Arif Rh Yang rusak akhlaknya, ahli maksiat, jebakannya adalah mengolok-olok yang sholeh dengan label, "sok sholeh luuu !!" ... Juga kejebak pada kebanggaan memamerkan kelakuan error dan dosa-dosa mereka ... Sebaliknya ... Yang akhlaknya sudah sholeh, kadang kejebak mengomentari dan menggunjingkan mereka yang akhlaknya rusak, dan mengolok-olok mereka ... Juga kejebak pada sikap, "merasa sayalah yang paling sholeh" ... Jadi ... Ya sami mawon asline ... Sama-sama melakukan dosa, hanya saja dosanya berbeda ... Lha yang lebih parah ... Sholeh enggak ... Tapi akhlak rusak banget kayaknya enggak ... Alias enggak jelas ... Masuk neraka, nanggung ... Masuk sorga belom cukup timbangannya ...
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Muniri Chodri, Dalam suatu kesempatan, saya terlibat diskusi tentang pertentangan Ahli fiqh dan kaum Sufi. Ahli fiqh menyangsikan amaliah ya...
-
"Bagaimana bisa dikatakan cinta, jikalau engkau sepi dari jiwa dan semangat berkorban kepada yang dicintai, cinta itu tiada menuntut ba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar