Makna Agama Itu Tidak Kacau, Jadi Kalau Menjadikan Kacau...???
Dulu agama menghancurkan berhala...
Kini agama jadi berhala...
Tak kenal Tuhannya...
Yang penting agamanya...
Dulu orang berhenti membunuh karena agama...
Sekarang orang saling membunuh karena agama...
Dulu orang saling mengasihi karena beragama...
Kini orang saling membenci karena beragama....
Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu...
Tuhan nya pun tak pernah berubah dari dulu...
Lalu yg berubah apanya?
Manusia nya?
Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya...
Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja...
Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kebijakannya, yg paling cerdas di antara orang2 lainnya ....
Sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama...
Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian...
Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, krn diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus...
Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan...
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan2 agama...
Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
Esensi beragama telah dilupakan...
Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama karena semua yg berbau agama telah didewa-dewakan, tak kan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan.
Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tau lagi mesti mengerjakan apa.
Agama kini diperTuhankan , sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
Agama dulu memuja Tuhan...
Agama kini menghujat Tuhan...
Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang2 yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan...
Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?
Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya.
Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya.
Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam2 dibalik gundukan ayat2 dan aturan agama...
Ini adalah Blog Pribadi Segala resiko menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Semoga Semua Mahluk Berbahagia Rahayu!!
Minggu, 28 Mei 2017
Sabtu, 27 Mei 2017
KONSEP AGAMA BARU MUNCUL DI ABAD KE - 4
Intuisi saya mengatakan Agama adalah fenomena yg muncul pada abad2 pertama Masehi. Ternyata perkiraan saya meleset. Munculnya Agama baru pada era yg lebih muda lagi :abad ke-4 !
Dari awal Masehi hingga 300 tahun kemudian tidak terjadi sesuatu berarti kecuali gosip2 yang sporadis dari berbagai macam spekulasi para 'theologian' di berbagai penjuru wilayah jajahan Romawi. Tapi segala sesuatunya berubah.
Tepatnya 28 Oktober 312 M Kaisar Constantine mendapat mimpi penampakan salib di langit yang dia maknai sebagai perintah untuk berperang demi Romawi. Dalam kisah legenda didongengkan bahwa Yesus menampakan diri kepadanya dan Dia berkata "Taklukkan!". Keesokan harinya ia bertempur dan berhasil mengalahkan musuh bebuyutannya Maxentius, sehingga dirinya berkuasa di atas seluruh Imperium Romana. Saat itulah dia berpikir membutuhkan suatu institusi dan segala kelengkapannya (kitab, ritual, apology sejarah, dsb) yang disebut agama , untuk menyatukan kekuasaan politiknya diseluruh wilayah jajahan.
Selanjutnya tonton sendiri....
https://www.youtube.com/watch?v=J3kJ9iV925g
Dan satu hal lagi intuisi saya benar : situasi pada saat itu terdiri dari begitu banyak aliran , pandangan dan pengaruh2 dari 'agama' lama. Jadi terbentuknya memang memang dari hasil sintesa penyampuran / mixed atau gado-gado. Tidak mengherankan bila pola yang sama diulang pada 3 abad berikutnya untuk ekspansi politik Imperialisme yang lebih luas :
https://www.facebook.com/suchamda/photos/
a.379551695549166.1073741826.379551665549169/
749117178592614/?type=3
http://www.reformation.org/vatican-and-islam.html
Jadi adalah salah untuk mengatakan bahwa Agama sudah ada semenjak dari zaman para nabi Israel. Seperti sudah saya katakan dan jelaskan sebelum2nya , bahwa sebelum itu semua fenomena rohani adalah dalam bentuk SPIRITUALITAS.
Sesuatu yang sangat berbeda bagai perbandingan antara sumber mata air murni yang bebas untuk siapa saja yang hendak meminumnya, dengan --ibarat-- air kemasan botolan yang dijual dengan merek tertentu (walau diklaim berasal dari sumber mata air murni).
X : Tiap orang punya ageman sendiri yang tidak sama dan tiap orang bebas mengagemnya.
Jawab :
Dalam bahasa Inggris maka definisi dari kata "religion" adalah suatu belief system.
Tapi dalam bahasa Indonesia kata "religion" itu menjadi "agama" dengan definisi : "suatu sistem kepercayaan yang memiliki NABI, KITAB, INSTITUSI, SET LITURGI/RITUAL /TATACARA dan UMAT.
Definisi "Agama" (versi Indonesia) itulah yang saya kritik !
Jelas beda bila sampeyan merujuk pada 'ageman' yg tiada lain berarti TRADISI SPIRITUAL NUSANTARA juga LAYAK untuk disebut AGEMAN atau RELIGION (per definisi Internasional).
Kebusukan politik lewat definisi BAHASA inilah yg hendak saya ungkap !
Mengapa disini sistem kepercayaan lokal itu dikotakkan tersendiri TIDAK DIAKUI SEBAGAI AGAMA agar bisa DI ANAK TIRIKAN??? WHOIIYY !!
Kenapa semenjak kudeta 1965 via rezim ORBA pengertian Pantja Sila sila-1 "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang original per definisi yang dipidatokan pada Hari Kelahiran Pantja SIla digeser JUSTRU MENGIKUTI definisi IMPERIALIS !!??? (Jadi kewajiban beragama, itupun harus dibatasi 5 yang diakui rezim).
Seluruh rakyat harus tanya kenapa !!!
Rahayu!
Dari awal Masehi hingga 300 tahun kemudian tidak terjadi sesuatu berarti kecuali gosip2 yang sporadis dari berbagai macam spekulasi para 'theologian' di berbagai penjuru wilayah jajahan Romawi. Tapi segala sesuatunya berubah.
Tepatnya 28 Oktober 312 M Kaisar Constantine mendapat mimpi penampakan salib di langit yang dia maknai sebagai perintah untuk berperang demi Romawi. Dalam kisah legenda didongengkan bahwa Yesus menampakan diri kepadanya dan Dia berkata "Taklukkan!". Keesokan harinya ia bertempur dan berhasil mengalahkan musuh bebuyutannya Maxentius, sehingga dirinya berkuasa di atas seluruh Imperium Romana. Saat itulah dia berpikir membutuhkan suatu institusi dan segala kelengkapannya (kitab, ritual, apology sejarah, dsb) yang disebut agama , untuk menyatukan kekuasaan politiknya diseluruh wilayah jajahan.
Selanjutnya tonton sendiri....
https://www.youtube.com/watch?v=J3kJ9iV925g
Dan satu hal lagi intuisi saya benar : situasi pada saat itu terdiri dari begitu banyak aliran , pandangan dan pengaruh2 dari 'agama' lama. Jadi terbentuknya memang memang dari hasil sintesa penyampuran / mixed atau gado-gado. Tidak mengherankan bila pola yang sama diulang pada 3 abad berikutnya untuk ekspansi politik Imperialisme yang lebih luas :
https://www.facebook.com/suchamda/photos/
a.379551695549166.1073741826.379551665549169/
749117178592614/?type=3
http://www.reformation.org/vatican-and-islam.html
Jadi adalah salah untuk mengatakan bahwa Agama sudah ada semenjak dari zaman para nabi Israel. Seperti sudah saya katakan dan jelaskan sebelum2nya , bahwa sebelum itu semua fenomena rohani adalah dalam bentuk SPIRITUALITAS.
Sesuatu yang sangat berbeda bagai perbandingan antara sumber mata air murni yang bebas untuk siapa saja yang hendak meminumnya, dengan --ibarat-- air kemasan botolan yang dijual dengan merek tertentu (walau diklaim berasal dari sumber mata air murni).
X : Tiap orang punya ageman sendiri yang tidak sama dan tiap orang bebas mengagemnya.
Jawab :
Dalam bahasa Inggris maka definisi dari kata "religion" adalah suatu belief system.
Tapi dalam bahasa Indonesia kata "religion" itu menjadi "agama" dengan definisi : "suatu sistem kepercayaan yang memiliki NABI, KITAB, INSTITUSI, SET LITURGI/RITUAL /TATACARA dan UMAT.
Definisi "Agama" (versi Indonesia) itulah yang saya kritik !
Jelas beda bila sampeyan merujuk pada 'ageman' yg tiada lain berarti TRADISI SPIRITUAL NUSANTARA juga LAYAK untuk disebut AGEMAN atau RELIGION (per definisi Internasional).
Kebusukan politik lewat definisi BAHASA inilah yg hendak saya ungkap !
Mengapa disini sistem kepercayaan lokal itu dikotakkan tersendiri TIDAK DIAKUI SEBAGAI AGAMA agar bisa DI ANAK TIRIKAN??? WHOIIYY !!
Kenapa semenjak kudeta 1965 via rezim ORBA pengertian Pantja Sila sila-1 "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang original per definisi yang dipidatokan pada Hari Kelahiran Pantja SIla digeser JUSTRU MENGIKUTI definisi IMPERIALIS !!??? (Jadi kewajiban beragama, itupun harus dibatasi 5 yang diakui rezim).
Seluruh rakyat harus tanya kenapa !!!
Rahayu!
Jumat, 26 Mei 2017
MENGAPA NEGARA-NEGARA ISLAM MASIH DI KOYAK PERANG ?
Oleh : Scott Gilmore, October 20, 2016
Diterjemahkan oleh : Danz Suchamda
Saya terjemahkan dari Boston Globe :
Untuk pertama kali dalam sejarah, Belahan Dunia Barat dalam keadaan damai, suatu tonggak sejarah yang tidak banyak menarik perhatian publik. Konflik terakhir yg berkelanjutan di Amerika adalah Colombia. Tetapi, setelah 4 tahun negosiasi antara pemerintah dan gerakan gerilya FARC, perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada bulan Agustus. Dan meskipun perjanjian perdamaian diingkari secara tak terduga pada referendum bulan ini, gencatan senajat tetap, dan kedua belah pihak tetap mau duduk pada meja perundingan.
Akhir perang di Amerika adalah bagian dari trend global yang lebih besar. Menurut data yang dikumpulkan oleh Proyek Keamanan Manusia, sejak berakhirnya Perang Dingin, jumlah konflik bersenjatan telah turun hampir separuh. Perdamaian muncul bak jamur di berbagai tempat.
Dimana saja, kecuali, pada dunia Islam. Menurut Lembaga Hubungan Internasional Penjejak Konflik Global, setelah terjadinya perdamaian di Colombia, maka di dunia hanya ada 6 perang sipil di dunia ini. Lima darinya berada di negara-negara Islam. Hal yang sama, empat dari perang sektarian melibatkan grup-grup Islamist, dan semua dari lima terorisme internasional yang berlangsung melibatkan kelompok Islamist Militan. Bila semua dihitung, maka dari sisa 28 konflik global yang terjadi dari berbagai macam jenis yang terlacak oleh lembaga, 22 darinya melibatkan negara Islam atau faksi Islam.
Ini memunculkan pertanyaan, apabila dunia memasuki era baru perdamaian, mengapa di negara-negara Islam masih dikoyak oleh perang? Terdapat beberapa jawaban.
Pertama, marilah kita buang idea bahwa Islam itu sendiri secara inherent adalah lebih mengandung kekerasan. Mayoritas besar dari perang-perang pada abad terakhir ini adalah perang-perang dari negeri-negeri Kristen. Dan, seperti yang ditunjukkan oleh seorang penulis bernama Steven Pinker, dari seluruh dunia, mayoritas besar dari pembunuhan berencana adalah dari level perorangan, dan tingkat pembunuhan pada negara-negara Islam hanyalah secara tipikal sepertiga dari dunia non-Muslim. Sebagai perbandingan, Louisiana, salah satu negara bagian Amerika yang paling religius dengan 90% populasinya mengindentifikasikan dirinya sebagai Kristen, memiliki angka pembunuhan 50% lebih tinggi daripada Afghanistan.
Terdapat beberapa kemungkinan penjelasan, sumber daya alam adalah salah satunya. Banyak dari konflik Islami saat ini melibatkan negara-negara penghasil minyak, yang mana mengalami apa yang disebut “kutukan sumber daya alam”. Para Ekonom mencatat bahwa negeri-negeri dengan sumber daya alam yang berlimpah dapat secara paradox mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, institusi yang lebih lemah, dan kesenjangan sosial yang lebih besar ketimbang negeri-negeri dengan sumber daya yang lebih minim. Ini adalah karena “uang cepat” yang datang dari minyak adalah sulit untuk dimanajemeni dan dengan mudah dapat mendistorsikan ekonomi maupun mentidakstabilkan sosial.
Petunjuk lain dapat ditemukan pada mengapa negeri-negeri lain berada dalam keadaan damai. Pertimbangkan pertumbuhan demokrasi, sebagai contoh. Telah diakui secara luas bahwa negara-negara demokratis lebih jarang berangkat pergi berperang satu sama lainnya. Bukan merupakan kebetulan, jija jumlah konflik internasional drop setelah 1989, manakala jumlah negara demokratis meningkat dobel. Dan bagaimana dengan dunia Islam? Negeri yang demokrasinya sehat hanyalah Bangladesh dan Indonesia, dan ...kedua negeri itu berada dalam keadaan damai.
Juga terdapat lonjakan tajam dalam bidang komunikasi – adalah lebih sulit untuk menghasut negara tetangga apabila anda membaca bukunya, sharing ide-ide, atau sesederhana berlibur kesana. Disini pun, negara2 Islam jauh tertinggal dibanding negeri-negeri lain. Sebagai contoh, Timur Tengah tertinggal dalam setiap bagian di dunia kecuali Afrika ketika itu berhubungan dengan akses Internet dan kecepatan koneksi. Negara-negara Islam jauh lebih sedikit menerbitkan karya tulis ilmiah per kapita ketimbang bagian-bagian lainnya di dunia. Dan penduduk dari negara-negara Islamist (sebagai mana didefinisikan oleh Organisasi Kerjasama Islam) mengizinkan lebih sedikit perjalanan bebas-visa, ketimbang negeri2 lainnya termasuk Africa. Kesimpulan kumulatif adalah bahwa negeri2 Islam lebih terisolasi dan diskonek terhadap bagian dunia lainnya.
Trend global lainnya yang terjadi pada negeri2 Islam adalah perkembangan ekonomi dan sosialnya. Dalam 50 tahun terakhir telah terjadi pengurangan besar dalam tingkat kemiskinan dunia sepanjang sejarah bumi. Terjadi peningkatan tingkat pendidikan, kesehatan yang lebih baik dan kohesi masyarakat sipil yang lebih kuat. Tetapi, pada dunia Islam pertumbuhan ini jauh lebih lambat. Index Pertumbuhan Social telah merekam jejak dari belasan indikator seperti tingkat kematian bayi, tingkat akses ke pendidikan, dan kesetaraan gender. Bila anda mengelompokan negeri-negeri Islam, maka mereka berada di rangking-rangking bawah bahkan bila dibanding dengan Africa. Tanpa perkembangan, ketidakstabilan, dan perang adalah penyebab yang paling memungkinkan.
Meskipun demikian, terdapat harapan. Trend global terhadap interkoneksi, pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan kohesi masyarakat sipil yang lebih erat tidak dilewati samasekali oleh dunia Islam. Hanya saja bertumbuh jauh lebih lambat. Beberapa penelitik akademis memprediksikan bahwa kita akan melihat akhir dari kemiskinan ekstrim pada 20 tahun ke depan. Mungkin harapan yang terlalu muluk untuk melihat akhir dari perang-perang pada masa itu, tetapi dapat dipahami bahwa kita sebagai manusia pada akhirnya akan sampai pada era perdamaian sejati.
*Scott Gilmore adalah anggota senior dari Munk School of Global Affairs, pendiri dari lembaga non-profit Building Market, dan ex diplomat Kanada.
Original Source : http://www.bostonglobe.com/ideas/2016/10/19/why-islamic-world-still-torn-war/2ZeWixhA50AnDt4SnemjpM/story.html
------------------------------------
Danz Suchamda :
Marilah kita sorot hal-hal apa yang dilakukan oleh menteri-menteri dari kader partai PKS di era rezim SBY :
1. Menteri Pendidikan menghapus bahasa Inggris (upaya membatasi asupan informasi pencelik mata). Menetapkan tujuan pendidikan untuk bidang2 pelajaran termasuk Fisika, Kimia dsb yg bersifat sains dalam koridor agama (upaya pengaburan tujuan bidang sains). Penghapusan bahasa daerah dari mata pelajaran (upaya penghapusan identitas).
2. Dalam dunia Informatika (Menteri Informasi Tifatul Sembiring) : Tidak peduli terhadap kualitas internet Indonesia yang buruk , bandwith sempit dan lelet. "Buat apa internet cepat-cepat?" itu seloroh ybs yg tercatat dalam ingatan saya.
3. Kita lihat upaya penanaman kultur timur tengah yang masif melalui acara-acara TV, iklan komersial, dsb.
4. Terekam para wartawan bahwa calo-calo politik asing mondar-mandir di lingkungan Gedung DPR/MPR.
5. Upaya segregasi dan diferensiasi gender yang masif dari kampanye-kampanye secara tidak langsung melalui selubung dunia entertainment, pendidikan,dsb.
6. Penyusupan kader2 islamis ke jajaran pemerintahan dan institusi2 non-governmental.
7. Merebaknya kasus-kasus kekerasan atas nama agama, pemaksaan-pemaksaan ke sekolah-sekolah non-islam, merebaknya aturan-aturan (UU s/d Perda) yang didasari logika syariah (bukan hukum nasional).
*Sharing knowledge dari Pak Ginanjar*, it's nice to know :
Maaf saya sedang di Boston, sejenak kembali ke Harvard. Saya membaca diskusi di WAG tentang HTI. Saya ingin berbagi pandangan mengenai HTI dan konsep khilafah yang mendasarinya, mungkin bermanfaat. Saya peroleh bahannya dari seorang aktivis dan intelektual muda Islam, yang tidak pernah sekolah di luar negeri, S1 di UIN, S2 di UI dan S3 di Unpad, jadi tidak bisa dituduh sebagai agen dan pembawa ajaran asing.
Khilafah singkatnya adalah konsep kepemimpinan tunggal dimana seluruh umat Islam di dunia ada dibawah satu Pemimpin yang dinamakan Khalifah sebagaimana yang ditunjukkan di zaman Khulafaurasyidi
n (Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali Bin Abi Thalib).
Dalam konsep itu, tidak ada batas-batas negara bangsa (nation state) dan tidak diakui kepemimpinan berdasarkan kebangsaan karena menurut mereka, itu berasal dari Barat. Mereka tidak mengakui adanya konsep nasionalisme karena nasionalisme itu merupakan produk dari barat.
Mereka menolak demokrasi karena lagi-lagi demokrasi itu tidak ada dalam Islam dan merupakan produk dari Barat
Hizbut Tahrir lahir di Yordania (dimana HT dilarang) berawal dari sempalan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Tokoh utamanya Taqiyudin An Nabhani memandang bahwa Ikhwanul Muslimin masih mengakui adanya nation-state dalam politik Arab.
Dalam pandangan pendukung Hizbut Tahrir di seluruh dunia, khilafah adalah satu-satunya institusi atau entitas politik yang bisa mempersatukan umat Islam seluruh dunia. Menurut mereka, hanya dengan khilafah, umat Islam sedunia dapat mengatasi berbagai masalah, semacam keterbelakangan, kemiskinan, pengangguran, dan berbagai bentuk kenestapaan lain. Karena itulah, dari waktu ke waktu selalu ada kelompok di kalangan umat Islam yang mengorientasikan cita gerakan mereka untuk pembentukan khilafah. Di antara mereka ada yang bergerak secara damai atau kekerasan seperti ISIS.
Padahal, konsep khilafah itu sendiri problematis dan utopian. Terdapat banyak perbedaan konsep dan praksis khilafah di antara para pemikir Muslim penggagasnya sejak dari Jamaluddin al-Afghani, ’Abdul Rahman al-Kawakibi, Abu al-A’la al-Mawdudi, sampai Taqiuddin al-Nabhani.
Utopianisme khilafah juga terletak pada kenyataan bahwa kaum Muslim di sejumlah kawasan dunia telah mengadopsi konsep negara-bangsa berdasarkan realitas bangsa dengan tradisi sosial, budaya, kondisi geografis; dan pengalaman historis masing2. Karena itu, ”unifikasi” seluruh wilayah dunia Muslim di bawah kekuasaan politik tunggal merupakan angan-angan belaka.
Ormas-ormas Islam Indonesia pernah membentuk Califat Comite seiring dengan penghapusan "khilafah" di Turki pada 1924 oleh kaum Turki Muda. Mereka bermaksud membela dan menuntut agar "khilafah" di Turki dihidupkan kembali. Merespons gejala ini, "the grand old man" Haji Agus Salim menyatakan, komite itu beserta khilafah tak relevan dengan Indonesia. Menurut beliau apa yang disebut "khilafah" di Turki adalah kerajaan despotik dan korup yang tak perlu dibela, apalagi diikuti umat Islam Indonesia. Pasca Califat Comite, khilafah hampir sepenuhnya absen dalam wacana pemikiran Islam di Indonesia. Ormas-ormas Islam, seperti NU dan Muhammadiyah, tak pernah bicara tentang khilafah, sebaliknya menerima dan mengembangkan konsep dan praksis negara-bangsa Indonesia.
Bagi Hizbut Tahrir, khilafah akan dicapai melalui tiga tahap: kultural, interaksi, dan revolusi. Pada tahap kultural, mereka akan menyebarluaskan gagasan khilafah kepada seluruh lapisan masyarakat, kaum Muslim khususnya, dengan beragam cara; diskusi, ceramah, penerbitan, dan cara persuasi lainnya. Tahap itu yang sekarang sedang mereka lalui di Indonesia.
Setelah itu, tahap kedua, interaksi, infiltrasi, dan advokasi ke lembaga militer, keamanan, dan institusi2 kunci. Setelah semua terpengaruhi, dan jika momennya sudah tepat, mereka akan menegakkan hukum Islam. Dan, pada tahap inilah rezim khilafah dinyatakan berdiri.
Gagasan mengenai khilafah sebetulnya tidak hanya diusung oleh HT, termasuk HT di Indonesia. Pada tingkat tertentu gerakan tarbiyyah yang condong ke Ikhwanul Muslimun, juga mencita-citakan negara Islam, meski namanya bukan khilafah. Mereka sama-sama mendambakan pemerintahan yang merujuk Al-Quran dan Sunnah.
Selain kedua gerakan tersebut, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) malah sudah mendeklarasikan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai khalifah. Mereka mengklaim negara khilafah telah ditegakkan di wilayah yang mereka kuasai. Sejumlah hukum Islam telah mereka terapkan. Perempuan yang keluar rumah dengan pakaian selain warna hitam dihukum mati. Tentara musuh dibunuh bahkan ada yang dibakar hidup-hidup.
Terlepas dari debat sesama pengusungnya, khilafah tidak mengenal demokrasi. Dalam khilafah tidak ada penyusunan hukum oleh representasi warga, apa pun latar belakangnya.
Khilafah hanya mengakui hukum berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Tidak mungkin bagi penganut khilafah mengakui dasar negara lain, misalnya Pancasila. Meskipun sifatnya diametral namun khilafah sebetulnya serupa dengan komunisme, dengan diktator (proletariatnya), internasionalisme nya, dogmatismenya, militansinys, kebrutalan nya, brainwashing-nya, dan intoleransi nya terhadap perbedaan.
(Ginanjar Kartasasmita )
GERAK IKHWANUL MUSLIMIN DI INDONESIA..
Bagaimana pemerintahan kita nanti jika Jokowi kalah pilpres 2019 ?
Untuk melihat itu kita harus melihat dulu krisis di Mesir sesudah Ikhwanul Muslimin disana diberantas habis oleh Jenderal Al Sissy.
Mesir yang merupakan induk dari keberadaan IM sekarang menjadi neraka buat mereka.
Pimpinan mereka dihukum mati dan organisasinya diberi label terlarang. Al Sissy tahu betul betapa bahayanya IM yang gerakan mereka halus sekali dengan militansi dan penguasaan masjid, majelis taklim, pengajian dan lain-lain.
Hebatnya IM ini, mereka tidak bergerak sendiri. Mereka menggunakan "tangan orang lain" untuk mewujudkan hasrat mereka, menguasai kepemimpinan di suatu negara.
Mereka memainkan "bisikan halus" kepada para politikus yang haus kekuasaan dan harta, kepada para gerakan radikal yang mudah diperdaya dan kepada mafia ekonomi yang nantinya bersedia dijadikan sapi perah mereka.
Karena sudah mengakarnya IM di Mesir dan penguasaan tempat ibadah disana yang juga menjadi basis kekuatan mereka, maka Al Sissy tidak mempunyai cara lain selain "membunuh" mereka dengan segala resiko yang ada.
Dan kita lihat, membunuh IM di Mesir tidak mudah. Mesir chaos berbulan-bulan sebelum akhirnya kembali tenang.
Ketika Ikhwanul Muslimin diperangi habis di Mesir, saya pada waktu itu memperkirakan, IM akan memindahkan basisnya di kedua negara dengan penduduk muslim terbesar, yaitu Turki dan Indonesia.
