Kamis, 03 Agustus 2017

GENERASI PENGHAYAL

Dan ketahuilah....salah satu ciri kekacauan (chaos) pada masa kita sekarang ini adalah : BIAS, DISTORSI dan DELUSION.

Tiada lain karena manusia sudah terlalu lama hidup dalam Hyperreality (agama2 politik). Perkembangan teknologi yg sedemikian cepat tidak diimbangi dengan kesiapan psikologis utk tetap berpijak pada realitas. Korbannya terutama anak-anak muda pengkhayal yang 10-20 tahun lagi akan jadi beban berat bangsa/ dunia.

Generasi muda diprogram untuk jadi penghayal?
Sudah merupakan konsekwensi dari kemajuan teknologi yang tidak seimbang dengan kemampuan manusia untuk beradaptasi secara psikologis.

Contoh :
Jaman dahulu remaja ingin mendengarkan musik Top Hits terkini, mendengarkan radio yg suaranya kresek-kresek. Tidak puas. Untuk puas dia harus beli casette. Menabung dulu seminggu baru beli. Itu pun diputarnya berulang-ulang sampai pita kasetnya molor.

Tapi karena proses itu, kita merasakan kenikmatan.

Jaman sekarang?

Asal punya android dan "minta papa pulsa", mau dengar lagu apa saja bisa tinggal sejauh click. Sehari bisa dengarkan puluhan lagu. Mendengarkan musik seharian.
Puas??
Sebaliknya!!!

Semakin mudah kesenangan terpenuhi, apalagi sampai bertubi-tubi...hasilnya justru stress...

Akibatnya apa kalau stress?

Menuntut kesenangan yang lebih "tinggi" lagi (semacam dosis kecanduan morfin). Kalau dipenuhi terus akan semakin gila. Lalu timbul tindakan ngawur / nekat.
Hidup terasa hampa.
Apa yang natural dirasa kurang sip, lalu dengan akal pikirannya mencoba mereka-reka "yang lebih baik", "lebih efisien", "lebih benar", akibatnya hidup rumit sekali dan satu anggota masyarakat dengan anggota masyarakat yg lain mengejar "cita-cita ideal"nya masing-masing...
bukan semakin baik tapi semakin absurd... Tetapi "kegatalan" tidak enak kalau tidak digaruk....maka semakin bingung semakin ngoyo memutar pikiran.... akhirnya yg terjadi hanyalah BIAS, DISTORSI dan DELUSI... menjadi manusia super bawel seperti nenek-nenek yang mengkhayal sedang hidup di jalan PALING benar. Tiap-tiap orang dalam gelembung khayalnya masing-masing.
Mesti satu keluarga duduk bersama makan malam tubuhnya hadir semua, tapi nyawanya masing-masing entah terbang kemana.

Bukankah itu gejala penyakit modern ini?

Inilah salah satu contoh KETIDAKSIAPAN psikologis manusia atas lompatan teknologi yg super cepat. (Ingat, pesawat terbang saja baru ditemukan 100 tahun yg lalu. Jaman sekarang --saya dengar-- sudah ada yg menemukan teknologi atau minimal secara konsep teori untuk terbang / melayang dengan menggunakan vortex energy pada suatu wahana yg dirancang dari bahan dengan struktur crystalline).

Akibatnya, hampa....tapi mencari pemenuhan sementara melalui puja-puji hebrink dengan teknik NLP (Neuro Linguistik Program = motivasi) maupun katarsis musikal.

Ini jelas bukan merupakan solusi dari kehausan eksistensial tersebut. Bukti kegagalan itu adalah munculnya bigotry tersebut sebagai diagnosisnya. Tapi orang awam pada umumnya tidak mengerti hal ini. Karena ini kasunyatan, sementara mereka hidup dalam hyperreality mereka sendiri (dan bersikeras). Tentu gagal melihat.

Rahayu!
Danz Suchamda


SPIRITUAL : BERKETUHANAN TIDAK HARUS BERAGAMA

Danz Suchamda

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Meskipun penelitian ilmiah yang pernah dilakukan selalu dituduh bermuatan sentimen, temuan selalu konsisten bahwa orang-orang religius cenderung berbohong dan membesar-besarkan kegiatan amal.

Jangan khawatir karena ini bukan lelucon, tapi premis dimana agama membuat anak-anak yang polos menjadi serakah. Anak-anak ateis lebih murah hati dan kurang menghakimi dibanding anak beragama.

Anak-anak yang dibesarkan dari rumah tangga religius menghasilkan moral paling buruk dan suka menghakimi dibanding anak-anak yang dibesarkan dari keluarga non-religius.
Para ilmuwan dari 7 universitas mempelajari perkembangan moral 1.200 anak Islam, Kristen dan non-agama berumur 5 hingga 12 tahun di AS, Kanada, China, Yordania, Turki dan Afrika Selatan.

Komposisi anak adalah 24% Kristen, 43% Islam dan 27,6% non-agama. Jumlah Yahudi, Buddha, Hindu, agnostik dan lainnya terlalu kecil untuk uji statistik secara valid.

Anak-anak yang dibesarkan dari keluarga ateis memiliki empati lebih tinggi dibanding anak-anak Islam dan Kristen, sedangkan anak-anak Islam sendiri paling tinggi keinginan menghukum orang lain.

Anak-anak Muslim paling membahayakan dalam hubungan interpersonal dengan sikap dominan dan kegemaran menghakimi dibanding anak-anak dari keluarga agama lain dan ateis.

"Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan orang-orang religius tidak lebih baik daripada rekan-rekan non-religius," kata Jean Decety, neurosaintis University of Chicago.

"Studi kami melampauinya dengan menunjukkan bahwa orang-orang religius kurang murah hati dan tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak juga," kata Decety.

Hari ini 5,8 miliar manusia mewakili 84% populasi dunia mengidentifikasi iman kepada akherat dan pada saat yang sama orang tua berasumsi bahwa agama adalah standar moral menjadi manusia yang baik.

Satu teori bahwa orang tua beragama mengajarkan anak-anak menjadi baik dengan cara takut kepada tuhan, sedangkan orang tua ateis mengajar anak-anak untuk menjadi baik dengan hal-hal yang memang patut dilakukan.
Anak-anak beragama hanya merasa terdorong untuk bersikap baik atau bermurah hati jika mereka berpikir ada seseorang yang menonton, bukan karena perbuatan baik memang baik dilakukan.

Pola perilaku anak agama cenderung dikaitkan dengan lisensi moral wahyu langit, roh ilahi dan sebagainya. Sedangkan anak-anak ateis cenderung bertindak atas dasar orang lain, aturan-aturan moral sosial dan lain-lain.

The Negative Association between Religiousness and Children’s Altruism across the World
Jean Decety et al.
Current Biology, November 05, 2015, DOI:10.1016/
j.cub.2015.09.056

http://www.laporanpenelitian.com/2015/11/29.html?m=1

Rahayu!

Rabu, 26 Juli 2017

KEBENARAN YANG HIDUP

Copas artikel dari master mbah Danz Suchamda

INIQUITY

Kemaren saya buka pintu untuk komen2 nyinyir, sentimentil emosional yang tujuannya hanya penyerangan pribadi atau disinformasi, pemfitnahan, blackpainting, dsb.... Agar publik luas dapat melihat sendiri kenyataannya. Bahkan ada akun2 bernama arab/islam pun ternyata isinya adalah domba2 bertaring.

Hari ini mulai saya bersihkan. Beberapa yang memang murni hatred langsung saya banned. Yang masih mengandung reason saya biarkan secara terbatas.

Tujuan saya adalah agar pesan2 saya dalam komentar dapat terbaca dengan jelas , alih-alih ditenggelamkan dengan komentar2 yg tidak perlu, unrelevan, iniquity dan OOT.
Sami mawon.

Kalau yang satu mengkafir-kafirkan orang. Menuduh mamarika, rheumason, preman sorry.
Yang ni nuduh sesat, murtad, iblis, tukang sihir, kuasa gelap.

Suka bikin perang tapi bilang pembawa DAMAI.
Suk menghasut orang untuk menjauhi pihak lain, pemecah belah keluarga dan persatuan umat manusia, tapi bilang agen tunggal KASIH.
PODO WAE.

Ketahuilah! bahwa Mesiah yang sejati itu akan datang untuk mempersatukan umat manusia dan bangsa-bangsa memasuki masa milenium damai yang diistilahkan New Jerusalem. "Shalem" sendiri artinya adalah KEUTUHAN.

Jadi bukan suatu IDOL yang mengajarkan NEUROTICISM (kecemasan dan ketakutan) agar manusia terpecah-pecah menjadi golongan-golongan saling curiga. Sadarlah!

Kalau pun dia dikatakan sebagai menjadi pemimpin pasukan surgawi menaiki kuda putih, maka itu artinya adalah simbolisme memerangi pihak-pihak yang memecah belah, melawan ajaran2 yang fragmentasi (tidak tamim) dan menanamkan ketakutan itu!

Mengacalah diri!

Tidak sadar kah kalian bahwa perang itu akarnya adalah RASA TAKUT. Justru bukan keberanian.

Takut hidup. Takut hidup berdampingan dengan orang lain yang dipersepsikan membahayakan atau mengancam hidup anda. Entah karena dia bawa-bawa golok atau karena "pelihara setan".
Berpikir, "Lebih baik mati, daripada hidup ketakutan"...."

Mari kita mati membela X melawan 'setan' yg membawa kematian kekal". Lihat!....pada dasarnya adalah ego yang krisis karena terancam! Ego yang ingin exist!

Pertanyakanlah : siapa yang menanamkan 'pengetahuan' (info-info) yang membuatmu merasa terancam dan ketakutan itu kalau bukan PEMIMPIN AGAMAMU SENDIRI!!!??? Merekalah yang menanamkan "grain of sand" di dalam hati dan pikiranmu, sehingga selalu iritasi di bawah sadar sehingga setiap saat dapat diledakkan jadi api yang berkobar!

Karena merasa terancam oleh pihak lain, maka pikiran manusia berdelusi berproliferasi dalam angan-angannya menimbulkan sikap antipati terhadap pihak yang lain. HAMPIR 90% TIDAK DIDASARKAN OLEH ALASAN-ALASAN REAL!
Ini adalah lawan kata dari TRUST atau saling percaya satu sama lain antar bagian sosialita masyarakat yang majemuk berbeda-beda dan unik tapi saling melengkapi.

So, be REAL !

Belajarlah menelisik ke dalam hati dan pikiranmu sendiri dulu.

Inilah tujuan penyibakan-penyibakan ini walau rasanya pahit dan menyakitkan pada awalnya.
Mungkin saudara menuduh bahwa saya pun menuduh. Marilah kita selidiki apa-apa saja yang kita perkatakan dan arahnya kemana.

Hai saudara.....apakah anda takut, curiga dan menjauhi saudara (setanah air maupun keluarga) anda sendiri?
Sementara mempercayai OMONGAN orang asing yang alamatnya pun anda tidak ketahui? Mempercayai orang asing untuk menjauhi dan curiga kepada saudara anda sendiri???

Anda mendengar OMONGAN ORANG tentang Tuhan, lalu anda menganggap bahwa itu adalah omongan Tuhan???

Dewasakanlah dan matangkanlah caramu berpikir!

Renungkanlah dengan jernih!!!

Rahayu!

Kamis, 20 Juli 2017

KAMU KAUM AMALEK?

Sebagai bentuk pelestarian knowledge sekaligus menjadi penyambung lidah dari fans page fb

Danz Suchamda

AMALEK dan SOAL 666

Sebenarnya sejak kemaren saya hendak menjelaskan soal Amalek. Siapakah dan bagaimanakah cirinya. Tapi belum kesampaian menulis secara exhaustive sudah muncul case-nya. Jadi kali ini saya sampaikan terlebih dulu satu aspeknya dari apa yang disebut Amalek itu.
Amalek itu adalah bangsa tapi bukan bangsa. Mengapa Alkitab menggunakan idiom 'bangsa' (nation)?

Tiada lain adalah untuk sekedar memudahkan penyampaian komunikasi di masa itu tentang suatu fenomena umum non-fisik yang tentu tidak akan dipahami sebelum ilmu2 sosial dan psikologi modern ini muncul. Oleh karena itu dipakailah kata "bangsa". Tetapi artinya lebih menuju pengertian seperti dalam kalimat ini :

- Ayam, bebek, itik, kalkun adalah BANGSA unggas-unggasan.
- Ular, kodok, kadal adalah BANGSA hewan melata (reptil).

Demikian pula apa yang disebut "Amalek" adalah suatu bangsa atau jenis traits (sifat/karakter) kejiwaan manusia. Oleh karena itu supaya tidak menimbulkan efek-samping, saya selanjutnya akan menyebutnya sebagai TYPE, eg. : type amalek. Type Amalek ini sudah tersurat sebagai musuh abadi dari Type Israel (direct connection to God / Absolute Reality). Salah satu manifestasinya adalah muncul sebagai Firaun (roh yg sama pada Cain, people of Babel, land of Lot, dan nanti Esau (ini pun adalah suatu arketype yg disebut: 'Edom'), Nebuchadnezar (Babylon), Haman (Persia), Herodes (Roman client king of Judea) , Titus (Roman), Hitler (Germamia), dst saya tidak bisa menyebutkan secara exhaustive tanpa menyinggung pihak2). Hati-hati, roh amalek ini bisa muncul dalam segala wujud, kelompok, golongan. Jadi saya tidak menuding ke suatu nama kelompok, melainkan BAGIAN dari itu. (Lihat posting saya berjudul "The Agent"). Jadi, setelah kalian MENGENALI PRINSIPNYA maka hendaklah JELI menilai sendiri (ssst!) mana yang mana.

"Matrix Revolution" : https://www.facebook.com/suchamda/photos/a.379551695549166.1073741826.37
https://www.facebook.com/suchamda/photos/a.379551695549166.1073741826.37 9551665549169/808049686032696/?type=3&theater

"Ilusi Permanensi Diri" :
https://www.facebook.com/suchamda/photos/a.379551695549166.1073741826.37 9551665549169/747436775427321/?type=3

By my definition (and observation) ciri utamanya adalah selalu ingin menciptakan SIMULACRA. Dan itu berkaitan erat dengan si Mara (Setan) yang dikenal sebagai Bapa dari semua para pendusta. Ciri yang sudah pernah dibahas sebelumnya adalah : Soft Mouth.

Ciri-ciri lainnya adalah :
1. keji (tega),
2. licik (lain dalam lain luar) ,
3. emulasi (imitasi, menyaru)...termasuk kata-katanya sopan santun, indah merdu didengar nyaman di telinga, penampilan2 yg bersih, perlente necis indah bahkan sebagai tokoh agama (tapi busuk di dalam),
4. menyerang / menghambat tidak secara langsung (ular berbisa. Misal : merusak bahasa, menggeser pengertian moral, mbujukin untuk damai semu, dsb),
5. meninggikan ekor (cut the snake tail and throw it high atau arketipe kalajengking, misal : mengangkat / meninggikan orang rendahan sebagai pemimpin palsu sehingga merusak seluruh kawanan),
6. menyebar menyusup tidak pada satu kelompok, beranak pinak banyak utk menghabiskan ladang (belalang),
7. pembodohan dan suka lendir (katak; veda : tamasic),
8. prinsip hidupnya mendahulukan kepentingan / kesenangan di atas kebenaran,
9. memanipulasi sejarah dan dokumen2 (anti-verbatim),
10. sepanjang zaman selalu berusaha memusnahkan mereka yang berhubungan langsung dengan Realita (direct connection to God; type Israel ; Veda : sattvic), dsb.
Kita bahas satu persatu nanti saja kalau ada krentheg.

Perhatikan dulu dialog ini :

>Arifin Bahar : Saudara2 sy itu orang pintar juga guru, namun jika sudah bicara pandangan tentang agama yang diyakininya maka akalnya mendadak lumpuh...
Sy melihat mereka ketakutan... penuh harap...
Secara phisikologis wajar jika diiming imingi mereka tertarik...
Kasihan...

>Danz Suchamda : Mereka secara intelektual pasti paham dan setuju dengan anda (asal anda logis). Tetapi rasa takut mereka terhadap angan2 mereka sendiri --yg ditanamkan oleh para penjahat rohani / the amalek -- yg menghalangi. Biarkan saja.
Sudah berulang-kali saya katakan : bahwa mereka yang berhati batu (Lev HaEven) nantilah Tuhan yang akan turun tangan sendiri menghancurkan mereka. Kalau anda mau belajar dari sejarah, itu sudah terbukti pasti 100%. (Contoh : Mesir kuno, Babylon, Persia (sekarang Iran), Assyria (sekarang Suriah), Philistine, Moab, Kedar, Dedan, , dsb yg pernah sesumbar hendak menghancurkan Israel...mana? Punah duluan, kan?)
Jangankan anda ditolak keluarga / handai tolan anda. Firaun sendiri di masa lalu malah dengan pongahnya menuliskan pada prasasti Merneptah ini (ilustrasi gambar)

Ingat ya!...Ishmael itu adalah keturunan dari Ibrahim (bangsa Semit) dari ibu gundik Hagar (bangsa Mesir). Jadi jangan heran jangan kaget fenomena ini semua. Sudah saya bahas pada topik Mixed Multitude (Erev Rav).
Jadi kalau sifat gen-nya muncul kembali menguat pada zaman ini, bukanlah suatu hal yang mengejutkan.

> Arifin Bahar : Ya guru... Terkadang sy terbawa sedih sendiri melihat kesalehannya yang didasari oleh pandangan salah itu guru..

> DS : Usahakan mereka mampu melihat. Itu saja.
Melihat bagaimana tidak mungkinnya ajaran Tuhan justru menjadi problem bagi dunia. Bagaimana tidak mungkinnya ajaran Tuhan justru memunculkan sikap perilaku rendahan (memalukan, menista-diri-dan-Tuhan otomatis). Atau bagaimana tidak mungkinnya ajaran Tuhan justru memecah belah umat manusia. Kalau mereka mengatakan 'mungkin'...coba dengarkan / simak bagaimana neurosis egonya berceloteh.
Kalau mereka mengatakan bahwa anda cuman pakai akal pikir manusia sementara mereka pake titah Tuhan.

Tanyalah apakah mereka bukan manusia lagi???
Masih-masih sama-sama makan nasi dan kalau pagi nongkrong di WC kok merasa punya hak status diatas manusia yang lain?
Tanya aja, masih sering ngising atau tidak??
Makanya, sebagai manusia ya bicarakah / berkomunikasilah dengan cara manusia. Bukan asal 'pokoknya pokoknya' ...pokoknya gak boleh gunakan akal pikiran. Ingatkan, di alam daging ini yang hidup gerak2 gak pakai akal pikiran itu namanya BINATANG. Binatang buas yang pakai bilangan (dibilang) manusia. Itulah yg secara keliru (plintirisasi simulacra) disebut The 666. Intinya mengingatkan tentang : penyaruan (imitasi, emulasi).

Jangan pernah lupa kata kuncinya : HUBUNGAN LANGSUNG dengan REALITAS vs Imitasi (emulator, penyaru).
Peperangan abadi BUKANlah antara baik dan buruk, tetapi antara yang SEJATI dan PALSU !!! Ingat itu!

> Maria Emaculata : Mencerahkan
Yg sejati dan palsu tidak akan pernah berdamai
Itu juga yg ada dibenak saya tadi malam

> Danz Suchamda : Hati-hati! Sikap pandangmu itu sendiri bisa jadi bermasalah. Ingat.... -1 adalah lawan dari +1. Tapi 0 (emptiness) tidak memiliki lawan. +1 dan -1 itu PUN adalah atas rencana TUHAN. Konsekwensi atas terjabarnya yang Dimensionless ke dalam Dimensionality.

So, untuk kembali pada Unity of dimensionless, maka harus naik ke Higher Order (keteraturan on Higher Dinensionality). Jadi,....katamu itu "tidak pernah berdamai"...itu sendiri adalah part of the
Maka disitulah arti dari "PENGANGKATAN" yg kalian salah tafsiri sebagai rapture seolah terbang mumbul disedot ke atas.

Sudah kubilang dari dulu : belajar agama dari nonton film fiksi ya tetottt.

Sekarang saya tanya anda : Bagaimana mungkin mengenal yang sejati kalau anda pun tidak mampu mengenali diri anda sendiri (mengenali secara apa-adanya yang ada di dalam batin sendiri)???

Rahayu!

Tambahan untuk orang baru :

>Agil Kucluq : Amalek kenapa yg dituju adalah yg nantinya musuh abadi dari tipe Israel....
Saya yg belum paham kenapa kembali lagi ke Israel....
Israel disini yg dimaksud bangsa/negara/tipe Israel itu om...

>Danz Suchamda : Makanya baca page dari awal.
Israel itu awalnya bukan suatu bangsa homogen. Tetapi merupakan percampuran para korban perbudakan di era dunia lama, yg kemudian kabur memerdekakan diri membentuk identitas diri sendiri. Ide utamanya adalah KEMERDEKAAN.

Dan kemerdekaan itu --secara genius-- dipahami sebagai kemerdekaan jiwa (bukan semata fisik).
Kemerdekaan jiwa itu hanya bisa dicapai bila memiliki hubungan langsung ke Realitas (tanpa perantara para tuan/ elit penguasa).

Maka, kata "Yashar" = hubungan langsung.
"El" = Tuhan, God, El-ochim , The Reality (ini perlu penjelasan tambahan why so). Yashar+El = YasharEl = Yisrael.
Orang-orang dari segala bangsa boleh kok disebut "Israel" kalau memiliki direct connection to Reality. Itu yg disini disebut "Israel Rohani" secara salah kaprah (krn masih bersifatkan ethnocentric) !

Tentu kalian sekarang mempersepsikannya (bias) seolah Monolithic race. Ya karena itu sudah melalui beratus-ratus (ribu?) generasi kawin campur. Maka seolah jadi ras sendiri (Semit). Arab juga termasuk bangsa Semit.

Maka untuk mengetahui hal yang sebagaimana-apa-adanya, haruslah paham proses sejarah dunia-lama (Old World migration and cultural spreads). Saya pernah membahas sekilas ini dan memberikan linknya. Carilah!

>Anthony En : sini teringat dengan omongan atau bacaan. mungkin dari romo Danz ya? yang mengatakan bahwa nasrani itu mewakili unsur negatif, sedangkan muslim mewakili unsur positif. sedangkan israel sebagai penyeimbang/wadahnya agar cahaya itu menyala. analoginya seperti lampu.

>Danz Suchamda : Baca Yesaya 61:4
"Then they will REBUILD THE ANCIENT RUINS, They will raise up the former devastations; And they will repair the ruined cities, The desolations of many generations."

Ya, kalau ditemukan ya konslet. Dunia bisa padam (kiamat). Maka perlu resistor (tahanan/ buffer) agar arus yg mengalir tidak terlalu besar...walau terjadi perubahan energi menjadi "panas" atau "cahaya". Disitulah peran ISRAEL (Israel Souls, bukan ethnic...walau tentu saja included terutama dalam fungsi kesulungannya ==> as God's pilot project to be a blueprint for the rest).

Ingat! disini kita membicarakan spiritual symbology, bukan politik!

Walau tentu dampaknya tidak bisa dipisahkan dengan carut-marut situasi politik dunia saat ini!
Sekarang tanyakan : Siapa yang menghalang2i penduduk Indonesia ini untuk kawin campur sehingga menciptakan suatu Identitas NASIONAL tersendiri??
Siapa???
Ya, para Amalekis Soul tersebut!
Mereka berkepentingan memecah-belah!

>Bob Winter : itulah mbah... maksain... playin victim...full strategy... ini mindset war..
klo semalem nonton tvone ILC... jelas banget bisa di liat... simulacra... softmouth.. the beast dll ada semua

>Danz Suchamda : Dikerjain dengan prinsip balon tapi gak nyadar :
Ditiup (blow up) menjadi semakin besar...dan besar....biar meledak sendiri...."Dorrr".....selese.
...tinggal mungutin isinya sekaligus,..... hehehehe
Itulah akibat korban taktik "melempar ekor tinggi2".

Alias orang rendahan ditinggikan diubyung2 sebagai "tokoh agama" yg harus dipercayai mutlak. Jangan heran banyak muncul kasus kriminal.

> Saut Napitupulu Amalek' manusia berkamuflase angka 666

> Danz Suchamda :
666 itu setahu saya dari simbolisme ini
- penciptaan manusia (Adam) pada hari ke-6
- Huruf Vav , angka ke-6 atau gematria 6 yang juga unsur penyusun frase YHVH (salah satu nama Tuhan yg disebut Adonai / HaShem). Yang secara simbolis perannya menghubungkan Gate of Above dan Gate of Below (dua huruf Hey). Lihat TS saya yg hari ini juga berjudul "Law and Order".

- Dengan 6 anggota tubuhnya (sepasang tangan, sepasang kaki, badan dan kepala). Vav atau penghubungnya yaitu leher. Artinya bila Otak dan Hati bisa terhubung, maka jadi Manusia.
Jadi, 666 itu angka baik yang didemonizingkan for political purpose. Antara lain untuk menghambat internet (vav vav vav atau www).

Tanpa prasarana www ini mana mungkin kalian rakyat di bawah tahu semua hal ini? Di era yang lalu semua informasi cuman Top-Bottom yg artinya disaring dan dicekoki oleh gurita Elit Penguasa. Hanya melalui internet antar penduduk bisa berkomunikasi secara meluas (dan aman alias leher tetap gak putus).

> Agil Kucluq : Oh njih om.....
Jd Israel yg d maksud d awal adalah sebuah pengharapan kebebasan yg tak terikat oleh atasan yg mengekang jiwa manusia itu sendiri....
Bukan (negara) Israel yg sekarang...
Karena saya juga berfikir kenapa yg sekarang hanya ditujukan ke personal nya sehingga memicu sebuah perbedaan, permusuhan dan perpecahan demi kepentingan masing2 golongan
Semakin orang berfikir bebas untuk mencari tuhan nya maka semakin gencar sekelompok yg merasa tidak sependapat mengatakan salah, sesat dan perlu untuk di bedakan dan dijauhi bahkan bila perlu dimusnahkan.

> Danz Suchamda : Itulah mengapa PENYEMBAHAN BERHALA sangat ditentang. Zaman dulu para bangsawan kerajaan memanipulasi rakyat, para imam memeras rakyat, menggerakkan penduduknya untuk bersemangat pergi berperang menyerang negara tetangga pakai apa caranya (belum ada TOA, belum ada TV, telpon, telegram, internet, dsb)?? Pakai apa??
Tahu apa maksudnya penyembahan berhala? Atau cuman urusan patung-patung???
Paham??

Lagi-lagi SOFT MOUTH dilancarkan
"Hancurkan patung-patung", tapi berhala yang tak tampak mata disembah2 tanpa sadar sama sekali (yg tak berwujud tak dapat dihancurkan tow?)....hasilnya semakin parah!

Rahayu!

Kamis, 06 Juli 2017

AGAMA ADALAH BAHASA

AGAMA ADALAH BAHASA
Post ini adalah sebagai penyambung dan sebagai bentuk pelestari wawasan kesadaran spiritual bagi soul - soul yang mencari pelita.
Rahayu!

Copyleft from :
http://primordialnature.blogspot.co.id/2016/08/ringkasan-pesan.html

Note : Mengingat besarnya animo untuk membungkam topik ini, maka justru menjadi SANGAT JELAS bahwa Elite Imperialisme selama ini telah menjajah, memanipulasi, mengeksploitasi kita melalui BAHASA !


AGAMA ADALAH BAHASA

Realitas itu berlapis-lapis (layered) dan memiliki tatanan (order) nya masing-masing untuk tiap layer. Seperti misalnya order pada layer sosial akan berbeda dengan order pada tataran individu, beda pula dengan order pada tataran sel...dst hingga atom dan pertikel sub-atomik. Itu baru dimensi fisik (materi).

Yang ada di dimensi Baqa (supra-mundane, adi-duniawi, alam Ketuhanan) bukanlah seperti yang kita kenali dalam fenomena dan benda-benda yang ada di alam Fana (mundane, duniawi) ini.

Maka untuk mengkomunikasikan pengertian tentang hal-hal yang Baqa memerlukan pointers dengan apa yang telah kita kenali dari apa yang berasal dari dunia ini. Tetapi anda harus memegang Hikmat bahwa pointers (alat penunjuk) itu hanyalah --secara kasar-- mewakili pengertian yang hendak disampaikan. Oleh karena itu jangan terjebak dengan kata-kata bahasa yang dari dunia bawah ini.

Mereka yang tidak pernah nglakoni praktek spiritual tidak akan pernah melampaui bahasa. Mereka akan disesatkan oleh bahasa. Sayangnya, tiap-tiap agama memiliki set istilah dan caranya masing-masing untuk membahasakan apa yang ada di realm Ketuhanan. Karena pada masa itu penduduk bumi belum global seperti sekarang yang bisa memahami simbol, gesture, tata-cara, budaya dari penduduk yang berada di daerah lain. Pada saat itu, ilmu pengetahuan pun masih belum berkembang. Maka daya-daya abstrak pada semesta ini mau tidak mau harus dibahasakan dengan sesuatu yang mungkin dapat dimengerti oleh penduduk masa itu.

Saya ambil contoh istilah "Malaikat" (Malach).
Dalam Torah diajarkan bahwa malaikat itu adalah asisten Tuhan, dan ia tidak memiliki kehendak sendiri melainkan 100% patuh pada Tuhan. Ia memiliki tugas mengeksekusi keputusan2 Tuhan.

Nah, dari cara-pengungkapan kuno yang anthropomorphis ini artinya apa?

Tidak mungkin orang pada masa itu akan mengerti konsep Force, Daya atau Gaya, atau Energi. Saat itu iptek baru sampai cara bercocok tanam dan beternak atau teknik2 pertukangan yang sifatnya benda mati. Bagaiman penduduk masa itu mungkin memahami bahwa suatu Force itu memiliki dinamika interaktif? Mereka cuman kenal benda-benda mati yang statis dan tidak interaktif. Oleh karena itu, untuk menyampaikan ide digunakan metafor berupa sosok yang hidup seolah seperti manusia, bersayap, bagai cahaya, dsb. Kenapa seperti manusia? Lhaya kalau digambarkan seperti kambing apa nenek-moyang kalian akan muncul respek dan awe (takjub)?

Nah, kalau era sekarang mestinya kalian tahu bahwa yg disebut Malaikat itu adalah Natural-Force atau Daya-daya Alam yang bekerja mengikuti hukum alam (maka itu dikatakan patuh 100% tidak punya kehendak sendiri) melainkan mengikuti Law-of-Nature (Sunnatulloh). Gak ada tow gaya gravitasi pilih-pilih kasih bekerja di negeri tertentu atau pada umat agama tertentu saja? Meskipun dijelaskan dengan nalar seperti ini, tentu saja anda juga jangan sebaliknya jadi meremehkan, merasa tahu. Karena masih banyak daya-daya yg bekerja di alam ini yg belum kita ketahui. Terlebih lagi daya-daya abstrak yang non-fisis (diluar fenomena materi). Itulah mengapa bila seseorang melalui laku praktek bersentuhan, berhubungan dan berinteraksi langsung dengan Force itu maka akan segera memahami dengan melampaui bahasa!

Contoh lain,..singkatnya saja...misalnya kitab suci menggunakan istilah 'wajah Tuhan', 'tangan Tuhan', 'tahta', 'bintang', 'Tuhan menangis', 'Bapa', dsb termasuk penuturan-penuturan dengan menggunakan kisah-cerita yang panjang2. Tentu semua itu jangan dibayangkan seperti yang kita kenali dari-dunia ini, melainkan carilah MAKNA DI BALIK istilah/kisah itu! Istilah-istilah yang berasal dari dunia-bawah-ini digunakan semata karena kita tahunya cuman hal-hal / benda-benda / fenomena dari yang kasat mata-daging kita.

Misalnya mengapa Tuhan disebut 'Bapa' karena bagai hubungan emosional yang sangat erat antara bapak dan anaknya, dimana sang anak patuh karena percaya bapaknya itu dapat diandalkan, mendidik walau seringkali keras (sifat laki2). Sementara dalam kesempatan lain hubungan itu digambarkan bagai dengan 'Raja' atau antara 'Tuan dan hambanya', antara 'Ibu dan anaknya' bila ingin mengkomunikasikan aspek kelembutanNya, antara 'Penggembala dengan hewan gembalaannya' bila ingin mengemukakan aspek kawanan (flock order), 'calon pengantin' bila ingin menyampaikan aspek persiapan dan kesetiaan cinta, dst dst. Itulah maka --seperti dalam TS yang lalu-- dikatakan bahwa untuk pengenalan terhadap Tuhan maka kita harus BEBAS dari yang-diketahui (Freedom from the known).

Nah, jadi jelas bahwa hanya melalui laku praktek spiritual yang nyata maka barulah kita dapat mengenali / memahami apa yang sebenar-benarnya dimaksudkan oleh para tokoh spiritual pendahulu (misal : nabi, avatar, mahasiddha, buddha, dsb).

Perbedaan antara orang yang paham dan yang tidak-paham akan jelas sekali disini. Mengapa? Karena pengalaman adalah suatu pengetahuan (knowledge and understanding) pada level Soul (Roh). Dan Soul itu berada pada order sebelum Pikiran (otak materi).

JADI KALAU SOUL ANDA MENGERTI, MAKA TIDAK AKAN LAGI TERBELENGGU OLEH ISTILAH-ISTILAH BAHASA YANG MERUPAKAN ALAT UNTUK PIKIRAN BEKERJA.

Itulah maka dikatakan memiliki Hikmat. Dalam Hikmat itu ada fleksibilitas, kreatifitas, relevansi dengan kekinian, kejutan2 jawaban dan mampu menjawab berbagai problema / issue yang tidak/ belum pernah terjabarkan / tertulis. Penjelasan anda tidak akan terbatasi oleh bahasa / term / istilah / dogma / theologi / ilmu kalam. Semua ini tak mungkin dapat diraih bila seseorang hanya 'mengerti' dalam tataran pikiran (cognitive). Yang mana akan cenderung kaku dan mengandalkan analisa (tafsir, hermeneutika,dsb) yg pada dasarnya adalah pekerjaan-pekerjaan di level analisa bahasa. Maka jangan heran bila bahasanya berbeda (baca : agamanya berbeda) lalu bertengkar. Seperti yg saya jelaskan dulu-dulu bahwa apa yang berasal dari pikiran (eg.: analisis) akan selalu menimbulkan fragmentasi (keterpecahan).

Semoga sekarang semua penyimak setia page ini menjadi terbuka matanya dan mulai menetapkan komitmen untuk praktek spiritual guna meningkatkan pengenalan pribadi akan Tuhan. Itulah yang disebut sebagai Berketuhanan Yang Maha Esa.
Rahayu!
=================
DISKUSI

DISKUSI 1
Danz Suchamda : Lagi lagi dan lagi ...just now. Masih anget.
(Capture hilang)
444 = the key, the lock, code of God, mesiah, omega, occult, gospel, preacher, parable, jewish, redeemer, ruler, the king, yeshua, kingdom, branch, damaskus : "a city so fruitful and fair as to be often called Paradise"
65 = supreme Lord; The Lord (divinity). (G D 6+5=11: the formula of completion of the Great Work); mezusah, Adonai.
Terserah mau dipercaya atau tidak. Sekedar referensi daripada saya tahu tapi disimpen sendiri. Lha wong saya juga tidak tahu dan baru tahu.
Ada yang mau bersaksi bahwa angkanya tidak saya buat2 dan baru saja terjadi belum 1 menit yg lalu?

Joko Ngulandara : Wah aku nggak nyampe Pak De 🙏

Danz Suchamda : Kok gak nyampe? Coba lihat di TS ini saat sekarang ada berapa like dan berapa share?

Joko Ngulandara : Pak Danz Suchamda ; iya, maksudnya sampai sedalam itu Pak Danz menyibak dengan kode kunci 444 🙏

Danz Suchamda : Ahhh....saya tinggal buka internet cari di google kok, apa susahnya? :D
Joko Ngulandara : Saya jadi ingat TS Pak De tentang code Phi yg full numbers dan alhasil blank gak nyambung blas Pak De. Ora tekan!!!
Danz Suchamda : "The formula of completion" gimana ngerasa relevan gak pak dengan TS ini? Bukan kebetulan toh angka itu muncul sebagai sign dariNya? :D

Joko Ngulandara : Lah, saya itu meyakini bahwa di kehidupan dunia ini TIDAK ADA YANG KEBETULAN. Sedangkan revealasi itu pun ibarat kata hanya sekian mikron dari air di samodra. Justru dibalik revealasi itu sebenarnya yg mesti ditembus "pengajarannya" dan saya nggak bisa atau blm diijinkan 🙏

Danz Suchamda : Tapi jangan besar kepala dulu.....
Seperti saya copy paste dari web gematria mengatakan "the FORMULA of completion". Seperti misalnya anda bersekolah dan dapat PR matematika lalu diberi formula oleh guru anda di kelas. Apakah berarti anda sudah selesai??
YA BELUM !!! anda baru dapat formulanya tapi sama sekali belum mengerjakan PR nya....hahaha :D
Lebih parah lagi, ini baru diberi formula...anda belum ngeh (tembus) secara realisasi langsung. Saat realisasi langsung itu barulah disebut BARU MULAI masuk PATH. Jadi baru AWAL mulai berjalan. Sementara sebelum2nya (teori2, dogma2, ritual2 dan segala macam remeh temeh itu) sama sekali BELUM berada di Jalan ! nothing more just a business of thoughts dan religious-pride! :v

Danz Suchamda : So kalau kalian berdoa Al Fatehah atau HaPatchah..."tunjukkanlah kami Jalan yang Lurus"...itu baru sampai ditunjukin ke Path-nya. Anda belum berjalan di Path. :v
Parah kan?? :v

The real "chemistry" baru mulai bekerja pada SOUL anda ketika sudah mengijak Path. :)
Baru nanti terakhir FRUITION (buahnya) bila sudah tercerahkan. Tentu stage by stage.
Itulah yang disebut PENGANGKATAN. :)
Joko Ngulandara : Ya... ya...ya... betul. Itu pun baru minta ditunjukkan jalan yg lurus. Lihat jalan yang lurus pun belum, apalagi jalan di jalan yg lurus. 🙏

Danz Suchamda : Sebenarnya simpel ya?...lhawong hidup kelak-kelok ala orang mabok ndangdut , ngomong muter2, tipu sana tipu sini, janji sering ingkar, omongan gak bisa dipegang, lain luar lain dalam, dalam berpolitik licinnya ngelebih-lebihin belut, dsb .... mana ada belut jalannya lurus?? hahaha
gitu kok ya yakin kalau dirinya sudah lurus? hehehe :)

Joko Ngulandara : He..he..he... dereng saget lan dereng wantun matur Pak De, karena saya ada di ROMBONGAN itu 🙏

Danz Suchamda : Memang idiom ULAR jadi tepat sekali. Saya rasa memang karena semua ini maka pengarang Alkitab menggunakan idiom ular :
- berjalan melata di tempat rendah dengan perutnya (perut = makan = nafkah yg jadi alat geraknya bukan kaki yg bebas)
- gigitannya berbisa mematikan
- lidahnya bercabang dua (standar ganda, dusta)
- berada di tempat rendah
- mengendap2 bersembunyi dalam semak2 siap menggigit kalau terinjak atau terganggu.
- bisa ganti kulit
- jalannya berkelak-kelok
- cara hidupnya di pohon dengan cara melilit bergantung (dependent on others : morotin, hidup dari pemberian, memeras, dsb)
- sanggup memangsa yang jauh lebih besar dari mulutnya.
- anak2nya begitu menetas dari telur sudah berbisa
- menjijikkan dan membuat takut (orang geli / takut)
- tinggalnya di lobang (terobsesi lobang)...huahahaha

Joko Ngulandara : Dan diperlengkapi dengan senjata FAKE MIRROR

Danz Suchamda : Fake Mirror, Painted Mirror ,Crazy Mirror dan Spion Mundur :v
Giggs Lee : Dalam 2 bulan ini sudah 4 kali 444 muncul pas lihat hp. Menunjuj waktu... 2 kali pagi, 2 kali sore... sesuatu...
Danz Suchamda : Wah...malah saya gak memperhatikan. Terimakasih bro. :)
Guntur Saketi : Nderek nyimak...

DISKUSI 2

Joko Ngulandara : /JADI KALAU SOUL ANDA MENGERTI, MAKA TIDAK AKAN TERBELENGGU OLEH ISTILAH-ISTILAH BAHASA (agama) YANG MERUPAKAN ALAT UNTUK PIKIRAN BEKERJA/ matur nuwun Pak De atas babaran "kaweruh" nya yg super sekali.
Dalam pandangan saya ada "BAHASA" lain yg berfungsi pada suatu KEPUTUSAN atas dualisme. Ambil contoh begini ; bahwa ketika seseorang dalam KEGELAPAN (kesesatan,kejahatatan, dosa dsb) naturenya itu ada SIGNAL yg membahasakan ke hidup jiwanya. Disatu sisi bahasa itu berbunyi STOP dan di sisi lain bunyi UDAH LANJUT AJA. Bukankah itu sebenarnya juga signal bekerjanya SOUL?

Danz Suchamda : Tahukah anda raw experience itu apa?
Saat sendirian malam hari di tempat sepi tiba2 pundak anda ditepuk, apakah anda berpikir "ini tangan cewe atau tangan cowo"?

Joko Ngulandara : Blm tau Pak De

Joko Ngulandara : Mohon penjelasannya 🙏

Danz Suchamda : Kalau terjadi demikian pasti anda njudhil (kaget), kan?
Waktu kaget apa berpikir itu tangan laki atau perempuan?
Tentu TIDAK.
Setelah sepersekian detik kemudian anda tengok kiri kanan belakang ternyata tidak orang, barulah tiba2 anda merasa TAKUT karena PIKIRAN anda menyimpulkan itu HANTU..
Setelah lari terbirit-birit terkencing-kencing ditolong oleh seorang penduduk situ, barulah anda tahu cerita konon nya.
- kalau diceritain disitu dulu ada perempuan hamil bunuh diri, maka lalu PIKIRAN anda menyimpulkan bahwa itu tangan hantu-cewe.orang
- kalau diceritakan disitu dulu bekas tempat perang kemerdekaan, maka lalu PIKIRAN anda menyimpulkan bahwa itu tangan hantu-cowo.
PERHATIKAN bagaimana PIKIRAN membuat penilaian SETELAH proses refleksi dan penilaian-terhadap-hal-hal-lain atas pengalaman-mentah yang terjadi.

TAPI, mau bagaimana kesimpulan-pikiran anda...apakah itu tangan hantu cowo atau cewe atau tangan malaikat bahkan tangan tuhan, atau itu mimpi atau ada yg ngerjain, dsb terkandung bagaimana pikiran anda dikondisikan lingkungan setempat (contemporary conditioning).
Nah, spiritual itu adalah bagaikan pengalaman-langsung terhadap Raw-Experience itu.

Setelah proses refleksi dan konseptualisasi sesuai kultur dan keterkondisian setempat (dan database / memory yang tersimpan di otak anda) barulah itu jadi sebuah teori. Bila teori itu disambung2kan antara satu dengan yg lain jadi sebuah sistem-kepercayaan yang diorganisasikan dan di-enforcement dengan kekuatan politik, maka itulah disebut AGAMA.

Jadi tidak betul pernyataan anda itu bahwa SOUL akan menilai berdasar ukuran2 konseptual hasil dari proses refleksi sekunder dan reflektif tersier (yang terjadi jauh hari dari detik pengalaman langsung itu).

Yang sekunder dan tersier itu anda sudah menilainya dari PERSEPSI, INGATAN dan BERPIKIR. Jadi adalah output hasil keterkondisian OTAK FISIK, bukan lagi pengalaman numinous dari SOUL (Moment of Truth of touching with Reality).

Di saat itulah ada celah untuk menjadi 'tuhan' bagi orang lain , alias playing God. Oleh karena itu dikatakan KEJI karena berasal dari 3 akar racun (termasuk kegelapan batin) yang manipulatif, exploitatif (memperalat orang2 awam yg lugu).
Joko Ngulandara : Kalau begitu apakah nilai baik atau buruk, kebajikan atau kefasikan itu juga buah dari konseptualisasi atas persepsi peresepsi, atau olah pikiran dan ingatan? 🙏

Danz Suchamda : Joko Ngulandara Lha dari dulu saya jelasin apa???
Ngapain saya cape2 ngejelasin soal Buah Pohon Pengetahuan Baik dan Buruk. Ada kali kalau 10x lebih...

Joko Ngulandara : iya ya 🙏

Danz Suchamda Apa baru ngeh??
Weleh...

Joko Ngulandara : Nggih Pak De, lagi connected. suwun pencerahannya 🙏

Danz Suchamda : Tuh kan. Dari dulu saya menilai pak Joko Ngulandara itu temasuk salah satu peserta dialog yang sangat cerdas intelektualitas dan luas wawasannya.
Terbukti kan hanya IQ dan wawasan tidak mencukup untuk tembus (walau tembus intelektualitas doank masih! belum tembus realisasi).

Joko Ngulandara : Matur nuwun Pak De. Ya karena "kegelisahan" atas realisasi itulah yg sebenarnya tak kunjung bisa aku tembus.
Semoga keberkahan dan kesehatan selalu bersama Pak De agar menjadi penyalur berkat dan pemcerahan bagi kami 🙏

Joko Ngulandara : Dari situlah saya baru paham kenapa Pak De "murtad" dari agama agama. Suatu proses pergulatan "pertobatan" yang super luar biasa karena Pak De telah berproses dan nembus, BEYOND RELIGION. But Not everyone can do. Rahayu 🙏

Danz Suchamda : Cobalah sekarang PRAKTEK meditasi mengobservasi ke dalam. Lihat ke dalam batin anda sendiri pak, 'lihat' bagaimana pikiran anda sendiri berceloteh...menanggapi ini itu...ke masa lalu...ke masa depan....sadari saja secara pasif tanpa menolak tanpa menerima...cuman sadar mengamati.

Tidak menganalisa, tidak berusaha menghentikan, tidak juga terhanyut... lihat...lihat....
Setiap pikiran muncul catat dalam batin "pikiran muncul....pikiran muncul..."
Pada saat berpikir catat, "berpikir...berpikir..."
Pada saat ingat sesuatu catat dalam batin , "mengingat...mengingat...mengingat".. dst dst.

Setiap fenomena dicatat dalam batin (ini tahap awal utk melatih agar anda sadar / mindful terhadap apa yg terjadi dalam batin anda).
Perhatikan bagaimana celoteh pikiran itu memberi konsep ini itu , ingat dogma ini itu, ingat pengalaman ini itu, muncul penilaian ini itu....dst dst dsb.... itulah akar masalahnya!

Itulah celoteh konsep2 yg diketahui / dihapal / diingat selalu berceloteh terus menerus (inner chatter) tanpa henti...bikin marah, bikin gelisah, bikin sedih..dst. Itulah yang kalau di Buddhism disebut sebagai CONCEPTUAL-OBSCURATION (pengotoran konseptual; Skt. jñeyavaraṇa; Tib. ཤེས་བྱའི་སྒྲིབ་པ་, ཤེས་སྒྲིབ་, shé drip; Wyl. shes sgrib ).

Teruskanlah latihan itu sesering mungkin (kalau bisa intens di retret lebih baik)...sampai tembus dari awan-awan konseptual itu!
Sampai melihat "matahari di tengah langit biru yang maha luas" (ini idiom ya) !

Joko Ngulandara : Baik Pak De. Trimakasih atas bimbingannya 🙏

Danz Suchamda : Sudah paham sekarang mengapa dikatakan sebagai kaum langit-langit / magog (atap rumah = gog) vs kaum langit (atas awan)? :)

Joko Ngulandara : https://www.facebook.com/suchamda/photos/a.379551695549166.1073741826.379551665549169/735603483277317/?type=3


Danz Suchamda : Vicks Formula 444 : "The formula of completion" gimana ngerasa relevan gak pak dengan TS ini? Bukan kebetulan toh angka itu muncul sebagai sign dariNya?
(Itulah kalau di spiritual yg otentik ada sebuah catatan tentang signs / tanda2 , yang kalau di agama2 [tertentu] dihakimi sebagai tahayul. Ya memang mungkin jadi tahayul beneran karena orang2nya gak ngerti dan gak menjalani. So what the use all of those sign-system?? :) ...)

Tapi jangan besar kepala dulu.....
Seperti saya copy paste dari web gematria mengatakan "the FORMULA of completion". Seperti misalnya anda bersekolah dan dapat PR matematika lalu diberi formula oleh guru anda di kelas. Apakah berarti anda sudah selesai??
YA BELUM !!! anda baru dapat formulanya tapi sama sekali belum mengerjakan PR nya....hahaha :D

Lebih parah lagi, ini baru diberi formula...anda belum ngeh (tembus) secara realisasi langsung. Saat realisasi langsung itu barulah disebut BARU MULAI masuk PATH. Jadi baru AWAL mulai berjalan. Sementara sebelum2nya (teori2, dogma2, ritual2 dan segala macam remeh temeh itu) sama sekali BELUM berada di Jalan ! nothing more just a business of thoughts dan religious-pride!

Joko Ngulandara : Lah, saya itu meyakini bahwa di kehidupan dunia ini TIDAK ADA YANG KEBETULAN. Sedangkan revealasi itu pun ibarat kata hanya sekian mikron dari air di samodra. Justru dibalik revealasi itu sebenarnya yg mesti ditembus "pengajarannya" dan saya nggak bisa atau blm diijinkan 🙏

Danz Suchamda : So kalau kalian berdoa Al Fatehah atau HaPatchah..."tunjukkanlah kami Jalan yang Lurus"...itu baru sampai ditunjukin ke Path-nya. Anda belum berjalan di Path. :v
Parah kan?? :v
The real "chemistry" baru mulai bekerja pada SOUL anda ketika sudah menginjak Path. :)
Baru nanti terakhir FRUITION (buahnya) bila sudah tercerahkan. Tentu stage by stage.
Itulah yang disebut PENGANGKATAN :)
Guntur Saketi : Super mbah...merinding aku baca coment ini...maturnuwun pencerahanipun...WOW
------- -

DISKUSI 3

Agus Machrul Alam : Laku praktek spiritual pada tiap individu apakah sama ya Mbah?
Karena pemahaman pada tiap individu juga beda...

Danz Suchamda : Tidak.
Sesuai kapasitas kemampuan, bakat , minat, dan pangilan hidupnya masing2.

Danz Suchamda :Itulah mengapa Tuhan memberikan banyak macam agama, aliran dan cara. Termasuk atheism pun adalah cara Tuhan!
Agus Machrul Alam : Baik. Apakah benar pengertian bahwa praktek spiritual tersebut yang saya pahami sampai saat ini adalah berlaku baik secara natural Mbah?
Karena semakin menyimak penuturan sampean, di sisi lain ada pertentangan di lingkungan saya baik secara langsung maupun tidak Mbah.

Danz Suchamda : Konflik itu adalah nature dari dualisme semenjak awal penciptaan semesta (baca : "Jadilah langit dan bumi, memisahkan terang-gelap, dst dst" (Kejadian1).
Hanya saja semakin lama osilasi antara pertentangan itu seharusnya semakin kecil. Itulah dinamakan manusia semakin beradab / berbudaya halus...finesse...
Itu akan terjadi pada sistem yang dampened (teredam, termoderasi). Jadi pertanyaan anda ttg adanya pertentangan itu adalah suatu keniscayaan bagian dari proses. Tinggal bagaimana saja diri kita (sebagai individu maupun komunitas) saling tanggap menanggapi agar tercipta peredaman menuju peningkatan cara berbudaya yang semakin halus / luhur...sampai pada infinity-horizon yaitu UNISON (United).
Dari Unison (Adam = Human) ==> split jadi milyaran individual sense ==> back to Unison. Inilah yang dimaksud REDEMPTION.
Yg di emulasi sebagai "penebusan" (not correct meaning).

Agus Machrul Alam : Matur nuwun Mbah..

Agus Machrul Alam : Btw. Kemarin tiba tiba menerima kiriman dari grup telegram... Beliau mencounter bahwa di Indonesia ini tidak segawat apa yang sampean gambarkan ( kondisi sosial, agama dll ). Kok ya nyambung Mbah...
Inilah salah satu konflik itu, di satu sisi bahwa seakan semua baik baik saja, di sisi lain saya sepakat dengan sampean bahwa kalau mau melihat lebih jauh sebenarnya ada hal yang sangat perlu dirubah..

Danz Suchamda : Kan saya selalu bilang : Bila ada cahaya maka ada bayangan. Bayangan akan selalu menguntit. Dan selalu menciptakan lawannya.
Agus Machrul Alam : Enggih Mbah. Matur nuwun...

Guntur Saketi : Top coment nya...terimakasih ...rahayu

Aan Susanto : mewek mbah semakin jelas semakin mewek huhuhhu

Danz Suchamda : Aku malah bingung , kenapa jadi mewek?

Faqih EL Sentanu : Super duper tanan, sesi pembahasan di ts kali ini...,
------

DISKUSI 4

Cahyanto Candrakusumah : Mencerahkan pakdhe, terima kasih banyak share nya
Saya sempat beranggapan begitu hanya saja sulit mengungkapkannya secara jelas dan sederhana.

Danz Suchamda : Itulah fungsi dari Clarity, atau kejernihan batin.

Ada perkataan dari Laozi :
有清有濁,有動有靜
You qing you zhuo , you dong you jing;
Ada bening ada keruh; ada gerak ada tenang ;

天清地濁,天動地靜
tian qing di zhuo , tian dong di jing
Surga jernih bumi keruh; langit bergerak bumi diam (yg mana adalah ilusi keterbalikan karena keterbumian kita, dan sekaligus suatu cara tersirat untuk ubah perseneleng : langit diam bumi gerak). Maka dikatakan cara untuk berspiritual adalah duduk-diam (meditasi; walau tidak harus berarti literal badan tak bergerak). Tapi lebih berarti pada makna ABIDE (lihat TS saya yg kemaren di bagian komen dgn link video musiknya James Last "Abide With Me".

Jadi, orang berspiritual seharusnya semakin bening, jernih, terang. Bukan menjadi semakin solid, keruh, gelap. Itulah pembedanya sejati dan palsu.

http://www.silkqin.com/02qnpu/27sjts/sj03qjj.htm

Komentari TS kemaren : https://www.facebook.com/suchamda/photos/a.379551695549166.1073741826.379551665549169/829875243850140/?type=3&comment_id=829881997182798&comment_tracking=%7B%22tn%22%3A%22R9%22%7D
---

DISKUSI 5

Mohawk Bronx : Hanya orang cerdas yg bisa memilah dan menterjemahkan ,mengerti yg tertulis dalam kitab2 konteks saat itu , dan menerapkan di jaman modern ini!!

Danz Suchamda : Maka jelaslah sudah ...bahwa pembodohan dan pendangkalan umat adalah cara Setan untuk membajak perahu Tuhan? (Baca TS kemaren).

Mohawk Bronx : Pasti!! PEMBODOHAN adalah kerja nyata Iblis yg cerdas utk membinsa!Kan manusia dengan segala macam tipu daya, dusta, karena IBlis adalah Raja Dusta!!
---

DISKUSI 6

Fery Setyanto : Analisanipun Manteb mbah suwun.....rahayu3.

Danz Suchamda : Bukan analisa!
Tahukan anda apa analisa itu?

Fery Setyanto : mgkn sy slh tulis maksudnya pencerahan jenengan sae dan sy setuju....ngapunten klo sy kliru comentnya....rahayu.

Danz Suchamda : Nah, mau gunakan istilah bahasa sebaiiknya tahu benar apa yang digunakannya. Salah komunikasi itu bisa sangat berbahaya / merusak. Tidak perlu terlihat canggih2an. Saya menggunakan istilah yg sulit karena-- justru sebaliknya--, yaitu karena sulit / belum menemukan padanan kata dalam bahasa Indonesianya -- termasuk aspek diksi bahasa, nuansa kultur, dsb. Saya ingin ketepatan (akurasi). Maka suatu keterpaksaan, bukan untuk keren-kerenan.

Menulis dalam page itu perlu efisiensi. Di tala utk segmen pembaca tertentu. Implikasinya mengorbankan / meninggalkan segmen tertentu yg tak akan mampu paham. Apa boleh buat? Oleh karena itu saya mengharapkan terjadi inisiatif estafet secara sukarela.

Segitu aja sering dikeluhkan kepanjangan. Bagaimana kalau tidak menggunakan padatan2 istilah? Bisa mbleber jadi panjang sekali.

Fery Setyanto : inggih mbah matur suwun koreksinya....semoga membuat sy lbh hati2 agar tdk menyinggung orang lain....suwun

Harry Yanto : Mohon koreksi mbah maksudnya adlh apa yang bisa digambarkan itu berarti bukan tuhan? Atau emboh mbah klo bingung nulise.....nuwon

Poedji Soesila : Insight atau Hidayah atau Hikmat diterima secepat cahaya, namun saat dikomunikasikan atau disampaikan kepada orang lain bisa selambat matahari terbit hingga terbenam.. Memang demikianlah hukum naturenya..

Danz Suchamda@ Harry Yanto : Sudah pasti!
Menganggap apa yang bisa digambarkan sebagai Tuhan adalah IDOLATRY (musryik).

Danz Suchamda @Poedji Soesila : Banyak para spiritualis yang handal, tapi sedikit yg mampu membahasakannya dengan baik. Keterbatasan konsep2 bahasa, yang mana adalah akumulasi dari wawawasan pengetahuan aka. pendidikan akademis dan kecerdasan intelektual semata.

Danz Suchamda : Bila anda sebagai juru bicara sudah tentu perlu kemampuan verbal (mengelola bahasa). Tapi bila anda tipe penggembala, maka kesabaran, kemampuan berkorban, dan keteladanan akan jauh lebih dituntut. Bagi tugas saja. Karena memang Tuhan menghendaki sedemikian agar satu sama lain saling bergandiengan bahu-membahu, bukan dikuasai satu orang. Kehilangan makna nanti proses Penciptaan Manusia itu (bila memuja satu orang).

Poedji Soesila : Leres, Pak Danz.. Karena banyak, mohon maaf, beginner atau pemula yang ingin segera mengerti, memahami, menguasai tanpa laku, alias pragmatis, praktis, necis, klimis..
Selalu pengen tembak langsung:...

Danz Suchamda : Itulah diistilahkan "hijab" atau "tirai pembatas ke ruang Maha Suci (Holiest of the Holy)"

Poedji Soesila : By the way, HIJAB itu yang HARUS ditemukan sendiri oleh sang penciptanya, alias HaShatan (ego yang suka merengek-rengek).. Xixixi..

陈新 : Matursuwun mbah Danz... Sugeng enjang...Rahayu.

Danz Suchamda @Poedji Soesila : I don't think so that ego will ever find it.
---

DISKUSI 7

Urip Danu Wijoyo : ketika agama merupakan tafsir maka tafsir atasnya menjadi point sangat penting. Bagaimana agama/bahasa itu ditafsirkan. Kebenaran yg diajukannyapun tafsiriyah sifatnya, menjadi naif ketika hal tafsiriyah itu disikapi sebagai hal yg mutlak.

Agusadri : Rahayu Pak Danz.
Pencerahan yg cukup jelas menurut penangkapan saya, yg susah mengkomunikasikan kekomunitas saya.
Mungkin karma yg mereka miliki belum cukup untuk mencerna tulisan bapak.
Sejauh ini tulisan bapak saya rangkum lebih pendek untuk saya share kekomunitas.
Semoga suatu saat kesadaran mereka muncul dan bisa memahami.
Rahayu

Sukat Sukat : Tuhan bukan calo surga dan tuhan bukan tukang cuci dosa...
Engkau adalalah pelindung bagi dirimu sendiri dan pewaris dari setiap buah dari perbuatanmu sendiri...
Tajamnya bilah pisau bukan karena doa tp karena diasah..

Irawan Dias : Jleb

Mesih Andana : Nuwun romo Danz, kaberkahan senantiasa dari GUSTI kang murbeing dumadi

Jowo Joko Jowo : JD inget kata eyang siapa menguasai bahasa.. Rahayu romo

Dhani Christian : tentang 'malaikat' sgt mencerahkan.. matur suwun, rahayu!
Teguh Santoso : Rahayu Romo......penjelasan yg gamblang...terimakasih

Aan Susanto : Rahayu mbah Danz Suchamda greget yuk poro sedulur dimulai prakteknya
-------

DISKUSI 8

Wisnu Wardhana : Apakah pengunjung page yg sexy ini sadar bahwa seluruh page adalah juga terali "penjara"???

Mesih Andana : tergantung tamu, bila tamu kemudian terhipnotis oleh isi page ini dan lalu berhenti mengaji ya bisa jadi keterpenjaraan itu serasanya, berapa banyak pun individu tamu yg belajar melalui page inipun tanpa kemudian ada kesadaran kolektif plus untuk mengg...

Danz Suchamda : Jadi praxis boleh tapi jangan jadi theory.

Mesih Andana : jadi ingat...teorypun sejatinya tidak pernah baku...selalu berkembang ( hidup ) progresif tak berujung , semua berkat sang hidup itu sendiri....supaya kita tidak jalan ditempat / merasa sudah sampai...melainkan maju jalan.

Danz Suchamda : Benar. Tuhan itu Hidup, bukan sesuatu yang bisa dimatikan dalam rumusan.
Faqih EL Sentanu : Like this..., sangat mencerahkan.

Rahayu!

Rabu, 05 Juli 2017

Phi (3,14) & LAUHUL MAHFUDZ

Danz Suchamda

X : mas,sebenarnya rahasia apa t yang ada dalam deret fibonaci,angka tuhan,golden number,persegi panjang emas?

DS : Saya tanya dulu, maaf, agama anda apa mas? Saya harus menjelaskan dengan cara apa?

X : ktp islam mas
jelaskan apa adanya saja mas
dengan cara mase
asal tidak pakai bahasa linggis saja mas

DS :
Sederhananya begini : Tuhan menciptakan alam semesta itu dengan keteraturan matematis. Dari memahami pola matematis itu kita dapat melihat bahwa keteraturan alam semesta itu luar biasa dan dapat menguak berbagai pengetahuan yang berguna buat manusia. Banyak rahasia alam bisa tersibak.

Jadi kitab2 Torah/Bible, Veda, Tantra dsb termasuk yg di agama2 kuno itu sudah menyiratkan soal itu. Kalau anda bongkar kode2 di Bible (Bible ditulis dengan bahasa kode) maka akan ditemukan rahasia Pi, fibonacci, dsb itu. Ini jelas bukan buatan rekayasa manusia, karena otak manusia tidak akan mungkin nyampai utk mengatur semuanya itu dengan detil dan saling berkaitan secara sangat kompleks.

Pi itu adalah bilangan irrasional. Disebut irrasional karena angka desimal di belakang komanya terus menerus hingga tak terhingga.

Pi = 3.1415926535897932384626433832
795028841971693993751058209749445923078164062
862089986280348253421170679821480865132823066
470938446095505822317253594081284811174502841
027019385211055596446229489549303819644288109
756659334461284756482337867831652712019091456
485669234603486104543266482133936072602491412
737245870066063155881748815209209628292540917
153643678925903600113305305488204665213841469
519415116094330572703657595919530921861173819
326117931051185480744623799627495673518857527
248912279381830119491298336733624406566430860
213949463952247371907021798609437027705392171
762931767523846748184676694051320005681271452
635608277857713427577896091736371787214684409
012249534301465495853710507922796892589235420
199561121290219608640344181598136297747713099
605187072113499999983729780499510597317328160
963185950244594553469083026425223082533446850
352619311881710100031378387528865875332083814
206171776691473035982534904287554687311595628
638823537875937519577818577805321712268066130
019278766111959092164201989380952572010654858
632788659361533818279682303019520353018529689
957736225994138912497217752834791315155748572
424541506959508295331168617278558890750983817
546374649393192550604009277016711390098488240
128583616035637076601047101819429555961989467
678374494482553797747268471040475346462080466
842590694912933136770289891521047521620569660
240580381501935112533824300355876402474964732
639141992726042699227967823547816360093417216
412199245863150302861829745557067498385054945
885869269956909272107975093029553211653449872
027559602364806654991198818347977535663698074
265425278625518184175746728909777727938000816
470600161452491921732172147723501414419735685
481613611573525521334757418494684385233239073
941433345477624168625189835694855620992192221
842725502542568876717904946016534668049886272
327917860857843838279679766814541009538837863
609506800642251252051173929848960841284886269
456042419652850222106611863067442786220391949
450471237137869609563643719172874677646575739
62413890865832645995813390478027590...dst tak terhingga

Setiap angka itu dapat diubah menjadi sebuah huruf. Dan disitu setiap kombinasi angkanya menyertakan semua nama yang ada di semesta ini. Nama anda pun mungkin ada dalam salah satu potongan (chunks) di Pi tersebut. Itulah yg disebut Kitab Lauh Masfudz atau induk semua kitab dimana semua kata bahasa yang ada di alam semesta ini tertulis di dalamnya. Siapa koruptor dan siapa bukan, siapa yang sejatinya di pihak Tuhan dan siapa yang bukan, sudah tertulis disitu.
Perhitungan itu tidak dapat direkayasa manusia karena eksak. Walau mungkin ada juga nama-nama yg tak tertulis. Itulah yg berasal dari Other Side (sitra achra) atau Setan.

314 yang diambil dari 3 digit pertama Pi itu sendiri merupakan gematria dari Metatron, malaikat (archangel) tertinggi yang merupakan tangan kanan Tuhan berada di singgasanaNya, yang kalau di agama kamu mungkin disebut Hamalat al-'Arsy. Dan perhatikan juga merupakan bilangan dari Shaddai, salah satu nama untuk Tuhan semasa jaman Ibrahim sebelum revelasi nama YHVH.

Ibnu Arabi menghubungkan antara Lauh Mahfuz dan perkawinan mikro dan makrokosmos. Seperti yang sering dikatakannya, semua makhluk (al-khalq) diciptakan Tuhan (al-Haq) idealnya berpasang-pasan
gan (yin-yang), sebagaimana disebutkan, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah”.

X : kalow flower of life mas?

DS : ya itu pun digambar melalui rumus dari Pi, fibonacci, tsb. Bisa membentuk bidang-bidang geometri maupun bentuk-bentuk geometris yang merupakan bangunan penyusun dasar dari alam semesta. Itulah yg disebut Fractal. Dan kalau anda simak HP (handphone) anda pun sudah menggunakan teknologi fractal tersebut, antara lain di antena yg sangat kecil tapi bisa menerima berbagai macam gelombang frekwensi radio (gsm, sms, usb, wifi secara bersamaan). Demikian juga teknologi ini pada RFD card yg digunakan pada kartu2 debet atau ticketing, pengukuran kadar CO2 di muka bumi, deteksi penyumbatan jantung, hingga nano-teknologi, dsb.

Maka seperti tertulis, bahwa segala sesuatu yang ada di semesta ini adalah untuk memuliakan namaNya, yaitu melalui pengetahuan yang bertambah-tambah dan keindahan keragaman yang berwarna-warni.

Rahayu!

Senin, 03 Juli 2017

SURO DIRO DJAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI

SORA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI
Buah Karya : Ki Dharma Yodha

Natkala pangarep-arep suwe jroning panganti,
Wus kagarit sahasra sesulih kadhapuk jroning babad,
Sanadyan sewu rupa wus imbal gumanti,
Sanadyan saben kawuryan beda werna,
Malah wujude tansah datan ajeg,
Tanapi ponang wektu tansah miyak sasab pangalinge.
Kalaning dewi candra praba sihe surem kalingan runguting wit-witan,
Sira tansah padha,
Milang tyas kang demeng lan blawu,
Kang ana jroning jaja pirang-pirang keti manusa.
Kala kartikaning adil rarem kalingan jaladara,
Sira tansah padha,
Sumusup jroning sukma kadhapuk dadi nata ingaurip,
Nyongok wateke manusa,
Nyebar bibit kesrakahan,
Jroning buntelan lelamisan,
Jroning gendhaga wicitra.
Nyecongok adnyana manusa,
Nuwuhake keserakahan,
Ing lemah paugeran,
Kang sira rabuk kinarya sesongaran.
Kalaning bagaskara bebener ambles lumebeng walike cakrawala,
Sira tansah padha,
Ndadekake batur manusa jroning angsane,
Njurung harda katumlak sajroning piangkah pribadya,
Saningga lila ndadekake bebanten watak kamanungsane.
Anaging ingsun,
Raden Dharma Yodha, tunas tarunaning bangsa,
Siyaga adilaga lumawan sira,
Wahai ... kadhakahan ...!
Wahai ... Ambek sura...!
Wahai ... kang demen cidra...!
Ponang Angkara Murka malaning ati,
Arep dak tujah sira,
Kinarya sanjata pangandel kang kenceng dak regem,
Amrih Nagringsun ruwat sangka cencangan wibawanira,
“SORA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI”

TERJEMAHANNYA :
SORA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI
Buah Karya : Ki Dharma Yodha

Ketika pengharapan lama dalam penantian,
Telah tertoreh seribu pergantian peran dalam sejarah,
Walau seribu rupa telah berganti,
Walau setiap muncul berbeda warna,
Bahkan wujudpun selalu tak sama,
Tetapi sang waktu selalu menyibak tabirnya.
Ketika dewi rembulan sinar kasih sayangnya tampak redup dibalik pepohonan,
Kau selalu sama,
Menghitung hati yang hitam dan kelabu,
Yang ada di dalam dada berjuta-juta manusia.
Ketika bintang keadilan beristirahat dibalik awan,
Kau selalu sama,
Menyusup dalam sukma berperan sebagai raja kehidupan,
Kendalikan watak manusia,
Menebarkan benih ketamakan,
Dalam bungkus kebohongan,
Dalam kemasan pencitraan.
Kendalikan pikiran manusia,
menumbuhkan keserakahan,
Di tanah peraturan,
Yang kau pupuk dengan kepongahan.
Ketika mentari kebenaran tenggelam terbenam dibalik cakrawala,
Kau selalu sama,
Memperbudak manusia dalam ambisinya,
Mendorong keinginan terjerumus ke dalam keegoisannya,
Hingga rela korbankan sifat kemanusiannya.
Tetapi aku,
Raden Dharma Yodha, tunas muda bangsa,
Siap berperang melawanmu,
Wahai ... Ketamakan...!
Wahai ... Kepongahan...!
Wahai Keangkuhan...!
Sang Angkara Murka Penyakit Hati,
Akan kuterjang kau,
Dengan senjata keyakinan yang erat kugenggam,
Agar Negeriku bebas dari belenggu kuasamu,
“SORA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI”

Rahayu!

Sabtu, 24 Juni 2017

WAKE ME UP - AVICII

Wake Me Up | Avicii
Feeling my way through the darkness
Rasakan langkahku dalam gelap
Guided by a beating heart
Dituntun oleh hati yang berdegup
I can't tell where the journey will end
Aku tak tahu dimana akhir perjalanan ini
But I know where to start
Tapi kutahu dimana harus mulai
They tell me I'm too young to understand
Mereka bilang aku terlalu muda tuk mengerti
They say I'm caught up in a dream
Mereka bilang aku terperangkap di alam mimpi
Well life will pass me by if I don't open up my eyes
Bahwa hidup akan meninggalkanku jika tak kubuka mata
Well that's fine by me
Tak mengapa bagiku
(2x)
So wake me up when it's all over
Maka bangunkanlah aku saat semua ini tlah usai
When I'm wiser and I'm older
Saat aku tlah lebih bijak dan lebih tua
All this time I was finding myself
Selama ini kucari-cari diriku sendiri
And I didn't know I was lost
Dan aku tak tahu bahwa aku tersesat
I tried carrying the weight of the world
Kucoba memikul beban dunia
But I only have two hands
Tapi hanya dua tangan yang kupunya
I hope I get the chance to travel the world
Berharap kupunya kesempatan tuk jelajahi dunia
And I don't have any plans
Dan aku tak punya rencana
I wish that I could stay forever this young
Andai kubisa terus muda begini
Not afraid to close my eyes
Tak takut pejamkan mataku
Life's a game made for everyone
Hidup ini hanyalah permainan untuk semua orang
And love is a prize
Dan cinta adalah hadiahnya
(2x)
So wake me up when it's all over
Maka bangunkanlah aku saat semua ini tlah usai
When I'm wiser and I'm older
Saat aku tlah lebih bijak dan lebih tua
All this time I was finding myself
Selama ini kucari-cari diriku sendiri
And I didn't know I was lost
Dan aku tak tahu bahwa aku tersesat
I didn't know I was lost
Aku tak tahu bahwa aku tersesat
can't tell where the journey will end
Aku tak tahu dimana akhir perjalanan ini
But I know where to start
Tapi kutahu dimana harus mulai
They tell me I'm too young to understand
Mereka bilang aku terlalu muda tuk mengerti
They say I'm caught up in a dream
Mereka bilang aku terperangkap di alam mimpi
Well life will pass me by if I don't open up my eyes
Bahwa hidup akan meninggalkanku jika tak kubuka mata
Well that's fine by me
Tak mengapa bagiku


Minggu, 11 Juni 2017

THE ALONENES

Kemampuan untuk menyendiri adalah kemampuan untuk mencintai. Ini mungkin terlihat paradoks bagimu, tapi sebenarnya tidak. Ini adalah kebenaran eksistensial:Hanya orang-orang yang mampu sendirian saja yang mampu mencintai, berbagi, masuk ke inti terdalam orang lain - tanpa memiliki yang lain, tanpa menjadi tergantung pada yang lain, tanpa mengurangi yang lain menjadi sesuatu hal, dan tanpa Menjadi kecanduan yang lain. Mereka membiarkan kebebasan mutlak untuk orang lain, karena mereka tahu bahwa jika yang lainnya pergi, mereka akan bahagia seperti diri mereka sendiri sekarang. Kebahagiaan mereka tidak dapat diambil oleh pihak lain, karena tidak diberikan oleh pihak lain.

OSHO-Being in Love: "How to Love with Awareness and Relate Without Fear"

Semua orang berhak hidup sesuai dengan pengalamannya sendiri
Dan menemukan jalannya sendiri.
Tidak ada agama di dunia ini yang mengatakan
Untuk berperilaku dengan penuh kasih,
hormat, terhadap orang lain.
Setiap agama menganggap mereka satu-satunya
orang yang benar;
Mereka memiliki monopoli akan kebenaran
Dan yang lain salah.
Pendekatanku adalah
Bahwa setiap orang berhak untuk menjadi benar atau salah.
Dan jika seseorang memutuskan untuk salah,
Tetap saja dia harus diberi segala hormat dan setiap cinta.
Ini adalah keputusannya, dan jika dia ingin menjalani keputusannya,
Bukan urusan siapa pun untuk ikut campur dalam hidupnya
dan dalam filosofinya.

Rahayu!

Jumat, 09 Juni 2017

GOLDEN MEMORIES


(yang usianya skrg 30an - 50an tahun).

Sekedar anda tahu...

Kita yang lahir di tahun 1960-70-80an, adalah generasi yang layak disebut generasi paling beruntung.

Karena kitalah generasi yang mengalami loncatan teknologi yg begitu mengejutkan di abad ini, dengan kondisi usia prima.

Sebagian kita pernah menikmati lampu petromax dan lampu minyak, sekaligus menikmati lampu bohlam, TL, hingga LED

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik.
Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop kita.

Kitalah generasi terakhir yang merekam lagu dari radio dengan tape recorder (kadang pitanya mbundet/kusut) kita.
Sekaligus kita juga menikmati mudahnya menikmati dari keping CD juga men download lagu dari gadget.

Kitalah generasi terakhir yang bisa langsung menikmati dan menyanyikan dengan faseh lagu-lagu di obok obok..., abang tukang bakso..., Broerry, Koesplus, Mercys, Arrafiq dll....
tapi kita pun sangat menikmati "hapuslah ingatanku..., ketiban gajah..., butiran debu..., aku yg dulu..., kesempurnaan cinta..., dll..

Kitalah generasi dengan masa kecil bertubuh lebih sehat dari anak masa kini, karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, gobak sodor, main kelereng, karetan, sumpit2an, galasin adalah permainan yg tiap hari akrab dg kita.
Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget .
Masa remaja.

Kitalah generasi terakhir yang pernah mempunyai kelompok/geng yang tanpa janji, tanpa telpon/sms tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi.
Karena kita adalah generasi yang berjanji cukup dengan hati.

Kalau dulu kita harus bertemu untuk tertawa terbahak-bahak bersama.
Kini kitapun tetap bisa ber "'wkwkwkwk"
''
Di grup Facebook/whatsApp .

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana.
Juga bersepeda onthel / motor menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala.

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yang membayangi kita.

Kitalah generasi terakhir yg pernah merasakan nikmatnya nonton tv (ada yg cuman hitam putih layarnya) dengan senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah chanel sana sini rame rame satu kampung dengan powersuply aki yang jika strumnya akan habis layarnya tv ciut tinggal separo.

Kita adalah Generasi yang selalu berdebar debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita.

Selalu menghargai dan berhati-hati dalam mengambil foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek.
Saat itu hasil dengan muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas.
Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto.
Tanpa ada editan Camera 360 photoshop atau Beauty face.

Betul2 generasi yang menerima apa adanya.

Kitalah generasi terakhir yangg pernah begitu mengharapkan datangnya Pak Pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati.

Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yg LIMITED EDITION.

Kita adalah generasi yg patuh & takut kepada OrTu (meskipun sembunyi2 nakal & melawan) tapi kita generasi yang mau mendengar & komunikatif terhadap anak cucu.

Itulah kita.... selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima.

Anda di generasi itu?

Bagikan ini sebagai pengingat masa dahulu dan menjalani masa sekarang........

Indahnya waktu itu...

Minggu, 04 Juni 2017

AGAMA WARISAN APAKAH ITU ADA?

Assalamu 'alaiukum wr. wb.

"Agama Warisan" yang menjadi viral membuat admin tergerak ikut membedahnya, baik dari sudut pandang yang pro ataupun kontra.
Untuk itu, dibawah ini akan admin sajikan tulisan yang merujuk tentang Agama Warisan tersebut dari beberapa sumber.
Berikut tulisan yang membahasnya :

Tuisan ke 1
MELALUI KEMATIAN YANA ZEIN, ALLAH BUKTIKAN "AGAMA WARISAN" AFI TIDAK BENAR
~ By Erwyn Kurniawan ~

Begitu cepat Allah swt memberikan bantahan terhadap tulisan Asa Firda Inayah alias Afi ttg "Agama Warisan". Melalui kisah tragis kematian artis Yana Zein, artikel tsb menjadi kehilangan makna & hanya pepesan kosong.

Afi menulis begini:
“Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan."
Tulisan ini menjadi viral atau sengaja diviralkan. Afi sontak menjadi terkenal, diundang media arus utama yg selama ini menjadi pendukung Ahok. Presiden Jokowi segera mengundangnya ke Istana Negara tepat di Hari Kelahiran Pancasila. Bahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin pun rela berfoto bersama Afi sambil tersenyum untuk memberikan dukungan terhadap tulisan tersebut.

Artikel yg kemudian diketahui PLAGIAT itu dikampanyekan sebagai buah pikir yang tepat utk mendukung kebhinekaan & NKRI. Dua tema yg mendadak ramai sejak Ahok menista agama & kemudian dipenjara. Tujuannya jelas: menohok umat Islam dan para ulama yg selama ini terus berjuang menuntut keadilan terhadap Ahok.

Di saat bersamaan seorang artis senior wafat. Namanya Yana Zein. Bukan kematian biasa karena saat akan dimakamkan, terjadi peristiwa menyedihkan karena antara ayah & ibu almarhum bersitegang soal agama anaknya.
Swetlana, ibu Yana Zein, mengaku memiliki bukti bahwa putri tersayangnya tersebut telah menganut agama Kristen.

"Saya ibunya, saya punya bukti kalau KTP dia Kristen. Waktu sakit keras, Yana bilang 'tolong kalau ada apa", saya mau dikuburkan secara Kristen'. Agama semua sama, saya kira Yana berhak memilih. Yana juga ada tanda tangan sendiri kalau dia jadi Kristen," ujarnya.
Sang ayah, Nurzaman Zein, tak kalah argumen.

Dia meminta Yana harus dikuburkan secara Islam.
"Namanya Suryana Nurzaman Zein. Dia meninggal di bulan Ramadhan. Dia meninggal dengan khusnul khotimah," kata Nurzaman.
Rumah duka akhirnya gaduh. Sang ibu menjerit histeris saat ayah Yana melantunkan ayat suci Al-Quran di sebelah peti jenazah.

Kisah pilu ini membuktikan bahwa agama bukanlah warisan. Keimanan seorang manusia tidak diturunkan otomatis dari ayah dan ibunya. Jika memang warisan, Yana Zein pasti beragama Islam dan tak perlu ada kericuhan saat akan dimakamkan.

Bagi orang beriman, tulisan Afi & kematian Yana Zein yg terjadi saat bersamaan harus dilihat dalam kacamata keimanan. Bahwa inilah campur tangan Allah swt untuk memberi bukti tidak ada "agama warisan". Dan jika masih ada di antara kita yg membenarkan tulisan Afi meski Allah swt sudah "membantahnya" melalui kematian Yana Zein, saya tak tahu dgn cara apalagi Dia harus memberi petunjukNya.
Wallahua'lam bishshowab
Tamat...
-------------

Tulisan ke 2
AGAMA WARISAN
Oleh: Muhammad Zazuli

Nebeng ikut bicara soal “agama warisan” yang sempat viral dan heboh beberapa waktu lalu.

Tidak hanya agama, sesungguhnya semua yang ada pada diri kita ini adalah warisan. Tubuh fisik kita ini juga adalah warisan dari DNA dan genetika yang diturunkan secara biologis dari bapak-ibu bahkan nenek moyang kita sejak ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu. Pemikiran dan identitas kita juga adalah warisan dari dogma dan ajaran yang diberikan oleh orangtua, guru agama, guru sekolah, teman, lingkungan, pengalaman dan semua yang ada di sekitar kita termasuk buku-buku yang kita baca, ceramah yang kita dengarkan dan tontonan yang kita lihat.

Bumi kita inipun juga adalah warisan dari debu-debu supernova dan bintang-bintang yang meledak milyaran tahun yang lalu. Matahari kita juga adalah warisan dari reaksi nuklir paduan dari hidrogen dan helium yang ada di galaksi. Bahkan galaksi kitapun adalah warisan dari pemuaian alam semesta yang kemudian mendingin, mengerut dan berputar di sebagian kawasan di jagad raya ini.

Intinya adalah segala sesuatu terjadi dan berjalan karena Hukum Alam dan Hukum Sebab Akibat. Tidak ada akibat yang terjadi tanpa sebab tertentu dan tak ada sebab yang tak mengakibatkan terjadinya akibat tertentu. Jadi jika dulu saya terlahir di Rusia tentu nama saya bukanlah Zazuli tapi bisa saja menjadi Zazulov dan saya menjadi orang yang atheis atau komunis. Jika saya terlahir di kerajaan Romawi masa lampau mungkin nama saya akan menjadi Zazulius dan menyembah dewa-dewi pagan. Jika saya terlahir di China maka bisa saja nama saya menjadi Zhang Zhu Ling dan saya menyembah Dewa Langit (Thian) atau bahkan dewa dapur. Jika saya terlahir di kawasan bawah laut Bikini Bottom (tempat tinggal Spongebob) maka bisa saja nama saya menjadi Zazuklu dan saya menyembah kerang ajaib uluk-uluk-uluuuk......

Jadi bukan hal yang aneh dan istimewa jika ada yang mengatakan bahwa agama Anda adalah agama warisan dari orang tua, keluarga, leluhur dan lingkungan masyarakat yang ada di sekeliling Anda. Memang faktanya seperti itu. Yang aneh justru adalah orang yang marah, kejang-kejang, ngamuk, protes bahkan mengancam membunuh gadis remaja yang menuliskan soal hal itu. Orang bodoh tapi arogan dan keras kepala memang cuma bisa bikin onar dan bikin masalah saja, tidak bisa diajak berpikir dan berdiskusi secara jernih dan sehat. Yang dikecam dan diancam bunuh bukannya makin surut namun makin jadi tenar dan bersinar. Bagaimanapun suara kebenaran tidak akan bisa dibungkam oleh suara kedzaliman.

Tapi saya juga bisa memahami amarah mereka. Sewaktu masih SMA sebenarnya saya termasuk cukup fanatik dalam beragama. Saya bahkan membaca buku-buku karya Abdullah Azzam yang adalah gurunya Usamah bin Laden (pemimpin jaringan teroris global Al Qaedah) dan bertekad untuk menjadi seorang jihadis. Soal dalil-dalil jihad dan perang saya sudah hapal di luar kepala, jadi jangan ajarin lagi saya soal itu. Saya bahkan pernah membenci semua orang, semua golongan, semua negara, semua agama, semua simbol dan semua hal yang saya anggap sebagai “musuh Tuhan” (betapa gobloknya dulu saya karena mengira bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa masih bisa punya musuh).

Namun puji Tuhan alhamdulillah saya akhirnya bahagia karena kemudian saya “tersesat di jalan yang benar”. Belasan tahun yang lalu saya bertemu dengan seorang sufi pengembara yang beraliran tasawuf Syekh Siti Jenar. Beliau berkata : “Dulu Rasulullah SAW datang untuk menghapus ajaran nenek moyang. Lah kamu ini sekarang malah juga beragama dengan agama nenek moyang. Kamu pikir agama kamu itu juga bukan agama nenek moyang ya?” Satu ungkapan beliau lagi yang dulu membuat saya bingung adalah : “Jika kamu ingin belajar tasawuf / ilmu hakikat maka penggal dulu kepalamu.”

Tidak hanya bertemu dengan sufi pengembara, saya juga pernah bertemu dengan seorang Sekjen dari sebuah “Secret Society” yang ada di Indonesia. Beliau mengundang saya untuk menjadi anggotanya bahkan menawari saya beasiswa untuk belajar mengenai aliran tersebut langsung dari markas mereka di luar negeri meskipun kemudian saya tolak dengan halus karena saya tidak mau terikat dengan organisasi. Mungkin inilah makna dari pepatah dalam dunia spiritual “Saat murid siap, maka Guru akan datang sendiri.”

Dan kini saya baru paham apa makna dari ungkapan guru tasawuf yang membingungkan tadi. Sepanjang hidupnya manusia itu terlahir sebanyak dua kali.

Kelahiran pertama adalah kelahiran alami yang sebagian besar perannya dilakukan oleh kodrat alam di luar kekuatan dan kehendak sadar kita yang mewariskan kepada kita segala identitas kita secara “an sich” dan tinggal terima saja termasuk bagaimana fisik kita, dimana dan kapan kita lahir dan di bangsa mana atau di keluarga seperti apa kita lahir. Kita tidak bisa memilih di bangsa mana atau di keluarga seperti apa kita lahir. Kita juga tidak bisa memilih dalam keluarga yang beragama apa kita lahir karena agama keluargalah yang akhirnya akan lebih dominan dalam menentukan agama yang kita anut sepanjang hidup kita. Hanya sedikit saja orang yang kemudian memutuskan untuk menganut agama yang berbeda dengan agama warisan keluarganya, itupun biasanya karena faktor duniawi saja seperti pernikahan.

Kelahiran kedua adalah kelahiran jiwa atau spiritualitas kita yang kita pilih berdasarkan kehendak bebas dan kesadaran kita. Ada orang yang terlahir dalam keluarga miskin tapi dengan kemauan, kehendak dan usahanya dia bisa menjadi orang yang sukses. Inilah yang saya maksud dengan “kelahiran kedua” yaitu kelahiran mental dan jiwa seseorang yang baru. Inilah yang dimaksud dengan evolusi kesadaran meskipun mungkin masih hanya sebatas kesadaran fisik atau kesadaran materi saja, tapi itupun adalah sebuah prestasi dan kelahiran baru bagi sang jiwa yang ternyata akhirnya mampu menunjukkan kemandiriannya dan mengalahkan batasan dan kondisi dunia yang ada di luarnya.

Begitu juga dengan agama. Agama warisan adalah agama yang Anda ikuti berdasarkan “kehendak alam semesta” dimana Anda dilahirkan, bukan berdasarkan kesadaran pribadi, pilihan sadar dan kehendak bebas Anda. Jadi jika dulu guru tasawuf saya mengatakan “penggal dulu kepalamu” itu berarti bahwa saya harus mengosongkan gelas pikiran saya yang sudah penuh dengan dogma dan ajaran yang saya terima dan dipaksakan masuk ke dalam kesadaran saya sejak kecil (termasuk pikiran sadar dan bawah sadar saya) karena hanya gelas kosong saja yang bisa diisi dan dipenuhi dengan “air segar yang baru”.

Semua agama adalah baik, benar dan sempurna dalam pandangan penganutnya. Dan Anda tidak bisa memaksakan bahwa hanya agama Andalah yang paling baik, paling benar dan paling sempurna kepada orang lain yang tak seagama dengan Anda. Itu adalah tindakan yang paling bodoh, paling egois dan paling kontra produktif. Semua penganut agama selalu berpikir dan percaya bahwa hanya agamanyalah yang paling baik dan paling benar. Tidak peduli apapun agamanya, sesungguhnya agama yang terbaik bagi seseorang adalah agama yang bisa mengubah jiwanya dan membawanya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih damai, lebih bijak, lebih sabar, lebih berwelas asih dan semua sifat baik lainnya. Untuk tujuan kebaikan inilah maka agama-agama yang berbeda itu mengajarkan doktrin yang berbeda yang dapat membantu manusia mengubah dirinya menjadi lebih baik, lebih sadar dan lebih bijak.

Secara eksoterik (bentuk luar) semua agama pastilah berbeda baik dalam hal dogma, ritual, konsep, simbol, metode, aturan maupun berbagai hal lainnya (sebagaimana manusia yang berbeda-beda dalam hal ras, suku, bangsa dan warna kulit). Tapi secara esoterik (hakikat dalam) pastilah semua agama memiliki prinsip yang sama mengenai cinta kasih, kebaikan, kejujuran dan semua sifat dan karakter baik lainnya (sebagaimana semua manusia apapun warna kulitnya selalu mendambakan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan). Persamaannya inilah yang terpenting dan harus kita tekankan dan justru bukannya menekankan pada perbedaan yang justru akan memancing konflik dan permusuhan yang justru bertolak belakang dengan hakikat, makna, maksud dan tujuan dari agama itu sendiri.

Pada tahun 1666, ilmuwan terkemuka Sir Isaac Newton berhasil memecahkan misteri warna pelangi melalui sebuah percobaan di kantornya di Lincolnshire, Inggris. Melalui sebuah prisma kaca dia menemukan bahwa tujuh spektrum warna pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu) sebenarnya hanyalah merupakan hasil pembiasan dari cahaya putih matahari. Di alam maka titik-titik air hujanlah yang berfungsi sebagai prisma kaca yang membentuk 7 spektrum warna pelangi. Dengan demikian maka sesungguhnya cahaya putih matahari adalah kumpulan dari semua warna dan ketujuh warna pelangi itu sebenarnya sudah ada secara potensial di dalam cahaya putih matahari yang kemudian bisa diuraikan melalui prisma kaca ataupun titik air hujan menjadi tujuh warna pelangi.

Begitu juga halnya dengan ilmu Hakikat atau ilmu Kesejatian (The Truth) bisa diibaratkan sebagai cahaya putih matahari yang Tunggal di alam Absolut. Sedang agama / religi hanyalah turunan, tafsir, deviasi, diferensiasi atau hasil pembiasan dari Cahaya Putih tersebut yang menjelma dan termanifestasi menjadi 7 spektrum warna pelangi di alam dunia ini. Jadi meskipun berbeda namun sesungguhnya ketujuh spektrum warna pelangi itu hakikatnya adalah Tunggal dan eksis secara potensial di dalam cahaya putih matahari (cahaya Illahi). Sesungguhnya Hidup itu adalah Tunggal. Seluruh makhluk sejatinya sekedar berbagi Hidup yang sama yang berasal dari Sang Tunggal tersebut. Oleh karena itu hormatilah agama orang lain sebagaimana engkau menghormati agamamu sendiri. Menghina dan memaki agama orang lain sebenarnya hanyalah menunjukkan kebodohan, kekerdilan dan kesombongannya sendiri.

Masalah timbul setelah terjadinya pembiasan. Antara warna merah, kuning, hijau merasa saling terpisah, saling berbeda dan saling berdiri sendiri. Mereka lupa dengan asal usulnya yang berasal dari cahaya putih matahari. Akhirnya mereka saling berdebat dan bertarung sendiri. Memang setelah melewati prisma kaca (atau prisma manifestasi / alam ilusi) yang merah akan tetap tampak sebagai merah, yang kuning akan tetap tampak sebagai kuning dan yang hijau akan tetap tampak sebagai hijau. Mereka saling berbeda dan tidak bisa disatukan.

Tapi di balik prisma sebelum terjadinya pembiasan (manifestasi) maka sesungguhnya merah, kuning, hijau tadi tidak ada namun eksis secara bersamaan dan potensial di dalam cahaya putih (kemurnian asal, Wu Chi). Warna sesungguhnya juga tidak ada, yang ada hanyalah panjang gelombang cahaya. Jika suatu benda memancarkan gelombang cahaya sebesar 5.500 Angstrom dan diterima oleh sensor visual / syaraf mata kita maka otak kita akan mempersepsinyanya sebagai benda berwarna kuning, jika suatu benda memancarkan gelombang cahaya sebesar 4.500 Angstrom kita menyebutnya sebagai merah begitu seterusnya.
Hanya mereka yang berwawasan dan berkesadaran tinggi saja yang bisa memahami bahwa cahaya putih adalah satu-satunya hakikat sejati atau satu-satunya realitas akhir sedangkan merah, kuning, hijau dan lain-lain hanyalah sekedar ilusi yang bersifat maya, fana dan sementara dan akan segera hilang musnah saat prisma kaca tersebut diangkat dan diambil. Secara hakikat maka warna-warni pelangi tadi tidak ada karena yang ada hanyalah cahaya putih matahari saja. Adanya tujuh warna pelangi hanya karena ditopang keberadaannya oleh cahaya putih matahari. Tanpa cahaya putih matahari maka ketujuh warna pelangi niscaya tidak ada sama sekali.

Itulah sebabnya sehingga Syaikh Maulana Jalaluddin Rumi, ulama sufi dan mistikus Islam yang paling terkemuka, paling dikagumi dan paling dihormati oleh dunia Barat pernah berkata : “Aku bukanlah orang Nasrani, aku bukanlah orang Yahudi, aku bukanlah orang Majusi, dan aku bukanlah orang Islam. Keluarlah, lampauilah gagasan sempitmu tentang benar dan salah sehingga kita dapat bertemu pada “Suatu Ruang Murni” (yaitu Cahaya Putih Illahi, sumber dari 7 pelangi agama) tanpa dibatasi oleh berbagai prasangka atau pikiran yang gelisah.“

Dan hal inipun juga tidak bertentangan dengan ayat Al Quran yang menyatakan : ”Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin (penyembah matahari), barang siapa yang beriman diantara mereka itu kepada Tuhan dan hari akhir (kematian, kefanaan) serta berbuat kebajikan maka untuk mereka itu pahala di sisi Tuhannya dan tak ada ketakutan atas mereka dan tiada mereka berduka cita”. (Al-Baqarah : 62). Inilah bukti bahwa Islam sebenarnya mendukung dan mengajarkan toleransi serta pluralisme.

Tidak semua orang bisa memahami makna dan hakikat sejati dari agama. Hanya mereka yang sudah mulai berkembang kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya saja yang bisa memahami esensi spiritual dari semua ajaran agama.

Mereka yang masih bergelung, bergelut dan terbelenggu di dalam kepompong jiwa yang berupa ego kelompok, teologi konflik, berhala mental, ideologi tertutup / anti kritik, dogma sempit, kaku & parsial, ilusi & delusi spiritual, pola pikir linear, pikiran dualistis, mindset keterpisahan, violence mentality dan jiwa yang terbelah pastilah tidak akan sanggup memahami makna dan tujuan sejati dari semua agama dan akan terus terjebak pada ego dan kesombongan untuk selalu merasa benar sendiri, sulit mengasihi, tidak bisa menghargai hak orang lain, gemar menghakimi, sikap suka memaksakan kehendak dan hanya mau menang sendiri saja.

Ada tujuh dimensi / lapisan alam yang terdiri dari : alam Illahiah, alam Monadiah, alam Rohaniah, alam Intuisional, alam Mental, alam Astral dan alam Fisik (beserta kembaran eteriknya). Di alam astral dan seterusnya maka agama yang diyakini seseoranglah yang akan menjadi penyelamat setelah jasmani fisiknya terurai / meninggal asalkan orang itu murni, tulus dan lurus dalam hati, jiwa, pikiran, perkataan dan perbuatan. Tanpa agama orang tidak akan mengenal jalan pulang karena hanya agamalah yang mengajarkan tentang keabadian jiwa serta hubungannya dengan Sang Pencipta / Sang Sumber, bukan ilmu seni, filsafat, politik, bisnis ataupun sains. Agama juga adalah alat, sarana, tali sambung dan jembatan rohani menuju Tuhan. Tapi yang menjadi tujuan sebenarnya adalah Tuhan itu sendiri.

Mengenal Tuhan adalah tujuan sejati kehidupan (Sangkan Paraning Urip). Menjadikan agama sebagai tujuan adalah salah karena itu berarti musyrik dan mempersekutukan Tuhan. Orang yang telah mengenal Tuhan tidak mungkin akan menebar kebencian, permusuhan dan kekerasan melainkan hanya akan menebar kedamaian, kebajikan dan welas asih. Sedang orang yang memuja agama tapi belum mengenal Tuhan masih berpeluang besar menebar kebencian, permusuhan, kekerasan dan kekacauan karena seringkali dia tidak bisa membedakan antara ego, ambisi, nafsu dan prasangkanya sendiri dengan hidayah / cahaya petunjuk Illahi.

Dengan demikian sifat Kasih Sayang (Rahman Rahim) adalah satu-satunya tolok ukur untuk melihat apakah seseorang sudah mengenal Tuhan ataukah belum. Orang yang suka menebar kebencian dan permusuhan antar sesama manusia jelas bukanlah orang yang sudah mengenal Tuhan meskipun mungkin dia hapal sejuta dalil agama. Religiousity and Spirituality are really different things.....

Dan kebetulan semboyan dasar negara kita adalah “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun satu. Aslinya semboyan ini diambil dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular di abad 14 yang kutipan lengkapnya berbunyi “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa” yang artinya “Meski berbeda-beda namun hakikatnya adalah Satu, tak ada dharma / ajaran kebenaran yang mendua” untuk menunjukkan kesatuan antara ajaran Hindu Ciwa dengan ajaran Buddha yang berkembang di Majapahit kala itu. Kebetulan juga semboyan ini mirip dengan slogan pada Great Seal of United States (Segel Agung Amerika Serikat) yang diciptakan oleh kaum Mason para Bapak Bangsa Amerika yaitu “E Pluribus Unum” yang artinya "Banyak Yang Adalah Satu". Dalam Al Quran sendiri juga dituliskan : “ Maka kemanapun engkau hadapkan wajahmu di situ akan kamu lihat wajah Allah.” (QS Al Baqarah : 115)
Saya tidak tahu apakah setelah saya menulis ini akan ada yang memaki saya kafir, sesat, bangsat, liberal, sekuler, PKI, anjing, babi, iblis dll (memaki, mengancam, mengintimidasi, menyerang dan melakukan kekerasan adalah reaksi khas mereka jika kalah dalam berlogika dan berdiskusi) atau bahkan mungkin akan ada yang mengancam membunuh saya. Atau bisa jadi setelah diancam bunuh, saya malah bisa seperti dek Afi yang jadi terkenal n bisa masuk tivi bersama Najwa dan Rossi serta ketemu pakdhe Jokowi hihi... Kan malah lumayan meskipun lu manyun hehe.... Tapi jika dibully saya akan tetap mengikuti teladan mbah wali Gus Dur dan ulama-ulama khos dan kyai sakti NU lainnya yang paling cuma akan ngomong “Halah, gitu aja kok repot...” (Terima kasih kepada NU yang selalu konsisten menebarkan dakwah bil hikmah, akhlakul karimah dan menjaga citra Islam sejati yang rahmatan lil alamin).

Sebagai penutup saya akan kutipkan nasehat dari Bhagwan Shree Rajnesh dan Pierce Teilhard de Chardin :
“Sejauh menyangkut agama, maka setiap orang mustilah dilahirkan sebanyak dua kali. Kelahiran pertama adalah karena kehendak alam sedang kelahiran kedua adalah karena bangkitnya kesadaran pribadi.”
“Kita bukan manusia yang memiliki pengalaman spiritual. Tapi kita adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman sebagai manusia.”

Sudah paham kan sayangku? Sudah ya, jangan mudah marah, baper dan ngamuk-ngamuk lagi yaah... Sekali-kali cobalah beragama dengan akal sehat dan hati nurani agar engkau menjadi lebih bijak dan mengerti, jangan cuma pake ego, ambisi dan emosi yang akhirnya cuma bikin gigit jari, sakit hati dan nurani jadi mati....
Saya Indonesia. Saya Pancasila. Saya Waras.
Salam Waras bin Cerdas wal Sadar
# Kami bersama TNI, Polri, Banser & Anshor NU tolak radikalisme demi keutuhan NKRI

---------------------

Itulah diatas beberapa argumen tentang Agama Warisan dari kedua belah pihak. Semoga bisa menjadikan admin khususnya dan pembaca menjadi bijaksini dan bijaksana, menjadi lebih menyelami makna dan tujuannya bukan untuk menjadikan pembenaran diri (egoistik) untuk menyerang pihak lain, menjadikan kesadaran dalam berspiritual bahwa Tuhan tidak menciptakan satu kaum saja.
Terimakasih.
Walaikumsalam wr. wb.
Semoga semua mahluk bahagia.
Rahayu!

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...