“Indah langitku kembali
mendung bergemuruh
menggelegar menghempas dinding
hati yang telah terukir rasa...
Rasa Memengap, terkungkung jarum-
jarum waktu dan sempit ruang
serta sedikit celah menafaskan
kerinduan...
Jelitamu terlalu angkuh
menyayat matahati mengurai
setumpuk hasrat...
terpuruklah jasad menghimpit
tulus jiwa mengulum
sembilu terpasung luang...
hmm... sempurnalah duka melara
cinta...
Bisa apa aku ? Bila tiba harus ku
usung derai nestapa ini...
Aku pamit dari cinta... tapi tidak
untuk segenap tulus rasa yang
telah indah menitis dilubuk hati...
Maaf tersaji kecewa duhai
jelita hati terindah...”
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Saya pernah dengar gosip bahwa sekarang ada metode Kristenisasi dengan meniru-niru agama Islam. Tapi rupanya gosip itu berasal dari orang ya...
-
Arif RH, Dulu banget, saat memberikan pelatihan, saya sering menggunakan game flash di laptop ... Gamenya game kartu ... Ini game jadul bang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar