Kamis, 23 Juni 2016

.:: PUASA SUNAH DAN BUDAYA JAWA ::.

Arif Rh Dalam khasanah kebijaksanaan jawa, dianjurkan berpuasa pada hari kelahiran kita dan juga pada hari lahir + 3 hari ... Misalnya anda lahir hari rabu, maka anda dianjurkan puasa pada hari rabu dan sabtu ... Itu menurut keilmuan budaya jawa ... Aku barusan tanya istriku, nabi Muhammad lahirnya hari apa? ... Kata istriku, nabi Muhammad lahir pada hari senin ... Loh ... Aku kaget ... Karena nabi Muhammad mencontohkan puasa sunnah senin kamis, yang sekarang diikuti umatnya ... Cocok donk dengan keilmuan jawa? ... Kan kalau lahir hari senin, puasanya yaa hari senin dan kamis? ... Yang jadi penasaran dalam pikiran saya ... Apakah nabi Muhammad sebenarnya mencontohkan puasa senin kamis? ... Ataukah beliau mempraktekkan puasa di hari lahir dan hari lahir + 3 hari, sama seperti keilmuan jawa? ... Tidak ada yang tahu ... Karena orang lebih mengikuti apa yang dilakukan nabi ... Dan bukan mengeksplorasi, apa keilmuan di balik yang dilakukan nabi ...

.:: YANG RUWET ITU PIKIRANMU ::.

ARIF RH

Kenyataan itu apa adanya, penilaian kita yang meruwetkannya ... Penilaian, adalah penyebab seseorang lari dari kenyataan, dan mengalami penderitaan ...

Rabu, 22 Juni 2016

.:: KUNCI SUKSES ::.

Ifan Winarno

kunci sukses itu gak ada.. karena sukses tidak mengunci maupun menutup.. sukses justru membebaskan..

.:: KALAU PUNYA MASALAH, BANTULAH ORANG LAIN ::.

Gobind Vashdev KALAU PUNYA MASALAH, BANTULAH ORANG LAIN Entah mengapa sebuah kalimat yang saya dengar di radio sewaktu saya masih di SD atau SMP masih menggumpal dikepala ini, kurang labih begini "menurut seorang psikolog, jika kita punya masalah, cobalah membantu sahabat atau orang lain yang sedarng dirunding masalah", kemudian lanjut penyiar itu "Bila kita mau menyempatkan menolong orang lain maka biasanya kita akan menemukan jalan keluar dari masalah diri ini" Sejak saat itu, diri yang merasa penuh dengan masalah ini, 'mencari' orang yang bermasalah dan mencoba untuk melakukan sesuatu, dan memang berkali-kali saya menemukan solusi atau paling tidak sebuah kelegaan. Ini memang terlihat paradoks, dulu saya berpikirnya keluar, yang kurang lebih seperti ini, "masa ketika kepala sakit-sakitnya malah mijitin orang lain",atau "masa kantong lagi kering-keringnya malah minjemin uang" namun semakin kita masuk lebih dalam menjelajah bathin, kita akan melihat fenomena keterbalikan ini. Pada etos Ramayana, inilah yang dilakukan Rama dalam perjalanannya ke Alengka mencari Shinta, belahan jiwanya yang diculik Rahwana. Rama membantu Sugriwa untuk mendapatkan istrinya yang diambil paksa oleh kakak kembarnya Subali. Prinsip paradoks inilah yang membawa saya melakukan olahraga/ yoga selagi perut di puncak keroncongan menjelang maghrib selama bulan Ramadhan ini. perlu diingat, olaraga atau Yoga di sini bukan dimaksudkan untuk mengalihkan rasa lapar, sebaliknya saya merasakan dan mendengarkan lambung yang berteriak minta makan serta tenggorokan yang minta air. inilah rahasianya, kita perlu mendekap sampai rasa yang sebelumnya tidak nyaman, yang hadir karena penolakan kita, menjadi teman yang tidak menggangu. Kita masih tetap merasakan lapar dan haus namun semuanya itu tidak membuat kita menderita. sama halnya dengan semua kekacauan pikiran atau bathin kita, duduklah dengan kekacauan itu, duduk dan selami dan dengan sabar sadari semuanya itu, bahkan kita tidak perlu memikirkan solusi, beri kepercayaan pada kesadaran bukan logika untuk memimpin dirimu. Kalimat Khalil Gibran "Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan"perlu ditambahkan sebuah syarat, syarat itu adalah kita perlu merawat goresan yang ada, bukan membiarkan, mengalihkan atau tidak dirasakan, sebaliknya kita perlu merasakan bahkan merayakan kehancuran hati seperti yang ditulis oleh Chin Ning Chu di bawah ini. Berbahagialah dan rayakan setiap kali hati anda hancur. Hanya saat hati anda hancur, cahaya depat masuk. Baru setelah anda merasakan dukanya penderitaan anda dapat tahu bagaimana orang lain menderita. Inilah tempat anda memahami empati. Inilah saatnya orang lain dapat melihat ke dalam mata anda, jendela jiwa dan melihat bentuk, kearifan, rasa kasih dan pemurnian kembali. Setelah merasakan kehancuran hati, anda akan menjadi lebih cantik dan menarik bagi dunia. _/|\_

Minggu, 19 Juni 2016

.:: TAK ADA YANG KEBETULAN ::.

"Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Segala sesuatu terjadi karena ada sebabnya. Maka, tidak ada gunanya mengeluh jika takdir sudah datang mengetuk pintu."

Ifan Winarno

.:: NEGATIF DAN POSITIF THINKING ::.

Batas maksimal dari negative thinking yang berlebihan adalah "penghakiman" ... Batas maksimal dari positive thinking yang berlebihan adalah "hilangnya kewaspadaan" ... Negative thinking dan positive thinking, keduanya memiliki manfaatnya masing-masing, kecuali ia telah melampaui kadarnya, alias mencapai batas maksimalnya ...

Arif RH

.:: HAL KECIL ADALAH HAL BESAR ::.

Gobind Vashdev HAL KECIL ADALAH HAL BESAR Dijajaran teman atau sahabat bahkan keluarga saya menilai diri saya hidup dengan santai. Malah mungkin ada yang memberi saya label malas, saya tidak keberatan dengan cap tersebut bahkan terkadang bangga. Memang tidak umum di tengah gencar-gencarnya pembangunan fisik,pertumbuhan ekonomi seperti saat ini,dimana produktif adalah berarti memproduksi sebanyak-banyaknya, saya lebih sering "tidak melakukan apa-apa". ada yang datang dan berkata, "gobind kalau kamu mau mengurangi waktu santaimu mungkin akan ada lebih banyak tulisan yg tercipta, materi yang dibagi atau uang yang kamu peroleh" saya menjawab, "kalau saya tidak punya waktu santai pasti saya juga tidak punya bahan untuk ditulis dan dibagi " "waktu adalah uang" adalah kalimat yang telah memporakporandakan keselarasan kita dengan hidup. walaupun jumlah alfabet lebih banyak daripada jumlah angka, namun rasanya angka-angka lebih banyak terabur dan terhambur di otak kita semua. walau kita tidak langsung memikirkan uang, namun sebagian kegiatan kita di drive oleh angka yang tercetak pada lembaran-lembaran itu. "uang bukan segalanya namun segalanya perlu uang" saya ingin menambahkan kata "keinginan" diantara kalimat diatas menjadi "Uang bukan segalanya, namun segala keinginan kita perlu uang" Kebutuhan hidup yang memerlukan uang tentulah tidak banyak, namun keinginan untuk mendapat kembali penerimaan, pujian, pengakuan dan penghormatan yang dulunya banjir diberikan sewaktu kita kecil susah kita taklukkan. Tentu tidak ada yang salah, bagi siapapun yang mengejar pundi harta atau status, setiap orang bertumbuh sesuai dengan kesadarannya, kita pun selayaknya tidak menghakimi siapapun, setiap orang mempunyai masa lalu dan pengalaman fisik dan pikiran yang berbeda satu dengan lainnya. Kita semua ingin bahagia, kita mencari kebahagiaan sesuai dengan tingkat kesadaran kita masing-masing, mereka yang mencari diluar biarkan bermain diluar, akan tiba waktunya bel kesadaran memanggil masuk kedalam. Seperti kesepian tidak mungkin disembuhkan dengan berhubungan dengan orang diluar, begitupula penerimaan, penghargaan, penghormatan, dan pengakuan, semuanya hanya didapat dengan cara menerima dan menghormati sepenuhnya diri yang didalam. Kebahagiaan adalah hal yang sederhana, bahkan hal yang paling sederhana di alam ini, semua yang diperlukan untuk berbahagia ada didalam diri setiap makhluk. Mulailah bersyukur dari hal-hal kecil, lihatlah kilau pernak pernik indah yang bergelimpangan sepanjang jalan hidup ini, seperti kata orang bijak dibawah ini "Banyak orang gagal menerima nobel, oscar, Pulitzer, tetapi kita semua dapat memperoleh kesenangan-kese nangan kecil. usapan punggung, ciuman di belakang telinga, suara keras bas, bulan purnama, tempat parkir kosong, makanan enak, matahari tenggelam yang agung, sup panas. jangan resah karena ingin memperoleh penghargaan hidup yang hebat. Nikmati kesenangan kecil yang tersedia banyak untuk kita." begitu sering dan begitu banyak yang terlewat, dan mungkin kita baru akan menyadari ketika waktu tinggal sedikit lagi. disaat saya membaca kalimat manusia bijak dibawah ini, tidak terasa airmata mengalir dan menyadari kebenarannya walau belum mengalaminya "Di akhir hidupmu, engkau akan menemukan bahwa hal- hal dulu yg engkau pikir adalah hal-hal besar sebenarnya adalah hal-hal kecil, dan semua hal yg engkau pikir hanyalah hal-hal kecil yg tidak penting adalah hal-hal yg penting dan besar" Dan Saya juga ingin mengingatkan diri sendiri kembali dua kalimat yang dikatakan Prof. Morrie Schwartz dalam bukunya yg melegenda Tuesdays with Morrie "When you realize you are going to die, you see everything much differently" "If you accept that you can die at any time - then you might not be as ambitious as you are." Kematian adalah salah satu guru terbaik yang mengajarkan makna kehidupan lebih baik daripada siapapun, hanya dengan menyadari kematian secara penuh barulah apa yang kita jalani sekarang ini boleh disebut Hidup. _/|\_

Kamis, 16 Juni 2016

.:: KENAPA MASIH SAJA GUNDAH ? ::.

Arif Rh Uang udah banyaaak banget, kok masih hidup gelisah / gak tenang ... Udah menikah, istri cantik / suami ganteng, kok masih terasa hampa ... Udah sukses, kok merasa gundah gulana ... Udah punya anak lucu-lucu, eh kok masih menderita .. Udah punya kerjaan mapan bergengsi, kok masih susah bahagia ... Mengapa bisa begitu? ... Apa sebabnya? ... Kalau kita ibaratkan roda kehidupan, kayak ban sepeda motor, maka segenap aspek kehidupan kita, adalah jerujinya ... Roda, baru enak bergulirnya, kalau jerujinya sama panjang ... Kalau jerujinya gak sama panjang, meskipun rodanya bulat, tetep aja jadi terguncang-gunc ang ... Karena posisi poros roda, tidak sama terhadap velg-nya ... Kadang, orang tidak imbang, dalam membangun jeruji kehidupannya ... Kalau anda sibuuk banget meditasi / wirid, kok tetep gelisah? ... Ya iya lah, lha wong anda enggak kerja, gak punya duit buat hidup ... Jeruji aspek spiritual anda panjang, tapi jeruji aspek keuangan anda sangat pendek ... Kalau anda, sibuuk banget nyari duit, kerja melulu, kok tetap menderita? ... Ya iyalah, karena jeruji aspek keluarga anda (anak istri / suami / ortu), gak anda berikan perhatian yang cukup, sehingga sering terjadi pertengkaran ... Uang gak banyak-banyak amat, tapi kalau aspek kehidupan lainnya seimbang panjang jerujinya, hidup anda akan enak, ayem ... Uang melimpah ruah, dimana- mana, tapi kalau panjang jeruji aspek lainnya timpang, anda hidup dalam ketidaktenangan ... Ini adalah rumus sederhana yang perlu kita perhatikan ... Keseimbangan jeruji aspek roda kehidupan ... Hidup kita gak nyaman? ... Terguncang-guncang? ... Tidak tenang? ... Serasa ada yang kurang, dan di batin jadi ngawang-awang? ... Itu tanda, aspek kehidupan kita ada yang tidak seimbang ... Cari dan kenali, mana jeruji yang terlalu pendek ... Cari dan kenali, mana jeruji yang terlalu panjang ...

Senin, 13 Juni 2016

.:: IKHLAS TAPI MENGHARAP ::.

Gobind Vashdev, Berbagi penelitian terakhir memang semakin menguatkan bahwa dalam pencapaian keinginan, prosentase lebih besar diperoleh seseorang yang melepaskan hasil daripada mengenggamnya. Namun entah program apa yang ada dalam, diri ini seringkali merasa belum sreg, ada yg kurang pas atau bukan jenis "keikhlasan' ini yang pas dengan kesadaran di dalam. Walau kedua metode diatas mempunyai cara berbeda, jalan berbeda,kesadarannya juga mungkin berbeda namun tujuannya tetap sama, yaitu menggenapi keinginan. "Ayo kamu perlu lebih ikhlas lagi, kalau ikhlas biasanya malah lebih dapat" "dilepas saja, nanti kan datang sendiri" Begitulah kurang lebih kata-katanya. Terkadang saya juga mengucapakan walau setelahnya harus "bertengkar" dengan suara lain di dalam. Kalimat yang terdengar seperti motivasi spiritual diatas ini seolah mirip dengan melepas kepala dan mengikat buntut. Ikhlas tapi juga berharap besar. Keikhlasan versi saat ini adalah kesadaran yang sama sekali tidak memperdulikan hasil. Mendapatkan tidak lebih baik daripada tidak mendapatkan dan tidak mendapatkan bukan lebih jelek daripada mendapatkan. Mendapat atau kehilangan mempunyai rasa yang serupa. Sakit sehat, susah senang, sama-sama syukur, sama- sama senyum. Memeluk kedua sisi hitam dan putih dan disaat yang sama juga tidak memihak keduanya. Equanimity bahasa inggrisnya, yang positif tidak digenggam dan yang negatif tidak ditendang Suara di dalam yang bergaung tetang keikhlasan ini sangatlah 'menganggu' ego yang bersemayam di diri ini, namun ku biarkan kegelisahan ini sebagai bel yang selalu mengingatkan tujuan hidupku, yaitu beserah untuk tidak menjadi apa-apa dan bukan siapa-siapa.

Senin, 06 Juni 2016

.:: PASSION ::.

"Kalau kau tak melihat sisi terang dalam hidupmu, maka poleslah sisi gelapnya hingga mengkilap "
Ivan W

Minggu, 05 Juni 2016

.:: SABAR ITU....::.

Gobind Vashdev
SATU LAGI TENTANG SABAR
Setiap posting atau berbicara kesabaran, selalu ada
yang berkata,
"kita manusia Pak, jadi namanya sabar kan ada
batasannya", "ngga bisa kita terus-terusan sabar
kan?" atau "kalau kita selalu sabar, nanti lama-lama
kita sendiri yang kecapekan."
Bila seseorang mau marah dan kemudian orang tersebut
bisa menahan emosi yang akan meledak tersebut, kita
sering menyebutnya sebagai orang sabar.
kata "sabar" sangat jauh dari arti menahan amarah,
seseorang yang sabar mempunyai mekanisme dalam
dirinya dimana gesekan ego yang menimbulkan api
kemarahan tidak terjadi.
Sebaliknya kata "Sabar" dan "Sadar" sangatlah
berdekatan, hanya manusia sedang sadar yang bisa
bersabar.
mereka-mereka yang menyadari gerak pikiran, mereka
yang menikmati proses dan juga mereka yang hidup di
saat ini (present moment) adalah orang orang yang
sadar, mereka tidak menuntut hidup harus terjadi sesuai
dengan keinginannya, namun ia tunduk dan mengalir
dengan hasrat dari semesta.
orang yang sabar bukan orang yang sekedar menahan
ketika tekanan datang namun memanfaatkan tekanan
untuk meningkatkan kemampuannya.
Mirip seperti pepatah Tiongkok yang berbunyi "ketika
badai datang, sebagian orang membangun tembok,
sebagian lagi mendirikan kincir angin".
mereka yang menahan juga pastinya membenamkan emosi
adalah bagaikan mereka yang menanam ranjau di hatinya
sendiri, yang suatu saat bila tercolek akan meledak.
seseorang yang sabar sangat menyadari bahwa
kemarahan tidak terjadi karena sebab dari luar,
kemarahan timbul 100% karena sebab dari dalam.
dengan kata lain tidak ada seorangpun atau kondisi
apapun yang mampu membuat seseorang marah, semua
kemarahan terjadi karena kita ingin dan bahkan
memaksakan kondisi tertentu, dan kita semua tahu
bahwa keinginan sumbernya dari dalam.
Disini bukan saya mengatakan kita tidak boleh
berkeinginan, kalau saya tidak punya keinginan maka
tidak mungkin tulisan status fb ini ada. Keinginan
adalah hal yang wajar dan alami, namun yang menjadi
tantangan adalah apakah kita mampu untuk tidak
melekat pada keinginan tersebut? Dengan kata lain
mampukah kita ikhlas menerima kejadian yang berbeda
bahkan bertolak belakang dari apa yang kita harapkan?
jika seseorang memahami pikirannya, tidak hanya
sekedar tahu atau mengerti secara intelektual, maka
orang tersebut juga akan mampu mengerti apa yang
terjadi disekitarnya. orang-orang ini tidak memerlukan
usaha mati-matian merubah hal diluar, ia hanya fokus
dan fokus untuk merubah didalam.
Ketika didalam beres maka tidak ada satu halpun diluar
yang bisa membuat kita marah, sebaliknya tatkala di
dalam kacaubalau maka apapaun yang terjadi diluar
akan terlihat amburadul.
Dibandingkan dengan diluar, memahami apa yang didalam
tentu jauh lebih sulit, karena kita tidak terbiasa melihat
kedalam, apalagi memahami tentang kesabaran. untuk
menjadi ahli sabar syarat utamanya adalah kita harus
memahami semua hal lainnya, dengan arti lain kita harus
sabar meniti satu-persatu bagian dalam diri.
kita bisa melihat sebuah simbolik sempurna didalam
Islam dimana Asma-Ul Husna atau 99 Nama Allah
yang dilambangkan dengan 99 butir yang membentuk
tasbih.
Kesabaran (As Shabuur) berada di paling akhir, yang
saya artikan bahwa untuk mencapainya kita perlu
perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran untuk
melewati 98 lainnya.
dan satu lagi bahwa setelah As Shabuur, butir
selanjutnya kembali bertemu dengan yang pertama Ar
Rahman (Maha Pengasih). Sabar dan kasih sangatlah
berdekatan, maka itu tidak salah kalau ada pepatah
yang berbunyi bahwa "orang sabar itu dikasihi Tuhan."
_/|\_

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...