Kamis, 14 April 2016

.:: MANUSIA TERLAHIR BERSAYAP ::.

Gobind Vashdev,
Menyelusuri bathin seperti berjalan di dalam hanggar.
Begitu banyak pesawat dengan kemampuan terbang dan
akrobatik yang luar biasa dan menganggur.
Rumi dan Gibran bersepakat mengatakan bahwa kita
semua lahir dengan sayap, alangkah bodohnya, kita
tebas sayap kita dan merangkak bagai kutu di tanah.
Benar kita telah belajar banyak hal , mengembangkan
ilmu pengetahuan dengan skala yang tak terduga namun
apakah kita menjadi lebih dekat pada tujuan manusia
menjadi lebih bahagia dan sadar?
Apa yang terjadi seringkali adalah sebaliknya, kita lebih
berkompetisi bukan bekerjasama, menjadi lebih sibuk dan
merasa bersalah bila tidak produktif (baca:
menghasilkan uang), mewariskan anak-anak bukan
sebuah kesadaran melainkan materi yang berujung
menjadi sampah yang menggunung dan menyesakkan.
Ketakutan dan kecemasan ditambahkan setiap hari yang
membebani tubuh dan pikiran yang sudah berat.
Kita bahkan sudah lupa bahwa kita bukanlah manusia
yang memiliki pengalaman spriritual... Kita adalah
makhluk spiritual yang sedang berpengalaman menjadi
manusia.
Mereka yang "tahu" adalah mereka yang telah terbang
tinggi dengan sayap kesadaran sampai dimana hitam dan
putih terlihat serupa.

.:: MENILIK HANGGAR DI DALAM ::.

"Kita bahkan sudah lupa bahwa kita bukanlah manusia
yang memiliki pengalaman spriritual... Kita adalah
makhluk spiritual yang sedang berpengalaman menjadi
manusia.
Mereka yang "tahu" adalah mereka yang telah terbang
tinggi dengan sayap kesadaran sampai dimana hitam dan
putih terlihat serupa "
Gobind Vashdev

.:: PUKIRAN MAMPU CIPTAKAN TUHAN ::.

Pernah lihat orang yang mudah percayaan dengan berita
hoax (kabar bohong)? ... Baik itu berupa teks, gambar,
atau apapun di internet? ... Pernah atau sering? ...
Atau, malah anda yang begitu? Wkkk ...
Perilaku mudah terkelabui oleh berita bohong,
menandakan bagaimana manajemen pikiran seseorang ...
Pernah gak kita menduga, "ah ini sulit" ... Ternyata,
setelah dijalani, tidak sesulit yang kita kira ...
Pernah? ... Itu membuktikan bahwa, dalam pikiran kita,
jauh lebih banyak kabar bohong (hoax) ...
So, orang yang sering banget men-share berita hoax di
fb, di twitter atau apapun sejenis itu ... Menandakan,
dia sering banget dibohongi oleh pikirannya sendiri dalam
kesehariannya ... Dan jangan-jangan, selama ini, perihal
Tuhan pun, ia dibohongi oleh pikirannya ... Ia tidak
sadar, bahwa ia tidak menyembah Tuhan ... Tapi ia
menyembah, "konsep tentang Tuhan yang diciptakan oleh
pikirannya sendiri" ...
Nah ... Selama ini, apakah anda menyembah Tuhan yang
asli? ... Atau, apakah anda menyembah Tuhan hoax,
yaitu Tuhan yang konsepnya anda ciptakan sendiri, di
dalam pikiran anda?
ARH

.:: SAKIT TIDAK LAGI SAKIT, KARENA KITA SADAR ::.

Arif RH,
Tukang sunat, memotong bagian tubuh kita (jika anda
pria) ... Di masa teknologi jaman dulu, itu memberikan
ada rasa sakit, saat dan sesudahnya ... Tapi, mengapa
kita tidak membenci tukang sunat? ... Karena sejak
awal, kita tahu persis, itu adalah demi kebaikan kita ...
Kita tahu, tujuan baik tukang sunat, melakukan itu
semua kepada kita ...
Tukang cukur, memotong rambut kita ... Kita diperintah-
perintah suruh gini dan gitu ... Kita nurut aja ... Kita
juga gak marah, meskipun rambut kita, bagian diri kita,
dipotong, dipangkas, dibuang ... Mengapa? ... Kita tahu
persis, di balik itu semua, adalah untuk kebaikan kita ...
Tukang pijat, mengurut tubuh kita ... Kadang sakit
banget rasanya ... Apakah kita menghujat tukang
pijitnya? ... Tidak, bahkan sesudahnya, kita berterima
kasih, dan memberikan bayaran kepada si tukang pijit,
yang jelas-jelas memberikan rasa sakit kepada kita ...
Mengapa? ... Karena kita tahu persis, itu adalah untuk
kebaikan kita, untuk kesehatan kita ...
Nah ... Saat kehidupan, "memotong sesuatu dalam hidup
kita" ... Memotong jabatan, memotong penghasilan,
memotong kesempatan di depan mata ... Saat kehidupan
memberikan rasa sakit ... Di balik itu semua, jelas
pelaku secara hakikatnya adalah DIA, Sang Pengatur
Kehidupan ... Secara esensi, semua peristiwa adalah,
"perbuatan-NYA" ...
Pertanyaannya selanjutnya, sangat sederhana ...
Mengapa kadang, kita tidak mampu bersikap menerima,
dan berterima kasih, sebagaimana yang kita bisa kita
lakukan, atas apa yang diperbuat tukang sunat, tukang
cukur dan tukang pijat? ...
Karena kita, seringkali, gagal paham, salah paham,
tidak paham, tentang tujuan baik-NYA, dibalik itu
semua ... Kita sering terlambat mengambil hikmah ...
Kita baru sadar bahwa kita di waktu lampau itu, saat
terjadinya sebuah peristiwa tidak enak itu, sebenarnya
kita sedang "diselamatkan oleh-NYA", setelah waktu
berlalu sekian lama ...
Ya, salah satu keahlian yang sangat sulit dikuasai dalam
menjalani hidup adalah, memahami dan berpasangka baik
atas rencana-NYA, yang kadang eksekusinya
menggunakan kepanjangan tangan "para malaikat
berwajah buruk rupa, tidak rupawan, dan tidak
bersayap" ...
_/|\_

Selasa, 12 April 2016

.:: NASEHAT KHIDIR KEPADA MUSA A.S ::.

“Jadilah kamu seorang yang tersenyum dan bukannya
orang yang tertawa. Teruskanlah berdakwah dan
janganlah berjalan tanpa tujuan. Janganlah pula
apabila kamu melakukan kekhilafan, berputus asa
dengan kekhilafan yang telah dilakukan itu.
Menangislah disebabkan kekhilafan yang kamu
lakukan, wahai Ibnu `Imran.”


Etimologi
Al-Khidir secara harfiah bererti ‘Seseorang yang
Hijau’ melambangkan kesegaran jiwa, warna hijau
melambangkan kesegaran akan pengetahuan “berlarut
langsung dari sumber kehidupan.” Dalam
Encyclopædia Britannica, dikatakan bahawa Khidir
telah diberikan sebuah nama, yang paling terkenal
iaitu Balyā bin Malkān.

.::SPIRITUALIS PELARIAN DAN PENCARIAN ?::.

