Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Januari 2018

MEMAHAMI POHON KEHIDUPAN DAN POHON KEMATIAN

Kalau konflik itu bukan diakari oleh sentimen dan kepercayaan agama, maka tidak mungkin menjadi begitu kompleks dan berlarut-larut seperti ini.
Karena alasan bahwa itu sengketa tanah / wilayah , adalah sebuah kedustaan atau penutupan belaka dari hal yang sebenarnya, yaitu : memusnahkan yahudi seperti diperintahkan dalam al quran. Dan utk itu maka segala macam penghalalan cara digunakan, gali dusta tutup dusta tak berkesudahan.
Seandainya pihak-pihak adalah berpijak pada kejujuran dan fakta, maka rekonsiliasi sebetulnya bukan hal yg sulit. Tapi justru tepat pada faktor inilah sebagai sebuah hal yg tidak pernah terjadi. Dusta demi dusta diluncurkan untuk menghasut dan merekrut lebih banyak orang dari daerah lain, sehingga akhirnya konflik meluas menjadi issue dunia.
Bisa menyanggah pernyataan ini dengan argumen dan bukan dengan hasutan / tuduhan / caci maki?
Wong Pethok : Sebenarnya setiap manusia itu bisa menilai mana yg baik dan mana yg buruk, asalkan mau mengosongkan diri/ netral/ tdk berpihak barulah bisa menilai dg benar, tdk mendahulukan ego.
Yohanes Johan Cahyadi : *tetap sadar diri untuk tetap menjadi penonton, dan bukan bidak catur....
Kristian Hartino : persoalan beragama di bumi ini bukan siapa yg mulai duluan bikin keonaran/chaos di bumi. Chaos (Iblis dan pekerjaannya) sudah ada sejak manusia belum berdosa.
Jadi persoalannya mengapa manusia mau diajak chaos oleh Sang Chaos (Iblis). Hingga kini, ya persoalannya itu2 aja. Semakin kita berbuat mencari manusia/bangsa/agama penyebab chaos lalu membela agama sendiri (bukan Tuhan).. maka diri kita semakin masuk ke dalam pusaran chaos yg dikerjakan Sang Penuduh.

Danz Suchamda : 
Bisakah anda melihat pola iblis ini (ingatlah lagi kisah tentang bagaimana kejatuhan malaikat yg kemudian disebut iblis itu) :

SEMAKIN INGIN MENJADI BENAR, AKAN SEMAKIN JAUH DARI KEBENARAN TUHAN.
Karena malaikat itu jatuh karena ingin dibenarkan.
Maka jangan pikir asal modal INGIN benar atau MERASA benar lalu serta merta sudah benar di hadapan Tuhan.
Jadi jelas bahwa langkah menuju Tuhan adalah dengan memakan buah Pohon Kehidupan....alias memahami realitas/ kasunyatan.....ngerti sangkan paraning dumadi. Dan itu artinya adalah gemblengan melalui proses matangnya buah Pohon Kehidupan itu sendiri. Yang mana artinya adalah melalui proses naik dan turun, salah dan benar, jatuh dan bangun, keliru dan mengoreksi diri.
Oleh karena itu, langkah menuju Tuhan melalui koreksi diri sudah jelas ada di semua agama-agama , yaitu :
1. Menyelidiki segala hal ihwalnya dengan seksama dan jujur. Dengan cara komunikasi, menyimak dan understanding (pengertian).
Anda boleh mendebat, tidak setuju, dan mempertanyakan segala sesuatunya........tapi itu berbeda dengan menghasut, mengingkari, memutar-balik, berdusta atau caci maki mengancam-ancam.
2. Mengakui kesalahan
3. Melihat dan memahami kesalahannya dimana yang dipandu oleh pengertian benar.
4. Menyesal
5. Mengubah sikap

Apakah anda punya konsep pertobatan versi lain yang berseberangan dengan 5 point di atas wahai saudaraku umat agama-agama, khususnya muslim?
Kalau iya, katakanlah.

Inilah kasunyatan yang saya ajak saudara2 semua untuk menyelami lebih mendalam, karena sifatnya yang sangat halus dan elusive (apa bhs indonya?).....'tidak dapat digenggam"?
Hidup itu mengalir, sedangkan mati itu diam kaku.
Maka kalau saudara menggenggam 'kebenaran' sebetulnya sudah menuju kematian. Karena hanya sesuatu yang mati yg dapat anda genggam semaunya. Karena barangsiapa ingin menuju Hidup, ia harus menemukan Pohon Kehidupan, yang artinya adalah segala fenomena perubahan, pertumbuhan, percabangan, mekar dan berbuahnya realitas ini. Itulah yg disebut DHARMA. Sedangkan bila mengingkari realitas, menggenggam yang mati / beku karena ego ingin demikian, maka disebut Adharma.

Wong Pethok : //Jgan menjudge org lain kafir, syirik dan masuk neraka krn tdk seagama. Dg begitu yg menghukumi tdk sadar klo dirinya sudah mendua, syirik, krn itu sebenarnya adalah hak Allah.//
Danz Suchamda : 
Betul !
Manakala berpikir bahwa ada pihak lain selain dari Tuhan yang menciptakan fenomena kafir, syirik dsb...senyatanya dia TELAH MENDUAKAN TUHAN. Berpikir bahwa ada pihak lain sebagai sumber hal-hal itu. Padahal, hanya Tuhanlah sumber dari segala sesuatu fenomena yang ada , pernah ada dan akan ada di semesta ini.

Jadi.......kalau tidak terima 'tanah' itu saat ini dihuni oleh orang Yahudi. .......silakan lawanlah Tuhan yang mengizinkan hal itu terjadi.
Kalau anda hendak memusnahkan suatu kaum atau bangsa di dunia ini yang mengada atas ciptaan Tuhan.......silakan lawanlah Tuhan yang menciptakan mereka.
Kalian mampu melawan dengan apa?......... tidak lain tidak bukan hanya dengan dusta demi dusta untuk menciptakan "realitas yang lain".
Selamat! Anda sudah berdiri di seberang realitas.
Tahu kan istilah khusus yg digunakan untuk merujuk pada "Pihak di Seberang Realitas" (The Other Side / Sitra Achra)?
Baca saja tulisan2 saya sebelum ini, maka anda akan jelas.

Tolong diperhatikan....saya bukan mau mengubah agama anda. Tapi saya hanya hendak menyadarkan mereka yang mampu sadar. Dan saya tahu , jumlahnya tidak banyak.
Karena sudah pasti tetap harus digenapi apa yang sudah dinubuatkan dalam Kitab-kitab para Nabi.....bahwa harus ada pasukan dajjal yang akan berusaha melawan Tuhan. Yang menimbulkan peperangan, dan kekacauan di atas muka bumi ini pada akhir jaman.
Oleh karena itu, ini hanyalah sekedar wacana pertimbangan belaka bagi anda untuk membuat pilihan. Ingat, sekedar wacana membuka wawasan. Tapi untuk selanjutnya terserah anda.
Saya tidak peduli apa pun pilihan anda. Karena itu bukan urusanku, manusia, tapi urusanmu sendiri dengan Tuhan Sang Pemilik Realitas.

Maaf, mohon jangan keliru mengartikan ini secara negatif. Bukankah sebagai saudara sebangsa yang memiliki itikad baik kepada saudaranya harus saling ingat mengingatkan supaya saudaranya tidak terjatuh dalam kesengsaraan?
Semoga anda tidak membuat pilihan yang keliru.

Rahayu! 


Source : Danz Suchamda

Kamis, 16 November 2017

PENJELASAN SEDERHANA KOMUNISME

Hasanudin Abdurakhman
Menjelaskan Komunisme pada Anak
“Ayah, komunisme itu apa sih?” tanya Ghifari, anak saya yang sekolah di SMP kelas 1.
“Kamu sedang belajar soal itu di sekolah?”
“Nggak sih, pengen tahu aja. Kata temenku, komunis itu nggak bertuhan.”
“Wah, salah itu. Yang nggak bertuhan itu ateis, bukan komunis. Komunis itu aliran pemikiran ekonomi dan politik. Tidak ada hubungan dengan agama dan Tuhan. Hal penting yang harus kamu ingat, ada banyak orang ateis yang tidak komunis. Mereka kapitalis. Sebaliknya, banyak orang komunis yang tidak ateis. Yang muslim aja banyak kok.”
“Oya? Ada komunis yang muslim?”
“Iya. Dulu pemimpin Partai Komunis Indonesia banyak yang muslim kok. Aidit itu muslim. Setidaknya ia berasal dari keluarga muslim. Entah setelah dia jadi pemimpin PKI, dia masih muslim atau tidak. Di Arab juga ada partai komunis.”
Lalu saya ceritakan sejarahnya.
“Dulu manusia bekerja dengan alat-alat sedehana, menghasilkan barang dalam jumlah sedikit. Maka kalau ada perusahaan membuat barang, hasilnya sedikit saja. Karena itu perusahaan tidak ada yang besar. “
“Pada abad XVII James Watt, kamu pernah dengar?”
“Iya, yang bikin mesin uap itu ya?”
“Iya, dia menciptakan mesin uap, yang kemudian dipakai di pabrik-pabrik. Dengan bantuan mesin ini, pekerjaan menjadi lebih cepat. Ini memicu penciptaan berbagai jenis mesin lain. Kerja di pabrik jadi lebih cepat, dan dihasilkan lebih banyak barang. Maka perusahaan-perusahaan membesar dengan cepat. Ini yang disebut Revolusi Industri.”
“Karena Revolusi Industri, orang-orang jadi giat mengumpulkan uang untuk modal, dan mendirikan perusahaan. Maka tumbuhlah berbagai jenis perusahaan. Tidak hanya industri, tapi juga perusahaan perdagangan. Mekanisme kerjanya banyak memakai gagasan Adam Smith. Tumbuh kembangnya perusahaan, mengumpulkan modal untuk mendirikan perusahaan, ini yang disebut kapitalisme. Kapital itu artinya modal. Para pemilik modal disebut kapitalis.”
“Kapitalisme memicu pertumbuhan ekonomi yang cepat. Industri berkembang pesat. Pemilik modal mendirikan banyak perusahaan. Yang tidak punya modal bekerja pada mereka. Tahu nggak, sebagai apa?”
“Sebagai buruh. “
“Betul. Nah, para kapitalis ini banyak yang tamak. Mereka ingin dapat keuntungan besar, dengan cara memeras para buruh. Para buruh dibayar dengan sangat murah.”
“Waduh.”
“Ya, akibatnya, terjadilah kesenjangan. Kaum kapitalis menjadi sangat kaya, buruh yang diperas sangat miskin.”
“Nggak adil, dong.”
“Memang. Maka kemudian muncul seorang pemikir Jerman bernama Karl Mark. Ia mengritik sistem kapitalisme melalui buku berjudul Das Kapital. Artinya The Kapital. Ia mengritik kapitalisme.”
“Gagasan Karl Mark adalah menciptakan sistem yang adil bago kaum buruh, yang dia sebut proletar. Kaum proletar harus menguasai alat produksi, yaitu peralatan yang dipakai untuk bekerja. Mereka punya mesin, dan menghasilkan barang dengan mesin itu. Sederhananya, mereka ikut memiliki perusahaan. Ia ingin ada pemerataan, bukan kesenjangan. Bagus nggak menurut kamu?”
“Bagus, dong.”
“Iya, tujuannya bagus. Tapi pelaksanaannya berbeda. Marx mengusulkan agar perusahaan tidak dimilki oleh perorangan, tapi dikelola oleh negara. Tidak boleh ada swasta. Semua urusan diserahkan kepada negara. Hasilnya dibagikan ke rakyat.”
“Berdasarkan gagasan ini di Rusia terjadilah revolusi, yang kemudian menghasilkan negara komunis. Kelak negara ini berkembang menjadi Uni Sovyet, gabungan dari sejumlah negara di sekitar Rusia. Lalu banyak negara Eropa Timur yang menjadi komunis.”
“Di satu sisi banyak negara seperti Amerika, Inggris, Perancis, dan lain-lain berkembang sebagai negara kapitalis. Maka dunia terbelah dua, yaitu blok komunis dan kapitalis. Ada negara yang terbelah dua pula, seperti Jerman, jadi Jerman Barat dan Jerman Timur. Vietnam terbelah antara selatan dan utara. Demikian pula Yaman.”
“Negara-negara komunis sayangnya tidak berjalan dengan baik. Segala sesuatu yang diatur pemerintah ternyata tidak memicu pertumbuhan yang baik. Itu ditambah lagi dengan masalah korupsi. Pemerintah komunis umumnya diktator.”
“Diktator itu apa?”
“Mereka memerintah semaunya, suka-suka sendiri. Akibatnya, banyak korupsi. Alih-alih membuat pemerataan, malah menimbulkan kesenjangan. Kini kesenjangannya antara elit pemerintah dengan rakyat biasa.”
“Karena keadaan itu, akhirnya komunisme gagal. Uni Sovyet bubar di tahun 90-an. Diikuti dengan berubahnya negara-negara komunis Eropa Timur. Yang bertahan hanya beberapa, yaitu Cina, Korea Utara, Cuba, dan Vietnam.”
“Jadi, komunis itu sudah nggak ada?”
“Ada. Tapi sudah banyak berubah. Di Cina sekarang banyak perusahaan swasta yang besar. Ini bisa kita sebut modified communism, komunisme yang dimodifikasi.”
“Tidak cuma komunisme yang berubah. Kapitalisme juga. Pemerintah kapitalis juga mengubah sistem, agar lebih merata. Para kapitalis diatur agar tidak seenaknya. Mereka dipajaki tinggi, tanahnya dirampas negara, dipakai untuk kebutuhan bersama melalaui program land reform. Ini yang kemudian dikenal dengan welfare state, atau negara kesejahteran.”
“Jadi sekarang tidak ada lagi komunis murni, juga tidak ada kapitalis murni.”
“Di Indonesia gimana?”
“Dulu ada Partai Komunis Indonesia atau PKI, didirikan di zaman Belanda, berjuang untuk kemerdekaan.”
“Oh, PKI itu juga berjuang?”
“Iya. Mereka pernah memberontak pada Belanda tahun 1927.”
“Lalu kenapa jadi jelek?”
“Itu sisi persaingan politik. Tahun 1948 ada konflik, yang sebenarnya di dalam tubuh militer. Terjadilah peristiwa saling bunuh. Yang PKI dan bukan PKI berkonflik. Tahun 1965 juga begitu. Itu disebut pemberontakan, tapi ada juga yang menyebutnya sebagai konflik internal di kalangan militer. Karena peristiwa itu PKI kemudian dilarang, dan dianggap jelek.”
“Beberapa hal penting yang harus kamu ingat, komunis itu bukan ateis. Ia mazhab pemikiran ekonomi politik.”
“Tapi kenapa disebut ateis?”
“Itu karena ada pernyataan Marx yang menyebut agama itu candu. Maksudnya adalah agama, yang terlalu fokus pada akhirat, sering membuat orang lalai, dalam hal ini kaum proletar, dalam memperjuangkan nasibnya. Itu bukan ajaran untuk memusuhi agama. Sebuah peringatan saja.”

