Kemanakah duhai kau
Kesepianku...
hm... terjerembabku Mengigatimu...
mendambamu...
merinduimu hatiku
menginginkanmu...,
aku
bahagia memimpikanmu..
“...Duhai mendung langitku..!
Lihatlah...
Jemari hatiku seketika mematung
tuk menyentuh malam...
adalah engkau satu bintang
surga nan indah memancar
ketakjuban di taman hatiku...
hingga Hasrat terpukau anggun
bunga-bunga cinta nan merekah
mengecup jelita malam...
menabur kasih sayang, memadu
kisah...
Ketahuilah karunia langit
mengukir bahagiaku...
Kurasakan sendiri atau
entahlah ? Senyumku meluncur
mengusung indah Cinta”
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Muniri Chodri, Dalam suatu kesempatan, saya terlibat diskusi tentang pertentangan Ahli fiqh dan kaum Sufi. Ahli fiqh menyangsikan amaliah ya...
-
"Bagaimana bisa dikatakan cinta, jikalau engkau sepi dari jiwa dan semangat berkorban kepada yang dicintai, cinta itu tiada menuntut ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar