Minggu, 09 Oktober 2011

※ TETAP SAJA ※

" alt="red-angel.jpg" />

“Duhai jelita malam, sungguh kembali asaku larut menenggelam dalam kebekuan dinginmu...

Dilema teronggok mengalut di tengah belantara samudera biru, lihat lihatilah... separuh jiwaku merapuh meriap mendayu gelisah menanti tambatan hati menepikan sisi kerinduan...

kapan entah menghenti, deburan hasratku mengombak menghempas angkuh karang mimpi... tetap saja riuh mengemuruh di indah pantai Cintaku berpasir putih...

…Nestapa malamku diselimut diam merudung dalam geliat sesal mengacuh memilu mulia cinta...

hanya paras gelisah tergaris kudekap...

Bisa apa aku, bila hati selalu tetap merindui cinta...

Lantang Kuhardik dunguku, menampik bahwa sesungguhnya ku tak berdaya atas kerinduan ini akan jelitamu..."

Jumat, 30 September 2011

≈ MAAF KEMBALI ≈

“jiwaku bersimpuh
menggenggam setangkai maaf
untuk cinta nan bersemayam di
kalbu ini atas aku yang terlelap
di selembar nestapa yang
menyelimuti jiwa ini...
Namun tatkala matahati terjaga
kini mengiringi sang subuh... Aku
teringat seulas senyum indahmu
menghampiri sadarku...
Aku terlalu merindumu, duhai
kau malaikat cintaku...”

♀ASMARAGAMA♂

“Kemarilah cinta hampiri aku dipermadani kekasih malam... Memejamlah... penuh kasih kuciumi setiap jengkal sepi dihati cinta, layaknya pengantin malam... Rengkuhlah cintaa... Melumati jindah cinta merasuk mencairkan kebekuan di tiap jengkal rasa mengusung senyum surgawi...”

#MELARUT#

ci.jpg

“Sungguh tanpa cinta nan
menyapaku...

Kerinduan ini, bengis menyayat
kesunyian hati, mengirisi senyap
malamku...

nestapa kan tertatih menghiba,
menitik bulir-bulir airmata jiwa
memendung keindahan rembulan...

Hingga ujung malam... sungguh Asa
kian terlunta mengais
nirwana cinta di kebekuan
beranda hati...
Aku tiada layak tuk kembali
bermimpi...

Segera saja setetes rasa ku kan
merasuki setiap sel pembuluh nadi
mengurai kasih menuai kisah...

Melumati kemesraan dari
letih demi letih yang
menyetubuh di setiap helai nafas-
nafas cinta...”

※TERLALU MERINDU※

“Kudapati atas sadarku... Tentang matahati ini yang Kelam terjaga dari riapan lelap hatiku, sebab tertatap tajam sebilah lelah tertatih menggurat sembilu cinta... Jiwaku terkapar terbalut angkuh hasrat rindu hati, sendupun bertalu tanda dingin pagi menusuk kalbu mengharu biru...”

◎MENITIS◎

“Kembali gemuruh rindu mengharu selimuti batas malam meninggali jejak-jejak rindu di setapak nan meliku seonggok hasrat kasih... Oh...Rembulan bila saja indahmu mampu mencairkan kebekuan malamku tanpa cinta... Mungkin ku kan segera beranjak melelap gundah matahati ini... Duhai gemerlap Bintang kesunyian, andai kau melekat di pekat langit resahku, mungkin Bidadari cintaku kan enggan beranjak meninggalkan awan- awan mimpiku... Lalu bisa apa, jika sepi kembali menitis di belantara hatiku...”

〃SECARIK HASRAT〃

“…Dan tentang lantunan subuh menguapkan selarik perasaanku tulus bersimpuh pada cinta nan Agung... Rasamu sesungguhnya rasaku, menghujami nestapa hati... Lalu kesakitan apa yang lancang memeluk Cinta...”

●Hampa Menyayat●

“Cinta... meski tak kau nantikan,
takan bisa diredam biarkan
rasaku tulus membaring di rapuh
sisimu...

Lembut mengentasi
kesakitan nan angkuh
bersemayam mengusik senyum
cinta, sebab tanpa seulas senyum
mu adalah kesakitan yang
teramat menyayat jiwa ini nan
selalu merindu...

Cinta... selembar Diam yang kau
hampar sungguh menjangkit
gelisah di sekujur hati memerih hampa...”

】KERAJAAN HATI【

“Demi Anggun cinta nan bijak bertahta di singgasana langit hatiku... Lihatlah...! Diujung sebilah luka nan meradang nestapa hati, rintih maafku tertunduk bersanding selembar hiba... Bila saja sekejap kusaksikan sekeping tulus memukau rerintik air mata jiwa, tuk berkenan kembali membasah di gurun- gurun rerindu hatimu nan kering melepuh kesunyian... Ketahuilah... tak ada lagi untuk rasa kan bernaung, namun di nan megahnya Kerajaan Cintamu satu pengecualian untuk seonggok hati ini...” Menyapa kesepian hati Mengecup kening pagi nan mempesona hasrat tuk menyapa...”

々BILA CINTA々

wow... merekah Cantiknya... Bila kau tahu setiap detik nadi ku terlalu mencemaskan cinta... Aku mempercayaimu, seperti ku percaya rasa cinta nan sejuk membias di hati kita... Tulus. Kenapa Cinta?Katakanlah cinta, musnahkan keangkuhan sang malu, katakan padaku, katakan pada hasrat hatiku tuk bahagiakan rasamu...”

¤ RESAHKU ¤

“…Duhai Malaikat Cinta... Lihat ! gelisah ini mengobrak-abrik kesepian hati stiap waktu mengingati anggun rerindu menanya indah cinta... sedang apakah gerangan engkau tanpaku?Diujung malamku kalbu merintih memekik angkuh kensunyian nan melelap bidadari surgawi...”

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...