Tentang keduniawian, jika engkau selayaknya orang yang
sedang memandang langit, maka langit itu tak ada
batasannya, terlalu luas, jika mengikuti "ingin" terus,
tidak akan ada habis habisnya......
Jika engkau memandang ke bawah, maka pandanganmu
akan mentok ketanah, akan mentok dalam rasa syukur,
rasa selalu merasa beruntung dari orang banyak, karena
banyak yang jauh lebih malang daripada kita.......
Bintang2 itu terlalu indah, tak bisa engkau gapai, hanya
bisa engkau impikan...... tanah inilah yang nyata
dihadapanmu dan bisa engkau gapai dengan mudah.......
"langit hanya rendah ketika sudah kiamat, saat yang
sudah terlambat untuk menggapai bintang bintang......."
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Muniri Chodri, Dalam suatu kesempatan, saya terlibat diskusi tentang pertentangan Ahli fiqh dan kaum Sufi. Ahli fiqh menyangsikan amaliah ya...
-
"Bagaimana bisa dikatakan cinta, jikalau engkau sepi dari jiwa dan semangat berkorban kepada yang dicintai, cinta itu tiada menuntut ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar