Sejak kecil, saya lebih mengenal Tuhan sebagai sosok yang
Maha Penghukum, daripada sosok yang Maha Penyayang ...
Karena memang sejak kecil, itulah pola didik yang saya dapat
dari lingkungan ...
Ketika beranjak dewasa, membaca buku-buku sufistik, saya
terpesona ... Karena di sana saya temukan, orang yang lebih
mengenal Tuhan sebagai sosok yang dia cinta ... Terus
terang, ini sangat baru dalam pemahaman saya, pada waktu
itu ...
Sebenarnya sederhana ... Orang yang lebih mengenal
Tuhannya sebagai Maha Penghukum, maka demikian pula
kelakuannya kepada sesamanya ... Orang yang mengenal
Tuhannya sebagai sosok Maha Pengasih dan Maha
Penyayang ... Akan beda kelakuannya ...
Anda mengenal Tuhan anda sebagai sosok seperti apa? ...
Sejak kecil sampai sekarang sama saja? ... Atau ada
perbedaan pemahaman? ... Yang jelas, apa yang anda pahami
tentang DIA, akan tercermin dalam kelakuan anda dalam
keseharian anda ...
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Muniri Chodri, Dalam suatu kesempatan, saya terlibat diskusi tentang pertentangan Ahli fiqh dan kaum Sufi. Ahli fiqh menyangsikan amaliah ya...
-
"Bagaimana bisa dikatakan cinta, jikalau engkau sepi dari jiwa dan semangat berkorban kepada yang dicintai, cinta itu tiada menuntut ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar