Minggu, 05 Juli 2015

" WED, 25 Februari 2012 pukul 13:59 "

Duhai pesona yang meluluhkan setiap pujaan hati...
Terlalu berat hasratku menyanggahnya untuk selalu tersenyum dalam degup nadiku mendoakanmu...
Ku peluk senyum cinta... dengan jiwaku dalam untai bahagia ataupun tatkala rindu melinang...!
Tak bisa.... ya tak bisa menyangkal, aku terpaku imajinasi malam...
Ruhku memayang diatas ujung-ujung jarum waktu kesunyian...
Tentang senyum, kelembutan, kehangatan cinta dan kasih sayangmu...
Menitis lalu bersemayam tiada mewujud meng abadi dalam helai-helai nafas...
Biar... biarkan saja !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...