Tampilkan postingan dengan label My Wisdom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Wisdom. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juni 2017

THE ALONENES

Kemampuan untuk menyendiri adalah kemampuan untuk mencintai. Ini mungkin terlihat paradoks bagimu, tapi sebenarnya tidak. Ini adalah kebenaran eksistensial:Hanya orang-orang yang mampu sendirian saja yang mampu mencintai, berbagi, masuk ke inti terdalam orang lain - tanpa memiliki yang lain, tanpa menjadi tergantung pada yang lain, tanpa mengurangi yang lain menjadi sesuatu hal, dan tanpa Menjadi kecanduan yang lain. Mereka membiarkan kebebasan mutlak untuk orang lain, karena mereka tahu bahwa jika yang lainnya pergi, mereka akan bahagia seperti diri mereka sendiri sekarang. Kebahagiaan mereka tidak dapat diambil oleh pihak lain, karena tidak diberikan oleh pihak lain.

OSHO-Being in Love: "How to Love with Awareness and Relate Without Fear"

Semua orang berhak hidup sesuai dengan pengalamannya sendiri
Dan menemukan jalannya sendiri.
Tidak ada agama di dunia ini yang mengatakan
Untuk berperilaku dengan penuh kasih,
hormat, terhadap orang lain.
Setiap agama menganggap mereka satu-satunya
orang yang benar;
Mereka memiliki monopoli akan kebenaran
Dan yang lain salah.
Pendekatanku adalah
Bahwa setiap orang berhak untuk menjadi benar atau salah.
Dan jika seseorang memutuskan untuk salah,
Tetap saja dia harus diberi segala hormat dan setiap cinta.
Ini adalah keputusannya, dan jika dia ingin menjalani keputusannya,
Bukan urusan siapa pun untuk ikut campur dalam hidupnya
dan dalam filosofinya.

Rahayu!

Senin, 10 April 2017

OH WONDER - ALL WE DO

[Verse 1]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day

[Verse 2]
All we do is lie and wait
All we do is, all we do is lie and wait
All we do is feel the fade
All we do is, all we do is feel the fade

[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground

[Verse 3]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day

[Verse 4]
All we do is play it safe
All we do is live inside a cage
All we do is play it safe
All we do, all we do

[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground

[Outro]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
All I did was fail today
All I wanna be is whites in waves
All I did was fail today
All we do, all we do....

=========================================

Hal tersulit di atas bumi ini adalah untuk hidup menjadi manusia.
Yang kita lakukan sehari-hari hanyalah bersembunyi.
Menggunakan topeng.
Menyelamatkan diri sendiri.
Sembari detik detik berlalu melihat semua yang pernah kita percaya bermakna itu menjadi pudar.
Kita semua telah hidup terbalik.

Mengejar suatu bayang-bayang yang tidak nyata...
...sia-sia mengejar hari.

Kita tidak dapat menemukan surga di bumi ini.
Kesuksesan yang sejati itu adalah manakala bisa membuat kehidupan banyak orang menjadi lebih baik. Karena hanya hal itu yang memberi kita makna hidup yang sebenar-benarnya dalam hidup ini.

Rahayu !

Senin, 02 Januari 2017

Minggu, 01 Januari 2017

MASALAH TIDAK MASALAH

Amung Kurnia E,
Bersahabat dengan Masalah.....
Berterimakasihlah pada masalah
Apalagi jika masalah itu datangnya bertubi-tubi
Pertanda bahwa Tuhan menjatuhkan pilihannya
Pada diri kita sebagai orang pilihan, pribadi terpilih
Di mata-Nya
Kita dianggap Tuhan bukan orang sembarangan
Hadirnya masalah itu....
Pertanda Tuhan sedang memberikan kertas ujian
Dan kita yang harus menggarapnya tuntas
Diuji kecerdasan akalnya, diuji kematangan emosinya
Diuji kekuatan mentalnya, diuji ketegaran spiritualnya
Diuji segalanya, jiwa raga, fisik mentalnya, dan akal budinya
Diberi masalah berarti kita sedang disayang Tuhan
Diberi masalah berarti kapasitas kita akan dinaikkan
Semakin berat masalahnya berarti semakin tinggi Tuhan menempatkan nilai dan posisi diri kita
Maka jangan pernah merasa masalah kita itu paling berat dibandingkan orang lainnya
Apalagi protes kenapa Tuhan tidak adil memberi masalah yang begitu berat pada kita
Orang orang hebat di sepanjang sejarah selalu diuji dengan ujian yang tak mudah
Nabi Ayub diuji dengan penyakit yang menahun
Nabi Yunus diuji dengan dibuang ke tengah laut dan termakan ikan hiu berbulan-bulan
Nabi Nuh diuji dengan kedurhakaan anak isterinya
Nabi Musa diuji dengan kekuasaan yang lalim
Nabi Ibrahim diuji dengan lamanya punya keturunan
Nabi Yusuf diuji dengan perempuan, hidup bertahun-tahun dipenjara, dan dibuang saudara-saudaranya
Nabi Isa diuji dengan fitnah dan pembunuhan
Nabi Muhamad diuji dengan keyatiman, hinaan, pengungsian, peperangan, dan serangan santet, komplit dan bertubi-tubi.
Bahkan Nabi Adam pun diuji dengan buah apel
Mengapa?
Karena mereka disayang Tuhan
Mereka orang pilihan
Mereka dianggap punya kemampuan
Mereka akan dimatangkan
Mereka akan diberi rahasia ilmu tertentu
Dan mereka akan diangkat derajatnya
Dan dimuliakan hidupnya
Sepanjang masa
Maka berterimakasihlah jika kita punya masalah
Bersyukurlah kalau masalah itu bertubi-tubi datangnya
Asal kita tak pernah menyerah
Asal kita percaya ke-Mahaan-Nya
Semua akan indah pada waktunya
Semua akan baik-baik saja nantinya
Asal kita tidak cengeng dengan masalah
Asal kita tak pernah menghindari masalah
Asal kita tetap tenang berhadapan dengan apapun masalah, seberat apapun masalah
Hidup itu ya berpindah dari satu masalah ke masalah
Di situlah ada cara dan rahasia Tuhan memandu hamba-Nya
Dengan tools tools canggih yang tak pernah kita duga dan tak pernah ada contekannya.
Hanya Dia yang punya dan menjadi rahasia-Nya
Itu sebabnya, Dia dua kali berkata
Untuk meyakinkan kita hamba-Nya
Sesudah kesulitan akan datang kemudahan
Sesudah kesukaran akan ada kemuliaan
Itu tegas, itu jelas, tanpa koma, tanpa syarat...
Kalau dengan perkataan Tuhan saja kita tidak percaya
Kepada siapa lagi kita akan percaya?
Sementara fakta selalu membuktikan
yang selalu tidak bisa dipercaya itu justru manusia
Bahkan manusia yang paling kita percaya seringkali tak bisa dipercaya
Itu sudah tertoreh sepanjang sejarah...
.
Nah....
Kalau nggak ingin ujian
Kalau nggak ingin naik level
Kalau nggak ingin jadi hebat
Kalau nggak ingin jadi mulia
Nggak usah ketemu dan bersahabat dengan masalah
Mati saja
Selesai!
Sudah!
Itttuuuuhhhhh!!!!
Dan Anda tak harus setuju!!!!

Minggu, 20 November 2016

KARAKTER ORANG LAIN SEBAGAI SUMBER KEREZEKIAN

Muhammad Nurul Banan, KARAKTER ORANG LAIN SEBAGAI SUMBER KEREZEKIAN Beberapa bulan lalu saya menaikan daya listrik rumah saya, menjadi 3800 watt. Petugas PLN yang mengerjakan proyek terlihat sangat terobsesi duit. Saya sebagai konsumen merasakan getaran obsesi itu, karena semua sisi proyek meraka cari-cari peluang duitnya, seolah prinsip mereka, "Bagaimana mengambil uang sebanyak-banyaknya dari saya." Saya tahu mereka demikian, tetapi karena saya kebutuhan tambah daya sudah mendesak, dan tidak ada lagi orang yang bisa saya mintai bantuan selain petugas PLN area daerah saya tersebut, mau tidak mau saya harus meminta bantuannya, tidak ada pilihan lain. Dari model pungli, modusnya ada, model menumpang harga dari penjualan kabel, modusnya ada, model mengakal-akal agar yang tidak perlu harus dibeli, modusnya juga ada. Saya sendiri sampai sekarang tidak tahu, di sisi mana saya kena, tapi pasti kena proyek modus, karena tidak begitu saya pedulikan. Tahu gelagat mereka yang "rai duit", saya siapkan diri melepas uang, daripada urusan listrik rumah saya jadi mudarat di kemudian hari. Bersama itu si petugas PLN tersebut juga melirik bangunan di seberang rumah saya, mereka tahu bangunan itu terkait dengan proyek Yayasan Pondok Pesantren Darul Abror untuk mendirikan Rumah Al-Qur'an Darul Abror yang dikelola istri saya. Tahu proyek terkait dengan saya, mereka merayu-rayu agar proyek pemasangan listriknya diserahkan pada mereka. Tapi karena proyek bangunannya saja baru terpasang bata, artinya belum begitu mendesak kebutuhan listriknya, saya tolak tegas. Sampai akhirnya mereka merayu-rayu di SMS dan WA, tapi akhirnya malah saya menyueki mereka, masa bodoh, sama sekali tidak saya gubris. Saya jadinya menolak keras berbagi rezeki dengan mereka, ini disebabkan hati mereka menginformasikan kepada saya, "Banan, kamu akan saya ambil uangnya, saya akan memungut keuntungan sebesar-besarnya dari kamu." Karakter manusia sangat mulia, ahsani taqwīm, tidak bisa direndahkan dengan cara apapun dan dengan perangkat apapun yang ada di alam semesta ini. Matahari yang penuh dengan energi nuklir mematikan saja tunduk kepada manusia, ia dengan sopan melayani seisi Bumi, saat fajar ia terbit, saat Maghrib ia tenggelam, ia aktif dan koperatif melayani manusia. Matahari berkenan demikian bukan karena apa-apa, itu disebabkan Matahari hormat dan tunduk kepada karakter mulia manusia, karakter ahsani taqwīm. Yang dilakukan petugas PLN area saya dalam mengais rejeki adalah mereka "ingin mengambil keuntungan besar dari para konsumen PLN". Ketika Anda punya uang didompet, lalu uang didompet Anda akan saya ambil untuk kepentingan saya, apa Anda rela? Anda pasti geram terhadap saya. Atensi "mengambil keuntungan dari orang lain" itu atensi menistakan karakter orang lain. Seolah, hidupnya dia sendiri, orang lain yang harus sempoyongan menguntungkannya. Si petugas PLN kehilangan peluang rezekinya yakni menggarap proyek instalasi Rumah Al-Qur'an Darul Abror. Karena belum begitu terdesak waktunya, saya mencari alternatif orang lain untuk menggarapnya, dan nemu. Saya merasa sangat malas berbagi rezeki lagi dengan mereka, sebab apa? Karena saya punya kehormatan karakter, kalau saya harus Dan begitulah, jika Anda menistakan karakter manusia, rezeki Anda yang terpampat, karena karakter manusia adalah sumber rezeki Anda. Menistakan karakter orang lain yang paling ekstrem adalah merampas rezeki dari orang lain dengan cara kriminal, sehingga para pelaku kriminalitas tidak lebih dari orang yang sedang memusnahkan sumber rezekinya sendiri. Di bawah level kriminalitas ialah mencari keuntungan dari orang lain. Anda dagang, melayani para pembeli, atensinya untuk mengambil keuntungan dari mereka. Anda sebagai pejabat politik, atensinya memuaskan kepentingan politik pribadinya. Anda menjadi pejabat pemerintah, atensinya meraup keuntungan dari rakyat, dan seterusnya. Katakter manusia itu mulia, sehingga kehormatan karakter orang lain menjadi sumber rezeki Anda, bila Anda berani menistakannya, itu sama saja Anda mematikan sumber rezeki Anda. Karena ini, mengais rezeki dengan profesi Anda masing-masing atensinya harus "membahagiakan orang lain", bukan bagaimana Anda untung dari orang lain. Dengan atensi membahagiakan, itu artinya Anda memuliakan karakter orang lain. Dan kehormatan karakter orang lain itulah sumber rezeki Anda. Cukup dengan membahagiakan orang lain dalam menjalankan profesi Anda, rezeki semesta akan mengalir. Perusahaan Facebook membahagiakan Anda semua, pemilik perusahaannya menjadi kaya raya. Tukul Arwana hanya membahagiakan pemirsa televisi lewat acara Bukan Empat Mata, dia langsung menjadi selebriti kaya raya. Dan Anda amati semua pelaku usaha, mereka yang berkemajuan adalah mereka yang bisa membahagiakan para konsumen dan pelanggannya. Mereka berkreativitas untuk membahagiakan orang lain. Anda pedagang, melayani pembeli, itu membahagiakan mereka. Anda pejabat pemerintah melayani rakyat itu membahagiakan mereka. Anda pemuka agama melayani umat itu membahagiakan mereka. Anda pekerja buruh, melayani bos itu membahagiakan mereka. Anda guru melayani siswa itu membahagiakan mereka. Membahagiakan itu hakikatnya memuliakan karakter orang lain. Manusia adalah ahsani taqwīm, karakter termulia, Matahari saja yang merupakan nuklir paling mematikan sujud untuk berbagi rezekinya kepada Anda, maka jika sampai Anda menistakan karakter orang, itulah jalan semua kematian.[]

ZONA NEWTONIAN ... ZONA QUANTUM ... REZEKI ... PRASANGKA ... & MELAMPAUI PRASANGKA ...

Arif Rh, ZONA NEWTONIAN ... ZONA QUANTUM ... REZEKI ... PRASANGKA ... & MELAMPAUI PRASANGKA ... Di zona material, banyak hal cenderung bisa diprediksi, diperkirakan, diprasangkakan ... Sementara di zona quantum, prinsipnya ketidakpastian, uncertainity principle, alias lebih susah diprediksi ... Jadi ... Bagi anda, yang sudah mampu memprediksi jumlah rezeki anda, boleh dikatakan, anda baru mampu bermain di wilayah zona material ... Zona fisika newtonian ... Dan anda, yang dalam hidupnya, sudah tidak mampu lagi melakukan prediksi, tentang jumlah rezekinya ... Alias, sering mendapat rezeki tak terduga ... Sering mendapat rezeki tak disangka ... Maka dialah manusia, yang sudah sebenar-benarnya, mampu "bermain di zona fisika quantum" ... "mumpuni berenang di samudera kemungkinan" ... "piawai dalam memainkan vibrasinya" ... Selamat memasuki dimensi yang tidak terduga ... Selamat berselancar, di wilayah yang melampaui prasangka-prasangka anda ...

REZEKI YANG BATAL

"Rezeki yang datang di luar prasangka, sering luput entah kemana, karena manusia suka membuat-prasang ka-prasangka ... Rezeki tak terduga, sering batal dan meniada, karena manusia suka menduga-duga ..." #Arif RH

MUSUHMU TEMANMU

"Musuhmu membantumu bersabar, walaupun hatimu mungkin ingin membunuhnya" #FK

Minggu, 21 Agustus 2016

.:: PASSION JAVA ::.

Ipung Muryadi

Lakononoo nek mbok kiroo iku aseek ,tinggalen neek rosone nggrogoti atiii,,,,

Senin, 15 Agustus 2016

.:: OBYEKTIFITAS ITU... ::.

Arif Rh

Obyektivitas, adalah sebuah "benda sakral", yang tidak akan mampu disentuh oleh mereka yang "terlalu memuja" dan mereka yang terlalu "membenci"

Rabu, 03 Agustus 2016

.:: MAKNA SEBUAH TITIPAN ::.

WS. Rendra Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. Bahwa mobilku hanya titipan-Nya, bahwa rumahku hanya titipan-Nya, bahwa hartaku hanya titipan-Nya. Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali olehNya? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan. Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku. Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika. “aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku, Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…" “Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

Minggu, 31 Juli 2016

.:: BAGAIMANA JIKA... ::.

Setiaji Wijaya

Bagaimana jika Yang Esa itu memang berkehendak mewujud menjadi rahwana ataupun kurawa? Bagaimana jika memang itu kehendaknya agar cerita Ramayana dan Mahabarata mewujud di dunia? Kalau sudah demikian bisakah manusia menilai kejahatan rahwana atau kurawa?

Sabtu, 23 Juli 2016

.:: MENJADI MANUSIA NORMAL ::.

Arif Rh

Semakin nampak putih bersih sebuah kain, semakin susah bagimu, untuk bisa menerima setitik noda hitam tinta pulpen, yang ada pada kain itu ... Semakin kau mencitrakan dirimu nampak lurus putih bersih di mata orang lain ... Semakin orang akan sangat sulit menerima dan memaklumi kekuranganmu ... Normal dan wajar saja lah ... Kadang bijak ... Kadang kampret ... Kadang religius ... Kadang guyon ... Kadang ruwet ... Lalu bijaksana lagi ... Hahahahahahahaha

Kamis, 07 Juli 2016

" KEBENCIAN BUKAN SOLUSI "

Ifan Winarno

kebencian.. terbukti telah menciptakan begitu banyak masalah di dunia ini.. dan belum pernah sekalipun membereskannya.. # kok.nyimpen?

Sabtu, 02 Juli 2016

.:: MENJADI AIR ::.

Ifan Winarno

Menyesuaikan diri dengan orang yang tepat jauh lebih baik daripada berdebat dengan orang yang salah .. diam penuh makna jauh lebih berarti daripada luapan kata- kata tanpa arah .. Belajarlah dari air .. Be flexible .. Dalam segala situasi, dalam segala bentuk, kapanpun .. Selalu mencari JALAN KELUARNYA sendiri .. entah mengalir, entah berubah bentuk ..

Jumat, 01 Juli 2016

.:: OJO DUMEH ::.

Arif Rh

Setiap kali kau mulai sombong dengan ilmumu ... Ingatlah, bahwa di luar sana, buanyak sekali orang, yang babar blass, gak ngerti, gak belajar ilmu yang kau miliki ...Dan nyatanya, mereka jauh lebih sehat, lebih kayaraya, lebih sukses, lebih spiritual dan lebih bahagia daripada dirimu ..._/|\_

Selasa, 28 Juni 2016

.:: PUASA ::.

Gobind Vashdev

Menahan untuk tidak memasukkan makanan dan minuman ke dalam tubuh sewaktu puasa adalah sebuah tantangan kecil dibanding menahan untuk tidak mengeluarkan ego diri.

.:: SIAPA MASALAH SIAPA? ::.

Ifan Winarno

lepas dari benar salah.. orang hanya bisa iri pada orang yang memiliki sesuatu yang tidak dimilikinya.. lha, jelas khan siapa yang punya masalah.. makanya merekalah yang berkoar

..:: MEMIKIRKAN MASALAH ::.

Ifan Winarno

Makin lama sebuah masalah dipikirkan.. Makin sedikit sisa waktu untuk menyelesaikannya..

Kamis, 23 Juni 2016

.:: YANG RUWET ITU PIKIRANMU ::.

ARIF RH

Kenyataan itu apa adanya, penilaian kita yang meruwetkannya ... Penilaian, adalah penyebab seseorang lari dari kenyataan, dan mengalami penderitaan ...

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...