia, mayoritas besar dari pembunuhan berencana adalah dari level perorangan, dan tingkat pembunuhan pada negara-negara Islam hanyalah secara tipikal sepertiga dari dunia non-Muslim. Sebagai perbandingan, Louisiana, salah satu negara bagian Amerika yang paling religius dengan 90% populasinya mengindentifikasikan dirinya sebagai Kristen, memiliki angka pembunuhan 50% lebih tinggi daripada Afghanistan.
Terdapat beberapa kemungkinan penjelasan, sumber daya alam adalah salah satunya. Banyak dari konflik Islami saat ini melibatkan negara-negara penghasil minyak, yang mana mengalami apa yang disebut “kutukan sumber daya alam”. Para Ekonom mencatat bahwa negeri-negeri dengan sumber daya alam yang berlimpah dapat secara paradox mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, institusi yang lebih lemah, dan kesenjangan sosial yang lebih besar ketimbang negeri-negeri dengan sumber daya yang lebih minim. Ini adalah karena “uang cepat” yang datang dari minyak adalah sulit untuk dimanajemeni dan dengan mudah dapat mendistorsikan ekonomi maupun mentidakstabilkan sosial.
Petunjuk lain dapat ditemukan pada mengapa negeri-negeri lain berada dalam keadaan damai. Pertimbangkan pertumbuhan demokrasi, sebagai contoh. Telah diakui secara luas bahwa negara-negara demokratis lebih jarang berangkat pergi berperang satu sama lainnya. Bukan merupakan kebetulan, jija jumlah konflik internasional drop setelah 1989, manakala jumlah negara demokratis meningkat dobel. Dan bagaimana dengan dunia Islam? Negeri yang demokrasinya sehat hanyalah Bangladesh dan Indonesia, dan ...kedua negeri itu berada dalam keadaan damai.
Juga terdapat lonjakan tajam dalam bidang komunikasi – adalah lebih sulit untuk menghasut negara tetangga apabila anda membaca bukunya, sharing ide-ide, atau sesederhana berlibur kesana. Disini pun, negara2 Islam jauh tertinggal dibanding negeri-negeri lain. Sebagai contoh, Timur Tengah tertinggal dalam setiap bagian di dunia kecuali Afrika ketika itu berhubungan dengan akses Internet dan kecepatan koneksi. Negara-negara Islam jauh lebih sedikit menerbitkan karya tulis ilmiah per kapita ketimbang bagian-bagian lainnya di dunia. Dan penduduk dari negara-negara Islamist (sebagai mana didefinisikan oleh Organisasi Kerjasama Islam) mengizinkan lebih sedikit perjalanan bebas-visa, ketimbang negeri2 lainnya termasuk Africa. Kesimpulan kumulatif adalah bahwa negeri2 Islam lebih terisolasi dan diskonek terhadap bagian dunia lainnya.
Trend global lainnya yang terjadi pada negeri2 Islam adalah perkembangan ekonomi dan sosialnya. Dalam 50 tahun terakhir telah terjadi pengurangan besar dalam tingkat kemiskinan dunia sepanjang sejarah bumi. Terjadi peningkatan tingkat pendidikan, kesehatan yang lebih baik dan kohesi masyarakat sipil yang lebih kuat. Tetapi, pada dunia Islam pertumbuhan ini jauh lebih lambat. Index Pertumbuhan Social telah merekam jejak dari belasan indikator seperti tingkat kematian bayi, tingkat akses ke pendidikan, dan kesetaraan gender. Bila anda mengelompokan negeri-negeri Islam, maka mereka berada di rangking-rangking bawah bahkan bila dibanding dengan Africa. Tanpa perkembangan, ketidakstabilan, dan perang adalah penyebab yang paling memungkinkan.
Meskipun demikian, terdapat harapan. Trend global terhadap interkoneksi, pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan kohesi masyarakat sipil yang lebih erat tidak dilewati samasekali oleh dunia Islam. Hanya saja bertumbuh jauh lebih lambat. Beberapa penelitik akademis memprediksikan bahwa kita akan melihat akhir dari kemiskinan ekstrim pada 20 tahun ke depan. Mungkin harapan yang terlalu muluk untuk melihat akhir dari perang-perang pada masa itu, tetapi dapat dipahami bahwa kita sebagai manusia pada akhirnya akan sampai pada era perdamaian sejati.
*Scott Gilmore adalah anggota senior dari Munk School of Global Affairs, pendiri dari lembaga non-profit Building Market, dan ex diplomat Kanada.
Original Source : http://www.bostonglobe.com/ideas/2016/10/19/why-islamic-world-still-torn-war/2ZeWixhA50AnDt4SnemjpM/story.html
------------------------------------
Danz Suchamda :
Marilah kita sorot hal-hal apa yang dilakukan oleh menteri-menteri dari kader partai PKS di era rezim SBY :
1. Menteri Pendidikan menghapus bahasa Inggris (upaya membatasi asupan informasi pencelik mata). Menetapkan tujuan pendidikan untuk bidang2 pelajaran termasuk Fisika, Kimia dsb yg bersifat sains dalam koridor agama (upaya pengaburan tujuan bidang sains). Penghapusan bahasa daerah dari mata pelajaran (upaya penghapusan identitas).
2. Dalam dunia Informatika (Menteri Informasi Tifatul Sembiring) : Tidak peduli terhadap kualitas internet Indonesia yang buruk , bandwith sempit dan lelet. "Buat apa internet cepat-cepat?" itu seloroh ybs yg tercatat dalam ingatan saya.
3. Kita lihat upaya penanaman kultur timur tengah yang masif melalui acara-acara TV, iklan komersial, dsb.
4. Terekam para wartawan bahwa calo-calo politik asing mondar-mandir di lingkungan Gedung DPR/MPR.
5. Upaya segregasi dan diferensiasi gender yang masif dari kampanye-kampanye secara tidak langsung melalui selubung dunia entertainment, pendidikan,dsb.
6. Penyusupan kader2 islamis ke jajaran pemerintahan dan institusi2 non-governmental.
7. Merebaknya kasus-kasus kekerasan atas nama agama, pemaksaan-pemaksaan ke sekolah-sekolah non-islam, merebaknya aturan-aturan (UU s/d Perda) yang didasari logika syariah (bukan hukum nasional).
*Sharing knowledge dari Pak Ginanjar*, it's nice to know :
Maaf saya sedang di Boston, sejenak kembali ke Harvard. Saya membaca diskusi di WAG tentang HTI. Saya ingin berbagi pandangan mengenai HTI dan konsep khilafah yang mendasarinya, mungkin bermanfaat. Saya peroleh bahannya dari seorang aktivis dan intelektual muda Islam, yang tidak pernah sekolah di luar negeri, S1 di UIN, S2 di UI dan S3 di Unpad, jadi tidak bisa dituduh sebagai agen dan pembawa ajaran asing.
Khilafah singkatnya adalah konsep kepemimpinan tunggal dimana seluruh umat Islam di dunia ada dibawah satu Pemimpin yang dinamakan Khalifah sebagaimana yang ditunjukkan di zaman Khulafaurasyidi
n (Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali Bin Abi Thalib).
Dalam konsep itu, tidak ada batas-batas negara bangsa (nation state) dan tidak diakui kepemimpinan berdasarkan kebangsaan karena menurut mereka, itu berasal dari Barat. Mereka tidak mengakui adanya konsep nasionalisme karena nasionalisme itu merupakan produk dari barat.
Mereka menolak demokrasi karena lagi-lagi demokrasi itu tidak ada dalam Islam dan merupakan produk dari Barat
Hizbut Tahrir lahir di Yordania (dimana HT dilarang) berawal dari sempalan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Tokoh utamanya Taqiyudin An Nabhani memandang bahwa Ikhwanul Muslimin masih mengakui adanya nation-state dalam politik Arab.
Dalam pandangan pendukung Hizbut Tahrir di seluruh dunia, khilafah adalah satu-satunya institusi atau entitas politik yang bisa mempersatukan umat Islam seluruh dunia. Menurut mereka, hanya dengan khilafah, umat Islam sedunia dapat mengatasi berbagai masalah, semacam keterbelakangan, kemiskinan, pengangguran, dan berbagai bentuk kenestapaan lain. Karena itulah, dari waktu ke waktu selalu ada kelompok di kalangan umat Islam yang mengorientasikan cita gerakan mereka untuk pembentukan khilafah. Di antara mereka ada yang bergerak secara damai atau kekerasan seperti ISIS.
Padahal, konsep khilafah itu sendiri problematis dan utopian. Terdapat banyak perbedaan konsep dan praksis khilafah di antara para pemikir Muslim penggagasnya sejak dari Jamaluddin al-Afghani, ’Abdul Rahman al-Kawakibi, Abu al-A’la al-Mawdudi, sampai Taqiuddin al-Nabhani.
Utopianisme khilafah juga terletak pada kenyataan bahwa kaum Muslim di sejumlah kawasan dunia telah mengadopsi konsep negara-bangsa berdasarkan realitas bangsa dengan tradisi sosial, budaya, kondisi geografis; dan pengalaman historis masing2. Karena itu, ”unifikasi” seluruh wilayah dunia Muslim di bawah kekuasaan politik tunggal merupakan angan-angan belaka.
Ormas-ormas Islam Indonesia pernah membentuk Califat Comite seiring dengan penghapusan "khilafah" di Turki pada 1924 oleh kaum Turki Muda. Mereka bermaksud membela dan menuntut agar "khilafah" di Turki dihidupkan kembali. Merespons gejala ini, "the grand old man" Haji Agus Salim menyatakan, komite itu beserta khilafah tak relevan dengan Indonesia. Menurut beliau apa yang disebut "khilafah" di Turki adalah kerajaan despotik dan korup yang tak perlu dibela, apalagi diikuti umat Islam Indonesia. Pasca Califat Comite, khilafah hampir sepenuhnya absen dalam wacana pemikiran Islam di Indonesia. Ormas-ormas Islam, seperti NU dan Muhammadiyah, tak pernah bicara tentang khilafah, sebaliknya menerima dan mengembangkan konsep dan praksis negara-bangsa Indonesia.
Bagi Hizbut Tahrir, khilafah akan dicapai melalui tiga tahap: kultural, interaksi, dan revolusi. Pada tahap kultural, mereka akan menyebarluaskan gagasan khilafah kepada seluruh lapisan masyarakat, kaum Muslim khususnya, dengan beragam cara; diskusi, ceramah, penerbitan, dan cara persuasi lainnya. Tahap itu yang sekarang sedang mereka lalui di Indonesia.
Setelah itu, tahap kedua, interaksi, infiltrasi, dan advokasi ke lembaga militer, keamanan, dan institusi2 kunci. Setelah semua terpengaruhi, dan jika momennya sudah tepat, mereka akan menegakkan hukum Islam. Dan, pada tahap inilah rezim khilafah dinyatakan berdiri.
Gagasan mengenai khilafah sebetulnya tidak hanya diusung oleh HT, termasuk HT di Indonesia. Pada tingkat tertentu gerakan tarbiyyah yang condong ke Ikhwanul Muslimun, juga mencita-citakan negara Islam, meski namanya bukan khilafah. Mereka sama-sama mendambakan pemerintahan yang merujuk Al-Quran dan Sunnah.
Selain kedua gerakan tersebut, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) malah sudah mendeklarasikan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai khalifah. Mereka mengklaim negara khilafah telah ditegakkan di wilayah yang mereka kuasai. Sejumlah hukum Islam telah mereka terapkan. Perempuan yang keluar rumah dengan pakaian selain warna hitam dihukum mati. Tentara musuh dibunuh bahkan ada yang dibakar hidup-hidup.
Terlepas dari debat sesama pengusungnya, khilafah tidak mengenal demokrasi. Dalam khilafah tidak ada penyusunan hukum oleh representasi warga, apa pun latar belakangnya.
Khilafah hanya mengakui hukum berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Tidak mungkin bagi penganut khilafah mengakui dasar negara lain, misalnya Pancasila. Meskipun sifatnya diametral namun khilafah sebetulnya serupa dengan komunisme, dengan diktator (proletariatnya), internasionalisme nya, dogmatismenya, militansinys, kebrutalan nya, brainwashing-nya, dan intoleransi nya terhadap perbedaan.
(Ginanjar Kartasasmita )
GERAK IKHWANUL MUSLIMIN DI INDONESIA..
Bagaimana pemerintahan kita nanti jika Jokowi kalah pilpres 2019 ?
Untuk melihat itu kita harus melihat dulu krisis di Mesir sesudah Ikhwanul Muslimin disana diberantas habis oleh Jenderal Al Sissy.
Mesir yang merupakan induk dari keberadaan IM sekarang menjadi neraka buat mereka.
Pimpinan mereka dihukum mati dan organisasinya diberi label terlarang. Al Sissy tahu betul betapa bahayanya IM yang gerakan mereka halus sekali dengan militansi dan penguasaan masjid, majelis taklim, pengajian dan lain-lain.
Hebatnya IM ini, mereka tidak bergerak sendiri. Mereka menggunakan "tangan orang lain" untuk mewujudkan hasrat mereka, menguasai kepemimpinan di suatu negara.
Mereka memainkan "bisikan halus" kepada para politikus yang haus kekuasaan dan harta, kepada para gerakan radikal yang mudah diperdaya dan kepada mafia ekonomi yang nantinya bersedia dijadikan sapi perah mereka.
Karena sudah mengakarnya IM di Mesir dan penguasaan tempat ibadah disana yang juga menjadi basis kekuatan mereka, maka Al Sissy tidak mempunyai cara lain selain "membunuh" mereka dengan segala resiko yang ada.
Dan kita lihat, membunuh IM di Mesir tidak mudah. Mesir chaos berbulan-bulan sebelum akhirnya kembali tenang.
Ketika Ikhwanul Muslimin diperangi habis di Mesir, saya pada waktu itu memperkirakan, IM akan memindahkan basisnya di kedua negara dengan penduduk muslim terbesar, yaitu Turki dan Indonesia.
Coba perhatikan situasi waktu "kudeta" di Turki.
Tiba-tiba saja Erdogan mengumumkan bahwa terjadi kudeta di negerinya. Dan dengan alasan itu, Erdogan membersihkan jajarannya dari jaringan "Fethullah Gulen" seorang ulama besar di Turki.
Jaringan Gullen termasuk jaringan terkuat di Turki. Mereka menguasai perpustakaan, acara televisi, pendanaan yang kuat. Bahkan gerakan Gullen yang mengenalkan Islam yang damai, agamis, berwawasan menjadi gerakan baru di sana yang sudah muak dengan konsep sekuler.
Pemikiran Gullen yang demokratis ini juga banyak di adopsi oleh para hakim, tentara dan aparat sipil negara. Gerakan Gullen inilah yang mencemaskan Erdogan yang "ingin berkuasa selamanya"
Maka masuklah Ikhwanul Muslimin dan membisikkan bagaimana cara Erdogan mewujudkan mimpinya. Keinginan Erdogan dan IM bertemu dan dibuatlah cara yang halus dengan main kudeta2an. Ribuan orang yang dituding pengikut Gullen ditangkap dan dipenjarakan.
Ikhwanul Muslimin yang kemudian menguasai pemerintahan dengan Erdogan sebagai boneka hidupnya.
Dengan model referendum yang dimenangkan oleh Erdogan, IM memantapkan kekuasaannya dengan memberikan pengaruh yg lebih kuat di Turki.
Erdogan itu hanya boneka sementara dengan janji manis terhadap kekuasaan. IM menunggu sampai Erdogan wafat untuk kemudian menggantinya nanti dengan orang mereka sendiri dan penguasaan Turki akan menjadi sempurna.
Coba perhatikan...
Mesir mengusir IM tahun 2013 dan IM menguasai Turki dengan kudeta halus tahun 2016. IM hanya butuh 3 tahun saja untuk bisa berpindah dari satu inang ke inang lainnya. Cepat sekali...
Dan sesuai prediksi, sasaran berikutnya adalah Indonesia.
IM - dengan nama lain PKS - sudah menancapkan pengaruhnya di Indonesia melalui pemerintahan SBY. Dan bertahun-tahun di pemerintahan, mereka sudah ada dimana-mana di lembaga pemerintahan, menyebarkan benih mereka.
Ketika Pemilu 2014, PKS tersingkir. Jokowi yang memerintah.
Maka kita lihat bahwa PKS selalu ada di tempat yang berseberangan dengan koalisi Jokowi. Mereka harus merebut kembali kekuasaan atas wilayah.
Ciri IM dalam memilih pemimpin sementara punya pola yang sama. Orangnya suka retorika, haus kekuasaan dan tidak sungkan menghalalkan segala cara. IM memainkan politikus, pengusaha dan kelompok radikal dalam satu gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.
Dan jangan salah, selama 10 tahun berada di lembaga pemerintahan pada waktu SBY berkuasa, IM sudah menguasai posisi-posisi penting disana.
Menteri boleh ganti, tapi jajaran bawah yang menguasai teknis tetap orang mereka. Itulah kenapa saya tidak berharap banyak ketika Menkominfo mengatakan akan memblokir situs radikal. Tidak akan ampuh, karena sebelum diblokir sudah ada peringatakan duluan supaya situs radikal itu membuat alamat2, baru.
Lah, mereka sudah menguasai Kominfo sejak lama. Orang2nya sudah pada mapan disana.
Itulah kenapa situasi Jokowi sangat lemah. Banyak perintahnya yang tidak berjalan dan efektif. Departemen agama, pendidikan sampai kominfo sudah dikuasai. Dan sangat mungkin aparat militer juga ada yang di pihak mereka.
Gerak mereka sekarang melemahkan kredibilitas Jokowi supaya tidak terpilih lagi di 2019 dan akan memilih lawannya yang sudah disiapkan. Anda pasti tahu siapa..
Jika lawannya berkuasa, maka akan ada satu waktu dimana sinetron kudeta Turki dimainkan untuk memperkuat posisi mereka disana.
Akan ada Gullen baru yang mereka singkirkan nantinya. Kira-kira siapa model Gullen yang ada di Indonesia yang tidak akan sepemikiran dengan mereka ?
Tentu saja, Nahdlatul Ulama...
Pahit kopinya ? Ayo seruput dulu biar bisa membayangkan gambar besarnya..
www.dennysiregar.com
Next to come akan jauh lebih mengerikan! Kalau kalian tidak mau sadar sekarang. Bangun, bangkit dan berjuang bersama sebagai saudara sebangsa dalam Persatuan Nasional berdasar Pantja Sila !
Ingat! Pantja Sila itu bukan buatan 01 Djoeni 1945. Tapi merupakan perumusan ulang / pemadatan esensi Jati Diri bangsa Nusantara pada masa era keemasannya! (sebelum korup dan akhirnya dijajah bangsa-bangsa -- karena korupnya itu).
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Tampilkan postingan dengan label Nasionalism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasionalism. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Mei 2017
Kamis, 30 Maret 2017
CARA MENCAPAI KEMERDEKAAN
Danz Suchamda
Dasar / inti utama dari Kitab Torah adalah semangat Kemerdekaan. Liberation. Liber. Libro. Freedom !
Dan.....pencerahan / enlightenment itu adalah kemerdekaan jiwa! Kemerdekaan batin !
Keluar dari tema itu, perlu dipertanyakan !!!
Jangan percaya begitu saja omongan saya. Kalau batinmu masih ada sisa sedikit kemerdekaan, silakan cek sendiri ke sumber2 historis yang credible.
Ini salah satu video tentang sejarah bangsa Israel dari sumber yang credible dan bonafide. Prof.Dr.Israel Finkelstein dan Silberman dari Tel Aviv University, juga dosen mengajar di Universitas2 terkemuka di USA.
Anda bisa menyelidiki sendiri bagaimana asal-usul bangsa yg kemudian disebut "Yahudi" itu tiada lain berasal dari kata "Yichud" yang artinya "Bersatu"....yang mana konteks situasional sejarah pada masa sebelum masehi memang merupakan wilayah jajahan Mesir atau Asyria (gonta-ganti krn kedua imperium itu rebutan). Jadi "Yichud" adalah kumpulan orang2 yang berasal dari BERBAGAI BANGSA kemudian menyatukan diri dengan semangat baru untuk MERDEKA.
Jadi tolong....yang bikin2 hoax mengatakan bahwa yahudi itu anti pluralisme atau bahkan apartheid.....silakan kalian belajar lagi dengan benar dengan mengambil bahan2 dari sumber2 yang profesional netral, bukan dari sumber berita propaganda.
https://www.youtube.com/watch?v=O5RfScpEcZ8
Celakanya...kalian justru membantu menindas semangat kemerdekaan dengan cara mengambil bahan2 rujukan informasi dari bahan2 propaganda para Imperialis itu !
Ketahuilah...masa2 era abad 20 dan 21 ini kalian bisa menikmati berbagai kemudahan dan kesetaraan ...adalah dikarenakan perjuangan masyarakat dunia mencapai kemerdekaan. Jadi, jangan mrongos (maju gigi) ge er bahwa cuman bangsa Indonesia saja yang dijajah dan berjuang merdeka.
Ketahuilah...banyak bangsa2 lain yang perjuangannya jauh lebih dahsyat dan mengerikan!
Dan ketahuilah...buang steterotip bahwa pejuang kemerdekaan itu hanya bangsa2 timur atau di kawasan asia ini. KELIRU BESAR !
Rakyat Perancis berjuang untuk merdeka.
Ada berdirinya USA karena orang2 eropa migran ke tanah baru untuk mencari kebebasan. Rupanya pun tidak semudah itu, melainkan harus bertempur (perang) untuk meraih kemerdekaannya. Kemerdekaan rakyat yg dirumuskan dalam konstitusi Independence of United States of America.
Demikian pula rakyat2 dari Rusia, China, Jepang, India, dan negara2 Afrika ! Seluruh dunia!
Lantas apa jadinya kalau kepicikan kalian menjadikan mudah dihasut untuk benci-benci asal amerika, asal barat, asal bule?? asal cina, asal kafir, asal atheis???
Dungu !
Jadi tolong.....jangan dungu.
Jangan justru jadi kaki tangan pihak2 yang hendak menguasai kembali dunia ini dengan ambisi2 kekuasaan mereka yang dibungkus dengan slogan2 indah!
Kecupetan pikiran dan kepicikan wawasan kalian adalah aset berharga bagi mereka untuk menggelontor kalian dengan pembolak-balikan informasi. Sudah bukan hal yg baru lagi (tapi sejak zaman dulu) bahwa realitas2 yg disodorkan oleh pihak2 pejuang kemerdekaan selalu digelontor sebagai hoax. Kecupetan kalian tidak mampu membedakan karena permainan simulacra tingkat tinggi.
Oleh karena itu dengarkanlah. Simak dan pelajari dulu baik2. Silakan saja anda sendiri nantinya yang mengambil kesimpulan.
Esther Malini : Pa' danz..sy ini cuman ibu rumah tangga ga punya kecerdasan spt bapa. Jg ada yg cerdas2 cendekia namun ta' ada waktu utk menguji teliti spt bapa. Lalu apakh berarti kami tanpa harapan? jd bagaimana cara tuk kami supya tidak pd pihak yg salah?
Danz Suchamda : Sebetulnya sederhana saja, tapi bila saya langsung pada praxis sederhana itu pasti kalian tidak percaya. Atau tidak menganggapnya terlalu penting. Atau tidak percaya bahwa itu ada artinya.
Maka saya perlu jabarkan semua kenyataan ini dihadapan kalian agar bisa melihat sendiri betapa parah dan urgensinya solusi ini.
Solusi itu adalah : DHARMA.
Apabila anda mengenal Dharma, maka tidak akan salah berpihak.
Apabila anda menjalankan Dharma, maka akan terbebas dari kemelut kegelapan tanpa ujung dunia ini.
Betul kan...anda pasti tidak percaya? Atau minimal...heran apa hubungannya? Betul? Nah, mari saya ajak anda menyelidiki sendiri segala sesuatunya.....Penjajahan itu timbul akibat adanya penguasaan dari sebagian golongan (bangsa, golongan ataupun individu) terhadap pihak yang lain, bukan? Kedua, Apakah MOTIF dari penjajahan itu? Tiada lain adalah keserakahan / ketamakan, kebencian / kemarahan, dan kegelapan batin / kedunguan (misal : hal buruk dianggap baik, membuat masalah dikira sedang memberi solusi, dst).
Jadi, kalau anda hendak menghapus penjajahan dari atas muka bumi ini, tetapi di dalam BATIN anda sendiri bercokol keserakahan, kebencian dan kedunguan,.....maka tidak heran bahwa anda dengan segera akan berpihak pada pihak2 yang kuat memiliki keserakahan, kebencian dan kedunguan.
Bukankah sering mendengar pepatah "Beras berkumpul dengan beras, gabah dengan gabah"? Tidak bisa dipungkiri akan terjadi resonansi kesamaan sifat kerakusan, tujuan dan keinginan dari pihak2 yang sejenis.
Demikianlah kasunyatan.
Maka........apabila anda hendak berjuang menuju KEMERDEKAAN tetapi di dalam BATIN anda sendiri masih dibelenggu oleh keserakahan, kebencian dan kegelapan batin....maka itu adalah OMONG KOSONG.
Jelas.......bahwa dalam Pembukaan UUD 1945 dikatakan bahwa"kemerdekaan adalah HAK setiap bangsa"...dan salah satu jalan yang harus ditempuh adalah dengan cara "MENCERDASKAN kehidupan bangsa".......jelas sekali disitu artinya adalah menyingkirkan kegelapan batin / kedunguan !
Jadi, apakah sekarang anda bisa mengerti...betapa erat kaitannya antara kultivasi batin / transformasi batin di dalam perhelatan catur politik dan nasib mas depan manusia di atas muka bumi ini???
Dan sudah pernah saya jelaskan sebelum2nya bahwa jalan menuju mengatasi ego yang muncul dalam bentuk 3 racun : keserakahan-kebencian-kedunguan adalah melalui jalan yang disebut DHARMA.Nah, itulah jawaban atas pertanyaan anda.
Mungkin sebagian dari pembaca sudah pernah melihat gambar yg pernah saya posting dalam salah satu komentar saya di TS yang dulu.
Ini adalah gambar bagaimana Butokolo mencengkeram berbagai lapisan /dimensi kehidupan di samsara ini. Jadi jangan ngelamun bahwa ada jalan keluar menjadi merdeka selama masih berputar-putar dalam lingkaran nafs (ego) yg bahasa awamnya adalah nafsu...termasuk nafsu kebaikan!
Nature dari samsara adalah penderitaan.
https://fmovies.se/film/samsara.mkkv/jll143
Maka jalan satu-satunya menuju KEMERDEKAAN SEJATI......adalah mencabut akarnya dari dalam batin kita sendiri! Dan itu PULALAH inti dari yang diajarkan Torah dengan suatu gaya metodologi yang lain.Pencerahan / Enlightenment itu sendiri artinya adalah terbebas dari belenggu batin. Ilusi itu adalah produk belenggu batin.Bukankah kalian semua pada umumnya takut kalau berada di tempat gelap?Banyak orang takut berjalan di tempat gelap karena percaya bahwa ditempat gelap banyak setannya, atau bisa mengalami penampakan2 hantu, dsb.Pertanyakanlah secara ilmiah, mengapa adanya impuls archetype yang secara universal terjadi pada –bukan hanya manusia—tetapi juga hewan2 menyusi pada umumnya.Jawabnya sederhana : Di dalam kegelapan sensor2 indera anda tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu PIKIRAN anda menjadi “sensor” yang dominan. Karena distraksi inderawi terhadap realitas obyektif menjadi lemah, maka distraksi pikiran (atau muatan kesadaran anda)bisa muncul dalam bentuk yang terasa....entahitu rasa takut....atau bahkan hingga mewujud dalam persepsi visual. “Aku melihat hantuuu!!!”. Padahal ya hantunya itu ada di dalam pikiran anda sendiri!Itulah kegelapan batin !Dan jangan heran kalau di dalam ilmu Psikiatri dikatakan bahwa yang sering menjadi korban hipnotis, gendam, ilusi, halusinasi, waham bahkan kegilaan dan amok adalah orang2 yg kesadarannya berkabut !Dan orang2 yang kesadarannya berkabut itulah yang kemudian menjadi pembela mati-matian (bigot) atas ilusi-ilusi yang telah"diperbuktikan"kepadanya sehingga yakin 200% bahwa itu tidak mungkin kalau tidak berasal dari kesaktian Tuhannya. Weleh...weleh.....anda kalau memang sugestible sini datang pada saya ...kalau percaya Jasjus sebagai Tuhan anda bisa saya pertemukan melihat Jasjus di depan mata anda. Ilusi ! Ilusi karena lemahnya kesadaran anda!Itulah mengerikannya kekuasaan cengkeraman Mara. Anda kenyataannya sudah terjajah habis-habisan tapi justru merasa sudah terselamatkan. Semakin terikat, semakin merasa ada harapan! Ilusi pamungkas sang Mara agar tidak bisa lepas dari samsara !
Lihat :https://www.youtube.com/watch?v=oUoeelRd01o
Dus, orang2 yang kesadarannya berkabut inilah yang sering dimanfaatkan oleh sang Mara (Iblis) dengan tipuan bujuk rayunya...janji-janji,jaminan, iming-iming, penakut-nakutan, ancaman, dsb...... untuk secara sukarela tanpa sadar menjadi anggo pasukan2 pembelahegemoni kerajaan samsara supaya para mahluk tidak bisa lepas dari cengkeramannya.Makanya jika para spiritualis sering berlatih ke tempat2 seram dan gelap di malam hari, maka itu tiada lain tujuannya adalah MENGHADAPI isi kekotoran batinnya sendiri! 'Hantu-hantu'nya sendiriuntuk ditundukkan, alias dengan kata lain menghancurkan ilusi batinnya...yangtiada lain adalah ilusi egonya!Jadi sekarang jelas toh, mengapa saya sebagai spiritualis pertapa tetapi harus juga menyinggung masalah politik, sosial, sains dan teknologi, bahkan ekonomi???
Rahayu!
Dasar / inti utama dari Kitab Torah adalah semangat Kemerdekaan. Liberation. Liber. Libro. Freedom !
Dan.....pencerahan / enlightenment itu adalah kemerdekaan jiwa! Kemerdekaan batin !
Keluar dari tema itu, perlu dipertanyakan !!!
Jangan percaya begitu saja omongan saya. Kalau batinmu masih ada sisa sedikit kemerdekaan, silakan cek sendiri ke sumber2 historis yang credible.
Ini salah satu video tentang sejarah bangsa Israel dari sumber yang credible dan bonafide. Prof.Dr.Israel Finkelstein dan Silberman dari Tel Aviv University, juga dosen mengajar di Universitas2 terkemuka di USA.
Anda bisa menyelidiki sendiri bagaimana asal-usul bangsa yg kemudian disebut "Yahudi" itu tiada lain berasal dari kata "Yichud" yang artinya "Bersatu"....yang mana konteks situasional sejarah pada masa sebelum masehi memang merupakan wilayah jajahan Mesir atau Asyria (gonta-ganti krn kedua imperium itu rebutan). Jadi "Yichud" adalah kumpulan orang2 yang berasal dari BERBAGAI BANGSA kemudian menyatukan diri dengan semangat baru untuk MERDEKA.
Jadi tolong....yang bikin2 hoax mengatakan bahwa yahudi itu anti pluralisme atau bahkan apartheid.....silakan kalian belajar lagi dengan benar dengan mengambil bahan2 dari sumber2 yang profesional netral, bukan dari sumber berita propaganda.
https://www.youtube.com/watch?v=O5RfScpEcZ8
Celakanya...kalian justru membantu menindas semangat kemerdekaan dengan cara mengambil bahan2 rujukan informasi dari bahan2 propaganda para Imperialis itu !
Ketahuilah...masa2 era abad 20 dan 21 ini kalian bisa menikmati berbagai kemudahan dan kesetaraan ...adalah dikarenakan perjuangan masyarakat dunia mencapai kemerdekaan. Jadi, jangan mrongos (maju gigi) ge er bahwa cuman bangsa Indonesia saja yang dijajah dan berjuang merdeka.
Ketahuilah...banyak bangsa2 lain yang perjuangannya jauh lebih dahsyat dan mengerikan!
Dan ketahuilah...buang steterotip bahwa pejuang kemerdekaan itu hanya bangsa2 timur atau di kawasan asia ini. KELIRU BESAR !
Rakyat Perancis berjuang untuk merdeka.
Ada berdirinya USA karena orang2 eropa migran ke tanah baru untuk mencari kebebasan. Rupanya pun tidak semudah itu, melainkan harus bertempur (perang) untuk meraih kemerdekaannya. Kemerdekaan rakyat yg dirumuskan dalam konstitusi Independence of United States of America.
Demikian pula rakyat2 dari Rusia, China, Jepang, India, dan negara2 Afrika ! Seluruh dunia!
Lantas apa jadinya kalau kepicikan kalian menjadikan mudah dihasut untuk benci-benci asal amerika, asal barat, asal bule?? asal cina, asal kafir, asal atheis???
Dungu !
Jadi tolong.....jangan dungu.
Jangan justru jadi kaki tangan pihak2 yang hendak menguasai kembali dunia ini dengan ambisi2 kekuasaan mereka yang dibungkus dengan slogan2 indah!
Kecupetan pikiran dan kepicikan wawasan kalian adalah aset berharga bagi mereka untuk menggelontor kalian dengan pembolak-balikan informasi. Sudah bukan hal yg baru lagi (tapi sejak zaman dulu) bahwa realitas2 yg disodorkan oleh pihak2 pejuang kemerdekaan selalu digelontor sebagai hoax. Kecupetan kalian tidak mampu membedakan karena permainan simulacra tingkat tinggi.
Oleh karena itu dengarkanlah. Simak dan pelajari dulu baik2. Silakan saja anda sendiri nantinya yang mengambil kesimpulan.
Esther Malini : Pa' danz..sy ini cuman ibu rumah tangga ga punya kecerdasan spt bapa. Jg ada yg cerdas2 cendekia namun ta' ada waktu utk menguji teliti spt bapa. Lalu apakh berarti kami tanpa harapan? jd bagaimana cara tuk kami supya tidak pd pihak yg salah?
Danz Suchamda : Sebetulnya sederhana saja, tapi bila saya langsung pada praxis sederhana itu pasti kalian tidak percaya. Atau tidak menganggapnya terlalu penting. Atau tidak percaya bahwa itu ada artinya.
Maka saya perlu jabarkan semua kenyataan ini dihadapan kalian agar bisa melihat sendiri betapa parah dan urgensinya solusi ini.
Solusi itu adalah : DHARMA.
Apabila anda mengenal Dharma, maka tidak akan salah berpihak.
Apabila anda menjalankan Dharma, maka akan terbebas dari kemelut kegelapan tanpa ujung dunia ini.
Betul kan...anda pasti tidak percaya? Atau minimal...heran apa hubungannya? Betul? Nah, mari saya ajak anda menyelidiki sendiri segala sesuatunya.....Penjajahan itu timbul akibat adanya penguasaan dari sebagian golongan (bangsa, golongan ataupun individu) terhadap pihak yang lain, bukan? Kedua, Apakah MOTIF dari penjajahan itu? Tiada lain adalah keserakahan / ketamakan, kebencian / kemarahan, dan kegelapan batin / kedunguan (misal : hal buruk dianggap baik, membuat masalah dikira sedang memberi solusi, dst).
Jadi, kalau anda hendak menghapus penjajahan dari atas muka bumi ini, tetapi di dalam BATIN anda sendiri bercokol keserakahan, kebencian dan kedunguan,.....maka tidak heran bahwa anda dengan segera akan berpihak pada pihak2 yang kuat memiliki keserakahan, kebencian dan kedunguan.
Bukankah sering mendengar pepatah "Beras berkumpul dengan beras, gabah dengan gabah"? Tidak bisa dipungkiri akan terjadi resonansi kesamaan sifat kerakusan, tujuan dan keinginan dari pihak2 yang sejenis.
Demikianlah kasunyatan.
Maka........apabila anda hendak berjuang menuju KEMERDEKAAN tetapi di dalam BATIN anda sendiri masih dibelenggu oleh keserakahan, kebencian dan kegelapan batin....maka itu adalah OMONG KOSONG.
Jelas.......bahwa dalam Pembukaan UUD 1945 dikatakan bahwa"kemerdekaan adalah HAK setiap bangsa"...dan salah satu jalan yang harus ditempuh adalah dengan cara "MENCERDASKAN kehidupan bangsa".......jelas sekali disitu artinya adalah menyingkirkan kegelapan batin / kedunguan !
Jadi, apakah sekarang anda bisa mengerti...betapa erat kaitannya antara kultivasi batin / transformasi batin di dalam perhelatan catur politik dan nasib mas depan manusia di atas muka bumi ini???
Dan sudah pernah saya jelaskan sebelum2nya bahwa jalan menuju mengatasi ego yang muncul dalam bentuk 3 racun : keserakahan-kebencian-kedunguan adalah melalui jalan yang disebut DHARMA.Nah, itulah jawaban atas pertanyaan anda.
Mungkin sebagian dari pembaca sudah pernah melihat gambar yg pernah saya posting dalam salah satu komentar saya di TS yang dulu.
Ini adalah gambar bagaimana Butokolo mencengkeram berbagai lapisan /dimensi kehidupan di samsara ini. Jadi jangan ngelamun bahwa ada jalan keluar menjadi merdeka selama masih berputar-putar dalam lingkaran nafs (ego) yg bahasa awamnya adalah nafsu...termasuk nafsu kebaikan!
Nature dari samsara adalah penderitaan.
https://fmovies.se/film/samsara.mkkv/jll143
Maka jalan satu-satunya menuju KEMERDEKAAN SEJATI......adalah mencabut akarnya dari dalam batin kita sendiri! Dan itu PULALAH inti dari yang diajarkan Torah dengan suatu gaya metodologi yang lain.Pencerahan / Enlightenment itu sendiri artinya adalah terbebas dari belenggu batin. Ilusi itu adalah produk belenggu batin.Bukankah kalian semua pada umumnya takut kalau berada di tempat gelap?Banyak orang takut berjalan di tempat gelap karena percaya bahwa ditempat gelap banyak setannya, atau bisa mengalami penampakan2 hantu, dsb.Pertanyakanlah secara ilmiah, mengapa adanya impuls archetype yang secara universal terjadi pada –bukan hanya manusia—tetapi juga hewan2 menyusi pada umumnya.Jawabnya sederhana : Di dalam kegelapan sensor2 indera anda tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu PIKIRAN anda menjadi “sensor” yang dominan. Karena distraksi inderawi terhadap realitas obyektif menjadi lemah, maka distraksi pikiran (atau muatan kesadaran anda)bisa muncul dalam bentuk yang terasa....entahitu rasa takut....atau bahkan hingga mewujud dalam persepsi visual. “Aku melihat hantuuu!!!”. Padahal ya hantunya itu ada di dalam pikiran anda sendiri!Itulah kegelapan batin !Dan jangan heran kalau di dalam ilmu Psikiatri dikatakan bahwa yang sering menjadi korban hipnotis, gendam, ilusi, halusinasi, waham bahkan kegilaan dan amok adalah orang2 yg kesadarannya berkabut !Dan orang2 yang kesadarannya berkabut itulah yang kemudian menjadi pembela mati-matian (bigot) atas ilusi-ilusi yang telah"diperbuktikan"kepadanya sehingga yakin 200% bahwa itu tidak mungkin kalau tidak berasal dari kesaktian Tuhannya. Weleh...weleh.....anda kalau memang sugestible sini datang pada saya ...kalau percaya Jasjus sebagai Tuhan anda bisa saya pertemukan melihat Jasjus di depan mata anda. Ilusi ! Ilusi karena lemahnya kesadaran anda!Itulah mengerikannya kekuasaan cengkeraman Mara. Anda kenyataannya sudah terjajah habis-habisan tapi justru merasa sudah terselamatkan. Semakin terikat, semakin merasa ada harapan! Ilusi pamungkas sang Mara agar tidak bisa lepas dari samsara !
Lihat :https://www.youtube.com/watch?v=oUoeelRd01o
Dus, orang2 yang kesadarannya berkabut inilah yang sering dimanfaatkan oleh sang Mara (Iblis) dengan tipuan bujuk rayunya...janji-janji,jaminan, iming-iming, penakut-nakutan, ancaman, dsb...... untuk secara sukarela tanpa sadar menjadi anggo pasukan2 pembelahegemoni kerajaan samsara supaya para mahluk tidak bisa lepas dari cengkeramannya.Makanya jika para spiritualis sering berlatih ke tempat2 seram dan gelap di malam hari, maka itu tiada lain tujuannya adalah MENGHADAPI isi kekotoran batinnya sendiri! 'Hantu-hantu'nya sendiriuntuk ditundukkan, alias dengan kata lain menghancurkan ilusi batinnya...yangtiada lain adalah ilusi egonya!Jadi sekarang jelas toh, mengapa saya sebagai spiritualis pertapa tetapi harus juga menyinggung masalah politik, sosial, sains dan teknologi, bahkan ekonomi???
Rahayu!
Rabu, 22 Februari 2017
POLITIK !?
Politik adalah suatu sistem tingkah-laku (behaviour) yg mengatur hubungan (kepentingan) dari pihak-pihak yang membuat suatu pola2 tertentu yang bersifat menetap untuk sementara waktu, tetapi mengalir dalam perubahan yang naturalistik untuk menghasilkan progressive mutual / public benefit dan order dari sebuah satuan masyarakat.
Dari sisi pengertian "sistem tingkah-laku yang
mengatur hubungan kepentingan dari pihak-pihak" maka seharusnya politik adalah sesuatu yang bermanfaat.
Jadi, kalau disini politik jadi salah kaprah dimaknai secara negatif...
--tidak bisa tidak--...diakibatkan karena kiprah para pelaku politikusnya yang tidak sesuai tujuan politik itu sendiri (bisa jadi malah mungkin tidak mengerti politik itu makna sebenarnya apa. Dianggapnya cuman jalan merebut kekuasaan).
Pantas AJURRR !
JADI,... Seorang pemimpin artinya harus bisa memberi public benefit kepada pihak-pihak yang dipimpinnya.
Kalau hanya kepada satu pihak saja, lha buat apa dia jadi pemimpin PARA pihak (jamak)? Cukup jadi pemimpin kelompoknya saja! Mentok! Belum bisa naik ke areal publik yg lebih luas dan tanggung-jawab yang semakin besar!
INGAT !!! CAMKAN!!!
"Ilmu politik adalah ilmu bagaimana menata HIDUP
KEBERSAMAAN".
Jadi BUKANLAH ilmu menang-menangan sendiri!
TERBALIK TOTAL MENGERIKAN !!!
Cepat koreksi pemahaman salah kaprah masyarakat (termasuk para calon "pemimpin" maupun yg sedang memimpin) !!!
Dari sisi pengertian "sistem tingkah-laku yang
mengatur hubungan kepentingan dari pihak-pihak" maka seharusnya politik adalah sesuatu yang bermanfaat.
Jadi, kalau disini politik jadi salah kaprah dimaknai secara negatif...
--tidak bisa tidak--...diakibatkan karena kiprah para pelaku politikusnya yang tidak sesuai tujuan politik itu sendiri (bisa jadi malah mungkin tidak mengerti politik itu makna sebenarnya apa. Dianggapnya cuman jalan merebut kekuasaan).
Pantas AJURRR !
JADI,... Seorang pemimpin artinya harus bisa memberi public benefit kepada pihak-pihak yang dipimpinnya.
Kalau hanya kepada satu pihak saja, lha buat apa dia jadi pemimpin PARA pihak (jamak)? Cukup jadi pemimpin kelompoknya saja! Mentok! Belum bisa naik ke areal publik yg lebih luas dan tanggung-jawab yang semakin besar!
INGAT !!! CAMKAN!!!
"Ilmu politik adalah ilmu bagaimana menata HIDUP
KEBERSAMAAN".
Jadi BUKANLAH ilmu menang-menangan sendiri!
TERBALIK TOTAL MENGERIKAN !!!
Cepat koreksi pemahaman salah kaprah masyarakat (termasuk para calon "pemimpin" maupun yg sedang memimpin) !!!
Sabtu, 04 Februari 2017
FAKTA SEJARAH NKRI
Danz Suchamda
IMPERIALISME FEODAL
Masa-masa akhir-akhir ini dimana politik bergejolak yang santer dengan penghasutan isu SARA, maka bagi sebagian besar orang adalah suatu fenomena yang membingungkan. Apakah yang sedang terjadi di NKRI ini?
Apakah sebetulnya NKRI tersebut?
Oleh karena itu, marilah kita kilas secara singkat dan ringkas sejarahnya agar memahami fenomena akhir-akhir ini. Seperti kita ketahui bahwa Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang luasnya bahkan lebih luas dari NKRI saat ini. Wilayahnya hingga mencapai Filipina maupun
Kamboja saat ini. Majapahit adalah kerajaan besar dunia yang bahkan disegani oleh armada laut China.
Akan tetapi pada masa itu China bukanlah suatu
problem, karena antara kedua negeri ini terdapat
jalinan perdagangan dan budaya yang erat. Anda
tentu kenal dengan uang kepeng bolong kuno yang bertuliskan aksara China. Itulah uang yang digunakan pada era Majapahit.
Pada era itu (Abad 1 Masehi - 20 Masehi), dunia
berada dalam era adu kekuasaan Imperialisme silih berganti. Tak luput pula China dikuasai oleh bangsa Mongol yang terkenal dengan nama Kubilai Khan dan Jengis Khannya.
Kekuasaan Mongol mencapai puncaknya pada abad 13-14 Masehi, meliputi seluruh daratan Asia Tengah hingga negara-negara Balkan, Syria dan Persia. Terkecuali India dan Arab Saudi.
Mongol adalah Imperium besar yang membagi
wilayah kekuasaannya menjadi 3 wilayah besar
berdasarkan agamanya. Merekalah yang pernah
mengirimkan utusannya hingga ditebas telinganya oleh Kertanegara pada zaman Kerajaan Singosari.
Upaya aneksasi mereka tidak berhasil,, Nusantara
tidak mau tunduk.
Tapi rupanya peta politik dunia selalu berubah.
Bangsa Han (China) berhasil merdeka dari tangan
Mongol. Demikian pula daerah2 di pinggiran
wilayanya menjadi wilayah perdikan. Akibatnya
banyak para Jendral Mongol yang kehilangan wilayah kekuasaan menjadi pasukan liar (hordes) yang menyimpan dendam kesumat kepada China. Mereka berkeliaran di sepanjang wilayah selatan dari bentang Asia Barat hingga Asia Timur termasuk Indonesia.
Dan khususnya di Indonesia, mereka membangun
kekuatan dengan cara menghasut penduduk
Nusantara dengan politik simulacra yang dapat kita rasakan hingga sekarang. Para Jendral Mongol itu menggunakan kamuflase sebagai para penyebar agama (wali sanga). Suatu dinasti keluarga yang saling terkait secara genetik kekeluargaan berusaha menancapkan akarnya di Bumi Pertiwi ini. Disitulah asal muasal sentimen anti-China diciptakan -- sesuatu yang tidak pernah ada pada era kerajaan-kerajaan sebelumnya.
Tujuan mereka jelas, yaitu adalah untuk menghimpun tentara dari selatan ini untuk menyerang kembali ke China daratan. Tapi China cukup tanggap dengan melakukan politik isolasi (menutup diri terhadap orang dari luar), Demikian pula Jepang. Sehingga kekuatan
"Mongol" itu terisolir di wilayah Asia Tenggara,
Meskipun demikian, penguasaan mereka terhadap wilayah perairan selat Malaka menjadikan hubungan transportasi laut perdagangan antara negeri2 Timur
dengan negeri2 Barat terputus. Untuk itulah maka ada utusan dari China daratan yang kita kenal dengan nama Laksmana Cheng Ho.
Pendek kata, kekuasaan Majapahit akhir yang keropos akibat adu-domba yang menimbulkan perang saudara, menjadikan dengan mudah Raden Patah alias Jin Bun menundukkan Majapahit.
Raden Patah (Jin Bun)
adalah putra Raja Brawijaya V hasil perkawinan
dengan selir barunya berdarah Mongol yang sakit hati karena sempat dibuang ayahnya ke daerah
Palembang. Ibunya yg tentu masih merupakan
memiliki hubungan kekeluargaan dengan para Jendral Mongol itu telah mempersiapkan segala sesuatunya.
Demikianlah kisah super singkat sejarah keruntuhan
Kerajaan Majapahit.
Akibat runtuhnya Majapahit dan masuknya era
kesultanan. Maka di Nusantara terpecah-pecah
menjadi kerajaan-kerajaan feodal kecil yang saling bersaingan / berperang untuk menjadi yang paling berkuasa. Itulah sebabnya ketika 4 buah kapal dagang Belanda merapat di pelabuhan Batavia pada tahun 1496 dengan segera mendapatkan sambutan hangat dari para raja feodal : Belanda membawa Gulden dan barang-barang teknologi Barat.
Pertanyaannya : "Apakah masuk akal 4
buah kapal dagang menjajah wilayah Nusantara bila tanpa bantuan para penguasa feodal tersebut? Intinya,... awalnya Belanda hanya tertarik dalam soal perdagangan. Maka dari itulah setelah 106 tahun berdagang, Belanda kemudian mendirikan VOC (perusahaan dagang hindia-timur) alias kumpeni
(company atau istilahnya sekarang tidak lebih tidak kurang daripada = perusahaaan) pada tahun 1602.
Apakah masuk akal kalau mengatakan bahwa
Nusantara dijajah Perusahaan?
Tetapi tentu saja wilayah baru di negeri Timur ini
menjadikan orang Belanda berbondong-bondong
tertarik untuk bermukim di Indonesia. Itulah maka dikenal istilah "Kolonialisme" atau dengan kata lain
"datang berkoloni (menjadi penduduk)". Pendek kata, pengaruh-pengaruh politik dunia yang masuk ke Nusantara ditambah dengan raja-raja feodal berperang yang ada di negeri ini, menjadikan kondisi rakyat kecil sangat tertindas dan menyedihkan. Sudah tertimpa dengan masalah Imperialisme, masih tertimpa pula dengan Kolonialisme dan Feodalisme.
Oleh karena itu, tidak berlebihan bila Bung Karno
secara tegas meneriakkan sikap anti terhadap
penjajahan, kolonialisme dan imperialisme; seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Kalau kekuasaan Kolonialisme Belanda sudah berhasil kita atasi, lalu sebetulnya apakah yang dimaksudkan oleh Bung Karno sebagai Imperialisme???
Ingat, Bung Karno pernah berpidato mengatakan
demikian : "Perjuanganku adalah lebih mudah karena
mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih
berat karena melawan saudara sebangsamu sendiri".
Apakah maksudnya?
Dimanakah sisi Imperialismenya?
Kalau situasi politik belakangan ini di Indonesia
memanas karena para elite politik kita sibuk
melakukan "lobbying" kesana kemari. Maka saya
menangkap suatu pola yang sama sedang terjadi
dengan apa yang terjadi 71 tahun yang lalu. Ya, pada
era Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.
Sederhananya begini :
Indonesia terjajah "Belanda" selama 350 tahun seperti
yang kita kenal dikarenakan politik "Divide et
Impera" (politik pecah belah). Pertanyaannya, apakah Belanda yang memecah belah ataukah Belanda hanya MEMANFAATKAN kondisi yang memang sudah terpecah belah?
Saya melihatnya, pernyataan yang
terakhir adalah lebih menggambarkan kenyataannya.
Itulah sebabnya mengapa muncul ketokohan para
pemuda yang berwawasan Nasional dimulai semenjak Soempah Pemoeda 1928. Munculnya kesadaran pendidikan melalui Taman Siswa,dst. Yang pada kulminasinya menghasilakn sosok Bung Karno yang BERSUSAH PAYAH menyadarkan para penguasa FEODAL untuk bersatu menggalang sebuah kesatuan POLITIK NASIONAL. Buah dari upaya itu adalah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.
Sejarah inilah yang mutlak diketahui oleh para
generasi muda sehingga paham mengapa Pantja Sila dan UUD 1945 dirumuskan demikian.
Silakan digali sendiri detailnya.
Hanya saja, kenyataan sejarah sungguh sangat
disayangkan bahwa ide mulia itu tidak berjalan
semulus dari apa yang dirancang oleh para Bapak
Bangsa kita. Baru 3 bulan menjadi Pemimpin Negeri, bung Karno sudah dikudeta secara halus pada bulan Oktober 1945. Secara de Jure tentu masih Presiden RI, tetapi secara de Fakto, ada pihak lain yang menyetir politik NKRI di masa itu. Itulah raison d'etre mengapa munculnya kemelut politik tak kunjung habis pada era-era setelahnya. Berbagai kabinet terbentuk dan segera bubar tanpa menghasilkan nilai produktif apa-apa. Bahkan sistem kenegaraan pernah berubah
menjadi Parlementer (kekuasaan di bawah DPR).
Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan
ekonomi hancur, rakyat melarat. Banyak yang mati kelaparan. Orang kelaparan yang berpenyakit kusta atau "kaki gajah" bukan pemandangan aneh pada masa itu. Orang yang dianggap cukup berada pun hanya mengenakan baju dari kain bekas karung terigu.
Kondisi inilah yang membawa Bung Karno untuk
menegaskan kepemimpinannya dengan mengeluarkan Dekrit Presiden tahun 1959 dengan sistem demokrasi terpimpin. Tapi sungguh sayang, penguasa bayang-bayang itu berhasil menjegalnya lagi melalui kerjasama intelijen Amerika dengan menggunakan isu menumpas komunisme. Kekuasaan Bung Karno jatuh, demikian pula tambang-tambang emas dan perusahaan minyak kita dengan segera menjadi konsesi asing. Siapakah sebenarnya tokoh dibalik G30S tersebut? Siapakah orang dibelakang Mafia Berkeley yg menjual konsesi tambang emas Freeport itu? Siapa yg menunjuk? Siapa yang ditunjuk?
Kalau melihat dari korbannya, sepertinya bukan
anggota PKI saja yang dibunuh, melainkan juga
budayawan, para spiritualis, orang-orang tionghua non-komunis, dan tokoh-tokoh tradisional. Kok aneh?
Terlebih aneh lagi manakala yang kita kenal sebagai pemberontakan PKI Madiun 18 September 1948 dibawah pimpinan Amir Sjarifuddin. Ini sungguh mengherankan saya. Mengapa? Karena Amir Sjarifuddin adalah seorang KRISTEN ! Seorang kelahiran tanah Tapanuli walaupun orang tuanya adalah muslim tetapi mengenyam pendidikan prestisius di Haarlem dan Leiden di Belanda. Dialah pelopor organisasi GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen
Indonesia). Selidik punya selidik, ternyata pada masa ia menjabat sebagai PERDANA MENTERI pada kabinet Amir Sjarifuddin I dan II, ia sempat menentang restrukturisasi RERA (BKR / Badan Keamanan Rakyat menjadi TKR / Tentara Keamanan Rakyat, cikal bakal TNI).
Dalam restrukturisasi RERA itu rupanya para
tentara yang berwawasan nasionalis dipinggirkan
dengan alasan pendidikan, sementara Sultan
Hamengkubuwono IX yang memiliki gelar "Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah" sebagai raja wilayah provinsi bagian dari Kekhalifahan Ottoman Turki, yang sewaktu itu mendapat tugas restrukturisasi menyusupkan pasukan2 Jundullah, Hizbullah dsb menjadi bagian TKR.
Dalam kondisi kemelut itu, muncullah Letjen Soeharto, seorang bekas komandan Kodim yang sempat dimutasikan karena track-record korupnya yang buruk sebagai tokoh yang membawa Indonesia ke zaman Orde Baru. Sebenarnya bukanlah dia yang memiliki hajat untuk menjadi orang paling berkuasa di negeri
ini, tetapi Bung Karno berkata, "Le, sejelek-jeleknya Soeharto, NKRI masih tetap akan ada selama dia menjabat".
Siapakah bayang-bayang yang dimaksudkan oleh Bung Karno itu??
Mayjen.Soeharto dilantik menjadi Pejabat Presiden pada 1 Juli 1966 berdasarkan Tap MPRS No.XXXIII/1967 pada 22 Februari 1967 dengan Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Menteri Pertahanan Keamanannnya. Selaku pemegang Ketetapan MPRS No XXX/1967, Soeharto kemudian menerima penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno. Dan saat-saat itulah operasi pembersihan (pembantaian) mulai dilakukan. Musuh Soekarno itu
yang paling berat ya Sultan dan komandan RPKAD Sarwo Edi, itu bapaknya siapa? Dan mulai saat itulah maka penafsiran Pantja Sila diubah menjadi Pancasila, terlebih dengan kamuflase alasan penyempurnaan Ejaan (EYD). Tetapi sesungguhnya makna Ketuhanan YME sudah dipelintir menjadi sila Kewajiban Beragama dari 5 yang diakui oleh pemeriintah. Ini adalah politik adu domba yang lestari dan menjadi sumber masalah kronis hingga sekarang.
Selama era ORBA dibawah kekuasaan presiden
Soeharto yang sangat sadar bayang-bayang di
belakangnya, maka dia dengan cerdik mengakomodir setiap kepentingan permintaannya. Itulah alasan mengapa budaya korupsi mulai --terpaksa-- tumbuh
pada era ORBA. Dan kepada mereka diberdirikanlah organisasi-organisasi yang megah bersifat nasional.
Antara lain MUI pada tahun 1975, HPK (Himpunan Penghayat Kepercayaan), BKOK, dsb. Bagi Soeharto, mewadahi akan lebih mudah untuk mengawasi, mengontrol dan mengendalikannya. Tetapi dibalik tindasan pemerintahan otoriter Soeharto, bayang-bayang itu pun terus bergerak merasuk menyusup kesana kemari untuk menggalang kekuatan. Termasuk menjadikan ekstrimis2 wahabi seperti Tengku Imam Bonjol yg membantai kaum sukunya sendiri, dsb sebagai pahlawan Nasional. Itulah makanya jangan
heran bila timbul anomali-anomali dalam fenomena "Kejawen".
Salah satu upaya menjatuhkan Soeharto adalah
melalui peristiwa kerusuhan Malari padah tahun 1974 pada saat HB IX yang pada masa pra-kemerdekaan adalah Letjen.KNIL (Tentara Belanda) yg pangkatnya diatas Mayjen Soeharto yg cuma lulusan SD, menjabat sebagai Menteri Pertahanan Keamanan. Oleh karena itu, setelah itu Soeharto menyingkirkannya hanya sebagai Ketua Nasional Pramuka.
Puncak kulminasinya adalah penggulingan rezim ORBA akibat adanya Krisis Moneter 1998. Maka kerangkeng Tyrannosaurus-nya terbuka. Jadi, apakah Krismon'98 itu alamiah, ataukah rancangan jebakan???
Siapakah yang menjadi direktur BI yang turut menggulirkan program BLBI tersebut? Mengapa orangnya hingga kini masih hidup bugar tapi tampaknya bebas dari sorotan penyelidikan sama sekali??? Bahkan menjadi Wakil Presiden pada era rezim SBY? Sungguh aneh!
Jadi, apakah sebenarnya gerakan Reformasi itu?
Apakah sekedar untuk menggulingkan Soeharto yang korup dan super kaya-raya itu?
Wallahu'alam bissawab.
Marilah kita soroti dengan lebih teliti hal-hal yang dimata saya tampak janggal ini. Marilah kita urai kebingungan kita tentang sikon politik kekinian kita dimana para elite politik sepertinya sangat sibuk membangun lobby kesana kemari kasak
kusuk menghantam dari belakang dengan cara pinjam tangan.
Apakah ada yang khawatir bahwa misteri di
balik skandal BLBI dan CENTURY terbongkar? Bapak-bapak yang terhormat, mohon janganlah adu domba kami rakyat kecil yang untuk makan saja susah dikorbankan kembali demi nafsu kekuasaan Imperialisme Feodal. Toh bapak2 juga sering mengkotbahkan bahwa buat apa mengumpulkan harta duniawi, buat apa pamrih kekuasaan toh semuanya tidak dibawa mati, bukankah begitu pak? Alangkah berduka-citanya kami hingga pada akhirnya mengetahui bahwa dalam kenyataannya ada yang telah membangun negara di dalam negara selama ini.
Pantas saja rakyat Indonesia tidak pernah makmur dan korupsi tidak pernah dapat diatasi. Lebih menyedihkan lagi, generasi muda dibuat amnesia sejarahnya sendiri. Buta wawasan manca negara dan sejarah dunia sehingga mudah ditipu daya untuk diperalat. Mau dibawa kemana bangsa ini??
Rahayu!
IMPERIALISME FEODAL
Masa-masa akhir-akhir ini dimana politik bergejolak yang santer dengan penghasutan isu SARA, maka bagi sebagian besar orang adalah suatu fenomena yang membingungkan. Apakah yang sedang terjadi di NKRI ini?
Apakah sebetulnya NKRI tersebut?
Oleh karena itu, marilah kita kilas secara singkat dan ringkas sejarahnya agar memahami fenomena akhir-akhir ini. Seperti kita ketahui bahwa Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang luasnya bahkan lebih luas dari NKRI saat ini. Wilayahnya hingga mencapai Filipina maupun
Kamboja saat ini. Majapahit adalah kerajaan besar dunia yang bahkan disegani oleh armada laut China.
Akan tetapi pada masa itu China bukanlah suatu
problem, karena antara kedua negeri ini terdapat
jalinan perdagangan dan budaya yang erat. Anda
tentu kenal dengan uang kepeng bolong kuno yang bertuliskan aksara China. Itulah uang yang digunakan pada era Majapahit.
Pada era itu (Abad 1 Masehi - 20 Masehi), dunia
berada dalam era adu kekuasaan Imperialisme silih berganti. Tak luput pula China dikuasai oleh bangsa Mongol yang terkenal dengan nama Kubilai Khan dan Jengis Khannya.
Kekuasaan Mongol mencapai puncaknya pada abad 13-14 Masehi, meliputi seluruh daratan Asia Tengah hingga negara-negara Balkan, Syria dan Persia. Terkecuali India dan Arab Saudi.
Mongol adalah Imperium besar yang membagi
wilayah kekuasaannya menjadi 3 wilayah besar
berdasarkan agamanya. Merekalah yang pernah
mengirimkan utusannya hingga ditebas telinganya oleh Kertanegara pada zaman Kerajaan Singosari.
Upaya aneksasi mereka tidak berhasil,, Nusantara
tidak mau tunduk.
Tapi rupanya peta politik dunia selalu berubah.
Bangsa Han (China) berhasil merdeka dari tangan
Mongol. Demikian pula daerah2 di pinggiran
wilayanya menjadi wilayah perdikan. Akibatnya
banyak para Jendral Mongol yang kehilangan wilayah kekuasaan menjadi pasukan liar (hordes) yang menyimpan dendam kesumat kepada China. Mereka berkeliaran di sepanjang wilayah selatan dari bentang Asia Barat hingga Asia Timur termasuk Indonesia.
Dan khususnya di Indonesia, mereka membangun
kekuatan dengan cara menghasut penduduk
Nusantara dengan politik simulacra yang dapat kita rasakan hingga sekarang. Para Jendral Mongol itu menggunakan kamuflase sebagai para penyebar agama (wali sanga). Suatu dinasti keluarga yang saling terkait secara genetik kekeluargaan berusaha menancapkan akarnya di Bumi Pertiwi ini. Disitulah asal muasal sentimen anti-China diciptakan -- sesuatu yang tidak pernah ada pada era kerajaan-kerajaan sebelumnya.
Tujuan mereka jelas, yaitu adalah untuk menghimpun tentara dari selatan ini untuk menyerang kembali ke China daratan. Tapi China cukup tanggap dengan melakukan politik isolasi (menutup diri terhadap orang dari luar), Demikian pula Jepang. Sehingga kekuatan
"Mongol" itu terisolir di wilayah Asia Tenggara,
Meskipun demikian, penguasaan mereka terhadap wilayah perairan selat Malaka menjadikan hubungan transportasi laut perdagangan antara negeri2 Timur
dengan negeri2 Barat terputus. Untuk itulah maka ada utusan dari China daratan yang kita kenal dengan nama Laksmana Cheng Ho.
Pendek kata, kekuasaan Majapahit akhir yang keropos akibat adu-domba yang menimbulkan perang saudara, menjadikan dengan mudah Raden Patah alias Jin Bun menundukkan Majapahit.
Raden Patah (Jin Bun)
adalah putra Raja Brawijaya V hasil perkawinan
dengan selir barunya berdarah Mongol yang sakit hati karena sempat dibuang ayahnya ke daerah
Palembang. Ibunya yg tentu masih merupakan
memiliki hubungan kekeluargaan dengan para Jendral Mongol itu telah mempersiapkan segala sesuatunya.
Demikianlah kisah super singkat sejarah keruntuhan
Kerajaan Majapahit.
Akibat runtuhnya Majapahit dan masuknya era
kesultanan. Maka di Nusantara terpecah-pecah
menjadi kerajaan-kerajaan feodal kecil yang saling bersaingan / berperang untuk menjadi yang paling berkuasa. Itulah sebabnya ketika 4 buah kapal dagang Belanda merapat di pelabuhan Batavia pada tahun 1496 dengan segera mendapatkan sambutan hangat dari para raja feodal : Belanda membawa Gulden dan barang-barang teknologi Barat.
Pertanyaannya : "Apakah masuk akal 4
buah kapal dagang menjajah wilayah Nusantara bila tanpa bantuan para penguasa feodal tersebut? Intinya,... awalnya Belanda hanya tertarik dalam soal perdagangan. Maka dari itulah setelah 106 tahun berdagang, Belanda kemudian mendirikan VOC (perusahaan dagang hindia-timur) alias kumpeni
(company atau istilahnya sekarang tidak lebih tidak kurang daripada = perusahaaan) pada tahun 1602.
Apakah masuk akal kalau mengatakan bahwa
Nusantara dijajah Perusahaan?
Tetapi tentu saja wilayah baru di negeri Timur ini
menjadikan orang Belanda berbondong-bondong
tertarik untuk bermukim di Indonesia. Itulah maka dikenal istilah "Kolonialisme" atau dengan kata lain
"datang berkoloni (menjadi penduduk)". Pendek kata, pengaruh-pengaruh politik dunia yang masuk ke Nusantara ditambah dengan raja-raja feodal berperang yang ada di negeri ini, menjadikan kondisi rakyat kecil sangat tertindas dan menyedihkan. Sudah tertimpa dengan masalah Imperialisme, masih tertimpa pula dengan Kolonialisme dan Feodalisme.
Oleh karena itu, tidak berlebihan bila Bung Karno
secara tegas meneriakkan sikap anti terhadap
penjajahan, kolonialisme dan imperialisme; seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Kalau kekuasaan Kolonialisme Belanda sudah berhasil kita atasi, lalu sebetulnya apakah yang dimaksudkan oleh Bung Karno sebagai Imperialisme???
Ingat, Bung Karno pernah berpidato mengatakan
demikian : "Perjuanganku adalah lebih mudah karena
mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih
berat karena melawan saudara sebangsamu sendiri".
Apakah maksudnya?
Dimanakah sisi Imperialismenya?
Kalau situasi politik belakangan ini di Indonesia
memanas karena para elite politik kita sibuk
melakukan "lobbying" kesana kemari. Maka saya
menangkap suatu pola yang sama sedang terjadi
dengan apa yang terjadi 71 tahun yang lalu. Ya, pada
era Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.
Sederhananya begini :
Indonesia terjajah "Belanda" selama 350 tahun seperti
yang kita kenal dikarenakan politik "Divide et
Impera" (politik pecah belah). Pertanyaannya, apakah Belanda yang memecah belah ataukah Belanda hanya MEMANFAATKAN kondisi yang memang sudah terpecah belah?
