Kamis, 24 November 2016

SPIRITUAL ... SIMBOLIC ... & ... GETARAN RASA..

Arif Rh,
SPIRITUAL ... SIMBOLIC ... & ... GETARAN RASA...

 Kata subhanallah, ini jelas bahasa arab ... Istriku hatinya bergetar hebat, ketika mengucapkan kalimat itu ... Dan entah mengapa, sejak dulu, justru ketika saya mengucapkan dengan kalimat begini, "Gusti Allah Ingkang Maha Suci" ... Subhanallah, dengan "Gusti Allah Ingkang Maha Suci", sebenarnya sama saja ... Namun, saat pengucapannya dengan bahasa jawa begitu, hati saya baru tergetar hebat ... Ini juga berlaku dalam kata-kata lainnya ... Inilah yang disebut simbolik ... Simbolik tiap orang beda-beda ... Istri saya dibesarkan dan dididik dengan simbolic arabic ... Sementara saya tidak ... Itulah sebabnya, mengapa ada orang yang minta wiridan ke kiai misalnya, untuk jalan ikhtiar batin, agar keluar dari jeratan masalah, sudah dikasih kalimat wirid, hatinya tidak bergetar ... Berarti, vibrasinya lemah ... Itu tadi persoalannya ... Simboliknya beda ... Akhirnya wiridannya gak ada efeknya ... Persoalannya, orang lebih mengedepankan bentuk kalimat, dibandingkan simbolic individual ... Ini yang menyebabkan orang dengan kalimat wiridan sama, frekuensi wiridnya sama ... Tapi hasilnya beda ... Karena yang satu simbolicnya pas ... Yang lainnya tidak pas ... Padahal ujungnya, kalimat apapun dalam sebuah ritual spiritual, adalah bergetarnya hati, bergetarnya rasa ... Kalau hati tidak bergetar, itu hanya olah raga, bukan olah rasa ... Sudah sering ngaji, wirid, shalat, dan hidup tetep awut-awutan? ... Cek simbolic anda ... Karena spiritual itu bukan gerak badan, spiritual adalah gerak bathin, yaitu bergetarnya rasa ... Saya itu bisa sampai meneteskan air mata, saat mendengarkan adzan masjid demak di youtub, yang nadanya pakai irama nusantara ... Bergetar hati saya ... Begitulah cara kerja simbolic ... Kenali simbolic anda ... Dan sadari, bahwa simbolic setiap orang tidak sama ... Apapun agamamu ... Apapun ritualmu ... Sudahkah itu menggetarkan hatimu?

SIAPA YANG MENGUSULKAN PEMBANTAIN YAHUDI DI ERA HITLER?

Copyleft dari fb page Danz Suchamda

SIAPA YANG MENGUSULKAN PEMBANTAIAN YAHUDI DI ERA HITLER?

"Palestine" adalah istilah nama LATIN dari daerah regional Yudea yang saat itu (135 Masehi) dikuasai ROMAWI.
Siapa yang menyuruh membunuh cucu dan cicit Nabi Muhammad yang katanya "orang dalam" suruhan "Tuhan"?? (Kok dalam visi batin saya sama dengan ketika Kaisar Constantine membantai Maxentius di Milvian Bridge (312 Masehi).
Pelajari tentang Perang Karbala!
Baca: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Karbala

Yang membela/melindungi malah brahmin hindu
http://hindu.bz/brahmins-fought-for-imam-hussain-in-the-battle-of-karbala/

Terulang lagi ketika John Calvin (salah satu tokoh pelopor Protestant) membakar hidup-hidup Michael Servetus (lawan debat theologisnya) pada 26 Maret 1553.
Baca: https://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_the_ name_%22Palestine%22

Clear! case Closed!

Buka mata bagi yang memang terbangun dan segera ambil sikap! Ingat dudukmu dimana!?
Yang tetap milih pingsan ya monggo teruskan saja diperalat dan dieksploitasi oleh sang Tuan Besar.
Ari Swandaru : Jd ini smua murni penjajahan suku bangsa bkn atas nama kebenaran agama, bgt kah romo?
Danz Suchamda : Apa lagi? Kebutaan sejarah dan wawasan pengetahuan umum kalian hampir saja menghancurkan NKRI... --rumah kalian sendiri--... tercabik-cabik seperti Suriah !
Bagai kerbau mati yang dicabik-cabik diperebutkan para serigala berbulu domba/onta.
Ketika budaya tradisi leluhur kita hendak dilibas dan rakyat kita dibodohkan dan dimiskinkan, maka daripada teriak 'Romawi Raya' maupun 'Arabia Raya' mendingan saya teriak INDONESIA RAYA !

SURO DIRO JAYA NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI !

Tiada kemerdekaan sejati tanpa MERDEKA BATIN!!!

"Masihkah bangga dengan kolom agama di Ktp mu?"

Rahayu!
Check it out : https://en.wikipedia.org/wiki/ Timeline_of_the_name_%22Palestine%22


INDIA & ISLAM (FAKTA SEJARAH YANG DI SEMBUNYIKAN)

PEMBANTAIAN UMAT HINDU DAN BUDHA INDIA OLEH ISLAM
http://www.historyofjihad.org/india...
Perjuangan Hindu yang Sengit dan Terus Menerus melawan Jihadis menghalangi Islamisasi India secara total
Berbeda dengan Islamisasi total Persia, Mesir, Mesopotamia (Irak), Turki, Afrika Utara, Islamisasi India tidaklah tuntas. Setelah lebih dari 1000 tahun tirani pemimpin Arab atas India, yaitu dari 715 - 1761, lebih dari 70% rakyat India tetap Hindu. Ini BUKAN karena kebaikan Arab, karena ini memang bukan ciri khas mereka. Keberanian ksatria2 Hindulah yang mampu menghantam keberingasan berdarah para Jihadis.
Arab menyerang India hanya 4 tahun setelah mereka menginvasi Persia. Tidak banyak yang tahu bahwa setelah menginvasi Persia tahun 634, Muslim menginvasi kawasan Sindh di India tahun 638, jarak waktunya hanya 4 tahun. Tapi sementara Persia takluk setelah 17 tahun, mulai tahun 651, Islam sampai memerlukan waktu 700 tahun untuk menjajah India (sekarang Sindh menjadi Pakistan, yang memisahkan diri dari India tahun 1947).
Dan bahkan setelah itu merekapun tidak dapat memerintah India secara damai. Perlawanan Hindu bukan saja sengit tetapi kebuasan kelompok Maratha Hindu sampai menyaingi kebuasan Islam. Mereka, terpaksa mengikuti cara perang Islam, yaitu mengejar muslim sampai dimanapun mereka dapat ditemukan. Taktik mengalahkan Islam macam ini juga diulangi di Ethiopia dan Sudan Selatan (Nubia) dimana orang2 Kristen Afrika dari Nubia menggunakan taktik gerilya untuk mengejar setiap dan semua muslim sampai ke akar2nya. Hanya dengan cara ini Islam dapat dikalahkan.
Serangan Arab Muslim melawan India sejak 638 berkali2 dapat dikalahkan oleh para raja Makara (Makran) dan Sindh. Kealotan Hindu ini sampai mengherankan Islam. Setelah kampanye berdarah selama 80 tahun, Islam merebut Fort Deval (Debal, didekat Karachi sekarang) secara curang, dengan menculik 3 anak-anak seorang petinggi Fort Debal, MEMENGGAL KEPALA SALAH SEORANG ANAK DAN MENGANCAM AKAN MEMENGGAL YANG LAIN.
Dengan ancaman ini pihak Hindu terpaksa menyerah. Mereka namun demikian tidak akan pernah melupakannya, saat pemimpin Islam, Mohammed bin Kasim, mulai menancapkan cengkraman kotornya di India. Dua puteri Raja Dabir yang ditangkapi Qasim juga ditangkap dan dikirim kepada sang Kalif di Bagdad untuk koleksi haremnya. Tapi puteri2 ini tidak semudah itu dikalahkan. MEREKA MEROBEK KEPERAWANAN (HYMEN) MEREKA DENGAN TANGAN MEREKA SENDIRI DAN MENGATAKAN BAHWA KASIM telah mengambil keperawanan mereka. Ini membuat marah sang Kalif dan memanggil Kasim ke Bagdad. Kasim dituduh melakukan pengkhianatan! Hukumannya ? Ia disekap dalam sebuah peti kayu bulat yang ditancapi dengan paku didalamnya dan peti kayu itu digulingkan dari bukit. Demikianlah kematian mengenaskan salah satu algojo Islam di India.
Setelah menjajah Sindh, Islam menyerang Punjab tapi kalah. Kemudian mereka menyerang Rajputana, tetapi kalah oleh Raja Bhoj, dan saat mereka menyerang Gujarat, mereka dikalahkan para Chalukya (Solankis) dari Anahilwada. Jadi dari tahun 715 sampai 980, Muslim tidak maju2 dari Sindh. Hanya di thn 980, Muslim bisa menyerang India lagi.
Bhai Taru Singh ji dikuliti bagian atas kepalanya hidup2 atas penolakannya masuk Islam (th 1745)
Tahun 980, panglima Islam, Sabuktagin menggunakan mata2 untuk mempelajari taktik perang Hindu. Menurut mata2, Hindu memulai perang pada saat matahari terbit dan mengakhirinya pada saat matahari terbenam. Setelah mempelajari taktik ini, Sabuktagin menantang raja Jayapal Shahiya untuk berperang dan keduanya menyetujui tempat dan waktu perang. Keduanya sampai pada tempat yang ditentukan, satu hari sebelum tanggal perang yang sudah ditetapkan dan keduanya saling mengirimkan utusan untuk menyetujui permulaan perang pada saat matahari terbit keesokan harinya. Tapi malam itu juga tentara Islam menyusup masuk kamp Hindu dan membantai sebagian besar tentara Hindu.
Keesokan harinya, sisa2 tentara Hindu mengundurkan diri ke ibukota mereka, Kubha, sambil dikejar pasukan Islam. Kota itupun direbut muslim dan menamakan kota itu; KABUL. Hindu semakin terdesak ke arah timur.
Setelah merebut Kabul, Islam menghancurkan semua kuil2 Hindu dan memaksa orang2 Hindu masuk Islam. Setelah kekalahan raja Jayapal Shahiya, puteranya, Anandpal Shahiya, memindahkan ibukotanya dari Kabul ke Luvkushpura (Lahore). Ia mengumpulkan semua sekutunya dan menghadapi penjajah Muslim yang sekarang dipimpin oleh putera Sabuktagin, Mahmud.
Kedua pasukan bertemu di pinggir sungai Ravi dekat Lahore. Pasukan Islam dibuat hancur lebur oleh Hindu yang tidak juga mau menyerah kepada imperialisme Arab. Hindu menggunakan gajah yang dilengkapi dengan tameng. Muslim menyadari kelemahan mereka. Mereka mengirim utusan ke Anandpala, dengan alasan mencari damai dan dibiarkan keluar dari India dengan selamat. Guna menunjukkan maksud baik mereka, mereka mengatakan bersedia untuk datang ke kamp Hindu untuk makan siang. Anandpala sayangnya menyetujuinya, walaupun ia diprotes keras oleh sekutu2nya.
Pihak Muslim mendatangi markas Hindu siang itu. Mereka berpura2 mengobrol dengan tentara Hindu dan meminta agar diperlihatkan tempat markas para gajah. Sang tuan rumah yang ramah tamah sama sekali tidak mencium akal bulus musuh mereka ini. Bagi mereka ‘tamu harus diperlakukan seperti dewa’ (Athithi Devoh Bhava). Dengan diam2 Muslim menyelundupkan serbuk2 opium kedalam makanan gajah.
Beberapa saat kemudian pihak Muslim pulang dan Hindu yakin bahwa perang kini selesai dan perdamaian segera akan tercapai dengan pembubaran kedua markas perang mereka. Tapi betapa kagetnya mereka setelah beberapa jam kemudian mereka mendengar kavalri Muslim mengelilingi markas mereka dan memulai serangan sengit dengan teriakan histeris ‘Allahuakbar’. Pasukan Hindu dengan bingung segera mempersiapkan gajah mereka dengan menaruh sadel di punggung gajah dan segera menyerang Muslim secara serampangan. Mereka semakin shock ketika gajah mereka menolak perintah dan malah melarikan diri dari ajang pertempuran. Gajah2 itu sudah terkena pengaruh opium. Gajah yang dikendalikan Pangeran Anandpala juga mulai lari kesana kemari. Ia dikejar tentara Muslim yang memotong tali sadelnya dan mengakibatkannya jatuh dari gajahnya. Ia terhempas ke tanah dan saat tidak berdaya, MUSLIM MEMENGGAL KEPALANYA, menusuk kepalanya pada ujung tombak dan memamerkannya pada pasukan Hindu. Ini semakin membuat shock pasukan Hindu yang sudah kebingungan. Tidak terbiasa dengan cara biadab memperlakukan seorang pemimpin macam ini, tentara Hindu mengundurkan diri tetapi tidak lama kemudian merekapun dibantai.
Setelah kemenangan curang mereka di Lahore, cucu muda Jayapala Shaiya, Tirlochanpala Shahiya, mengambil oper kekuasaan. Ia hanya anak muda berusia 17 tahun. Ia memindahkan ibukota dari Lahore ke Kangra, sekarang disebut Himachal Pradesh. Kerajaan Shahiya yang meliputi dari Heart sampai ke Haridwar, kini semakin menciut menjadi hanya 1/5 bagian dan tidak memiliki posisi untuk menghalangi lajunya Islam di India. Tetapi ia tetap melanjutkan contoh ksatria ayah dan kakeknya dan bersekutu dengan raja2 Kashyapmeru (Kashmir) dan Tibet, untuk mengusir Muslim dari Punjab dan Upaganasthan (Afghanistan). Gubernur Islam dari Punjab, marah dan seperti memang sudah menjadi ciri khas Islam, merencanakan akal bulus untuk mengalahkan raja muda itu.
Ia mengirimkan tentara yang berbusana seperti petapa2 Hindu dari Kabul membawa pesan2 damai bagi Tirlochanpala. Dengan tipu daya ini, mereka diijinkan masuk rumah sederhana Tirlochanpala (karena kekayaan raja2 Shahiya habis dijarah Muslim). Begitu mereka masuk, petapa2 penyamar itu menyerang sang pangeran, menggorok lehernya dan memutuskan kepalanya yang kemudian mereka selundupkan keluar, dan meninggalkan pesan di dekat tubuh tidak berkepala raja muda itu bahwa Islam akan jaya dan akan mengalahkan siapapun yang ingin menghalangi jalan Allah.
Sisa2 tentara Shahiya, kehilangan pemimpin dan patah semangat. Mereka bermigrasi ke pegunungan Himalaya dan menjadi peternak domba dan kambing. Mereka kemudian dikenal sebagai Gaddi. Gaddi2 ini sampai sekarang masih eksis di Himalaya. Jadi dengan kematian Tirlochapala, raja terakhir dinasti Hindu yang menguasai Afghanistan dan Punjab hilang sudah. India harus menunggu 800 tahun sebelum Raja Punjab, Maharaja Ranjit Singh menaiki tahta pada abad 18. Selama 800 tahun itulah berlangsung tirani Muslim yang memaksa mayoritas Hindu Afghanistan, Paktoonistan dan Punjab Barat menjadi Muslim.
Dengan habisnya dinasti Shahiya, India menjadi tempat jarahan Islam yang dipimpin Mahmud yang menghancurkan kuil2 Hindu di Somnath, Palitana, Thanesar (Staneshwara), Mathura, Kannauj, Khajuraho setiap tahunnya, sambil tidak lupa mengambil budak bagi pasar2 budak Bagdad dan kota2 Muslim lainnya. Jarahannya terhadap kuil Hindu ternama, Somnath di Prabhash Patan di Gujarat sampai sekarang masih membekas di benak Hindu. Tawanan2 Hindu ini harus berjalan lewat pegunungan Himalaya bagian barat. Banyak yang mati ditengah jalan. Muslim menamakan kawasan Himalaya Barat dengan ‘Hindu Kush’, yang berarti Pembunuhan Orang Hindu (Kush berarti ‘membunuh’ dlm bahasa Persia). Nama ini masih dipakai sampai sekarang dan merupakan peringatan bagi Hindu akan masa tragis ini.
Bhai Dayala Ji dimasak dlm kuali hidup-hidup oleh tentara Muslim (th 1675) http://en.wikipedia.org/wiki/Bhai_D...
Kemenangan pertama Hindu terhadap Muslim di Pertempuran Baharaich (Uttar Pradesh), 1033
Putera Mahmud, Masud, melanjutkan pengaruh ayahnya dengan menembus lembah Gangga dan mendirikan markas di Baharaich, dan mengirimkan pesan kepada raja2 Hindu disana untuk menyerah dan memeluk Islam. Seperti biasa sebelum memulai perang, raja2 Hindu mengirimkan utusan kepada Masud dan mengatakan bahwa tanah itu milik mereka dan pasukannya harus hengkang dari situ dengan damai. Tapi Masud menjawab bahwa tanah itu milik ALLAH dan ia bisa menduduki tempat manapun yg ia mau. Dan adalah tugas sucinya untuk menawarkan Islam kepada siapapun yang belum mengakui Allah.
Tentara Hindu membabas habis tentara Masud. Setelah merasakan kekuasaan Islam selama 400 tahun sejak 638, pihak Hindu sudah mulai mengerti tipu daya dan cara2 pengkhianatan MIslam. Mereka kini semakin waspada terhadap kelicikan Islam. Pertempuran Baharaich ini berakhir pada tgl 14 Juni 1033. Seluruh tentara Muslim dengan panglima mereka berbaring tidak bernafas. Tidak satupun tentara Muslim diijinkan hidup. Sampai sekarang di Baharaich terletak kuburan Muslim penakluk itu, Pangeran Ghazi Mian Masud. Disitu ia dianggap sebagai martir oleh penduduk Muslim setempat sebagai seorang ‘Ghazi’ (yang berarti seorang Muslim yang mencapai kemartiran dengan membunuh non-Muslim). Dan setiap tahun, sampai sekarang, diadakan upacara Urs untuk memperingatinya.
Mereka ingin melupakan keberanian tentara2 Hindu yang mengorbankan nyawa mereka mereka demi kemenangan menentukan pertama melawan invasi Jihad di India. Setelah kemenangan Hindu yang sangat penting ini, India kembali damai selama 1 ½ abad sampai dimulainya invasi Muslim berikutnya dibawah kepemimpinan Mohammed Ghori.
Jangka waktu 150 tahun ini, dari 1033 - 1187, membuat Hindu melupakan sikap curang Muslim. Kerajaan Muslim Ghazni (asal pangeran Ghazi) di Punjab Timur, mengadakan perdamaian dengan tetangga Hindunya dan orang Hindu menyangka bahwa Muslim, seperti penjajah lainnya akan berintegrasi dengan masyarakat Hindu. Kebijakan Ghaznivid untuk mengedarkan coin dalam bahasa Sansekerta dan menggunakan versi Sansekerta nama2 Muslim, seperti Mahamada bagi Mohammed, seolah2 memberi kesan sifat damai Muslim.
Bhai Mani Singh ji dipotong sepenggal demi sepenggal untuk setiap penolakannya menerima Islam (th 1738)
http://www.searchsikhism.com/mani.h... dulu merupakan negara terkaya di dunia. Semua berlian2 yg paling indah didunia ini bisa ditelusuri kembali ke India: Koh-i-Nur, Darya-i--Nur, Great Mughal, the Florentine, the Sanci, the Shah, the Regent, the Orloff – semuanya berasal dari India. Ini karena penambangan berlian dan seni memprosesnya dimulai di India. Kekayaan India itu juga yang menarik orang asing. Karena kekayaan negeri itu, raja Islam, Shah Jehan dipercaya telah membangun Taj Mahal dgn biaya luar biasa sebesar 230,000,000 dollar uang sekarang ini utk menunjukkan cintanya kpd isterinya (Walaupun ada versi lain yg mengatakan bahwa Taj Mahal dulunya pura Hindu yg dicuri, diobrak abrik dan diganti fungsinya oleh Muslim). Tanpa kekayaan India, raja ini tidak dapat mendudukkan dirinya sinngasana yg berharga 7,000,000 dollar. Iapun tidak mungkin dapat memiliki 2 kamar bawah tanah yg memiliki kapasitas sebesar 150,000 cubic feet, penuh dgn batu2an dan besi mulia.
Muhammad Bin Qasim adalah penyerang Muslim pertama yg menginvasi India pada th 710 A.D. Ia merampas kekayaan senilai 600 million dirham ditambah dgn beberapa ribu budak. Ini merupakan angka yang luar biasa besarnya pada jaman itu. Dan akibatnya, ia memeras kekayaan provinsi Sindh dan menyengsarakan mereka. Tapi yang paling parah adalah bahwa perampasan ini adalah tujuan agama mereka. Sang penjajah memaksa para pendeta brahma (Brahmin) utk mengemis di jalanan karena menyinggung Allah dgn patung2 mereka.
Cerita2 kebiadaban Mahmud Ghazanvi, salah seorang perampok terbesar dalam sejarah yg menyiksa rakyat India selama seribu tahun lewat persekusi sistimatis, perampokan dan balas dendam, akan membuat bulu kuduk berdiri. Sosok lelaki yang kecanduan merampok, barbaritas dan brutalitas sama spt orang jaman sekarang kecanduan narkoba. Semua kejahatannya dilakukan atas nama Allah, yg menuntut pemujaNya agar menghancurkan segala patung dan memuja diriNya seorang diri. Kalau memang begitu, Allah seharusnya menciptakan orang2 dgn keinginan utk memujaNya saja. Tapi Ia tidak melakukannya, tetapi sebaliknya Ia menikmati pembantaian, pencabik2an tubuh dan kesengsaraan bagi mereka yg tidak mempercayaiNya. Tuhan macam itu yg tidak memiliki kebijaksanaan secuilpun harus dimusuhi orang2 yg masih memiliki rasa moral.
Mahmud Ghazanvi, si pecandu perampokan itu memiliki hobi menyerang semua kuil Hindu yg kaya di India. Ia sangat tertartik dgn orang Hindu yg memiliki adat menghiasi patung2 mereka dgn emas, berlian dan batu2an berharga lainnya. Sama seperti serigala tertarik pada domba atau pemerkosa tertarik perawan cantik.
Ia menyerang dan merampok India tidak kurang dari 17 kali. Pada tahun 1001M ia mengalahkan Jaya Pal, yang diperintahkan untuk membayar uang sandera sebanyak 250,000 kepingn emas dan kalungnya seharga 200,000 diners ditambah dgn denda 400,000 yg harus dibayar keluarganya.
Invasinya terhadap Multan (1005-6A.D.) menambah “tabungan hasil sanderanya” sampai 20,000,000 dirham. Bahkan angka yang lebih besar didapatkannya dengan berbagai cara: contoh, ia mendenda Nawasa Shah 400,000 dirham ketika ia menyatakan telah meninggalkan Islam untuk kembali pada agama semula, Hindu. Penyerangan terhadap Bhimnagar di Kangra membawa uang rampasan sebanyak 70,000,000 dirham, selain berlian, perhiasan, emas dan perak seberat 5 ton. "Kepatuhan" Mahmud pada agamanya sampai menghasilkannya bangunan2 berlapiskan perhiasan emas permata milik Bhagawan di Mathura. Barang rampasan dari Mathura begitu besar sampai tidak ada yang dapat menebak secara pasti. Perkiraan paling rendah adalah 98,300 Misqal emas yg diambil dari kelima patung emas kuil itu. Memang selera si Bhagavan sangat tinggi ! Ditambah lagi 200 patung yg terbuat dari perak murni dgn berat paling tidak 10 ton. Kota2 disekitarnya kota suci ini masih juga dipaksa membayar 3,000,000 dirham dalam bentuk denda dan sitaan harta benda. Namun perampasan kota Somnath, yg menghasilkannya 20,000,000 keping emas pada akhirnya berhasil memuaskan Allah karena si perampok itu tidak pernah lagi kembali ke India.
Selain Mahmud, masih ada sejumlah perajah Muslim lainnya. Selama 7 abad, mereka memperkosa ekonomi tanah indah, Lakshami, yg penuh dgn emas, berlian, mutiara dll. Kerakusan akan perampokan ini, yg ditingkatkan dgn semangat membunuh JIHAD dianggap sebagai bentuk pemujaan yang paling sempurna bagi Allah yang menjanjikan surga !
Para penjajah Muslim terdiri dari berbagai bangsa : Arab, Turki, Persia, Afghan dan Mughal. Setelah mengobrak-abrik India selama 7 abad, mereka masih juga menganggap diri dinasti asing dan menolak mengidentifikasikan diri sebagai orang India. Sikap egois ini tercermin dari fakta bahwa selama periode lama ini MEREKA TIDAK MEMBANGUN SATUPUN UNIVERSITAS ATAU RUMAH SAKIT YANG BERGUNA BAGI RAKYAT INDIA. Satu2nya prestasi mereka adalah mendirikan rumah2 pelacuran yg dikenal sabagai harem, taman2 indah dan gedung2 yang amat mewah seperti Taj Mahal untuk memuaskan dahaga romantis mereka.
Karena mereka hidup dan mati sebagai orang asing, mereka melakukan apapun yang dapat menjamin kelangsungan dinasti mereka dan tidak sungkan2 menghancurkan segala yang dapat menguntungkan negara kelahiran mereka (India), tempat mereka menikmati hidup dan akhirnya dikubur. Karena mereka memerintah dengan tangan besi dan paksaan, meminta ijin rakyat adalah konsep yang sangat asing bagi mereka. Malah, Islam mewajibkan agar para raja muslim memberlakukan India sbg DARUL HARB, kawasan perang/medan tempur, dimana DAMAI DILARANG dan penyiksaan, tirani, kesengsaraan menjadi kewajiban.
Tidak pernah terpikirkan oleh mereka untuk mendidik rakyat, meningkatkan taraf hidup atau meningkatkan kekuatan tentara negara demi penyelamatan negara. Tidak heran bahwa India justru mundur total pada masa pemerintahan muslim yg sangat lama itu dan mengundang kebencian dan kedengkian rakyat. Kalau penguasa muslim memperlakukan India sebagai bangsa mereka sendiri, maka rakyat India sekarang akan menganggap mereka pahlawan, terlepas dari agama mereka. Jadi jangan heran kalau untuk selama2nya rakyat India akan memfokuskan kutukan abadi mereka kepada Islam.
Seluruh peradaban Hindu yg dinamakan dgn Peradaban Saraswati dipenggali dan dibumi hanguskan sampai tinggal debu. Kedalaman dan luasnya holocaust terhadap Hindu ini begitu mengagetkan sampai tidak memungkinkan otak manusia untuk mengerti. Ajaran Kitab Weda India, juga dikenal dgn Bharatvarsha dan meluas dari Afghanistan sampai ke Jepang. Tetapi 1400 tahun yang lalu, pasukan Islam yg seperti kesetanan ini menghancurkan Bharatvarsha lewat pengkhianatan dan teknik2 yang tidak setetespun didasarkan kpd kemanusiaan. Ini tindak kejahatan terhadap peradaban terbesar yg pernah dikenal orang.
Bhai Mati Dass digergaji hidup-hidup atas penolakannya masuk Islam
Di bagian2 lain di Asia dan Eropa, negara2 yg direbut pasukan Muslim, segera memilih masuk Islam ketimbang memilih mati. Tapi di India, karena perlawanan alot agama Hindu yg sudah berusia 4000 itu, penjajahan Muslim bagi Hindu hanyalah sebuah perjuangan murni atnara hidup dan mati. Seluruh kota2 dibakari habis dan penduduk dibantai. Setiap kampanye perang membawa ratusan ribu korban dan jumlah yg sama dideportasi sbg budak. Setiap penaklukan baru membuat bukit atas tengkorak2 orang2 Hindu.
Jutaan umat Hindu telah dihabisi sebelumnya sebelum pasukan Islam sampai ke Chitoor. Di Chitoor lebih dari 20.000 wanita Hindu termasuk Rani Padmini bunuh diri agar tidak dijadikan budak seks oleh penguasa2 Muslim. Imam2 Muslim Qazi memberi nasihat pada Sultan Khilji bagaimana memperlakukan tawanan2 non-Muslim. Inilah nasihatnya:
”Dalam waktu singkat semua orang di dalam benteng dibunuh dan dalam satu jam saja 10.000 kepala2 kafir dipenggal. Pedang Islam bersimbah darah kafir dan semua harta benda dan gandum yang bertahun-tahun disimpan dalam benteng menjadi barang jarahan tentara2ku. Mereka membakari rumah2 sampai jadi abu, dan mereka menghancurkan bangunan2 dan benteng sampai rata dengan tanah… Semua kafir Hindu dibantai, para wanita dan anak2 mereka dijadikan tawanan dan harta benda mereka menjadi jarahan perang para pemenang (Muslim) … Aku umumkan di seluruh tempat bahwa setiap orang yang punya tawanan kafir agar membunuh semua kafir itu, dan siapapun yang ragu2 untuk melakukan itu, dia sendiri harus dibunuh dan harta bendanya diberikan kepada orang yang melaporkannya. Ketika perintah ini terdengar oleh tentara Islam, mereka pun menghunuskan pedang2nya dan membunuhi para tawanan tsb. Seratus ribu kafir, penyembah berhala dibunuh hari itu. Maulana Nasiruddin Umar, seorang terpelajar dan bijaksana yang tadinya tidak pernah membunuh bahkan seekor burungpun, sekarang, atas perintahku, membunuh lima belas kafir Hindu yang menjadi tawanannya.
Nasib wanita2 Hindu yang ditangkap hidup2 oleh tentara Muslim ternyata jauh lebih buruk daripada mati. Bahkan sewaktu ayah2, suami2 dan anak2 mereka dibunuhi, mereka harus menari dan menyanyi di hadapan para Muslim dan lalu dibagi-bagikan sebagai budak kepada para raja, jendral, tentara Muslim.
Ini yang tercatat dalam kejadian biadab itu:
[Sumber: Ibn Battuta (A.A.Rizvi in Tughlaq Kalin Bharath)]
”Pertama-tama semua anak gadis dari raja2 Hindu yang tertangkap di tahun itu datang menghadap dan menari dan menyanyi. Kemudian mereka diserahkan kepada para Amir dan orang2 luar negeri yang penting. Setelah para gadis2 Hindu ini menari dan menyanyi … sang Sultan memberikan mereka kepada saudara2 prianya dan putra2 pembesar. Di hari ketiga sang Sultan juga membagi-bagikan para gadis ini kepada para jendral dan sanak saudaranya.”
Jadi para wanita Hindu lebih memilih mati daripada dihina seperti itu. Kebanyakan para tentara Muslim hanya menemukan sisa2 abu dari para wanita ketika masuk kota2 Hindu. Contohnya, ketika Allaud-din Khilji menyerang Rajput dari belakang (sebelumnya Rajout telah mengampuni nyawa Khilji), dan membantai orang2 Hindu dan masuk kota Chitoor, Rani Padmini (ratu Hindu) dan lebih dari 20.000 gadis2 membakar diri. Sampai hari ini masyarakat Hindu masih mengingat ratunya dengan penuh rasa bangga. https://en.wikipedia.org/wiki/Jauha...
Jadi, perebutan Afghanistan pada tahun 1000, diikuti oleh pemusnahan seluruh populasi Hindu disana; dan memang, kawasan itu masih juga disebut HINDU KUSH, atau 'PEMBANTAIAN HINDU'. Sultan2 Bahmani di India pusat, menjadikan patokan agar membunuh 100.000 Hindu dalam setahun. Th 1399, Timur the Lame (Timur si Cacad) dikatakan membunuh 100.000 Hindu DALAM SATU HARI, dan ini menurut sejarawan Muslim sendiri. Koenraad Elst mengutip Professor K.S. Lal dlm bukunya, "Growth of Muslim population in India", yg mengatakan bahwa menurut perhitungannya, penduduk Hindu berkurang sebanyak 8O.000.000 antara th 1000 dan 1525. ... Kami tidak pernah dapat mengukur luka fisik luar biasa yang dilakukan invasi Islam terhadap India. Yang lebih sulit adalah mengukur kehancuran moral dan spiritual terhadap Hindu India.
TERPECAHNYA BANGLADESH
Terlepas dari jaminan keamanan yg ditawarkan oleh pemimpin2 Muslim kepada 13 juta non-Muslim yg Hindu, Buddhi dan Kristen yang sejak turun temurun tinggal di Pakistan, begitu bagian dunia itu di-Islamkan, mulailah kesengsaraan mereka detik itu juga. Pertama, non-muslim (khususnya Hindu) dituding sebagai penyebab segala kekacauan di Pakistan. Mulai slogan2 seperti : "Islam terancam bahaya karena Hindu2 kafir." Persenjataanpun dibagikan kepada massa Muslim dan tanah Hindu direbut secara paksa. Wanita Hindu secara ramai2 diculik, diperkosa dan dinikahi Muslim sehingga poligami merebak dimana2.
Islam menjadi akronim bagi Intoleransi, Pembantaian, Penjarahan, Pembakaran rumah/pura dan pelecehan wanita Kafir. Pada 1950, sekitar 1/2 juta Hindu dibantai di Pakistan dgn tingkat kebrutalan yang tidak dapat dibayangkan. Sekitar 4.5 juta kafir mengungsi ke India namun pemerintah India mengunci perbatasan karena takut pengungsi hanya akan mengakibatkan kekerasan antar penduduk Hindu dengan Muslim India. 8 juta Hindu ditinggal dalam ketakutan di Pakistan.
Antara 1951 - 1970, 4 juta pengungsi menyelundup lewat perbatasan ke India dari agama damai dan hukum2nya di Pakistan. Tanah dan harta benda mereka direbut oleh pemerintah Pakistan yang tadinya berjanji utk menyimpannya dlm tabungan nasional dan dibagikan kembali saat urusan dengan India beres. Sementara itu, non-muslim yg mencari keselamatan dari kedamaian yg ditawarkan Islam dibiarkan tanpa uang sepeserpun dan lontang lantung menjadi gelandangan di jalan2 Bengali di India.
Bahkan antara sesama Muslim di Pakistan pun tidak ada ketentraman. Tahun 1971, pecah perang saudara dan terciptalah Bangladesh, negara muslim yang lebih sekuler memisahkan diri dari Pakistan! Dlm prosesnya, tiga juta orang dibantai, muslim Pakistan diprovokasi utk membunuh Hindu kafir dan muslim Bangladesh yang dianggap "1/2 kafir" karena memilih negara sekuler.
Strategy Islam, seperti biasanya, adalah mengurangi jumlah kafir sampai NOL. Bangladesh mencapai ini di daerah Mymensingh Utara, dimana pada tahun 1947 berpenduduk 90% Kristen. Karena penindasan brutal pada tahun 1964 dan 1971, semua Kristen Garo lari ke India. Distrik Chittagong tahun 1947, tadinya 98% Buddhis. Karena tidak mendapatkan suaka di India, kebanyakan dari mereka lari ke Arakan di Burma. Ke-11 juta dhimmi yang tertinggal hidup sebagai warga kelas dua di Bangladesh. Semua lowongan kerja pemerintah tidak diberikan kepada orang2 'najis' ini dan mereka juga tidak diijinkan menikmati pendidikan tinggi. Komite Syariat Munir menegaskan: .... . Mereka tidak akan menjadi warga penuh; mereka tidak memiliki suara dalam pembuatan UU, tidak diberikan hak utk menduduki jabatan pemerintah."
Taslima Nasrin, seorang murtad, menulis buku ttg kekejaman terhdp non-muslim dlm bukunya "Lajja" (MALU!) dan langsung serta merta disensor oleh Bangladesh dan kelompok "mullah" memasang harga 50,000 taka atas nyawanya, th 1993. India, karena takut kerusuhan Muslim, juga melarang bukunya.
PENGHANCURAN BUDHISME DI INDIA
Buddhisme, Jainisme and Sikhisme berasal dari Hinduisme. Pemimpin2 agama2 ini disalib atau diasingkan. Sejarah kuno India menunjukkan bahwa terdapat banyak agama di waktu yang sama di anak benua itu. Toleransi agama telah menjadi norma di India sejak ribuan tahun.
Para penyerang Muslim Musalman menghancurkan Universita Buddha di Nalanda, Vikramshila, Jagaddala, Odantapuri dan tempat2 lainnya. Para tentara Muslim menghancurkan monastri2 Buddha sampai rata dengan tanah. Ribuan biksu melarikan diri ke Nepal, Tibet dan tempat2 lain di luar India. Banyak sekali yang dibunuh di bawah komando2 tentara Muslim. Sejumlah besar barang jarahan dirampas, dan pembantaian terhadap “para Brahmana botak”, ini adalah julukan yang diberikan Muslim bagi biksu2 Buddha, sedemikian menyeluruhnya sehingga ketika pihak tentara Muslim mencari orang yang mampu baca buku2 di monastri2 itu, tidak ada seorang pun manusia yang mampu membacanya. Sekarang kita mendengar berita: “Telah ditemukan kenyataan bahwa seluruh benteng dan kota merupakan sebuah perguruan tinggi, dan dalam bahasa Hindi disebut Bihar.” Demikianlah besarnya pembantaian yang dilakukan para penyerang Muslim terhadap biksu2 Buddha. Agama Buddha dicabut sampai ke akar2nya. Dengan dibunuhnya para biksu2 Buddha ini, Islam pun membunuh Buddhisme. Ini adalah malapetakan besar bagi agama Buddha di India. Tapi saat ini orang mengira bahwa punahnya agama Buddha adalah karena pembantaian orang2 Buddha oleh orang2 Hindu, dan juga penghancuran kuil2 Buddha dikira dilakukan oleh orang2 Hindu.
Tidak dapat diragukan lagi bahwa punahnya Buddhisme di India semata-mata karena penyerangan yang dilakukan Muslim Musalman. Islam muncul sebagai musuh BERHALA. Dalam pikiran Muslim agama berhala ini adalah agama Buddha. Bagi Muslim semua agama berhala adalah sama dan harus dihancurkan. Karena itu pulalah Muslim menghancurkan Buddhisme tidak hanya di India saja, tapi ke manapun mereka pergi. Sebelum Islam datang, agama Buddha tersebar di Baktria, Parthia, Afghanistan, Gandhar, Turkestan China, sebagaimanan agama Buddha tersebar ke seluruh Asia.
Takshasila: Universitas Pertama Terbesar Di Dunia
Universitas pertama di dunia dibangun di Taksashila di tahun 700 SM. Lebih dari 10.500 mahasiswa dari seluruh penjuru dunia mempelajari lebih dari 60 mata kuliah. Taksashila terletak di tepi sungai Vitasa di bagian Barat Daya anak benua India. Mata kuliah yang diajarkan adalah sains, matematika, kedokteran, politik, ilmu perang, astrologi, astronomi, musik, agama, dan filosofi. Pembatasan usia termuda adalah 16 tahun ke atas dan mahasiswa2 dari Babylonia, Yunani, Syria, Arabia dan China datang untuk belajar di univesitas itu.
Panini yang adalah ahli bahasa Sansekerta yang besar, Charaka yang adalah penulis berbagai laporan pengobatan, dan Chanakya yang adalah penulis Artha Shastra – inilah nama2 besar yang berhubungan dengan Taksashila. Para pemikir dari daerah2 yang jauh datang ke tempat itu untuk belajar tentang Weda dan segala cabang pengetahuan sekuler.
Takshasila atau yang disebut orang2 Yunani sebagi Taxila sejak 2.000 tahun yang lalu, adalah salah satu kebesaran budaya India. Kemegahanny tertulis di tulisan2 epik seperti Ramayana, Mahabharata dan Purana lainnya … Taxila dihancurkan oleh bangsa Hun di tahun 499 M.
Universitas Nalanda
Universitas Nalanda dibangun di abad ke 4 SM dan merupakan satu dari prestasi2 terbesar India kuno di bidang pendidikan. Buddha mengunjungi Nalanda beberapa kali di waktu hidupnya. Ilmuwan dan pengelana China Hiuen Tsang tinggal di tempat itu di abad ke 7, dan telah menulis kemegahan dan kemurnian kehidupan monastry di situ. Sekitar 2.000 dosen dan 10.000 mahasiswa dari seluruh dunia Buddha hidup dan belajar bersama di kota universitas internasional ini. Raja2 Gupta mendukung para monastry itu, membangun bangunan dengan gaya arsitektur Kushan kuno, dengan jajaran ruang2 sel di sepanjang halaman gedung yang dikelilingi tembok. Ashoka dan Harshavardhana merupakan beberapa dari pendukung2 terkemuka universitas ini yang juga membangun kuil2 dan monastry2 di sana. Penggalian baru2 ini menunjukkan struktur bangunan yang sangat kompleks di sana. Hiuen Tsang telah meninggalkan karya megah dalam bentuk arsitektur dan suasana universitas yang unik di masa lampau ini.
Nalanda, Vikramshila, Odantapura, dan Jagddala adalah universitas2 yang dihancurkan oleh Mohammed Bakhtiar Khilji sekitar tahun 1200 M. Universitas2 ini dihancurkan, dijarah, dan dirampok oleh penyerbu2 Islam, dan mereka mengatakan semuanya ini adalah usaha penaklukan Allah yang membenci kafir yang tidak mengenalnya.
PENAKLUKAN ISLAM; PEMBANTAIAN TERBESAR DALAM SEJARAH MANUSIA
http://www.shopumust.com/hindus.htm...
http://hinduwebsite.com/history/hol...
Menurut Prof. K.S. Lal, penulis Pertumbuhan Masyarakat Muslim di India, dalam 500 tahun jumlah umat Hindu berkurang sebesar 80 juta jiwa dari sejak 1000 M (tahun di saat Mahmud Ghazni menyerang India) sampai 1525 M, sebelum Perang Panipat. Diperkirakan selama 5 abad kekuasaan Islam tersebut telah terjadi pembantaian 80 juta umat Hindu. Pembantaian ini lebih menyeramkan dibandingkan pembantaian suku Indian di benua Amerika. Inilah akar dari pertikaian tak berkesudahan Hindu lawan Muslim di Asia Selatan.
Sejarawan Barat bernama Francois Gautier menulis komentar:
http://www.rediff.com/news/1999/feb...
“Pembantaian yang dilakukan Muslim di India tidak tertandingkan dalam sejarah, lebih besar daripada Holokaus yang dilakukan Nazi terhadap orang Yahudi.”
Sejarawan Amerika Will Durant menyarikan sebagai berikut:
http://www.swordoftruth.com/swordof...
“Penaklukkan India oleh Islam mungkin merupakan peristiwa yang paling berdarah dalam sejarah manusia. Kisah yang tragis karena ini merupakan bukti bahwa kebudayaan yang beradab, dengan tatanan hukum dan kemerdekaan, kebudayaan dan perdamaian, dapat dengan sekejap dilenyapkan oleh serangan barbar dari luar dan yang selanjutnya beranak pinak di tempat itu.”
Hindu Kush berarti Pembantaian Hindu
http://www.hvk.org/articles/0401/64...
(beberapa orang berpendapat bahwa jumlah korban penjajahan Islam di India terlalu dimanipulasi, seperti halnya jumlah korban suku Indian di Amerika yang dimanipulasi. Namun melihat apa yang dilakukan ISIS dimasa kini, bukankah justru lebih mungkin jumlah korbanya lebih besar?)
DS

Minggu, 20 November 2016

BEKERJALAH, BIARKAN SEMESTA YANG AKAN MENUMBUHKAN

Muhammad Nurul Banan,
BEKERJALAH, BIARKAN SEMESTA YANG AKAN MENUMBUHKAN Anda hanya bekerja memberi makan bayi Anda, ternyata anatomi tubuh si bayi bertumbuh tanpa Anda upayakan. Anda yang bekerja memberi makan, semestalah yang menggarap ketumbuhan bayi Anda. Tanpa Anda minta, tanpa Anda rekayasa, tanpa Anda target, si bayi bertumbuh. Andai Anda mengusahakan pertumbuhan si bayi, misalkan, "Dalam 3 bulan ke depan bayiku harus bertambah tinggi 6 cm dan tambah bobot 6 Ons," saya yakin Anda tidak akan bisa. Anda bekerja menanam pohon, semesta menumbuhkannya. Tinggi pohon, besar pohon, usia pohon, kekuatan akarnya, semuanya telah diatur sinergi oleh semesta. Tugas Anda--setelah menanam--hanya merawat pohon tersebut. Tidak usah Anda campur tangan menumbuhkan pohon, semesta bekerja apik menumbuhkannya. Anda tentu bertanya, "Kenapa dia tersohor, saya tidak? Kenapa dia maju pesat, saya tidak? Kenapa dia berkembang, saya tidak? Kenapa dia ilmuwan, saya tidak. Bahkan, kenapa dia ma'rīfat bi-llāh, saya tidak?" Jawabnya karena semesta membukakan dirinya untuk dia sehingga karirnya bertumbuh, sementara untuk "saya", semesta tidak membukakan diri. Misal Anda bertetangga dengan Sule, dekat dan biasa ngobrol bareng, kepribadian Anda juga kocak dan lucu, tetapi Sule dikenal seantero Indonesia, sementara Anda tidak. Ini karena mekanisme ketetanggaan bukan mekanisme karir. Misal juga, Anda sama-sama di gedung Kementerian Kesehatan RI, Anda kenal baik dengan menterinya, tapi Anda hanya pekerja kebun, sehingga walaupun satu atap gedung, si menteri terkenal, sementara Anda tidak. Hal ini karena pertumbuhan karir yang dibukakan untuk si menteri, berbeda dengan pertumbuhannya untuk Anda. Sebab ini, karir tidak cukup dibangun hanya dengan relasi kenalan, karir terikat dengan berbagai hal, terikat dengan impian, dengan minat, eksekusi kerja, tapi tidak terikat dengan "kesempatan". Loh kok kesempatan ditiadakan? Iya. Kesempatan itu yang bisa membukakan hanyalah alam semesta. Dan kunci yang bisa membukanya hanya "diri Anda sendiri", kuncinya pada Anda, sehingga terjadi hukum "Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga si kaum merubahnya sendiri". Anda politisi jenius, banyak kenalan dengan politisi pesohor, tetapi diri Anda tidak kesohor, itu karena si politisi menggunakan dirinya untuk membuka kesempatan, sementara Anda tidak. Karena "pertumbuhan" adalah hak paten semesta, Anda tidak bisa menumbuhkan fisik Anda sendiri, menumbuhkan tanaman Anda sendiri, yang bisa Anda lakukan hanya merawat, mengusahakan memberi makanan bernutrisi agar pertumbuhannya baik. Anak Anda dapat tinggi 125 atau 150 meter dengan bobot 65 atau 60 kg, terserah semesta yang menentukan. Menerima mekanisme pertumbuhan dari alam semesta, Anda seperti menerima sistem random, sistem acak dan kebetulan. Anda dagang, tiba-tiba digeruduk pelanggan begitu saja, sehingga Anda berkembang. Di orang lain, biasa-biasa saja dagangnya. Anda akan jadi orang populer, kesempatannya terbuka begitu saja, tiba-tiba datang, mirip sistem random dan kebetulan, hingga Anda mencapai titik pertumbuhan yang dijatah oleh semesta. Anda mau kaya raya juga begitu. Semesta terus menumbuhkan sampai Anda mencapai titik jatahnya. Saya suka berpikir, menyukai pemikiran spiritual, menyukai kajian-kajian ilmiah. Lalu facebook jadi trand, saya ikut facebook-an. Karena kesukaan saya berpikir, isi status saya tentu renungan ilmiah, eeh tanpa saya sangka digeruduk followers. Akhirnya saya memulai kehidupan baru. Penerbitan buku, undangan mengisi workshop, motivasi, dan seminar spiritual dari kampus-kampus, intansi pemerintah, swadaya masyarakat mulai berdatangan. Semesta yang membuka dirinya, semesta yang menumbuhkan saya. Seolah random? Jokowi, orang kampung, tukang kayu, jadi presiden. Apa nalar, seumpama ingin jadi presiden karirnya ditempuh dari kampung? Seharusnya niat jadi presiden jalannya ditempuh dengan mendirikan partai politik, pasang iklan di televisi, bangun koneksi dengan para petinggi wakil rakyat. Tapi Jokowi memulai dengan tukang kayu di kampung untuk jadi presiden. Alam semesta yang membuka dirinya untuk Jokowi, semesta yang menumbuhkan. Seolah random? Random jelas tidak, karena semesta tidak mengenal sistem random, prilaku partikel quantum hingga prilaku besaran galaksi-galaksi semesta semua terhitung memakai rumus pasti (bi husbān). Karena penciptaan semesta dengan bi husbān (hitungan rumus), maka ketika Anda belajar fisika, astronomi, kimia, geologi, dan ilmu-ilmu alam lain, Anda hanya akan menemukan rumus. Rumus salah, matematikanya salah, hasilnya salah semua. Sebab ini tidak ada sistem random di semesta ini. Termasuk pertumbuhan karir Anda. Bertumbuh hak paten semesta, Anda tidak dapat memilih dan menentukan pertumbuhan Anda, tetapi Anda pemegang kunci pertumbuhan tersebut. Artinya tugas Anda berusaha, baik usaha fisik (ketekunan, kerja keras, manajemen, operasional, dll.) maupun usaha ruhani (impian, minat, cita-cita, ketidakputusaan, keikhlasan, dll.), selanjutnya semesta hitung-hitungan rumus dengan usaha Anda tersebut. Bahkan semesta menghitung pula data DNA Anda, kakek-nenek Anda dalam berupaya, datanya terendap dalam DNA Anda, lalu dijadikan komposisi rumus oleh semesta. Setelah ditemukan jumlahnya, semesta entah secara kontan ataupun kredit, memberikannya kepada Anda. Pemberian semesta itulah pertumbuhan. Karena semesta yang hitung-hitungan pemberian untuk jatah pertumbuhan Anda, ketika semesta mendatangkannya seolah di luar perhitungan Anda. Anda memperhitungkan pertumbuhan kecil, ternyata yang wujud dalam kenyataan perwujudan besar, Anda seolah memperhiyungkan besar, ternyata yang wujud kecil, hal itu terjadi karena jatah pertumbuhan itu hak paten semesta, semesta yang menghitung, bukan Anda, dan Anda menerimanya seolah random dan kebetulan. Sahabat saya, dr. Febi Sanda , dia dokter umum biasa, untuk menjadi Kepala Rumah Sakit Umum Daerah seharusnya mengantongi ijazah S2, dokter spisialis, tetapi semesta menghitungnya sebagai kualitas baik, point penjumlahan hitungan rumusnya tinggi, walau hanya dokter umum, semesta menetapkannya menjadi kepala sebuah RSUD. Jadi untuk gemilang tidak perlu ijazah, dukungan ini dan itu. Semesta menghitung berbeda dengan persyaratan formal yang ada. Emha Ainun Najib cuma lulus SMA, secara karir keilmuwan dia tidak memenuhi syarat, Menteri Susi Pujiastuti hanya lulusan SMP, untuk jadi pejabat selevel menteri, dia tidak memenuhi, Ahok kafir China yang secara budaya SARA di Indonesia tidak bisa berkuasa di Jakarta, tapi begitulah, peluang pertumbuhan, semestalah yang mengeksekusi. Kalau semesta telah menetapkan, tidak ada lagi yang mampu membatalkan. Jadi, sebenarnya di semesta ini tidak perlu ngos-ngosan ingin maju, ambisius, serakah, hanya untuk hasil berlimpah. Bekerja saja yang baik, semesta akan mendatangkannya sendiri. Misal, ingin jadi penulis terkenal, tidak perlu Anda hijrah ke Jakarta yang gudang penerbit, lakukan saja dari kampung, asal kualitas usaha Anda baik, peluang dan kesempatan datang sendiri. Dan untuk wujud pertumbuhan keduniawiaan, Anda jangan tertipu. Semesta tidak menghitung kebaikan Anda untuk mendapat jatah wah-wahan dengan duniawi. Tapi Anda bisa mengusahakannya dengan maksiat. Fir'aun kebaikannya sedikit, tapi kekuasaannya kokoh dan luas. Maria Ozawa, Sora Aoi, para artis yang jualan kemaluan secara on line, mereka semua mendapat jatah duniawi yang banyak dengan usaha maksiat. Jadi banyak kedurhakaan juga menjadi komposisi merumuskan pertumbuhan untuk Anda. Nah yang harus diusahakan dengan kebaikan adalah pertumbuhan pada derajat kemuliaan, derajat ahsani taqwīm, derajat karakter, derajat akhlak, derajat spiritual, termasuk di dalamnya mencapai ma'rīfat bi-llāh. Sehingga untuk bertumbuh, promosi dan iklan tidak begitu pengaruh, tetapi kualitas usaha diri itulah yang menentukan hitungan semesta untuk memberikannya kepada Anda. Berusaha saja, lalu berserahlah, semesta yang mengeksekusi pertumbuhan Anda dari jalan yang tidak disangka.[]

ZIKIR REPTIL

Muhammad Nurul Banan, ZIKIR REPTIL Setiap kali saya zikir, saya menganfirmasikan ke alam semesta, "Yā Allāh, ij'alnā min makārimil akhlāq (Ya Allah, jadikan kami bagian dari akhlak mulia)". Suatu hari saya sedang enek dengan mertua, lalu saya zikir dengan affirmasi "akhlak mulia sebagaimana harmoninya sistem alam semesta", esoknya tanpa sengaja saya duduk satu meja dengan mertua, dan--yang semalam hati kami masih ruwet--tiba-tiba mencair hanya lantaran ngobrol sesaat. Semesta membukakan jalan harmoninya. Istri saya pernah terkena Kelenjar Getah Bening, stadiumnya kankernya belum tinggi, saya zikir tidak minta kesembuhan tidak apa, hanya mengafirmasi keharmonisan sistem akhlak semesta, dan semesta berkenan membukakan keharmonisannya. Cuma terapi pijat di desa tetangga, sekitar 5 km dari rumah saya, alhamdu li-llāh sembuh, tanpa kemoterapi ataupun mengikuti terapi medis modern. Ketika saya punya masalah, dan ternyata sumbernya adalah kesalahan saya, semesta berkenan memberikan koreksinya kepada saya. Saya ubah sikap, lalu banyak keharmonisan yang saya temukan. Yang saya lakukan, ketika zikir, pikiran saya fokuskan untuk menyaksikan keharmonisan semesta, biasanya membayangkan gambar Almagest Claudius Ptolemaeus, dimana seluruh planet-planet bergerak harmoni mengelilingi Bumi. Planet Venus, planet Bulan, planet Markurius, planet Matahari, dll., bergerak random namun sinergi di mustaqar (orbit)-nya masing-masing untuk mencapai ajalin musammā (periode orbital planet atas Bumi). Bumi sendiri diam tidak melakukan revolusi juga tidak berotasi, planet-planet lain lah yang bergerak mengelilingi Bumi untuk melayani Anda pemilik kesadaran hati nurani. Planet-planet sujud bergerak tunduk melayani pusat alam semesta yakni Bumi. Planet Bulan, planet Matahari dengan bergerak pada mustaqar dan manāzil-nya masing-masing berbagi cahaya sebagaimana kodrat Yin dan Yang, mereka semua sujud pada pusat akhlāqul karīmah yakni diri Anda yang berada di Bumi. Semua ditundukkan dan disujudkan untuk melayani akhlāqul karīmah. Dan hanya Anda lah pemilik kesadaran akhlāqul karīmah, berarti pusat alam semesta adalah diri Anda. Anda tinggal di Bumi, maka sesuai tujuan penciptaan, semua orbit planet-planet mengelilingi Bumi, planet-planet sujud melayani Anda. Jadi alam semesta tunduk pada akhlak, mereka berkenan melayani Anda karena Anda satu-satunya makhluk yang punya potensi akhlak. Akhlāqul karīmah lah yang bisa menundukkan, menyinergikan, dan mengharmoniskan alam semesta. Sebab ini, ketika saya zikir, affirmasi zikir saya untuk mencapai ketinggian akhlāqul karīmah. Dan benar, apapun masalah yang saya hadapi, dengki, sumpek, susahnya kerezekian, kebencian, lemah, hingga penyakit, dan semua problem-problem keseharian lantas alam semesta membukakan jalan harmoninya sendiri untuk saya, asalkan kesadaran zikir saya memohon akhlak mulia. Suatu waktu saya merasa direndahkan sekelompok orang. Saya mantap mengalihkan affirmasi zikir saya untuk membesarkan diri saya, tujuannya biar mereka terbungkam. Ibaratnya kalau mereka dalam kerezekian dapat 1000 saya harus mencapai 2000, kalau mereka dalam pangkat jadi camat, saya harus mencapai bupati, kalau mereka cuma naik motor, saya harus naik mobil. Affirmasi zikir tersebut terus saya lakukan. Tiga hari kemudian, efeknya sudah saya rasakan. Tanpa saya sengaja nimbrung bergaul dengan teman-teman, saya merasa direndahkan, ada rasa tersinggung. Saya bermaksud agar dihormati, malah jadi orang tersisih. Punya problem keuangan, tidak menemukan jalan keluar selain hutang. Banyak sekali kejadian-kejadian keseharian yang membuat muka saya ciut, hati gelisah, dan saya menjadi sensitif. Lantas saya jadi mengangguk dengan "Map of Consciousness" dari David R. Hawkins tentang Force vs Power, level kesadaran tertinggi ternyata Pencerahan Diri. Hal-hal seperti ketidakmelekatan, melihat dunia apa adanya, netralitas, kepasrahan, cinta kasih, sabar, nrimo, syukur, ketenangan dan keseimbangan batin, serta masih banyak hal positif lainnya adalah hal-hal yang selalu diajarkan pada agama atau tradisi spiritual apapun. Level kesadaran Enlightenment atau pencerahan adalah level energi yang tertinggi. Menyadari sepenuhnya akhlāqul karīmah sebagai wujud inti kesemestaan adalah level tertinggi sistem alam karena diri manusia adalah pusat alam semesta. Semesta terbentuk dalam sinergi harmoni sebagai wujud sistem akhlāqul karīmah, sehingga kemudian ketika saya zikir dengan affirmasi mencapai akhlāqul karīmah, efeknya saya banyak menemukan kejutan-kejutan kebahagiaan. Saya juga jadi ingat dengan Otak Reptil, konsep Triune Brain dari Paul D. Maclean. Otak Reptil ini tugasnya mengatur gerak refleks dan keseimbangan koordinasi pada tubuh manusia. Otak Reptil inilah yang memberi perintah tubuh kita bergerak jika terjadi bahaya atau melindungi diri kita dari bahaya fisik dengan pendekatan "lari" atau "lawan”. Ketika Otak Reptil ini aktif, orang tidak dapat berpikir, yang berperan adalah insting dan langsung bereaksi. Ia aktif apabila seseorang merasa takut, stres, terancam, marah, kurang tidur, atau kondisi tubuh lelah. Kita adalah bagian dari mamalia, tentu Otak Reptil tersebut ada dalam mentalitas kita. Ketika kita merasa tersinggung, refleks kita ingin melawan untuk menang, ketika kita merasa rezeki seret, kita akan bangkit mendirikan shalat Dhuha, ketika kita merasa dibenci orang, kita akan mengamalkan wirid atau mantera pengasihan, ketika kita merasa ditolak cinta, kita lari ke dukun minta pelet, ketika kita terhubung dengan semangat nasionalisme kita akan teriak "merdeka", ketika kita terhubung dengan patrotisme religius kita akan teriak "Allāhu Akbar", dan banyak lagi kerja Otak Reptil pada diri kita. Menggunakan Otak Reptil atau Neokortek sebenarnya penurunan kesadaran, karena manusia telah diprogram akhlāqul karīmah, di dalam diri manusia ada kesadaran tertinggi di alam semesta. Lalu ketika si manusia berbuat sesuatu karena insting reptilnya, seperti saya yang zikir dengan kesadaran ingin mencapai kebesaran diri, atau seperti seseorang yang mengamalkan wirid dengan tujuan mencapai faidah tertentu, sebenarnya zikir seperti itu adalah "zikir reptil", pengamalnya turun level dari derajat akhlāqul karīmah menjadi derajat hewan mamalia. Karena ini, bagi saya, affirmasi zikir, affirmasi meditasi, affirmasi kerja, affirmasi ibadah terbaik adalah "ij'alnā min makārimil akhlāq", syukur hingga mencapai ikhlas, yang saya sendiri tidak tahu ikhlas itu apa.

KARAKTER ORANG LAIN SEBAGAI SUMBER KEREZEKIAN

Muhammad Nurul Banan, KARAKTER ORANG LAIN SEBAGAI SUMBER KEREZEKIAN Beberapa bulan lalu saya menaikan daya listrik rumah saya, menjadi 3800 watt. Petugas PLN yang mengerjakan proyek terlihat sangat terobsesi duit. Saya sebagai konsumen merasakan getaran obsesi itu, karena semua sisi proyek meraka cari-cari peluang duitnya, seolah prinsip mereka, "Bagaimana mengambil uang sebanyak-banyaknya dari saya." Saya tahu mereka demikian, tetapi karena saya kebutuhan tambah daya sudah mendesak, dan tidak ada lagi orang yang bisa saya mintai bantuan selain petugas PLN area daerah saya tersebut, mau tidak mau saya harus meminta bantuannya, tidak ada pilihan lain. Dari model pungli, modusnya ada, model menumpang harga dari penjualan kabel, modusnya ada, model mengakal-akal agar yang tidak perlu harus dibeli, modusnya juga ada. Saya sendiri sampai sekarang tidak tahu, di sisi mana saya kena, tapi pasti kena proyek modus, karena tidak begitu saya pedulikan. Tahu gelagat mereka yang "rai duit", saya siapkan diri melepas uang, daripada urusan listrik rumah saya jadi mudarat di kemudian hari. Bersama itu si petugas PLN tersebut juga melirik bangunan di seberang rumah saya, mereka tahu bangunan itu terkait dengan proyek Yayasan Pondok Pesantren Darul Abror untuk mendirikan Rumah Al-Qur'an Darul Abror yang dikelola istri saya. Tahu proyek terkait dengan saya, mereka merayu-rayu agar proyek pemasangan listriknya diserahkan pada mereka. Tapi karena proyek bangunannya saja baru terpasang bata, artinya belum begitu mendesak kebutuhan listriknya, saya tolak tegas. Sampai akhirnya mereka merayu-rayu di SMS dan WA, tapi akhirnya malah saya menyueki mereka, masa bodoh, sama sekali tidak saya gubris. Saya jadinya menolak keras berbagi rezeki dengan mereka, ini disebabkan hati mereka menginformasikan kepada saya, "Banan, kamu akan saya ambil uangnya, saya akan memungut keuntungan sebesar-besarnya dari kamu." Karakter manusia sangat mulia, ahsani taqwīm, tidak bisa direndahkan dengan cara apapun dan dengan perangkat apapun yang ada di alam semesta ini. Matahari yang penuh dengan energi nuklir mematikan saja tunduk kepada manusia, ia dengan sopan melayani seisi Bumi, saat fajar ia terbit, saat Maghrib ia tenggelam, ia aktif dan koperatif melayani manusia. Matahari berkenan demikian bukan karena apa-apa, itu disebabkan Matahari hormat dan tunduk kepada karakter mulia manusia, karakter ahsani taqwīm. Yang dilakukan petugas PLN area saya dalam mengais rejeki adalah mereka "ingin mengambil keuntungan besar dari para konsumen PLN". Ketika Anda punya uang didompet, lalu uang didompet Anda akan saya ambil untuk kepentingan saya, apa Anda rela? Anda pasti geram terhadap saya. Atensi "mengambil keuntungan dari orang lain" itu atensi menistakan karakter orang lain. Seolah, hidupnya dia sendiri, orang lain yang harus sempoyongan menguntungkannya. Si petugas PLN kehilangan peluang rezekinya yakni menggarap proyek instalasi Rumah Al-Qur'an Darul Abror. Karena belum begitu terdesak waktunya, saya mencari alternatif orang lain untuk menggarapnya, dan nemu. Saya merasa sangat malas berbagi rezeki lagi dengan mereka, sebab apa? Karena saya punya kehormatan karakter, kalau saya harus Dan begitulah, jika Anda menistakan karakter manusia, rezeki Anda yang terpampat, karena karakter manusia adalah sumber rezeki Anda. Menistakan karakter orang lain yang paling ekstrem adalah merampas rezeki dari orang lain dengan cara kriminal, sehingga para pelaku kriminalitas tidak lebih dari orang yang sedang memusnahkan sumber rezekinya sendiri. Di bawah level kriminalitas ialah mencari keuntungan dari orang lain. Anda dagang, melayani para pembeli, atensinya untuk mengambil keuntungan dari mereka. Anda sebagai pejabat politik, atensinya memuaskan kepentingan politik pribadinya. Anda menjadi pejabat pemerintah, atensinya meraup keuntungan dari rakyat, dan seterusnya. Katakter manusia itu mulia, sehingga kehormatan karakter orang lain menjadi sumber rezeki Anda, bila Anda berani menistakannya, itu sama saja Anda mematikan sumber rezeki Anda. Karena ini, mengais rezeki dengan profesi Anda masing-masing atensinya harus "membahagiakan orang lain", bukan bagaimana Anda untung dari orang lain. Dengan atensi membahagiakan, itu artinya Anda memuliakan karakter orang lain. Dan kehormatan karakter orang lain itulah sumber rezeki Anda. Cukup dengan membahagiakan orang lain dalam menjalankan profesi Anda, rezeki semesta akan mengalir. Perusahaan Facebook membahagiakan Anda semua, pemilik perusahaannya menjadi kaya raya. Tukul Arwana hanya membahagiakan pemirsa televisi lewat acara Bukan Empat Mata, dia langsung menjadi selebriti kaya raya. Dan Anda amati semua pelaku usaha, mereka yang berkemajuan adalah mereka yang bisa membahagiakan para konsumen dan pelanggannya. Mereka berkreativitas untuk membahagiakan orang lain. Anda pedagang, melayani pembeli, itu membahagiakan mereka. Anda pejabat pemerintah melayani rakyat itu membahagiakan mereka. Anda pemuka agama melayani umat itu membahagiakan mereka. Anda pekerja buruh, melayani bos itu membahagiakan mereka. Anda guru melayani siswa itu membahagiakan mereka. Membahagiakan itu hakikatnya memuliakan karakter orang lain. Manusia adalah ahsani taqwīm, karakter termulia, Matahari saja yang merupakan nuklir paling mematikan sujud untuk berbagi rezekinya kepada Anda, maka jika sampai Anda menistakan karakter orang, itulah jalan semua kematian.[]

FENOMENA ALAM DONALD TRUMP

Muhammad Nurul Banan, Ketika pusat Bumi, Kutub Utara, menarik kuat jarum kompas, secara berimbang, Kutub Selatan menyeimbangkannya. Ketika Anda memasukan benda ke dalam air, secara berimbang air bereaksi menyeimbangkan dirinya, air tumpah dengan volume sama dengan berat jenis benda yang dimasukkan ke dalam air. Dan seterusnya, semesta selalu berpola seimbang. Karena ini ketika banjir bandang Nabi Nuh A.S. meluluhlantakkan kaum penentang Tuhan, semesta lantas menumbuhkan dan membesarkan Kaisar Nimrod (Namrūdz) yang punya misi "menantang Tuhannya Nuh" yang telah memusnahkan nenek moyangnya. Dibangunlah menara Babel yang mencakar langit sebagai bentuk tantangan Nimrod pada Tuhan. Tidak tanggung-tanggung, keangkaramurkaan Nimrod lakukan untuk menentang Tuhannya Nuh, hidup tanpa etika dan aturan moral menjadi acuannya, dia ngamuk kepada Tuhan. Nimrod makin menjadi, semesta lantas menumbuhbesarkan Ibrahim A.S. sebagai versus Nimrod dan penerus kerisalahan spiritual Nuh A.S. Ibrahim bukan tokoh politik, bukan tokoh militer, bukan penguasa, bukan pula orang kaya raya. Apa kekuatannya untuk menentang Nimrod? Bagi Nimrod, melenyapkan Ibrahim semudah membunuh nyamuk. Tinggal tangkap, jerat tali, lempar ke alun-alun api, selesai. Namun semesta yang sedang menyadari dirinya perlu penyeimbang, dia tidak berkenan runtuh begitu saja. Segera alun-alun api untuk membantai Ibrahim dijadikan bardan wa salāman (dingin dan menyelamatkan). Tanpa kekuatan politik, kekuatan militer, kekuatan kekuasaan, kekuatan harta benda, enteng-enteng saja bagi semesta mencipta fenomena alam di luar kekuatan manusia, demi keseimbangan dirinya. Ketika negara-negara dunia terjebak dalam Perang Dunia II, dengan kesederhanaan riset ilmiah, semesta mengajarkan rumus E=MC². Si penemu rumus, Albert Einstein, sesudah Jerman mengalami kekalahan pada Perang Dunia I, Einstein makin getol mendesak presiden Roosevelt untuk menghentikan ‘The Manhattan Project’, yakni proyek pengembangan nuklir, tetapi usahanya tidak pernah berhasil. Bahkan, pemerintah Amerika mulai menciptakan bom atom. Harry Truman diangkat menjadi Presiden setelah Roosevelt wafat. Waktu itu Perang Dunia ke-2 sedang berkecamuk. Serangan Jepang di Pearl Harbour sepertinya membuat emosi presiden Truman makin memuncak, dia pun memutuskan untuk melemahkan kekuatan Jepang dengan menggunakan bom atom. Keputusan presiden Truman ini cukup mengejutkan dunia. Bayangkan, Albert Einsten tidak pernah menginginkan rumus E=MC² dikembangkan sebagai alat membunuh, usai Perang Dunia I dia berupaya keras mencegah pengembangan nuklir A.S., bahkan seusai Hiroshima dan Nagasaki diluluhlantakkan bom atom A.S., Einstein lah orang yang paling menyesali temuannya sendiri. Tetapi semesta berkehendak lain, kehendak semesta bukan kehendak Einstein. Semesta harus menyeimbangkan dirinya, dan meledaklah bom atom di Hiroshima dan Nagasakti. Hanya dengan rumus E=MC² semesta menyeimbangkan dirinya dari huru-hara Perang Dunia II. Termasuk NKRI merdeka dari jajahan Jepang lantaran rumus E=MC² ini. Saat gerakan Islam intoleran muncul, segera semesta memunculkan Islam liberal. Saat di Eropa, agama dengan misi Tuhan berkuasa dan mengendalikan semua sistem kehidupan, dari urusan WC sampai urusan kenegaraan, segera semesta memunculkan gerakan anti Tuhan (ateis). Dan terus seperti itu. Dan Anda tercengang-cengang, bagaimana bisa Donald Trump, tokoh yang kabarnya rasis, hedonis, fulgar dan antagonis, bisa diangkat oleh semesta sebagai Presiden A.S. yang artinya sosok Trump akan memimpin kebijaksanaan dunia? Bayangan dalam benak saya sendiri menjadi kacau dan tertawa sendiri ketika membayangkan istri Trump, "Kok bisa ya karakter Maria Ozawa jadi ibu negara?" Semesta mengangkat Trump sebenarnya cara semesta mengambil keseimbangan dirinya. Di dunia belahan Timur, khususnya Timur Tengah, rasa anti non muslim sedang begitu kuat, rasa intoleran sedang sangat kencang, muncul para penyembelih leher manusia dengan mengambil tema "jihad". Banyak asumsi berkomentar konflik SARA yang berkecemuk di Timur Tengah didalangi A.S. sendiri, dan mungkin ada benarnya, tetapi yang dicatat semesta adalah rasa hati manusianya. Karena konflik-konflik SARA tersebut, rasa hati manusia di sana selalu mengunggah rasa rasis, termasuk rasa anti terhadap non muslim. Belum lagi konflik bangsa Arab dengan Israel, konflik kedua suku keturunan Ibrahim A.S. juga sangat kuat menyokong rasa anti muslim dan anti non muslim. Makin hari rasa rasis itu makin mengoyak-oyak keseimbangan semesta. Dan akhirnya semesta bertindak menyeimbangkan dirinya, Donald Trump yang terkenal tokoh "anti Islam" dengan sangat mengejutkan menjadi Presiden A.S. Hal yang oleh warga A.S. sendiri sukar dipercaya, karena ini demonstrasi menolak hasil pemilu A.S. terjadi di berbagai wilayah A.S. Tidak nalar dan tidak terduga, Trump menang, persis seperti Nimrod yang menyangka kalau alun-alun api yang dia sediakan untuk Ibrahim akan mampu menghancurkan tubuh Ibrahim hingga ke sel terkecilnya, tetapi ternyata apinya dingin. Persis seperti rumus E=MC² yang ternyata bisa menghentikan kisruh Perang Dunia II, walaupun disangka oleh penemu rumusnya sebagai tehnologi pembunuh manusia paling mengerikan, tetapi ternyata dari rumus E=MC² itu semesta mengharmonikam dirinya. Perang berakhir. Kemenangan Donald Trump bukan sekedar ancaman bagi muslim, tetapi ancaman bagi dunia, tapi semesta bertindak memenangkan Trump karena semesta harus menetralisir dirinya dari getaran "anti non muslim" dengan memasang "anti muslim". Imbang. Tinggal kita di NKRI seperti dalam kasus Ahok sekarang ini. Ketika demontrasi pertama, saya masih sangat mendukung, karena biar si pelaku tahu kalau Islam itu berwibawa, tidak bisa disembrononi. Hasilnya si pelaku meminta maaf dan polisi siap memroses. Belum lagi ada efek hasil, eeh muncul demonstrasi kedua, eeh kabarnya akan muncul lagi demontrasi ketiga, 25 November. Ini sudah bukan bela Islam, tapi sebaliknya, merendahkan martabat muslim. Si pelaku penistaan ayat jelas orang goblok tidak ketolong (jahlul murakkab) jika dia yang sedang mencalonkan diri jadi pemimpin di tengah mayoritas muslim sengaja-sengaja melecehkan ayat agung kehormatan muslim, kalau ini disengaja jelas hanya orang goblok yang melakukan. Ditambah si pelaku sudah meminta maaf berkali-kali dan polisi sudah memroses hukum. Jadi alasan apalagi? Mau diterus-teruskan diskriminatif dengan alasan # bela ini dan itu, atau mau menahan diri, itu terserah Anda. Tetapi Donald Trump sudah dimunculkan oleh semesta, makin kuat rasa diskriminatif Anda terhadap SARA, maka Anda makin mengokohkam Trump sebagai pemimpin dunia.Yang padahal semesta ini bekerjanya ditentukan oleh rasa hati Anda.[]

SADAR SATU

Muhammad Nurul Banan, SADAR SATU Di level material, mata Anda jelas merasakan alam semesta ini merupakan bentuk keanekaragaman, bentuk pluralitas. Jangankan planet-planet yang terpisah-pisah hingga jarak ribuan kilometer, yang tipe rotasi perederan planetnya dan tipe materialnya berbeda-beda, tubuh Anda saja dilihat dari kesadaran materi sudah berbeda-beda, tangan beda dengan kaki, mata beda dengan hidung, dan seterusnya. Di level kesadaraan kebendaan, semua partikel alam berbeda-beda. Namun setiap keterpisahan selalu ada "satu" yang mengikat. Planet-planet beserta isinya itu beda-beda, tetapi ada "satu" yang mengikat, itu hanya satu tema "alam semesta". Tangan, kaki, mata, otak, hidung, itu berbeda-beda tetapi ada "satu" yang mengikat, itu "satu" tubuh. Ada papan tombol, ada layar, ada ram, ada charger, ada cassing, tetapi ada satu yang mengikat, itu "satu" Android. Semua realitas terikat pada "satu", tanpa terkecuali. Karena ini Tuhan menyatakan "qul huwa-llāhu ahad"; satu, hanya satu, lā syarīka lahu; tidak ada yang mendua. Dan ini ayat kauniyah, kesemestaan ini adalah kemahabijaksanaan wujud Tuhan. Pluralitas merupakan wujud nyata "satu", karena ini ketika Nabi S.A.W berdoa agar Islam menjadi "satu" sehingga tidak terpecah-belah seperti umat-umat terdahulu, doa Nabi S.A.W tersebut ditolak Allah. Allah tidak berkenan mengijabahi. Sebab dengan menghapus pluralitas itu sama artinya menghapus realitas "satu". Dan Anda tahu jika Yang Satu itu terhapus? Oke, Anda bilang Buya Syafi'i Maarif sesat, lantaran beliau memuliakan Ahok, Gus Dur sesat, lantaran beliau bergerak plural lintas agama dan lintas suku, tapi itulah kenyataannya, yang plural itu wujud satu, sehingga Buya Syafi'i Maarif dan Gus Dur yang merupakan pencapai spiritual tinggi merasa kaum di luar agamanya, kaum di luar sukunya, kaum di luar bangsanya bukan sebagai sesuatu yang beda, Buya Syafii dan Gus Dur merasa semua adalah "satu", itulah iman, itulah tauhid, itulah qul huwa-llāhu ahad. Mereka bukan tokoh-tokoh liberal seperti Anda tuduhkan, justru merekalah pencapai zikir tertinggi. Para pencapai spiritual selalu berorientasi plural, seperti Mahatma Gandhi berkata, “Jika kita percaya Tuhan, tidak hanya dengan kepandaian kita, tetapi dengan seluruh diri kita maka kita akan mencintai seluruh umat manusia tanpa membedakan ras atau kelas, bangsa atau pun agama, kita akan bekerja untuk kesatuan umat manusia. Semua kegiatan saya bersumber pada cinta kasih saya yang kekal kepada umat manusia. Saya tidak mengenal perbedaan antara kaum keluarga dan orang luar, orang sebangsa dengan orang asing, berkulit putih atau berwarna, orang hindu atau orang india beragama lain, orang Muslim, Parsi, Kristen, atau Yahudi. Saya dapat mengatakan bahwa jiwa saja tidak mampu membuat perbedaan-perbedaan semacam itu. Melalui suatu proses panjang melakukan disiplin keagamaan, saya telah berhenti membenci siapapun juga selama lebih dari empat puluh tahun ini”. Kesadaran kebendaan selalu menyaksikan hal yang berbeda dan terpisah-pisah, maka ini jika kesadaran kebendaan seseorang sangat kuat, dia akan merasakan miskin dan kaya sebagai perbedaan menyolok, dan ini disebut sikap materialisme. "Agamamu dan agamaku berbeda, karena ini kamu kafir, dan aku ahli surga. Kamu halal aku bunuh, halal aku bom, halal aku maki-maki, halal aku diskriminasikan, dll.," sikap begini sebenarnya kesadaran level kebendaan, kesadaran miskin dan kaya itu beda, perlakuannya pun beda. Bom Samarinda, aksi 4 November silam, adalah contoh kecil menyeruaknya materialisme dalam kesadaran manusia, kesadaran benda-benda materi di alam semesta berbeda-beda, karena merasa beda dengan dirinya, maka tidak ada lagi kompromi. Aksi-aksi ini, walaupun dibungkus dalil-dalil agama adalah karakter yang sama dengan karakter Israel yang dengan membabi-buta merampas hak hidup muslim Palestina. Israel merasa, "Yahudi dan muslim Palestina beda suku, beda agama, karena ini bangsa Palestina layak dimusnahkan". Atau seperti kesadaran Donald Trump yang rasis dan fasis, muslim di AS hendak dia perlakukan berbeda. Atau seperti kesadaran para Budhis di Mynmar, muslim Rohingnya dirasakan sebagai hal berbeda, sehingga didiskriminasikan. Inilah wujud nyata kesadaran materialisme. Kesadaran ini, di dalam diri Anda, muncul bersamaan dengan kelahiran Anda di Bumi, artinya itu kesadaran bawaan bayi. Saya muslim, saya akan masuk surga, dan yang tidak menjadi muslim dan sampai mati tidak menjadi muslim, maka dia masuk neraka, tanpa kompromi. Bukankah begitu yang ada di kesadaran Anda? Dan Anda yang non muslim juga demikian, menganggap muslim sebagai ahli neraka. Padahal tahukah Anda? Anda beragama ini dan itu semata-mata ikut orang tua. Kalau Anda anak Ratu Elizabeth Anda jadi Katolik, Anda anak Raja Bumibol Adulyajed Anda menjadi Budha, Anda anak dari Raja Abdul Aziz Anda menjadi muslim. Itu kesadaran bawaan bayi Anda. Sudahkah Anda dewasa? Dari bayi Anda punya bawaan sadar demikian, sekarang Anda amati antar golongan agama di sekitar Anda. Yang muslim sedekah, yang non muslim juga sedekah. Yang Kristen maksiat, yang muslim juga maksiat. Maria Ozawa--yang saya tidak tahu dia beragama apa--menjadi artis porno, juga banyak artis-artis porno dari kalangan muslimah, kalangan kristiani, kalangan budha, dan sebagainya. Dari karakter diri, semua menjadi "satu". Yang muslim punya rasa sedih, yang non muslim juga sedih, yang non muslim punya rasa bahagia, yang muslim juga punya rasa bahagia. Dari rasa, semua menjadi "satu". Hanya kesadaran materiallah yang menyadari ada kotak pemisah antara "dia dan aku", antara "kafir dan mukmin", antara "hitam dan putih", antara "miskin dan kaya". Sekalipun dia berjubah ulama, selaksa dalil yang dia kuasai, sekalipun dia berjubah pendeta dengan kalung salib besar dengan Injil sebagai hujah, sekalipun dia berujubah Budha berkepala pelontos dengan kalung Jenitri besar, sekalipun dia berjubah Brahma Hindu dengan simbol Shiwa besar, tetapi jika masih sadar "elu sesat aku paling surga" itu kesadaran masih materialistik, ujung-ujungnya orang masih doyan duit. Yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah akhlak memberantas pungli, memberantas korupsi, memberantas banjir, bukan akhlak sekedar pandai senyam-senyum santun. Bukan lagi waktunya menyudutkan salah satu putra bangsa dengan issu-issu "kafr", karena bukan seperti itu ajaran agama. Apalagi sampai bakar masjid atau bom gereja. Sudah saatnya kita jalankan agama kita dengan kasih, jalankan agama dengan tertib, jalankan agama sebagai "satu", bukan agama yang memisah-misahkan karakter dan rasa kita sebagai "satu" umat manusia, "satu" Indonesia. Anda biasanya tanya, mana dalilnya? Saya jawab, "Anda tidak butuh dalil, Anda hanya butuh sadar satu. Anda butuh sadar, sadar, sadar." "Katakanlah, Dia Allah Yang Maha Esa (Q.S. Al-Ikhlāsh : 1).

PENGHENTIAN PEMBERIAN KADANG ITU WUJUD PEMBERIAN, DAN SEBALIKNYA

Muhammad Nurul Banan, PENGHENTIAN PEMBERIAN KADANG ITU WUJUD PEMBERIAN, DAN SEBALIKNYA Apa sih yang menjadikan issu Q.S. Al-Māidah : 51 menjadi tranding berita, menjadi issu sensitif yang berhasil mengubah berbagai realitas, ada yang tadinya akur jadi bertengkar, ada yang tadinya adu pantat jadi berangkulan, ada yang tadinya tidak berduit jadi berduit karena bisa mengambil keuntungan dari issu ini, ada yang untung dari dagang, dari demonstrasi, dari media, dll., tetapi ada yang sebaliknya, ada yang tadinya berlimpah jadi bangkrut. Dan mungkin ada yang tadinya dijatah surga oleh Tuhan jadi dapatkan jatah neraka, dan ada pula yang tadinya dapat jatah neraka jadi dapat jatah surga. Suhu politik nasional memanas, sistem ekonomi ketar-ketir apalagi setelah dibumbui issu rush money 2511, sistem pertahanan keamanan juga ikut babak-belur. Sedemikian senternya issu ini, banyak realitas yang berubah drastis. Apa sih yang memicu itu semua terjadi? Yang memicu adalah "rasa" Anda. Ketika video tersebut diunggah oleh Buni Yani dan seketika menjadi viral, jutaan perasaan teraduk-aduk. Ada yang marah, ada yang tersinggung, ada biasa-biasa saja, ada yang menyalahkan Ahok, ada yanv membela, ada yang makin suka, ada yang makin muak. Semua rasa-rasa Anda itu terkirim ke jaringan alam semesta, lalu dari rasa Anda tersebut alam semesta bekerja mewujudkan realita. Terjadilah konflik politik, konflik SARA, ketidakstabilan sosial dan ekonomi, dan lain-lain, bahkan kerusuhan juga terjadi. Alam semesta bekerja mengikuti perasaan Anda. Jika rasa Anda damai, realita yang terwujud damai, jika rasa Anda rusuh, realita yang terwujud rusuh. Di dunia binatang tidak ada kisruh apa-apa, tenang seperti biasa, karena rasa hati binatang-binatang tidak mengakses apa yang diakses oleh rasa Anda. Sehingga rasa Anda lah pengeksekusi alam semesta. Karena rasa hati Anda pengeksekusi alam semesta, Tuhan banyak menjanjikan wujud realita hanya dengan bermain hati. Misal rasa syukur jadikan berlimpah rezeki, rasa kufur nikmat jadikan azab, rasa tawakal jadikan rezeki min haitsu lā yahtasib, rasa takwa jadikan semua problem menemukan jalan keluar, rasa dengki jadikan fakir, rasa pelit jadikan miskin, dan sebagainya. Tuhan menjanjikan itu karena memang rasa Anda pemegang reaksi alam semesta. Dua tahun lalu saya bertemu dengan seorang teman yang punya masalah dibuang oleh mertua. Dia menantu miskin, si mertua merasa tidak selevel kerezekiannya dengan si menantu. Dia diusir, untung si istri memilih mengikutinya. Dalam keadaan ngap-ngapan, si menantu membawa istrinya pulang ke rumah orang tuanya. Rumah orang tuanya tentu seperti kandang bebek. Dua bulan kemudian dia pilih mengontrak satu kamar kecil setelah dia diterima menjadi guru honorer sebuah MA. Yang menarik darinya, dia tidak pernah merasa perlakuan mertuanya sebagai suatu penistaan. Dia berpikir terbalik, dia merasa itu jalan kekayaan. Waktu itu saya terus menelusuri jalan pikirannya, ternyata dia memang bermental kaya. Dia berperasaan, "Ketika semua pemberian dihentikan, itu artinya jalan pemberian". Dia mengambil hikmah dari kitab Al-Hikām karya Ibn 'Athāi-llāh, ﺭُﺑَّﻤﺎَ ﺍَﻋْﻄﺎﻙَ ﻓﻤَﻨَﻌﻚَ ﻭَﺭُﺑَّﻤﺎَ ﻣﻨَﻌَﻚَ ﻓﺄَﻋْﻄﺎﻙَ Artinya; "Terkadang Dia memberi kepadamu, (dengan cara) Dia meghentikannya untukmu. Dan terkadang Dia menghentikan untukmu, (dengan cara) Dia memberinya kepadamu." Maksudnya, Tuhan seringkali mewujudkan pemberian dalam bentuk penolakan, dan sebaliknya seringkali Tuhan mewujudkan penolakan dalam bentuk pemberian. Teman saya mengunggah rasa kepada alam semesta, kalau penghentian pemberian simpati dan jalan rezeki dari mertuanya sebagai jalan Tuhan memberikan semuanya kepadanya. Ini mental kaya, di mana seorang yang bermental kaya tidak berpikir bagaimana dia diberi, sebab rasa ingin diberi itu merupakan rasa tidak berpunya. Dia memahami maksud Tuhan, bahwa dengan terhentinya pemberian dari mertua, sementara orang tua kandungnya sendiri cukup sangat kekurangan, dia tidak bisa mengharapkan sesuatu dari siapa-siapa lagi selain kepada dirinya sendiri. Harus sukses, harus sukses, harus sukses, dia didesak motivasi seperti itu. Dimulai ikut teman jualan sayuran di pasar. Sebelum dia berangkat ke sekolah, dia bangun jam 2 malam, menjadi kuli temannya jualan sayuran di pasar, rezekinya terus mengalir. Lama-lama dia jadi pemborong sayuran pada petani, dan kemarin saya bertemu dengannya, dia sudah bisa beli tanah dan mobil Carry terbuka. Loncatan finansial yang hanya ditempuh dalam 2 tahun. Saya sendiri merasa keok dari dia. Dan saya rasa itu dimulai dari rasa kayanya kepada alam semesta, bahwa sekalipun itu "penghentian pemberian", dia bisa menilainya sebagai jalan Tuhan memberikan semuanya kepadanya. Rasa yang Anda kirim ke alam semesta adalah yang akan alam semesta realisasikan. Berbeda dengan kenalan saya yang lain. Suami istri sama-sama guru PNS. Rumah tinggal menempati karena orang tua dari pihak suami maupun dari pihak istri sama-sama mampu. Tetapi karena keduanya mengirim rasa serakah kepada alam semesta, di mana rasa serakah itu adalah rasa "aku kurang, aku kurang, masih banyak yang belum aku miliki," keduanya sekarang terjebak hutang bank sampai milyaran. Keduanya menjadi korban Dimas Kanjeng. Tergiur penggandaan uang, keduanya hutang bank 1 milyar untuk digandakan dengan agunan gaji guru PNS. Pasca tertangkapnya Dimas Kanjeng, keduanya baru kelepek-kelepek. Tuhan memberi jalan pemberian kepada keduanya, ternyata sebagai cara Tuhan menghentikan pemberian-Nya. Dan itu semua dimulai dari rasa hati Anda. Karena itu pentingnya mengambil hikmah kehidupan. Karena dengan mengambil hikmah, rasa yang kita unggah kepada alam semesta akan menjadi informasi keberlimpahan, bukan informasi kenistaan, sebab alam semesta mewujudkan realita dari rasa hati kita.[]

ZONA NEWTONIAN ... ZONA QUANTUM ... REZEKI ... PRASANGKA ... & MELAMPAUI PRASANGKA ...

Arif Rh, ZONA NEWTONIAN ... ZONA QUANTUM ... REZEKI ... PRASANGKA ... & MELAMPAUI PRASANGKA ... Di zona material, banyak hal cenderung bisa diprediksi, diperkirakan, diprasangkakan ... Sementara di zona quantum, prinsipnya ketidakpastian, uncertainity principle, alias lebih susah diprediksi ... Jadi ... Bagi anda, yang sudah mampu memprediksi jumlah rezeki anda, boleh dikatakan, anda baru mampu bermain di wilayah zona material ... Zona fisika newtonian ... Dan anda, yang dalam hidupnya, sudah tidak mampu lagi melakukan prediksi, tentang jumlah rezekinya ... Alias, sering mendapat rezeki tak terduga ... Sering mendapat rezeki tak disangka ... Maka dialah manusia, yang sudah sebenar-benarnya, mampu "bermain di zona fisika quantum" ... "mumpuni berenang di samudera kemungkinan" ... "piawai dalam memainkan vibrasinya" ... Selamat memasuki dimensi yang tidak terduga ... Selamat berselancar, di wilayah yang melampaui prasangka-prasangka anda ...

REZEKI YANG BATAL

"Rezeki yang datang di luar prasangka, sering luput entah kemana, karena manusia suka membuat-prasang ka-prasangka ... Rezeki tak terduga, sering batal dan meniada, karena manusia suka menduga-duga ..." #Arif RH

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...