" hmm... Tak apa, Sejenak bersandar di berandaKu...
hmm... masih saja senyum mengulum di ujung pagi, seraya menari di kebiruan awan langit...
hmm...
Masih saja indah rupawan... semerbak jelitamu menawan pagi, enggan segera menjelang....
hmm... Sungguh...
sinar matamu Masih saja Menuai takjub menyiangi bimbangku...
Oh... nikmat kali makan jajan...!
huf siwalan...! Seketika riuh gemuruh perutku dangdutan...!"
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Muniri Chodri, Dalam suatu kesempatan, saya terlibat diskusi tentang pertentangan Ahli fiqh dan kaum Sufi. Ahli fiqh menyangsikan amaliah ya...
-
"Bagaimana bisa dikatakan cinta, jikalau engkau sepi dari jiwa dan semangat berkorban kepada yang dicintai, cinta itu tiada menuntut ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar