Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Jumat, 30 September 2011
◎MENITIS◎
“Kembali gemuruh rindu mengharu selimuti batas malam meninggali jejak-jejak rindu di setapak nan meliku seonggok hasrat kasih... Oh...Rembulan bila saja indahmu mampu mencairkan kebekuan malamku tanpa cinta... Mungkin ku kan segera beranjak melelap gundah matahati ini... Duhai gemerlap Bintang kesunyian, andai kau melekat di pekat langit resahku, mungkin Bidadari cintaku kan enggan beranjak meninggalkan awan- awan mimpiku... Lalu bisa apa, jika sepi kembali menitis di belantara hatiku...”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Arif RH, Sepanjang hidup, setiap dari kita, pasti pernah menerima nasehat ... Entah itu nasehat dari orang tua ... Nasehat dari teman ... Na...
-
Muniri Chodri, Dalam suatu kesempatan, saya terlibat diskusi tentang pertentangan Ahli fiqh dan kaum Sufi. Ahli fiqh menyangsikan amaliah ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar