Ifan Winarno
sudah berhari-hari seseorang mengeluh kepadaku tentang
ketakutan, kekhawatiran, keburukan orang, dll .. lewat
sms aku cuekin aja .. nelpon langsung aku reject ..
karena aku sudah pernah katakan "jangan berpikir yang
berlebihan, kasihani badanmu. fokus pada
kesehatanmu" ..
kalau saranku yang sederhana itu saja tidak dilakukan,
apalagi saran yang spesifik berupa teknik yang perlu
disiplin dan kesungguhan dalam melakukannya .. kalau
dia saja tidak memperlakukan dirinya sendiri dengan
baik, bagaimana bisa mengharapkan orang lain
memperlakukan dia dengan baik? ..
seorang sahabatku mengatakan aku "kejam" padanya ..
aku bilang "waktu dan kemampuanku terbatas .. lebih
baik aku gunakan untuk mereka yang benar-benar ingin
sembuh dan keluar dari keterpurukannya .. dan itu
sangat banyak dan lebih urgent"
lagian .. sebuah persoalan .. tidak akan hadir ke dalam
hidup seseorang tanpa sebab .. semua ini hanyalah
akibat dari perbuatan sendiri .
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Sabtu, 30 April 2016
.:: KEBEBASAN ITU HAK, TAK PERLU PAKSAAN.. ::.
Gobind Vashdev
Baru saja membuka email dan mendapat undangan nobar
gratis dan diskusi tentang satwa dari team Kongkow Ijo
di Jakarta.
film yang di tonton berjudul BlackFish, tetang "Paus
Pembunuh" yang bernama Tilikum yang telah menghabisi
3 nyawa manusia.
Mengingatkan saya pada kejadian mengenaskan pada
pesulap terkenal Roy yang diterkam oleh macan
kesayangannya dalam sebuah pertunjukan di tahun 2003
lalu.
Memang menarik bagaimana kita merespon, bila sang
kanivora sejati itu melahap manusia, kita menyebutnya
kejam; namun tidak sebaliknya, jika manusia menjadikan
perutnya sebagai kuburan para binatang.
Film Blackfish yang akan didiskusikan besok malam
bukan bercerita tentang gaya hidup Vegetarian,
melainkan cerita tentang apa yang terjadi dibalik
pertunjukan satwa yang luar biasa.
saya dan saya rasa hampir semua dari kita paling tidak,
pernah terkagum-kagum ketika melihat pertunjukan
sirkus.
"Bagaimana mereka bisa melatih binatang yang liar tak
terkendali itu melakukan apa yang pawang inginkan?"
adalah pertanyaan sejuta umat.
"Pasti dengan kesabaran dan cinta kasih" kata seorang
teman.
Tolak ukur yang dipakai teman itu adalah melihat
gerakan satwa yang atraktif dan sorot mata berbinar
dari pelatihnya.
Di balik semua image bahagia yang terbentuk di
panggung pertunjukan, bukan saja tidak indah namun
acapkali kekejian terjadi.
Mulai penangkapan para hewan itu, pengkandangan,
pemberian makan dan penyiksaan berupa pukulan,
tusukan bahkan setrum pun dijadikan sebuah
alternatifnya, semua perbuatan diatas bertujuan pada
satu kata "menurut".
Semoga kesimpulan saya salah, setelah menjalani dan
mengamati kehidupan sekitar saya berani mengatakan
bahwa ras manusia ini "gila" akan keinginan mengontrol.
Keinginan ini sering menjadi obsesi, semua berasal
karena kita mengharapkan kejadian seperti yang kita
inginkan.
Dalam skala besar kita melihat bagaimana pemerintah
membuat kartu identitas yang semakin hari semakin
gampang terlacak keberadaan penduduknya.
industriawan menciptakan sistem dimana konsumen
menjadi tergantung oleh produk-produknya. Para
pimpinan akan menari girang bila semua karyawannya
menurut, dan tentu yang akan saya bahas lebih panjang
dan yang paling tak terbantahkan adalah orangtua pada
"piaraan kecilnya" tentunya.
Siapa yang tidak suka anaknya nurut? , bahkan di
berbagai kesempatan arti/makna kata 'cerdas' bagi
para orangtua adalah anak yang menuruti perintah
ortu/guru.
Lihatlah masyarakat yang memuji seorang anak kecil
sebagai anak pintar ketika mau salim, senyum dan kiss
bye bila disuruh.
Bahagianya jadi ortu bila anak disuruh makan, makan,
diminta tidur juga ia langsung cuci kaki, cuci tangan,
gosok gigi dan tidur setelah berdoa.
Apalagi bila sudah gedean disarankan untuk masuk ke
fakultas tertentu dan anaknya setuju.
Bagi orangtua yang berkeyakinan anak harus nurut pada
apapun yang dikehendaki orangtuanya, sahabat saya
punya saran "jangan punya anak tapi belilah robot".
Mirip seperti para pekerja manusia yang tergantikan oleh
mesin karena para investor menginginkan kontrol yang
lebih leluasa dan gampang bukan?
Jangan disalah artikan bahwa kita sebagai ortu tidak
perlu mengajarkan etika, moral atau nilai-nilai luhur,
semuanya adalah wajib bagi orangtua, namun semua
menjadi tidak produktif ketika kita memilih jalan
memaksa anak.
Jangan sampai kisah-kisah di balik panggung sirkus
terjadi pada seorang anak. Michael Jackson mungkin
salah satu contoh sempurna bagaimana ayahnya yang
terobsesi menjadi terkenal dan mungkin kaya
melampiaskan keinginannya pada anak-anaknya. jakson
five tampil prima dipertunjukan, MJ kecil disebut anak
ajaib, tapi ada harga yang sangat mahal dibalik
ketenaran tersebut.
Saya percaya bahwa setiap orangtua pasti bermaksud
baik, apalagi pada anak tercintanya, mereka ingin
anaknya menjadi orang besar, hebat, sukses, kaya atau
apapun sebutannya. saya juga bisa memahami bahwa
Orangtua pasti mempunyai pengalaman dan pengetahuan
tentang menjalani hidup daripada anak dan merasa
mengetahui apa yang baik dan tidak.
Akan tetapi diatas semua itu yang diperlukan adalah
sebuah kesadaran, bahwa anak atau pasangan disamping
kita adalah individu yang mempunyai kebebasan dalam
memilih jalan hidupnya.
"Anakmu bukanlah milikmu" adalah tulisan dengan
makna spiritual cukup dalam yang tidak hanya perlu
dibaca melainkan dihayati oleh setiap orangtua.
Educare adalah bahasa latin dari Education yang artinya
"menarik keluar".
tujuan pendidikan adalah menarik keluar potensi, bakat
dan minat anak yang luar biasa yang terpendam
didalamnya.
dan menurut saya hal yang paling awal dan alami yang
diperlukan untuk semua makhluk hidup agar bertumbuh
adalah ruang dan waktu.
Memberikan ruang bertumbuh dan orangtua hadir di saat
ini adalah 2 pondasi emas di masa keemasan seorang
anak.
Anak dilahirkan di rumah dunia, bukan dipanggung
pertunjukan.
Dalam besaran proporsi, selayaknya lebih banyak kita
sebagai orangtua yang belajar daripadanya dibanding
sebaliknya
Ia datang dengan kebijaksanaan yang jauh lebih tinggi,
hidup di saat ini, melihat tanpa menghakimi, tersenyum
tulus, tidur nyenyak dan jutaan kebijaksanaan lainnya.
Sayang sekali bila ego kita yang bermuara dari
kecanduan kita akan pujian, penghargaan, penerimaan,
dan keinginan terlihat sebagai orangtua hebat
bertransformasi menjadi kehendak kuat untuk memaksa si
kecil yang murni.
Keharmonisan bukan dicapai dengan mengontrol apalagi
memaksa.
Alam telah mengajarkan kita semua untuk menikmati
proses melepas.
Biarkan ikan berenang, monyet memanjat, singa
mengaum, burung mengangkasa dan seorang anak
menjadi seorang anak, semua mengalir sempurna oleh
tuntunan takdir semesta.
_/|\_
Baru saja membuka email dan mendapat undangan nobar
gratis dan diskusi tentang satwa dari team Kongkow Ijo
di Jakarta.
film yang di tonton berjudul BlackFish, tetang "Paus
Pembunuh" yang bernama Tilikum yang telah menghabisi
3 nyawa manusia.
Mengingatkan saya pada kejadian mengenaskan pada
pesulap terkenal Roy yang diterkam oleh macan
kesayangannya dalam sebuah pertunjukan di tahun 2003
lalu.
Memang menarik bagaimana kita merespon, bila sang
kanivora sejati itu melahap manusia, kita menyebutnya
kejam; namun tidak sebaliknya, jika manusia menjadikan
perutnya sebagai kuburan para binatang.
Film Blackfish yang akan didiskusikan besok malam
bukan bercerita tentang gaya hidup Vegetarian,
melainkan cerita tentang apa yang terjadi dibalik
pertunjukan satwa yang luar biasa.
saya dan saya rasa hampir semua dari kita paling tidak,
pernah terkagum-kagum ketika melihat pertunjukan
sirkus.
"Bagaimana mereka bisa melatih binatang yang liar tak
terkendali itu melakukan apa yang pawang inginkan?"
adalah pertanyaan sejuta umat.
"Pasti dengan kesabaran dan cinta kasih" kata seorang
teman.
Tolak ukur yang dipakai teman itu adalah melihat
gerakan satwa yang atraktif dan sorot mata berbinar
dari pelatihnya.
Di balik semua image bahagia yang terbentuk di
panggung pertunjukan, bukan saja tidak indah namun
acapkali kekejian terjadi.
Mulai penangkapan para hewan itu, pengkandangan,
pemberian makan dan penyiksaan berupa pukulan,
tusukan bahkan setrum pun dijadikan sebuah
alternatifnya, semua perbuatan diatas bertujuan pada
satu kata "menurut".
Semoga kesimpulan saya salah, setelah menjalani dan
mengamati kehidupan sekitar saya berani mengatakan
bahwa ras manusia ini "gila" akan keinginan mengontrol.
Keinginan ini sering menjadi obsesi, semua berasal
karena kita mengharapkan kejadian seperti yang kita
inginkan.
Dalam skala besar kita melihat bagaimana pemerintah
membuat kartu identitas yang semakin hari semakin
gampang terlacak keberadaan penduduknya.
industriawan menciptakan sistem dimana konsumen
menjadi tergantung oleh produk-produknya. Para
pimpinan akan menari girang bila semua karyawannya
menurut, dan tentu yang akan saya bahas lebih panjang
dan yang paling tak terbantahkan adalah orangtua pada
"piaraan kecilnya" tentunya.
Siapa yang tidak suka anaknya nurut? , bahkan di
berbagai kesempatan arti/makna kata 'cerdas' bagi
para orangtua adalah anak yang menuruti perintah
ortu/guru.
Lihatlah masyarakat yang memuji seorang anak kecil
sebagai anak pintar ketika mau salim, senyum dan kiss
bye bila disuruh.
Bahagianya jadi ortu bila anak disuruh makan, makan,
diminta tidur juga ia langsung cuci kaki, cuci tangan,
gosok gigi dan tidur setelah berdoa.
Apalagi bila sudah gedean disarankan untuk masuk ke
fakultas tertentu dan anaknya setuju.
Bagi orangtua yang berkeyakinan anak harus nurut pada
apapun yang dikehendaki orangtuanya, sahabat saya
punya saran "jangan punya anak tapi belilah robot".
Mirip seperti para pekerja manusia yang tergantikan oleh
mesin karena para investor menginginkan kontrol yang
lebih leluasa dan gampang bukan?
Jangan disalah artikan bahwa kita sebagai ortu tidak
perlu mengajarkan etika, moral atau nilai-nilai luhur,
semuanya adalah wajib bagi orangtua, namun semua
menjadi tidak produktif ketika kita memilih jalan
memaksa anak.
Jangan sampai kisah-kisah di balik panggung sirkus
terjadi pada seorang anak. Michael Jackson mungkin
salah satu contoh sempurna bagaimana ayahnya yang
terobsesi menjadi terkenal dan mungkin kaya
melampiaskan keinginannya pada anak-anaknya. jakson
five tampil prima dipertunjukan, MJ kecil disebut anak
ajaib, tapi ada harga yang sangat mahal dibalik
ketenaran tersebut.
Saya percaya bahwa setiap orangtua pasti bermaksud
baik, apalagi pada anak tercintanya, mereka ingin
anaknya menjadi orang besar, hebat, sukses, kaya atau
apapun sebutannya. saya juga bisa memahami bahwa
Orangtua pasti mempunyai pengalaman dan pengetahuan
tentang menjalani hidup daripada anak dan merasa
mengetahui apa yang baik dan tidak.
Akan tetapi diatas semua itu yang diperlukan adalah
sebuah kesadaran, bahwa anak atau pasangan disamping
kita adalah individu yang mempunyai kebebasan dalam
memilih jalan hidupnya.
"Anakmu bukanlah milikmu" adalah tulisan dengan
makna spiritual cukup dalam yang tidak hanya perlu
dibaca melainkan dihayati oleh setiap orangtua.
Educare adalah bahasa latin dari Education yang artinya
"menarik keluar".
tujuan pendidikan adalah menarik keluar potensi, bakat
dan minat anak yang luar biasa yang terpendam
didalamnya.
dan menurut saya hal yang paling awal dan alami yang
diperlukan untuk semua makhluk hidup agar bertumbuh
adalah ruang dan waktu.
Memberikan ruang bertumbuh dan orangtua hadir di saat
ini adalah 2 pondasi emas di masa keemasan seorang
anak.
Anak dilahirkan di rumah dunia, bukan dipanggung
pertunjukan.
Dalam besaran proporsi, selayaknya lebih banyak kita
sebagai orangtua yang belajar daripadanya dibanding
sebaliknya
Ia datang dengan kebijaksanaan yang jauh lebih tinggi,
hidup di saat ini, melihat tanpa menghakimi, tersenyum
tulus, tidur nyenyak dan jutaan kebijaksanaan lainnya.
Sayang sekali bila ego kita yang bermuara dari
kecanduan kita akan pujian, penghargaan, penerimaan,
dan keinginan terlihat sebagai orangtua hebat
bertransformasi menjadi kehendak kuat untuk memaksa si
kecil yang murni.
Keharmonisan bukan dicapai dengan mengontrol apalagi
memaksa.
Alam telah mengajarkan kita semua untuk menikmati
proses melepas.
Biarkan ikan berenang, monyet memanjat, singa
mengaum, burung mengangkasa dan seorang anak
menjadi seorang anak, semua mengalir sempurna oleh
tuntunan takdir semesta.
_/|\_
.:: KEYAKINAN ITU... ::.
T : "benaran Suami mencintai Anda ?
J : "ya.."
T : "yakin... bneran...??? "
J : "....??????" (keyakinan goyah)
" jawabnya, gaada yg lbh baik
drpd keyakinanku akan cinta suamiku padaku..."
J : "ya.."
T : "yakin... bneran...??? "
J : "....??????" (keyakinan goyah)
" jawabnya, gaada yg lbh baik
drpd keyakinanku akan cinta suamiku padaku..."
.:: MERASA BENAR ATAU MERASA SALAH ? ::.
Arif Rh
Dua orang atau lebih, yang merasa "salah", akan
saling memaafkan ... Dua orang atau lebih, yang
merasa "benar", akan saling berseteru, bahkan saling
menghancurkan ...
Anda ribut wae sama seseorang atau beberapa
orang? ... Simple ... Anda merasa benar ... Dia juga
merasa benar, sama persis kayak anda ...
Yang jelas, anda dan dia sama-sama lupa, bahwa
Tuhan lah yang Maha Benar ... Wkkkkkkkk ..
Dua orang atau lebih, yang merasa "salah", akan
saling memaafkan ... Dua orang atau lebih, yang
merasa "benar", akan saling berseteru, bahkan saling
menghancurkan ...
Anda ribut wae sama seseorang atau beberapa
orang? ... Simple ... Anda merasa benar ... Dia juga
merasa benar, sama persis kayak anda ...
Yang jelas, anda dan dia sama-sama lupa, bahwa
Tuhan lah yang Maha Benar ... Wkkkkkkkk ..
.:: RABITHOH DAN WASILAH KEPADA GURU ::.
Abah FK,
Robithoh itu mirip mirip dengan berwasilah/tawasul......
Hanya saja kalau robithoh itu kan ditujukan ke gurunya
yang "masih hidup"..... wasilah itu ditujukan kepada
yang sudah meninggal..... umumnya seperti itu
Dalam wasilah memang ada beda pemahaman, yang
pertama mengatakan itu perlu, yang lain mengatakan itu
tidak perlu.....
Yang mengatakan perlu karena berpandangan bahwa
orang orang yang diwasilahi ini mereka memiliki
kemuliaan dan lebih dekat kepada Allah, jadi wasilah ini
dalam rangka "mengambil keutamaan" dari keutamaan
orang orang yang mulia......
Yang mengatakan tidak perlu menganggap bahwa Allah
tidak membutuhkan perantara, semua bisa langsung,
malah ada yang ekstrim menilai wasilah sebagai bentuk
syirik.....
Ini tergantung keyakinan masing masing yang tidak bisa
dipaksakan.....
Pada dasarnya robithoh seprinsip dengan wasilah,
bedanya dia ditujukan kepada guru yang masih hidup.....
