Jumat, 11 Maret 2016

.::KEBIASAAN COMPLAIN::.

masihkah kau betah dengan kebiasaan komplain? ..
mengeluhkan keadaan jelas bukanlah sebuah bukti dari
sebuah keberanian mengambil tanggung jawab..
menghakimi dan memberikan penilaian tanpa diminta lebih
buruk dari kentut.. hahahahahaha.. kentut aja masih
mampu membuat orang jadi berhenti bernafas bahkan
ngacir.. xixixixi.. komplain tak lebih dari sedang
mengatakan pada diri sendiri sebuah way out bila gagal
melakukan sesuatu.. yang juga berarti tengah
menyediakan peluang bagi diri untuk gagal.,
komplain hanya menciptakan ilusi bahwa dirimu tengah
melakukan sesuatu yang penting dan memberdayakan..
padahal kalau mau ditelusuri.. seringkali komplain
hanyalah pelampiasan dari kekesalan pada
ketidakmampuan diri keluar dari kemelut drama yang
tengah melanda hidup sendiri.. mendingan kau gunakan
waktu dan tenagamu untuk memperbaiki keadaan..
setidaknya bergerak secara fisik dulu agar pikiran dan
perasaan bergeser dari kemelut itu.. #pikniklah
ketika kau berhasil mencapai jalan yang meningkatkan
produktifitas.. dan segera pertahankan optimisme yang
muncul.. maka kau telah membuktikan bahwa hidupmu
ada di bawah kendalimu sendiri.. #power
komplain hanya fokus pada apa yang telah terjadi dan
menyia-nyiakan energy pada apa yang tak mungkin
berubah.. mengeluhkan "wah, hujan" jelas takkan
membuat hari menjadi terang seketika.. hahahahahaha..
sebagai manusia yang terlahir sebagai pemenang dalam
seleksi alam di dalam rahim ibu.. sepantasnya fokus pada
apa yang bisa diwujudkan.. dan mengalokasikan dengan
bijak energy nya pada solusi untuk setiap tantangan
kehidupan yang menghampirinya.. mengasahnya.. dan
membentuknya menjadi manusia yang penuh daya..
jelas.. kau lahir secara ajaib sebagai bukti keajaiban
untuk menciptakan keajaiban keajaiban dalam kehidupan..
berorientasi pada solusilah yang mampu menghadirkan
kuasa kuasa yang kau perlukan dalam menciptakan
keajaiban hidupmu itu..
kerjaan dan kerajaan.. dibentuk dari huruf-huruf yang
sama.. tergantung pada bagaimana kau menyusun setiap
bagian dari hidupmu saja sudah akan menghasilkan
perbedaan yang benar-benar membedakan..

Kamis, 10 Maret 2016

.::GERHANA MATAHARI TOTAL::.

Matahari tak pernah meminta bulan pergi saat bulan melintas di depannya. Matahari tak pernah mengusir bulan saat bulan menghalangi sinarnya. Matahari tak pernah menangis saat ia tak bisa menghangatkan bumi karena bulan berpijak di depannya. Karena matahari sadar... Ia bukanlah siapa-siapa Karena matahari sadar... Bukan ia yang memiliki alam raya. Maka matahari dengan senang hati lebih memilih untuk menyapa bulan yang berpapasan dihadapannya daripada membenci. Bertasbih memuji-Nya karena bersyukur masih bisa bersilaturahmi. Mengikhlaskan semuanya karena ia yakin, inilah takdir Ilahi. Begitulah gerhana yang telah terjadi hari ini Bulan dan matahari saling menghargai, tak saling berebut untuk bisa menyinari bumi. Sama halnya saat kau jatuh hati, Ketika kau berusaha menjadi pribadi yang hangat untuk seseorang, ada kalanya orang-orang diluar sana menutupi sinarmu, meredupkan harapanmu.. Saat kau berusaha bersinar untuk seseorang, ada kalanya orang-orang diluar sana menghalangi cahayamu, menjatuhkan semangatmu.. Maka, tetaplah tersenyum dan bersyukur layaknya matahari. Tetaplah mengenal ikhlas saat kau tak bisa menjadi cahaya untuk kehidupan seseorang. Karena itu semua sudah di gariskan oleh tangan Tuhan, Tugas kita ialah menerima semua dengan penuh keihlasan. InsyaAllah dibalik setiap cerita ada pesan cinta yang ingin Allah sampaikan

Rabu, 09 Maret 2016

.::YANG TERJADI KETIKA, MELEKAT PADA PROSES::.

