Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Kamis, 06 Juli 2017
AGAMA ADALAH BAHASA
Post ini adalah sebagai penyambung dan sebagai bentuk pelestari wawasan kesadaran spiritual bagi soul - soul yang mencari pelita.
Rahayu!
Copyleft from :
http://primordialnature.blogspot.co.id/2016/08/ringkasan-pesan.html
Note : Mengingat besarnya animo untuk membungkam topik ini, maka justru menjadi SANGAT JELAS bahwa Elite Imperialisme selama ini telah menjajah, memanipulasi, mengeksploitasi kita melalui BAHASA !
AGAMA ADALAH BAHASA
Realitas itu berlapis-lapis (layered) dan memiliki tatanan (order) nya masing-masing untuk tiap layer. Seperti misalnya order pada layer sosial akan berbeda dengan order pada tataran individu, beda pula dengan order pada tataran sel...dst hingga atom dan pertikel sub-atomik. Itu baru dimensi fisik (materi).
Yang ada di dimensi Baqa (supra-mundane, adi-duniawi, alam Ketuhanan) bukanlah seperti yang kita kenali dalam fenomena dan benda-benda yang ada di alam Fana (mundane, duniawi) ini.
Maka untuk mengkomunikasikan pengertian tentang hal-hal yang Baqa memerlukan pointers dengan apa yang telah kita kenali dari apa yang berasal dari dunia ini. Tetapi anda harus memegang Hikmat bahwa pointers (alat penunjuk) itu hanyalah --secara kasar-- mewakili pengertian yang hendak disampaikan. Oleh karena itu jangan terjebak dengan kata-kata bahasa yang dari dunia bawah ini.
Mereka yang tidak pernah nglakoni praktek spiritual tidak akan pernah melampaui bahasa. Mereka akan disesatkan oleh bahasa. Sayangnya, tiap-tiap agama memiliki set istilah dan caranya masing-masing untuk membahasakan apa yang ada di realm Ketuhanan. Karena pada masa itu penduduk bumi belum global seperti sekarang yang bisa memahami simbol, gesture, tata-cara, budaya dari penduduk yang berada di daerah lain. Pada saat itu, ilmu pengetahuan pun masih belum berkembang. Maka daya-daya abstrak pada semesta ini mau tidak mau harus dibahasakan dengan sesuatu yang mungkin dapat dimengerti oleh penduduk masa itu.
Saya ambil contoh istilah "Malaikat" (Malach).
Dalam Torah diajarkan bahwa malaikat itu adalah asisten Tuhan, dan ia tidak memiliki kehendak sendiri melainkan 100% patuh pada Tuhan. Ia memiliki tugas mengeksekusi keputusan2 Tuhan.
Nah, dari cara-pengungkapan kuno yang anthropomorphis ini artinya apa?
Tidak mungkin orang pada masa itu akan mengerti konsep Force, Daya atau Gaya, atau Energi. Saat itu iptek baru sampai cara bercocok tanam dan beternak atau teknik2 pertukangan yang sifatnya benda mati. Bagaiman penduduk masa itu mungkin memahami bahwa suatu Force itu memiliki dinamika interaktif? Mereka cuman kenal benda-benda mati yang statis dan tidak interaktif. Oleh karena itu, untuk menyampaikan ide digunakan metafor berupa sosok yang hidup seolah seperti manusia, bersayap, bagai cahaya, dsb. Kenapa seperti manusia? Lhaya kalau digambarkan seperti kambing apa nenek-moyang kalian akan muncul respek dan awe (takjub)?
Nah, kalau era sekarang mestinya kalian tahu bahwa yg disebut Malaikat itu adalah Natural-Force atau Daya-daya Alam yang bekerja mengikuti hukum alam (maka itu dikatakan patuh 100% tidak punya kehendak sendiri) melainkan mengikuti Law-of-Nature (Sunnatulloh). Gak ada tow gaya gravitasi pilih-pilih kasih bekerja di negeri tertentu atau pada umat agama tertentu saja? Meskipun dijelaskan dengan nalar seperti ini, tentu saja anda juga jangan sebaliknya jadi meremehkan, merasa tahu. Karena masih banyak daya-daya yg bekerja di alam ini yg belum kita ketahui. Terlebih lagi daya-daya abstrak yang non-fisis (diluar fenomena materi). Itulah mengapa bila seseorang melalui laku praktek bersentuhan, berhubungan dan berinteraksi langsung dengan Force itu maka akan segera memahami dengan melampaui bahasa!
Contoh lain,..singkatnya saja...misalnya kitab suci menggunakan istilah 'wajah Tuhan', 'tangan Tuhan', 'tahta', 'bintang', 'Tuhan menangis', 'Bapa', dsb termasuk penuturan-penuturan dengan menggunakan kisah-cerita yang panjang2. Tentu semua itu jangan dibayangkan seperti yang kita kenali dari-dunia ini, melainkan carilah MAKNA DI BALIK istilah/kisah itu! Istilah-istilah yang berasal dari dunia-bawah-ini digunakan semata karena kita tahunya cuman hal-hal / benda-benda / fenomena dari yang kasat mata-daging kita.
Misalnya mengapa Tuhan disebut 'Bapa' karena bagai hubungan emosional yang sangat erat antara bapak dan anaknya, dimana sang anak patuh karena percaya bapaknya itu dapat diandalkan, mendidik walau seringkali keras (sifat laki2). Sementara dalam kesempatan lain hubungan itu digambarkan bagai dengan 'Raja' atau antara 'Tuan dan hambanya', antara 'Ibu dan anaknya' bila ingin mengkomunikasikan aspek kelembutanNya, antara 'Penggembala dengan hewan gembalaannya' bila ingin mengemukakan aspek kawanan (flock order), 'calon pengantin' bila ingin menyampaikan aspek persiapan dan kesetiaan cinta, dst dst. Itulah maka --seperti dalam TS yang lalu-- dikatakan bahwa untuk pengenalan terhadap Tuhan maka kita harus BEBAS dari yang-diketahui (Freedom from the known).
Nah, jadi jelas bahwa hanya melalui laku praktek spiritual yang nyata maka barulah kita dapat mengenali / memahami apa yang sebenar-benarnya dimaksudkan oleh para tokoh spiritual pendahulu (misal : nabi, avatar, mahasiddha, buddha, dsb).
Perbedaan antara orang yang paham dan yang tidak-paham akan jelas sekali disini. Mengapa? Karena pengalaman adalah suatu pengetahuan (knowledge and understanding) pada level Soul (Roh). Dan Soul itu berada pada order sebelum Pikiran (otak materi).
JADI KALAU SOUL ANDA MENGERTI, MAKA TIDAK AKAN LAGI TERBELENGGU OLEH ISTILAH-ISTILAH BAHASA YANG MERUPAKAN ALAT UNTUK PIKIRAN BEKERJA.
Itulah maka dikatakan memiliki Hikmat. Dalam Hikmat itu ada fleksibilitas, kreatifitas, relevansi dengan kekinian, kejutan2 jawaban dan mampu menjawab berbagai problema / issue yang tidak/ belum pernah terjabarkan / tertulis. Penjelasan anda tidak akan terbatasi oleh bahasa / term / istilah / dogma / theologi / ilmu kalam. Semua ini tak mungkin dapat diraih bila seseorang hanya 'mengerti' dalam tataran pikiran (cognitive). Yang mana akan cenderung kaku dan mengandalkan analisa (tafsir, hermeneutika,dsb) yg pada dasarnya adalah pekerjaan-pekerjaan di level analisa bahasa. Maka jangan heran bila bahasanya berbeda (baca : agamanya berbeda) lalu bertengkar. Seperti yg saya jelaskan dulu-dulu bahwa apa yang berasal dari pikiran (eg.: analisis) akan selalu menimbulkan fragmentasi (keterpecahan).
Semoga sekarang semua penyimak setia page ini menjadi terbuka matanya dan mulai menetapkan komitmen untuk praktek spiritual guna meningkatkan pengenalan pribadi akan Tuhan. Itulah yang disebut sebagai Berketuhanan Yang Maha Esa.
Rahayu!
=================
DISKUSI
DISKUSI 1
Danz Suchamda : Lagi lagi dan lagi ...just now. Masih anget.
(Capture hilang)
444 = the key, the lock, code of God, mesiah, omega, occult, gospel, preacher, parable, jewish, redeemer, ruler, the king, yeshua, kingdom, branch, damaskus : "a city so fruitful and fair as to be often called Paradise"
65 = supreme Lord; The Lord (divinity). (G D 6+5=11: the formula of completion of the Great Work); mezusah, Adonai.
Terserah mau dipercaya atau tidak. Sekedar referensi daripada saya tahu tapi disimpen sendiri. Lha wong saya juga tidak tahu dan baru tahu.
Ada yang mau bersaksi bahwa angkanya tidak saya buat2 dan baru saja terjadi belum 1 menit yg lalu?
Joko Ngulandara : Wah aku nggak nyampe Pak De π
Danz Suchamda : Kok gak nyampe? Coba lihat di TS ini saat sekarang ada berapa like dan berapa share?
Joko Ngulandara : Pak Danz Suchamda ; iya, maksudnya sampai sedalam itu Pak Danz menyibak dengan kode kunci 444 π
Danz Suchamda : Ahhh....saya tinggal buka internet cari di google kok, apa susahnya? :D
Joko Ngulandara : Saya jadi ingat TS Pak De tentang code Phi yg full numbers dan alhasil blank gak nyambung blas Pak De. Ora tekan!!!
Danz Suchamda : "The formula of completion" gimana ngerasa relevan gak pak dengan TS ini? Bukan kebetulan toh angka itu muncul sebagai sign dariNya? :D
Joko Ngulandara : Lah, saya itu meyakini bahwa di kehidupan dunia ini TIDAK ADA YANG KEBETULAN. Sedangkan revealasi itu pun ibarat kata hanya sekian mikron dari air di samodra. Justru dibalik revealasi itu sebenarnya yg mesti ditembus "pengajarannya" dan saya nggak bisa atau blm diijinkan π
Danz Suchamda : Tapi jangan besar kepala dulu.....
Seperti saya copy paste dari web gematria mengatakan "the FORMULA of completion". Seperti misalnya anda bersekolah dan dapat PR matematika lalu diberi formula oleh guru anda di kelas. Apakah berarti anda sudah selesai??