Sumber : https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10214213179224215&id=1256756257&refid=28&_ft_=qid.6488993710575923912%3Amf_story_key.5103853125067621775%3Atop_level_post_id.1770899963210644&__tn__=%2AsH-R

Selasa, 31 Oktober 2017

Penemuan Pemakaman Filistin Memecahkan Misteri Alkitabiah

Penemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel selatan akhirnya bisa mengungkapkan asal-usul salah satu penjahat Alkitab Ibrani terbesar.
Sebuah penemuan yang tak tertandingi di pantai selatan Israel memungkinkan para arkeolog untuk akhirnya mengungkap asal-usul salah satu orang yang paling terkenal dan misterius dalam Alkitab Ibrani: orang
Filistin .
Penemuan sebuah pemakaman besar di luar tembok Ashkelon kuno, sebuah kota besar orang Filistin antara abad ke-12 dan ke-7 SM, adalah yang pertama dari jenisnya dalam sejarah penyelidikan arkeologi di wilayah tersebut. ( Baca lebih lanjut tentang Ashkelon kuno .)
Sementara lebih dari satu abad beasiswa telah mengidentifikasi lima kota besar orang Filistin dan artefak yang berbeda dengan budaya mereka, hanya sedikit penguburan yang telah diidentifikasi sementara.
Sederhananya, arkeolog telah menemukan banyak pot, tapi sangat sedikit orang.
Sebuah pemakaman orang dewasa di pemakaman Ashkelon memiliki sebuah juglet kecil, yang kemungkinan besar pernah memegang parfum. Juglet ditempatkan di dekat hidung almarhum pada saat interment.
FOTO OLEH TSAFRIR ABAYOV UNTUK EKSPEDISI LEON LEVY KE ASHKELON
Kini, ditemukannya sebuah pemakaman yang berisi lebih dari 211 individu dan berasal dari abad 11 sampai 8 SM, akan memberi para arkeolog kesempatan untuk menjawab pertanyaan kritis mengenai asal usul orang Filistin dan bagaimana mereka akhirnya berasimilasi ke dalam budaya lokal.
Sampai penemuan ini, tidak adanya pemakaman semacam itu di pusat-pusat Filistin telah membuat para peneliti memahami praktik pemakaman mereka-dan sebaliknya, asal-usul mereka- "seakurat mitologi tentang George Washington yang menebang pohon ceri," kata Lawrence Stager , seorang profesor arkeologi emeritus di Universitas Harvard, yang memimpin Leon Levy Expedition to Ashkelon sejak 1985.
"Pencarian [untuk sebuah pemakaman] menjadi sangat nekat sehingga para arkeolog yang mempelajari orang-orang Filistin mulai bercanda bahwa mereka dikuburkan di laut seperti Viking - itulah mengapa Anda tidak dapat menemukannya," jelas Assaf Yasur-Landau , seorang arkeolog di Haifa Universitas dan co-direktur proyek Tel Kabri .
PENJAHAT ALKITAB DAN PELAHAP BABI
Orang Filistin termasuk penjahat paling terkenal dari Alkitab Ibrani. Kelompok "yang tidak disunat " ini mengendalikan wilayah pesisir Israel selatan modern dan Jalur Gaza dan berperang dengan tetangga Israel mereka - bahkan merebut Tabut Perjanjian untuk sementara waktu. Di antara barisan mereka adalah Delilah yang licik, yang merampas kekuatan Simson dengan memotong rambutnya, dan raksasa Goliat, yang membuat tentara Raja Saul bergetar di tenda mereka sampai seorang pemuda bernama David menurunkannya dengan sebuah katapel. (Pelajari bagaimana makam Kristus berisiko mengalami bencana. )
Dalam catatan arkeologi, orang-orang Filistin pertama kali muncul pada awal abad ke-12 SM Kedatangan mereka ditandai oleh artefak yang menjadi milik Stager yang menyebut "budaya yang sangat berbeda" dari populasi lokal lainnya pada saat itu. Ini termasuk tembikar dengan kesejajaran dekat dengan dunia Yunani kuno, penggunaan Laut Aegea - bukan naskah Semit, dan konsumsi daging babi (dan juga anjing sesekali). Beberapa bagian dalam Alkitab Ibrani menggambarkan orang-orang yang datang dari "Tanah Kaftor," atau Kreta modern.
SAMBUNGAN KE MARAUDER MARITIM?
Banyak periset juga mengikat kehadiran orang Filistin dengan eksploitasi
Masyarakat Laut , sebuah konfederasi misterius suku-suku yang tampaknya telah menimbulkan malapetaka di Mediterania timur pada akhir Zaman Perunggu Akhir, pada abad ke-13 dan 12 SM Suatu kelegaan di kuil mayat firaun Ramses III menggambarkan pertempurannya melawan Masyarakat Laut sekitar tahun 1180 SM dan mencatat beberapa nama suku tersebut, di antaranya Peleset, yang dilengkapi dengan tutup kepala dan kilt khas.
ORANG DELILAH Arkeolog menemukan artefak orang Filistin.
Sekitar waktu ini, Peleset mungkin telah menetap di atau sekitar Ashkelon, yang telah menjadi pelabuhan utama Kanaan di Laut Mediterania selama berabad-abad.
Mereka juga mendirikan pemerintahan di empat kota besar lainnya - Asdod, Ekron, Gat, dan Gaza - dan wilayah ini dikenal di Alkitab Ibrani sebagai tanah Palestina, asal mula istilah modern "Palestina."
Tanah air orang-orang laut juga sulit dipahami, dan periset yang mengaitkan Peleset yang plundering dengan orang-orang Filistin menganggap bahwa temuan pemakaman tersebut dapat membantu memberikan jawaban atas misteri arkeologi tersebut. ( Baca bagaimana arkeolog menemukan 23 bangkai kapal dalam 22 hari. )
"Saya pernah ditanya, jika seseorang memberi saya satu juta dolar, apa yang akan saya lakukan," kata Eric Cline , seorang arkeolog di George Washington University, penerima beasiswa National Geographic Society , dan penulis buku terbaru tentang Sea Peoples dan akhir dari Zaman Perunggu. "Kataku, aku akan keluar dan mencari situs Sea Peoples yang menjelaskan dari mana asalnya, atau ke mana mereka berakhir."
Sekelompok Orang Laut, kemungkinan besar orang Filistin, digambarkan dalam detail ini dari sebuah relief di kuil mayat Ramses III di Luxor, Mesir. Fir'aun berjuang melawan koalisi misterius suku-suku sekitar tahun 1180 SM
FOTO OLEH GLASSHOUSE IMAGES, ALAMY
"Kedengarannya seperti [tim Ashkelon] mungkin baru saja menabrak jackpot," tambahnya.
Pakar lain percaya asal usul orang Filistin lebih rumit. Aren Maeir , seorang arkeolog di Universitas Bar-Ilan yang telah mengarahkan penggalian di kota besar Filistin Gath selama dua dekade, menganggap mereka lebih sebagai budaya "terjerat", dengan berbagai kelompok orang dari berbagai wilayah di Mediterania - termasuk bajak laut - seperti kelompok - menetap selama periode waktu tertentu dengan penduduk Kanaan setempat.
"Menemukan pemakaman Filistin itu fantastis karena ada begitu banyak pertanyaan mengenai asal usul genetik dan interkoneksi mereka dengan budaya lain," kata Assaf Yasur-Landau .
PENEMUAN YANG SANGAT TAK TERDUGA
Mayoritas bukti arkeologi dan tekstual telah menunjuk ke sebuah tanah air orang Filistin di suatu tempat di Laut Aegea, namun sampai ditemukannya pemakaman di Ashkelon tidak ada sisa-sisa manusia dari situs-situs Filistin yang tak terbantahkan bagi para periset untuk dipelajari. ( Baca "Gulungan Laut Mati Baru Menemukan May Help Detect Forgeries" )
Sementara Leon Levy Expedition telah menggali Ashkelon sejak tahun 1985, baru beberapa tahun yang lalu seorang pegawai pensiunan Otoritas Kepurbakalaan Israel mengatakan kepada tim ekspedisi yang dia ingat mengungkap pemakaman Filistin di luar tembok utara kota selama sebuah survei konstruksi di awal tahun 1980an.
Asisten direktur penggalian Adam Aja mendokumentasikan pemakaman di pemakaman Filistin pertama yang pernah ditemukan, di lokasi Ashkelon di Israel selatan.
FOTO OLEH TSAFRIR ABAYOV UNTUK EKSPEDISI LEON LEVY KE ASHKELON
Pada musim penggalian 2013, para arkeolog memutuskan untuk menggali beberapa lubang uji di area sekitar dinding dan terus berjalan tanpa apa-apa. Pada akhir hari terakhir penggalian, dengan 30 menit tersisa sampai operator backhoe mengumumkan bahwa dia akan pergi, Adam Aja, asisten kurator di Museum Semit Harvard dan asisten direktur penggalian, mendapati dirinya menatap sebuah lubang kosong berukuran kira-kira 10 kaki (kaki) tiga meter) dalam. Dengan frustrasi, dia berkeras agar penggalian berlanjut sampai mereka mencapai batuan dasar.
Sebagai gantinya, mereka memukul apa yang tampak seperti pecahan tulang. Aja diturunkan ke dalam lubang di ember backhoe untuk diselidiki, dan mengambil gigi manusia. "Ketika saya melihat gigi itu, saya tahu itulah saat dimana semua akan berubah untuk kita di sini," kenangnya.
Penyelidikan pemakaman berlanjut sampai musim penggalian terakhir proyek, yang berakhir pada 8 Juli tahun ini dengan pemulihan jumlah korban lebih dari 211 orang.
METODE PENGUBURAN YANG SANGAT BERBEDA
Penggalian tersebut mengungkapkan praktik penguburan yang sangat berbeda dengan yang terjadi pada orang Kanaan sebelumnya atau orang-orang Yudea di sekitarnya. Alih-alih meletakkan tubuh di dalam sebuah ruangan, kemudian mengumpulkan tulang-tulang itu setahun kemudian dan memindahkannya ke tempat lain (sebuah pemakaman "sekunder"), orang-orang yang dikubur di pemakaman Ashkelon dikuburkan secara terpisah di lubang atau secara kolektif di makam dan tidak pernah dipindahkan lagi. Beberapa penguburan kremasi juga diidentifikasi.
Tidak seperti orang Mesir, orang Filistin menyimpan sedikit barang kuburan dengan masing-masing individu. Ada yang dihiasi beberapa perhiasan, sementara yang lain dikubur dengan seperangkat keramik kecil atau sebuah gelas kecil yang mungkin sudah mengandung parfum.
Penguburan anak digali di Ashkelon. Beberapa anak dan bayi yang dikubur di pemakaman dikebumikan dengan penutup atau "selimut" tembikar pecah.
FOTO OLEH MELISSA AJA UNTUK EKSPEDISI LEON LEVY KE ASHKELON
Sisa-sisa dari sedikit anak yang ditemukan di pemakaman itu sengaja dikuburkan di bawah selimut "potongan tembikar yang rusak. Arkeolog mengatakan bahwa terlalu dini untuk menentukan apakah praktik penguburan ini memiliki hubungan nyata dengan budaya di Laut Aegea. ( Baca tentang petunjuk baru tentang misteri Tambang Raja Sulaiman )
Tim peneliti internasional saat ini sedang melakukan penelitian DNA, analisis isotop , dan studi jarak biologis untuk menentukan asal populasi pemakaman Ashkelon, serta hubungannya dengan kelompok lain di wilayah tersebut. Karena sebagian besar penguburan tanggal setidaknya dua abad setelah kedatangan awal orang Filistin - yang mungkin telah melibatkan generasi pertukaran budaya dan perkawinan silang - wawasan langsung ke asal asal mereka mungkin rumit.
"Dari sudut pandang kami, [penggalian] hanyalah bab pertama dari cerita ini," kata
Daniel Master , seorang profesor arkeologi di Wheaton College dan co-director Leon Levy Expedition. "Saya pernah berada di Ashkelon selama 25 tahun, dan saya kira itu baru permulaan."
DENGAN AKHIR DARI PENGGALIAN 30 TAHUN, BEBERAPA DEKADE PENELITIAN KE DEPAN
Sementara beberapa kota Filistin lainnya hancur pada akhir abad kesembilan sampai delapan SM, Ashkelon berkembang sampai kehancurannya di tangan Babel Nebukadnezar pada tahun 604 SM. Kota ini pada akhirnya dihuni oleh orang-orang Fenisia, diikuti oleh orang-orang Yunani, Romawi, Bizantium, dan Tentara Salib, dan akhirnya disingkirkan oleh Mamluk, penguasa Islam Mesir, pada 1270 M
Para arkeolog tersebut menutup tiga dekade penggalian tahun ini dengan sebuah retrospektif Ashkelon di Museum Israel yang dibuka pada 11 Juli. "Tidak mungkin ada cara yang lebih baik untuk mengakhiri penggalian ini," kata Stager, mengacu pada penemuan makam yang kebetulan. "Luar biasa."
Pemeriksaan masa depan jenazah dari pemakaman Ashkelon akan mencakup analisis isotop gigi, yang dapat mengungkapkan wilayah geografis tempat tinggal seseorang.
FOTO OLEH TSAFRIR ABAYOV UNTUK EKSPEDISI LEON LEVY KE ASHKELON
Tapi masih ada tahun-jika tidak beberapa dekade-penelitian berlanjut pada artefak dari pemakaman Filistin yang baru ditemukan dan benar-benar tak terduga di Ashkelon.
"Begitu banyak dari apa yang kita ketahui tentang orang-orang Filistin yang diceritakan oleh musuh-musuh mereka, oleh orang-orang yang memerangi mereka atau membunuh mereka," kata Guru.
"Sekarang, untuk pertama kalinya di situs seperti Ashkelon, kami benar-benar bisa menceritakan kisah mereka dengan hal-hal yang mereka tinggalkan untuk kami."

Sumber :
https://news.nationalgeographic.com/2016/07/bible-philistine-israelite-israel-ashkelon-discovery-burial-archaeology-sea-peoples/
----------------------

Siapakah orang Filistin?

Oleh Owen Jarus, Live Science Contributor | 16 Juli 2016 10:43 am ET

David vs Goliath, oleh Gebhard Fugel (1863-1939). Ini adalah cerita yang terkenal, tapi apakah David atau Goliat pernah ada - atau jika orang Israel dan orang Filistin pernah berperang - adalah hal yang diperdebatkan oleh para ilmuwan.
Kredit: domain publik
Orang-orang Filistin adalah sekelompok orang yang tiba di daerah Levant (daerah yang mencakup Israel modern, Gaza, Lebanon dan Syria) pada abad -12 SM. Mereka datang pada saat kota dan peradaban di Timur Tengah dan Yunani berada runtuh
Sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang orang Filistin berasal dari teks-teks Mesir dan Asyur serta cerita-cerita yang diceritakan dalam Alkitab Ibrani. Kitab Yosua mengklaim bahwa kota Ashkelon, Gaza, Asdod, Gat dan Ekron dikendalikan oleh orang Filistin sekitar 3.000 tahun yang lalu.
Orang-orang Filistin sendiri tidak meninggalkan teks dan, seperti itulah, banyak dari apa yang kita ketahui tentang mereka berasal dari orang-orang yang mereka temui. Teks-teks ini sering menggambarkan mereka secara negatif dan hari ini nama "orang Filistin" kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berperang atau tidak menghargai seni atau budaya.
Selain teks-teks kuno, arkeolog modern telah mencoba untuk mengidentifikasi penguburan orang Filistin dan artefak yang digunakan orang Filistin dengan menggali kota-kota yang menurut teks-teks tersebut dikuasai oleh orang Filistin. Namun apa yang dimaksud dengan artefak "Filistin" atau "pemakaman" Filistin diperdebatkan oleh para ilmuwan .
Cerita orang lain
Salah satu yang paling awal menyebutkan orang-orang Filistin dicatat oleh firaun Mesir Ramses III (masa pemerintahan sekitar tahun 1184-1153 SM) yang melibatkan mereka dalam pertempuran. Dalam sebuah papirus Ramses III membanggakan bahwa "orang-orang Filistin dijadikan abu" oleh pasukan Mesir, sebuah klaim yang oleh para ilmuwan modern diragukan.
Cerita dalam Alkitab Ibrani mengatakan bahwa orang Filistin bentrok dengan orang-orang Israel kuno berkali-kali. Salah satu pertempuran yang diduga terjadi antara pasukan orang Filistin yang dipimpin oleh orang raksasa bernama Goliat dan seorang tentara Israel yang memasukkan seorang pria bernama David yang akan kemudian menjadi
raja Israel . Dalam cerita tersebut David membunuh Goliat dengan sebuah katapel dan tentara Israel terus-menerus mengusir pasukan orang Filistin.
Apakah David atau Goliat pernah ada - atau jika serangkaian peperangan antara orang Filistin dan Israel terjadi - adalah hal yang diperdebatkan oleh para ilmuwan.
Orang-orang Filistin muncul kembali dalam teks Asiria yang berasal dari abad 8 dan 7 abad SM ketika Kekaisaran Asyur menguasai sebagian besar Timur Tengah.
Satu teks mencatat sebuah perjanjian antara penguasa Asyur Esarhaddon (sekitar tahun 681 - 669 SM) dan penguasa sebuah kota bernama Tire .
Dalam perjanjian tersebut, kendali Esarhaddon "atas tanah orang Filistin" diakui dan penguasa Tirus setuju bahwa muatan kapal-kapal yang rusak dari daerah ini adalah milik Esarhaddon. Teks-teks Assyria tidak menyebutkan dengan pasti apa "tanah orang Filistin" yang tercakup pada abad -7 SM;
Namun, teks sebelumnya, yang berpacaran dengan pemerintahan Tiglath Pileser III (pemerintahan 745-727 SM) mengatakan bahwa raja Asyur mengalami kesulitan untuk menemukan penguasa pengikut yang dapat diandalkan yang dapat mengendalikan Ashkelon (tempat yang menurut Alkitab Ibrani adalah kota orang Filistin) .
Satu teks, yang ditulis atas nama Tiglath Pileser III, mengatakan bahwa "Raja Ashkelon" bernama Sidqia "tidak tunduk pada kuk saya" dan sebagai akibatnya, Sidqia dan keluarganya dideportasi ke Asyur.
Orang-orang Filistin menghilang dari sejarah tertulis pada abad ke-6 SM ketika raja Babilonia Nebukadnezar II (memerintah sekitar tahun 605 SM - tahun 562 SM) menaklukkan daerah tersebut dan menghancurkan beberapa kota, termasuk Ashkelon.
Masalah dengan teks
Catatan tekstual orang Filistin meninggalkan ulama modern dengan sejumlah masalah. Teks-teks itu sedikit jumlahnya dan ditulis oleh orang-orang non-Filistin, yang sering memiliki pandangan negatif tentang mereka, kata Raz Kletter, seorang profesor di Universitas Helsinki yang menggali di kota kuno "Yavne" - sebuah tempat yang ditunjukkan oleh teks-teks diperintah oleh orang Filistin.
Kletter mengatakan bahwa kita tidak dapat memastikan apakah orang Filistin sendiri menganggap diri mereka "orang Filistin" atau apakah mereka mendasarkan identitas mereka lebih pada kota tempat mereka tinggal atau agama yang mereka praktikkan.
Keandalan teks yang merujuk pada mereka adalah masalah lain yang dihadapi oleh para ilmuwan.
Banyak teks kuno yang masih ada berasal dari Alkitab Ibrani. Kisah-kisah yang diceritakan dalam Alkitab Ibrani mengklaim bahwa orang Filistin sering berkonflik dengan Raja Daud, seorang penguasa yang konon menguasai sebuah kerajaan Israel yang kuat sekitar 3.000 tahun yang lalu.
Namun, penelitian oleh sejumlah arkeolog, termasuk Israel Finkelstein, seorang profesor di Universitas Tel Aviv, telah menemukan bahwa ada sedikit bukti arkeologi bahwa sebuah kerajaan Israel yang kuat dipimpin oleh seorang raja bernama David.
Yerusalem, yang seharusnya menjadi ibu kota Daud, tampaknya jarang penduduknya sekitar 3.000 tahun yang lalu, kata Finkelstein.
"Lebih dari satu abad eksplorasi arkeologi di Yerusalem - ibukota Monarki Inggris yang glamor - gagal untuk mengungkapkan bukti adanya aktivitas bangunan abad ke 10 yang signifikan," tulis Finkelstein dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2010 di buku "One God? Satu kultus?
Satu Bangsa: Perspektif Arkeologi dan Biblika "(De Gruyter, 2010).
Finkelstein mengatakan bahwa jika sebuah kerajaan Israel bersatu ada 3.000 tahun yang lalu, kemungkinan besar itu adalah sebuah entitas kecil, yang terletak di dataran tinggi - jauh dari pantai Mediterania.
Mencari orang Filistin
Selama abad yang lalu, para arkeolog telah menggali kota-kota yang oleh teks-teks kuno mengatakan bahwa orang-orang Filistin menguasai.
Selama abad -12 SM, pada saat sejumlah kota di Yunani dan Timur Tengah ambruk, sejumlah besar tembikar dan artefak dengan gaya yang serupa dengan apa yang orang gunakan di wilayah Laut Aegea mulai muncul di area yang oleh teks tersebut dikuasai oleh orang Filistin, kata Amihai Mazar, seorang arkeolog dan profesor di Universitas Ibrani di Yerusalem. Akibatnya, banyak arkeolog berpikir bahwa orang-orang Filistin datang ke Levant pada abad -12 SM, mungkin sebagai pengungsi yang mencari rumah baru. Abad -12 SM juga merupakan saat Ramses III melibatkan orang-orang Filistin dalam pertempuran, yang seharusnya mengalahkan mereka.
Namun Mazar mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu, gaya Aegean menghilang, orang-orang yang menggunakannya secara bertahap mengadopsi desain dan kebiasaan tembikar setempat.
Saat ini pertanyaan tentang apa sebenarnya yang merupakan artefak "Filistin" atau pemakaman "Filistin" adalah sesuatu yang banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan. Baru-baru ini, sebuah tim yang menggali kota Ashkelon menemukan sebuah pemakaman yang berusia sekitar 3.000 tahun yang lalu, yang mereka klaim adalah pemakaman "pemakaman" pertama yang pernah ditemukan.
Namun klaim ini diperdebatkan. Tim Kletter menemukan sebuah pemakaman di Yavne yang menurutnya berisi pemakaman Filistin. Selain itu, sebuah tim yang dipimpin oleh arkeolog Moshe Dothan yang terlambat menemukan sebuah kuburan di lokasi Azor pada tahun 1950an, yang juga mereka klaim adalah orang Filistin. Mazar juga mencatat bahwa seabad yang lalu Sir Flinders Petrie menemukan penguburan di Israel selatan yang dia klaim adalah orang Filistin.

Sumber :
https://www.livescience.com/55429-philistines.html

Rabu, 11 Oktober 2017

FENOMENA AGAMA SEKARANG

Artikel ini adalah penglihatan realita dari kacamata pribadi melihat fenoma agama - agama sekarang, sebagai wujud kontemplasi diri dan pembaca yg budhi man...

"Dulu agama menghancurkan berhala.Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya,yg penting agamanya.
Dulu orang berhenti membunuh karena agama.Sekarang orang saling membunuh karena agama.
Dulu orang saling mengasihi karena beragama.Kini orang saling membenci karena beragama.
Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu,Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu.
Lalu yg berubah apanya?
Manusia nya?
Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya.
Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja.
Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya,yg paling cerdas di antara orang2 lainnya, Sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.
Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian.
Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, krn diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus.
Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan2 agama.
Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan. Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
Esensi beragama telah dilupakan.
Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yg berbau agama telah didewa-dewakan,tak kan pernah dianggap salah,tak pernah ditolak,dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi,tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa.
Agama kini diperTuhan kan ,sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
Agama dulu memuja Tuhan.
Agama kini menghujat Tuhan.
Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang2 yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan.
Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?
Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, menghianati istri (poligami ) sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan.
Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya.
Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan ayat2 dan aturan agama."

Rahayu!

