Jumat, 30 September 2011

▲ MENGHENYAK JIWA ▲

“Indah langitku kembali
mendung bergemuruh
menggelegar menghempas dinding
hati yang telah terukir rasa...

Rasa Memengap, terkungkung jarum-
jarum waktu dan sempit ruang
serta sedikit celah menafaskan
kerinduan...

Jelitamu terlalu angkuh
menyayat matahati mengurai
setumpuk hasrat...
terpuruklah jasad menghimpit
tulus jiwa mengulum
sembilu terpasung luang...

hmm... sempurnalah duka melara
cinta...
Bisa apa aku ? Bila tiba harus ku
usung derai nestapa ini...

Aku pamit dari cinta... tapi tidak
untuk segenap tulus rasa yang
telah indah menitis dilubuk hati...

Maaf tersaji kecewa duhai
jelita hati terindah...”

#-Aku Yg Dungu-#

"Demi kedunguan rasa hatiku...
berbungkus tulus, setangkai
mawar Maaf kupersembahkan
kesekian lagi untuk cinta...
Sungguh tak pernah terbersit
secuilpun tuk merendahkan
keagungan cinta...
tiada lain dan bukan merupakan
begitu bodohnya hati mencurah
setangkup ketulusan rasa nan
gundah akan kasih dan sayang
tak mengerti arti cinta...
Sekali lagi ku menunduk merona sebait
kata 'maaf'...”

Kamis, 29 September 2011

☆Menggurat Rindu☆

Kemanakah duhai kau
Kesepianku...
hm... terjerembabku Mengigatimu...
mendambamu...
merinduimu hatiku
menginginkanmu...,

aku
bahagia memimpikanmu..

“...Duhai mendung langitku..!
Lihatlah...
Jemari hatiku seketika mematung
tuk menyentuh malam...
adalah engkau satu bintang
surga nan indah memancar
ketakjuban di taman hatiku...
hingga Hasrat terpukau anggun
bunga-bunga cinta nan merekah
mengecup jelita malam...
menabur kasih sayang, memadu
kisah...
Ketahuilah karunia langit
mengukir bahagiaku...
Kurasakan sendiri atau
entahlah ? Senyumku meluncur
mengusung indah Cinta”

*TERSIKSA SUNGGUH*

" hmm... Tak apa, Sejenak bersandar di berandaKu...
hmm... masih saja senyum mengulum di ujung pagi, seraya menari di kebiruan awan langit...

hmm...
Masih saja indah rupawan... semerbak jelitamu menawan pagi, enggan segera menjelang....
hmm... Sungguh...
sinar matamu Masih saja Menuai takjub menyiangi bimbangku...

Oh... nikmat kali makan jajan...!

huf siwalan...! Seketika riuh gemuruh perutku dangdutan...!"

★TOUCH MY SOUL★

“...I am
retreat in the heart chamber ...
Lonely endless hug ...
Just
wanted to shout my mind
immediately screamed dream ..

Look at me O nite...
I'm sailing towards
the ocean blue heart... Then,
throwing away my dream
hooks, n hopefully attract a sweet
smile of the inhabitants of the
night ...
oh... indeed an
inexpressible beauty has
touched my soul ..."

→⊙TERBUNUH SEPI MU⊙←

"kembali mengendap menyambangi bintang kegelapan...

hmm... ku rebahkan saja sjenak, seonggok asa dihamparan permadani kerinduan...

sayup suara sunyi bergelayut mesra membisik lafas nan terpapas kalbu meruah...

Lembut seketika desah nafas lelah menghampiri menciumi sekujur pekat mimpi hati nan terpasung diam...

tersipu sang gelisah menelanjangi membuai dingin malam setubuhi setumpuk hasrat selimuti
sanubari terjerat ...

Lusuh mimpi terbunuh angkuh sang langit...
erat memeluk senyum bidadari surgawi... hingga pulas... melelap...

oh... duhai nyanyian malam pemilik sunyi...
Asa ini terpasung Jelitamu...! "

Ketahuilah duhai bidadari
kesunyianku...
kan kusajikan butir-butir embun
kesejukan diterik hatimu...
Dan kan kusugguhkan cawan-
cawan kehangatan... di awan
dingin yang menghinggapi
senyumu...
Reguk...! Teguklah... Setetes
hasrat ini bersamaku...
untuk satu ruang kerinduan
kita... Bersulanglah jelita..."

≈TULUSKU≈

“...dan kembali Semerbak aroma maaf bertabur penuh kasih diujung mulia waktu...

Hembus nafas-nafas Suci sejuk membalut lafas-lafas sanubari penuh Cinta...

Semesta Langit indah bergema menyenandung kalimah-kalimah fitrah nan Agung....

Di elok beranda hati ini ku bersimpuh tulus mengucap...”

《DARI CINTA》

“...lalu Cahaya surgawi memancarkan keindahan nyata,,, bagi insan yg dilingkupi cintaNya,,, dengan awal tidak berharap akhir,,, dengan senyum tak berharap duka... merangkai tawa dan mengurai nestapa,,,
Tanya nurani diri...
Inikah kebahagiaan sejati ? Entah,,, setelah linang airmata menyapa meluka hati... biarkan semu membias nyata pelangi jiwa... dan kehinaan menetes bulir-bulir mulia,,, Semua karna C.I.N.T.A ...”

♂KECUP RINDU♀

2014-04-15.jpeg

“...Pahamilah kecupan-kecupan rerindu menghempas sehelai rasa melayangkan beribu bunga-bunga kasih menghujam malam, membasah menyatu syahdu di kelam dua hasrat terlunta kisah...

tak pernah mampu kusangkal jiwa ini, nan tertunduk tersipu hasrat mencumbu kasih cinta, kepayang... terpampanglah sejuta bahagia menenggelam ditemaram mendung langit kasmaran...

tengoklah... matahati nan tertatap aura surgawi memancar indah meriap nafas anggun bidadari kesunyianku,

Paras kalbu ku pun tertegun mengulum sahaja jiwa...merdu menyenandung nada-nadi indah tulus dua hati nan dilelah asa... seketika semestaku memuja mulianya engkau duhai cinta pemilik sejati mimpi bahagiaku...”

Sabtu, 24 September 2011

※Lihat Cinta..※

“...matahatiku meriap nanar serasa mengarat digerumut rengat...
serasa ruhku bersayap meringan setengah memayang...

Jiwa gontai menenggak bergelas-gelas anggur asmara, hatiku dimabuk cintamu...
Angan melunglai mengusut terbius ranum paras jelitamu...”

Atas nama cinta, walau butiran gelisah bersemayam meracun memimpimu...tak cukup kuat menhancurkan bahagia hati peliknya bersanding cinta... Sebab ada bait-bait namamu indah terukir nyata dalam guratan tinta emas dipusara hatiku...”


think-of-you.jpg

About YanG

Placeholder for About Me page of YanG

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...