Selasa, 26 April 2016

.:: PEMIKIRAN MU ADALAH KEBENARAN ::.

Arif Rh
Apapun pemikiran anda, bisa jadi itu adalah benar,
minimalnya, benar bagi anda pribadi ... So ... Kapan
pemikiran anda, mulai punya kemungkinan menjadi tidak
benar? ... Itu dimulai, saat anda mengijinkan orang lain
tahu pemikiran anda ... Loh kok bisa? ... Begini lho
maksudnya ...
Misalnya, anda punya pemikiran, "saya adalah pria yang
ganteng banget" ... Kalau pemikiran itu, anda simpan
aja di dalam pikiran dan hati anda, itu benar ... Tapi,
kalau anda tuliskan pemikiran anda itu di status
facebook misalnya ... Mulai khan orang lain
mengomentari pemikiran anda, "ganteng kalo dilihat pake
sedotan dari jarak 10 km" ... Pasti ada yang
menyalahkan dan memiliki pendapat berbeda ...
Itulah sebabnya ... Pada suatu titik, anda tidak akan
pernah menemukan kebenaran, saat anda terus menerus
mengkonfirmasi keluar diri anda ... Karena setiap orang,
orang lain di luar sana, belom tentu sama pengertiannya
dengan yang anda pahami ... Kebenaran akan menjadi
mutlak saat disimpan ... Dan kebenaran akan menjadi
relatif, saat dikomunikasikan dengan banyak orang ...

.:: TIDAK PENGERTIAN YANG TEPAT ::.

Tak seorang pun dapat menemukan pengertian yang
paling tepat bagi dirimu sendiri. Sang Guru pun tidak
mampu.
Gobind Vashdev

Senin, 25 April 2016

.:: POSITIVE ILLUSION DAN KELANGGENGAN ::.

Arif RH,
Adakah di antara anda, yang dulu pernah mencintai
seseorang? ... Yang pas masih cinta, orang itu nampak
cantik / ganteng banget di mata anda ... Setelah putus
(kalau pacaran), setelah udahan "loe gue end", apalagi
kalau endingnya "gak enak" ... Maka " si dia" akan
nampak biasa aja, tidak secantik dan seganteng yang
dulu anda lihat? ...
Itulah illusion ... Saat seseorang "jatuh cinta" setiap
orang akan mengalami illusion ... Sehingga menjadi sulit
dibedakan antara, "dia cantik adalah sebab aku jatuh
cinta", dengan, "karena aku mencintainya dia nampak
cantik" ... Iya, keduanya sulit dibedakan ... Fenomena
"ge-er" juga bentuk dari illusion saat seseorang "jatuh
cinta ... Seolah-olah "si dia" senyum itu senyum sama
anda "ngasih kode" ... Padahal andanya aja ke-ge-er-
an ...
Juga ... Dalam kajian fisika modern, alam semesta ini
pun hanyalah ilusi ... Asline ya "ora ono opo-opo" ...
Semuanya hanyalah lautan energi, frekuensi dan vibrasi
... Namun, semua nampak menjadi "padat" ... Semuanya
nampak memiliki bentuk, karena pikiran kita yang meng-
colapsekan "keadaan wave" menjadi "keadaan
particle" ... Si jenius Abert Einstein pernah mengatakan,
"realita (kenyataan), sesungguhnya adalah ilusi yang
ngotot" ... lalu.
Anda tahu positive illusion? ... Terjemahannya, ilusi yang
positive ... Alias, ilusi yang bermanfaat ... Gini, pas
awal-awal anda mencintai seseorang, anda akan
mengalami positive illusion ini ... Kalau anda pacaran,
pas awal-awal pacaran, positive illusion ini juga terjadi
... Apa bentuk positive illusion? ...
"Dia paling cantik / ganteng ... Dia paling baik ... Dia
paling mengerti aku ... Dia paling seksi ... Dan
sebagainya" ...
Semua hal yang senada di atas adalah illusi ...
Faktualnya, di luar sana, pasti ada yang lebih cantik /
lebih ganteng dari yang anda cintai ... Faktualnya, di
luar sana, pasti ada yang lebih baik dari yang anda
cintai ... Faktualnya, di luar sana, pasti ada yang lebih
mengerti anda ... Faktualnya, di luar sana, pasti ada
yang lebih seksi ... Cuma, karena anda mengalami ilusi,
maka fakta itu tidak anda lihat ...
Ilusi itu bukan fakta, itu adalah bentukan pikiran yang
lebay ... Tapi, justru positive illusion harus ada, kalau
pernikahan kita mau bahagia dan langgeng ...
Mengapa? ... Karena saat positive illusion itu lenyap ...
Anda akan melihat, ada orang lain yang lebih cantik /
ganteng dari pasangan anda ... Anda akan melihat
orang lain yang lebih baik, dari pasangan anda ... Dan
ini dalam kadar tertentu, bisa menjadi "persoalan"
serius suatu hari ...
Mengapa saat pacaran, beberapa orang yang saat
pasangannya jalan, lalu kesandung, kalimatnya mesra
begini, "aduh sayaang, kakinya gak apa apa?", lalu
berubah menjadi "matamu nang endi !!?", saat setelah
menikah? ... Karena saat menikah, banyak orang
kehilangan positive illusion ini ... Dia tidak lagi melihat
pasangannya sebagai yang "TER" (dalam hal positive),
di antara milyaran orang, yang ada di dunia ini ...
Apakah anda pernah melihat, pasangan suami istri yang
mesra sekali, sampai kakek nenek? ... Itu hanya terjadi,
pada pasangan suami istri, yang masih memiliki
POSITIVE ILLUSION dalam pikiran mereka ... Selamat
berilusi positif, untuk pernikahan yang langgeng dan
bahagia ...

.:: FIX YOU - COLD PLAY ::.

When you try your best but you don't succeed
(Saat kau berusaha sebaik-baiknya namun kau tak
berhasil)
When you get what you want but not what you need
(Saat kau dapatkan yang kau inginkan namun tak kau
butuhkan)
When you feel so tired but you can't sleep
(Saat kau merasa begitu lelah namun tak bisa terlelap)
Stuck in reverse
(Selalu terbayang masa lalu)
And the tears come streaming down your face
(Dan air mata mengalir di wajahmu)
When you lose something you can't replace
(Saat kau kehilangan sesuatu yang tak tergantikan)
When you love someone but it goes to waste
(Saat kau mencintai seseorang namun bertepuk sebelah
tangan)
Could it be worse?
(Adakah yang lebih buruk dari itu?)
CHORUS
Lights will guide you home
(Cahaya 'kan mengantarmu pulang)
And ignite your bones
(Dan menyulut belulangmu)
And I will try to fix you
(Dan aku kan berusaha membenahimu)
And high up above or down below
(Dan mangangkatmu keatas atau turun ke bawah)
When you're too in love to let it go
(Saat kau terlalu cinta dan tak bisa melepaskannya)
But if you never try you'll never know
(Namun jika tak pernah mencoba kau takkan pernah
tahu)
Just what you're worth
(Betapa berharga dirimu)
CHORUS
Tears stream down your face
(Air mata mengalir di wajahmu)
when you lose something you cannot replace
(Saat kau kehilangan sesuatu yang tak tergantikan)
Tears stream down your face
(Air mata mengalir di wajahmu)
And I
(Dan aku)
Tears stream down your face
(Air mata mengalir di wajahmu)
I promise you I will learn from my mistakes
(Janjiku padamu aku kan belajar dari kesalahanku)
Tears stream down your face
(Air mata mengalir di wajahmu)
And I
(Dan aku)

Minggu, 24 April 2016

.:: FILOSOFI IKAN PAUS ::.

Abah FK,
Ini mungkin berguna bagi saudara saudara yang hendak
melakukan sesuatu, semisal berusaha dsb......
Coba tengoklah ikan paus, dia adalah makhluk paling
raksasa dimuka bumi ini...... Tapi tahukah bahwa ikan
paus itu ternyata hanyalah memakan plankton plankton
yang kecil, tidak kelihatan mata..... Walau makanannya
kecil, tapi terbukti ikan paus bisa jadi makhluk paling
besar..... Itu karena ikan paus tekun makan plankton
plankton kecil terus menerus, 24 jam, kesana dan
kemari sambil makan plankton.......
Dalam bidang usaha misalnya, filosofi ikan paus ini
berguna...... Usaha itu kita mesti mau memulai dari
sesuatu yang kecil, dari merawat dan ngopeni yang kecil
kecil secara tekun inilah, lama lama kita akan
membesar......
Dalam hal keruhanian misalnya, filosofi ikan paus ini
juga berguna...... Ketika seseorang tekun mengurusi
urusan urusan kebaikan yang kecil kecil terus menerus,
lama lama kebaikan itu akan jadi besar.......
Jika ingin besar, jangan lupakan yang kecil, urusilah
yang kecil kecil dengan tekun, lama lama akan jadi besar
dengan sendirinya seiring waktu...... harus sabar dan
tekun.......
Jangan tergesa gesa melakukan sesuatu yang besar,
yang malah membuat engkau susah jadi besar.....
Urusilah yang kecil kecil sampai engkau membesar, ketika
sudah membesar, engkau akan bisa dengan sendirinya
mengurusi perkara besar......

.:: YANG KITA PERLUKAN HANYA MENGERTI DAN MEMAHAMI ::.

Gobind Vashdev,
Salah satu hal yang paling besar menguras energi kita,
membuat kita lelah, membikin diri capek adalah keinginan
kita untuk mengubah orang atau keadaan.
kita menggunakan kekuatan kita untuk mengubah
pasangan, mengatur anak, mengontrol bawahan dan
sebagainya. kita ingin semua berjalan sesuai dengan
kehendak kita.
Mungkin sekali niat baik mendasari perbuatan tersebut,
namun peradaban telah membuktikan bahwa pemaksaan
adalah perbuatan yang bukan hanya sia-sia tapi juga
menimbulkan efek yang berkebalikan dari apa yang
diharapkan.
Manusia telah diberi perangkat yang ultra canggih di
dalam dirinya, sayang sekali kemampuan memahami dan
mengerti tergeletak begitu saja digudang alam pikir kita.
Jarang ditemukan manusia yang mau menahan diri sedikit
untuk mengerti apa yang membuat Ia melakukan
kekerasan seksual pada anak? ada apa di benak
koruptor sehingga ia merasa selalu kekurangan? atau
program apa yang tertanam di sahabat-sahabat
radikalis sehingga membenci Kelompok atau agama lain?
Kita lebih senang menggunakan otak reptil kita dengan
memberi batasan tegas antara kawan dan lawan, saya
benar kamu salah, ini yang seharusnya itu yang tidak
boleh.
Memang terlihat aneh dan tidak masuk akal ketika kita
diminta untuk tidak menyalahkan sebuah perbuatan yang
"jelas-jelas adalah salah"
"Salah" terjadi karena ketidakmampuan kita untuk
mengerti dan memahami.
Disaat kita mampu mengerti dan memahami maka yang
tak masuk akal akan menembus menjadi masuk akal.
Memahami bukan membuatnya menjadi benar apalagi
melakukan pembenaran, memahami adalah memahami,
tidak menyalahkan dan tidak membenarkan, memahami
adalah melewati benar dan salah.
Seperti seorang anak yang lebih memilih permen daripada
permata yang disodorkan.
apakah kita akan mengatakan bahwa anak itu salah?
tentu tidak bukan, mengapa kita tidak menyalahkan dia?
karena kita mengerti dan memahaminya.
Melihat berita, mendengar cerita akhir-akhir ini,
mungkin kita harus merubah peta demografi dan geologi
dunia dengan menempatkan daerah yang paling miskin di
dunia ini bukan lagi di afrika dan paling kering di gurun
di timur tengah namun ada di dalam hati kita.
Miskinnya pemahaman dan keringnya pengertian dalam
hati ini sudah dalam tahap yang sangat akut. pada
kondisi seperti ini bangaimana kita bisa berharap bunga
cinta akan tumbuh subur di lahan hati ini?
Mengerti dan memahami adalah ibarat air dan pupuk,
memang kita tidak bisa berharap bahwa benih Cinta
pasti akan tumbuh namun inilah cara terbaik yang bisa
kita lakukan.
Berusaha mengerti dan memahami orang lain bagaikan
celah untuk masuk dan memahami diri sendiri, dan
tatkala kita mampu memahami diri sendiri (mikrokosmos)
kita akan dituntun pada pengertian dan pemahaman
tentang semesta (Makrokosmos).
Dan dengan mengerti dan memahami Alam beserta segala
tariannya, keikhlasan akan menggenangi hati ini.
Pada tingkat pencapaian ini tidak ada yang ditolak,
tidak ada yang didebat , tidak pula ada yang
disalahkan, segalahnya bertumbuh, semuanya mengalir
dalam keselarasan yang sempurna.
_/|\_ _/|\_ _/|\_