YA BELUM !!! anda baru dapat formulanya tapi sama sekali belum mengerjakan PR nya....hahaha :D
Lebih parah lagi, ini baru diberi formula...anda belum ngeh (tembus) secara realisasi langsung. Saat realisasi langsung itu barulah disebut BARU MULAI masuk PATH. Jadi baru AWAL mulai berjalan. Sementara sebelum2nya (teori2, dogma2, ritual2 dan segala macam remeh temeh itu) sama sekali BELUM berada di Jalan ! nothing more just a business of thoughts dan religious-pride! :v
Danz Suchamda : So kalau kalian berdoa Al Fatehah atau HaPatchah..."tunjukkanlah kami Jalan yang Lurus"...itu baru sampai ditunjukin ke Path-nya. Anda belum berjalan di Path. :v
Parah kan?? :v
The real "chemistry" baru mulai bekerja pada SOUL anda ketika sudah mengijak Path. :)
Baru nanti terakhir FRUITION (buahnya) bila sudah tercerahkan. Tentu stage by stage.
Itulah yang disebut PENGANGKATAN. :)
Joko Ngulandara : Ya... ya...ya... betul. Itu pun baru minta ditunjukkan jalan yg lurus. Lihat jalan yang lurus pun belum, apalagi jalan di jalan yg lurus. π
Danz Suchamda : Sebenarnya simpel ya?...lhawong hidup kelak-kelok ala orang mabok ndangdut , ngomong muter2, tipu sana tipu sini, janji sering ingkar, omongan gak bisa dipegang, lain luar lain dalam, dalam berpolitik licinnya ngelebih-lebihin belut, dsb .... mana ada belut jalannya lurus?? hahaha
gitu kok ya yakin kalau dirinya sudah lurus? hehehe :)
Joko Ngulandara : He..he..he... dereng saget lan dereng wantun matur Pak De, karena saya ada di ROMBONGAN itu π
Danz Suchamda : Memang idiom ULAR jadi tepat sekali. Saya rasa memang karena semua ini maka pengarang Alkitab menggunakan idiom ular :
- berjalan melata di tempat rendah dengan perutnya (perut = makan = nafkah yg jadi alat geraknya bukan kaki yg bebas)
- gigitannya berbisa mematikan
- lidahnya bercabang dua (standar ganda, dusta)
- berada di tempat rendah
- mengendap2 bersembunyi dalam semak2 siap menggigit kalau terinjak atau terganggu.
- bisa ganti kulit
- jalannya berkelak-kelok
- cara hidupnya di pohon dengan cara melilit bergantung (dependent on others : morotin, hidup dari pemberian, memeras, dsb)
- sanggup memangsa yang jauh lebih besar dari mulutnya.
- anak2nya begitu menetas dari telur sudah berbisa
- menjijikkan dan membuat takut (orang geli / takut)
- tinggalnya di lobang (terobsesi lobang)...huahahaha
Joko Ngulandara : Dan diperlengkapi dengan senjata FAKE MIRROR
Danz Suchamda : Fake Mirror, Painted Mirror ,Crazy Mirror dan Spion Mundur :v
Giggs Lee : Dalam 2 bulan ini sudah 4 kali 444 muncul pas lihat hp. Menunjuj waktu... 2 kali pagi, 2 kali sore... sesuatu...
Danz Suchamda : Wah...malah saya gak memperhatikan. Terimakasih bro. :)
Guntur Saketi : Nderek nyimak...
DISKUSI 2
Joko Ngulandara : /JADI KALAU SOUL ANDA MENGERTI, MAKA TIDAK AKAN TERBELENGGU OLEH ISTILAH-ISTILAH BAHASA (agama) YANG MERUPAKAN ALAT UNTUK PIKIRAN BEKERJA/ matur nuwun Pak De atas babaran "kaweruh" nya yg super sekali.
Dalam pandangan saya ada "BAHASA" lain yg berfungsi pada suatu KEPUTUSAN atas dualisme. Ambil contoh begini ; bahwa ketika seseorang dalam KEGELAPAN (kesesatan,kejahatatan, dosa dsb) naturenya itu ada SIGNAL yg membahasakan ke hidup jiwanya. Disatu sisi bahasa itu berbunyi STOP dan di sisi lain bunyi UDAH LANJUT AJA. Bukankah itu sebenarnya juga signal bekerjanya SOUL?
Danz Suchamda : Tahukah anda raw experience itu apa?
Saat sendirian malam hari di tempat sepi tiba2 pundak anda ditepuk, apakah anda berpikir "ini tangan cewe atau tangan cowo"?
Joko Ngulandara : Blm tau Pak De
Joko Ngulandara : Mohon penjelasannya π
Danz Suchamda : Kalau terjadi demikian pasti anda njudhil (kaget), kan?
Waktu kaget apa berpikir itu tangan laki atau perempuan?
Tentu TIDAK.
Setelah sepersekian detik kemudian anda tengok kiri kanan belakang ternyata tidak orang, barulah tiba2 anda merasa TAKUT karena PIKIRAN anda menyimpulkan itu HANTU..
Setelah lari terbirit-birit terkencing-kencing ditolong oleh seorang penduduk situ, barulah anda tahu cerita konon nya.
- kalau diceritain disitu dulu ada perempuan hamil bunuh diri, maka lalu PIKIRAN anda menyimpulkan bahwa itu tangan hantu-cewe.orang
- kalau diceritakan disitu dulu bekas tempat perang kemerdekaan, maka lalu PIKIRAN anda menyimpulkan bahwa itu tangan hantu-cowo.
PERHATIKAN bagaimana PIKIRAN membuat penilaian SETELAH proses refleksi dan penilaian-terhadap-hal-hal-lain atas pengalaman-mentah yang terjadi.
TAPI, mau bagaimana kesimpulan-pikiran anda...apakah itu tangan hantu cowo atau cewe atau tangan malaikat bahkan tangan tuhan, atau itu mimpi atau ada yg ngerjain, dsb terkandung bagaimana pikiran anda dikondisikan lingkungan setempat (contemporary conditioning).
Nah, spiritual itu adalah bagaikan pengalaman-langsung terhadap Raw-Experience itu.
Setelah proses refleksi dan konseptualisasi sesuai kultur dan keterkondisian setempat (dan database / memory yang tersimpan di otak anda) barulah itu jadi sebuah teori. Bila teori itu disambung2kan antara satu dengan yg lain jadi sebuah sistem-kepercayaan yang diorganisasikan dan di-enforcement dengan kekuatan politik, maka itulah disebut AGAMA.
Jadi tidak betul pernyataan anda itu bahwa SOUL akan menilai berdasar ukuran2 konseptual hasil dari proses refleksi sekunder dan reflektif tersier (yang terjadi jauh hari dari detik pengalaman langsung itu).
Yang sekunder dan tersier itu anda sudah menilainya dari PERSEPSI, INGATAN dan BERPIKIR. Jadi adalah output hasil keterkondisian OTAK FISIK, bukan lagi pengalaman numinous dari SOUL (Moment of Truth of touching with Reality).
Di saat itulah ada celah untuk menjadi 'tuhan' bagi orang lain , alias playing God. Oleh karena itu dikatakan KEJI karena berasal dari 3 akar racun (termasuk kegelapan batin) yang manipulatif, exploitatif (memperalat orang2 awam yg lugu).
Joko Ngulandara : Kalau begitu apakah nilai baik atau buruk, kebajikan atau kefasikan itu juga buah dari konseptualisasi atas persepsi peresepsi, atau olah pikiran dan ingatan? π
Danz Suchamda : Joko Ngulandara Lha dari dulu saya jelasin apa???
Ngapain saya cape2 ngejelasin soal Buah Pohon Pengetahuan Baik dan Buruk. Ada kali kalau 10x lebih...
Joko Ngulandara : iya ya π
Danz Suchamda Apa baru ngeh??
Weleh...
Joko Ngulandara : Nggih Pak De, lagi connected. suwun pencerahannya π
Danz Suchamda : Tuh kan. Dari dulu saya menilai pak Joko Ngulandara itu temasuk salah satu peserta dialog yang sangat cerdas intelektualitas dan luas wawasannya.
Terbukti kan hanya IQ dan wawasan tidak mencukup untuk tembus (walau tembus intelektualitas doank masih! belum tembus realisasi).
Joko Ngulandara : Matur nuwun Pak De. Ya karena "kegelisahan" atas realisasi itulah yg sebenarnya tak kunjung bisa aku tembus.
Semoga keberkahan dan kesehatan selalu bersama Pak De agar menjadi penyalur berkat dan pemcerahan bagi kami π
Joko Ngulandara : Dari situlah saya baru paham kenapa Pak De "murtad" dari agama agama. Suatu proses pergulatan "pertobatan" yang super luar biasa karena Pak De telah berproses dan nembus, BEYOND RELIGION. But Not everyone can do. Rahayu π
Danz Suchamda : Cobalah sekarang PRAKTEK meditasi mengobservasi ke dalam. Lihat ke dalam batin anda sendiri pak, 'lihat' bagaimana pikiran anda sendiri berceloteh...menanggapi ini itu...ke masa lalu...ke masa depan....sadari saja secara pasif tanpa menolak tanpa menerima...cuman sadar mengamati.
Tidak menganalisa, tidak berusaha menghentikan, tidak juga terhanyut... lihat...lihat....
Setiap pikiran muncul catat dalam batin "pikiran muncul....pikiran muncul..."
Pada saat berpikir catat, "berpikir...berpikir..."
Pada saat ingat sesuatu catat dalam batin , "mengingat...mengingat...mengingat".. dst dst.
Setiap fenomena dicatat dalam batin (ini tahap awal utk melatih agar anda sadar / mindful terhadap apa yg terjadi dalam batin anda).
Perhatikan bagaimana celoteh pikiran itu memberi konsep ini itu , ingat dogma ini itu, ingat pengalaman ini itu, muncul penilaian ini itu....dst dst dsb.... itulah akar masalahnya!
Itulah celoteh konsep2 yg diketahui / dihapal / diingat selalu berceloteh terus menerus (inner chatter) tanpa henti...bikin marah, bikin gelisah, bikin sedih..dst. Itulah yang kalau di Buddhism disebut sebagai CONCEPTUAL-OBSCURATION (pengotoran konseptual; Skt. jΓ±eyavaraαΉa; Tib. ΰ½€ེས་ΰ½ྱΰ½ ི་སྒྲིΰ½་ΰ½་, ΰ½€ེས་སྒྲིΰ½་, shΓ© drip; Wyl. shes sgrib ).
Teruskanlah latihan itu sesering mungkin (kalau bisa intens di retret lebih baik)...sampai tembus dari awan-awan konseptual itu!
Sampai melihat "matahari di tengah langit biru yang maha luas" (ini idiom ya) !
Joko Ngulandara : Baik Pak De. Trimakasih atas bimbingannya π
Danz Suchamda : Sudah paham sekarang mengapa dikatakan sebagai kaum langit-langit / magog (atap rumah = gog) vs kaum langit (atas awan)? :)
Joko Ngulandara : https://www.facebook.com/suchamda/photos/a.379551695549166.1073741826.379551665549169/735603483277317/?type=3
Danz Suchamda : Vicks Formula 444 : "The formula of completion" gimana ngerasa relevan gak pak dengan TS ini? Bukan kebetulan toh angka itu muncul sebagai sign dariNya?
(Itulah kalau di spiritual yg otentik ada sebuah catatan tentang signs / tanda2 , yang kalau di agama2 [tertentu] dihakimi sebagai tahayul. Ya memang mungkin jadi tahayul beneran karena orang2nya gak ngerti dan gak menjalani. So what the use all of those sign-system?? :) ...)
Tapi jangan besar kepala dulu.....
Seperti saya copy paste dari web gematria mengatakan "the FORMULA of completion". Seperti misalnya anda bersekolah dan dapat PR matematika lalu diberi formula oleh guru anda di kelas. Apakah berarti anda sudah selesai??
YA BELUM !!! anda baru dapat formulanya tapi sama sekali belum mengerjakan PR nya....hahaha :D
Lebih parah lagi, ini baru diberi formula...anda belum ngeh (tembus) secara realisasi langsung. Saat realisasi langsung itu barulah disebut BARU MULAI masuk PATH. Jadi baru AWAL mulai berjalan. Sementara sebelum2nya (teori2, dogma2, ritual2 dan segala macam remeh temeh itu) sama sekali BELUM berada di Jalan ! nothing more just a business of thoughts dan religious-pride!
Joko Ngulandara : Lah, saya itu meyakini bahwa di kehidupan dunia ini TIDAK ADA YANG KEBETULAN. Sedangkan revealasi itu pun ibarat kata hanya sekian mikron dari air di samodra. Justru dibalik revealasi itu sebenarnya yg mesti ditembus "pengajarannya" dan saya nggak bisa atau blm diijinkan π
Danz Suchamda : So kalau kalian berdoa Al Fatehah atau HaPatchah..."tunjukkanlah kami Jalan yang Lurus"...itu baru sampai ditunjukin ke Path-nya. Anda belum berjalan di Path. :v
Parah kan?? :v
The real "chemistry" baru mulai bekerja pada SOUL anda ketika sudah menginjak Path. :)
Baru nanti terakhir FRUITION (buahnya) bila sudah tercerahkan. Tentu stage by stage.
Itulah yang disebut PENGANGKATAN :)
Guntur Saketi : Super mbah...merinding aku baca coment ini...maturnuwun pencerahanipun...WOW
------- -
DISKUSI 3
Agus Machrul Alam : Laku praktek spiritual pada tiap individu apakah sama ya Mbah?
Karena pemahaman pada tiap individu juga beda...
Danz Suchamda : Tidak.
Sesuai kapasitas kemampuan, bakat , minat, dan pangilan hidupnya masing2.
Danz Suchamda :Itulah mengapa Tuhan memberikan banyak macam agama, aliran dan cara. Termasuk atheism pun adalah cara Tuhan!
Agus Machrul Alam : Baik. Apakah benar pengertian bahwa praktek spiritual tersebut yang saya pahami sampai saat ini adalah berlaku baik secara natural Mbah?
Karena semakin menyimak penuturan sampean, di sisi lain ada pertentangan di lingkungan saya baik secara langsung maupun tidak Mbah.
Danz Suchamda : Konflik itu adalah nature dari dualisme semenjak awal penciptaan semesta (baca : "Jadilah langit dan bumi, memisahkan terang-gelap, dst dst" (Kejadian1).
Hanya saja semakin lama osilasi antara pertentangan itu seharusnya semakin kecil. Itulah dinamakan manusia semakin beradab / berbudaya halus...finesse...
Itu akan terjadi pada sistem yang dampened (teredam, termoderasi). Jadi pertanyaan anda ttg adanya pertentangan itu adalah suatu keniscayaan bagian dari proses. Tinggal bagaimana saja diri kita (sebagai individu maupun komunitas) saling tanggap menanggapi agar tercipta peredaman menuju peningkatan cara berbudaya yang semakin halus / luhur...sampai pada infinity-horizon yaitu UNISON (United).
Dari Unison (Adam = Human) ==> split jadi milyaran individual sense ==> back to Unison. Inilah yang dimaksud REDEMPTION.
Yg di emulasi sebagai "penebusan" (not correct meaning).
Agus Machrul Alam : Matur nuwun Mbah..
Agus Machrul Alam : Btw. Kemarin tiba tiba menerima kiriman dari grup telegram... Beliau mencounter bahwa di Indonesia ini tidak segawat apa yang sampean gambarkan ( kondisi sosial, agama dll ). Kok ya nyambung Mbah...
Inilah salah satu konflik itu, di satu sisi bahwa seakan semua baik baik saja, di sisi lain saya sepakat dengan sampean bahwa kalau mau melihat lebih jauh sebenarnya ada hal yang sangat perlu dirubah..
Danz Suchamda : Kan saya selalu bilang : Bila ada cahaya maka ada bayangan. Bayangan akan selalu menguntit. Dan selalu menciptakan lawannya.
Agus Machrul Alam : Enggih Mbah. Matur nuwun...
Guntur Saketi : Top coment nya...terimakasih ...rahayu
Aan Susanto : mewek mbah semakin jelas semakin mewek huhuhhu
Danz Suchamda : Aku malah bingung , kenapa jadi mewek?
Faqih EL Sentanu : Super duper tanan, sesi pembahasan di ts kali ini...,
------
DISKUSI 4
Cahyanto Candrakusumah : Mencerahkan pakdhe, terima kasih banyak share nya
Saya sempat beranggapan begitu hanya saja sulit mengungkapkannya secara jelas dan sederhana.
Danz Suchamda : Itulah fungsi dari Clarity, atau kejernihan batin.
Ada perkataan dari Laozi :
ζζΈ ζζΏ,ζεζι;
You qing you zhuo , you dong you jing;
Ada bening ada keruh; ada gerak ada tenang ;
ε€©ζΈ ε°ζΏ,倩εε°ι;
tian qing di zhuo , tian dong di jing
Surga jernih bumi keruh; langit bergerak bumi diam (yg mana adalah ilusi keterbalikan karena keterbumian kita, dan sekaligus suatu cara tersirat untuk ubah perseneleng : langit diam bumi gerak). Maka dikatakan cara untuk berspiritual adalah duduk-diam (meditasi; walau tidak harus berarti literal badan tak bergerak). Tapi lebih berarti pada makna ABIDE (lihat TS saya yg kemaren di bagian komen dgn link video musiknya James Last "Abide With Me".
Jadi, orang berspiritual seharusnya semakin bening, jernih, terang. Bukan menjadi semakin solid, keruh, gelap. Itulah pembedanya sejati dan palsu.
http://www.silkqin.com/02qnpu/27sjts/sj03qjj.htm
Komentari TS kemaren : https://www.facebook.com/suchamda/photos/a.379551695549166.1073741826.379551665549169/829875243850140/?type=3&comment_id=829881997182798&comment_tracking=%7B%22tn%22%3A%22R9%22%7D
---
DISKUSI 5
Mohawk Bronx : Hanya orang cerdas yg bisa memilah dan menterjemahkan ,mengerti yg tertulis dalam kitab2 konteks saat itu , dan menerapkan di jaman modern ini!!
Danz Suchamda : Maka jelaslah sudah ...bahwa pembodohan dan pendangkalan umat adalah cara Setan untuk membajak perahu Tuhan? (Baca TS kemaren).
Mohawk Bronx : Pasti!! PEMBODOHAN adalah kerja nyata Iblis yg cerdas utk membinsa!Kan manusia dengan segala macam tipu daya, dusta, karena IBlis adalah Raja Dusta!!
---
DISKUSI 6
Fery Setyanto : Analisanipun Manteb mbah suwun.....rahayu3.
Danz Suchamda : Bukan analisa!
Tahukan anda apa analisa itu?
Fery Setyanto : mgkn sy slh tulis maksudnya pencerahan jenengan sae dan sy setuju....ngapunten klo sy kliru comentnya....rahayu.
Danz Suchamda : Nah, mau gunakan istilah bahasa sebaiiknya tahu benar apa yang digunakannya. Salah komunikasi itu bisa sangat berbahaya / merusak. Tidak perlu terlihat canggih2an. Saya menggunakan istilah yg sulit karena-- justru sebaliknya--, yaitu karena sulit / belum menemukan padanan kata dalam bahasa Indonesianya -- termasuk aspek diksi bahasa, nuansa kultur, dsb. Saya ingin ketepatan (akurasi). Maka suatu keterpaksaan, bukan untuk keren-kerenan.
Menulis dalam page itu perlu efisiensi. Di tala utk segmen pembaca tertentu. Implikasinya mengorbankan / meninggalkan segmen tertentu yg tak akan mampu paham. Apa boleh buat? Oleh karena itu saya mengharapkan terjadi inisiatif estafet secara sukarela.
Segitu aja sering dikeluhkan kepanjangan. Bagaimana kalau tidak menggunakan padatan2 istilah? Bisa mbleber jadi panjang sekali.
Fery Setyanto : inggih mbah matur suwun koreksinya....semoga membuat sy lbh hati2 agar tdk menyinggung orang lain....suwun
Harry Yanto : Mohon koreksi mbah maksudnya adlh apa yang bisa digambarkan itu berarti bukan tuhan? Atau emboh mbah klo bingung nulise.....nuwon
Poedji Soesila : Insight atau Hidayah atau Hikmat diterima secepat cahaya, namun saat dikomunikasikan atau disampaikan kepada orang lain bisa selambat matahari terbit hingga terbenam.. Memang demikianlah hukum naturenya..
Danz Suchamda@ Harry Yanto : Sudah pasti!
Menganggap apa yang bisa digambarkan sebagai Tuhan adalah IDOLATRY (musryik).
Danz Suchamda @Poedji Soesila : Banyak para spiritualis yang handal, tapi sedikit yg mampu membahasakannya dengan baik. Keterbatasan konsep2 bahasa, yang mana adalah akumulasi dari wawawasan pengetahuan aka. pendidikan akademis dan kecerdasan intelektual semata.
Danz Suchamda : Bila anda sebagai juru bicara sudah tentu perlu kemampuan verbal (mengelola bahasa). Tapi bila anda tipe penggembala, maka kesabaran, kemampuan berkorban, dan keteladanan akan jauh lebih dituntut. Bagi tugas saja. Karena memang Tuhan menghendaki sedemikian agar satu sama lain saling bergandiengan bahu-membahu, bukan dikuasai satu orang. Kehilangan makna nanti proses Penciptaan Manusia itu (bila memuja satu orang).
Poedji Soesila : Leres, Pak Danz.. Karena banyak, mohon maaf, beginner atau pemula yang ingin segera mengerti, memahami, menguasai tanpa laku, alias pragmatis, praktis, necis, klimis..