Arif RH,
Pagi tadi, saya sedang chatt dengan pihak pengundang
kelas vibrasi, yang waktu pelaksanaannya, akhir pekan
ini ... Khan serius khan saya ... Dan "penyakit" pria
pada umumnya adalah, saat focus ke satu hal, apalagi
lagi chating di hape, maka yang lainnya lenyap ... Alias,
yang lainnya diabaikan ...
Pada saat itu, ternyata istri saya memanggil saya ...
Dan meletakkan gelas berisi cairan hasil olahan wortel,
khusus buat saya ... Ini dalam rangka pemulihan diri
saya, sejak saya didiagnosa oleh dokter "kena" G.E R.D
... Nah karena saya lagi focus ke chatting, saya sama
sekali gak denger suara istri saya dan gak melihat istri
saya meletakkan gelas di samping saya ... Itulah
kekurangan saya ... Focus saya sangat tajam dalam satu
bidang / pekerjaan, tapi blass gak mampu multitasking
...
Dan beberapa menit kemudian ... Pyokkkk !!! ... Saya
menyenggol gelas, sehingga isinya tumpah semua ke
lantai ... Saya kaget, loh sejak kapan ada gelas di
sini?! ... Mengetahui saya menumpahkan gelas, berisi
olahan wortel itu, istri saya sempat ngambek, jengkel
sama saya ... Wakakkaka ... Saya tadi pagi "guilty
feeling" sama dia ... Tapi akhirnya istri saya bisa
mengikhlaskannya ...
Usut punya usut ... Yang bikin istri saya jengkel adalah,
proses membuat minuman yang saya tumpahkan itu
lumayan capek dan lama ... Kudu ngupas wortelnya ...
Kudu motong-motong ... Lalu diblender ... Kemudian kudu
disaring dan sebagainya ... Eh kok saya
menumpahkannya ... Proses pembuatan yang tidak mudah
itu rupanya, yang menjadi sebab ketidakikhlasannya ...
Inilah ... Dalam aspek yang lebih luas, tidak jauh beda
rasanya ... Saat kita terlalu melekat kepada hasil, hasil
seolah berlari menjauhi kita ... Akan tetapi, saat kita
terlalu melekat pada proses, saat hasilnya sudah
diperoleh, kita juga sangat melekat sekali dengan
hasilnya ... Karena itu tadi, kita merasa, untuk
mendapat hasil itu, prosesnya tidak mudah ...
Saat kita terlalu melekat pada hasil ... Hasil kadang
menjauhi kita ... Saat kita terlalu melekat pada proses,
kita sangat menggenggam erat hasil, dan sangat takut
kehilangan ... Akibatnya, apabila benar-benar
kehilangan, sakitnya sangat terasa ... Orang susah
banget bersedekah dan membayar zakat itu, kan
sebabnya gak jauh beda ... Mereka merasa bekerja keras
dan banting tulang, dalam proses mendapatkan hartanya
...
Orang belum sukses, susah sukses, bisa karena terlalu
melekat (napsu), kepada keinginan sukses ... Tapi
faktanya, banyak orang sudah sukses sulit sekali
bahagia, mereka takut nanti kehilangan kesuksesannya,
karena merasa tidak mudah meraihnya ... Ternyata,
tidak melekat itu, baiknya di keduanya ... Yaitu, tidak
terlalu melekat kepada hasil ... Dan juga, tidak terlalu
melekat pada prosesnya ...
"SAAT BERPROSES, TIDAK MELEKAT KE HASIL ...
SAAT SUDAH MENDAPATKAN HASIL, TIDAK
MELEKAT KEPADA PROSESNYA ..."

Selasa, 08 Maret 2016

.::KECERDASAN TUBUH DALAM MEMBANGUN KESEIMBANGAN::.

Sejak beberapa waktu lalu, saya kalo makan daging,
gorengan, mie instant dan sebagainya, apapun selain
sayuran, rasanya mual kepingin muntah ... Dan saya
hanya doyan makan sayuran ...
Kejadian ini tidak hanya sekali ini terjadi pada diri saya
... Saya langsung sadar, ini adalah tanda "kecerdasan
tubuh" saya mengatakan, bahwa saya kurang sayuran,
dan makanan selain sayuran dalam beberapa waktu
tertentu, distop dulu ...
Dulu, saya mengalami hal yang sama sekitar 2 atau 3
tahun lalu ... Berbulan-bulan, baru program dari
"kecerdasan tubuh" saya, kembali "mengizinkan" saya
makan makanan selain sayuran ... Saya penasaran, kali
ini program otomatis ini, berlangsung selama berapa
bulan yaaa ...
Semua sudah sempurna adanya..
Salam peka dan bahagia...

.::MALAIKAT BERWAJAH ZALIM::.

Kalau misalnya, anda adalah seorang pedagang kaki lima
yang miskin ... Lalu kemudian anda digusur oleh
pemerintah daerah ... Sakit hati ... Kecewa ... Marah ...
Itu mungkin yang anda rasakan, atas kedzaliman atau
ketidakadilan dalam persepsi anda ...
Namun seiring waktu, anda bisa berdamai dengan
peristiwa itu dan bangkit ... Anda tidak jadi pedagang
kaki lima lagi ... Anda telah bertransformasi menjadi
pengusaha besar yang sangat-sangat sukses ... Punya
banyak karyawan, menjadi jalan penghidupan bagi
banyak orang ...
Saat alurnya seperti itu, bukankah anda suatu saat
akan melihat bahwa, tidak sepenuhnya peristiwa
penggusuran itu buruk? ... Bukankah kalau enggak
gara-gara anda digusur itu, anda belum tentu jadi
pengusaha besar yang sukses? ...
Ya ... Terlepas dari orang-orang yang selalu
mengeluhkan kebijakan pemerintahan, baik dulu maupun
saat ini ... Perubahan hidup, tetap pada diri anda
sendiri ... Pikirkan hal berikut ini ... Anda pilih mana di
antara dua opsi ...
1) Anda miskin dan dapat jaminan baik dari pemerintah
selamanya. Namun anda tetap miskin seumur hidup ...
2) Anda miskin. Gak dapat bantuan pemerintah. Terjadi
ketidakadilan dan kedzaliman pada diri anda. Tapi gara-
gara itu, anda melakukan lompatan besar, keluar dari
kemiskinan anda ...
Dari kedua kemungkinan itu, mana yang anda pilih? ...
Kadang, Tuhan mengubah kualitas hidup makhluknya,
mengangkat derajat manusia yang dipilih-NYA, dengan
menggunakan "kepanjangan tangan" makhluk yang
berbuat semena-mena, dzalim dan tidak adil ...
Sadari bahwa, sometime, orang yang berbuat tidak adil
kepada kita, adalah "malaikat penolong yang berwajah
buruk, tidak cemerlang, tidak bersayap dan tidak
rupawan" ... Di level yang terlihat, yang nampak adalah
kedzaliman ... Di level hakikat, yang nampak adalah
pertolongan ....

Senin, 07 Maret 2016

.::MANUSIA TIDAK BER TUHAN::.

Abah FK,
Dimana kesadaranmu saat engkau tertidur nyenyak,
dimana semua ke-akuanmu saat itu. engkau tidak
memiliki kesadaran dalam tidur nyenyakmu. engkau tidak
ingat lagi siapa dirimu dalam tidur nyenyakmu, bahkan
engkau jg sama sekali tidak berTuhan saat tidur
nyenyakmu.
Saat engkau tidur nyenyak, bagimu dirimu tak ada,
apapun tak ada, Tuhan pun tak ada, ketika engkau
sudah terbangun, barulah kesadaranmu kembali, dirimu
ada kembali, Tuhanmu ada kembali, semuanya
kembali...... jadi sejatinya, letaknya Tuhan, bagi org
pada umumnya ada pada kesadarannya masing2....
dimana kesadaranmu terarah, dimana kesadaranmu
berada, disanalah letak Tuhan bagimu..... antara Tuhan
dan Hamba..... keduanya adalah "permainan kesadaran".
kesadaran itu bisa berpindah-pindah alam, naik dan
turun....ada dan tiada...

.::DENGARLAH TANPA MELIHAT SIAPA::.

Abah FK,
Berlatihlah mengolah rasamu, mengosongkan dirimu,
menghidupkan kewaspadaanmu. Dalam suatu perkataan,
yang engkau pandang bukan lagi siapa yang mengatakan,
apakah ulama ataukah tukang becak, tak ada pilah pilih.
Apa yang dikatakannya, apakah tampaknya baik
ataukah tampaknya buruk juga tak ada pilah-pilih.
Hidupkanlah rasamu yang terdalam, tangkaplah rasa
yang terpancar, apakah polos penuh keluguan kata-kata
itu ataukah kepalsuan. Inilah seni jiwa yg terdalam
namanya.
Maka ketauhilah di dalam kedalaman samudra ruhani itu
hanya ada dua alternatif, polos ataukah palsu, black or
white, hitam atau putih, terbuka ataukah tertutup, iman
ataukah kafir. Yang palsu2 segera singkirkan atau
hindari saja, tidak perduli siapa saja. Kudu ati-ati lan
waspodo, ngertiyo sak kedeping netro (harus hati-hati
dan waspada, jadilah tahu dalam sekejab mata).
Kalau kalian masuk di dunia dalam, lalu tidak waspada
dan hati2, tidak tegas, pasti hancur. karena iblis spt
musang berbulu domba. orang2 dalem yg tidak waspada
hasil akhirnya adalah dijajah jadi budak ==> khowas
tapi kerjaannya numpuk2 harta dan bakhil.... (camkan
ini)

.::IBADAH BUKANLAH PAMRIH::.

Abah FK,
Beribadah dengan mengharapkan pahala adalah suatu
kesalahan pemikiran yang fatal dari generasi ke generasi.
sebab dengan berlaku demikian engkau menempatkan
setiap ibadahmu dalam pamrih pada TUHANMU,
padahal DIA tidak pernah hitung-hitungan dalam
memberimu karunia.
engkau akan mengerti artinya beribadah dgn sendirinya
scr otomatis, bilamana engkau bisa selalu mendekati
zuhud dan kosong. kosong itu bukan berarti engkau jadi
orang idiot, tetapi lepas wis ora ono opo-opo, hilang
merasa ini itu, perasaan ini itu, ingin ini itu, pikiran ini
itu..... ketika engkau masih merasa punya pahala,
merasa banyak ibadah, itu namanya ono opo-opo, malah
ora entuk opo-opo.

Minggu, 06 Maret 2016

.::PROBLEM FINANSIAL DAN KETERKAITANNYA::.

Arif RH,
berdasakan pengalaman, sebaik apapun
seseorang, apabila persoalan finansial gak beres,
keadaan itu punya kecenderungan membuat orang jadi
kampret (gak baik) ... Apapun caranya, mungkin
dihalalkan, kalo seseorang sedang lapar ... Bahkan bisa
jadi dzalim dan munafik ...
Orang kadang lupa, bahwa uang itu energi dan
merupakan salah satu value yang sangat berharga bagi
mayoritas manusia ... Saat seseorang menyakiti orang
lain, dalam urusan finansial, jangan sepelekan akibatnya
di dalam hidup ... Bagaimana attitude dalam hal
keuangan, juga mencirikan bagaimana kualitas
spirituality seseorang ...
Apapun prioritas hidup, finansial kudu beres ... Jangan
jadi manusia sok-sok-an yang mengatakan, "uang bukan
segalanya", "harta itu gak dibawa mati", tapi faktanya
dalam keseharian, masih "suka merepotkan" orang lain
dalam urusan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup
...
David R. Hawkins, PhD, dengan jelas mengatakan dalam
bukunya berjudul "POWER versus FORCE" ... Bahwa,
seseorang yang bermasalah finansialnya, bukan karena
problem kurangnya keahlian atau kepintaran ... Problem
yang sebenarnya adalah "lack of consciousness", alias
"kesadarannya, vibrasinya" ada pada level rendah ...
KECUALI, orang itu secara sadar memutuskan untuk
kekurangan finansial dalam hidup ... Tapi ya itu di atas
tadi, kalo memutuskan secara sadar, ya jangan
merepotkan orang lain tho yoo ... Beres dalam urusan
finansial, tidak harus menjadi sangat kaya raya ... Tapi
minimalnya, beres secara finansial itu, mandiri dan tidak
ngrepotin orang lain dalam urusan finansial ...

.::PARADOKS KEHIDUPAN::.

Gobind Vashdev,
Sadarilah paradoks kehidupan ini.
Seperti untuk membangun kita perlu menggali terlebih
dahulu, begitupula untuk menumbuhkan kita perlu
menanam.
Pada tingkatan fisik untuk melepaskan rasa sakit kita
perlu menyadari dan merasakan rasa sakit itu, juga
pada tingkatan bathin, untuk merelakan kesedihan dan
kemarahan pergi kita perlu memeluknya hingga cair.
Seperti kupu-kupu yang hanya bisa terbang setelah
berpuasa dalam kepompongnya begitu juga manusia yang
kesadarannya sudah melangit, pastilah ia telah
mengendapkan dirinya cukup dalam.
Semakin rendah hatimu semakin terang sinarmu, semakin
tinggi hatimu semakin redup jiwamu.
Mereka yang paling kaya adalah mereka yang paling
sedikit keinginannya, sementara yang miskin adalah yang
paling banyak mempunyai keinginan.
Dengan melepas kita kita menerima arus semesta,
dengan menggenggam kita menghambatnya.
Untuk melihat kita perlu menutup mata, untuk mendengar
kita perlu menutup telinga dan untuk benar-benar hidup
tidak ada lain, kita harus mati.
"Matilah sebelum kematianmu tiba" - Nabi Muhammad.

Sabtu, 05 Maret 2016

.::ALLAH DAN NAMA::.

Abah FK,
Allah itu adalah nama, nama bagi TUHAN. Pada
dasarnya adanya nama itu adalah sesuatu yang "baru",
yaitu ada setelah adanya ciptaan.
Dalam kesejatiannya, Allah itu ada dalam "Kemahaan",
dimana Kemahaan itu tidak bisa dibatasi dengan apapun
termasuk dengan "nama".
Adanya nama itu merupakan suatu "penurunan kualitas"
Ketuhanan, maksudnya TUHAN yang tadinya tak
terbatasi oleh apapun dalam KemahaanNYA, lalu menjadi
terbatasi oleh satu nama yaitu Allah.
"penurunan kualitas" itu adalah hal yang bersifat "tidak
terhindarkan", sebab tanpa adanya nama, TUHAN
bersifat asing dan tidak bisa dikenali makhlukNYA. Agar
bisa dikenali itulah, maka DIA menamakan diriNYA
sendiri dengan sebutan Allah, yang nyebut tetap
manusia, yaitu DIA dengan menggerakkan mulutnya
manusia, untuk mengucap "Allah".
Kesejatian itu dalam Kemahaan, sunyi tak mengenal
suara, karena suara adalah ciptaan, tak mengenal nama
dan istilah2. Lalu "penurunan kualitas" Ketuhanan itu
diadakan sbb DIA hendak memperkenalkan diriNYA
kepada ciptaanNYA...... ===============
==========================
Sayang sekali kalau orang masih selalu saja
memperTUHANkan nama...... saya pribadi tidak perduli
Allah itu hendak menamakan diriNYA sbg apa, sbb
bukan nama2 yang sdg dicari...... tetapi Allah sbg
sejatiNYA diri ALLAH sendiri......

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...