"kembali mengendap menyambangi bintang kegelapan...
hmm... ku rebahkan saja sjenak, seonggok asa dihamparan permadani kerinduan...
sayup suara sunyi bergelayut mesra membisik lafas nan terpapas kalbu meruah...
Lembut seketika desah nafas lelah menghampiri menciumi sekujur pekat mimpi hati nan terpasung diam...
tersipu sang gelisah menelanjangi membuai dingin malam setubuhi setumpuk hasrat selimuti
sanubari terjerat ...
Lusuh mimpi terbunuh angkuh sang langit...
erat memeluk senyum bidadari surgawi... hingga pulas... melelap...
oh... duhai nyanyian malam pemilik sunyi...
Asa ini terpasung Jelitamu...! "
Ketahuilah duhai bidadari
kesunyianku...
kan kusajikan butir-butir embun
kesejukan diterik hatimu...
Dan kan kusugguhkan cawan-
cawan kehangatan... di awan
dingin yang menghinggapi
senyumu...
Reguk...! Teguklah... Setetes
hasrat ini bersamaku...
untuk satu ruang kerinduan
kita... Bersulanglah jelita..."
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Muniri Chodri, Dalam suatu kesempatan, saya terlibat diskusi tentang pertentangan Ahli fiqh dan kaum Sufi. Ahli fiqh menyangsikan amaliah ya...
-
"Bagaimana bisa dikatakan cinta, jikalau engkau sepi dari jiwa dan semangat berkorban kepada yang dicintai, cinta itu tiada menuntut ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar