Tampilkan postingan dengan label Sajak rerindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak rerindu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2015

" WED, 31 Maret 2012 pukul 17:46 "

"seperti apakah sosok rindu bertahta di hati mu ?
Hingga begitu angkuh merajam senyumku, kesunyian yang tersaji, mesra meliar cumbui helai demi helai nafas keresahan...
rasa ini menggemuruh... langit ketulusan mengelabu seketika nestapa sendu menggelegar awan rerindu...
Tiada tersentuh jelita hati ?
se sempurna mungkin... bagaimana kusaji sepincuk senyum untuk mu ?
Duh bahagiaku... Bisikan pada rapuh jiwaku nan merindu setulus kasih sayang mu...

Senin, 29 Juni 2015

" Jum, 9 Oktober 2012 pukul 15:01"

Seperti apa sosok mengagumkan kerinduan ini terpendam ?
Pada senyum peri kebahagiaankah jiwa ku membayang...?

" SAAT LANGIT MENANGIS..."

Terjerembab di tangis langit, membasah memerih sendu...
Mengutip syair gelisah hati...
Biarkan aku memelukmu lalu mencium mu, sekali ini saja...
Tapi... biarkan aku mencintaimu selama mungkin...
Kemana jengah mengarah sedang hati menghilang gairah...
Tanpa pagi...
Tanpa siang...
Tanpa petang...
Tanpa malam... tersiksa sungguh kesepian...
mungkin Ku tanya saja pada bayang mu dihati...
Baik-baik saja kah engkau duhai ciNta...”

24 Desember 2011 pukul 13:12

" ANDAI..."

“Lihat...
rembulan tertawan diujung rinai malam terlunta tanpa bintang meluruh langit kerinduan...Jiwaku menggila menghardik sepi bila cinta tiada sapa...”

28 Desember 2011 pukul 3:16·Mimpi yang tak lagi sempurna·

Minggu, 28 Juni 2015

" FANTASI DINI "

20150628142341.jpg

Kerinduanku berfantasi bersama dirimu merembulan...
Aku percaya sebab ketulusanlah, ciNta akan menemukan bentuk keindahannya dalam perjumpaan bahagia...
Selamat malam mimpi terlelap bersama hening mu...‪#‎ilmu

‬10 Desember 2014

" HEY KAMU "

Apa kabar mu...? Ya kamu... malam yang mendiam mengeram menelisik keheningan...
Keluguan atau kebodohan kah,.. Lamunanku tetap saja meracau disudut kelambu meriap temaram...Tentangmu... Yaa itu... Cuma itu...
Hmmm...
Apa yang menghilang dari aroma secangkir kopi hitam ku..?
Adakah bisikan mesra untuk kunikmati... bukan mantra-mantra sakti aku tak butuh itu tapi... Sebait senyum Seperti alunan merdu kesunyian menjajaki realita kesunyian... memadu suci disana bersama angin... kerinduan...— sedikit mabuk, diBawah Pohon Belimbing


4 Desember 2014 pukul 23:49

Senin, 22 Juni 2015

# MENGGILA #

“...dan ku jumpai menggeliat awan-awan putih
menaungi sehelai rasa melinang...
Dengan Bismillah
di lembar lembayung menoreh bait-bait puisi senja
untuk hati melafaz biru kisah...
Petang membisik menanya malam tentang fajar pagi
esok tersurat... adapula mimpi terisak gundah melelap
tersirat...
Ada apa...?
kenapa...?
mengapa...?
Kapan..?
Entahlah... tanpa terbersit secuilpun mengharap...p
Rahasia hatiNya nampak begitu tulus melembut
memadu mencampur teraduk seribu tanya mencerca
nadiku...
tanpa menduga mengingkari, Matahati ini hanyalah
sekelumit misteri indah Pemilik Cinta nan Sejati...”
HWAAAA...!!! KEGILAAN JIWAKU SANGAT MERINDU
CINTAAAA.... MIIII......ISS U....!!!

6 Oktober 2011

# DUHAI #

“…Jiwa ku merona malu pada pagi, siang serta kesepian
malam...
Kenapa ?
tanpa sebutir kasihmu, hatiku mesti merintik tangis rindu...
Sungguh rapuh asa ini meng angkuh sang jelita cinta...
Maaf bila ku masih saja merindu...”

22 Oktober 2011@fb.me

# $O®®Y DEAR #

“…Duhai Cinta Sang Pemilik Anggun Hati nan merajai
senyumku...
Sungguh... tanpa untai maafmu meluluh, Jiwaku nanar
melunta terpuruk meretas kesunyian menyayat rindu...
Lalu, di langit hatimu nan memendung lara, asaku
membumi mengendap terkulai bersimpuh tulus... Tiada
melain kunantikan tanpa henti setetes bijak... sejuk
membasah hati...”

19 Oktober 2011@fb.me

# PENA RERINDU #

rindu bersimpuh
pada dinding yang tak
bersuara,,, sunyi pun memainkan
pena menulis setiap senyap,,,
resah mengisi setiap relung
pasrah,,, menunggu menunggu
dan masih terus menunggu,,,


“…lamunanku tertegun mendapati larik-larik indah
sungguh sungguh membuat asaku tertawan sekelumit
kerinduan...
Ketahuilah... Duhai jelita pemilik rinduku... kudekap
harap akan kasihmu... Jangan... janganlah... Terhenti
meski jarum waktu melelah mendetak letih hati...
Ketahuilah... dibalik dinding nan tampak kokoh ini...
sesungguhnya terpahat gurat-gurat hasrat nan selalu
melangit ternaung awan biru cinta terkasih...”
kenyataanya kerinduanku kepayang jelitamu nan anggun
membius nafas cintaku... tergugahlah getar-getar rasa
di tiap nadiku...

17 Oktober 2011@fb.me

# LIHAT AKU #

“…Sungguh kemesran rembulan dan bintang menyayat kerinduanku padamu...
Dan rasa ini enggan tersisih, selalu saja berjibaku riuh
menggemuruh jelita mu...
Hasratku kalut mendekap diam kemesraan abadi
rembulan dan bintang sepanjang malam...”

14 Oktober 2011

# RIUH JIWA #

“Duhai jelita malam, sungguh kembali asaku larut
menenggelam dalam kebekuan dinginmu...
Dilema teronggok mengalut di tengah belantara
samudera biru, lihat lihatilah... separuh jiwaku merapuh
meriap mendayu gelisah menanti tambatan hati
menepikan sisi kerinduan...
kapan entah menghenti, deburan hasratku mengombak
menghempas angkuh karang mimpi... tetap saja riuh
mengemuruh di indah pantai Cintaku berpasir putih...”
9 Oktober 2011
“ya... kunanti Cinta hingga butiran embun menghampiri
hati melelap letih malam menuai senyum pagi...”

7 Oktober 2011

# RESAH KU #

“…Nestapa malamku diselimut diam merudung dalam
geliat sesal mengacuh memilu mulia cinta..."
“…※hanya paras gelisah tergaris kudekap※...”
Bisa apa aku, bila hati selalu tetap merindui cinta...”
Lantang Kuhardik dunguku, menampik bahwa
sesungguhnya ku tak berdaya atas kerinduan ini akan
jelitamu...

1 Oktober 2011#FB

Minggu, 09 Oktober 2011

※ TETAP SAJA ※

" alt="red-angel.jpg" />

“Duhai jelita malam, sungguh kembali asaku larut menenggelam dalam kebekuan dinginmu...

Dilema teronggok mengalut di tengah belantara samudera biru, lihat lihatilah... separuh jiwaku merapuh meriap mendayu gelisah menanti tambatan hati menepikan sisi kerinduan...

kapan entah menghenti, deburan hasratku mengombak menghempas angkuh karang mimpi... tetap saja riuh mengemuruh di indah pantai Cintaku berpasir putih...

…Nestapa malamku diselimut diam merudung dalam geliat sesal mengacuh memilu mulia cinta...

hanya paras gelisah tergaris kudekap...

Bisa apa aku, bila hati selalu tetap merindui cinta...

Lantang Kuhardik dunguku, menampik bahwa sesungguhnya ku tak berdaya atas kerinduan ini akan jelitamu..."

Jumat, 30 September 2011

#MELARUT#

ci.jpg

“Sungguh tanpa cinta nan
menyapaku...

Kerinduan ini, bengis menyayat
kesunyian hati, mengirisi senyap
malamku...

nestapa kan tertatih menghiba,
menitik bulir-bulir airmata jiwa
memendung keindahan rembulan...

Hingga ujung malam... sungguh Asa
kian terlunta mengais
nirwana cinta di kebekuan
beranda hati...
Aku tiada layak tuk kembali
bermimpi...

Segera saja setetes rasa ku kan
merasuki setiap sel pembuluh nadi
mengurai kasih menuai kisah...

Melumati kemesraan dari
letih demi letih yang
menyetubuh di setiap helai nafas-
nafas cinta...”

●Hampa Menyayat●

“Cinta... meski tak kau nantikan,
takan bisa diredam biarkan
rasaku tulus membaring di rapuh
sisimu...

Lembut mengentasi
kesakitan nan angkuh
bersemayam mengusik senyum
cinta, sebab tanpa seulas senyum
mu adalah kesakitan yang
teramat menyayat jiwa ini nan
selalu merindu...

Cinta... selembar Diam yang kau
hampar sungguh menjangkit
gelisah di sekujur hati memerih hampa...”

¤ RESAHKU ¤

“…Duhai Malaikat Cinta... Lihat ! gelisah ini mengobrak-abrik kesepian hati stiap waktu mengingati anggun rerindu menanya indah cinta... sedang apakah gerangan engkau tanpaku?Diujung malamku kalbu merintih memekik angkuh kensunyian nan melelap bidadari surgawi...”

Kamis, 29 September 2011

★TOUCH MY SOUL★

“...I am
retreat in the heart chamber ...
Lonely endless hug ...
Just
wanted to shout my mind
immediately screamed dream ..

Look at me O nite...
I'm sailing towards
the ocean blue heart... Then,
throwing away my dream
hooks, n hopefully attract a sweet
smile of the inhabitants of the
night ...
oh... indeed an
inexpressible beauty has
touched my soul ..."

→⊙TERBUNUH SEPI MU⊙←

"kembali mengendap menyambangi bintang kegelapan...

hmm... ku rebahkan saja sjenak, seonggok asa dihamparan permadani kerinduan...

sayup suara sunyi bergelayut mesra membisik lafas nan terpapas kalbu meruah...

Lembut seketika desah nafas lelah menghampiri menciumi sekujur pekat mimpi hati nan terpasung diam...

tersipu sang gelisah menelanjangi membuai dingin malam setubuhi setumpuk hasrat selimuti
sanubari terjerat ...

Lusuh mimpi terbunuh angkuh sang langit...
erat memeluk senyum bidadari surgawi... hingga pulas... melelap...

oh... duhai nyanyian malam pemilik sunyi...
Asa ini terpasung Jelitamu...! "

Ketahuilah duhai bidadari
kesunyianku...
kan kusajikan butir-butir embun
kesejukan diterik hatimu...
Dan kan kusugguhkan cawan-
cawan kehangatan... di awan
dingin yang menghinggapi
senyumu...
Reguk...! Teguklah... Setetes
hasrat ini bersamaku...
untuk satu ruang kerinduan
kita... Bersulanglah jelita..."

♂KECUP RINDU♀

2014-04-15.jpeg

“...Pahamilah kecupan-kecupan rerindu menghempas sehelai rasa melayangkan beribu bunga-bunga kasih menghujam malam, membasah menyatu syahdu di kelam dua hasrat terlunta kisah...

tak pernah mampu kusangkal jiwa ini, nan tertunduk tersipu hasrat mencumbu kasih cinta, kepayang... terpampanglah sejuta bahagia menenggelam ditemaram mendung langit kasmaran...

tengoklah... matahati nan tertatap aura surgawi memancar indah meriap nafas anggun bidadari kesunyianku,

Paras kalbu ku pun tertegun mengulum sahaja jiwa...merdu menyenandung nada-nadi indah tulus dua hati nan dilelah asa... seketika semestaku memuja mulianya engkau duhai cinta pemilik sejati mimpi bahagiaku...”

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...