Kamis, 29 September 2011

♂KECUP RINDU♀

2014-04-15.jpeg

“...Pahamilah kecupan-kecupan rerindu menghempas sehelai rasa melayangkan beribu bunga-bunga kasih menghujam malam, membasah menyatu syahdu di kelam dua hasrat terlunta kisah...

tak pernah mampu kusangkal jiwa ini, nan tertunduk tersipu hasrat mencumbu kasih cinta, kepayang... terpampanglah sejuta bahagia menenggelam ditemaram mendung langit kasmaran...

tengoklah... matahati nan tertatap aura surgawi memancar indah meriap nafas anggun bidadari kesunyianku,

Paras kalbu ku pun tertegun mengulum sahaja jiwa...merdu menyenandung nada-nadi indah tulus dua hati nan dilelah asa... seketika semestaku memuja mulianya engkau duhai cinta pemilik sejati mimpi bahagiaku...”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...