Selalu pengen tembak langsung:...
Danz Suchamda : Itulah diistilahkan "hijab" atau "tirai pembatas ke ruang Maha Suci (Holiest of the Holy)"
Poedji Soesila : By the way, HIJAB itu yang HARUS ditemukan sendiri oleh sang penciptanya, alias HaShatan (ego yang suka merengek-rengek).. Xixixi..
ιζ° : Matursuwun mbah Danz... Sugeng enjang...Rahayu.
Danz Suchamda @Poedji Soesila : I don't think so that ego will ever find it.
---
DISKUSI 7
Urip Danu Wijoyo : ketika agama merupakan tafsir maka tafsir atasnya menjadi point sangat penting. Bagaimana agama/bahasa itu ditafsirkan. Kebenaran yg diajukannyapun tafsiriyah sifatnya, menjadi naif ketika hal tafsiriyah itu disikapi sebagai hal yg mutlak.
Agusadri : Rahayu Pak Danz.
Pencerahan yg cukup jelas menurut penangkapan saya, yg susah mengkomunikasikan kekomunitas saya.
Mungkin karma yg mereka miliki belum cukup untuk mencerna tulisan bapak.
Sejauh ini tulisan bapak saya rangkum lebih pendek untuk saya share kekomunitas.
Semoga suatu saat kesadaran mereka muncul dan bisa memahami.
Rahayu
Sukat Sukat : Tuhan bukan calo surga dan tuhan bukan tukang cuci dosa...
Engkau adalalah pelindung bagi dirimu sendiri dan pewaris dari setiap buah dari perbuatanmu sendiri...
Tajamnya bilah pisau bukan karena doa tp karena diasah..
Irawan Dias : Jleb
Mesih Andana : Nuwun romo Danz, kaberkahan senantiasa dari GUSTI kang murbeing dumadi
Jowo Joko Jowo : JD inget kata eyang siapa menguasai bahasa.. Rahayu romo
Dhani Christian : tentang 'malaikat' sgt mencerahkan.. matur suwun, rahayu!
Teguh Santoso : Rahayu Romo......penjelasan yg gamblang...terimakasih
Aan Susanto : Rahayu mbah Danz Suchamda greget yuk poro sedulur dimulai prakteknya
-------
DISKUSI 8
Wisnu Wardhana : Apakah pengunjung page yg sexy ini sadar bahwa seluruh page adalah juga terali "penjara"???
Mesih Andana : tergantung tamu, bila tamu kemudian terhipnotis oleh isi page ini dan lalu berhenti mengaji ya bisa jadi keterpenjaraan itu serasanya, berapa banyak pun individu tamu yg belajar melalui page inipun tanpa kemudian ada kesadaran kolektif plus untuk mengg...
Danz Suchamda : Jadi praxis boleh tapi jangan jadi theory.
Mesih Andana : jadi ingat...teorypun sejatinya tidak pernah baku...selalu berkembang ( hidup ) progresif tak berujung , semua berkat sang hidup itu sendiri....supaya kita tidak jalan ditempat / merasa sudah sampai...melainkan maju jalan.
Danz Suchamda : Benar. Tuhan itu Hidup, bukan sesuatu yang bisa dimatikan dalam rumusan.
Faqih EL Sentanu : Like this..., sangat mencerahkan.
Rahayu!
Selasa, 23 Mei 2017
TOMAT KEBIJAKSINIAN
Suatu hari, berdirilah pak Budi di depan kelas, lalu berkata, "Selamat berjumpa lagi anak-anak kehidupan...
Anak-anak bapak akan memberikan tugas sederhana pada kalian dan sebelum selesai tugas itu, janganlah menanyakan kenapa ?
"baik pak guru.." jawab anak-anak serentak..
"Baiklah.. Namanya tugasnya bapak namakan "Tomat Budi..."
"hahaha...!!" riuhlah seketika ruangan kelas itu oleh tertawa wajah-wajah lugu anak-anak.
"Sssst....! Sudah... Sudah..." kata pak guru dengan isyaratnya agar semua kembali diam. Lalu berkata, "baiklah laksanakan mulai besok, bawa tomat masukan dalam kantong kresek jumlah untuk berapa jumlahnya sesuai berapa orang yang di benci dan tulislah namanya. Catat sebagai pengingat kalian :
= Jumlah tomat yangg dibawa harus sebanyak nama orang yangg dibenci/tidak disukai.
= Ada yang membawa 2, ada membawa 3, ada 4 bahkan ada yg mbawa 20 biji sesuai dgn jumlah orang yg sangat dibenci di dlm hidupnya._
= bawa tomat tersebut kemanapun kalian pergi selama seminggu.
Dan, singkat cerita...
Setelah 3 hari tomat itu mulai membusuk , per-lahan2 menimbul kan bau yg tdk sedap.
Murid2 yg membawa tomat dgn jumlah yg lebih banyak mulai mengeluh, karna merasa berat dan bau busuknya mulai menyengat.
*Setelah seminggu gurunya menanyakan kepd murid2nya "apakah yg kamu rasakan dlm seminggu ini?"
Hampir semua murid mengeluh karna bau busuk dari tomat yang sudah rusak, terutama yang membawa lebih banyak tomat.
pak Guru Budi tersenyum kemudian berkata: "Ini mirip degan apa yang kamu bawa di dlm hatimu , ketika kamu membenci beberapa orang.
Membenci/rasa iri , membuat hati dan pikiran kita tdk sehat dan kalian membawa kebencian itu ke-mana2.
Jika kita tidak tahan degan bau busuk dr tomat selama seminggu, bayangkan apa yg terjadi di dlm hati akibat kebencian yangg kita bawa setiap hari selama ber-tahun2.
Hati ini bagaikan taman indah yang penuh bunga yg setiap saat harus dirawat, dibersihkan dari kotoran2 yangg tidak diinginkan._
jadi.. Maafkanlah orang yg kita benci...
Buatlah hati ini ruang an tmpt menyimpan sesuatu yangg baik2 saja, inilah indahnya Persaudaraan dan Persahabatan.
Hidup dengan kasih sayang NYA.
Semoga semua mahluk hidup bahagi...
Rahayu!
Senin, 10 April 2017
OH WONDER - ALL WE DO
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
[Verse 2]
All we do is lie and wait
All we do is, all we do is lie and wait
All we do is feel the fade
All we do is, all we do is feel the fade
[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
[Verse 3]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
[Verse 4]
All we do is play it safe
All we do is live inside a cage
All we do is play it safe
All we do, all we do
[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
[Outro]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
All I did was fail today
All I wanna be is whites in waves
All I did was fail today
All we do, all we do....
=========================================
Hal tersulit di atas bumi ini adalah untuk hidup menjadi manusia.
Yang kita lakukan sehari-hari hanyalah bersembunyi.
Menggunakan topeng.
Menyelamatkan diri sendiri.
Sembari detik detik berlalu melihat semua yang pernah kita percaya bermakna itu menjadi pudar.
Kita semua telah hidup terbalik.
Mengejar suatu bayang-bayang yang tidak nyata...
...sia-sia mengejar hari.
Kita tidak dapat menemukan surga di bumi ini.
Kesuksesan yang sejati itu adalah manakala bisa membuat kehidupan banyak orang menjadi lebih baik. Karena hanya hal itu yang memberi kita makna hidup yang sebenar-benarnya dalam hidup ini.
Rahayu !
Minggu, 01 Januari 2017
MASALAH TIDAK MASALAH
Bersahabat dengan Masalah.....
Berterimakasihlah pada masalah
Apalagi jika masalah itu datangnya bertubi-tubi
Pertanda bahwa Tuhan menjatuhkan pilihannya
Pada diri kita sebagai orang pilihan, pribadi terpilih
Di mata-Nya
Kita dianggap Tuhan bukan orang sembarangan
Hadirnya masalah itu....
Pertanda Tuhan sedang memberikan kertas ujian
Dan kita yang harus menggarapnya tuntas
Diuji kecerdasan akalnya, diuji kematangan emosinya
Diuji kekuatan mentalnya, diuji ketegaran spiritualnya
Diuji segalanya, jiwa raga, fisik mentalnya, dan akal budinya
Diberi masalah berarti kita sedang disayang Tuhan
Diberi masalah berarti kapasitas kita akan dinaikkan
Semakin berat masalahnya berarti semakin tinggi Tuhan menempatkan nilai dan posisi diri kita
Maka jangan pernah merasa masalah kita itu paling berat dibandingkan orang lainnya
Apalagi protes kenapa Tuhan tidak adil memberi masalah yang begitu berat pada kita
Orang orang hebat di sepanjang sejarah selalu diuji dengan ujian yang tak mudah
Nabi Ayub diuji dengan penyakit yang menahun
Nabi Yunus diuji dengan dibuang ke tengah laut dan termakan ikan hiu berbulan-bulan
Nabi Nuh diuji dengan kedurhakaan anak isterinya
Nabi Musa diuji dengan kekuasaan yang lalim
Nabi Ibrahim diuji dengan lamanya punya keturunan
Nabi Yusuf diuji dengan perempuan, hidup bertahun-tahun dipenjara, dan dibuang saudara-saudaranya
Nabi Isa diuji dengan fitnah dan pembunuhan
Nabi Muhamad diuji dengan keyatiman, hinaan, pengungsian, peperangan, dan serangan santet, komplit dan bertubi-tubi.
Bahkan Nabi Adam pun diuji dengan buah apel
Mengapa?
Karena mereka disayang Tuhan
Mereka orang pilihan
Mereka dianggap punya kemampuan
Mereka akan dimatangkan
Mereka akan diberi rahasia ilmu tertentu
Dan mereka akan diangkat derajatnya
Dan dimuliakan hidupnya
Sepanjang masa
Maka berterimakasihlah jika kita punya masalah
Bersyukurlah kalau masalah itu bertubi-tubi datangnya
Asal kita tak pernah menyerah
Asal kita percaya ke-Mahaan-Nya
Semua akan indah pada waktunya
Semua akan baik-baik saja nantinya
Asal kita tidak cengeng dengan masalah
Asal kita tak pernah menghindari masalah
Asal kita tetap tenang berhadapan dengan apapun masalah, seberat apapun masalah
Hidup itu ya berpindah dari satu masalah ke masalah
Di situlah ada cara dan rahasia Tuhan memandu hamba-Nya
Dengan tools tools canggih yang tak pernah kita duga dan tak pernah ada contekannya.
Hanya Dia yang punya dan menjadi rahasia-Nya
Itu sebabnya, Dia dua kali berkata
Untuk meyakinkan kita hamba-Nya
Sesudah kesulitan akan datang kemudahan
Sesudah kesukaran akan ada kemuliaan
Itu tegas, itu jelas, tanpa koma, tanpa syarat...
Kalau dengan perkataan Tuhan saja kita tidak percaya
Kepada siapa lagi kita akan percaya?
Sementara fakta selalu membuktikan
yang selalu tidak bisa dipercaya itu justru manusia
Bahkan manusia yang paling kita percaya seringkali tak bisa dipercaya
Itu sudah tertoreh sepanjang sejarah...
.
Nah....
Kalau nggak ingin ujian
Kalau nggak ingin naik level
Kalau nggak ingin jadi hebat
Kalau nggak ingin jadi mulia
Nggak usah ketemu dan bersahabat dengan masalah
Mati saja
Selesai!
Sudah!
Itttuuuuhhhhh!!!!
Dan Anda tak harus setuju!!!!
Minggu, 20 November 2016
BEKERJALAH, BIARKAN SEMESTA YANG AKAN MENUMBUHKAN
ZONA NEWTONIAN ... ZONA QUANTUM ... REZEKI ... PRASANGKA ... & MELAMPAUI PRASANGKA ...
Jumat, 05 Agustus 2016
.:: RAHASIA BAHAGIA ITU MENJADI EGOIS ::.
Gobind Vashdev, Jika dirimu ingin Berbahagia, tidak ada lain engkau harus egois. ini serius, jangan pikirkan orang lain, orang lain itu bukan urusanmu, apalagi bila kau ingin damai dalam hidupmu. Lakukan sesuatu yang menguntungkan dirimu bahkan sangat menguntungkan, Kalau perlu jadilah manusia yang paling egois yang kamu kenal. Jika di pedagang kedua dirimu mengetahui bahwa mangga yang kau beli di pedagang pertama harganya dua kali lipat dan kau mendapatkan dirimu marah, maka artinya kau merugikan dirimu, kau terlalu memikirkan orang yang menipumu. sebaliknya yang harus kau lakukan adalah urus dulu hatimu yang terbakar itu, jangan pikir orang lain dulu. Seperti bila ada orang yang membakar rumahmu, tidak mungkin kan kamu mengejar orangnya dulu, pasti kau akan mematikan apinya terlebih dahulu bukan? Abaikan suara didalam dirimu yang membuat kau marah, bila kau mendengar suara "aku ditipu" ,"aku dibohongi", "semoga dia mendapat balasan setimpal". Segera rubah sudut pandangmu, kata-kata itu tidak menguntungkanmu . Susuri lebih dalam bagian hatimu yang lebih teduh. bila belum berhasil, bantulah dengan pertanyaan "apa yang bisa kusyukuri dari kejadian ini?" Cepat atau lambat kau akan menemukan suara bijaksana di dalam yang mengatakan bahwa dalam mangga yang kau beli terkandung begitu banyak berkah, bukan saja kesehatan yang akan didapat, melainkan juga dirimu telah berkontribusi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi orang lain. ketika ada orang mengatakan "Sinting" pada dirimu, ingatlah bahwa kata makian apapun dari orang lain tidak pernah mampu menggurat hati kita. Kita menjadi sakit karena kata-kata kita sendiri, "aku dilecehkan", "aku direndahkan", "aku disamakan dengan orang gila". jangan beri judul drama pertemuanmu dengannya dengan nama "Penghinaan" atau "Penistaan". Ingat, dirimu telah terlatih oleh lingkungan untuk mengalami kerugian terus menerus, sekarang jangan ikuti jalan yang selalu membuatmu sedih dan marah. kebahagiaan adalah pilihan, mengapa dirimu memilih penderitaan? sadari bahwa "menderita" bukanlah nama tengahmu. Tidak perlu mengambil jurusan Psikologi atau S-2 human behaviour untuk mendapat kejelasan. kita semua secara instingtif tahu bahwa mereka yang suka mengeluarkan kata kasar pada orang lain cenderung memiliki ketidakseimbangan dalam batinnya. Pasti ada sariawan, gigi berlubang, radang tenggorokan atau luka di lambung pada mereka yang mengeluarkan aroma tidak sedap dari mulutnya, begitu pula mereka yang berkata kasar, pasti ada luka menganga dalam batinnya. Segera maafkan dia, karena memaafkan adalah perbuatan yang sangat egois. orang yang memaki dirimu mungkin sekali dalam beberapa jam sudah lupa pada apa yang dilakukannya, ia pasti tidak sadar pada tindakannya. mengapa engkau masih mau mengkoleksi dendam berupa kemarahan, kebencian. lepas segera beban-beban itu, biarkan kebahagiaan yang ingin mengisi ruang hatimu sedari tadi masuk. kalau mau kaya, menabunglah rupiah, depositokan dollar, miliki aset berharga, bila ingin bahagia, koleksilah memori indah, tanam rasa bersyukur, miliki hati yang luas dan punyai kemampuan untuk berserah. saya akan memberikan rahasia apa yang paling baik kau lakukan pada orang yang kau anggap menghina atau menyakiti hatimu. sebenarnya ini bukan rahasia, namun karena tindakan ini jarang dilakukan, ia tertumpuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang tidak menguntungkan yang selama ini kita jalankan. Jika engkau berani, sekali lagi hanya kalau dirimu berani.... Bertemulah dan mintalah maaf pada orang tersebut, mungkin ia akan merasa menang, merasa hebat, namun kelegaan akan ada digenggamanmu. Bila situasinya tidak memungkinakan untuk menemuinya, saran terbaik adalah berdoalah agar orang tersebut mendapat limpahan berkah dan hidupnya bahagia. orang yang kau benci dan orang yang kau sayang berada diluar dirimu, namun rasa sayang dan rasa benci itu ada di dalam dirimu. jika kau berdoa untuk orang yang yang kau benci, sadarilah sebenarnya yang paling diuntungkan adalah dirimu sendiri, karena doamu bagaikan matahari yang menguapkan rasa benci yang bersarang dalam hatimu. Namaste _/|\_
Rabu, 03 Agustus 2016
.:: MAKNA SEBUAH TITIPAN ::.
WS. Rendra Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan. Bahwa mobilku hanya titipan-Nya, bahwa rumahku hanya titipan-Nya, bahwa hartaku hanya titipan-Nya. Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali olehNya? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan. Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku. Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika. “aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku, Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…" “Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
Minggu, 31 Juli 2016
.:: MENERIMA PENOLAKAN, MENCINTAI KEBENCIAN ::.
Putu Yudiantara,
Menerima Penolakan, Mencintai Kebencian
28 JULI Sebagaimana sering saya ulang-ulang, salah satu point dalam Meditasi Tantra ( Chakra Sudhi ) ini adalah bagaimana mengkondisikan diri berada dalam kondisi kesadaran tanpa penilaian, tanpa penghakiman dan menerima setiap sensasi dengan penuh cinta dan penerimaan. Kondisi kesadaran ini penting terutama untuk mengharmoniskan kembali titik- titik energi ( chakra) dan jalur-jalurnya ( nadi) agar bebas dari segala sumbatan yang mendatangkan ketidakharmonisan. Salah satu sumber utama berbagai sumbatan di tubuh energi yang kemudian mendatangkan berbagai “masalah” baik di tubuh fisik maupun tubuh mental adalah karena kesadaran kita (keseluruhan pola kognisi dan emosi) terkondisikan dalam pola-pola yang tidak memberdayakan, penuh penilaian dan penghakiman yang dilandasi dinamika “ego yang terluka”—kita kemudian mengalami berbagai konflik dalam diri, berbagai ketidakpuasan, keluhan dan bahkan ketidakharmonisan sosial. Jadi kondisi yang berusaha dijadikan pola alami dalam meditasi (yaitu penuh penerimaan dan welas asih) adalah “kebalikan” dari pola yang telah terkondisikan dalam keseharian kita (dengan atau tanpa kita sadari), yaitu penuh penghakiman dan kondisi emosional yang tidak menyamankan. Namun tidak jarang, saat melatih meditasi—saat menyadari setiap anggota tubuh dan menyadari setiap chakra satu per satu —kita terbawa dalam dinamika kesadaran kita ( chitta vritti , kalau memakai istilah Patanjala Raja Yoga) yang tidak memberdayakan tersebut, sehingga yang terjadi adalah alih-alih menyadari setiap anggota tubuh dan chakra dengan penuh cinta dan penerimaan (untuk mengharmoniskan aliran energinya) namun kita malah terbawa dalam ketakutan, kesedihan, kemarahan dan sejenisnya yang malah akan semakin mengganggu aliran energi anda di setiap lapisan. Mungkin saat anda bermeditasi tiba-tiba muncul memori yang tidak mengenakkan ke permukaan sehingga anda mengalami kembali berbagai kondisi emosional tidak mengenakkan yang dibawa memori tersebut. Atau mungkin saat anda bermeditasi ada bagian tubuh yang tiba- tiba merasa sangat tidak nyaman sehingga menginduksikan kemarahan, ketakutan, kekawatiran dan lain sebagainya. Atau bisa jadi karena pengaruh lingkungan; anjing yang terus menggonggong, kendaraan yang lalu lalang, atau anak-anak yang sedang ribut bermain. Semua kondisi tersebut, baik internal maupun eksternal dengan mudah membawa kita kembali ke dalam berbagai kondisi kesadaran yang tidak memberdayakan saat kita sedang asik duduk bermeditasi, apa lagi jika anda adalah tipe orang yang memang sudah terpolakan untuk bereaksi secara emosional, cepat marah dan cepat terganggu. Sekilas, kondisi-kondisi ini seperti “gangguan” dalam proses meditasi ini, namun sejatinya kondisi-kondisi ini merupakan “Guru” yang sedang datang untuk membantu anda dalam proses perkembangan kesadaran anda, menjadikannya lebih cepat. Misalkan, selama anda bermeditasi pikiran anda dipenuhi berbagai memori buruk yang sudah lama terkubur namun muncul lagi ke permukaan, atau tubuh fisik anda mengalami berbagai sensasi tidak nyaman yang membuat anda ingin cepat-cepat bangun dan menyelesaikan meditasi anda. Saat kedua hal ini sedang terjadi, anda sedang dihadapkan pada “bom waktu” yang tadinya terkubur agar bisa anda tangani dan selesaikan dan jangan sampai meledak dalam bentuk gangguan mental maupun penyakit fisik. Demikian pula halnya jika muncul berbagai gangguan eksternal yang seolah mengganggu meditasi anda, saat itu anda sedang dihadapkan pada “kelas percepatan”, karena saat paling tepat untuk melatih kesabaran adalah saat muncul banyak alasan untuk marah, saat paling tepat untuk melatih menguatkan diri adalah saat banyak hal melemahkan terjadi, saat paling tepat untuk melatih kondisi kesadaran tanpa penghakiman dan penuh penerimaan adalah saat muncul banyak hal yang bisa dengan mudah dikeluhkan. Jadi, saat berbagai “guru” tersebut datang selagi anda sibuk bermeditasi sehingga nampak seolah sedang “mengganggu” anda, apa yang perlu anda lakukan agar janga malah anda semakin terjebak dalam kondisi kesadaran yang memperparah ketidakharmonisan dalam sistem psikofisik dan spiritual anda? Sederhana, sadari dan terima berbagai kondisi internal dan eksternal tersebut tanpa penghakiman , atau jika muncul penghakiman, maka sadari penghakiman tersebut; sama halnya jika ada hal yang membuat anda takut, sadari ketakutan anda sambil terus menyadari tubuh atau chakra tertentu yang sesuai dengan momen tersebut. Jika saat meditasi anda merasa tidak nyaman, sadari ketidaknyamanannya, jika anda merasa marah, sadari dan terima kemarahan tersebut. Sebutlah misalkan saat anda sedang asik memberi perhatian penuh cinta pada Chakra Dasar anda, kemudian entah kenapa tiba-tiba ada kendaraan dengan suara bising melintas sehingga anda tergoda untuk mengeluh “aduh, terganggu sudah meditasiku” dan bahkan kemudian (tanpa anda sadari) anda marah oleh keadaan tersebut. Sampai di titik ini, semua normal saja, karena anda masih manusia biasa, seperti halnya dengan saya. Hal yang perlu anda lakukan adalah kembali sadar —sadar dengan kemarahan dan keluhan anda saat itu—sambil tetap menyadari Chakra Dasar anda (atau chakra lain yang saat itu menjadi titik fokus anda). Jangan berusaha menekan atau mengabaikan kemarahan anda, namun jangan pula memperhatikan Chakra Dasar anda dengan kemarahan; tetap sadari chakra dasar anda sekaligus menyadari kemarahan anda saat itu. Dengan demikian anda bisa menetralisir emosi tersebut (dan bahkan memori yang menjadi akarnya atau pola-pola yang menguatkan keberadaanya) sekaligus tetap bisa melanjutkan meditasi anda dengan “benar”. Dan ingat, bukan hanya saat duduk bermeditasi anda perlu melatih diri menyadari dan menerima segala gejolak emosional ini, namun dalam setiap detik keseharian kita pun kita bisa melatihnya.
Jumat, 29 Juli 2016
.:: MEMPROGRAM ULANG PIKIRAN ::.
Jangan buat status karena mengharapkan komen atau likes. Buat saja untuk menghipnotis diri sendiri jadi lebih baik atau semacam kenangan yang bagus buat nanti dibaca lagi atau bisa juga diniatkan untuk berbagi tanpa pamrih. Pengalaman saya menunjukkan bahwa menulis untuk diri sendiri itu sangat efektif untuk memudahkan memprogram ulang bawah sadar ketimbang hanya membaca buku motivasi, hypnosis dan mengikuti seminar serta training. Entah mengapa, disaat saat yang menjepit atau menekan, perasaan tetap santai santai saja dan merasa bisa lebih mengendalikan diri dan keadaan. Ini terjadi saat saya mulai gencar menulis hal hal positif. Ternyata, menuliskan pengalaman pengalaman menarik membuat pikiran bawah sadar terprogram dengan sendirinya. Saya sudah membuktikan saat mengalami tantangan yang begitu berat namun akhirnya bisa melewatinya saat mulai rajin menulis. Hal ini tak didapati saat saya dulu hanya membaca dan ikut pelatihan saja. Jadi, menulis status = Memprogram Ulang Pikiran dengan sangat mudah dan efektif. Buat saya, hal ini sudah teruji sejak 2010 dan terus berlanjut hingga kini. Jadi, Menulislah untuk dirimu sendiri dan jangan berharap apapun karena sebenarnya, kau sudah memprogram pikiranmu dengan hal hal yang hebat, selama tulisan itu isinya Positif dan Berdaya. Tentu, bonusnya adalah jika hal yang anda tulis itu adalah hal yang bermanfaat juga bagi orang lain, maka itu akan menjadi amalan jariyah yang pahalanya akan terus menerus mengalir selama ia digunakan. So, tulis saja, toh pada akhirnya manfaatnya akan mengalir dan super manfaat bagi diri sendiri kan? Lalu, tulisan positif apa saja yang sudah anda tulis hari ini? Selamat Memprogram Ulang Pikiran anda lagi. #Fahmi Arafat D
Sabtu, 23 Juli 2016
.:: KAMU ADALAH AKU ::.
Gobind Vashdev 'Kualitas yang tidak Anda tidak sukai di orang lain, ada dalam diri Anda' mungkin banyak yang tidak setuju bahkan menyangkal dan mengatakan 'tidak mungkin' atau yang langsung sama sekali tidak percaya kalimat diatas. saya tidak memaksa siapapun untuk percaya , tapi supaya fair , kenapa tidak mencoba membuktikannya? Tulis di sebuah kertas paling tidak 10 kualitas orang yang tidak Anda sukai, mungkin orang uitu adalah lawan, musuh atau sahabat Anda, siapapun orangnya tidak masalah, yang penting adalah ketika tindakan tersebut di lakukan oleh seseorang , emosi Anda langsung meletup. Misalnya bertemu dengan orang yang suka membantah, yang serakah, atau yang kekanak-kanakan. lalu, carilah seseorang yang mengetahui sisi luar dan dalam diri ini, dan serahkan kertas itu padanya sambil tanyakan "tolong jawab denga jujur, apakah kualitas yang tertulis di kertas itu ada pada diri saya?" Pengalaman saya di Indonesia jarang yang akan mengatakan straight to the point "ya" namun setelah saya mencoba dengan diri sendiri dan juga melihat hasil dari beberapa teman , hasilnya memang susah dibantah. selagi kecil, kita menelan program dualitas "baik" dan "buruk" , apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh. apa yang harus dijunjung dan pendam. kita bertumbuh dengan pelajaran serupa, yaitu, melakukan apa-apa yang dianggap baik oleh lingkungan dan memendam dan menutupi apapun yang di pandang jelek di masyarakat. kita menggelembungkan sisi positif dan mengubur yang negatif. kita melakukan ini agar diterima, dihargai dan ada kemungkinan untuk dipuji. Apa yang terjadi di luar adalah refleksi dari apa yang ada di dalam diri ini" begitulah kurang lebih bunyi teori kehidupan ini, dengan kata lain, tidak mungkin ada kekacauan diluar tanpa didahului keruwetan didalam. manakala kita tidak menyukai orang lain, sebenarnya kita bukan tidak demen dengan kualitas yang melekat padanya, namun lebih dalam dari hal tersebut, bahwa kita tidak suka bagian diri kita yang memiliki kualitas tersebut. Musuh, orang sulit, orang yang membuat hati mendidih adalah bagaikan cermin yang memberitahu sisi gelap yang selama ini kita sangkal. begitu juga sebaliknya bila kita mengaggumi seserorang, sedikit banyak sifat yang kita sukai itu ada dalam diri kita. Kita memiliki sifat yang dibawa oleh Pemimpin yang kita kagumi juga karakter yang ditunjukan oleh pemimpin yang berseberangan dengan yang kita kagumi , ketika kita memuji mereka kita sendang mengendorse sisi-sisi yang kita terima dalam diri kita, dan ketika kita kejelekannya dan menghujatnya, percayalah itu juga ada didalam diri ini. mereka yang tidak menyenangkan muncul bukan untuk dihujat melainkan agar kita masuk dan memeluk sifat itu di dalam diri kita. ketika kita mampu menerima sisi terang dan gelap di dalam, disaat itu kesadaran akan mengantakan kita pada kedamaian sejati _/|\_
Selasa, 28 Juni 2016
.:: KENAPA MARAH-MARAH ? ::.
Gobind Vashdev, Sungguh tidak banyak orang tahu dengan pasti mengapa ia meluapkan kemarahannya, itu bisa karena sebuah program yang telah tertanam, adanya luka/trauma atau sebab lainnya.Ada begitu banyak kompleksitas di dalamnya, namun selalu ada satu kata yang melekat dalam setiap kemarahan atau kesedihan, kata itu adalah 'kemelekatan'kita melekat pada konsep benar dan salah, kita melekat pada luka yang ada, kita melekat pada masa lalu, kita melekat pada situasi yang kita inginkan. padahal kita mengetahui perubahan selalu dan selalu terjadi.Disisi lain begitu banyak yang mewajarkan 'marah' , 'ya memang seharusnya begitulah kehidupan ini." seperti itulah yang sering saya dengar.Marah seolah-olah menjadi aksi untuk menghalau orang dari perbuatan tidak benar, tidak sepaham, atau tidak menyenangkan.Tapi kita perlu mengerti bahwa marah itu bukan aksi melainkan re-Aksi. (mengulang aksi).aksi adalah sebuah tindakan yang dituntun kesadaran,sementara kalau kita marah, artinya kita terbajak oleh emosi."Apakah salah kalau saya marah kalau ada orang yang jelas-jelas salah?, jadi dibiarin saja begitu?"Biasanya saya mendapat pertanyaan seperti itu, dan tak jarang pertanyaan itu dilakukan secara reaktif.Pertama kita perlu menyadari bahwa yang namanya benar salah, baik buruk adalah sebuah kesepakatan.Kalau Anda tidak sepakat dengan pernyataan diatas ini, saya tidak apa-apa, tidak merasa sedih/marah pada Anda, saya tidak akan memaksa Anda untuk sepakat, saya akan sepakat pada ketidaksepakatan ini.ke2: kita perlu beranjak dari benar dan salah menjadi konsekwensi , tidak ada salah bila Anda marah, namun kita perlu menyadari bahwa setiap kemarahan mempunyai konsekwensi pada diri ini.Manusia itu aneh, bahasa halusnya adalah manusia itu menarik, tidak ingin rugi satu kali, pinginnya berkali-kali.Masa karena seseorang melanggar kesepakatan kita menghukum diri kita sendiri dengan meningkatkan tekanan darah, mendebarkan jantung, mengeluarkan beberapa hormon yang menekan imunitas, mempercepat gelombang otak menjadi stress dan banyak kerugian lagi lainnya."kamu harus nurut pada peraturan, kalau kamu tidak nurut maka saya akan menghukum diri saya" bukankanini adalah sesuatu yang aneh yang dipraktekkan banyak orang, dan orang yang mempraktekan mengatakan ini adalah sesuatu yang wajar.saya tidak mengatakan kita hanya diam saja dan melihat mereka yang melanggar kesepakatan, lakukan sesuatu, bicaralah, atau berikan petunjuk, namun lakukan semua itu dengan pikiran yang terang dan hatiyang tenang.Dan yang ke3: ini penting banget untuk disadari, bahwa tidak ada kemarahan yang disebabkan oleh hal luar, semua berawal dan berasal dari dalam.Carl Jung pernah mengatakan : Your vision will becomeclear only when you can look into your own heart. Who looks outside, dreams; who looks inside, awakes.saya membagi tulisan ini menjadi dua dengan menyisakan pertanyaan pada akhir dari bagian satu.saya berharap para sahabat mempunyai waktu untuk bertanya dan merenung pada diri sendiri.Dengan bertanya pada diri sendirilah kita menggali ke dalam, semakin sering kita menggali semakin teranglah kita melihat ke dalam diri.Bila kita mengerti bahwa semua masalah berasal dari dalam maka kita akan bertanggung jawab pada semuaemosi yang terlontar keluar.Mereka yang sadar akan tanggung jawab ini, tidak mungkin lagi menyalahkan pihak lain atas kemarahan atau kesedihan di dalam. mereka akan terus menerus menyibukan diri dengan memeluk emosi tersebut hinggacair.Ketika lumpur pikiran sudah mengendap dan pandangan kita sudah lebih terang, kita akan menyadari bahwa tidak banyak yang perlu kita lakukan.Terdapat hukum yang berjalan sepanjang waktu di alam semesta ini.Ini mengingatkan saya pada moment mengikuti retreatmeditasi yang dibimbing Guru Gede Prama untuk pertama kalinya.di awal perjumpaan Biksu yang menjaga Vihara membacakan aturan-aturan bermeditasi, antara lain tidak makan setelah lewat siang hari, tidak berbicara,tidak bersadar sewaktu bermeditasi dan lain sebagainya.Pada hari ke 3 atau 4, rupanya Guru mendapat laporan entah dari siapa tentang prilaku para murid yang berbicara, bersandar dan lainnya.Menanggapi hal tersebut Guru Gede Prama hanya menyampaikan hal yang selalu saya ingat yang kurang lebih seperti ini."saya tidak perlu menambahkan hukuman atau apa-apa lagi, hukumNya sudah sempurna, mereka yang rajin akan mendapatkan hasil dari usahanya yang rajin itu, begitu juga sebaliknya,"kalimat ini menampar saya dengan keras, saya menganggap diri saya percaya pada Tuhan yang mengatur alam semesta beserta isinya dengan seadil-adilnya,namun dalam keseharian otak ini terus membandingkan, hati ini sering merasa diperlakukan tidak adil dan banyak emosi lainnya yang menunjukkanbahwa sebenarnya saya ini hanya percaya pada adanya Pencipta tapi tidak percaya pada hukum-hukumNYA.Meditasi yang dibimbing Beliau ini adalah meditasi tergampang sekaligus tersulit. Gampang karena boleh ngapa-ngapain saja tanpa ada yang menegur, namun sebaliknya karena kontrolnya ada di dalam diri, bukandikondisikan, maka kita perlu untuk selalu sadar, elinglan waspodo juga tidak membandingkan diri dengan sahabat lain yang berbicara dan bersandar.Seperti sewaktu kita kecil ada banyak peraturan yang diberikan oleh guru dan orangtua kita, untuk membereskan makanan dan mainan yang tercecer, belajar dan mengerjakan PR, mengucap salam, menggosok gigi, mencuci tangan dan ratusan lainnya, namun semakin bertumbuhnya diri, semakin sedikit aturan secara verbal terucap, kita semakin sadar apapun yang kita lakukan mempunyai konsekwensi pada diri ini.Kita semua adalah anak yang sedang bertumbuh dengan segala pernak pernik masalah yang mengangkat dan menjatuhkan, membekukan serta melarutkan, tapi semuanya itu diperlukan untuk menjadikan kita sebagai manusia dewasa yang selalu sadar akan konsekwensi yang terjadi, bukan hanya yang diluar melainkan yang utama yaitu yang ada di dalam._/|\_
Kamis, 23 Juni 2016
.:: WASPADAKAH ? PENYAKIT BATIN MEDSOS ::.
Arif Rh Di semua media sosial sebagai contoh di facebook, salah satu "penyakit bathin" yang bisa merasuk, adalah mabuk pujian dan kecanduan persetujuan ... Dan tanpa disadari, menjadi melekat dengan jumlah like, melekat dengan jumlah followers, bangga dengan jumlah share dan sebagainya ... Mereka yang terkena "penyakit bathin" ini biasanya menjadi takut tidak disukai orang ... Menjadi takut tidak disetujui orang ... Sehingga selalu berupaya menghindari membuat postingan yang beresiko tidak disukai dan tidak disetujui orang ... Obatnya biar sembuh? ... Beranilah sedikit, nakallah sedikit, dalam membuat postingan ... Niscaya engkau akan sembuh ... Atau setidaknya, saat dihujat, diserang, dikomentari kasar, akan terdeteksi, apakah seseorang mengalami "penyakit bathin" yang diuraikan di atas atau tidak ... Di facebook ini, apakah ada ketakutan tidak disukai orang? ... Ketakutan ditinggalkan followers ... Ada kekuatiran jumlah like menurun? ... Waspadai ... Barangkali itu adalah tanda-tanda ada yang salah di dalam dirimu ... Itu tadi obatnya ... Nakallah sedikit, beranilah sedikit, liarlah sedikit dalam membuat postingan ...
Rabu, 22 Juni 2016
.:: KALAU PUNYA MASALAH, BANTULAH ORANG LAIN ::.
Gobind Vashdev KALAU PUNYA MASALAH, BANTULAH ORANG LAIN Entah mengapa sebuah kalimat yang saya dengar di radio sewaktu saya masih di SD atau SMP masih menggumpal dikepala ini, kurang labih begini "menurut seorang psikolog, jika kita punya masalah, cobalah membantu sahabat atau orang lain yang sedarng dirunding masalah", kemudian lanjut penyiar itu "Bila kita mau menyempatkan menolong orang lain maka biasanya kita akan menemukan jalan keluar dari masalah diri ini" Sejak saat itu, diri yang merasa penuh dengan masalah ini, 'mencari' orang yang bermasalah dan mencoba untuk melakukan sesuatu, dan memang berkali-kali saya menemukan solusi atau paling tidak sebuah kelegaan. Ini memang terlihat paradoks, dulu saya berpikirnya keluar, yang kurang lebih seperti ini, "masa ketika kepala sakit-sakitnya malah mijitin orang lain",atau "masa kantong lagi kering-keringnya malah minjemin uang" namun semakin kita masuk lebih dalam menjelajah bathin, kita akan melihat fenomena keterbalikan ini. Pada etos Ramayana, inilah yang dilakukan Rama dalam perjalanannya ke Alengka mencari Shinta, belahan jiwanya yang diculik Rahwana. Rama membantu Sugriwa untuk mendapatkan istrinya yang diambil paksa oleh kakak kembarnya Subali. Prinsip paradoks inilah yang membawa saya melakukan olahraga/ yoga selagi perut di puncak keroncongan menjelang maghrib selama bulan Ramadhan ini. perlu diingat, olaraga atau Yoga di sini bukan dimaksudkan untuk mengalihkan rasa lapar, sebaliknya saya merasakan dan mendengarkan lambung yang berteriak minta makan serta tenggorokan yang minta air. inilah rahasianya, kita perlu mendekap sampai rasa yang sebelumnya tidak nyaman, yang hadir karena penolakan kita, menjadi teman yang tidak menggangu. Kita masih tetap merasakan lapar dan haus namun semuanya itu tidak membuat kita menderita. sama halnya dengan semua kekacauan pikiran atau bathin kita, duduklah dengan kekacauan itu, duduk dan selami dan dengan sabar sadari semuanya itu, bahkan kita tidak perlu memikirkan solusi, beri kepercayaan pada kesadaran bukan logika untuk memimpin dirimu. Kalimat Khalil Gibran "Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan"perlu ditambahkan sebuah syarat, syarat itu adalah kita perlu merawat goresan yang ada, bukan membiarkan, mengalihkan atau tidak dirasakan, sebaliknya kita perlu merasakan bahkan merayakan kehancuran hati seperti yang ditulis oleh Chin Ning Chu di bawah ini. Berbahagialah dan rayakan setiap kali hati anda hancur. Hanya saat hati anda hancur, cahaya depat masuk. Baru setelah anda merasakan dukanya penderitaan anda dapat tahu bagaimana orang lain menderita. Inilah tempat anda memahami empati. Inilah saatnya orang lain dapat melihat ke dalam mata anda, jendela jiwa dan melihat bentuk, kearifan, rasa kasih dan pemurnian kembali. Setelah merasakan kehancuran hati, anda akan menjadi lebih cantik dan menarik bagi dunia. _/|\_
Minggu, 19 Juni 2016
.:: HAL KECIL ADALAH HAL BESAR ::.
Kamis, 16 Juni 2016
.:: KENAPA MASIH SAJA GUNDAH ? ::.
Minggu, 05 Juni 2016
.:: SABAR ITU....::.
SATU LAGI TENTANG SABAR
Setiap posting atau berbicara kesabaran, selalu ada
yang berkata,
"kita manusia Pak, jadi namanya sabar kan ada
batasannya", "ngga bisa kita terus-terusan sabar
kan?" atau "kalau kita selalu sabar, nanti lama-lama
kita sendiri yang kecapekan."
Bila seseorang mau marah dan kemudian orang tersebut
bisa menahan emosi yang akan meledak tersebut, kita
sering menyebutnya sebagai orang sabar.
kata "sabar" sangat jauh dari arti menahan amarah,
seseorang yang sabar mempunyai mekanisme dalam
dirinya dimana gesekan ego yang menimbulkan api
kemarahan tidak terjadi.
Sebaliknya kata "Sabar" dan "Sadar" sangatlah
berdekatan, hanya manusia sedang sadar yang bisa
bersabar.
mereka-mereka yang menyadari gerak pikiran, mereka
yang menikmati proses dan juga mereka yang hidup di
saat ini (present moment) adalah orang orang yang
sadar, mereka tidak menuntut hidup harus terjadi sesuai
dengan keinginannya, namun ia tunduk dan mengalir
dengan hasrat dari semesta.
orang yang sabar bukan orang yang sekedar menahan
ketika tekanan datang namun memanfaatkan tekanan
untuk meningkatkan kemampuannya.
Mirip seperti pepatah Tiongkok yang berbunyi "ketika
badai datang, sebagian orang membangun tembok,
sebagian lagi mendirikan kincir angin".
mereka yang menahan juga pastinya membenamkan emosi
adalah bagaikan mereka yang menanam ranjau di hatinya
sendiri, yang suatu saat bila tercolek akan meledak.
seseorang yang sabar sangat menyadari bahwa
kemarahan tidak terjadi karena sebab dari luar,
kemarahan timbul 100% karena sebab dari dalam.
dengan kata lain tidak ada seorangpun atau kondisi
apapun yang mampu membuat seseorang marah, semua
kemarahan terjadi karena kita ingin dan bahkan
memaksakan kondisi tertentu, dan kita semua tahu
bahwa keinginan sumbernya dari dalam.
