Arif Rh Dalam khasanah kebijaksanaan jawa, dianjurkan berpuasa pada hari kelahiran kita dan juga pada hari lahir + 3 hari ... Misalnya anda lahir hari rabu, maka anda dianjurkan puasa pada hari rabu dan sabtu ... Itu menurut keilmuan budaya jawa ... Aku barusan tanya istriku, nabi Muhammad lahirnya hari apa? ... Kata istriku, nabi Muhammad lahir pada hari senin ... Loh ... Aku kaget ... Karena nabi Muhammad mencontohkan puasa sunnah senin kamis, yang sekarang diikuti umatnya ... Cocok donk dengan keilmuan jawa? ... Kan kalau lahir hari senin, puasanya yaa hari senin dan kamis? ... Yang jadi penasaran dalam pikiran saya ... Apakah nabi Muhammad sebenarnya mencontohkan puasa senin kamis? ... Ataukah beliau mempraktekkan puasa di hari lahir dan hari lahir + 3 hari, sama seperti keilmuan jawa? ... Tidak ada yang tahu ... Karena orang lebih mengikuti apa yang dilakukan nabi ... Dan bukan mengeksplorasi, apa keilmuan di balik yang dilakukan nabi ...
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Kamis, 23 Juni 2016
.:: YANG RUWET ITU PIKIRANMU ::.
ARIF RH
Kenyataan itu apa adanya, penilaian kita yang meruwetkannya ... Penilaian, adalah penyebab seseorang lari dari kenyataan, dan mengalami penderitaan ...
Rabu, 22 Juni 2016
.:: KUNCI SUKSES ::.
Ifan Winarno
kunci sukses itu gak ada.. karena sukses tidak mengunci maupun menutup.. sukses justru membebaskan..
.:: KALAU PUNYA MASALAH, BANTULAH ORANG LAIN ::.
Gobind Vashdev KALAU PUNYA MASALAH, BANTULAH ORANG LAIN Entah mengapa sebuah kalimat yang saya dengar di radio sewaktu saya masih di SD atau SMP masih menggumpal dikepala ini, kurang labih begini "menurut seorang psikolog, jika kita punya masalah, cobalah membantu sahabat atau orang lain yang sedarng dirunding masalah", kemudian lanjut penyiar itu "Bila kita mau menyempatkan menolong orang lain maka biasanya kita akan menemukan jalan keluar dari masalah diri ini" Sejak saat itu, diri yang merasa penuh dengan masalah ini, 'mencari' orang yang bermasalah dan mencoba untuk melakukan sesuatu, dan memang berkali-kali saya menemukan solusi atau paling tidak sebuah kelegaan. Ini memang terlihat paradoks, dulu saya berpikirnya keluar, yang kurang lebih seperti ini, "masa ketika kepala sakit-sakitnya malah mijitin orang lain",atau "masa kantong lagi kering-keringnya malah minjemin uang" namun semakin kita masuk lebih dalam menjelajah bathin, kita akan melihat fenomena keterbalikan ini. Pada etos Ramayana, inilah yang dilakukan Rama dalam perjalanannya ke Alengka mencari Shinta, belahan jiwanya yang diculik Rahwana. Rama membantu Sugriwa untuk mendapatkan istrinya yang diambil paksa oleh kakak kembarnya Subali. Prinsip paradoks inilah yang membawa saya melakukan olahraga/ yoga selagi perut di puncak keroncongan menjelang maghrib selama bulan Ramadhan ini. perlu diingat, olaraga atau Yoga di sini bukan dimaksudkan untuk mengalihkan rasa lapar, sebaliknya saya merasakan dan mendengarkan lambung yang berteriak minta makan serta tenggorokan yang minta air. inilah rahasianya, kita perlu mendekap sampai rasa yang sebelumnya tidak nyaman, yang hadir karena penolakan kita, menjadi teman yang tidak menggangu. Kita masih tetap merasakan lapar dan haus namun semuanya itu tidak membuat kita menderita. sama halnya dengan semua kekacauan pikiran atau bathin kita, duduklah dengan kekacauan itu, duduk dan selami dan dengan sabar sadari semuanya itu, bahkan kita tidak perlu memikirkan solusi, beri kepercayaan pada kesadaran bukan logika untuk memimpin dirimu. Kalimat Khalil Gibran "Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan"perlu ditambahkan sebuah syarat, syarat itu adalah kita perlu merawat goresan yang ada, bukan membiarkan, mengalihkan atau tidak dirasakan, sebaliknya kita perlu merasakan bahkan merayakan kehancuran hati seperti yang ditulis oleh Chin Ning Chu di bawah ini. Berbahagialah dan rayakan setiap kali hati anda hancur. Hanya saat hati anda hancur, cahaya depat masuk. Baru setelah anda merasakan dukanya penderitaan anda dapat tahu bagaimana orang lain menderita. Inilah tempat anda memahami empati. Inilah saatnya orang lain dapat melihat ke dalam mata anda, jendela jiwa dan melihat bentuk, kearifan, rasa kasih dan pemurnian kembali. Setelah merasakan kehancuran hati, anda akan menjadi lebih cantik dan menarik bagi dunia. _/|\_
Minggu, 19 Juni 2016
.:: TAK ADA YANG KEBETULAN ::.
"Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Segala sesuatu terjadi karena ada sebabnya. Maka, tidak ada gunanya mengeluh jika takdir sudah datang mengetuk pintu."
Ifan Winarno
.:: NEGATIF DAN POSITIF THINKING ::.
Batas maksimal dari negative thinking yang berlebihan adalah "penghakiman" ... Batas maksimal dari positive thinking yang berlebihan adalah "hilangnya kewaspadaan" ... Negative thinking dan positive thinking, keduanya memiliki manfaatnya masing-masing, kecuali ia telah melampaui kadarnya, alias mencapai batas maksimalnya ...
Arif RH
.:: HAL KECIL ADALAH HAL BESAR ::.
Kamis, 16 Juni 2016
.:: KENAPA MASIH SAJA GUNDAH ? ::.
Senin, 13 Juni 2016
.:: IKHLAS TAPI MENGHARAP ::.
Senin, 06 Juni 2016
.:: PASSION ::.
Ivan W
Minggu, 05 Juni 2016
.:: SABAR ITU....::.
SATU LAGI TENTANG SABAR
Setiap posting atau berbicara kesabaran, selalu ada
yang berkata,
"kita manusia Pak, jadi namanya sabar kan ada
batasannya", "ngga bisa kita terus-terusan sabar
kan?" atau "kalau kita selalu sabar, nanti lama-lama
kita sendiri yang kecapekan."
Bila seseorang mau marah dan kemudian orang tersebut
bisa menahan emosi yang akan meledak tersebut, kita
sering menyebutnya sebagai orang sabar.
kata "sabar" sangat jauh dari arti menahan amarah,
seseorang yang sabar mempunyai mekanisme dalam
dirinya dimana gesekan ego yang menimbulkan api
kemarahan tidak terjadi.
Sebaliknya kata "Sabar" dan "Sadar" sangatlah
berdekatan, hanya manusia sedang sadar yang bisa
bersabar.
mereka-mereka yang menyadari gerak pikiran, mereka
yang menikmati proses dan juga mereka yang hidup di
saat ini (present moment) adalah orang orang yang
sadar, mereka tidak menuntut hidup harus terjadi sesuai
dengan keinginannya, namun ia tunduk dan mengalir
dengan hasrat dari semesta.
orang yang sabar bukan orang yang sekedar menahan
ketika tekanan datang namun memanfaatkan tekanan
untuk meningkatkan kemampuannya.
Mirip seperti pepatah Tiongkok yang berbunyi "ketika
badai datang, sebagian orang membangun tembok,
sebagian lagi mendirikan kincir angin".
mereka yang menahan juga pastinya membenamkan emosi
adalah bagaikan mereka yang menanam ranjau di hatinya
sendiri, yang suatu saat bila tercolek akan meledak.
seseorang yang sabar sangat menyadari bahwa
kemarahan tidak terjadi karena sebab dari luar,
kemarahan timbul 100% karena sebab dari dalam.
dengan kata lain tidak ada seorangpun atau kondisi
apapun yang mampu membuat seseorang marah, semua
kemarahan terjadi karena kita ingin dan bahkan
memaksakan kondisi tertentu, dan kita semua tahu
bahwa keinginan sumbernya dari dalam.
Disini bukan saya mengatakan kita tidak boleh
berkeinginan, kalau saya tidak punya keinginan maka
tidak mungkin tulisan status fb ini ada. Keinginan
adalah hal yang wajar dan alami, namun yang menjadi
tantangan adalah apakah kita mampu untuk tidak
melekat pada keinginan tersebut? Dengan kata lain
mampukah kita ikhlas menerima kejadian yang berbeda
bahkan bertolak belakang dari apa yang kita harapkan?
jika seseorang memahami pikirannya, tidak hanya
sekedar tahu atau mengerti secara intelektual, maka
orang tersebut juga akan mampu mengerti apa yang
terjadi disekitarnya. orang-orang ini tidak memerlukan
usaha mati-matian merubah hal diluar, ia hanya fokus
dan fokus untuk merubah didalam.
Ketika didalam beres maka tidak ada satu halpun diluar
yang bisa membuat kita marah, sebaliknya tatkala di
dalam kacaubalau maka apapaun yang terjadi diluar
akan terlihat amburadul.
Dibandingkan dengan diluar, memahami apa yang didalam
tentu jauh lebih sulit, karena kita tidak terbiasa melihat
kedalam, apalagi memahami tentang kesabaran. untuk
menjadi ahli sabar syarat utamanya adalah kita harus
memahami semua hal lainnya, dengan arti lain kita harus
sabar meniti satu-persatu bagian dalam diri.
kita bisa melihat sebuah simbolik sempurna didalam
Islam dimana Asma-Ul Husna atau 99 Nama Allah
yang dilambangkan dengan 99 butir yang membentuk
tasbih.
Kesabaran (As Shabuur) berada di paling akhir, yang
saya artikan bahwa untuk mencapainya kita perlu
perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran untuk
melewati 98 lainnya.
dan satu lagi bahwa setelah As Shabuur, butir
selanjutnya kembali bertemu dengan yang pertama Ar
Rahman (Maha Pengasih). Sabar dan kasih sangatlah
berdekatan, maka itu tidak salah kalau ada pepatah
yang berbunyi bahwa "orang sabar itu dikasihi Tuhan."
_/|\_
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Saya pernah dengar gosip bahwa sekarang ada metode Kristenisasi dengan meniru-niru agama Islam. Tapi rupanya gosip itu berasal dari orang ya...
-
Arif RH, Dulu banget, saat memberikan pelatihan, saya sering menggunakan game flash di laptop ... Gamenya game kartu ... Ini game jadul bang...