.:: MENGAPA ANAK YANG BERMAIN KOTOR LEBIH SEHAT ? ::.

KOMPAS.com - Di era modern ini, bukan hanya orang
dewasa atau lanjut usia saja yang dapat menderita
penyakit kronis tapi juga anak-anak.
Penyakit kronis seperti diabetes, alergi, dan attention
deficit disorder (ADHD) meningkat di kalangan anak-
anak Amerika. Meningkatnya penyakit kronis ini
disebabkan anak-anak terlalu bersih karena orangtua
tidak membiarkan anak bermain kotor-kotoran, demikian
menurut Maya Shetreat-Klein, MD, ahli saraf anak di
New York City.
“Selama ini ada pemikiran umum bahwa anak-anak
tidak boleh kotor. Kita jadi sangat protektif pada anak,
padahal kebutuhan untuk melindungi anak bisa jadi
bumerang," ujar Maya.
Menurutnya, ada berbagai studi yang menemukan bahwa
anak-anak yang menghabiskan waktu bermainnya di luar
rumah ketimbang di dalam rumah, mampu mengerjakan
ujian lebih baik di kelas.
Selain itu gejala ADHD dan stres juga berkurang, dan
risiko obesitas menurun. "Mereka cenderung memiliki
penglihatan yang lebih baik daripada mereka yang
menghabiskan waktunya di dalam ruangan," jelas Maya.
Sayangnya, orangtua masa kini kerap berpikir bahwa
anak-anak harus bersih. Kita mengamankan segala
sesuatu, dari rumah, mobil, hingga mainan anak. Tas
keperluan anak selalu dilengkapi sabun, tisu basah, dan
hand sanitizer. Kita terjebak dalam kebiasaan melarang
anak bermain kotor, dan mencoba membasmi dunia anak
dari kuman demi melindungi mereka.
Saat tangan anak terpapar kotoran, entah itu tanah,
sisa makanan, atau debu, kita langsung berusaha
membersihkannya agar anak tidak terpapar kuman. Kita
juga dengan mudahnya menebus obat-obatan antibiotik
karena khawatir anak terpapar kuman dan bakteri.
Padahal, kembali Maya mengatakan, anak-anak menjadi
alergi dan rentan terserang asma atau penyakit
autoimun justru karena tidak cukup terpapar bakteri.
Berbagai data menunjukkan bahwa sistem kekebalan
tubuh kita akan berfungsi dengan baik ketika kita
terpapar mikroba, organisme, dan juga keanekaragaman
pola makan dan lingkungan. Paparan tersebut bisa
melalui saluran pencernaan, hidung, atau sistem
pernapasan.
Itu sebabnya, Mama perlu membiarkan anak bermain
kotor-kotoran di luar ruangan. Karena paparan
terhadap organisme yang beranekaragaman pada
tumbuhan, tanah, tanaman, dan lain sebagainya,
memengaruhi penurunan alergi.
Dengan demikian dapat disimpulkan, bermain di luar
ruangan dan terpapar kotoran bisa membuat sistem
kekebalan anak lebih sehat. (Dini/Tabloid-Nakita.com)

:: ZERO MIND, WEDHUZ DAN POSITIV THINKING ::.

Arif RH,
Zero mind alias tidak menilai, dalam keadaan tertentu,
jauh lebih mendamaikan, dibandingkan positive thinking ...
Saya tadi barusan membuktikannya ...
Tadi, di depan kendaraan saya, ada mobil jalan pelan
banget di tengah ... Menghalangi jalan lah ... Saya
berpikir positif, mungkin dia ini lagi kebingungan nyari
lokasi ... Beberapa waktu berlalu, masih aja begitu itu
mobil ... Lalu saya salip dari kiri saat ada celah ...
Eh lhadala ... Itu ternyata mbak yang nyetir lagi
telponan, sambil ketawa ketiwi ... Wedhus kowe mbak
wakakakkk ...
Kenapa jadi "wedhus"? ... Karena saya telah membangun
positive thinking, dan ternyata realitanya gak sesuai ...
Saat positive thinking, tidak sesuai fakta, kita bisa
negative thinking banget loh ... Pikiran kita langsung
ekstrim berbalik ke kutub sebaliknya ... Asli sli sliii ...
Wkkkkk ...
Kalau saja saya berpikir netral, tidak menilai, maka
tidak ada perbandingan, antara prasangka kita dengan
realita senyatanya ... Kalau pun pikiran mendadak
negative, tidak akan se-ekstrim kalau kita sudah
berpikir positive sebelumnya ...
Ini sama saja contohnya, kalau anda jualan, sebelumnya
berpikir positive pasti dibeli jualannya ... Lalu realitanya
ditolak atau tidak ada yang membeli, anda bakalan jadi
negative thinking banget itu ... Tapi kalau zero mind ...
Anda jualan ya jualan aja, ikhtiar ... Tapi gak mikir
apakah nanti kejual atau tidak ... Maka saat begitu,
kalau jualan anda laku ya gak bangga berlebihan ...
Kalau ditolak juga enggak "baper" kelewatan ...
So, saat positive thinking, tidak bisa menolong anda ...
Saat positive thinking, tidak cukup membaikkan hidup
anda ... Cobalah tidak menilai ... Zero mind ... Netral ..

.:: AJARAN DUNIA ::.

Arif RH,
Saat seseorang, "sangat-sangat mencintai" sesuatu
secara berlebihan, maka sebenarnya, kalau dikupas emosi
itu sampai pada lapisan terdalam, akan dijumpai adanya
ketakutan teramat sangat kehilangan sesuatu yang ia
cintai itu ...
Itulah sebabnya, orang yang berlebihan dalam mencintai
sesuatu, justru sesuatu itu cenderung berlari
meninggalkannya ... Karena vibrasi / getaran terdalam,
memang di sana adalah rasa ketakutan ... Orang yang
mencengkram apapun secara berlebihan, justru akan
kehilangan ...
Ajaran spiritual yang benar, bukan mengajak kita pergi
dari dunia, bukan melarang kita mencari harta benda ...
Ajaran spiritual hanya melarang kita, "berlebih-lebihan
dalam mencintai dunia" ...
_/|\_

Jumat, 22 April 2016

.:: UNTUK MU YANG MAU TERLIHAT CANTIK ::.

Gobind Vasdev,
Sudah tidak terhitung jumlah uang yang dikeluarkan oleh
manusia untuk mendandani dirinya agar keliatan cantik.
Bila dibandingkan, konon jumlah ini melebihi dari jumlah
uang yang dikeluarkan untuk pendidikan.
Ini menyedihkan sekali, ya tentu tidak ada salahnya
dengan tampil cantik, walaupun banyak yang tahu bahwa
apa yang disebut cantik, jelek, bagus atau buruk adalah
bentukan sosial yang merupakan semacam kesepakatan
dari komunitas.
Sebelum saya meneruskan bahasan ini, ijinkan saya
berbagi sebuah cerita pendek yang sarat makna.
Seorang pemuda sedang melihat matahari yang terbenam
ketika seorang petani datang dan menghampiri seraya
berkata "Apa yang kamu lihat? Kamu kelihatannya
seperti terpesona." Dan Pemuda itu menjawab, "Saya
memang terpesona oleh keindahan."
Dan Petani yang malang itu datang setiap senja hari
mencari keindahan; "dimana keindahan", tanyanya.
Ya, dia dapat melihat matahari, dia dapat melihat
awan, dia dapat melihat pohon-pohon, tetapi tidak
melihat keindahan.
Dia tidak sadar bahwa keindahan itu bukan benda,
keindahan adalah cara untuk melihat benda.
Cerita ini mengingatkan saya pada iklan Dove terbitan
luar negeri, walau saya sudah bertahun-tahun
meninggalkan semua produk kimia termasuk sabun, saya
sangat mengapresiasi iklan ini.
iklan ini bercerita tentang beberapa wanita yang diminta
untuk menggambarkan dirinya dengan kata-kata pada
seorang pelukis yang tidak melihat wanita yang dilukisnya
tersebut.
Beberapa saat kemudian seseorang yang lain diminta
menggambarkan wanita yang sama yang sebelumnya
dilukis juga dengan kata-kata pada pelukis yang tetap
tidak melihat objek lukisannya tersebut.
lalu hasil lukisan tersebut dibandingkan, dan hasilnya
adalah hampir semua lukisan yang digambarkan orang
lain memiliki kemiripan lebih tinggi dan lebih cantik
secara normatif daripada yang digambarkan oleh sang
pemilik wajah.
Dalam kesimpulan sederhana, iklan itu ingin menunjukkan
bahwa kita seringkali melihat diri kita lebih rendah atau
lebih jelek daripada orang lain memandang diri ini.
Stephen Covey pernah berujar "The way we see problem
is the problem"
Cara kita memandang masalah itulah masalahnya.
Kita sibuk mendandani permukaan bukan untuk menjadi
cantik namun agar terlihat cantik.
kita selalu memikirkan pandangan orang lain terhadap
diri, kita berusaha menyirami daun agar terlihat hijau
sementara membiarkan akar didalam tetap kering.
Selama kita tidak mengubah diri didalam, kita terus
akan merasa haus akan pujian, penerimaan,
penghargaan, penghormatan dan sejenisnya.
Menjadi cantik adalah menjadi apa adanya, melihat diri
sendiri dan orang lain seperti dahulu ketika kita masih
kecil dimana topeng masih belum setebal sekarang.
layaknya orangtua melihat bayinya yang baru lahir,
walaupun buah hatinya penuh lipatan di kulitnya
ditambah bercak darah dimana-mana namun sang Ortu
melihat kecantikan yang luar biasa.
Ketika anak mulai besar kita menempelkan topeng berupa
label "Nakal", "suka membantah", "pemarah" , "gemar
menangis" , "manja" , dan ribuan hal lainnya sampai
suatu hari Ortu tidak melihat anaknya lagi.
Hal yang sama juga dengan pasangan hidup kita.
Masih ingatkah bagaimana Anda memandang dengan
penuh pesona pada orang yang menjadi teman hidup
Anda sekarang?
Apakah Anda memandang dengan keindahan yang sama?
Dan bagaimana dengan diri kita sendiri?
masihkah kita ingin menjadi kolektor atau produsen label
yang akhirnya kita tempelkan pada diri ini sendiri ?
Semua pertanyaan ini tidak perlu dijawab namun lebih
pantas untuk direnungkan...

.:: SELAMAT HARI BUMI, SELAMATKAN ::.

Kebetulan ada yang tanya dan pas di Hari BUmi, biarlah
status kali ini berkata tentang ibu BUmiku yang
tercinta.
sebagian orang menilai hidup kami (saya sekeluarga)
cukup ekstrim.
Ketika orang ramai-ramai mengejar financial freedom
dengan mendekat dipusaran uang, kami memilih tinggal di
desa.
disaat industri kesehatan dan farmasi juga pengelolaan
makanan telah maju kami malah meninggalkan obat,
dokter dan juga makanan yang diproses.
kami melahirkan anak kami dirumah, tidak menambahkan
vaksin dan produk kimia lainnya, juga termasuk televisi
yang memang tidak tersedia dirumah kami.
Sebagian orang terkejut, ketika mengetahui bahwa kami
telah bertahun-tahun tidak meletakan apa yang tidak
bisa kami makan ke tubuh, termasuk sabun, shampoo ,
pasta gigi atau produk kimia lainnya.
yang menarik adalah melihat respon banyak orang ketika
mendengar hal ini, kebanyakannya tidak bertanya apa
alasannya atau untuk apa saya berhenti memakai barang
-barang yang saat ini digolongkan wajib digunakan
tersebut namun "terus gantinya apa pak?" adalah
pertanyaan favorit.
Ribetnya jadi manusia ini ya kalau dipikir-pikir. makanan
harus dimasak, variasinya harus banyak, mandi harus
ada sabun, kalau punya rambut harus punya shampo,
belum lagi baju yang harus dicuci dengan detergent plus
pelembut, pewangi derta pelicin dan ribuan percikan yang
mebebani lan menghabiskan waktu.
Bila Anda cukup percaya diri, air saja sangatlah cukup
untuk mengganti sabun, shampoo dan pasta. kita
mengabaikan fakta bahwa air adalah pembersih tebaik.
Tentu untuk 'special case' kita memerlukan tambahan
zat lain, untuk membersikan minyak, kita menggunakan
baking soda misalanya.
Bila masih meragukan air, silakan tambahkan:
Garam laut natural yang tak beryodium tentunya adalah
salah satu penghilang kuman yang terbaik. Anda bisa
gunakan 2 kali seminggu. seperti kita ketahui bahwa di
dunia ini bakteri baik jumlahnya lebih banyak daripada
bakteri yang tidak menguntungkan, disaat orang
menggunakan sabun ia membunuh 5000 bakteri jahat
dan disaat yang sama 50.000 bakteri baik juga lenyap.
sementara garam hanya meghilangkan bakteri yang tak
menguntungkan.
air jeruk nipis bisa menjadi pengganti deodorant untuk
ketiak atau seluruh tubuh, lagi-lagi ini bukan untuk
harian, cukup seminggu 2 kali saja.
mecukur jenggot, saya menggantikan foam dengan lidah
buaya, pengganti pasta gigi sesekali garam selebihnya
menyikat dengan air liur yang sudah sejak nenek moyang
diketahui khasiatnya.
pengganti detergent tentu soap nut, yang bahasa
kerennya Lerak atau kelerak. sekarang sedang banyak-
banyaknya di eksport ke prancis, nanti kalau sudah
masuk ke Indo, baru kita membeli dengan harga mahal
Istri saya menggunakan pembalut yang dapat dicuci
ulang, begitupula anak kami menggunalkan popok pakai
ualang bila selama kami berada di rumah.
memisahkan sampah organik dan non adalah wajib
dirumah kami, sewajib membawa botol minum dan juga
tidak jarang kotak makan sendiri.
Yang paling menarik di komunitas kita adalah bahwa
hampir semua orang merasa bersalah ketika ada
makanan lebih yang harus di buang, seringkali kita
memaksakan memasukan makanan tersebut keperut yang
sudah sesak, namun tidak banyak orang yang merasa
bersalah ketika membuang plastik pembungkus makanan/
minuman dalam kemasan tersebut.
Padahal makanan yang dibuang akan hancur dan menjadi
pupuk dalam waktu seminggu namun plastik itu akan
tetap tak terurai sampai kita menjadi fosil 500 tahun
lagi.
"Kenapa kamu membuat hidup kamu sulit Bin?" tanya
seseorang, "hidup kok ngga mau yang praktis-praktis
aja?" lanjutnya
"Mungkin saya punya hati yang lemah" jawaban saya.
saya tidak tega melihat plastik yang bukan hanya
menggunung di TPA tapi juga terbenam di tanah
penghasil makanan yang biasanya disebut sawah.
Kalau banyak orang takut menggunakan bahan kimia di
tubuhnya demi alasan kesehatan, itu bukan hal utama
bagi saya, alasan jawara bagi saya tidak menggunakan
kimia adalah karena saya mencintai ibu BUmi ini, saya
ingin sesedikit mungkin meninggalkan limbah di BUmi ini,
syukur-syukur apa yang saya lakukan selama dibekali
nyawa ini bisa membuat dunia ini menjadi lebih baik.
lebih dari ini semua, satu hal yang ingin saya sampaikan
di hari BUmi ini adalah saat ini kita makhluk yang
mendiami BUmi ini mendapat ancaman
yang sangat serius yang jutaan kali lebih serius dari bom
atom Hiroshima, yaitu Perubahan Iklim (Climate
Change).
Di hari Istimewa ini Jakarta di hadiahi hujan es, dan
bagi saya ini adalah satu contoh nyata kecil bahwa kita
sedang menuju dari dari siaga menjadi awas
Dan penyebab terbesar dari pemanasan global ini
bukanlah transportasi atau industri berat namun apa
yang ada didepan kita, tepatnya ada di piring kita.
Menurut data yang dikeluarkan Badan Pangan Dunia
FAO, Perternakan adalah penyumbang terbesar dari
pemanasan global, lebih dari itu perternakan juga salah
satu penyebab utama penebangan hutan dan juga
kelaparan di dunia ini.
untuk memproduksi satu kilo daging diperlukan 16 kilo
sayur / biji-bijian.
85 % biji-bijian di amerika digunakan untuk pagan
ternak, bukan unttk mereka yang kelaparan.
Bila seluruh sapi di Amerika tidak diberi makan, maka
makanan tersebut bisa menghidupi 1,3 milyard orang.
tidak pernah terjadi ketimpangan yang luar biasa di
dunia ini seperti saat ini, di negara maju begitu banyak
orang meninggal karena penyakit pembuluh darah yang
diakibatkan kolestrol yang berasal dari makanan hewani,
sementara didunia ke tiga ada 40.000 orang mati
karena kelaparan.
Dahulu saya sering merasa kesal karena sepertinya
semua orang cuek alias tidak banyak orang yang perduli
dengan hal ini, sekarang saya menyadari bahwa kita
semua telah masuk dalam sebuah sistem pendidikan yang
membuat kita berpikir kotak-kotak, terpisah, terbelah.
ketika seseorang menyalakan lampu kemungkinan ia
hanya berpikir tentang imbas tagihan listrik yang akan ia
bayar, bukan pada penghematan energi dari hulu, begitu
juga ketika kita menggunakan tissue atau membuang
bateray bekas, pembalut dan lainnya.
kita cenderung tidak mau ambil 'pusing' dengan semua
itu .
'hidup sudah susah kok malah dibuat mikir yang ruwet-
ruwet" kata seorang teman yang mendegar ulasan saya
di atas.
Memang kita mungkin sudah dipeluk BUmi saat bencana
besar itu datang, Betul kita sudah tidak mempunyai
badan yang mampu merasakan apapun yang telalah kita
lakukan, namun apakah benar kita tidak memikirkan
anak-anak kita yang akan mewarisi dunia ini?
kapan kita akan berhenti dari pesta-pesta memabukkan
ini?
tidak ada yang bisa jawab, mungkin jawabannya ada di
pepatah suku Cree
“Only when the last tree has died and the last river has
been poisoned and the last fish has been caught will we
realize that we can't eat money
“ketika pohon terakhir telah ditebang , sungai terakhir
telah tercemar dan ikan terakhir telah terpancing,
manusia mulai tersadar kalau ia tidak bisa makan uang”
Please Share _/|\_

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...