Dengan cara menghadirkan "cahaya" guru kedalam hati
seorang murid, lalu murid ini mengambil keutamaan dari
cahaya gurunya agar cahaya ini menyampaikan ke
gurunya guru dst sampai menuju cahaya rasullullah,
kemudian menuju Allah.....
Mengapa murid melakukan robithoh atau melalui
perantaraan demi perantaraan ini, tidak langsung ke
Allah saja??..... Jawabannya sederhana, keilmuan
orang itu beda beda, orang orang yang dekat kepada
Allah, mereka hijabnya dengan Allah sudah tipis, adapun
yang masih jauh kepada Allah, hijabnya masih tebal......
Orang yang hijabnya sudah tipis, cendrung doanya lebih
mustajab, lebih didengar Allah ketimbang yang hijabnya
masih tebal.... Demikianlah orang orang ini perlu
melakukan robithoh agar lebih mudah mendekat kepada
Allah......
Jadi robithoh itu dengan cara menghadirkan cahaya guru
didalam hatimu, dalam hal ini engkau mesti
"menghayati" gurumu, mengenangnya, melebur dalam
samudra ruhaninya, lenyap didalamnya seolah olah
engkau adalah dia...... Maka engkau akan bisa
mengambil keutamaan demi keutamaan dari Allah yang
dititipkanNYA kepada gurumu......
engkau tidak akan bisa menyerap apapun dari cahaya
gurumu bilamana hatimu mengingkarinya...... seperti
dahulu kukatakan, "cahaya hanya bisa ditangkap dengan
cahaya, ilmu itu hanya bisa diserap dengan
ketawadu'an", dan robithoh adalah jalannya untuk
melakukan penyerapan......
Robithoh itu mirip mirip dengan berwasilah/tawasul......
Hanya saja kalau robithoh itu kan ditujukan ke gurunya
yang "masih hidup"..... wasilah itu ditujukan kepada
yang sudah meninggal..... umumnya seperti itu
Dalam wasilah memang ada beda pemahaman, yang
pertama mengatakan itu perlu, yang lain mengatakan itu
tidak perlu.....
Yang mengatakan perlu karena berpandangan bahwa
orang orang yang diwasilahi ini mereka memiliki
kemuliaan dan lebih dekat kepada Allah, jadi wasilah ini
dalam rangka "mengambil keutamaan" dari keutamaan
orang orang yang mulia......
Yang mengatakan tidak perlu menganggap bahwa Allah
tidak membutuhkan perantara, semua bisa langsung,
malah ada yang ekstrim menilai wasilah sebagai bentuk
syirik.....
Ini tergantung keyakinan masing masing yang tidak bisa
dipaksakan.....
Pada dasarnya robithoh seprinsip dengan wasilah,
bedanya dia ditujukan kepada guru yang masih hidup.....
Dengan cara menghadirkan "cahaya" guru kedalam hati
seorang murid, lalu murid ini mengambil keutamaan dari
cahaya gurunya agar cahaya ini menyampaikan ke
gurunya guru dst sampai menuju cahaya rasullullah,
kemudian menuju Allah.....
Mengapa murid melakukan robithoh atau melalui
perantaraan demi perantaraan ini, tidak langsung ke
Allah saja??..... Jawabannya sederhana, keilmuan
orang itu beda beda, orang orang yang dekat kepada
Allah, mereka hijabnya dengan Allah sudah tipis, adapun
yang masih jauh kepada Allah, hijabnya masih tebal......
Orang yang hijabnya sudah tipis, cendrung doanya lebih
mustajab, lebih didengar Allah ketimbang yang hijabnya
masih tebal.... Demikianlah orang orang ini perlu
melakukan robithoh agar lebih mudah mendekat kepada
Allah......
Jadi robithoh itu dengan cara menghadirkan cahaya guru
didalam hatimu, dalam hal ini engkau mesti
"menghayati" gurumu, mengenangnya, melebur dalam
samudra ruhaninya, lenyap didalamnya seolah olah
engkau adalah dia...... Maka engkau akan bisa
mengambil keutamaan demi keutamaan dari Allah yang
dititipkanNYA kepada gurumu......
engkau tidak akan bisa menyerap apapun dari cahaya
gurumu bilamana hatimu mengingkarinya...... seperti
dahulu kukatakan, "cahaya hanya bisa ditangkap dengan
cahaya, ilmu itu hanya bisa diserap dengan
ketawadu'an", dan robithoh adalah jalannya untuk
melakukan penyerapan......
.:: SEPERTI SEHAT, SAKIT TIDAK UNTUK DITAKUTI ::.
Gobind Vashdev
KALAU ANAK SAKIT DIKASIH APA PAK?
"kalau Rigpa sakit dikasih apa pak?"
"ngga dikasih apa apa" jawab saya
"kalau ngga dikasih apa-apa , apa bisa sembuh?"
sebenarnya setengah tepat jawaban saya, bila yang
dimaksud dengan obat farmasi , betul saya tidak
memberikannya, namun kalau "tidak dikasih apa-apa"
secara harafiah diartikan "tidak dikasih apa-apa" maka
tidak tepat juga.
sejujurnya ada sedikit bagian yang cemas, sebagian lagi
yang porsinya lebh besar malah senang ketika RIgpa ,
anak kami terserang flu atau sejenisnya.
sakit dan sehat adalah pasang surut ombak kehidupan
yang patut kita nikmati, mirip seperti naik dan turun
gunung, masing-masing tahapan pasti ada keindahan dan
tantangannya.
Seseorang menderita ketika tubuhnya sakit karena ia
ingin menghindar atau cepat-cepat keluar dari rasa
tersebut.
bukannya bertanggug jawab, kebanyakan orang lari dari
rasa sakit, kita seolah melupakan bahwa sakit dapat
berkunjung ketubuh itu atas undangan dari perilaku kita
sendiri.
Saya senang ketika Rigpa hidungnya meler atau tubuhnya
demam , tidak lain karena tubuhnya sedang menjalani
proses beradaptasi dengan bakteri dan virus yang ada,
sebagai ortu selayaknya menikmati proses pencapaian
keseimbangan baru ini terjadi secara alamiah bukan
sebaliknya dengan menambahkan ketakutan dan
kecemasan.
Tubuh makhluk hidup apapun sudahlah mempunyai sistem
yang sangat sangat bagus dalam mereparasi dirinya
sendiri, yang paling harus diingat adalah bahwa kita
semua hendaklah mengkondisikan ruang dan menyediakan
waktu untuk ia kembali ke titik imbangnya.
kembali ke pertanyaan diatas, jadi sebaiknya yang
ditanyakan bukan "dikasih apa?" tapi "apa yang perlu
dikurangi?"
tentu jawabannya adalah makanan yang memberikan
beban pada tubuh.
Tolong diingat bahwa makanan untuk tubuh bukanlah
makanan yang hanya masuk ke mulut. malah makanan ke
mulut hanya terjadi 3-5 kali sehari, minuman mungkin
10-15 kali.
hidung adalah pengkonsumsi makanan setiap saat,
kurangi konsumsi udara yang dikeluarkan dari knalpot
mobil/pabrik juga AC ganti dengan udara segar. segar
bukan berarti ada bau lemon dari pengharum ruangan ya
tidak ada orang yang mau memakan / meminum
pengharum ruangan/mobil kecuali yang mau bunuh diri
langsung, namun coba sadari setelah 3 bulan pengharum
itu habis, kemana racun itu berpindah?
kurangi asupan mata dan telinga anda dari berita-berita
yang tak diperlukan seperti kriminal, mistis, gosip dan
sebagainya.
setiap berita yang menimbulkan ketakutan, iri , dengki
akan menimbulkan kerutan di tubuh dan bereaksi pada
sistem hormonal yang berujung pada sistem imunitas yang
tertekan.
kurangi asupan kimia pada tubuh yang biasanya kita
taburkan/usapkan sewaktu mandi dan berdandan, juga
biarkan sinar surya pagi dan sinar surya siang
memberikan energi tubuh Anda.
kurangi minuman yang aneh-aneh, yang kalau baca
ingredient nya musti jadi ahli kimia dulu. biarkan air
putih menjadi menu minuman utama setiap hari selalu
dan selamanya, tentu ditambah ASI dan sari buah asli
bagi si kecil.
Makanan juga sama, semakin sedikit diproses semakin
mewah tubuh Anda menerimanya.
jika ia ingin tidak makan, biarlah ia menikmati puasanya.
kita sakit karena terlalu banyak beban yang ditimbun,
ketika seseorang berpuasa tubuhnya mempunyai waktu
untuk memperbaiki sekaligus membuang yang tidak perlu,
istilah kerennya fasting is cleansing.
jadi gampangannya kalau mau lepas dari sakit, caranya
jadilah lebih simpel, alias jangan jadi tambah ruwet
dengan menambahkan ini dan itu.
Tubuh kita sudah dilengkapi dokter, laboratorium dan
pabrik farmasi terlengkap di dunia, berikan ia
kepercayaan untuk membereskan sendiri.
salam semuanya
yang sakit disalami yang sehat juga disalami
_/|\_
KALAU ANAK SAKIT DIKASIH APA PAK?
"kalau Rigpa sakit dikasih apa pak?"
"ngga dikasih apa apa" jawab saya
"kalau ngga dikasih apa-apa , apa bisa sembuh?"
sebenarnya setengah tepat jawaban saya, bila yang
dimaksud dengan obat farmasi , betul saya tidak
memberikannya, namun kalau "tidak dikasih apa-apa"
secara harafiah diartikan "tidak dikasih apa-apa" maka
tidak tepat juga.
sejujurnya ada sedikit bagian yang cemas, sebagian lagi
yang porsinya lebh besar malah senang ketika RIgpa ,
anak kami terserang flu atau sejenisnya.
sakit dan sehat adalah pasang surut ombak kehidupan
yang patut kita nikmati, mirip seperti naik dan turun
gunung, masing-masing tahapan pasti ada keindahan dan
tantangannya.
Seseorang menderita ketika tubuhnya sakit karena ia
ingin menghindar atau cepat-cepat keluar dari rasa
tersebut.
bukannya bertanggug jawab, kebanyakan orang lari dari
rasa sakit, kita seolah melupakan bahwa sakit dapat
berkunjung ketubuh itu atas undangan dari perilaku kita
sendiri.
Saya senang ketika Rigpa hidungnya meler atau tubuhnya
demam , tidak lain karena tubuhnya sedang menjalani
proses beradaptasi dengan bakteri dan virus yang ada,
sebagai ortu selayaknya menikmati proses pencapaian
keseimbangan baru ini terjadi secara alamiah bukan
sebaliknya dengan menambahkan ketakutan dan
kecemasan.
Tubuh makhluk hidup apapun sudahlah mempunyai sistem
yang sangat sangat bagus dalam mereparasi dirinya
sendiri, yang paling harus diingat adalah bahwa kita
semua hendaklah mengkondisikan ruang dan menyediakan
waktu untuk ia kembali ke titik imbangnya.
kembali ke pertanyaan diatas, jadi sebaiknya yang
ditanyakan bukan "dikasih apa?" tapi "apa yang perlu
dikurangi?"
tentu jawabannya adalah makanan yang memberikan
beban pada tubuh.
Tolong diingat bahwa makanan untuk tubuh bukanlah
makanan yang hanya masuk ke mulut. malah makanan ke
mulut hanya terjadi 3-5 kali sehari, minuman mungkin
10-15 kali.
hidung adalah pengkonsumsi makanan setiap saat,
kurangi konsumsi udara yang dikeluarkan dari knalpot
mobil/pabrik juga AC ganti dengan udara segar. segar
bukan berarti ada bau lemon dari pengharum ruangan ya
tidak ada orang yang mau memakan / meminum
pengharum ruangan/mobil kecuali yang mau bunuh diri
langsung, namun coba sadari setelah 3 bulan pengharum
itu habis, kemana racun itu berpindah?
kurangi asupan mata dan telinga anda dari berita-berita
yang tak diperlukan seperti kriminal, mistis, gosip dan
sebagainya.
setiap berita yang menimbulkan ketakutan, iri , dengki
akan menimbulkan kerutan di tubuh dan bereaksi pada
sistem hormonal yang berujung pada sistem imunitas yang
tertekan.
kurangi asupan kimia pada tubuh yang biasanya kita
taburkan/usapkan sewaktu mandi dan berdandan, juga
biarkan sinar surya pagi dan sinar surya siang
memberikan energi tubuh Anda.
kurangi minuman yang aneh-aneh, yang kalau baca
ingredient nya musti jadi ahli kimia dulu. biarkan air
putih menjadi menu minuman utama setiap hari selalu
dan selamanya, tentu ditambah ASI dan sari buah asli
bagi si kecil.
Makanan juga sama, semakin sedikit diproses semakin
mewah tubuh Anda menerimanya.
jika ia ingin tidak makan, biarlah ia menikmati puasanya.
kita sakit karena terlalu banyak beban yang ditimbun,
ketika seseorang berpuasa tubuhnya mempunyai waktu
untuk memperbaiki sekaligus membuang yang tidak perlu,
istilah kerennya fasting is cleansing.
jadi gampangannya kalau mau lepas dari sakit, caranya
jadilah lebih simpel, alias jangan jadi tambah ruwet
dengan menambahkan ini dan itu.
Tubuh kita sudah dilengkapi dokter, laboratorium dan
pabrik farmasi terlengkap di dunia, berikan ia
kepercayaan untuk membereskan sendiri.
salam semuanya
yang sakit disalami yang sehat juga disalami
_/|\_
Kamis, 28 April 2016
.:: MEMBERI ALA MATAHARI ::.
Gobind Vasdev,
Sayang sekali, begitu berlimpahnya berkah dari semesta
ini tersaring oleh hitung-hitungan untung rugi yang
terinstal di kepala ini.
Matahari tidak pernah berharap mendapat apapun dari
siapapun yang disinari, karena ia tidak pernah merasa
bahwa ia sedang memberi.
walaupun semua tumbuhan menghadap kepadanya, ia
tidak merasa tinggi hati dan tersanjung. Walaupun ia
menerima banyak lontaran keluhan, ia tidak marah
ataupun tersinggung.
Matahari hanya melakukan tugasnya yaitu bersinar
sepanjang tahun, ia tidak mengenal waktu juga ruang.
Disini tidak ada ego, tidak ada yang memberi, tidak ada
yang diberi dan tidak ada proses pemberian.
Disaat seseorang merasa bahwa dirinya lah yang
memberi, di saat itu juga ego menyelinap masuk.
Ego adalah kutub yang lain dari magnet kesadaran
semesta, Ego memisahkan tetesan dengan laut.
keinginan terlihat hebat, ingin dipuji, diperhatikan,
dihargai, di hormati adalah pekerjaan ego.
Apakah ego salah kalau dirinya ingin terlihat lebih?
Tidak. Ego tidak salah , ia hanya tidak sadar.
Menyadari sepenuhnya tugas kita sebagai manusia
layaknya matahari sebagai matahari dan air sebagai air
akan membawa kita pada kesempurnaan pada apa yang
kita lakukan.
Keikhlasan inilah yang meminggirkan ego yang
menghalangi jalan kita menuju keheningan sempurna.
_/|\_
Sayang sekali, begitu berlimpahnya berkah dari semesta
ini tersaring oleh hitung-hitungan untung rugi yang
terinstal di kepala ini.
Matahari tidak pernah berharap mendapat apapun dari
siapapun yang disinari, karena ia tidak pernah merasa
bahwa ia sedang memberi.
walaupun semua tumbuhan menghadap kepadanya, ia
tidak merasa tinggi hati dan tersanjung. Walaupun ia
menerima banyak lontaran keluhan, ia tidak marah
ataupun tersinggung.
Matahari hanya melakukan tugasnya yaitu bersinar
sepanjang tahun, ia tidak mengenal waktu juga ruang.
Disini tidak ada ego, tidak ada yang memberi, tidak ada
yang diberi dan tidak ada proses pemberian.
Disaat seseorang merasa bahwa dirinya lah yang
memberi, di saat itu juga ego menyelinap masuk.
Ego adalah kutub yang lain dari magnet kesadaran
semesta, Ego memisahkan tetesan dengan laut.
keinginan terlihat hebat, ingin dipuji, diperhatikan,
dihargai, di hormati adalah pekerjaan ego.
Apakah ego salah kalau dirinya ingin terlihat lebih?
Tidak. Ego tidak salah , ia hanya tidak sadar.
Menyadari sepenuhnya tugas kita sebagai manusia
layaknya matahari sebagai matahari dan air sebagai air
akan membawa kita pada kesempurnaan pada apa yang
kita lakukan.
Keikhlasan inilah yang meminggirkan ego yang
menghalangi jalan kita menuju keheningan sempurna.
_/|\_
.:: MENGAPA KAU INGIN KAYA ? ::.
Gobind Vasdev,
"kalau saya kaya kan, bisa bantu banyak orang"
Jawabnya yang terdengar Klise namun masih terasa
efektif untuk dipakai sebagai pendorong seseorang
bekerja mengkoleksi harta.
Saya tidak anti kekayaan apalagi orang kaya harta.
Orang super kaya bukanlah sasaran tembak rasa iri
kita, bukan pula pertambangan yang perlu di keruk.
Saya percaya pada hukum Nya, mereka sedang
mengkoleksi banyak pasti sebelumnya telah memberi
banyak.
"Mengapa Anda ingin kaya materi?" Adalah pertanyaan
yang perlu direnungkan lebih dalam daripada sekedar
menjawabnya dengan jawaban di atas.
Darimana uang yang Anda kumpulkan?
Apakah Anda yakin bahwa uang yang menyokong
tabungan Anda adalah anda dapatkan dari orang yang
lebih kaya dari Anda atau sebaliknya dengan kepintaran
kita memanfaatkan yang miskin?
Apakah Anda yakin setelah mendapat uang banyak
secara presentase Anda menjadi lebih dermawan pada
orang lain?
Dan saat ini berapa persen dari penghasilan Anda yang
Anda sumbangkan?
Kalau sekarang saja jarang menyumbang, apa jaminanya
nanti kalau kaya akan menyumbang lebih banyak.
Bukannya Fakta yang terjadi selalu semakin kaya
semakin banyak keinginan serta ketakutan sehingga
semakin sedikit menyumbang?
Lalu bila Anda jadi membantu orang, perasaan apa yang
muncul ?
Apakah anda merasa bahagia karena tangan Anda
berposisi di atas?
Apakah Anda yakin itu bukan ego mu yang ingin terlihat
lebih hebat dan superior dibanding orang yang menerima
pemberianmu?
Jujurlah, Apakah engkau ingin kaya karena ingin
mendapatkan penghormatan, penghargaan, penerimaan,
pengakuan atau pujian?
Apakah Anda punya batasan untuk mengatakan "cukup"
Apakah Anda yakin kalau sudah mencapai impian dan
akan mengatakan cukup?
Kalau kau sudah menjawabnya dan yakin mampu
melaksanakan semua itu, pergi dan kumpulkan pundi-
pundi itu, namun selalu sadarilah bahwa tidak pernah
harta membawamu pada kepuasan melainkan sikap bathin
seperti pertapa di cerita dibawah inilah yang membuatmu
berkelimpahan.
Sebuah berita berembus di penduduk desa tentang sebuah
batu permata bernilai selangit yang dimiliki seorang
petapa sederhana yang tinggal di pinggiran hutan.
Setelah bertahun-tahun, seorang pemuda pemberani
mendatangi petapa tersebut, bukan hanya ingin bertanya,
namun juga ingin meminta batu mulia itu. “Ini ambil, ini
untukmu,” kata petapa itu tanpa beban.
Pemuda itu kegirangan dan pergi setelah mengucap
terima kasih. Malam datang, namun pemuda yang
beruntung ini tidak bisa tidur, pikirannya tidak bisa
diam.
Tanpa mampu menunggu matahari terbit, pemuda ini pergi
kembali ke tempat petapa itu dengan batu di tangan dan
kesesakan di pikirannya.
Di depan petapa itu, dia menyodorkan kembali benda
yang belum genap 24 jam menjadi miliknya itu, sambil
berkata, “Hai orang suci, ambillah permata ini kembali,
namun berikan hati penuh ikhlas yang mampu memberikan
intan ini.”
"kalau saya kaya kan, bisa bantu banyak orang"
Jawabnya yang terdengar Klise namun masih terasa
efektif untuk dipakai sebagai pendorong seseorang
bekerja mengkoleksi harta.
Saya tidak anti kekayaan apalagi orang kaya harta.
Orang super kaya bukanlah sasaran tembak rasa iri
kita, bukan pula pertambangan yang perlu di keruk.
Saya percaya pada hukum Nya, mereka sedang
mengkoleksi banyak pasti sebelumnya telah memberi
banyak.
"Mengapa Anda ingin kaya materi?" Adalah pertanyaan
yang perlu direnungkan lebih dalam daripada sekedar
menjawabnya dengan jawaban di atas.
Darimana uang yang Anda kumpulkan?
Apakah Anda yakin bahwa uang yang menyokong
tabungan Anda adalah anda dapatkan dari orang yang
lebih kaya dari Anda atau sebaliknya dengan kepintaran
kita memanfaatkan yang miskin?
Apakah Anda yakin setelah mendapat uang banyak
secara presentase Anda menjadi lebih dermawan pada
orang lain?
Dan saat ini berapa persen dari penghasilan Anda yang
Anda sumbangkan?
Kalau sekarang saja jarang menyumbang, apa jaminanya
nanti kalau kaya akan menyumbang lebih banyak.
Bukannya Fakta yang terjadi selalu semakin kaya
semakin banyak keinginan serta ketakutan sehingga
semakin sedikit menyumbang?
Lalu bila Anda jadi membantu orang, perasaan apa yang
muncul ?
Apakah anda merasa bahagia karena tangan Anda
berposisi di atas?
Apakah Anda yakin itu bukan ego mu yang ingin terlihat
lebih hebat dan superior dibanding orang yang menerima
pemberianmu?
Jujurlah, Apakah engkau ingin kaya karena ingin
mendapatkan penghormatan, penghargaan, penerimaan,
pengakuan atau pujian?
Apakah Anda punya batasan untuk mengatakan "cukup"
Apakah Anda yakin kalau sudah mencapai impian dan
akan mengatakan cukup?
Kalau kau sudah menjawabnya dan yakin mampu
melaksanakan semua itu, pergi dan kumpulkan pundi-
pundi itu, namun selalu sadarilah bahwa tidak pernah
harta membawamu pada kepuasan melainkan sikap bathin
seperti pertapa di cerita dibawah inilah yang membuatmu
berkelimpahan.
Sebuah berita berembus di penduduk desa tentang sebuah
batu permata bernilai selangit yang dimiliki seorang
petapa sederhana yang tinggal di pinggiran hutan.
Setelah bertahun-tahun, seorang pemuda pemberani
mendatangi petapa tersebut, bukan hanya ingin bertanya,
namun juga ingin meminta batu mulia itu. “Ini ambil, ini
untukmu,” kata petapa itu tanpa beban.
Pemuda itu kegirangan dan pergi setelah mengucap
terima kasih. Malam datang, namun pemuda yang
beruntung ini tidak bisa tidur, pikirannya tidak bisa
diam.
Tanpa mampu menunggu matahari terbit, pemuda ini pergi
kembali ke tempat petapa itu dengan batu di tangan dan
kesesakan di pikirannya.
Di depan petapa itu, dia menyodorkan kembali benda
yang belum genap 24 jam menjadi miliknya itu, sambil
berkata, “Hai orang suci, ambillah permata ini kembali,
namun berikan hati penuh ikhlas yang mampu memberikan
intan ini.”
Rabu, 27 April 2016
.:: KEBAHAGIAA ITU MIRIP CIUMAN ::.
Ifan Winarno
kebahagiaan itu mirip ciuman .. kalo mau merasakannya
ya harus memberikan yang terbaik untuk orang lain ..
HAAA!!! Belum pernah? (tepok jidat)
kebahagiaan itu mirip ciuman .. kalo mau merasakannya
ya harus memberikan yang terbaik untuk orang lain ..
HAAA!!! Belum pernah? (tepok jidat)
.:: SEDERHANA DAN BAHAGIA ::.
Ifan Winarno,
Sering kutemui orang berbicara tentang hal2 besar ..
Kemanusiaan .. Perdamaian .. Spiritualitas .. Mobil atau
gadget yg baru direlease lah .. Akupun dulu seperti itu,
namun sejak mengenal kopi dan pisang goreng itu
kombinasi yang pas .. Aku mulai menikmati setiap
sruputan kopi, setiap gigitan pisang goreng .. dan lebih
fokus pada apa2 yang ada dalam jangkauanku saja ..
berlatih merespon yang menguntungkan hal2 yang ada
dalam jangkauan saja .. Tiba2 hidup jadi sederhana ..
Dan dunia jadi begitu luas dan menyimpan banyak
keindahan yang bisa diraih 1 jangkauan setiap saat ..
Monggo, kopinya disruput dulu sebelum dingin ..
Sering kutemui orang berbicara tentang hal2 besar ..
Kemanusiaan .. Perdamaian .. Spiritualitas .. Mobil atau
gadget yg baru direlease lah .. Akupun dulu seperti itu,
namun sejak mengenal kopi dan pisang goreng itu
kombinasi yang pas .. Aku mulai menikmati setiap
sruputan kopi, setiap gigitan pisang goreng .. dan lebih
fokus pada apa2 yang ada dalam jangkauanku saja ..
berlatih merespon yang menguntungkan hal2 yang ada
dalam jangkauan saja .. Tiba2 hidup jadi sederhana ..
Dan dunia jadi begitu luas dan menyimpan banyak
keindahan yang bisa diraih 1 jangkauan setiap saat ..
Monggo, kopinya disruput dulu sebelum dingin ..
Selasa, 26 April 2016
.:: PEMIKIRAN MU ADALAH KEBENARAN ::.
Arif Rh
Apapun pemikiran anda, bisa jadi itu adalah benar,
minimalnya, benar bagi anda pribadi ... So ... Kapan
pemikiran anda, mulai punya kemungkinan menjadi tidak
benar? ... Itu dimulai, saat anda mengijinkan orang lain
tahu pemikiran anda ... Loh kok bisa? ... Begini lho
maksudnya ...
Misalnya, anda punya pemikiran, "saya adalah pria yang
ganteng banget" ... Kalau pemikiran itu, anda simpan
aja di dalam pikiran dan hati anda, itu benar ... Tapi,
kalau anda tuliskan pemikiran anda itu di status
facebook misalnya ... Mulai khan orang lain
mengomentari pemikiran anda, "ganteng kalo dilihat pake
sedotan dari jarak 10 km" ... Pasti ada yang
menyalahkan dan memiliki pendapat berbeda ...
Itulah sebabnya ... Pada suatu titik, anda tidak akan
pernah menemukan kebenaran, saat anda terus menerus
mengkonfirmasi keluar diri anda ... Karena setiap orang,
orang lain di luar sana, belom tentu sama pengertiannya
dengan yang anda pahami ... Kebenaran akan menjadi
mutlak saat disimpan ... Dan kebenaran akan menjadi
relatif, saat dikomunikasikan dengan banyak orang ...
Apapun pemikiran anda, bisa jadi itu adalah benar,
minimalnya, benar bagi anda pribadi ... So ... Kapan
pemikiran anda, mulai punya kemungkinan menjadi tidak
benar? ... Itu dimulai, saat anda mengijinkan orang lain
tahu pemikiran anda ... Loh kok bisa? ... Begini lho
maksudnya ...
Misalnya, anda punya pemikiran, "saya adalah pria yang
ganteng banget" ... Kalau pemikiran itu, anda simpan
aja di dalam pikiran dan hati anda, itu benar ... Tapi,
kalau anda tuliskan pemikiran anda itu di status
facebook misalnya ... Mulai khan orang lain
mengomentari pemikiran anda, "ganteng kalo dilihat pake
sedotan dari jarak 10 km" ... Pasti ada yang
menyalahkan dan memiliki pendapat berbeda ...
Itulah sebabnya ... Pada suatu titik, anda tidak akan
pernah menemukan kebenaran, saat anda terus menerus
mengkonfirmasi keluar diri anda ... Karena setiap orang,
orang lain di luar sana, belom tentu sama pengertiannya
dengan yang anda pahami ... Kebenaran akan menjadi
mutlak saat disimpan ... Dan kebenaran akan menjadi
relatif, saat dikomunikasikan dengan banyak orang ...
Langganan:
Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Saya pernah dengar gosip bahwa sekarang ada metode Kristenisasi dengan meniru-niru agama Islam. Tapi rupanya gosip itu berasal dari orang ya...
-
Arif RH, Dulu banget, saat memberikan pelatihan, saya sering menggunakan game flash di laptop ... Gamenya game kartu ... Ini game jadul bang...