Disini bukan saya mengatakan kita tidak boleh
berkeinginan, kalau saya tidak punya keinginan maka
tidak mungkin tulisan status fb ini ada. Keinginan
adalah hal yang wajar dan alami, namun yang menjadi
tantangan adalah apakah kita mampu untuk tidak
melekat pada keinginan tersebut? Dengan kata lain
mampukah kita ikhlas menerima kejadian yang berbeda
bahkan bertolak belakang dari apa yang kita harapkan?
jika seseorang memahami pikirannya, tidak hanya
sekedar tahu atau mengerti secara intelektual, maka
orang tersebut juga akan mampu mengerti apa yang
terjadi disekitarnya. orang-orang ini tidak memerlukan
usaha mati-matian merubah hal diluar, ia hanya fokus
dan fokus untuk merubah didalam.
Ketika didalam beres maka tidak ada satu halpun diluar
yang bisa membuat kita marah, sebaliknya tatkala di
dalam kacaubalau maka apapaun yang terjadi diluar
akan terlihat amburadul.
Dibandingkan dengan diluar, memahami apa yang didalam
tentu jauh lebih sulit, karena kita tidak terbiasa melihat
kedalam, apalagi memahami tentang kesabaran. untuk
menjadi ahli sabar syarat utamanya adalah kita harus
memahami semua hal lainnya, dengan arti lain kita harus
sabar meniti satu-persatu bagian dalam diri.
kita bisa melihat sebuah simbolik sempurna didalam
Islam dimana Asma-Ul Husna atau 99 Nama Allah
yang dilambangkan dengan 99 butir yang membentuk
tasbih.
Kesabaran (As Shabuur) berada di paling akhir, yang
saya artikan bahwa untuk mencapainya kita perlu
perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran untuk
melewati 98 lainnya.
dan satu lagi bahwa setelah As Shabuur, butir
selanjutnya kembali bertemu dengan yang pertama Ar
Rahman (Maha Pengasih). Sabar dan kasih sangatlah
berdekatan, maka itu tidak salah kalau ada pepatah
yang berbunyi bahwa "orang sabar itu dikasihi Tuhan."
_/|\_
Jumat, 20 Mei 2016
.:: DOA DAN TRAFFIC LIGHT ::.
Bisa kebayang gak, kalau di perempatan, lampu traffic
light-nya, nyala ijonya bersamaan di ke empat jalur? ...
Bisa berantakan dan mengakibatkan kecelakaan ... Jadi
kudu antri khan? ... Kalau ada yang giliran ijo ... Yang
lain kudu merah ... Dan seterusnya ...
Sama halnya dengan harapan dan do'a ... Kalau harapan
dan do'a kita semua, dikabulkan bersamaan, bisa jadi
malah rusak kehidupan ini ... Anda maunya A+ ... Si X
maunya A- ... Hal yang dimaui, obyeknya sama (yaitu
A), waktunya juga sama ... Bisa kebayang kalau
dikabulkan semua ... Bubrah ...
Saat kita egois, kita tidak perduli perihal keseimbangan
kehidupan ini ... Saat kesadaran kita sudah tinggi ...
Penglihatan batin kita meluas ... Dan menyadari bahwa,
kadang, pengabulan harapan dan do'a pun, ada
semacam antrian ... Ada semacam lampu traffic light,
yang tidak boleh nyala hijau bersamaan ...
Orang yang sadar dan bijaksana, dalam berlalu lintas ...
Saat dia di perempatan "dapat" lampu merah ... Dia
tidak merasa tujuannya dihambat dan tidak merasa
diperlambat ... Dia menyadari, bahwa dia sedang
memberikan kesempatan pada orang lain, untuk menuju
tujuannya lebih dahulu, dengan lancar dan selamat ...
Dia tidak iri dan dengki melihat orang lain lampunya
nyala ijo lebih dahulu ...
Demikian pula ... Orang yang sadar dan bijaksana dalam
menjalani kehidupan ... Saat harapan dan do'anya tidak,
atau belom dikabulkan ... Belum juga jadi nyata ... Dia
sadar, bahwa dia sedang dilibatkan oleh-NYA, dalam
mekanisme proses pengabulan do'a dan harapan orang
lain ...
.:: SANG MAHA PERENCANA ::.
Tidak disangka, meskipun kemaren adalah hari rabu,
jalur menuju puncak Bogor macet, sehingga diterapkan
sistem buka tutup ... Padahal bukan weekend ya? ...
Why? ... Oh, kami baru "ngeh", ini adalah zona waktu
usai ujian sekolah ... Jadi banyak orang piknik ...
Akibatnya, antrian kendaraan "mengular" ... Tim
penjemput saya menuju lokasi acara kementrian
keuangan, mengubah rencananya, yang tadinya melewati
jalur A, B, C, menjadi lewat "jalan tikus" ... Karena
keputusan itu, saya tidak terlambat sampai di lokasi ...
Seandainya mereka tetep "keras kepala" pada rencana
mereka, kami malah stuck dalam kemacetan ...
Banyak di antara kita, dalam hidup ini, punya rencana
... Dan, salah satu hal paling tidak meng-enakkan bagi
setiap penyusun rencana adalah, ketika alurnya berbelok
dari rencananya ... Gimana ini? ... Mengapa tidak
sesuai rencana? ... Berbagai prasangka pun bermunculan
... Karena, berbelok dari rencana, artinya adalah
segudang ketidakpastian ...
Dzat yang Mengatur Kehidupan ini, adalah Maha
Perencana ... Tapi, banyak orang yang lupa, bahwa
Sang Maha Pengatur Kehidupan ini, adalah juga dzat
yang "Maha Fleksible" ... Saat membuat rencana, kita
kadang tidak tahu, bila di depan sana, di jarak yang
tidak kita ketahui, ada titik-titik kemacetan ... Sang
Pengatur Kehidupan pun, membelokkan kita, dikeluarkan
secara paksa dari jalur rencana, dan dimasukkan ke
jalur alternatif ...
Dan tahu sendiri lah ... Yang namanya jalur alternatif,
umumnya jalannya sempit, jelek, berlobang sana sini,
bahkan tidak beraspal ... Boro-boro nyaman ... Lha
wong "pating gronjal", gimana bisa nyaman? ... Tapi,
dengan melalui jalur "tidak enak itu", justru kita sampai
lebih cepat di tujuan ... Serta terbebaskan, dari situasi
kemacetan, yang menguras tenaga dan batas kesabaran
...
Apakah ada di antara anda, yang sedang mengalami,
segala sesuatu seolah meleset dari rencana anda? ...
Dimana dalam "peta rencana", semuanya terlihat mulus,
lancar ... Dan realitanya, anda dipaksa masuk ke "jalur
alternatif" yang perjalanannya sangat tidak enak? ...
Berprasangkalah baik kepada-NYA ... Karena, siapa
tahu, semua kejadian itu, adalah dalam rangka agar
anda, sampai tujuan lebih cepat, dihindarkan dari
kemacetan yang memperlambat perjalanan anda ...
Janganlah terlalu kaku dalam hidup, karena beberapa
benda yang terlalu kaku, justru mudah dipatahkan,
mudah dihancurkan ... JADILAH LENTUR ... BE
FLEXIBLE ...
Selasa, 17 Mei 2016
.:: KETIKA MENDIDIK ANAK ADALAH DILEMA ::.
MENDIDIK ANAK ADALAH DILEMA
"Pak, anak saya itu malas sekali, teknik apa yang perlu
saya lakukan agar dia rajin?"
"Pak, anak saya itu susah sekali dibilangi, trus gimana
dong supaya dia bisa nurut?"
"Pusing saya pak, tolong bapak aja yang nasehatin dia
,siapa tau bisa berubah?"
Hampir semua orang tua pingin anaknya berubah karena
melihat atau merasa ada yang salah di anaknya dan
menariknya hampir tidak ada orangtua yang merasa
bahwa ada yang salah dalam caranya melihat anak
tersebut.
Terus terang saya mendambakan orangtua datang dengan
pertanyaan seperti
"Pak bagaimana saya bisa menguasai diri saya ketika
saya berhubungan dengan anak saya?"
atau "saya sadar bahwa ada kemarahan dan ketakutan
yang besar dalam diri saya dalam mendidik anak saya,
apakah bapak punya saran untuk saya?"
kita yang berjuluk manusia dewasa, bertitel orangtua
adalah insan yang penuh luka, penuh trauma, ada begitu
banyak kebencian, kemarahan, iri, dengki, gelisah, cemas
,takut dan ratusan lainnya.
Pada tubuh yang berat ini dengan percaya diri kita
berani memberi label bahwa "salah satu tugas saya
adalah 'mendidik' anak"
Bagi saya kata 'mendidik anak' adalah dilema besar.
Bagaimana kita dengan pikiran yang sudah terkotak-
kotak, penuh penghakiman, rasis, gender berani mendidik
seseorang yang hadir dengan kemampuan melihat apa
adanya?
Ya memang kita lebih pintar dalam calistung, kita
mampu mendelegasikan, berkomunikasi, memanjat,
mengetik, naik motor dan jutaan hal lainnya namun
sadarkah kita bahwa semua kemampuan yang kita
pelajari adalah berujung pada sebuah kata yang kita
ingin capai yaitu bahagia, sementara anak yang kita
ingin didik kualitas bahagianya jauh diatas kita.
Bagaikan tangan kotor ingin membersihkan tangan yang
steril
Pikiran ruwet vs pikiran polos
Hati semrawut vs hati sempurna
Anak-anak hadir dengan kebijaksanaan jauh, sekali lagi
jauh lebih tinggi daripada kita sementara ego kita tidak
terima, ia ingin tampil dan terlihat lebih hebat, lebih
tinggi, lebih berpengalaman, lebih bisa dan lebih-lebih
yang lain.
sampai kapankah kita ingin mengontrol, menguasai
mencekoki Guru besar dalam raga kecil yang hadir untuk
menyadarkan kita ini?
Lihatlah ia, hanya lihat ... hanya Lihat .. tanpa
meletakan apapun, seperti yang pernah ia lakukan ketika
ia melihatmu untuk pertama kalinya,
Lihatlah apa adanya ... dan engkau tak mungkin salah
_/|\_
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Saya pernah dengar gosip bahwa sekarang ada metode Kristenisasi dengan meniru-niru agama Islam. Tapi rupanya gosip itu berasal dari orang ya...
-
Arif RH, Dulu banget, saat memberikan pelatihan, saya sering menggunakan game flash di laptop ... Gamenya game kartu ... Ini game jadul bang...