Kamis, 29 September 2011

*TERSIKSA SUNGGUH*

" hmm... Tak apa, Sejenak bersandar di berandaKu...
hmm... masih saja senyum mengulum di ujung pagi, seraya menari di kebiruan awan langit...

hmm...
Masih saja indah rupawan... semerbak jelitamu menawan pagi, enggan segera menjelang....
hmm... Sungguh...
sinar matamu Masih saja Menuai takjub menyiangi bimbangku...

Oh... nikmat kali makan jajan...!

huf siwalan...! Seketika riuh gemuruh perutku dangdutan...!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...