Jumat, 06 Oktober 2017

MENGENAL ISLAM & KRISTEN ORTHODOX SYIRIA

Saya pernah dengar gosip bahwa sekarang ada metode Kristenisasi dengan meniru-niru agama Islam. Tapi rupanya gosip itu berasal dari orang yang ga paham sejarah agama. Yang dimaksud sebenarnya adalah aliran Kristen Ortodoks Syria / Suriah yang sudah ada sejak abad 5 Masehi, lebih tua dari agama Islam yang lahir pada abad 6 Masehi. Jadi bukan Kristen Ortodoks yang meniru Islam bahkan malah ada sebagian kalangan yang mungkin menganggap sebaliknya.
"Shalom A'leykum..." itulah salam mereka, mirip bukan?
Itulah salam KOS (Kristen Ortodoks Syria) yang merupakan salah satu sekte aliran Kristen yang ajarannya begitu persis dengan Islam, mulai dari cara berpakaiannya yang memakai peci/kopiah, baju koko, sajadah dan juga jilbab—sekilas terlihat sama. Terlebih lagi dalam tata cara peribadatannya, ajaran ini juga mengenal sholat, namun dengan 7 waktu, yaitu:
1. Sa’atul awwal (shubuh),
2. Sa’atuts tsalis (dhuha),
3. Sa’atus sadis (Zhuhur),
4. Sa’atut tis’ah (ashar),
5. Sa’atul ghurub (maghrib),
6. Sa’atun naum (Isya’),
7. Sa’atul layl (tengah malam/tahajud).
Selain tentang shalat, KOS juga memiliki pokok-pokok syari’at yang mirip sekali dengan Islam, misalkan:
1. KOS berpuasa selama 40 hari yang disebut shaumil kabir yang mirip puasa ramadhan.
2. KOS memiliki puasa sunnah pada hari Rabu dan Jum’at yang mirip dengan Puasa Sunnah senin dan kamis.
3. KOS mewajibkan kepada jama’ahnya berzakat 10% dari penghasilan kotor (bruto).
4. Kalangan perempuan KOS juga diwajibkan untuk mengenakan jilbab dan jubbah yang menutup aurat hingga mata kaki.
5. Pengajian KOS juga sering menggunakan tikar/karpet (lesehan), layaknya umat Islam yang sering mengadakan pengajian dengan hal semisal.
6. Mengadakan acara Musabaqoh Tilawatil Injil dengan menggunakan Al-kitab yang berbahasa Arab.
7. Mengadakan acara rawi dan shalawatan ala KOS mirip seperti apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin.
8. Mengadakan acara Nasyid, bahkan sekarang sudah ada Nasyid “Amin al-barokah“ dan Qasidah Kristen (dengan lirik yang mengandung ajaran Kristen dengan bahasa Arab).
Meski terlihat sangat santun dan membiasakan menggunakan bahasa Arab (seperti ana, antum, syukron, dan sebagainya), namun mereka Kristen dan bukan Islam meskipun sekilas sangat mirip. Kitab suci mereka tetap-lah Alkitab, dan mereka juga tetap menuhankan Yesus dalam Trinitas. Hanya metodologi dakwah yang menyerupai umat Islam. Hal ini disebabkan KOS berasal dari Syiria. KOS tidak memakai 12 syahadat Iman Rasuli umat Kristen, tapi sebagai gantinya mereka memakai ”Qanun al-Iman al-Muqaddas”. Penggunaan istilah-istilah Islam sangat sering dijumpai, seperti ”Sayyidina Isa Al-masih” untuk penyebutan Yesus. Mereka juga memakai Injil yang berbahasa Arab (Al-Kitab Al-Muqaddas).
CARA SHALAT ORTODOKS SYRIA
1. Adapun tata cara salatnya dimulai dengan posisi berdiri yang dipimpin oleh seorang imam berpakaian jubah warna hitam. Imam meletakkan kedua tangan di dada, membuat tanda salib, lalu mengucapkan lafaz dalam bahasa Arab: Bismil Abi wal Ibni wa Ruhil Quddus Ilahu Wahid (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah Yang Maha Esa). Jamaah menyambutnya: Amin.
2. Imam melanjutkan berdoa dengan mengangkat kedua tangan dan disahuti oleh jamaah.
3. Setelah membuat tanda salib berikutnya, imam membungkukkan badan seperti posisi ruku, dan mengucapkan: Quddusun Anta, ya Allah (Kuduslah Engkau, ya Allah). Jamaah menyahut dengan menyucikan nama Allah Yang Mahakuasa, Yang Tak Berkematian. Jamaah memohon kasih sayang Allah yang telah disalibkan sebagai ganti umat manusia.
4. Imam berdiri tegak dan menadahkan tangan lagi.
5. Lalu imam bersujud, dan diikuti seluruh jamaah. Ketika bangun dari sujud, imam membaca Subhanaka Allahumma (Mahasuci Engkau, ya Allah), jamaah menyahut bersamaan. Sambil menadahkan tangan, imam dan jamaah membaca Doa Rabbaniyah (Doa Bapa Kami versi bahasa Arab).
6. Selanjutnya dibaca Salam Walidatullah (atawa Salam Maria).
7. Imam kemudian membaca petikan Zabur (alias Mazmur dalam bahasa Aramaik), dan salat pun berakhir.
Tengoklah saat mereka shalat. Selain berkopiah dan dipimpin seorang imam, bila berjamaah, juga memakai bahasa Arab. Rukun shalatnya pun nyaris sama.
Ada ruku' dan sujud. Bedanya, bila kaum Muslimin diwajibkan shalat 5 kali sehari, penganut KOS lebih banyak lagi, tujuh kali sehari setiap tiga 3 jam masing-masing dua rakaat. Mereka menyebutnya: sa'atul awwal (fajar/shubuh), sa'atuts tsalis (dhuha), sa'atus sadis (dhuhur), sa'atut tis'ah (ashar), sa'atul ghurub (maghrib), sa'atun naum (Isya'), dan sa'atul layl (tengah malam).
Hal yang sama juga pada praktik puasa. Puasa wajib bagi pemeluk Islam dilakukan selama sebulan dalam setahun, dikenal dengan shaumu ramadhan. Sedang pada KOS disebut shaumil kabir (puasa 40 hari berturut-turut) yang dilakukan sekitar bulan April. Jika dalam Islam ada puasa sunah Senin-Kamis, pada KOS dilakukan pada Rabo-Jum'at, dalam rangka mengenang kesengsaraan Kristus.
Selain shalat dan puasa, jamaah KOS juga mengenal ajaran zakat. Zakat, dalam ajaran KOS, adalah sepersepuluh dari pendapatan bruto.
Tidak sebatas itu saja. Kalangan perempuan pemeluk KOS, juga mengenakan jilbab plus pakaian panjang ke bawah hingga di bawah mata-kaki. Pemeluk KOS mempertahankan Kitab Injil berbahasa asli Arab-Ibrani: Aram, sebagai kitab sucinya. Model pengajian yang dilakukan pemeluk KOS juga tidak berbeda jauh dengan ala pesantren di Indonesia. Mereka melakukan dengan cara lesehan di atas tikar atau karpet. Ini tidak pernah didapati pada 'pengajian' pemeluk Kristiani di Indonesia yang lazim duduk di atas kursi atau balkon.
Di antara kedua agama (Islam dan KOS) memang mempunyai kesamaan sejarah, etnis serumpun, dan kultur (budaya). Adanya Pan-Arabisme di Timur Tengah, misalnya, ternyata bukan ansich milik kalangan Muslim. Pemeluk KOS pun, turut memiliki Pan-Arabisme itu. Salah satunya, kalangan KOS turut menyesalkan sikap Israel yang hingga sekarang ngotot menduduki jalur Ghaza milik penduduk Palestina.
Menurut Prof Dr Nurcholis Madjid, agama Nasrani itu makin klasik makin banyak kemiripannya dengan Islam. "Aliran KOS itu justru lebih murni ketimbang Kristen yang berkembang di Barat,". Sementara Jalaluddin Rahmat, tidak merasa kaget terhadap adanya banyak kesamaan antara Islam dengan KOS. Pada zaman dulu, orang-orang Islam di Yordania, Syria, dan Lebanon hidup berdampingan dengan orang-orang Kristen, yang dikenal dengan Kristen Maronit. Mereka melakukan tatacara peribadatan hampir mirip dengan cara beribadah umat Islam.
Kesimpulan : "walau beragama mereka tidak meninggalkan budaya sendiri, bagaimana dengan kita??

Semoga semua mahluk bahagia
Shalom
Rahayu!

Berbagai Sumber :

http://christianforpeace.blogspot.com/2011/03/kristen-ortodoks-syria-serupa-tapi-tak.html
http://sor.cua.edu/Intro/
http://www.ewtn.com/library/chistory/syriahis.htm
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Religion_in_Syria
https://orthodoxwiki.org/Islam
http://sandey28mz82.blogspot.com/2009/06/kristen-ortodoks-syria.html?m=1
http://www.samaranji.net/2013/02/jangan-terkecoh-lagi-arab-tapi-kristen.html?m=1
http://www.bersatulahdalamgerejakatolik.com/2014/02/kristen-ortodoks-syria-upaya-menemukan.html?m=1



Rabu, 26 Juli 2017

KEBENARAN YANG HIDUP

Copas artikel dari master mbah Danz Suchamda

INIQUITY

Kemaren saya buka pintu untuk komen2 nyinyir, sentimentil emosional yang tujuannya hanya penyerangan pribadi atau disinformasi, pemfitnahan, blackpainting, dsb.... Agar publik luas dapat melihat sendiri kenyataannya. Bahkan ada akun2 bernama arab/islam pun ternyata isinya adalah domba2 bertaring.

Hari ini mulai saya bersihkan. Beberapa yang memang murni hatred langsung saya banned. Yang masih mengandung reason saya biarkan secara terbatas.

Tujuan saya adalah agar pesan2 saya dalam komentar dapat terbaca dengan jelas , alih-alih ditenggelamkan dengan komentar2 yg tidak perlu, unrelevan, iniquity dan OOT.
Sami mawon.

Kalau yang satu mengkafir-kafirkan orang. Menuduh mamarika, rheumason, preman sorry.
Yang ni nuduh sesat, murtad, iblis, tukang sihir, kuasa gelap.

Suka bikin perang tapi bilang pembawa DAMAI.
Suk menghasut orang untuk menjauhi pihak lain, pemecah belah keluarga dan persatuan umat manusia, tapi bilang agen tunggal KASIH.
PODO WAE.

Ketahuilah! bahwa Mesiah yang sejati itu akan datang untuk mempersatukan umat manusia dan bangsa-bangsa memasuki masa milenium damai yang diistilahkan New Jerusalem. "Shalem" sendiri artinya adalah KEUTUHAN.

Jadi bukan suatu IDOL yang mengajarkan NEUROTICISM (kecemasan dan ketakutan) agar manusia terpecah-pecah menjadi golongan-golongan saling curiga. Sadarlah!

Kalau pun dia dikatakan sebagai menjadi pemimpin pasukan surgawi menaiki kuda putih, maka itu artinya adalah simbolisme memerangi pihak-pihak yang memecah belah, melawan ajaran2 yang fragmentasi (tidak tamim) dan menanamkan ketakutan itu!

Mengacalah diri!

Tidak sadar kah kalian bahwa perang itu akarnya adalah RASA TAKUT. Justru bukan keberanian.

Takut hidup. Takut hidup berdampingan dengan orang lain yang dipersepsikan membahayakan atau mengancam hidup anda. Entah karena dia bawa-bawa golok atau karena "pelihara setan".
Berpikir, "Lebih baik mati, daripada hidup ketakutan"...."

Mari kita mati membela X melawan 'setan' yg membawa kematian kekal". Lihat!....pada dasarnya adalah ego yang krisis karena terancam! Ego yang ingin exist!

Pertanyakanlah : siapa yang menanamkan 'pengetahuan' (info-info) yang membuatmu merasa terancam dan ketakutan itu kalau bukan PEMIMPIN AGAMAMU SENDIRI!!!??? Merekalah yang menanamkan "grain of sand" di dalam hati dan pikiranmu, sehingga selalu iritasi di bawah sadar sehingga setiap saat dapat diledakkan jadi api yang berkobar!

Karena merasa terancam oleh pihak lain, maka pikiran manusia berdelusi berproliferasi dalam angan-angannya menimbulkan sikap antipati terhadap pihak yang lain. HAMPIR 90% TIDAK DIDASARKAN OLEH ALASAN-ALASAN REAL!
Ini adalah lawan kata dari TRUST atau saling percaya satu sama lain antar bagian sosialita masyarakat yang majemuk berbeda-beda dan unik tapi saling melengkapi.

So, be REAL !

Belajarlah menelisik ke dalam hati dan pikiranmu sendiri dulu.

Inilah tujuan penyibakan-penyibakan ini walau rasanya pahit dan menyakitkan pada awalnya.
Mungkin saudara menuduh bahwa saya pun menuduh. Marilah kita selidiki apa-apa saja yang kita perkatakan dan arahnya kemana.

Hai saudara.....apakah anda takut, curiga dan menjauhi saudara (setanah air maupun keluarga) anda sendiri?
Sementara mempercayai OMONGAN orang asing yang alamatnya pun anda tidak ketahui? Mempercayai orang asing untuk menjauhi dan curiga kepada saudara anda sendiri???

Anda mendengar OMONGAN ORANG tentang Tuhan, lalu anda menganggap bahwa itu adalah omongan Tuhan???

Dewasakanlah dan matangkanlah caramu berpikir!

Renungkanlah dengan jernih!!!

Rahayu!

Rabu, 05 Juli 2017

Phi (3,14) & LAUHUL MAHFUDZ

Danz Suchamda

X : mas,sebenarnya rahasia apa t yang ada dalam deret fibonaci,angka tuhan,golden number,persegi panjang emas?

DS : Saya tanya dulu, maaf, agama anda apa mas? Saya harus menjelaskan dengan cara apa?

X : ktp islam mas
jelaskan apa adanya saja mas
dengan cara mase
asal tidak pakai bahasa linggis saja mas

DS :
Sederhananya begini : Tuhan menciptakan alam semesta itu dengan keteraturan matematis. Dari memahami pola matematis itu kita dapat melihat bahwa keteraturan alam semesta itu luar biasa dan dapat menguak berbagai pengetahuan yang berguna buat manusia. Banyak rahasia alam bisa tersibak.

Jadi kitab2 Torah/Bible, Veda, Tantra dsb termasuk yg di agama2 kuno itu sudah menyiratkan soal itu. Kalau anda bongkar kode2 di Bible (Bible ditulis dengan bahasa kode) maka akan ditemukan rahasia Pi, fibonacci, dsb itu. Ini jelas bukan buatan rekayasa manusia, karena otak manusia tidak akan mungkin nyampai utk mengatur semuanya itu dengan detil dan saling berkaitan secara sangat kompleks.

Pi itu adalah bilangan irrasional. Disebut irrasional karena angka desimal di belakang komanya terus menerus hingga tak terhingga.

Pi = 3.1415926535897932384626433832
795028841971693993751058209749445923078164062
862089986280348253421170679821480865132823066
470938446095505822317253594081284811174502841
027019385211055596446229489549303819644288109
756659334461284756482337867831652712019091456
485669234603486104543266482133936072602491412
737245870066063155881748815209209628292540917
153643678925903600113305305488204665213841469
519415116094330572703657595919530921861173819
326117931051185480744623799627495673518857527
248912279381830119491298336733624406566430860
213949463952247371907021798609437027705392171
762931767523846748184676694051320005681271452
635608277857713427577896091736371787214684409
012249534301465495853710507922796892589235420
199561121290219608640344181598136297747713099
605187072113499999983729780499510597317328160
963185950244594553469083026425223082533446850
352619311881710100031378387528865875332083814
206171776691473035982534904287554687311595628
638823537875937519577818577805321712268066130
019278766111959092164201989380952572010654858
632788659361533818279682303019520353018529689
957736225994138912497217752834791315155748572
424541506959508295331168617278558890750983817
546374649393192550604009277016711390098488240
128583616035637076601047101819429555961989467
678374494482553797747268471040475346462080466
842590694912933136770289891521047521620569660
240580381501935112533824300355876402474964732
639141992726042699227967823547816360093417216
412199245863150302861829745557067498385054945
885869269956909272107975093029553211653449872
027559602364806654991198818347977535663698074
265425278625518184175746728909777727938000816
470600161452491921732172147723501414419735685
481613611573525521334757418494684385233239073
941433345477624168625189835694855620992192221
842725502542568876717904946016534668049886272
327917860857843838279679766814541009538837863
609506800642251252051173929848960841284886269
456042419652850222106611863067442786220391949
450471237137869609563643719172874677646575739
62413890865832645995813390478027590...dst tak terhingga

Setiap angka itu dapat diubah menjadi sebuah huruf. Dan disitu setiap kombinasi angkanya menyertakan semua nama yang ada di semesta ini. Nama anda pun mungkin ada dalam salah satu potongan (chunks) di Pi tersebut. Itulah yg disebut Kitab Lauh Masfudz atau induk semua kitab dimana semua kata bahasa yang ada di alam semesta ini tertulis di dalamnya. Siapa koruptor dan siapa bukan, siapa yang sejatinya di pihak Tuhan dan siapa yang bukan, sudah tertulis disitu.
Perhitungan itu tidak dapat direkayasa manusia karena eksak. Walau mungkin ada juga nama-nama yg tak tertulis. Itulah yg berasal dari Other Side (sitra achra) atau Setan.

314 yang diambil dari 3 digit pertama Pi itu sendiri merupakan gematria dari Metatron, malaikat (archangel) tertinggi yang merupakan tangan kanan Tuhan berada di singgasanaNya, yang kalau di agama kamu mungkin disebut Hamalat al-'Arsy. Dan perhatikan juga merupakan bilangan dari Shaddai, salah satu nama untuk Tuhan semasa jaman Ibrahim sebelum revelasi nama YHVH.

Ibnu Arabi menghubungkan antara Lauh Mahfuz dan perkawinan mikro dan makrokosmos. Seperti yang sering dikatakannya, semua makhluk (al-khalq) diciptakan Tuhan (al-Haq) idealnya berpasang-pasan
gan (yin-yang), sebagaimana disebutkan, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”.

X : kalow flower of life mas?

DS : ya itu pun digambar melalui rumus dari Pi, fibonacci, tsb. Bisa membentuk bidang-bidang geometri maupun bentuk-bentuk geometris yang merupakan bangunan penyusun dasar dari alam semesta. Itulah yg disebut Fractal. Dan kalau anda simak HP (handphone) anda pun sudah menggunakan teknologi fractal tersebut, antara lain di antena yg sangat kecil tapi bisa menerima berbagai macam gelombang frekwensi radio (gsm, sms, usb, wifi secara bersamaan). Demikian juga teknologi ini pada RFD card yg digunakan pada kartu2 debet atau ticketing, pengukuran kadar CO2 di muka bumi, deteksi penyumbatan jantung, hingga nano-teknologi, dsb.

Maka seperti tertulis, bahwa segala sesuatu yang ada di semesta ini adalah untuk memuliakan namaNya, yaitu melalui pengetahuan yang bertambah-tambah dan keindahan keragaman yang berwarna-warni.

Rahayu!

Jumat, 09 Juni 2017

GOLDEN MEMORIES


(yang usianya skrg 30an - 50an tahun).

Sekedar anda tahu...

Kita yang lahir di tahun 1960-70-80an, adalah generasi yang layak disebut generasi paling beruntung.

Karena kitalah generasi yang mengalami loncatan teknologi yg begitu mengejutkan di abad ini, dengan kondisi usia prima.

Sebagian kita pernah menikmati lampu petromax dan lampu minyak, sekaligus menikmati lampu bohlam, TL, hingga LED

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik.
Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop kita.

Kitalah generasi terakhir yang merekam lagu dari radio dengan tape recorder (kadang pitanya mbundet/kusut) kita.
Sekaligus kita juga menikmati mudahnya menikmati dari keping CD juga men download lagu dari gadget.

Kitalah generasi terakhir yang bisa langsung menikmati dan menyanyikan dengan faseh lagu-lagu di obok obok..., abang tukang bakso..., Broerry, Koesplus, Mercys, Arrafiq dll....
tapi kita pun sangat menikmati "hapuslah ingatanku..., ketiban gajah..., butiran debu..., aku yg dulu..., kesempurnaan cinta..., dll..

Kitalah generasi dengan masa kecil bertubuh lebih sehat dari anak masa kini, karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, gobak sodor, main kelereng, karetan, sumpit2an, galasin adalah permainan yg tiap hari akrab dg kita.
Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget .
Masa remaja.

Kitalah generasi terakhir yang pernah mempunyai kelompok/geng yang tanpa janji, tanpa telpon/sms tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi.
Karena kita adalah generasi yang berjanji cukup dengan hati.

Kalau dulu kita harus bertemu untuk tertawa terbahak-bahak bersama.
Kini kitapun tetap bisa ber "'wkwkwkwk"
''
Di grup Facebook/whatsApp .

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana.
Juga bersepeda onthel / motor menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala.

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yang membayangi kita.

Kitalah generasi terakhir yg pernah merasakan nikmatnya nonton tv (ada yg cuman hitam putih layarnya) dengan senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah chanel sana sini rame rame satu kampung dengan powersuply aki yang jika strumnya akan habis layarnya tv ciut tinggal separo.

Kita adalah Generasi yang selalu berdebar debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita.

Selalu menghargai dan berhati-hati dalam mengambil foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek.
Saat itu hasil dengan muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas.
Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto.
Tanpa ada editan Camera 360 photoshop atau Beauty face.

Betul2 generasi yang menerima apa adanya.

Kitalah generasi terakhir yangg pernah begitu mengharapkan datangnya Pak Pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati.

Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yg LIMITED EDITION.

Kita adalah generasi yg patuh & takut kepada OrTu (meskipun sembunyi2 nakal & melawan) tapi kita generasi yang mau mendengar & komunikatif terhadap anak cucu.

Itulah kita.... selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima.

Anda di generasi itu?

Bagikan ini sebagai pengingat masa dahulu dan menjalani masa sekarang........

Indahnya waktu itu...

Minggu, 04 Juni 2017

AGAMA WARISAN APAKAH ITU ADA?

Assalamu 'alaiukum wr. wb.

"Agama Warisan" yang menjadi viral membuat admin tergerak ikut membedahnya, baik dari sudut pandang yang pro ataupun kontra.
Untuk itu, dibawah ini akan admin sajikan tulisan yang merujuk tentang Agama Warisan tersebut dari beberapa sumber.
Berikut tulisan yang membahasnya :

Tuisan ke 1
MELALUI KEMATIAN YANA ZEIN, ALLAH BUKTIKAN "AGAMA WARISAN" AFI TIDAK BENAR
~ By Erwyn Kurniawan ~

Begitu cepat Allah swt memberikan bantahan terhadap tulisan Asa Firda Inayah alias Afi ttg "Agama Warisan". Melalui kisah tragis kematian artis Yana Zein, artikel tsb menjadi kehilangan makna & hanya pepesan kosong.

Afi menulis begini:
“Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan."
Tulisan ini menjadi viral atau sengaja diviralkan. Afi sontak menjadi terkenal, diundang media arus utama yg selama ini menjadi pendukung Ahok. Presiden Jokowi segera mengundangnya ke Istana Negara tepat di Hari Kelahiran Pancasila. Bahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin pun rela berfoto bersama Afi sambil tersenyum untuk memberikan dukungan terhadap tulisan tersebut.

Artikel yg kemudian diketahui PLAGIAT itu dikampanyekan sebagai buah pikir yang tepat utk mendukung kebhinekaan & NKRI. Dua tema yg mendadak ramai sejak Ahok menista agama & kemudian dipenjara. Tujuannya jelas: menohok umat Islam dan para ulama yg selama ini terus berjuang menuntut keadilan terhadap Ahok.

Di saat bersamaan seorang artis senior wafat. Namanya Yana Zein. Bukan kematian biasa karena saat akan dimakamkan, terjadi peristiwa menyedihkan karena antara ayah & ibu almarhum bersitegang soal agama anaknya.
Swetlana, ibu Yana Zein, mengaku memiliki bukti bahwa putri tersayangnya tersebut telah menganut agama Kristen.

"Saya ibunya, saya punya bukti kalau KTP dia Kristen. Waktu sakit keras, Yana bilang 'tolong kalau ada apa", saya mau dikuburkan secara Kristen'. Agama semua sama, saya kira Yana berhak memilih. Yana juga ada tanda tangan sendiri kalau dia jadi Kristen," ujarnya.
Sang ayah, Nurzaman Zein, tak kalah argumen.

Dia meminta Yana harus dikuburkan secara Islam.
"Namanya Suryana Nurzaman Zein. Dia meninggal di bulan Ramadhan. Dia meninggal dengan khusnul khotimah," kata Nurzaman.
Rumah duka akhirnya gaduh. Sang ibu menjerit histeris saat ayah Yana melantunkan ayat suci Al-Quran di sebelah peti jenazah.

Kisah pilu ini membuktikan bahwa agama bukanlah warisan. Keimanan seorang manusia tidak diturunkan otomatis dari ayah dan ibunya. Jika memang warisan, Yana Zein pasti beragama Islam dan tak perlu ada kericuhan saat akan dimakamkan.

Bagi orang beriman, tulisan Afi & kematian Yana Zein yg terjadi saat bersamaan harus dilihat dalam kacamata keimanan. Bahwa inilah campur tangan Allah swt untuk memberi bukti tidak ada "agama warisan". Dan jika masih ada di antara kita yg membenarkan tulisan Afi meski Allah swt sudah "membantahnya" melalui kematian Yana Zein, saya tak tahu dgn cara apalagi Dia harus memberi petunjukNya.
Wallahua'lam bishshowab
Tamat...
-------------

Tulisan ke 2
AGAMA WARISAN
Oleh: Muhammad Zazuli

Nebeng ikut bicara soal “agama warisan” yang sempat viral dan heboh beberapa waktu lalu.

Tidak hanya agama, sesungguhnya semua yang ada pada diri kita ini adalah warisan. Tubuh fisik kita ini juga adalah warisan dari DNA dan genetika yang diturunkan secara biologis dari bapak-ibu bahkan nenek moyang kita sejak ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu. Pemikiran dan identitas kita juga adalah warisan dari dogma dan ajaran yang diberikan oleh orangtua, guru agama, guru sekolah, teman, lingkungan, pengalaman dan semua yang ada di sekitar kita termasuk buku-buku yang kita baca, ceramah yang kita dengarkan dan tontonan yang kita lihat.

Bumi kita inipun juga adalah warisan dari debu-debu supernova dan bintang-bintang yang meledak milyaran tahun yang lalu. Matahari kita juga adalah warisan dari reaksi nuklir paduan dari hidrogen dan helium yang ada di galaksi. Bahkan galaksi kitapun adalah warisan dari pemuaian alam semesta yang kemudian mendingin, mengerut dan berputar di sebagian kawasan di jagad raya ini.

Intinya adalah segala sesuatu terjadi dan berjalan karena Hukum Alam dan Hukum Sebab Akibat. Tidak ada akibat yang terjadi tanpa sebab tertentu dan tak ada sebab yang tak mengakibatkan terjadinya akibat tertentu. Jadi jika dulu saya terlahir di Rusia tentu nama saya bukanlah Zazuli tapi bisa saja menjadi Zazulov dan saya menjadi orang yang atheis atau komunis. Jika saya terlahir di kerajaan Romawi masa lampau mungkin nama saya akan menjadi Zazulius dan menyembah dewa-dewi pagan. Jika saya terlahir di China maka bisa saja nama saya menjadi Zhang Zhu Ling dan saya menyembah Dewa Langit (Thian) atau bahkan dewa dapur. Jika saya terlahir di kawasan bawah laut Bikini Bottom (tempat tinggal Spongebob) maka bisa saja nama saya menjadi Zazuklu dan saya menyembah kerang ajaib uluk-uluk-uluuuk......

Jadi bukan hal yang aneh dan istimewa jika ada yang mengatakan bahwa agama Anda adalah agama warisan dari orang tua, keluarga, leluhur dan lingkungan masyarakat yang ada di sekeliling Anda. Memang faktanya seperti itu. Yang aneh justru adalah orang yang marah, kejang-kejang, ngamuk, protes bahkan mengancam membunuh gadis remaja yang menuliskan soal hal itu. Orang bodoh tapi arogan dan keras kepala memang cuma bisa bikin onar dan bikin masalah saja, tidak bisa diajak berpikir dan berdiskusi secara jernih dan sehat. Yang dikecam dan diancam bunuh bukannya makin surut namun makin jadi tenar dan bersinar. Bagaimanapun suara kebenaran tidak akan bisa dibungkam oleh suara kedzaliman.

Tapi saya juga bisa memahami amarah mereka. Sewaktu masih SMA sebenarnya saya termasuk cukup fanatik dalam beragama. Saya bahkan membaca buku-buku karya Abdullah Azzam yang adalah gurunya Usamah bin Laden (pemimpin jaringan teroris global Al Qaedah) dan bertekad untuk menjadi seorang jihadis. Soal dalil-dalil jihad dan perang saya sudah hapal di luar kepala, jadi jangan ajarin lagi saya soal itu. Saya bahkan pernah membenci semua orang, semua golongan, semua negara, semua agama, semua simbol dan semua hal yang saya anggap sebagai “musuh Tuhan” (betapa gobloknya dulu saya karena mengira bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa masih bisa punya musuh).

Namun puji Tuhan alhamdulillah saya akhirnya bahagia karena kemudian saya “tersesat di jalan yang benar”. Belasan tahun yang lalu saya bertemu dengan seorang sufi pengembara yang beraliran tasawuf Syekh Siti Jenar. Beliau berkata : “Dulu Rasulullah SAW datang untuk menghapus ajaran nenek moyang. Lah kamu ini sekarang malah juga beragama dengan agama nenek moyang. Kamu pikir agama kamu itu juga bukan agama nenek moyang ya?” Satu ungkapan beliau lagi yang dulu membuat saya bingung adalah : “Jika kamu ingin belajar tasawuf / ilmu hakikat maka penggal dulu kepalamu.”

Tidak hanya bertemu dengan sufi pengembara, saya juga pernah bertemu dengan seorang Sekjen dari sebuah “Secret Society” yang ada di Indonesia. Beliau mengundang saya untuk menjadi anggotanya bahkan menawari saya beasiswa untuk belajar mengenai aliran tersebut langsung dari markas mereka di luar negeri meskipun kemudian saya tolak dengan halus karena saya tidak mau terikat dengan organisasi. Mungkin inilah makna dari pepatah dalam dunia spiritual “Saat murid siap, maka Guru akan datang sendiri.”

Dan kini saya baru paham apa makna dari ungkapan guru tasawuf yang membingungkan tadi. Sepanjang hidupnya manusia itu terlahir sebanyak dua kali.

Kelahiran pertama adalah kelahiran alami yang sebagian besar perannya dilakukan oleh kodrat alam di luar kekuatan dan kehendak sadar kita yang mewariskan kepada kita segala identitas kita secara “an sich” dan tinggal terima saja termasuk bagaimana fisik kita, dimana dan kapan kita lahir dan di bangsa mana atau di keluarga seperti apa kita lahir. Kita tidak bisa memilih di bangsa mana atau di keluarga seperti apa kita lahir. Kita juga tidak bisa memilih dalam keluarga yang beragama apa kita lahir karena agama keluargalah yang akhirnya akan lebih dominan dalam menentukan agama yang kita anut sepanjang hidup kita. Hanya sedikit saja orang yang kemudian memutuskan untuk menganut agama yang berbeda dengan agama warisan keluarganya, itupun biasanya karena faktor duniawi saja seperti pernikahan.

Kelahiran kedua adalah kelahiran jiwa atau spiritualitas kita yang kita pilih berdasarkan kehendak bebas dan kesadaran kita. Ada orang yang terlahir dalam keluarga miskin tapi dengan kemauan, kehendak dan usahanya dia bisa menjadi orang yang sukses. Inilah yang saya maksud dengan “kelahiran kedua” yaitu kelahiran mental dan jiwa seseorang yang baru. Inilah yang dimaksud dengan evolusi kesadaran meskipun mungkin masih hanya sebatas kesadaran fisik atau kesadaran materi saja, tapi itupun adalah sebuah prestasi dan kelahiran baru bagi sang jiwa yang ternyata akhirnya mampu menunjukkan kemandiriannya dan mengalahkan batasan dan kondisi dunia yang ada di luarnya.

Begitu juga dengan agama. Agama warisan adalah agama yang Anda ikuti berdasarkan “kehendak alam semesta” dimana Anda dilahirkan, bukan berdasarkan kesadaran pribadi, pilihan sadar dan kehendak bebas Anda. Jadi jika dulu guru tasawuf saya mengatakan “penggal dulu kepalamu” itu berarti bahwa saya harus mengosongkan gelas pikiran saya yang sudah penuh dengan dogma dan ajaran yang saya terima dan dipaksakan masuk ke dalam kesadaran saya sejak kecil (termasuk pikiran sadar dan bawah sadar saya) karena hanya gelas kosong saja yang bisa diisi dan dipenuhi dengan “air segar yang baru”.

Semua agama adalah baik, benar dan sempurna dalam pandangan penganutnya. Dan Anda tidak bisa memaksakan bahwa hanya agama Andalah yang paling baik, paling benar dan paling sempurna kepada orang lain yang tak seagama dengan Anda. Itu adalah tindakan yang paling bodoh, paling egois dan paling kontra produktif. Semua penganut agama selalu berpikir dan percaya bahwa hanya agamanyalah yang paling baik dan paling benar. Tidak peduli apapun agamanya, sesungguhnya agama yang terbaik bagi seseorang adalah agama yang bisa mengubah jiwanya dan membawanya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih damai, lebih bijak, lebih sabar, lebih berwelas asih dan semua sifat baik lainnya. Untuk tujuan kebaikan inilah maka agama-agama yang berbeda itu mengajarkan doktrin yang berbeda yang dapat membantu manusia mengubah dirinya menjadi lebih baik, lebih sadar dan lebih bijak.

Secara eksoterik (bentuk luar) semua agama pastilah berbeda baik dalam hal dogma, ritual, konsep, simbol, metode, aturan maupun berbagai hal lainnya (sebagaimana manusia yang berbeda-beda dalam hal ras, suku, bangsa dan warna kulit). Tapi secara esoterik (hakikat dalam) pastilah semua agama memiliki prinsip yang sama mengenai cinta kasih, kebaikan, kejujuran dan semua sifat dan karakter baik lainnya (sebagaimana semua manusia apapun warna kulitnya selalu mendambakan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan). Persamaannya inilah yang terpenting dan harus kita tekankan dan justru bukannya menekankan pada perbedaan yang justru akan memancing konflik dan permusuhan yang justru bertolak belakang dengan hakikat, makna, maksud dan tujuan dari agama itu sendiri.

Pada tahun 1666, ilmuwan terkemuka Sir Isaac Newton berhasil memecahkan misteri warna pelangi melalui sebuah percobaan di kantornya di Lincolnshire, Inggris. Melalui sebuah prisma kaca dia menemukan bahwa tujuh spektrum warna pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu) sebenarnya hanyalah merupakan hasil pembiasan dari cahaya putih matahari. Di alam maka titik-titik air hujanlah yang berfungsi sebagai prisma kaca yang membentuk 7 spektrum warna pelangi. Dengan demikian maka sesungguhnya cahaya putih matahari adalah kumpulan dari semua warna dan ketujuh warna pelangi itu sebenarnya sudah ada secara potensial di dalam cahaya putih matahari yang kemudian bisa diuraikan melalui prisma kaca ataupun titik air hujan menjadi tujuh warna pelangi.

Begitu juga halnya dengan ilmu Hakikat atau ilmu Kesejatian (The Truth) bisa diibaratkan sebagai cahaya putih matahari yang Tunggal di alam Absolut. Sedang agama / religi hanyalah turunan, tafsir, deviasi, diferensiasi atau hasil pembiasan dari Cahaya Putih tersebut yang menjelma dan termanifestasi menjadi 7 spektrum warna pelangi di alam dunia ini. Jadi meskipun berbeda namun sesungguhnya ketujuh spektrum warna pelangi itu hakikatnya adalah Tunggal dan eksis secara potensial di dalam cahaya putih matahari (cahaya Illahi). Sesungguhnya Hidup itu adalah Tunggal. Seluruh makhluk sejatinya sekedar berbagi Hidup yang sama yang berasal dari Sang Tunggal tersebut. Oleh karena itu hormatilah agama orang lain sebagaimana engkau menghormati agamamu sendiri. Menghina dan memaki agama orang lain sebenarnya hanyalah menunjukkan kebodohan, kekerdilan dan kesombongannya sendiri.

Masalah timbul setelah terjadinya pembiasan. Antara warna merah, kuning, hijau merasa saling terpisah, saling berbeda dan saling berdiri sendiri. Mereka lupa dengan asal usulnya yang berasal dari cahaya putih matahari. Akhirnya mereka saling berdebat dan bertarung sendiri. Memang setelah melewati prisma kaca (atau prisma manifestasi / alam ilusi) yang merah akan tetap tampak sebagai merah, yang kuning akan tetap tampak sebagai kuning dan yang hijau akan tetap tampak sebagai hijau. Mereka saling berbeda dan tidak bisa disatukan.

Tapi di balik prisma sebelum terjadinya pembiasan (manifestasi) maka sesungguhnya merah, kuning, hijau tadi tidak ada namun eksis secara bersamaan dan potensial di dalam cahaya putih (kemurnian asal, Wu Chi). Warna sesungguhnya juga tidak ada, yang ada hanyalah panjang gelombang cahaya. Jika suatu benda memancarkan gelombang cahaya sebesar 5.500 Angstrom dan diterima oleh sensor visual / syaraf mata kita maka otak kita akan mempersepsinyanya sebagai benda berwarna kuning, jika suatu benda memancarkan gelombang cahaya sebesar 4.500 Angstrom kita menyebutnya sebagai merah begitu seterusnya.
Hanya mereka yang berwawasan dan berkesadaran tinggi saja yang bisa memahami bahwa cahaya putih adalah satu-satunya hakikat sejati atau satu-satunya realitas akhir sedangkan merah, kuning, hijau dan lain-lain hanyalah sekedar ilusi yang bersifat maya, fana dan sementara dan akan segera hilang musnah saat prisma kaca tersebut diangkat dan diambil. Secara hakikat maka warna-warni pelangi tadi tidak ada karena yang ada hanyalah cahaya putih matahari saja. Adanya tujuh warna pelangi hanya karena ditopang keberadaannya oleh cahaya putih matahari. Tanpa cahaya putih matahari maka ketujuh warna pelangi niscaya tidak ada sama sekali.

Itulah sebabnya sehingga Syaikh Maulana Jalaluddin Rumi, ulama sufi dan mistikus Islam yang paling terkemuka, paling dikagumi dan paling dihormati oleh dunia Barat pernah berkata : “Aku bukanlah orang Nasrani, aku bukanlah orang Yahudi, aku bukanlah orang Majusi, dan aku bukanlah orang Islam. Keluarlah, lampauilah gagasan sempitmu tentang benar dan salah sehingga kita dapat bertemu pada “Suatu Ruang Murni” (yaitu Cahaya Putih Illahi, sumber dari 7 pelangi agama) tanpa dibatasi oleh berbagai prasangka atau pikiran yang gelisah.“

Dan hal inipun juga tidak bertentangan dengan ayat Al Quran yang menyatakan : ”Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin (penyembah matahari), barang siapa yang beriman diantara mereka itu kepada Tuhan dan hari akhir (kematian, kefanaan) serta berbuat kebajikan maka untuk mereka itu pahala di sisi Tuhannya dan tak ada ketakutan atas mereka dan tiada mereka berduka cita”. (Al-Baqarah : 62). Inilah bukti bahwa Islam sebenarnya mendukung dan mengajarkan toleransi serta pluralisme.

Tidak semua orang bisa memahami makna dan hakikat sejati dari agama. Hanya mereka yang sudah mulai berkembang kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya saja yang bisa memahami esensi spiritual dari semua ajaran agama.

Mereka yang masih bergelung, bergelut dan terbelenggu di dalam kepompong jiwa yang berupa ego kelompok, teologi konflik, berhala mental, ideologi tertutup / anti kritik, dogma sempit, kaku & parsial, ilusi & delusi spiritual, pola pikir linear, pikiran dualistis, mindset keterpisahan, violence mentality dan jiwa yang terbelah pastilah tidak akan sanggup memahami makna dan tujuan sejati dari semua agama dan akan terus terjebak pada ego dan kesombongan untuk selalu merasa benar sendiri, sulit mengasihi, tidak bisa menghargai hak orang lain, gemar menghakimi, sikap suka memaksakan kehendak dan hanya mau menang sendiri saja.

Ada tujuh dimensi / lapisan alam yang terdiri dari : alam Illahiah, alam Monadiah, alam Rohaniah, alam Intuisional, alam Mental, alam Astral dan alam Fisik (beserta kembaran eteriknya). Di alam astral dan seterusnya maka agama yang diyakini seseoranglah yang akan menjadi penyelamat setelah jasmani fisiknya terurai / meninggal asalkan orang itu murni, tulus dan lurus dalam hati, jiwa, pikiran, perkataan dan perbuatan. Tanpa agama orang tidak akan mengenal jalan pulang karena hanya agamalah yang mengajarkan tentang keabadian jiwa serta hubungannya dengan Sang Pencipta / Sang Sumber, bukan ilmu seni, filsafat, politik, bisnis ataupun sains. Agama juga adalah alat, sarana, tali sambung dan jembatan rohani menuju Tuhan. Tapi yang menjadi tujuan sebenarnya adalah Tuhan itu sendiri.

Mengenal Tuhan adalah tujuan sejati kehidupan (Sangkan Paraning Urip). Menjadikan agama sebagai tujuan adalah salah karena itu berarti musyrik dan mempersekutukan Tuhan. Orang yang telah mengenal Tuhan tidak mungkin akan menebar kebencian, permusuhan dan kekerasan melainkan hanya akan menebar kedamaian, kebajikan dan welas asih. Sedang orang yang memuja agama tapi belum mengenal Tuhan masih berpeluang besar menebar kebencian, permusuhan, kekerasan dan kekacauan karena seringkali dia tidak bisa membedakan antara ego, ambisi, nafsu dan prasangkanya sendiri dengan hidayah / cahaya petunjuk Illahi.

Dengan demikian sifat Kasih Sayang (Rahman Rahim) adalah satu-satunya tolok ukur untuk melihat apakah seseorang sudah mengenal Tuhan ataukah belum. Orang yang suka menebar kebencian dan permusuhan antar sesama manusia jelas bukanlah orang yang sudah mengenal Tuhan meskipun mungkin dia hapal sejuta dalil agama. Religiousity and Spirituality are really different things.....

Dan kebetulan semboyan dasar negara kita adalah “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun satu. Aslinya semboyan ini diambil dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular di abad 14 yang kutipan lengkapnya berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa” yang artinya “Meski berbeda-beda namun hakikatnya adalah Satu, tak ada dharma / ajaran kebenaran yang mendua” untuk menunjukkan kesatuan antara ajaran Hindu Ciwa dengan ajaran Buddha yang berkembang di Majapahit kala itu. Kebetulan juga semboyan ini mirip dengan slogan pada Great Seal of United States (Segel Agung Amerika Serikat) yang diciptakan oleh kaum Mason para Bapak Bangsa Amerika yaitu “E Pluribus Unum” yang artinya "Banyak Yang Adalah Satu". Dalam Al Quran sendiri juga dituliskan : “ Maka kemanapun engkau hadapkan wajahmu di situ akan kamu lihat wajah Allah.” (QS Al Baqarah : 115)
Saya tidak tahu apakah setelah saya menulis ini akan ada yang memaki saya kafir, sesat, bangsat, liberal, sekuler, PKI, anjing, babi, iblis dll (memaki, mengancam, mengintimidasi, menyerang dan melakukan kekerasan adalah reaksi khas mereka jika kalah dalam berlogika dan berdiskusi) atau bahkan mungkin akan ada yang mengancam membunuh saya. Atau bisa jadi setelah diancam bunuh, saya malah bisa seperti dek Afi yang jadi terkenal n bisa masuk tivi bersama Najwa dan Rossi serta ketemu pakdhe Jokowi hihi... Kan malah lumayan meskipun lu manyun hehe.... Tapi jika dibully saya akan tetap mengikuti teladan mbah wali Gus Dur dan ulama-ulama khos dan kyai sakti NU lainnya yang paling cuma akan ngomong “Halah, gitu aja kok repot...” (Terima kasih kepada NU yang selalu konsisten menebarkan dakwah bil hikmah, akhlakul karimah dan menjaga citra Islam sejati yang rahmatan lil alamin).

Sebagai penutup saya akan kutipkan nasehat dari Bhagwan Shree Rajnesh dan Pierce Teilhard de Chardin :
“Sejauh menyangkut agama, maka setiap orang mustilah dilahirkan sebanyak dua kali. Kelahiran pertama adalah karena kehendak alam sedang kelahiran kedua adalah karena bangkitnya kesadaran pribadi.”
“Kita bukan manusia yang memiliki pengalaman spiritual. Tapi kita adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman sebagai manusia.”

Sudah paham kan sayangku? Sudah ya, jangan mudah marah, baper dan ngamuk-ngamuk lagi yaah... Sekali-kali cobalah beragama dengan akal sehat dan hati nurani agar engkau menjadi lebih bijak dan mengerti, jangan cuma pake ego, ambisi dan emosi yang akhirnya cuma bikin gigit jari, sakit hati dan nurani jadi mati....
Saya Indonesia. Saya Pancasila. Saya Waras.
Salam Waras bin Cerdas wal Sadar
# Kami bersama TNI, Polri, Banser & Anshor NU tolak radikalisme demi keutuhan NKRI

---------------------

Itulah diatas beberapa argumen tentang Agama Warisan dari kedua belah pihak. Semoga bisa menjadikan admin khususnya dan pembaca menjadi bijaksini dan bijaksana, menjadi lebih menyelami makna dan tujuannya bukan untuk menjadikan pembenaran diri (egoistik) untuk menyerang pihak lain, menjadikan kesadaran dalam berspiritual bahwa Tuhan tidak menciptakan satu kaum saja.
Terimakasih.
Walaikumsalam wr. wb.
Semoga semua mahluk bahagia.
Rahayu!

Sabtu, 27 Mei 2017

KONSEP AGAMA BARU MUNCUL DI ABAD KE - 4

Intuisi saya mengatakan Agama adalah fenomena yg muncul pada abad2 pertama Masehi. Ternyata perkiraan saya meleset. Munculnya Agama baru pada era yg lebih muda lagi :abad ke-4 !

Dari awal Masehi hingga 300 tahun kemudian tidak terjadi sesuatu berarti kecuali gosip2 yang sporadis dari berbagai macam spekulasi para 'theologian' di berbagai penjuru wilayah jajahan Romawi. Tapi segala sesuatunya berubah.

Tepatnya 28 Oktober 312 M Kaisar Constantine mendapat mimpi penampakan salib di langit yang dia maknai sebagai perintah untuk berperang demi Romawi. Dalam kisah legenda didongengkan bahwa Yesus menampakan diri kepadanya dan Dia berkata "Taklukkan!". Keesokan harinya ia bertempur dan berhasil mengalahkan musuh bebuyutannya Maxentius, sehingga dirinya berkuasa di atas seluruh Imperium Romana. Saat itulah dia berpikir membutuhkan suatu institusi dan segala kelengkapannya (kitab, ritual, apology sejarah, dsb) yang disebut agama , untuk menyatukan kekuasaan politiknya diseluruh wilayah jajahan.

Selanjutnya tonton sendiri....
https://www.youtube.com/watch?v=J3kJ9iV925g

Dan satu hal lagi intuisi saya benar : situasi pada saat itu terdiri dari begitu banyak aliran , pandangan dan pengaruh2 dari 'agama' lama. Jadi terbentuknya memang memang dari hasil sintesa penyampuran / mixed atau gado-gado. Tidak mengherankan bila pola yang sama diulang pada 3 abad berikutnya untuk ekspansi politik Imperialisme yang lebih luas :

https://www.facebook.com/suchamda/photos/
a.379551695549166.1073741826.379551665549169/
749117178592614/?type=3

http://www.reformation.org/vatican-and-islam.html

Jadi adalah salah untuk mengatakan bahwa Agama sudah ada semenjak dari zaman para nabi Israel. Seperti sudah saya katakan dan jelaskan sebelum2nya , bahwa sebelum itu semua fenomena rohani adalah dalam bentuk SPIRITUALITAS.

Sesuatu yang sangat berbeda bagai perbandingan antara sumber mata air murni yang bebas untuk siapa saja yang hendak meminumnya, dengan --ibarat-- air kemasan botolan yang dijual dengan merek tertentu (walau diklaim berasal dari sumber mata air murni).

X : Tiap orang punya ageman sendiri yang tidak sama dan tiap orang bebas mengagemnya.

Jawab :
Dalam bahasa Inggris maka definisi dari kata "religion" adalah suatu belief system.
Tapi dalam bahasa Indonesia kata "religion" itu menjadi "agama" dengan definisi : "suatu sistem kepercayaan yang memiliki NABI, KITAB, INSTITUSI, SET LITURGI/RITUAL /TATACARA dan UMAT.

Definisi "Agama" (versi Indonesia) itulah yang saya kritik !

Jelas beda bila sampeyan merujuk pada 'ageman' yg tiada lain berarti TRADISI SPIRITUAL NUSANTARA juga LAYAK untuk disebut AGEMAN atau RELIGION (per definisi Internasional).

Kebusukan politik lewat definisi BAHASA inilah yg hendak saya ungkap !
Mengapa disini sistem kepercayaan lokal itu dikotakkan tersendiri TIDAK DIAKUI SEBAGAI AGAMA agar bisa DI ANAK TIRIKAN??? WHOIIYY !!

Kenapa semenjak kudeta 1965 via rezim ORBA pengertian Pantja Sila sila-1 "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang original per definisi yang dipidatokan pada Hari Kelahiran Pantja SIla digeser JUSTRU MENGIKUTI definisi IMPERIALIS !!??? (Jadi kewajiban beragama, itupun harus dibatasi 5 yang diakui rezim).
Seluruh rakyat harus tanya kenapa !!!

Rahayu!

Jumat, 26 Mei 2017

MENGAPA NEGARA-NEGARA ISLAM MASIH DI KOYAK PERANG ?

Oleh : Scott Gilmore, October 20, 2016
Diterjemahkan oleh : Danz Suchamda

Saya terjemahkan dari Boston Globe :

Untuk pertama kali dalam sejarah, Belahan Dunia Barat dalam keadaan damai, suatu tonggak sejarah yang tidak banyak menarik perhatian publik. Konflik terakhir yg berkelanjutan di Amerika adalah Colombia. Tetapi, setelah 4 tahun negosiasi antara pemerintah dan gerakan gerilya FARC, perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada bulan Agustus. Dan meskipun perjanjian perdamaian diingkari secara tak terduga pada referendum bulan ini, gencatan senajat tetap, dan kedua belah pihak tetap mau duduk pada meja perundingan.

Akhir perang di Amerika adalah bagian dari trend global yang lebih besar. Menurut data yang dikumpulkan oleh Proyek Keamanan Manusia, sejak berakhirnya Perang Dingin, jumlah konflik bersenjatan telah turun hampir separuh. Perdamaian muncul bak jamur di berbagai tempat.

Dimana saja, kecuali, pada dunia Islam. Menurut Lembaga Hubungan Internasional Penjejak Konflik Global, setelah terjadinya perdamaian di Colombia, maka di dunia hanya ada 6 perang sipil di dunia ini. Lima darinya berada di negara-negara Islam. Hal yang sama, empat dari perang sektarian melibatkan grup-grup Islamist, dan semua dari lima terorisme internasional yang berlangsung melibatkan kelompok Islamist Militan. Bila semua dihitung, maka dari sisa 28 konflik global yang terjadi dari berbagai macam jenis yang terlacak oleh lembaga, 22 darinya melibatkan negara Islam atau faksi Islam.

Ini memunculkan pertanyaan, apabila dunia memasuki era baru perdamaian, mengapa di negara-negara Islam masih dikoyak oleh perang? Terdapat beberapa jawaban.

Pertama, marilah kita buang idea bahwa Islam itu sendiri secara inherent adalah lebih mengandung kekerasan. Mayoritas besar dari perang-perang pada abad terakhir ini adalah perang-perang dari negeri-negeri Kristen. Dan, seperti yang ditunjukkan oleh seorang penulis bernama Steven Pinker, dari seluruh dunia, mayoritas besar dari pembunuhan berencana adalah dari level perorangan, dan tingkat pembunuhan pada negara-negara Islam hanyalah secara tipikal sepertiga dari dunia non-Muslim. Sebagai perbandingan, Louisiana, salah satu negara bagian Amerika yang paling religius dengan 90% populasinya mengindentifikasikan dirinya sebagai Kristen, memiliki angka pembunuhan 50% lebih tinggi daripada Afghanistan.

Terdapat beberapa kemungkinan penjelasan, sumber daya alam adalah salah satunya. Banyak dari konflik Islami saat ini melibatkan negara-negara penghasil minyak, yang mana mengalami apa yang disebut “kutukan sumber daya alam”. Para Ekonom mencatat bahwa negeri-negeri dengan sumber daya alam yang berlimpah dapat secara paradox mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, institusi yang lebih lemah, dan kesenjangan sosial yang lebih besar ketimbang negeri-negeri dengan sumber daya yang lebih minim. Ini adalah karena “uang cepat” yang datang dari minyak adalah sulit untuk dimanajemeni dan dengan mudah dapat mendistorsikan ekonomi maupun mentidakstabilkan sosial.

Petunjuk lain dapat ditemukan pada mengapa negeri-negeri lain berada dalam keadaan damai. Pertimbangkan pertumbuhan demokrasi, sebagai contoh. Telah diakui secara luas bahwa negara-negara demokratis lebih jarang berangkat pergi berperang satu sama lainnya. Bukan merupakan kebetulan, jija jumlah konflik internasional drop setelah 1989, manakala jumlah negara demokratis meningkat dobel. Dan bagaimana dengan dunia Islam? Negeri yang demokrasinya sehat hanyalah Bangladesh dan Indonesia, dan ...kedua negeri itu berada dalam keadaan damai.

Juga terdapat lonjakan tajam dalam bidang komunikasi – adalah lebih sulit untuk menghasut negara tetangga apabila anda membaca bukunya, sharing ide-ide, atau sesederhana berlibur kesana. Disini pun, negara2 Islam jauh tertinggal dibanding negeri-negeri lain. Sebagai contoh, Timur Tengah tertinggal dalam setiap bagian di dunia kecuali Afrika ketika itu berhubungan dengan akses Internet dan kecepatan koneksi. Negara-negara Islam jauh lebih sedikit menerbitkan karya tulis ilmiah per kapita ketimbang bagian-bagian lainnya di dunia. Dan penduduk dari negara-negara Islamist (sebagai mana didefinisikan oleh Organisasi Kerjasama Islam) mengizinkan lebih sedikit perjalanan bebas-visa, ketimbang negeri2 lainnya termasuk Africa. Kesimpulan kumulatif adalah bahwa negeri2 Islam lebih terisolasi dan diskonek terhadap bagian dunia lainnya.

Trend global lainnya yang terjadi pada negeri2 Islam adalah perkembangan ekonomi dan sosialnya. Dalam 50 tahun terakhir telah terjadi pengurangan besar dalam tingkat kemiskinan dunia sepanjang sejarah bumi. Terjadi peningkatan tingkat pendidikan, kesehatan yang lebih baik dan kohesi masyarakat sipil yang lebih kuat. Tetapi, pada dunia Islam pertumbuhan ini jauh lebih lambat. Index Pertumbuhan Social telah merekam jejak dari belasan indikator seperti tingkat kematian bayi, tingkat akses ke pendidikan, dan kesetaraan gender. Bila anda mengelompokan negeri-negeri Islam, maka mereka berada di rangking-rangking bawah bahkan bila dibanding dengan Africa. Tanpa perkembangan, ketidakstabilan, dan perang adalah penyebab yang paling memungkinkan.
Meskipun demikian, terdapat harapan. Trend global terhadap interkoneksi, pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan kohesi masyarakat sipil yang lebih erat tidak dilewati samasekali oleh dunia Islam. Hanya saja bertumbuh jauh lebih lambat. Beberapa penelitik akademis memprediksikan bahwa kita akan melihat akhir dari kemiskinan ekstrim pada 20 tahun ke depan. Mungkin harapan yang terlalu muluk untuk melihat akhir dari perang-perang pada masa itu, tetapi dapat dipahami bahwa kita sebagai manusia pada akhirnya akan sampai pada era perdamaian sejati.

*Scott Gilmore adalah anggota senior dari Munk School of Global Affairs, pendiri dari lembaga non-profit Building Market, dan ex diplomat Kanada.
Original Source : http://www.bostonglobe.com/ideas/2016/10/19/why-islamic-world-still-torn-war/2ZeWixhA50AnDt4SnemjpM/story.html
------------------------------------
Danz Suchamda :
Marilah kita sorot hal-hal apa yang dilakukan oleh menteri-menteri dari kader partai PKS di era rezim SBY :
1. Menteri Pendidikan menghapus bahasa Inggris (upaya membatasi asupan informasi pencelik mata). Menetapkan tujuan pendidikan untuk bidang2 pelajaran termasuk Fisika, Kimia dsb yg bersifat sains dalam koridor agama (upaya pengaburan tujuan bidang sains). Penghapusan bahasa daerah dari mata pelajaran (upaya penghapusan identitas).

2. Dalam dunia Informatika (Menteri Informasi Tifatul Sembiring) : Tidak peduli terhadap kualitas internet Indonesia yang buruk , bandwith sempit dan lelet. "Buat apa internet cepat-cepat?" itu seloroh ybs yg tercatat dalam ingatan saya.

3. Kita lihat upaya penanaman kultur timur tengah yang masif melalui acara-acara TV, iklan komersial, dsb.

4. Terekam para wartawan bahwa calo-calo politik asing mondar-mandir di lingkungan Gedung DPR/MPR.

5. Upaya segregasi dan diferensiasi gender yang masif dari kampanye-kampanye secara tidak langsung melalui selubung dunia entertainment, pendidikan,dsb.

6. Penyusupan kader2 islamis ke jajaran pemerintahan dan institusi2 non-governmental.

7. Merebaknya kasus-kasus kekerasan atas nama agama, pemaksaan-pemaksaan ke sekolah-sekolah non-islam, merebaknya aturan-aturan (UU s/d Perda) yang didasari logika syariah (bukan hukum nasional).


*Sharing knowledge dari Pak Ginanjar*, it's nice to know :

Maaf saya sedang di Boston, sejenak kembali ke Harvard. Saya membaca diskusi di WAG tentang HTI. Saya ingin berbagi pandangan mengenai HTI dan konsep khilafah yang mendasarinya, mungkin bermanfaat. Saya peroleh bahannya dari seorang aktivis dan intelektual muda Islam, yang tidak pernah sekolah di luar negeri, S1 di UIN, S2 di UI dan S3 di Unpad, jadi tidak bisa dituduh sebagai agen dan pembawa ajaran asing.
Khilafah singkatnya adalah konsep kepemimpinan tunggal dimana seluruh umat Islam di dunia ada dibawah satu Pemimpin yang dinamakan Khalifah sebagaimana yang ditunjukkan di zaman Khulafaurasyidi
n (Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali Bin Abi Thalib).

Dalam konsep itu, tidak ada batas-batas negara bangsa (nation state) dan tidak diakui kepemimpinan berdasarkan kebangsaan karena menurut mereka, itu berasal dari Barat. Mereka tidak mengakui adanya konsep nasionalisme karena nasionalisme itu merupakan produk dari barat.

Mereka menolak demokrasi karena lagi-lagi demokrasi itu tidak ada dalam Islam dan merupakan produk dari Barat
Hizbut Tahrir lahir di Yordania (dimana HT dilarang) berawal dari sempalan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Tokoh utamanya Taqiyudin An Nabhani memandang bahwa Ikhwanul Muslimin masih mengakui adanya nation-state dalam politik Arab.

Dalam pandangan pendukung Hizbut Tahrir di seluruh dunia, khilafah adalah satu-satunya institusi atau entitas politik yang bisa mempersatukan umat Islam seluruh dunia. Menurut mereka, hanya dengan khilafah, umat Islam sedunia dapat mengatasi berbagai masalah, semacam keterbelakangan, kemiskinan, pengangguran, dan berbagai bentuk kenestapaan lain. Karena itulah, dari waktu ke waktu selalu ada kelompok di kalangan umat Islam yang mengorientasikan cita gerakan mereka untuk pembentukan khilafah. Di antara mereka ada yang bergerak secara damai atau kekerasan seperti ISIS.

Padahal, konsep khilafah itu sendiri problematis dan utopian. Terdapat banyak perbedaan konsep dan praksis khilafah di antara para pemikir Muslim penggagasnya sejak dari Jamaluddin al-Afghani, ’Abdul Rahman al-Kawakibi, Abu al-A’la al-Mawdudi, sampai Taqiuddin al-Nabhani.
Utopianisme khilafah juga terletak pada kenyataan bahwa kaum Muslim di sejumlah kawasan dunia telah mengadopsi konsep negara-bangsa berdasarkan realitas bangsa dengan tradisi sosial, budaya, kondisi geografis; dan pengalaman historis masing2. Karena itu, ”unifikasi” seluruh wilayah dunia Muslim di bawah kekuasaan politik tunggal merupakan angan-angan belaka.

Ormas-ormas Islam Indonesia pernah membentuk Califat Comite seiring dengan penghapusan "khilafah" di Turki pada 1924 oleh kaum Turki Muda. Mereka bermaksud membela dan menuntut agar "khilafah" di Turki dihidupkan kembali. Merespons gejala ini, "the grand old man" Haji Agus Salim menyatakan, komite itu beserta khilafah tak relevan dengan Indonesia. Menurut beliau apa yang disebut "khilafah" di Turki adalah kerajaan despotik dan korup yang tak perlu dibela, apalagi diikuti umat Islam Indonesia. Pasca Califat Comite, khilafah hampir sepenuhnya absen dalam wacana pemikiran Islam di Indonesia. Ormas-ormas Islam, seperti NU dan Muhammadiyah, tak pernah bicara tentang khilafah, sebaliknya menerima dan mengembangkan konsep dan praksis negara-bangsa Indonesia.

Bagi Hizbut Tahrir, khilafah akan dicapai melalui tiga tahap: kultural, interaksi, dan revolusi. Pada tahap kultural, mereka akan menyebarluaskan gagasan khilafah kepada seluruh lapisan masyarakat, kaum Muslim khususnya, dengan beragam cara; diskusi, ceramah, penerbitan, dan cara persuasi lainnya. Tahap itu yang sekarang sedang mereka lalui di Indonesia.

Setelah itu, tahap kedua, interaksi, infiltrasi, dan advokasi ke lembaga militer, keamanan, dan institusi2 kunci. Setelah semua terpengaruhi, dan jika momennya sudah tepat, mereka akan menegakkan hukum Islam. Dan, pada tahap inilah rezim khilafah dinyatakan berdiri.

Gagasan mengenai khilafah sebetulnya tidak hanya diusung oleh HT, termasuk HT di Indonesia. Pada tingkat tertentu gerakan tarbiyyah yang condong ke Ikhwanul Muslimun, juga mencita-citakan negara Islam, meski namanya bukan khilafah. Mereka sama-sama mendambakan pemerintahan yang merujuk Al-Quran dan Sunnah.

Selain kedua gerakan tersebut, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) malah sudah mendeklarasikan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai khalifah. Mereka mengklaim negara khilafah telah ditegakkan di wilayah yang mereka kuasai. Sejumlah hukum Islam telah mereka terapkan. Perempuan yang keluar rumah dengan pakaian selain warna hitam dihukum mati. Tentara musuh dibunuh bahkan ada yang dibakar hidup-hidup.

Terlepas dari debat sesama pengusungnya, khilafah tidak mengenal demokrasi. Dalam khilafah tidak ada penyusunan hukum oleh representasi warga, apa pun latar belakangnya.

Khilafah hanya mengakui hukum berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Tidak mungkin bagi penganut khilafah mengakui dasar negara lain, misalnya Pancasila. Meskipun sifatnya diametral namun khilafah sebetulnya serupa dengan komunisme, dengan diktator (proletariatnya), internasionalisme nya, dogmatismenya, militansinys, kebrutalan nya, brainwashing-nya, dan intoleransi nya terhadap perbedaan.

(Ginanjar Kartasasmita )

GERAK IKHWANUL MUSLIMIN DI INDONESIA..

Bagaimana pemerintahan kita nanti jika Jokowi kalah pilpres 2019 ?

Untuk melihat itu kita harus melihat dulu krisis di Mesir sesudah Ikhwanul Muslimin disana diberantas habis oleh Jenderal Al Sissy.
Mesir yang merupakan induk dari keberadaan IM sekarang menjadi neraka buat mereka.

Pimpinan mereka dihukum mati dan organisasinya diberi label terlarang. Al Sissy tahu betul betapa bahayanya IM yang gerakan mereka halus sekali dengan militansi dan penguasaan masjid, majelis taklim, pengajian dan lain-lain.
Hebatnya IM ini, mereka tidak bergerak sendiri. Mereka menggunakan "tangan orang lain" untuk mewujudkan hasrat mereka, menguasai kepemimpinan di suatu negara.

Mereka memainkan "bisikan halus" kepada para politikus yang haus kekuasaan dan harta, kepada para gerakan radikal yang mudah diperdaya dan kepada mafia ekonomi yang nantinya bersedia dijadikan sapi perah mereka.

Karena sudah mengakarnya IM di Mesir dan penguasaan tempat ibadah disana yang juga menjadi basis kekuatan mereka, maka Al Sissy tidak mempunyai cara lain selain "membunuh" mereka dengan segala resiko yang ada.

Dan kita lihat, membunuh IM di Mesir tidak mudah. Mesir chaos berbulan-bulan sebelum akhirnya kembali tenang.

Ketika Ikhwanul Muslimin diperangi habis di Mesir, saya pada waktu itu memperkirakan, IM akan memindahkan basisnya di kedua negara dengan penduduk muslim terbesar, yaitu Turki dan Indonesia.

Coba perhatikan situasi waktu "kudeta" di Turki.
Tiba-tiba saja Erdogan mengumumkan bahwa terjadi kudeta di negerinya. Dan dengan alasan itu, Erdogan membersihkan jajarannya dari jaringan "Fethullah Gulen" seorang ulama besar di Turki.

Jaringan Gullen termasuk jaringan terkuat di Turki. Mereka menguasai perpustakaan, acara televisi, pendanaan yang kuat. Bahkan gerakan Gullen yang mengenalkan Islam yang damai, agamis, berwawasan menjadi gerakan baru di sana yang sudah muak dengan konsep sekuler.

Pemikiran Gullen yang demokratis ini juga banyak di adopsi oleh para hakim, tentara dan aparat sipil negara. Gerakan Gullen inilah yang mencemaskan Erdogan yang "ingin berkuasa selamanya"

Maka masuklah Ikhwanul Muslimin dan membisikkan bagaimana cara Erdogan mewujudkan mimpinya. Keinginan Erdogan dan IM bertemu dan dibuatlah cara yang halus dengan main kudeta2an. Ribuan orang yang dituding pengikut Gullen ditangkap dan dipenjarakan.
Ikhwanul Muslimin yang kemudian menguasai pemerintahan dengan Erdogan sebagai boneka hidupnya.

Dengan model referendum yang dimenangkan oleh Erdogan, IM memantapkan kekuasaannya dengan memberikan pengaruh yg lebih kuat di Turki.

Erdogan itu hanya boneka sementara dengan janji manis terhadap kekuasaan. IM menunggu sampai Erdogan wafat untuk kemudian menggantinya nanti dengan orang mereka sendiri dan penguasaan Turki akan menjadi sempurna.
Coba perhatikan...

Mesir mengusir IM tahun 2013 dan IM menguasai Turki dengan kudeta halus tahun 2016. IM hanya butuh 3 tahun saja untuk bisa berpindah dari satu inang ke inang lainnya. Cepat sekali...
Dan sesuai prediksi, sasaran berikutnya adalah Indonesia.

IM - dengan nama lain PKS - sudah menancapkan pengaruhnya di Indonesia melalui pemerintahan SBY. Dan bertahun-tahun di pemerintahan, mereka sudah ada dimana-mana di lembaga pemerintahan, menyebarkan benih mereka.
Ketika Pemilu 2014, PKS tersingkir. Jokowi yang memerintah.

Maka kita lihat bahwa PKS selalu ada di tempat yang berseberangan dengan koalisi Jokowi. Mereka harus merebut kembali kekuasaan atas wilayah.

Ciri IM dalam memilih pemimpin sementara punya pola yang sama. Orangnya suka retorika, haus kekuasaan dan tidak sungkan menghalalkan segala cara. IM memainkan politikus, pengusaha dan kelompok radikal dalam satu gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Dan jangan salah, selama 10 tahun berada di lembaga pemerintahan pada waktu SBY berkuasa, IM sudah menguasai posisi-posisi penting disana.
Menteri boleh ganti, tapi jajaran bawah yang menguasai teknis tetap orang mereka. Itulah kenapa saya tidak berharap banyak ketika Menkominfo mengatakan akan memblokir situs radikal. Tidak akan ampuh, karena sebelum diblokir sudah ada peringatakan duluan supaya situs radikal itu membuat alamat2, baru.

Lah, mereka sudah menguasai Kominfo sejak lama. Orang2nya sudah pada mapan disana.
Itulah kenapa situasi Jokowi sangat lemah. Banyak perintahnya yang tidak berjalan dan efektif. Departemen agama, pendidikan sampai kominfo sudah dikuasai. Dan sangat mungkin aparat militer juga ada yang di pihak mereka.

Gerak mereka sekarang melemahkan kredibilitas Jokowi supaya tidak terpilih lagi di 2019 dan akan memilih lawannya yang sudah disiapkan. Anda pasti tahu siapa..

Jika lawannya berkuasa, maka akan ada satu waktu dimana sinetron kudeta Turki dimainkan untuk memperkuat posisi mereka disana.
Akan ada Gullen baru yang mereka singkirkan nantinya. Kira-kira siapa model Gullen yang ada di Indonesia yang tidak akan sepemikiran dengan mereka ?

Tentu saja, Nahdlatul Ulama...
Pahit kopinya ? Ayo seruput dulu biar bisa membayangkan gambar besarnya..
www.dennysiregar.com

Next to come akan jauh lebih mengerikan! Kalau kalian tidak mau sadar sekarang. Bangun, bangkit dan berjuang bersama sebagai saudara sebangsa dalam Persatuan Nasional berdasar Pantja Sila !

Ingat! Pantja Sila itu bukan buatan 01 Djoeni 1945. Tapi merupakan perumusan ulang / pemadatan esensi Jati Diri bangsa Nusantara pada masa era keemasannya! (sebelum korup dan akhirnya dijajah bangsa-bangsa -- karena korupnya itu).

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...