Sudah lumrah, dan menjadi naluri manusia, saat dia
mengalami persoalan, dia akan mendekat kepada aspek
spiritualitas, mendekat kepada wacana ketuhanan ...
Itulah sebabnya, disebutkan oleh para guru, "pain, is a
gift that nobody want", artinya ; "rasa sakit (baca :
penderitaan), adalah sebuah berkah / hadiah yang tidak
satupun orang yang menginginkannya" ...
Namun, ini ada kelanjutannya ... Apabila seseorang,
atau sekelompok orang "bermasalah", mendekat ke
kajian spiritual, lalu menjadi "pribadi yang selesai" ...
Persoalan hidupnya selesai, semakin melihat ke dalam
dan tidak terlalu ngurusin yang bukan urusannya,
semakin rendah hati yang penuh kesungguhan ... Maka
itu adalah tanda, spiritualitasnya adalah sebuah
PENCARIAN ...
Tapi, kalau seseorang, atau sekelompok orang yang
hidupnya bermasalah, lalu mendekat, atau berkumpul
dalam sebuah kajian spiritualitas ... Dan tetep saja
hidupnya "bermasalah", suka mencari masalah dan
membuat-buat masalah, sibuk dengan kerendahan hati
yang ditonjol-tonjolkan ... Maka spiritualitasnya
bukanlah pencarian ... Itu tanda, spiritualitasnya
hanyalah PELARIAN ... Hanyalah hiburan ...
Mari kita amati diri kita masing-masing ... Spiritualitas
kita itu, hanyalah PELARIAN? ... Ataukah sebuah
PENCARIAN? ... Saat semakin kita "vertikal", lalu
"horisontal"kita semakin oke, itulah hasil spiritualitas
pencarian ... Saat semakin kita "vertikal", tapi
"horisontal" kita semakin enggak oke, itulah ciri, bahwa
"vertikal" kita hanyalah pelarian atas kenyataan

Jumat, 08 April 2016

.:: GURU BESAR ITU BERNAMA SAKIT ::.

Gobind Vashdev,
Hampir 2 minggu ini saya menghabiskan hari hanya di
rumah, memeluk tubuh yang bertemperatur naik-turun,
membersihkan usus dengan kopi, mengganti perban 3-4
kali sehari dan melumatkan sayur menjadi jus dan tonik.
Tentu ada banyak cara mempercepat proses menjadi
'normal' kembali, namun kebijaksanaan diri memilih untuk
melewatinya tanpa intervesi kimia.
Membiarkan diri untuk belajar mengenali apa yang terjadi
sambil memberi kesempatan tubuh memproduksi
antibodinya.
saya percaya ada banyak jalan berkelok nan indah hilang
bila kita mengambil jalan pintas.
Sakit atau mendapat penyakit sering dianggap sebagai
musibah, seperti letusan gunung atau tsuami yang sering
diberi judul bencana atau Tuhan yang sedang murka.
Tidak jarang pula kita mendengar orang mengkaitkan
antara sakit dengan hukuman dari Pencipta.
seorang kerabat pernah datang ke rumah meminta saya
masuk ke keyakinannya bila ingin diberkahi kesehatan,
umur panjang, keturunan bahkan kekayaan, dan dia pun
mengaransinya.
saya menjawabnya dengan senyum karena hati ini masih
percaya bahwa Pencipta yang Pengasih dan Penyayang
serta maha Adil ini tidaklah diskriminatif.
Mungkin banyak orang masih beranggapan sakit adalah
sesuatu yang negatf yang perlu dihindarkan, karena rasa
tidak nyamanya, orangpun menggunakan banyak cara
untuk melenyapkannya dengan segera, tapi saya melihat
sebaliknya.
Ada cahaya-cahaya indah yang selalu menebar ketika
sesorang dilanda rasa sakit, apakah karena
kebangkrutan, rumah yang terbakar, kanker yang
menyerang, atau ditinggal oleh kekasih.
Ketika kemalangan terjadi, manusia cenderung melihat ke
dalam, sementara tatkala keberuntungan menggunung
kita sering sekali sibuk melihat keluar, menghitung pundi
yang beredar.
seperti ketika kita sakit gigi, kita baru sadar bahwa
kita punya gigi, sakit lever barulah tahu dimana letak
lever itu, kita mengelus dan memijat perut tatkala perut
kembung, , begitupula sewaktu sakit hati, kita pun mulai
memperhatikan hati kita.
Bahkan Chin Ning Chu, yang terkenal denga bukunya
,Thick Face Black Heart meminta kita merayakan bila
hati kita hancur, ia menulis,
"Berbahagialah dan rayakan setiap kali hati anda
hancur. Hanya saat hati anda hancur, cahaya dapat
masuk. Baru setelah Anda merasakan dukanya
penderitaan, Anda dapat tahu bagamana orang lain
menderita.
Inilah tempat Anda memahami empati. Inilah saatnya
orang lain dapat melihat ke dalam mata anda, jendela
jiwa dan melihat bentuk, kearifan, rasa kasih dan
pemurnian kembali. Setelah merasakan kehancuran hati,
Anda akan menjd lebih cantik dan menarik bagi dunia."
Bila Rumi berujar "The wound is the place where the
Light enters you.” , Khalil Gibran mengucap "Semakin
dalam kesedihan menyayat luka ke dalam jiwa, semakin
mampulah sang jiwa menampung kebahagiaan"
Bukan hanya pada Guru Agung Buddha yang terlihat
jelas pejalanan pencerahannya diawali oleh duka, namun
hampir semua makhluk suci dalam segala abad juga
mengalami hal serupa.
sakit adalah bagaikan Guru besar yang sedang
berkunjung, ia memaksa lidah kita tidak nyaman agar
kita berpuasa, melibas semua kesenangan luar, menggilas
ambisi-ambisi, ia memaksa kita melongok ke dalam jiwa,
Sakit membuat tubuh tertidur , namun membuat jiwa kita
terbangun dari mimpi-mimpi kosong atas dan menyadari
ketidakkekalan kehidupan ini.
Teringatku oleh buku diawal-awal aku mulai suka
membaca, Tuesdays with Morrie,
sang Profesor bijak itu berpesan " if You accept you are
going to die at any time, then you might not be as
ambitious as you are"

JANGAN BILANG "SEMOGA CEPAT SEMBUH"

Melihat comment dari status tentang sakit dan
memandang Kartika ketika ia menyuapkan aku sesendok
bihun yang tersisa dari makan siang Rigpa, teringatlah
aku sebuah waktu.
Rigpa sedang sakit saat itu , dan seorang sahabat yang
hendak berpisah berkata "cepat sembuh ya Nak"
Tika lalu berkomentar, " kami tidak memandang sakit
adalah sebuah yang jelek dan perlu ditinggalkan segera"
Sakit memang sering terasa tidak enak, semuanya itu
terjadi karena kita belum bersahabat dengannya.
Kita sudah terlalu terbiasa menolaknya, dan seperti kita
ketahui apa yang kita tolak membuat kita menderita,
apa yang di terima akan menghadirkan kedamaian.
Selalu ada sisi indah dan penuh makna dalam sehat dan
sakit, mereka bagaikan dua Guru yang menghadirkan
pelajaran yang berbeda, sayang bila kita tidak mau
belajar dari salah satunya.
Memeluk sakit seperti memeluk saudara kembarnya yang
benama sehat memang tidak populer, namun itu adalah
jalan menuju kesembuhan.
Bolehlah diingat, bahwa mereka yang benar-benar
sembuh adalah mereka yang tidak lagi mempermasalahka
n apakah dirinya sakit atau sehat.
Mereka bukan orang yang cuek dan tidak perduli, tapi
sebaliknya mereka sangat sadar bahwa keduanya adalah
berkah yang indah.
"Trus sebaiknya ngomong apa dong Mbak, kalau ada
yang sakit?" Tanya sahabat yg hendak bergegas itu.
"Semoga rasa sakit yang hadir menumbuhkan kesadaran
yang bermakna"
_/|\_

Selasa, 05 April 2016

.:: BENAR ATAU SALAH ADALAH PERSEPSI ::.

Gobind Vashdev,
Kita hanya menshare apa yang kita ingin lihat dan
dengar.
Tatkala seseorang melekat pada konsep ia tidak lagi
melihat realita, Ia hanya ingin melihat apa yang ia
yakini benar.
Jarang ada yang berani mengambil langkah untuk
menerima ketidaksinkronan dari harapan dan kenyataan.
Kalau terjadi yang tidak sesuai, jago yang digadang
kalah, orang dipuji salah, kita mencari alasan dan
pembenaran.
Kita benar-benar ingin menghindari rasa tidak nyaman
yang hadir di hati.
Bagi yang masih ingin mencari sensasi bangga, hebat,
menang tentu akan terus menggunakan mesin pencari
celah kesalahan lawan, menggunakan teropong yang
terfokus pada kelemahan musuh.
Sementara yang ingin berjalan jauh ke dalam, melangkah
meninggalkan kolam penghakiman dan menuju wilayah
pengertian yang melewati bilik baik-buruk dan sekat
benar-salah.
Orang-orang ini bukanlah orang-orang yang apatis, cuek
atau tidak mau tahu, mereka berusaha melakukan yang
menurutnya baik namun tidak di dorong oleh kebencian
dan niatan untuk mengalahkan tetapi dengan welas asih,
mereka bukan kerjaannya menyalahkan musuh melainkan
bekerja dengan penuh kesadaran.
Kesadaran bahwa sifat apa yang ada di musuh atau
lawan juga eksis di dalam diri.
Kesadaran bahwa yang menciptakan musuh dan lawan
adalah Pencipta yang sama.
Kesadaran bahwa tugas utama manusia adalah menyelami
dirinya sendiri, memeluk kedua sisi yang berlawanan.
Ketika didalam tidak ada lawan maka musuh di luar pun
lenyap.

.:: MANFAAT POSITIF MENDENGAR MUSIK ::.

Mendengarkan musik bukanlah sekedar hiburan semata. Tanpa Andasadari, alunan musik sebenarnya telah memberikan perubahan suasanahati dan bahkan membantu Anda untuk berkonsentrasi.Sebuah studi menunjukkan, mendengarkan lagu dapat memberikan efek pada beberapa bagian otak, yang bertanggung jawabterkait memori dan pengelihatan."Sebagai contoh, sebuah penelitian terbaru di Kanada menunjukkan bahwa ada hubungan kausal antara musik dan bagian inti dari otak yang bereaksi terhadap rangsangan (makanan, cahaya, seks)," kata Dr Victoria Williamson, dosen psikologi dari Goldsmith College London.Lantas apa saja manfaat kesehatan yang bisa Anda dapat dengan mendengarkan musik?1. Meningkatkan suasana hati (Mood)Reaksi orang ketika mendengarkan musik umumnya berbeda-beda. Tetapi, apapun pilihan musik Anda, sebuah penelitian 2011 di Kanada, yang diterbitkan jurnalNature Neurosciencemenunjukkan bahwa mendengar musik favorit Anda dapatmembantu mencairkan suasana hati yang buruk.Penelitian diMcGill UniversityMontreal menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat memicu pelepasan hormon dopamin."Otak sangat rumit - ada banyak unsur yang terlibat dalam menciptakan perasaan senang - tidak mengherankan jika ada penelitian yang menunjukkan bahwa pelepasan dopamin berhubungan dengan perasaan senang," kata Bridget O'Connell, kepala informasi dariMental Health Charity Mind.2. FokusIni memang sedikit aneh, tetapi bukti menunjukkan bahwa mendenggarkan musik dapat membantu Anda untuk berkonsentrasi. Sebuah alat 'digital tonic' yang biasa disebut Ubrain, mengklaim dapat membantu pikiran fokus serta rileks.Aplikasi ini didasarkan pada binaural beats (yang dapat merangsang aktivitas tertentu di otak) sehingga membantu Anda untuk meningkatkan energi, pikiran dan meningkatkan mood saat mendengarkan musik favorit."Dengan membantu korteks otak menghasilkan gelombang tertentu, kita dapat menginduksi beberapa bagian pada otak tetap terjaga, tergantung pada tujuan yang ingin kita lakukan," jelas Paris psikolog klinis dariBrigitte Forgeot.3. Tingkatkan daya tahan tubuhMendengarkan musik tertentu sebenarnya bisa membantu Anda berlari lebih cepat. Sebuah studi diBrunel University, London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebesar 15 persen, meningkatkan semangat dan efisiensienergi 1-2 persen.Sebaiknya, pilihlah lagu yang sesuai dengan tempo olahraga Anda. Mendengarkan musik sambil olahraga akan memberikan efek metronomik pada tubuh, sehingga memungkinkan Anda untuk berolahraga lebih lama.4. Kesehatan mental lebih baikMusik dapat menjadi pengobatan yang efektif dan positif bagi orang-orang berurusan dengan kondisi kesehatan mental."Ada dua cara berbeda yang digunakan dalam terapi musik: baik sebagai sarana komunikasi dan ekspresi diri atau untuk kualitas inheren restoratif atau penyembuhan," kata Bridget O'Connell.5. Redakan stresRiset tahun 2011 dari lembaga sosialkesehatan mental menunjukkan, hampir sepertiga orang mendengarkan musik untuk memberikan semangat ketika sedang bekerja. Dan satu dari empat orang mengaku bahwa mereka mendengarkan musik saat perjalananke tempat kerja untuk membantu mengatasi stres.6. Perawatan pasienMusik benar-benar dapat memiliki dampak positif yang signifikan pada pasien dengan penyakit jangka panjang, seperti penyakit jantung, kanker dan kondisi pernapasan.Banyak percobaan telah menunjukkanbahwa musik dapat membantu menurunkan detak jantung, tekanan darah dan membantu meredakan rasa sakit, kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup pasien."Musik dapat sangat berguna bagi seseorang yang berada dalam situasidi mana mereka telah kehilangan kontrol dari lingkungan eksternal mereka," kata dr Williamson.

Senin, 04 April 2016

.:: GIE ::.

Eross ft. Okta

Sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukkan malam
dengan jalan pikiranku

sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas
semua keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia
rataplah malam yg dingin

reff:
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki keadilan

Berbagi waktu dengan alam
kau akan tahu siapa dirimu yg sebenarnya
hakikat manusia

repeat reff;
keadilan, keadilan* 
akan aku telusuri
jalan yg setapak ini
semoga kutemukan
jawaban (repeat 3x)


eross-gie-9130176.mp3

.:: MENGALIR SEPERTI AIR ::.

img-20160321-165021.gif


Gobind Vashdev,
"Jadi tujuan hidup bapak apa?" tanya seorang leader
tingkat tinggi yang sekaligus di daulat menjadi pembicara
di APLIC 2015 (Asia Pacific Life Insurace Conggres)
beberapa waktu lalu.
Saya hanya menggelengken kepala sambil membuka
tangan.
ia mengikuti sesi yang baru saja saya bagikan, ia
mengaku banyak setuju dengan apa yang saya
sampaikan, namun saya juga melihat rasa penasaran
dalam dirinya.
mungkin selama ini motivator yang dia kenal selalu
menanamkan hidup yang bertujuan.
ia pun bertanya lagi, "apa yang ingin Anda tinggalkan
sewaktu nanti berpulang?"
lagi-lagi saya menaikan bahu, "saya tidak berpikir untuk
meninggalkan apapun"
Di kesadaran sebelumnya saya memang ingin
meninggalkan sesuatu yang baik, kalau bisa sesuatu yang
fenomenal, yang wow.
Bahkan saya juga menulis quote bahwa "Kita hanya
boleh bangga menjadi manusia ketika dunia yang kita
tinggalkan menjadi lebih baik dibanding sebelum kita
diahirkan".
tapi pada saat ini, dikesadaran ini, saya merasa apa
lagi yang perlu dibanggakan, semua yang saya dapatkan
adalah karunia yang gratis.
semua yang saya akui sebagai hasil karya saya berasal
dari kebodohan saya, yang berawal dari ego yang ingin
diakui, dihargai, terlihat hebat, lebih dari yang lain.
Meninggalkan harta yang cukup bahkan berlebih, lebih
seringnya memang terlihat baik, namun dalam kasus diri
ini, dengan berjalannya waktu, saya sangat
berterimakasih atas berkah kebangkrutan usaha ayah
saya sebelum beliau berpulang. faktanya harta yang jauh
lebih besar yang saya rasakan adalah keteladanan beliau
dalam hal berbagi.
"jadi mengalir aja ya Pak" sambil ia menaikan dan
menurunkan tangannya seperti ombak yang sudutnya
semakin menurun.
saya menarik nafas dalam, dan berpikir bagaimana
menjawab secara singkat tentang keindahan mengalir
diantara selentingan konotasi negatif, lemah, putus asa,
tidak punya pendirian dan sebagainya dan sebagainya.
menjalani hidup yang mengalir tidaklah mudah, faktanya
hanya sedikit orang yang berani melakukannya. sesuai
sifatnya air tidak pernah takut berubah, ia selalu
mengalah dan mencari tempat yang lebih rendah.
Dengan mengalah pada yang keras dan menjadi lebih
rendah, air dianugrahi kesempatan yang lebih dekat
dengan samudra dimana 'aku' sang air akan kehilangan
identitasnya, bergabung menjadi samudra.
Air tidak mempunyai rencana membentuk sungai, ia
hanya mengikuti hukumnya, yaitu mengalir dan mengalir
dan sungai pun terbentuk olehnya.
seperti saya percaya bahwa sebagian besar para
pembicara dan motivator sewaktu kecil atau remaja tidak
pernah berkeinginan atau bermimpi menjadi pembicara
atau mendapatkan penghasilan dari memotivasi orang
lain.
kita sering menobatkan diri sebagai makluk paling cerdas
bahkan paling mulia diatara lainnya, untuknya bila
manusia harus mempunyai tujuan, tujuan tersebut
selayaknya lebih mulia dari dirinya.
Impian kita selayaknya bukanlah lebih rendah dari diri
kita, bukan jabatan, bukan pula benda.
Gibran pernah menampar dengan kalimatnya "Manusia
tidak akan jatuh lebih rendah ketika ia menghargai
impianya dengan emas dan perak"
Di timur, khususnya di India, kehidupan ini disebut Lila,
yang kurang lebih artinya permainan atau bermain, bukan
perlombaan bukan pula pertandingan.
Sekarang ini saya hanya menari dengan tarianku,
bergerak kemana hati menuntun.
Saya tidak berminat mengubah dunia, bahkan mengubah
keyakinan seseorang.
kita sudah terbiasa melihat sesuatu atau seseorang dan
ingin memperbaiki. Kita menggunakan tolak ukur kita
untuk menilai benar dan salah , baik dan buruk dan
dengan pandangan itu kita ingin membuat segalanya lebih
baik.
Sudah lama dan terlalu sering saya menggunakannya itu
semua, sekarang saya sadar bahwa yang menggerakan
saya untuk membuat dunia atau orang lain lebih baik
adalah ego saya.
Seperti yang kita ketahui dan sering kita rasakan
sendiri, jikalau kita mampu memperbaiki orang lain tentu
kita sering merasa lebih hebat, dan merasa hidup kita ini
berguna.
Setelah merasa memperbaiki, ego memang terlihat puas,
namun dibalik itu saya kehilangan kesempatan untuk
mengerti dan melihat apa adanya.
Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda memerlukan
orang yang meperbaiki diri Anda, atau orang yang
melihat dan mengerti Anda apa adanya?

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...