Saya melihatnya, pernyataan yang
terakhir adalah lebih menggambarkan kenyataannya.
Itulah sebabnya mengapa muncul ketokohan para
pemuda yang berwawasan Nasional dimulai semenjak Soempah Pemoeda 1928. Munculnya kesadaran pendidikan melalui Taman Siswa,dst. Yang pada kulminasinya menghasilakn sosok Bung Karno yang BERSUSAH PAYAH menyadarkan para penguasa FEODAL untuk bersatu menggalang sebuah kesatuan POLITIK NASIONAL. Buah dari upaya itu adalah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.
Sejarah inilah yang mutlak diketahui oleh para
generasi muda sehingga paham mengapa Pantja Sila dan UUD 1945 dirumuskan demikian.
Silakan digali sendiri detailnya.
Hanya saja, kenyataan sejarah sungguh sangat
disayangkan bahwa ide mulia itu tidak berjalan
semulus dari apa yang dirancang oleh para Bapak
Bangsa kita. Baru 3 bulan menjadi Pemimpin Negeri, bung Karno sudah dikudeta secara halus pada bulan Oktober 1945. Secara de Jure tentu masih Presiden RI, tetapi secara de Fakto, ada pihak lain yang menyetir politik NKRI di masa itu. Itulah raison d'etre mengapa munculnya kemelut politik tak kunjung habis pada era-era setelahnya. Berbagai kabinet terbentuk dan segera bubar tanpa menghasilkan nilai produktif apa-apa. Bahkan sistem kenegaraan pernah berubah
menjadi Parlementer (kekuasaan di bawah DPR).
Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan
ekonomi hancur, rakyat melarat. Banyak yang mati kelaparan. Orang kelaparan yang berpenyakit kusta atau "kaki gajah" bukan pemandangan aneh pada masa itu. Orang yang dianggap cukup berada pun hanya mengenakan baju dari kain bekas karung terigu.
Kondisi inilah yang membawa Bung Karno untuk
menegaskan kepemimpinannya dengan mengeluarkan Dekrit Presiden tahun 1959 dengan sistem demokrasi terpimpin. Tapi sungguh sayang, penguasa bayang-bayang itu berhasil menjegalnya lagi melalui kerjasama intelijen Amerika dengan menggunakan isu menumpas komunisme. Kekuasaan Bung Karno jatuh, demikian pula tambang-tambang emas dan perusahaan minyak kita dengan segera menjadi konsesi asing. Siapakah sebenarnya tokoh dibalik G30S tersebut? Siapakah orang dibelakang Mafia Berkeley yg menjual konsesi tambang emas Freeport itu? Siapa yg menunjuk? Siapa yang ditunjuk?
Kalau melihat dari korbannya, sepertinya bukan
anggota PKI saja yang dibunuh, melainkan juga
budayawan, para spiritualis, orang-orang tionghua non-komunis, dan tokoh-tokoh tradisional. Kok aneh?
Terlebih aneh lagi manakala yang kita kenal sebagai pemberontakan PKI Madiun 18 September 1948 dibawah pimpinan Amir Sjarifuddin. Ini sungguh mengherankan saya. Mengapa? Karena Amir Sjarifuddin adalah seorang KRISTEN ! Seorang kelahiran tanah Tapanuli walaupun orang tuanya adalah muslim tetapi mengenyam pendidikan prestisius di Haarlem dan Leiden di Belanda. Dialah pelopor organisasi GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen
Indonesia). Selidik punya selidik, ternyata pada masa ia menjabat sebagai PERDANA MENTERI pada kabinet Amir Sjarifuddin I dan II, ia sempat menentang restrukturisasi RERA (BKR / Badan Keamanan Rakyat menjadi TKR / Tentara Keamanan Rakyat, cikal bakal TNI).
Dalam restrukturisasi RERA itu rupanya para
tentara yang berwawasan nasionalis dipinggirkan
dengan alasan pendidikan, sementara Sultan
Hamengkubuwono IX yang memiliki gelar "Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah" sebagai raja wilayah provinsi bagian dari Kekhalifahan Ottoman Turki, yang sewaktu itu mendapat tugas restrukturisasi menyusupkan pasukan2 Jundullah, Hizbullah dsb menjadi bagian TKR.
Dalam kondisi kemelut itu, muncullah Letjen Soeharto, seorang bekas komandan Kodim yang sempat dimutasikan karena track-record korupnya yang buruk sebagai tokoh yang membawa Indonesia ke zaman Orde Baru. Sebenarnya bukanlah dia yang memiliki hajat untuk menjadi orang paling berkuasa di negeri
ini, tetapi Bung Karno berkata, "Le, sejelek-jeleknya Soeharto, NKRI masih tetap akan ada selama dia menjabat".
Siapakah bayang-bayang yang dimaksudkan oleh Bung Karno itu??
Mayjen.Soeharto dilantik menjadi Pejabat Presiden pada 1 Juli 1966 berdasarkan Tap MPRS No.XXXIII/1967 pada 22 Februari 1967 dengan Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Menteri Pertahanan Keamanannnya. Selaku pemegang Ketetapan MPRS No XXX/1967, Soeharto kemudian menerima penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno. Dan saat-saat itulah operasi pembersihan (pembantaian) mulai dilakukan. Musuh Soekarno itu
yang paling berat ya Sultan dan komandan RPKAD Sarwo Edi, itu bapaknya siapa? Dan mulai saat itulah maka penafsiran Pantja Sila diubah menjadi Pancasila, terlebih dengan kamuflase alasan penyempurnaan Ejaan (EYD). Tetapi sesungguhnya makna Ketuhanan YME sudah dipelintir menjadi sila Kewajiban Beragama dari 5 yang diakui oleh pemeriintah. Ini adalah politik adu domba yang lestari dan menjadi sumber masalah kronis hingga sekarang.
Selama era ORBA dibawah kekuasaan presiden
Soeharto yang sangat sadar bayang-bayang di
belakangnya, maka dia dengan cerdik mengakomodir setiap kepentingan permintaannya. Itulah alasan mengapa budaya korupsi mulai --terpaksa-- tumbuh
pada era ORBA. Dan kepada mereka diberdirikanlah organisasi-organisasi yang megah bersifat nasional.
Antara lain MUI pada tahun 1975, HPK (Himpunan Penghayat Kepercayaan), BKOK, dsb. Bagi Soeharto, mewadahi akan lebih mudah untuk mengawasi, mengontrol dan mengendalikannya. Tetapi dibalik tindasan pemerintahan otoriter Soeharto, bayang-bayang itu pun terus bergerak merasuk menyusup kesana kemari untuk menggalang kekuatan. Termasuk menjadikan ekstrimis2 wahabi seperti Tengku Imam Bonjol yg membantai kaum sukunya sendiri, dsb sebagai pahlawan Nasional. Itulah makanya jangan
heran bila timbul anomali-anomali dalam fenomena "Kejawen".
Salah satu upaya menjatuhkan Soeharto adalah
melalui peristiwa kerusuhan Malari padah tahun 1974 pada saat HB IX yang pada masa pra-kemerdekaan adalah Letjen.KNIL (Tentara Belanda) yg pangkatnya diatas Mayjen Soeharto yg cuma lulusan SD, menjabat sebagai Menteri Pertahanan Keamanan. Oleh karena itu, setelah itu Soeharto menyingkirkannya hanya sebagai Ketua Nasional Pramuka.
Puncak kulminasinya adalah penggulingan rezim ORBA akibat adanya Krisis Moneter 1998. Maka kerangkeng Tyrannosaurus-nya terbuka. Jadi, apakah Krismon'98 itu alamiah, ataukah rancangan jebakan???
Siapakah yang menjadi direktur BI yang turut menggulirkan program BLBI tersebut? Mengapa orangnya hingga kini masih hidup bugar tapi tampaknya bebas dari sorotan penyelidikan sama sekali??? Bahkan menjadi Wakil Presiden pada era rezim SBY? Sungguh aneh!
Jadi, apakah sebenarnya gerakan Reformasi itu?
Apakah sekedar untuk menggulingkan Soeharto yang korup dan super kaya-raya itu?
Wallahu'alam bissawab.
Marilah kita soroti dengan lebih teliti hal-hal yang dimata saya tampak janggal ini. Marilah kita urai kebingungan kita tentang sikon politik kekinian kita dimana para elite politik sepertinya sangat sibuk membangun lobby kesana kemari kasak
kusuk menghantam dari belakang dengan cara pinjam tangan.
Apakah ada yang khawatir bahwa misteri di
balik skandal BLBI dan CENTURY terbongkar? Bapak-bapak yang terhormat, mohon janganlah adu domba kami rakyat kecil yang untuk makan saja susah dikorbankan kembali demi nafsu kekuasaan Imperialisme Feodal. Toh bapak2 juga sering mengkotbahkan bahwa buat apa mengumpulkan harta duniawi, buat apa pamrih kekuasaan toh semuanya tidak dibawa mati, bukankah begitu pak? Alangkah berduka-citanya kami hingga pada akhirnya mengetahui bahwa dalam kenyataannya ada yang telah membangun negara di dalam negara selama ini.
Pantas saja rakyat Indonesia tidak pernah makmur dan korupsi tidak pernah dapat diatasi. Lebih menyedihkan lagi, generasi muda dibuat amnesia sejarahnya sendiri. Buta wawasan manca negara dan sejarah dunia sehingga mudah ditipu daya untuk diperalat. Mau dibawa kemana bangsa ini??
Rahayu!
Langganan:
Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Saya pernah dengar gosip bahwa sekarang ada metode Kristenisasi dengan meniru-niru agama Islam. Tapi rupanya gosip itu berasal dari orang ya...
-
Arif RH, Dulu banget, saat memberikan pelatihan, saya sering menggunakan game flash di laptop ... Gamenya game kartu ... Ini game jadul bang...

