“Saat masih bayi, tangan manusia tergenggam …
Karena dia pikir sepanjang hidupnya bisa mengumpulkan
sebanyak-banyaknya
Seiring kedewasaannya, dia makin sering mengulurkan
tangannya … Karena dia tahu tidak mungkin bisa
menguasai semuanya sendirian …
Kadang tangannya di atas, kadang tangannya di bawah
… karena dia tahu bahwa kehidupan hanya bisa
dipertahankan bila saling memberi dan menerima
Semakin dia tua, tangannyapun makin sulit digerakkan
… karena dia pikir tidak semuanya bisa dibawa, maka
dia tegarkan hati untuk mulai melepaskan, meski
pikirannya masih ingin mempertahankan
Saat tiba saatnya … tangannya pun terkulai lemas dan
terbuka … karena dia sudah rela melepaskan semuanya
Berbahagialah mereka yang bisa berlatih “melepaskan”
sejak dari muda, karena padanyalah akan dilewatkan
lebih banyak berkah untuk dibagikan pada sesamanya”
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Muniri Chodri, Dalam suatu kesempatan, saya terlibat diskusi tentang pertentangan Ahli fiqh dan kaum Sufi. Ahli fiqh menyangsikan amaliah ya...
-
"Bagaimana bisa dikatakan cinta, jikalau engkau sepi dari jiwa dan semangat berkorban kepada yang dicintai, cinta itu tiada menuntut ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar