Selasa, 23 Juni 2015

# TERACUH #

cipokan.jpg

"Lalu... di sisi lain... begitu pengertiannya hatiku, namun tidak pernah tersentuh sedikit pun...
Dia... masih saja terdiam entah dengan rasanya disana...
lihat dengar dan diam... menggenggam kata demi kata tanya...
tertunduk ku tiada bergeming... apa sebab naluri hanyalah dongeng Tuhan yang akan tetap terpahat di dinding kisah dan hati...
Senandung ku terisak pada merindu nan tetap teracuhkan atas nama agung kasih sayang...
merimbalah tanya men diam diri...
kemana naluri mulia memuja ?

17 Mei pukul 16:40

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...