Coba perhatikan situasi waktu "kudeta" di Turki.
Tiba-tiba saja Erdogan mengumumkan bahwa terjadi kudeta di negerinya. Dan dengan alasan itu, Erdogan membersihkan jajarannya dari jaringan "Fethullah Gulen" seorang ulama besar di Turki.
Jaringan Gullen termasuk jaringan terkuat di Turki. Mereka menguasai perpustakaan, acara televisi, pendanaan yang kuat. Bahkan gerakan Gullen yang mengenalkan Islam yang damai, agamis, berwawasan menjadi gerakan baru di sana yang sudah muak dengan konsep sekuler.
Pemikiran Gullen yang demokratis ini juga banyak di adopsi oleh para hakim, tentara dan aparat sipil negara. Gerakan Gullen inilah yang mencemaskan Erdogan yang "ingin berkuasa selamanya"
Maka masuklah Ikhwanul Muslimin dan membisikkan bagaimana cara Erdogan mewujudkan mimpinya. Keinginan Erdogan dan IM bertemu dan dibuatlah cara yang halus dengan main kudeta2an. Ribuan orang yang dituding pengikut Gullen ditangkap dan dipenjarakan.
Ikhwanul Muslimin yang kemudian menguasai pemerintahan dengan Erdogan sebagai boneka hidupnya.
Dengan model referendum yang dimenangkan oleh Erdogan, IM memantapkan kekuasaannya dengan memberikan pengaruh yg lebih kuat di Turki.
Erdogan itu hanya boneka sementara dengan janji manis terhadap kekuasaan. IM menunggu sampai Erdogan wafat untuk kemudian menggantinya nanti dengan orang mereka sendiri dan penguasaan Turki akan menjadi sempurna.
Coba perhatikan...
Mesir mengusir IM tahun 2013 dan IM menguasai Turki dengan kudeta halus tahun 2016. IM hanya butuh 3 tahun saja untuk bisa berpindah dari satu inang ke inang lainnya. Cepat sekali...
Dan sesuai prediksi, sasaran berikutnya adalah Indonesia.
IM - dengan nama lain PKS - sudah menancapkan pengaruhnya di Indonesia melalui pemerintahan SBY. Dan bertahun-tahun di pemerintahan, mereka sudah ada dimana-mana di lembaga pemerintahan, menyebarkan benih mereka.
Ketika Pemilu 2014, PKS tersingkir. Jokowi yang memerintah.
Maka kita lihat bahwa PKS selalu ada di tempat yang berseberangan dengan koalisi Jokowi. Mereka harus merebut kembali kekuasaan atas wilayah.
Ciri IM dalam memilih pemimpin sementara punya pola yang sama. Orangnya suka retorika, haus kekuasaan dan tidak sungkan menghalalkan segala cara. IM memainkan politikus, pengusaha dan kelompok radikal dalam satu gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.
Dan jangan salah, selama 10 tahun berada di lembaga pemerintahan pada waktu SBY berkuasa, IM sudah menguasai posisi-posisi penting disana.
Menteri boleh ganti, tapi jajaran bawah yang menguasai teknis tetap orang mereka. Itulah kenapa saya tidak berharap banyak ketika Menkominfo mengatakan akan memblokir situs radikal. Tidak akan ampuh, karena sebelum diblokir sudah ada peringatakan duluan supaya situs radikal itu membuat alamat2, baru.
Lah, mereka sudah menguasai Kominfo sejak lama. Orang2nya sudah pada mapan disana.
Itulah kenapa situasi Jokowi sangat lemah. Banyak perintahnya yang tidak berjalan dan efektif. Departemen agama, pendidikan sampai kominfo sudah dikuasai. Dan sangat mungkin aparat militer juga ada yang di pihak mereka.
Gerak mereka sekarang melemahkan kredibilitas Jokowi supaya tidak terpilih lagi di 2019 dan akan memilih lawannya yang sudah disiapkan. Anda pasti tahu siapa..
Jika lawannya berkuasa, maka akan ada satu waktu dimana sinetron kudeta Turki dimainkan untuk memperkuat posisi mereka disana.
Akan ada Gullen baru yang mereka singkirkan nantinya. Kira-kira siapa model Gullen yang ada di Indonesia yang tidak akan sepemikiran dengan mereka ?
Tentu saja, Nahdlatul Ulama...
Pahit kopinya ? Ayo seruput dulu biar bisa membayangkan gambar besarnya..
www.dennysiregar.com
Next to come akan jauh lebih mengerikan! Kalau kalian tidak mau sadar sekarang. Bangun, bangkit dan berjuang bersama sebagai saudara sebangsa dalam Persatuan Nasional berdasar Pantja Sila !
Ingat! Pantja Sila itu bukan buatan 01 Djoeni 1945. Tapi merupakan perumusan ulang / pemadatan esensi Jati Diri bangsa Nusantara pada masa era keemasannya! (sebelum korup dan akhirnya dijajah bangsa-bangsa -- karena korupnya itu).
Diterjemahkan oleh : Danz Suchamda
Saya terjemahkan dari Boston Globe :
Untuk pertama kali dalam sejarah, Belahan Dunia Barat dalam keadaan damai, suatu tonggak sejarah yang tidak banyak menarik perhatian publik. Konflik terakhir yg berkelanjutan di Amerika adalah Colombia. Tetapi, setelah 4 tahun negosiasi antara pemerintah dan gerakan gerilya FARC, perjanjian gencatan senjata ditandatangani pada bulan Agustus. Dan meskipun perjanjian perdamaian diingkari secara tak terduga pada referendum bulan ini, gencatan senajat tetap, dan kedua belah pihak tetap mau duduk pada meja perundingan.
Akhir perang di Amerika adalah bagian dari trend global yang lebih besar. Menurut data yang dikumpulkan oleh Proyek Keamanan Manusia, sejak berakhirnya Perang Dingin, jumlah konflik bersenjatan telah turun hampir separuh. Perdamaian muncul bak jamur di berbagai tempat.
Dimana saja, kecuali, pada dunia Islam. Menurut Lembaga Hubungan Internasional Penjejak Konflik Global, setelah terjadinya perdamaian di Colombia, maka di dunia hanya ada 6 perang sipil di dunia ini. Lima darinya berada di negara-negara Islam. Hal yang sama, empat dari perang sektarian melibatkan grup-grup Islamist, dan semua dari lima terorisme internasional yang berlangsung melibatkan kelompok Islamist Militan. Bila semua dihitung, maka dari sisa 28 konflik global yang terjadi dari berbagai macam jenis yang terlacak oleh lembaga, 22 darinya melibatkan negara Islam atau faksi Islam.
Ini memunculkan pertanyaan, apabila dunia memasuki era baru perdamaian, mengapa di negara-negara Islam masih dikoyak oleh perang? Terdapat beberapa jawaban.
Pertama, marilah kita buang idea bahwa Islam itu sendiri secara inherent adalah lebih mengandung kekerasan. Mayoritas besar dari perang-perang pada abad terakhir ini adalah perang-perang dari negeri-negeri Kristen. Dan, seperti yang ditunjukkan oleh seorang penulis bernama Steven Pinker, dari seluruh dunia, mayoritas besar dari pembunuhan berencana adalah dari level perorangan, dan tingkat pembunuhan pada negara-negara Islam hanyalah secara tipikal sepertiga dari dunia non-Muslim. Sebagai perbandingan, Louisiana, salah satu negara bagian Amerika yang paling religius dengan 90% populasinya mengindentifikasikan dirinya sebagai Kristen, memiliki angka pembunuhan 50% lebih tinggi daripada Afghanistan.
Terdapat beberapa kemungkinan penjelasan, sumber daya alam adalah salah satunya. Banyak dari konflik Islami saat ini melibatkan negara-negara penghasil minyak, yang mana mengalami apa yang disebut “kutukan sumber daya alam”. Para Ekonom mencatat bahwa negeri-negeri dengan sumber daya alam yang berlimpah dapat secara paradox mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, institusi yang lebih lemah, dan kesenjangan sosial yang lebih besar ketimbang negeri-negeri dengan sumber daya yang lebih minim. Ini adalah karena “uang cepat” yang datang dari minyak adalah sulit untuk dimanajemeni dan dengan mudah dapat mendistorsikan ekonomi maupun mentidakstabilkan sosial.
Petunjuk lain dapat ditemukan pada mengapa negeri-negeri lain berada dalam keadaan damai. Pertimbangkan pertumbuhan demokrasi, sebagai contoh. Telah diakui secara luas bahwa negara-negara demokratis lebih jarang berangkat pergi berperang satu sama lainnya. Bukan merupakan kebetulan, jija jumlah konflik internasional drop setelah 1989, manakala jumlah negara demokratis meningkat dobel. Dan bagaimana dengan dunia Islam? Negeri yang demokrasinya sehat hanyalah Bangladesh dan Indonesia, dan ...kedua negeri itu berada dalam keadaan damai.
Juga terdapat lonjakan tajam dalam bidang komunikasi – adalah lebih sulit untuk menghasut negara tetangga apabila anda membaca bukunya, sharing ide-ide, atau sesederhana berlibur kesana. Disini pun, negara2 Islam jauh tertinggal dibanding negeri-negeri lain. Sebagai contoh, Timur Tengah tertinggal dalam setiap bagian di dunia kecuali Afrika ketika itu berhubungan dengan akses Internet dan kecepatan koneksi. Negara-negara Islam jauh lebih sedikit menerbitkan karya tulis ilmiah per kapita ketimbang bagian-bagian lainnya di dunia. Dan penduduk dari negara-negara Islamist (sebagai mana didefinisikan oleh Organisasi Kerjasama Islam) mengizinkan lebih sedikit perjalanan bebas-visa, ketimbang negeri2 lainnya termasuk Africa. Kesimpulan kumulatif adalah bahwa negeri2 Islam lebih terisolasi dan diskonek terhadap bagian dunia lainnya.
Trend global lainnya yang terjadi pada negeri2 Islam adalah perkembangan ekonomi dan sosialnya. Dalam 50 tahun terakhir telah terjadi pengurangan besar dalam tingkat kemiskinan dunia sepanjang sejarah bumi. Terjadi peningkatan tingkat pendidikan, kesehatan yang lebih baik dan kohesi masyarakat sipil yang lebih kuat. Tetapi, pada dunia Islam pertumbuhan ini jauh lebih lambat. Index Pertumbuhan Social telah merekam jejak dari belasan indikator seperti tingkat kematian bayi, tingkat akses ke pendidikan, dan kesetaraan gender. Bila anda mengelompokan negeri-negeri Islam, maka mereka berada di rangking-rangking bawah bahkan bila dibanding dengan Africa. Tanpa perkembangan, ketidakstabilan, dan perang adalah penyebab yang paling memungkinkan.
Meskipun demikian, terdapat harapan. Trend global terhadap interkoneksi, pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan kohesi masyarakat sipil yang lebih erat tidak dilewati samasekali oleh dunia Islam. Hanya saja bertumbuh jauh lebih lambat. Beberapa penelitik akademis memprediksikan bahwa kita akan melihat akhir dari kemiskinan ekstrim pada 20 tahun ke depan. Mungkin harapan yang terlalu muluk untuk melihat akhir dari perang-perang pada masa itu, tetapi dapat dipahami bahwa kita sebagai manusia pada akhirnya akan sampai pada era perdamaian sejati.
*Scott Gilmore adalah anggota senior dari Munk School of Global Affairs, pendiri dari lembaga non-profit Building Market, dan ex diplomat Kanada.
Original Source : http://www.bostonglobe.com/ideas/2016/10/19/why-islamic-world-still-torn-war/2ZeWixhA50AnDt4SnemjpM/story.html
------------------------------------
Danz Suchamda :
Marilah kita sorot hal-hal apa yang dilakukan oleh menteri-menteri dari kader partai PKS di era rezim SBY :
1. Menteri Pendidikan menghapus bahasa Inggris (upaya membatasi asupan informasi pencelik mata). Menetapkan tujuan pendidikan untuk bidang2 pelajaran termasuk Fisika, Kimia dsb yg bersifat sains dalam koridor agama (upaya pengaburan tujuan bidang sains). Penghapusan bahasa daerah dari mata pelajaran (upaya penghapusan identitas).
2. Dalam dunia Informatika (Menteri Informasi Tifatul Sembiring) : Tidak peduli terhadap kualitas internet Indonesia yang buruk , bandwith sempit dan lelet. "Buat apa internet cepat-cepat?" itu seloroh ybs yg tercatat dalam ingatan saya.
3. Kita lihat upaya penanaman kultur timur tengah yang masif melalui acara-acara TV, iklan komersial, dsb.
4. Terekam para wartawan bahwa calo-calo politik asing mondar-mandir di lingkungan Gedung DPR/MPR.
5. Upaya segregasi dan diferensiasi gender yang masif dari kampanye-kampanye secara tidak langsung melalui selubung dunia entertainment, pendidikan,dsb.
6. Penyusupan kader2 islamis ke jajaran pemerintahan dan institusi2 non-governmental.
7. Merebaknya kasus-kasus kekerasan atas nama agama, pemaksaan-pemaksaan ke sekolah-sekolah non-islam, merebaknya aturan-aturan (UU s/d Perda) yang didasari logika syariah (bukan hukum nasional).
*Sharing knowledge dari Pak Ginanjar*, it's nice to know :
Maaf saya sedang di Boston, sejenak kembali ke Harvard. Saya membaca diskusi di WAG tentang HTI. Saya ingin berbagi pandangan mengenai HTI dan konsep khilafah yang mendasarinya, mungkin bermanfaat. Saya peroleh bahannya dari seorang aktivis dan intelektual muda Islam, yang tidak pernah sekolah di luar negeri, S1 di UIN, S2 di UI dan S3 di Unpad, jadi tidak bisa dituduh sebagai agen dan pembawa ajaran asing.
Khilafah singkatnya adalah konsep kepemimpinan tunggal dimana seluruh umat Islam di dunia ada dibawah satu Pemimpin yang dinamakan Khalifah sebagaimana yang ditunjukkan di zaman Khulafaurasyidi
n (Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali Bin Abi Thalib).
Dalam konsep itu, tidak ada batas-batas negara bangsa (nation state) dan tidak diakui kepemimpinan berdasarkan kebangsaan karena menurut mereka, itu berasal dari Barat. Mereka tidak mengakui adanya konsep nasionalisme karena nasionalisme itu merupakan produk dari barat.
Mereka menolak demokrasi karena lagi-lagi demokrasi itu tidak ada dalam Islam dan merupakan produk dari Barat
Hizbut Tahrir lahir di Yordania (dimana HT dilarang) berawal dari sempalan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Tokoh utamanya Taqiyudin An Nabhani memandang bahwa Ikhwanul Muslimin masih mengakui adanya nation-state dalam politik Arab.
Dalam pandangan pendukung Hizbut Tahrir di seluruh dunia, khilafah adalah satu-satunya institusi atau entitas politik yang bisa mempersatukan umat Islam seluruh dunia. Menurut mereka, hanya dengan khilafah, umat Islam sedunia dapat mengatasi berbagai masalah, semacam keterbelakangan, kemiskinan, pengangguran, dan berbagai bentuk kenestapaan lain. Karena itulah, dari waktu ke waktu selalu ada kelompok di kalangan umat Islam yang mengorientasikan cita gerakan mereka untuk pembentukan khilafah. Di antara mereka ada yang bergerak secara damai atau kekerasan seperti ISIS.
Padahal, konsep khilafah itu sendiri problematis dan utopian. Terdapat banyak perbedaan konsep dan praksis khilafah di antara para pemikir Muslim penggagasnya sejak dari Jamaluddin al-Afghani, ’Abdul Rahman al-Kawakibi, Abu al-A’la al-Mawdudi, sampai Taqiuddin al-Nabhani.
Utopianisme khilafah juga terletak pada kenyataan bahwa kaum Muslim di sejumlah kawasan dunia telah mengadopsi konsep negara-bangsa berdasarkan realitas bangsa dengan tradisi sosial, budaya, kondisi geografis; dan pengalaman historis masing2. Karena itu, ”unifikasi” seluruh wilayah dunia Muslim di bawah kekuasaan politik tunggal merupakan angan-angan belaka.
Ormas-ormas Islam Indonesia pernah membentuk Califat Comite seiring dengan penghapusan "khilafah" di Turki pada 1924 oleh kaum Turki Muda. Mereka bermaksud membela dan menuntut agar "khilafah" di Turki dihidupkan kembali. Merespons gejala ini, "the grand old man" Haji Agus Salim menyatakan, komite itu beserta khilafah tak relevan dengan Indonesia. Menurut beliau apa yang disebut "khilafah" di Turki adalah kerajaan despotik dan korup yang tak perlu dibela, apalagi diikuti umat Islam Indonesia. Pasca Califat Comite, khilafah hampir sepenuhnya absen dalam wacana pemikiran Islam di Indonesia. Ormas-ormas Islam, seperti NU dan Muhammadiyah, tak pernah bicara tentang khilafah, sebaliknya menerima dan mengembangkan konsep dan praksis negara-bangsa Indonesia.
Bagi Hizbut Tahrir, khilafah akan dicapai melalui tiga tahap: kultural, interaksi, dan revolusi. Pada tahap kultural, mereka akan menyebarluaskan gagasan khilafah kepada seluruh lapisan masyarakat, kaum Muslim khususnya, dengan beragam cara; diskusi, ceramah, penerbitan, dan cara persuasi lainnya. Tahap itu yang sekarang sedang mereka lalui di Indonesia.
Setelah itu, tahap kedua, interaksi, infiltrasi, dan advokasi ke lembaga militer, keamanan, dan institusi2 kunci. Setelah semua terpengaruhi, dan jika momennya sudah tepat, mereka akan menegakkan hukum Islam. Dan, pada tahap inilah rezim khilafah dinyatakan berdiri.
Gagasan mengenai khilafah sebetulnya tidak hanya diusung oleh HT, termasuk HT di Indonesia. Pada tingkat tertentu gerakan tarbiyyah yang condong ke Ikhwanul Muslimun, juga mencita-citakan negara Islam, meski namanya bukan khilafah. Mereka sama-sama mendambakan pemerintahan yang merujuk Al-Quran dan Sunnah.
Selain kedua gerakan tersebut, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) malah sudah mendeklarasikan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai khalifah. Mereka mengklaim negara khilafah telah ditegakkan di wilayah yang mereka kuasai. Sejumlah hukum Islam telah mereka terapkan. Perempuan yang keluar rumah dengan pakaian selain warna hitam dihukum mati. Tentara musuh dibunuh bahkan ada yang dibakar hidup-hidup.
Terlepas dari debat sesama pengusungnya, khilafah tidak mengenal demokrasi. Dalam khilafah tidak ada penyusunan hukum oleh representasi warga, apa pun latar belakangnya.
Khilafah hanya mengakui hukum berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Tidak mungkin bagi penganut khilafah mengakui dasar negara lain, misalnya Pancasila. Meskipun sifatnya diametral namun khilafah sebetulnya serupa dengan komunisme, dengan diktator (proletariatnya), internasionalisme nya, dogmatismenya, militansinys, kebrutalan nya, brainwashing-nya, dan intoleransi nya terhadap perbedaan.
(Ginanjar Kartasasmita )
GERAK IKHWANUL MUSLIMIN DI INDONESIA..
Bagaimana pemerintahan kita nanti jika Jokowi kalah pilpres 2019 ?
Untuk melihat itu kita harus melihat dulu krisis di Mesir sesudah Ikhwanul Muslimin disana diberantas habis oleh Jenderal Al Sissy.
Mesir yang merupakan induk dari keberadaan IM sekarang menjadi neraka buat mereka.
Pimpinan mereka dihukum mati dan organisasinya diberi label terlarang. Al Sissy tahu betul betapa bahayanya IM yang gerakan mereka halus sekali dengan militansi dan penguasaan masjid, majelis taklim, pengajian dan lain-lain.
Hebatnya IM ini, mereka tidak bergerak sendiri. Mereka menggunakan "tangan orang lain" untuk mewujudkan hasrat mereka, menguasai kepemimpinan di suatu negara.
Mereka memainkan "bisikan halus" kepada para politikus yang haus kekuasaan dan harta, kepada para gerakan radikal yang mudah diperdaya dan kepada mafia ekonomi yang nantinya bersedia dijadikan sapi perah mereka.
Karena sudah mengakarnya IM di Mesir dan penguasaan tempat ibadah disana yang juga menjadi basis kekuatan mereka, maka Al Sissy tidak mempunyai cara lain selain "membunuh" mereka dengan segala resiko yang ada.
Dan kita lihat, membunuh IM di Mesir tidak mudah. Mesir chaos berbulan-bulan sebelum akhirnya kembali tenang.
Ketika Ikhwanul Muslimin diperangi habis di Mesir, saya pada waktu itu memperkirakan, IM akan memindahkan basisnya di kedua negara dengan penduduk muslim terbesar, yaitu Turki dan Indonesia.
Coba perhatikan situasi waktu "kudeta" di Turki.
Tiba-tiba saja Erdogan mengumumkan bahwa terjadi kudeta di negerinya. Dan dengan alasan itu, Erdogan membersihkan jajarannya dari jaringan "Fethullah Gulen" seorang ulama besar di Turki.
Jaringan Gullen termasuk jaringan terkuat di Turki. Mereka menguasai perpustakaan, acara televisi, pendanaan yang kuat. Bahkan gerakan Gullen yang mengenalkan Islam yang damai, agamis, berwawasan menjadi gerakan baru di sana yang sudah muak dengan konsep sekuler.
Pemikiran Gullen yang demokratis ini juga banyak di adopsi oleh para hakim, tentara dan aparat sipil negara. Gerakan Gullen inilah yang mencemaskan Erdogan yang "ingin berkuasa selamanya"
Maka masuklah Ikhwanul Muslimin dan membisikkan bagaimana cara Erdogan mewujudkan mimpinya. Keinginan Erdogan dan IM bertemu dan dibuatlah cara yang halus dengan main kudeta2an. Ribuan orang yang dituding pengikut Gullen ditangkap dan dipenjarakan.
Ikhwanul Muslimin yang kemudian menguasai pemerintahan dengan Erdogan sebagai boneka hidupnya.
Dengan model referendum yang dimenangkan oleh Erdogan, IM memantapkan kekuasaannya dengan memberikan pengaruh yg lebih kuat di Turki.
Erdogan itu hanya boneka sementara dengan janji manis terhadap kekuasaan. IM menunggu sampai Erdogan wafat untuk kemudian menggantinya nanti dengan orang mereka sendiri dan penguasaan Turki akan menjadi sempurna.
Coba perhatikan...
Mesir mengusir IM tahun 2013 dan IM menguasai Turki dengan kudeta halus tahun 2016. IM hanya butuh 3 tahun saja untuk bisa berpindah dari satu inang ke inang lainnya. Cepat sekali...
Dan sesuai prediksi, sasaran berikutnya adalah Indonesia.
IM - dengan nama lain PKS - sudah menancapkan pengaruhnya di Indonesia melalui pemerintahan SBY. Dan bertahun-tahun di pemerintahan, mereka sudah ada dimana-mana di lembaga pemerintahan, menyebarkan benih mereka.
Ketika Pemilu 2014, PKS tersingkir. Jokowi yang memerintah.
Maka kita lihat bahwa PKS selalu ada di tempat yang berseberangan dengan koalisi Jokowi. Mereka harus merebut kembali kekuasaan atas wilayah.
Ciri IM dalam memilih pemimpin sementara punya pola yang sama. Orangnya suka retorika, haus kekuasaan dan tidak sungkan menghalalkan segala cara. IM memainkan politikus, pengusaha dan kelompok radikal dalam satu gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah.
Dan jangan salah, selama 10 tahun berada di lembaga pemerintahan pada waktu SBY berkuasa, IM sudah menguasai posisi-posisi penting disana.
Menteri boleh ganti, tapi jajaran bawah yang menguasai teknis tetap orang mereka. Itulah kenapa saya tidak berharap banyak ketika Menkominfo mengatakan akan memblokir situs radikal. Tidak akan ampuh, karena sebelum diblokir sudah ada peringatakan duluan supaya situs radikal itu membuat alamat2, baru.
Lah, mereka sudah menguasai Kominfo sejak lama. Orang2nya sudah pada mapan disana.
Itulah kenapa situasi Jokowi sangat lemah. Banyak perintahnya yang tidak berjalan dan efektif. Departemen agama, pendidikan sampai kominfo sudah dikuasai. Dan sangat mungkin aparat militer juga ada yang di pihak mereka.
Gerak mereka sekarang melemahkan kredibilitas Jokowi supaya tidak terpilih lagi di 2019 dan akan memilih lawannya yang sudah disiapkan. Anda pasti tahu siapa..
Jika lawannya berkuasa, maka akan ada satu waktu dimana sinetron kudeta Turki dimainkan untuk memperkuat posisi mereka disana.
Akan ada Gullen baru yang mereka singkirkan nantinya. Kira-kira siapa model Gullen yang ada di Indonesia yang tidak akan sepemikiran dengan mereka ?
Tentu saja, Nahdlatul Ulama...
Pahit kopinya ? Ayo seruput dulu biar bisa membayangkan gambar besarnya..
www.dennysiregar.com
Next to come akan jauh lebih mengerikan! Kalau kalian tidak mau sadar sekarang. Bangun, bangkit dan berjuang bersama sebagai saudara sebangsa dalam Persatuan Nasional berdasar Pantja Sila !
Ingat! Pantja Sila itu bukan buatan 01 Djoeni 1945. Tapi merupakan perumusan ulang / pemadatan esensi Jati Diri bangsa Nusantara pada masa era keemasannya! (sebelum korup dan akhirnya dijajah bangsa-bangsa -- karena korupnya itu).
BUDI PEKERTI NUSANTARA, berguru pada alam
Ki Buyut Dalu,
Spirit hidup manusia nusantara sejak jaman dahulu adalah keluhuran Budi Pekerti.
Karena lebih menekankan pada Budi Pekerti Luhur, maka keyakinan ini sering disebut dengan "Agama Budi".
Namun teman-teman tetangga sering menyebutnya “Agama Bhumi”. Karena dianggapnya keyakinan leluhur nusantara datangnya dari tradisi turun temurun para leluhur, bukan merupakan wahyu Tuhan.
Keyakinan yang kebenarannya relatif dan tak dapat dipertanggungjawabkan. Keyakinan yang lebih pada hal kebendaan dan kemanusiaan serta keduniawian daripada sorga. Demikian tetangga menyebut.
Tapi apapun sebutannya, agama budi dalam sejarahnya telah menuntun manusia nusantara menuju kemuliaan, kebersamaan, beradaban, gotong-royong, tenggang rasa, kehalusan budi, dan kecerdasan pikiran. Agama budi -yang dijuluki agama bumi- memuliakan alam, memuliakan manusia, Leluhur, Batara, Dewa, dan Sang Hyang Embang.
Agama Budi yang menjadi anutan para leluhur nusantara sejak jaman dahulu telah membentuk manusia berbudi, berbakti, berperikemanusiaan, bermusyawarah, berkeadilan, berbudaya, berbhineka, dan kreatif. Agama Budi membentuk manusia nusantara “seutuhnya” yakni manusia nusantara yang hak-hak hidupnya terpenuhi baik secara duniawi maupun akhirat, manusia berbudi, berkepribadian dan memiliki jati diri.
Agama Budi lahir dari pemurnian spiritual manusia di dunia fana. Terbentuk melalui proses spiritual dari manusia – manusia nusantara yang tulus dan “putus” (lepas dari ikatan duniawi), yang mampu menyerap kemuliaan “wahyu alam” sebagai perpanjangan tangan Hyang Tunggal.
Kebajikan yang diajarkan oleh “manusia - manusia paripurna” yang telah dapat menyatukan kekuatan Ibu Pertiwi dan Bapa Akasa. Menyatukan kekuatan Purusa Pradana, menyatukan kekuatan “Dunia” dan “Sunia” (akhirat), menyatukan kekuatan “Sekala Niskala” (nyata dan tak nyata). Menyatukan kekuatan “bhukti” (kebendaan) dan “mukti” (keimanan).
Kekuatan Purusa Pradana menjadi Ardhanareswari sebagai kekuatan Sanghyang Tunggal. Darinya menjadi kekuatan Sanghyang Maha Wisesa yang memancarkan energi kosmis, menebar vibrasi kesucian, membangkitkan kecerdasan budi, yang pada akhirnya melahirkan “sujana” (kebijaksanaan).
Agama Budi tak berharap - harap sorga atau mengelak - elak neraka. Ia mengalir terus mengikuti irama “karma” dan “samsara” (reinkarnasi). Berjalan tulus di jalur budi perkertinya yang damai di dunia, damai di hati dan damai di alam sunia untuk mencapai kemurnian Sang Atma dalam penyatuannya kepada Sang Hyang Jagatnata.
Agama Budi bisa hidup dimana saja, kapan saja dan bersama siapa saja. Sehingga ia diberi julukan oleh Sang Waktu sebagai Sanatana Dharma, kebenaran abadi. Kearifannya telah melahirkan “Sarjana Sujana” tanpa universitas, yakni insan - insan yang cerdik pandai penuh kebijaksanaan. Terbentuk oleh kemuliaan alam, serta kehalusan budi yang diajarkan oleh Ibu Pertiwi dan kekukuhan hati yang digembleng oleh Bapa Akasa.
Itulah Agama Budi Nusantara, berpijak pada Budi Pekerti Leluhur Nusantara.
Semoga semua mahluk hidup berbahagia.
Semoga leluhur nusantara memberi tuntunan.
#AgamaBudiNusantara #NusantaraJaya #
Rahayu!
Sumber : kanduksupatra.blogspot.com
Spirit hidup manusia nusantara sejak jaman dahulu adalah keluhuran Budi Pekerti.
Karena lebih menekankan pada Budi Pekerti Luhur, maka keyakinan ini sering disebut dengan "Agama Budi".
Namun teman-teman tetangga sering menyebutnya “Agama Bhumi”. Karena dianggapnya keyakinan leluhur nusantara datangnya dari tradisi turun temurun para leluhur, bukan merupakan wahyu Tuhan.
Keyakinan yang kebenarannya relatif dan tak dapat dipertanggungjawabkan. Keyakinan yang lebih pada hal kebendaan dan kemanusiaan serta keduniawian daripada sorga. Demikian tetangga menyebut.
Tapi apapun sebutannya, agama budi dalam sejarahnya telah menuntun manusia nusantara menuju kemuliaan, kebersamaan, beradaban, gotong-royong, tenggang rasa, kehalusan budi, dan kecerdasan pikiran. Agama budi -yang dijuluki agama bumi- memuliakan alam, memuliakan manusia, Leluhur, Batara, Dewa, dan Sang Hyang Embang.
Agama Budi yang menjadi anutan para leluhur nusantara sejak jaman dahulu telah membentuk manusia berbudi, berbakti, berperikemanusiaan, bermusyawarah, berkeadilan, berbudaya, berbhineka, dan kreatif. Agama Budi membentuk manusia nusantara “seutuhnya” yakni manusia nusantara yang hak-hak hidupnya terpenuhi baik secara duniawi maupun akhirat, manusia berbudi, berkepribadian dan memiliki jati diri.
Agama Budi lahir dari pemurnian spiritual manusia di dunia fana. Terbentuk melalui proses spiritual dari manusia – manusia nusantara yang tulus dan “putus” (lepas dari ikatan duniawi), yang mampu menyerap kemuliaan “wahyu alam” sebagai perpanjangan tangan Hyang Tunggal.
Kebajikan yang diajarkan oleh “manusia - manusia paripurna” yang telah dapat menyatukan kekuatan Ibu Pertiwi dan Bapa Akasa. Menyatukan kekuatan Purusa Pradana, menyatukan kekuatan “Dunia” dan “Sunia” (akhirat), menyatukan kekuatan “Sekala Niskala” (nyata dan tak nyata). Menyatukan kekuatan “bhukti” (kebendaan) dan “mukti” (keimanan).
Kekuatan Purusa Pradana menjadi Ardhanareswari sebagai kekuatan Sanghyang Tunggal. Darinya menjadi kekuatan Sanghyang Maha Wisesa yang memancarkan energi kosmis, menebar vibrasi kesucian, membangkitkan kecerdasan budi, yang pada akhirnya melahirkan “sujana” (kebijaksanaan).
Agama Budi tak berharap - harap sorga atau mengelak - elak neraka. Ia mengalir terus mengikuti irama “karma” dan “samsara” (reinkarnasi). Berjalan tulus di jalur budi perkertinya yang damai di dunia, damai di hati dan damai di alam sunia untuk mencapai kemurnian Sang Atma dalam penyatuannya kepada Sang Hyang Jagatnata.
Agama Budi bisa hidup dimana saja, kapan saja dan bersama siapa saja. Sehingga ia diberi julukan oleh Sang Waktu sebagai Sanatana Dharma, kebenaran abadi. Kearifannya telah melahirkan “Sarjana Sujana” tanpa universitas, yakni insan - insan yang cerdik pandai penuh kebijaksanaan. Terbentuk oleh kemuliaan alam, serta kehalusan budi yang diajarkan oleh Ibu Pertiwi dan kekukuhan hati yang digembleng oleh Bapa Akasa.
Itulah Agama Budi Nusantara, berpijak pada Budi Pekerti Leluhur Nusantara.
Semoga semua mahluk hidup berbahagia.
Semoga leluhur nusantara memberi tuntunan.
#AgamaBudiNusantara #NusantaraJaya #
Rahayu!
Sumber : kanduksupatra.blogspot.com
Selasa, 23 Mei 2017
TOMAT KEBIJAKSINIAN
Budidaya, tersebutlah sebuah sekolah kehidupan dengan rutinitas pembelajarannya setiap hari. Pak Budi salah satu staff guru bersahaja yang rendah hati di hormati semua murid-muridnya...
Suatu hari, berdirilah pak Budi di depan kelas, lalu berkata, "Selamat berjumpa lagi anak-anak kehidupan...
Anak-anak bapak akan memberikan tugas sederhana pada kalian dan sebelum selesai tugas itu, janganlah menanyakan kenapa ?
"baik pak guru.." jawab anak-anak serentak..
"Baiklah.. Namanya tugasnya bapak namakan "Tomat Budi..."
"hahaha...!!" riuhlah seketika ruangan kelas itu oleh tertawa wajah-wajah lugu anak-anak.
"Sssst....! Sudah... Sudah..." kata pak guru dengan isyaratnya agar semua kembali diam. Lalu berkata, "baiklah laksanakan mulai besok, bawa tomat masukan dalam kantong kresek jumlah untuk berapa jumlahnya sesuai berapa orang yang di benci dan tulislah namanya. Catat sebagai pengingat kalian :
= Jumlah tomat yangg dibawa harus sebanyak nama orang yangg dibenci/tidak disukai.
= Ada yang membawa 2, ada membawa 3, ada 4 bahkan ada yg mbawa 20 biji sesuai dgn jumlah orang yg sangat dibenci di dlm hidupnya._
= bawa tomat tersebut kemanapun kalian pergi selama seminggu.
Dan, singkat cerita...
Setelah 3 hari tomat itu mulai membusuk , per-lahan2 menimbul kan bau yg tdk sedap.
Murid2 yg membawa tomat dgn jumlah yg lebih banyak mulai mengeluh, karna merasa berat dan bau busuknya mulai menyengat.
*Setelah seminggu gurunya menanyakan kepd murid2nya "apakah yg kamu rasakan dlm seminggu ini?"
Hampir semua murid mengeluh karna bau busuk dari tomat yang sudah rusak, terutama yang membawa lebih banyak tomat.
pak Guru Budi tersenyum kemudian berkata: "Ini mirip degan apa yang kamu bawa di dlm hatimu , ketika kamu membenci beberapa orang.
Membenci/rasa iri , membuat hati dan pikiran kita tdk sehat dan kalian membawa kebencian itu ke-mana2.
Jika kita tidak tahan degan bau busuk dr tomat selama seminggu, bayangkan apa yg terjadi di dlm hati akibat kebencian yangg kita bawa setiap hari selama ber-tahun2.
Hati ini bagaikan taman indah yang penuh bunga yg setiap saat harus dirawat, dibersihkan dari kotoran2 yangg tidak diinginkan._
jadi.. Maafkanlah orang yg kita benci...
Buatlah hati ini ruang an tmpt menyimpan sesuatu yangg baik2 saja, inilah indahnya Persaudaraan dan Persahabatan.
Hidup dengan kasih sayang NYA.
Semoga semua mahluk hidup bahagi...
Rahayu!
Suatu hari, berdirilah pak Budi di depan kelas, lalu berkata, "Selamat berjumpa lagi anak-anak kehidupan...
Anak-anak bapak akan memberikan tugas sederhana pada kalian dan sebelum selesai tugas itu, janganlah menanyakan kenapa ?
"baik pak guru.." jawab anak-anak serentak..
"Baiklah.. Namanya tugasnya bapak namakan "Tomat Budi..."
"hahaha...!!" riuhlah seketika ruangan kelas itu oleh tertawa wajah-wajah lugu anak-anak.
"Sssst....! Sudah... Sudah..." kata pak guru dengan isyaratnya agar semua kembali diam. Lalu berkata, "baiklah laksanakan mulai besok, bawa tomat masukan dalam kantong kresek jumlah untuk berapa jumlahnya sesuai berapa orang yang di benci dan tulislah namanya. Catat sebagai pengingat kalian :
= Jumlah tomat yangg dibawa harus sebanyak nama orang yangg dibenci/tidak disukai.
= Ada yang membawa 2, ada membawa 3, ada 4 bahkan ada yg mbawa 20 biji sesuai dgn jumlah orang yg sangat dibenci di dlm hidupnya._
= bawa tomat tersebut kemanapun kalian pergi selama seminggu.
Dan, singkat cerita...
Setelah 3 hari tomat itu mulai membusuk , per-lahan2 menimbul kan bau yg tdk sedap.
Murid2 yg membawa tomat dgn jumlah yg lebih banyak mulai mengeluh, karna merasa berat dan bau busuknya mulai menyengat.
*Setelah seminggu gurunya menanyakan kepd murid2nya "apakah yg kamu rasakan dlm seminggu ini?"
Hampir semua murid mengeluh karna bau busuk dari tomat yang sudah rusak, terutama yang membawa lebih banyak tomat.
pak Guru Budi tersenyum kemudian berkata: "Ini mirip degan apa yang kamu bawa di dlm hatimu , ketika kamu membenci beberapa orang.
Membenci/rasa iri , membuat hati dan pikiran kita tdk sehat dan kalian membawa kebencian itu ke-mana2.
Jika kita tidak tahan degan bau busuk dr tomat selama seminggu, bayangkan apa yg terjadi di dlm hati akibat kebencian yangg kita bawa setiap hari selama ber-tahun2.
Hati ini bagaikan taman indah yang penuh bunga yg setiap saat harus dirawat, dibersihkan dari kotoran2 yangg tidak diinginkan._
jadi.. Maafkanlah orang yg kita benci...
Buatlah hati ini ruang an tmpt menyimpan sesuatu yangg baik2 saja, inilah indahnya Persaudaraan dan Persahabatan.
Hidup dengan kasih sayang NYA.
Semoga semua mahluk hidup bahagi...
Rahayu!
Rabu, 03 Mei 2017
CULT
Mind-Manipulating Groups:
Fenomena “Cult”
“Orang-orang yang mengikuti cult adalah orang
normal. Mereka pada umumnya cerdas, berpikiran terbuka dan jujur. Mereka
bersedia untuk berkorban untuk manfaat yang lebih besar dari suatu grup. Mereka
tertarik pada pengembangan diri dan perbaikan dunia. Orang-orang terbaik,
biasanya, menjadi target dari cult ini. Kekurangan mereka menyebabkan mereka
sangat dibutuhkan sebagai anggota cult.
Dr J W West, Professor of Psychiatry,
University of California
Definisi “Cult”
The Concise Oxford Dictionary mendefinisikan
cult sebagai : “suatu system pemujaan religius; devosi /penyembahan,
penghormatan kepada seseorang atau sesuatu”. Menurut C.T Russel : A
religion or religious sect generally considered to be extremist or false, with
its followers often living in an unconventional manner under the guidance of an
authoritarian, charismatic leader.
Sekarang, didalam benak masyarakat,
kata-kata “cult” adalah cenderung lebih diasosiasikan sebagai kegiatan
cuci-otak (brain-washing), manipulasi kepada para pengikutnya, skandal public
dari para pemimpin cult, pemerasan dan pembunuhan masal; daripada sebuah
kegiatan penyembahan religius.
Salah satu kesulitan
mendefiniskan sebuah ajaran sebagai cult, karena organisasi mereka berada pada
kondisi yang mengalami tahapan perkembangan. Sebuah cult religius biasanya pada tahap awal, pertengahan
dan akhir dari sebuah evolusi perkembangan organisasinya.
Pada awalnya, cult terdiri dari sedikit
kelompok orang yang memfokuskan diri mereka di sekeliling seorang pemimpin
religius dimana memiliki kharisma tertentu yang menyebabkan mereka tertarik.
Pada akhirnya, hal itu dapat menjadi bersifat manipulatif, eksploitatif dan
bahkan menjadi organisasi multi-nasional. Apa yang biasa orang perbincangkan
sebagai sebuah “cult” biasanya adalah NRG (New Religius Group) yang mana biasanya
berawal dalam bentuk perguruan, kelompok doa, atau unit2 kecil lainnya yang memiliki
karakteristik hubungan kekeluargaan. NRG dapat berupa sebuah organisasi yang
memiliki tahap pertengahan-akhir dari evolusinya.
Ada sekitar 40 macam
karakteristik dari sebuah cult. Meskipun demikian, untuk mengidentifikasikan
sebuah cult yang berevolusi menjadi cult yg berbahaya, seseorang cukup menilai
/ mendiagnosisnya dilihat dari lifestyle pemimpinnya dan sikap para member terhadap
pemimpin tersebut.
Biasanya, ketika NRG
telah berevolusi pada tahap pertengahan-akhir, pemimpinnya akan bersikap
otoriter, mengumumkan dirinya sebagai titisan Allah / Buddha /Dewa, mengaku
punya hubungan khusus dengan Allah/Buddha/Dewa dan dipercayai demikian oleh
para pengikutnya.
Mengikuti / mempercayai
pimpinan diyakini sebagai salah satu jalan pencerahan / keselamatan. Para
pemimpin hidup dalam kemewahan dari hasil pembiayaan murid2nya, melepaskan
dirinya dari tubuh organisasi secara eksklusif. Pemimpin adalah tak terjangkau
terkecuali oleh segelintir anggota ‘elite’.
Pemimpin akan membuat
nubuatan tentang kejadian2 dikemudian hari dimana grup tsb bersiap-siap utk
menghadapi. Para pengikut tunduk tak bersyarat kepadanya dan memperlakukannya
sebagai orang suci, titisan Dewa, santo/santa, Buddha Hidup, dll.
Setiap cult memiliki paling tidak 5 karakteristik dibawah ini”
1.
Memiliki penyimpangan /
deviasi dengan doktrin ajaran agama yang ortodoks (host)-nya.
2.
Menggunakan taktik psikologis (iming-iming
kesaktian, bujukan, janji-janji, tekanan, intimidasi, sumpah, ancaman, menakut-nakuti,
emotional abuse, dsb) untuk merekrut anggota, mengindoktrinasi, untuk
mempertahankan kesetiaan dan untuk mengendalikan anggotanya.
3.
Membentuk sebuah
kelompok kemasyarakatan yang elit / eksklusif/ khusus (contoh: kelompoknya adalah orang2 terpilih; sumpah2
tertentu, segregasi kelas keelitan tertentu, gelar2 spiritual, kemampuan
supranatural tertentu; dsb) yang bersifat totaliter (dikontrol oleh otoritas dengan power yg absolute; menolak
system distribusi kekuasaan dan kontrol; tunduk pada semua aspek kehidupan
secara tak bersyarat kepada otoritas pemimpin).
4.
Menunjuk dirinya
sendiri sebagai Pemimpin / pendiri (self-appointed), bersifat dogmatic,
messianic, pernyataan2nya tak dapat dipertanggungja
wabkan secara riil
(unaccountable), dan memiliki kharisma. Kecenderungan narcissistic pada
pemimpin dan kelompok elitenya.
5.
Mempercayai 'the end
justifies the means' (menghalalkan
cara) untuk mendapatkan dana, merekrut orang2, menginfiltrasi dan
merusak nama baik musuh-musuhnya.
6.
Kekayaan dan assetnya
(tangible dan intangible) tidak memberi manfaat kepada masyarakat secara luas
(hanya terbatas pada kelompoknya).
7.
Grup memiliki pandangan
elitist tentang dirinya dan dalam hubungannya dengan pihak lain : merekalah
yang paling benar, setiap orang lainnya adalah salah; hanya merekalah yang
melakukan kehendak Tuhan/Dewa/Nabi secara benar.
8.
Mengekang hak personal
dan kebebasan individu anggotanya. Abuse ini dapat dilakukan secara theologis,
sosiologis, psikologis maupun spiritual.
9. There will be great emphasis on loyalty to
the group and its teachings. The lives of members will be totally absorbed into
the group's activities. They will have little or no time to think for
themselves because of physical and emotional exhaustion. This is also a vital
part of the mind control process.
10.Setiap keraguan atau pertanyaan kritis
tentang ajaran grup akan mendapatkan tentangan, ejekan, atau tidak dilayani.
Kritik dianggap pengkhianatan. Penekanan2 pada otoritas , kepatuhan tak
bersyarat, tunduk.
11.Usaha
untuk meninggalkan atau mengungkapkan fakta memalukan tentang kelompok akan
berhadapan dengan ancaman. Beberapa bahkan mengambil sumpah kesetiaan untuk
menjaminkan hidupnya dan merasa terancam dengan hal itu. Orang yang mengungsi
dari grup biasanya menghadapi konfrontasi, pelecehan, pengucilan ataupun
cara-cara penekanan lainnya.
12."US
VERSUS THEM" MENTALITY - Isolation from
the community in general. Anyone and everything outside the group is seen as
"of the devil" or "unenlightened" etc.
(Source : arsip tulisan lama saya tahun 2000)
Akhir-akhir ini banyak sekali tumbuh cult-cult yang tumbuh berselubung agama inangnya. Dan ignoransi masyarakat tentang hal ini menyebabkan fenomena ini tidak terpantau radar masyarakat. Pada akhirnya banyak kaum muda yang menjadi korban. Sampai pada titik membahayakan sistem hankam negeri. Pemerintah harus mengambil tindakan terhadap cult-cult yang berbahaya. Dan para korban anggota cult harus mendapatkan perawatan dan penanganan post-traumatic syndrome dari para ahli kesehatan jiwa secara memadai. Tanpa itu dapat menimbulkan dampak problem sosial yang lain.
Silakan simak ini agar lebih jelas : https://
www.youtube.com/watch?v=zxJyfqeaKU8
PEDIGREE (SILSILAH)
Bagaimana menilai suatu tradisi spiritual adalah otentik atau palsu (cult)?
Perhatikan.....bagaimana tradisi2 yang otentik selalu memiliki silsilah yang otentik dari generasi tradisi yg sebelumnya, diakui atau setidaknya dimaklumi oleh tradisi yg sebelumnya.
Misal : Buddha, jelas dianggap sebagai salah satu Avatara dari Kalki (Hindu) atau bahkan salah satu penjelmaan dari Vishnu. Dan ajaran Buddha sendiri diterima sebagai salah satu garis otentik dan sah dari tradisi Hindu sekalipun tidak disetujui sepenuhnya.
Perhatikan,...bagaimana nabi-nabi dalam Taurat satu sama lain saling mengesahkan dan mengakui, tersirat maupun secara tidak langsung.
Sekalipun keberadaan eksistensi tokoh2nya bisa berada pada negeri2 lain (Yudea, Israel, Mesir, Babylonia, dst). Cross-reference dari sejarah negeri2 yg berbeda tidak bisa dipermak sesuka hati dengan mudah.
Perhatikan,...bagaimana Shiva dapat ditelusuri eksistensinya sampai masa sebelum pra-sejarah dalam bentuk Tantra. Dimana ...sekalipun tradisi yg lebih baru (Vedic, suku Aryan) tidak setuju dengan Tantra, tetapi tetap mengakui bahwa eksistensinya itu ada sebelumnya (suku Tamil).
Perhatikan,...bagaimana Laozi, walaupun secara sejarah adalah mitos, tetapi catatan2 tertulis dalam bentuk yg belum selengkap sekarang dapat ditemukan pada archive peninggalan sejarahnya. Pun diterima menjadi suatu bagian dari keutuhan tradisi Tiongkok. Chinese folk-belief (sekarang dihimpun dalam organisasi Tridharma) tidak menolak eksistensinya.
Demikian pula pada tradisi Tibetan, dimana eksistensi pertumbuhan Buddhism di Tibet terakomodir dan teradopsi oleh tradisi yg sebelumnya : Bon. Suku-suku di India Utara dan Nepal, mengakui faktualitas eksistensi proses sejarahnya.
Terlebih gila lagi...in a far away of place and time.... secara cross-cultural, ternyata tradisi2 Timur pun mendapat general acknowledgement lineage dari tradisi Abrahamic (Genesis 25 : 1-8).
See.....???
BERBEDA dengan CULT yang biasanya SELF-PROCLAIMED (mengklaim diri sendiri).
Meskipun demikian tetap hati-hati. Karena kepintaran manusia, maka yang self-proclaimed pun sudah sadar akan kemungkinan deteksi ini, oleh karena itu tak jarang sering membawa-bawa otentifikasi dari tradisi yg sebelumnya, tentu dengan cara KOOPTASI (main comot lepas konteks dengan memaksakan fakta / makna).
Cara menilainya gampang : telitilah dengan seksama apakah tradisi sebelumnya atau guru-guru atau generasi tetuanya memberkahi liineage itu. Istilahnya : MEMILIKI PEDEGREE.
Atau : Have the blessing of unbroken enlightened lineage. Monggo diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sendiri2 saja.
Tapi perhatikan arahnya : apakah 'yang lama' memberkahi 'yang baru', ataukah 'yang baru' begging acknowledgement dari 'yang lama'.
Sementara kalau muncul tiba-tiba tanpa pedigree, apalagi hendak memusnahkan tradisi yang ada sebelumnya sampai ke akar-akarnya sehingga tidak lagi bisa meninggalkan jejaknya. Anda perlu curiga besar!!!
Untuk itu, biasanya...dan khususnya tradisi2 Timur, setiap pengalihan estafet selalu mewariskan satu atau beberapa benda pusaka sebagai tanda otentifikasi kebersinambungan silsilah. Dan biasanya itu disimpan secara rahasia (tidak dipertunjukkan umum). Itulah salah satu fungsi kegunaan dari Pusaka.
Rahayu!
Fenomena “Cult”
“Orang-orang yang mengikuti cult adalah orang
normal. Mereka pada umumnya cerdas, berpikiran terbuka dan jujur. Mereka
bersedia untuk berkorban untuk manfaat yang lebih besar dari suatu grup. Mereka
tertarik pada pengembangan diri dan perbaikan dunia. Orang-orang terbaik,
biasanya, menjadi target dari cult ini. Kekurangan mereka menyebabkan mereka
sangat dibutuhkan sebagai anggota cult.
Dr J W West, Professor of Psychiatry,
University of California
Definisi “Cult”
The Concise Oxford Dictionary mendefinisikan
cult sebagai : “suatu system pemujaan religius; devosi /penyembahan,
penghormatan kepada seseorang atau sesuatu”. Menurut C.T Russel : A
religion or religious sect generally considered to be extremist or false, with
its followers often living in an unconventional manner under the guidance of an
authoritarian, charismatic leader.
Sekarang, didalam benak masyarakat,
kata-kata “cult” adalah cenderung lebih diasosiasikan sebagai kegiatan
cuci-otak (brain-washing), manipulasi kepada para pengikutnya, skandal public
dari para pemimpin cult, pemerasan dan pembunuhan masal; daripada sebuah
kegiatan penyembahan religius.
Salah satu kesulitan
mendefiniskan sebuah ajaran sebagai cult, karena organisasi mereka berada pada
kondisi yang mengalami tahapan perkembangan. Sebuah cult religius biasanya pada tahap awal, pertengahan
dan akhir dari sebuah evolusi perkembangan organisasinya.
Pada awalnya, cult terdiri dari sedikit
kelompok orang yang memfokuskan diri mereka di sekeliling seorang pemimpin
religius dimana memiliki kharisma tertentu yang menyebabkan mereka tertarik.
Pada akhirnya, hal itu dapat menjadi bersifat manipulatif, eksploitatif dan
bahkan menjadi organisasi multi-nasional. Apa yang biasa orang perbincangkan
sebagai sebuah “cult” biasanya adalah NRG (New Religius Group) yang mana biasanya
berawal dalam bentuk perguruan, kelompok doa, atau unit2 kecil lainnya yang memiliki
karakteristik hubungan kekeluargaan. NRG dapat berupa sebuah organisasi yang
memiliki tahap pertengahan-akhir dari evolusinya.
Ada sekitar 40 macam
karakteristik dari sebuah cult. Meskipun demikian, untuk mengidentifikasikan
sebuah cult yang berevolusi menjadi cult yg berbahaya, seseorang cukup menilai
/ mendiagnosisnya dilihat dari lifestyle pemimpinnya dan sikap para member terhadap
pemimpin tersebut.
Biasanya, ketika NRG
telah berevolusi pada tahap pertengahan-akhir, pemimpinnya akan bersikap
otoriter, mengumumkan dirinya sebagai titisan Allah / Buddha /Dewa, mengaku
punya hubungan khusus dengan Allah/Buddha/Dewa dan dipercayai demikian oleh
para pengikutnya.
Mengikuti / mempercayai
pimpinan diyakini sebagai salah satu jalan pencerahan / keselamatan. Para
pemimpin hidup dalam kemewahan dari hasil pembiayaan murid2nya, melepaskan
dirinya dari tubuh organisasi secara eksklusif. Pemimpin adalah tak terjangkau
terkecuali oleh segelintir anggota ‘elite’.
Pemimpin akan membuat
nubuatan tentang kejadian2 dikemudian hari dimana grup tsb bersiap-siap utk
menghadapi. Para pengikut tunduk tak bersyarat kepadanya dan memperlakukannya
sebagai orang suci, titisan Dewa, santo/santa, Buddha Hidup, dll.
Setiap cult memiliki paling tidak 5 karakteristik dibawah ini”
1.
Memiliki penyimpangan /
deviasi dengan doktrin ajaran agama yang ortodoks (host)-nya.
2.
Menggunakan taktik psikologis (iming-iming
kesaktian, bujukan, janji-janji, tekanan, intimidasi, sumpah, ancaman, menakut-nakuti,
emotional abuse, dsb) untuk merekrut anggota, mengindoktrinasi, untuk
mempertahankan kesetiaan dan untuk mengendalikan anggotanya.
3.
Membentuk sebuah
kelompok kemasyarakatan yang elit / eksklusif/ khusus (contoh: kelompoknya adalah orang2 terpilih; sumpah2
tertentu, segregasi kelas keelitan tertentu, gelar2 spiritual, kemampuan
supranatural tertentu; dsb) yang bersifat totaliter (dikontrol oleh otoritas dengan power yg absolute; menolak
system distribusi kekuasaan dan kontrol; tunduk pada semua aspek kehidupan
secara tak bersyarat kepada otoritas pemimpin).
4.
Menunjuk dirinya
sendiri sebagai Pemimpin / pendiri (self-appointed), bersifat dogmatic,
messianic, pernyataan2nya tak dapat dipertanggungja
wabkan secara riil
(unaccountable), dan memiliki kharisma. Kecenderungan narcissistic pada
pemimpin dan kelompok elitenya.
5.
Mempercayai 'the end
justifies the means' (menghalalkan
cara) untuk mendapatkan dana, merekrut orang2, menginfiltrasi dan
merusak nama baik musuh-musuhnya.
6.
Kekayaan dan assetnya
(tangible dan intangible) tidak memberi manfaat kepada masyarakat secara luas
(hanya terbatas pada kelompoknya).
7.
Grup memiliki pandangan
elitist tentang dirinya dan dalam hubungannya dengan pihak lain : merekalah
yang paling benar, setiap orang lainnya adalah salah; hanya merekalah yang
melakukan kehendak Tuhan/Dewa/Nabi secara benar.
8.
Mengekang hak personal
dan kebebasan individu anggotanya. Abuse ini dapat dilakukan secara theologis,
sosiologis, psikologis maupun spiritual.
9. There will be great emphasis on loyalty to
the group and its teachings. The lives of members will be totally absorbed into
the group's activities. They will have little or no time to think for
themselves because of physical and emotional exhaustion. This is also a vital
part of the mind control process.
10.Setiap keraguan atau pertanyaan kritis
tentang ajaran grup akan mendapatkan tentangan, ejekan, atau tidak dilayani.
Kritik dianggap pengkhianatan. Penekanan2 pada otoritas , kepatuhan tak
bersyarat, tunduk.
11.Usaha
untuk meninggalkan atau mengungkapkan fakta memalukan tentang kelompok akan
berhadapan dengan ancaman. Beberapa bahkan mengambil sumpah kesetiaan untuk
menjaminkan hidupnya dan merasa terancam dengan hal itu. Orang yang mengungsi
dari grup biasanya menghadapi konfrontasi, pelecehan, pengucilan ataupun
cara-cara penekanan lainnya.
12."US
VERSUS THEM" MENTALITY - Isolation from
the community in general. Anyone and everything outside the group is seen as
"of the devil" or "unenlightened" etc.
(Source : arsip tulisan lama saya tahun 2000)
Akhir-akhir ini banyak sekali tumbuh cult-cult yang tumbuh berselubung agama inangnya. Dan ignoransi masyarakat tentang hal ini menyebabkan fenomena ini tidak terpantau radar masyarakat. Pada akhirnya banyak kaum muda yang menjadi korban. Sampai pada titik membahayakan sistem hankam negeri. Pemerintah harus mengambil tindakan terhadap cult-cult yang berbahaya. Dan para korban anggota cult harus mendapatkan perawatan dan penanganan post-traumatic syndrome dari para ahli kesehatan jiwa secara memadai. Tanpa itu dapat menimbulkan dampak problem sosial yang lain.
Silakan simak ini agar lebih jelas : https://
www.youtube.com/watch?v=zxJyfqeaKU8
PEDIGREE (SILSILAH)
Bagaimana menilai suatu tradisi spiritual adalah otentik atau palsu (cult)?
Perhatikan.....bagaimana tradisi2 yang otentik selalu memiliki silsilah yang otentik dari generasi tradisi yg sebelumnya, diakui atau setidaknya dimaklumi oleh tradisi yg sebelumnya.
Misal : Buddha, jelas dianggap sebagai salah satu Avatara dari Kalki (Hindu) atau bahkan salah satu penjelmaan dari Vishnu. Dan ajaran Buddha sendiri diterima sebagai salah satu garis otentik dan sah dari tradisi Hindu sekalipun tidak disetujui sepenuhnya.
Perhatikan,...bagaimana nabi-nabi dalam Taurat satu sama lain saling mengesahkan dan mengakui, tersirat maupun secara tidak langsung.
Sekalipun keberadaan eksistensi tokoh2nya bisa berada pada negeri2 lain (Yudea, Israel, Mesir, Babylonia, dst). Cross-reference dari sejarah negeri2 yg berbeda tidak bisa dipermak sesuka hati dengan mudah.
Perhatikan,...bagaimana Shiva dapat ditelusuri eksistensinya sampai masa sebelum pra-sejarah dalam bentuk Tantra. Dimana ...sekalipun tradisi yg lebih baru (Vedic, suku Aryan) tidak setuju dengan Tantra, tetapi tetap mengakui bahwa eksistensinya itu ada sebelumnya (suku Tamil).
Perhatikan,...bagaimana Laozi, walaupun secara sejarah adalah mitos, tetapi catatan2 tertulis dalam bentuk yg belum selengkap sekarang dapat ditemukan pada archive peninggalan sejarahnya. Pun diterima menjadi suatu bagian dari keutuhan tradisi Tiongkok. Chinese folk-belief (sekarang dihimpun dalam organisasi Tridharma) tidak menolak eksistensinya.
Demikian pula pada tradisi Tibetan, dimana eksistensi pertumbuhan Buddhism di Tibet terakomodir dan teradopsi oleh tradisi yg sebelumnya : Bon. Suku-suku di India Utara dan Nepal, mengakui faktualitas eksistensi proses sejarahnya.
Terlebih gila lagi...in a far away of place and time.... secara cross-cultural, ternyata tradisi2 Timur pun mendapat general acknowledgement lineage dari tradisi Abrahamic (Genesis 25 : 1-8).
See.....???
BERBEDA dengan CULT yang biasanya SELF-PROCLAIMED (mengklaim diri sendiri).
Meskipun demikian tetap hati-hati. Karena kepintaran manusia, maka yang self-proclaimed pun sudah sadar akan kemungkinan deteksi ini, oleh karena itu tak jarang sering membawa-bawa otentifikasi dari tradisi yg sebelumnya, tentu dengan cara KOOPTASI (main comot lepas konteks dengan memaksakan fakta / makna).
Cara menilainya gampang : telitilah dengan seksama apakah tradisi sebelumnya atau guru-guru atau generasi tetuanya memberkahi liineage itu. Istilahnya : MEMILIKI PEDEGREE.
Atau : Have the blessing of unbroken enlightened lineage. Monggo diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sendiri2 saja.
Tapi perhatikan arahnya : apakah 'yang lama' memberkahi 'yang baru', ataukah 'yang baru' begging acknowledgement dari 'yang lama'.
Sementara kalau muncul tiba-tiba tanpa pedigree, apalagi hendak memusnahkan tradisi yang ada sebelumnya sampai ke akar-akarnya sehingga tidak lagi bisa meninggalkan jejaknya. Anda perlu curiga besar!!!
Untuk itu, biasanya...dan khususnya tradisi2 Timur, setiap pengalihan estafet selalu mewariskan satu atau beberapa benda pusaka sebagai tanda otentifikasi kebersinambungan silsilah. Dan biasanya itu disimpan secara rahasia (tidak dipertunjukkan umum). Itulah salah satu fungsi kegunaan dari Pusaka.
Rahayu!
DS
Selasa, 25 April 2017
JALAN CEPAT KE DUNIA JINN
Danz Suchamda,
Tanya : apa benar ganja/
cannabis itu dulu di gunakan untuk spiritual,contoh yang paling kongrit hindu, ,dan catatan tertua 2000 tahun ada kitab hindu. .mengingat ada kasus fidelis"dilema ganja".
Danz Suchamda :
Ada beberapa yg menggunakan, tapi tidak kurang juga yang menentang. Misal buddhism sangat menentang praktek itu.
Pada umumnya, digunakan oleh Tantra Kiri (left hand path). Dengan tujuan jalur cepat tapi sangat beresiko. Biasanya digunakan dalam pengawasan langsung guru dan dengan antidote / obat pengimbangnya.
Agama2 samawi pun menggunakan substansi psychedelic itu. Contoh di arab, penggunaan BUHUR itu apa bukan kebiasaan menggunakan candu yg dikemas sebagai "pewangi". Coba cari buhur ASLI ARAB, pasti mengandung candu.
Jin dan mahluk2 dunia gaib tingkat rendah, suka yang bau2an mengandung TAR tinggi. Dan kalau anda ingin fenomena supranatural (BEDAKAN dengan spiritual) yang "nendang" atau "dahsyat", gunakanlah bahan2 itu.
Saya punya bukti "hitam di atas putih" dari seorang "murid" yg meng-capture website JNE bagaimana barang2 spt itu ketika dalam pengiriman bisa berputar2 keliling Indonesia dulu tidak masuk akal sama sekali krn dalam hitungan jam. Dan akibat dari seringnya penggunaan jalan pintas seperti itu adalah sifat kejiwaan yang malas, suka jalan pintas, pendusta (kecuali dengan ancaman) dan lacur. Persis seperti sifat penghuni realm yang sering dikonteknya.
Monggo, ...silakan bagi yang pernah memakai mohon dapat bersaksi apa saja yg dialaminya (kalau bahan asli tingkat probabilitasnya mendekati 100% walau setipis apa pun pengalamannya).
Tapi TIDAK BOLEH untuk para Devata (harus bahan2 yang sattvic / pure). Dan tidak untuk mendongkrak fenomena supranaturalitas melainkan untuk kerohanian.
Maka jangan heran bila "spiritualitas" yang menggunakan bahan-bahan bergetah seperti itu umumnya menghasilkan imbas kejiwaan getaran yang konek dengan kejiwaan tingkat rendah walaupun efektif untuk pencapaian tujuan-tujuan egoistic tingkat rendah. Walaupun pada akhirnya condong pada fractalisasi hal2 yang berbau getih (darah) dan bangsa lendir-lendiran (tamasic / dirty).
Tapi sebagai Spiritualis, seseorang juga harus paham dunia itu sekaligus memiliki kemampuan menjadi PAWANG-nya. Oleh karena itu, jangan heran bila definisi perbedaan antara "spiritualis" dan "supranaturalis" jadi kabur, karena kedua pihak berkelindan hampir pada medan2 yg sama, walaupun TUJUAN dan MOTIVASI nya sangat berbeda jauh.
Mengapa?
Ya karena cilakanya...para ASURA itu adalah musuh utama (dendam, iri, dengki) pada para Devata. Maka selalu bikin gara-gara dan perang di "langit" sono. Makanya spiritualis harus paham supaya bisa mengatasi. Asura yang sudah tunduk dan membaktikan pada "tuannya manusia" karena dikasih makan, itulah yang disebut Jinn Sumeleh. Padahal sedang menjerat. "Daku kau kejar, dikau kutangkap".
Bohong itu mengatakan ada agama di dunia Jinn. Ya akal-akalannya para Jinn tersebut membohongi manusia. Sehingga pada akhir hidupnya ya gantian jiwa manusianya itu yg jadi budak si Jinn di alamnya selama-lamanya.
So, bila anda spiritualis untuk mencapai tataran pencerahan atau tingkatan jiwa yang lebih tinggi...tapi belum saat / levelnya sudah sering bermain dengan barang2 begituan,...maka saya jamin kemajuan kerohanian anda akan mandheg / magel !
Tapi memang ada orang-orang narsis (self-obsessed) yang jatuhnya jauh lebih menikmati egonya dipuja2 orang sebagai orang sakti, daripada melanjutkan perjuangan spiritualnya.
Ketidaktahuan tentang wacana seperti ini maka banyak terjadi keterbolak-balikan bagi para pejalan spiritual di tanah air kita. Salah satu faktor pendukung munculnya fenomena sosial-politik yang KOPLAK.
Lha politikus...bahkan fresiden kok mind-setnya alam jinn. Refot!
Ngakunya menyembah hanya satu-satunya Tuhan, tapi mainan tiap hari dan pikirannya bangsa jin-jinnan. Opo tumon???
Jadi jangan heran bila terjajah jiwa.
Rahayu!
Note :
Benar sekali, saya pernah mengalami sendiri interaksi dengan bangsa Alus (jin).
ganja memang salah satu sarana/alat agar interaksi terjadi.
tapi saat itu bukan niat saya untuk menghisapnya, karena ada faktor "X".
Dengan menjaga kesadaran dan logika, kita akan luput dari tipu muslihat bangsa mereka.
Betul.
Mereka ahli muslihat dan sulapan. (Sulapan di alamnya adalah magic di alam kita. Tapi intinya penipuan).
'sulapan' = oprek karma.
Pada akhirnya "tabungan jiwa" defisit. Maka jangan heran pengejewantahan dalam hidup nyata pun demikian. Deficiency syndrome. Bahkan sampai ke fisik defisit neraca kas.
Maka bagi saya, tendensi perilaku/ sikap egoistic, curang, bahkan korup mereka tidak mengherankan buat saya. Itu semata karena manifestasi dari salah pilihan sikon eksistensialnya sendiri. Maka ceramah2, anjuran2, atau bahkan hukuman2 keras pun percuma. Keterjatuhan status eksistensial tak mungkin bisa diobati hanya dari superficialitas (salep obat luar) belaka.
waktu saya kecil, swargi /almarhum nenek saya biasa membakar dupa ataupun kemenyan didepan rumah/pelataran.
waktu itu saya dan keluarga besar menganggap bahwa nenek tengah bersekutu dengan bangsa lelembut/setan.
Baru sekarang saya bisa memahami semuanya.
karena ketidaktahuan dan keegoisan kitalah, kita menuduh nenek memuja setan.
ternyata itulah wujud bakti nenek saya kepada TUHAN YME, dengan mencintai semua makhluk ciptaan TUHAN.
bisa terlihat dari perilaku dan sikap hidup yang dipraktekkan nenek saya semasa hidupnya.
Naahhh!
*dalam kitab memang tertulis ada dunia jin, dan jin ada yg baik dan ada yg jahat, lah itu orang yg pada kerasukan jin, iku piye .. lah makin mumet iki dunia...
Jinn istilah bahasa arab.
Mereka miskin khazanah jadi cuman punya minim istilah tentang kompleksitas dunia gaib. Semua2nya hantam rata sebut jinn.
Asura jinn, preta disebut jinn, rakshasha, yakka, gandhara, kinnara, dsb ....bahkan deva pun disebut jinn,...pd akhirnya kebolak balik ketipu sendiri krn tidak paham spec2 nya.
Beda kasta berarti jinn?
Hadweuh!!
Bukan kasta tapi beda jenis..
Apa anjing dan kucing itu beda kasta ?
#
Tidak bisa dipungkiri bhwa sbagian besar masyarakat jawa ,mskipun mnyembah tuhan yg 1 akan tetapi yangg 1 tsb buat saya adlah transisi dari animism yg blum seutuhnya dtinggalkn dalam hati mereka. Alhasil kebingunan jiwa yg nyata pada mereka. Saalam
Betul.
Transisi penyembahan berhala yang gagal. Akibatnya bukan monotheisme sejati tapi sekedar penyembahan berhala tunggal. Tuhannya memang satu, tapi mindsetnya penyembahan dewa ala primitif. Dulu saya istilahkan "menyembah bonga-bonga"
Alkisah..." Suatu hari ada petualang wanita eropa yg bahenol sexy untuk gelar doktoralnya riset menjelajahi hutan rimba suku pedalaman amazon yang masih primitif.
Rupanya sial, dia tertangkap oleh suku buas bersenjata tombak dan parang itu. Ini dialognya (setelah diterjemahkan dengan susah payah secara ajaib):
Kepala suku : Kamu orang asing kafir harus kami bunuh krn tidak menyembah Bonga-bonga dewa kami, kecuali kamu mualove.
Cewe : Apa itu dewa bonga2?
KS : Dewa mulia kami Maha Perkosa
C : Trussss.... apa urusannya?? Apa itu mualove?
KS : kamu harus makelove dengan saya atau kami bunuh!
C : huaaaa...ampun dah! Lebih baik saya mati dibunuh aja deh!!!!
KS : Bagus! Kamu akan kami bunuh agar dewa bonga2 senang. Pahalamu besoarrr!
[Perintah KS kepada prajuritnya] : "Segera nyalakan dupa ayahuasca dan siapkan alas dipan bertabur bunga di depan altar dewa Bonga-bonga untuk upacara gangbang bonga-bonga tradisi kita sampai cewe ini mati!
(Si Cewe pingsan duluan karena sadar salah ngejawab. Tau gitu mendingan mualove deh daripada digilir ampe mati). Hahah
Tanya : apa benar ganja/
cannabis itu dulu di gunakan untuk spiritual,contoh yang paling kongrit hindu, ,dan catatan tertua 2000 tahun ada kitab hindu. .mengingat ada kasus fidelis"dilema ganja".
Danz Suchamda :
Ada beberapa yg menggunakan, tapi tidak kurang juga yang menentang. Misal buddhism sangat menentang praktek itu.
Pada umumnya, digunakan oleh Tantra Kiri (left hand path). Dengan tujuan jalur cepat tapi sangat beresiko. Biasanya digunakan dalam pengawasan langsung guru dan dengan antidote / obat pengimbangnya.
Agama2 samawi pun menggunakan substansi psychedelic itu. Contoh di arab, penggunaan BUHUR itu apa bukan kebiasaan menggunakan candu yg dikemas sebagai "pewangi". Coba cari buhur ASLI ARAB, pasti mengandung candu.
Jin dan mahluk2 dunia gaib tingkat rendah, suka yang bau2an mengandung TAR tinggi. Dan kalau anda ingin fenomena supranatural (BEDAKAN dengan spiritual) yang "nendang" atau "dahsyat", gunakanlah bahan2 itu.
Saya punya bukti "hitam di atas putih" dari seorang "murid" yg meng-capture website JNE bagaimana barang2 spt itu ketika dalam pengiriman bisa berputar2 keliling Indonesia dulu tidak masuk akal sama sekali krn dalam hitungan jam. Dan akibat dari seringnya penggunaan jalan pintas seperti itu adalah sifat kejiwaan yang malas, suka jalan pintas, pendusta (kecuali dengan ancaman) dan lacur. Persis seperti sifat penghuni realm yang sering dikonteknya.
Monggo, ...silakan bagi yang pernah memakai mohon dapat bersaksi apa saja yg dialaminya (kalau bahan asli tingkat probabilitasnya mendekati 100% walau setipis apa pun pengalamannya).
Tapi TIDAK BOLEH untuk para Devata (harus bahan2 yang sattvic / pure). Dan tidak untuk mendongkrak fenomena supranaturalitas melainkan untuk kerohanian.
Maka jangan heran bila "spiritualitas" yang menggunakan bahan-bahan bergetah seperti itu umumnya menghasilkan imbas kejiwaan getaran yang konek dengan kejiwaan tingkat rendah walaupun efektif untuk pencapaian tujuan-tujuan egoistic tingkat rendah. Walaupun pada akhirnya condong pada fractalisasi hal2 yang berbau getih (darah) dan bangsa lendir-lendiran (tamasic / dirty).
Tapi sebagai Spiritualis, seseorang juga harus paham dunia itu sekaligus memiliki kemampuan menjadi PAWANG-nya. Oleh karena itu, jangan heran bila definisi perbedaan antara "spiritualis" dan "supranaturalis" jadi kabur, karena kedua pihak berkelindan hampir pada medan2 yg sama, walaupun TUJUAN dan MOTIVASI nya sangat berbeda jauh.
Mengapa?
Ya karena cilakanya...para ASURA itu adalah musuh utama (dendam, iri, dengki) pada para Devata. Maka selalu bikin gara-gara dan perang di "langit" sono. Makanya spiritualis harus paham supaya bisa mengatasi. Asura yang sudah tunduk dan membaktikan pada "tuannya manusia" karena dikasih makan, itulah yang disebut Jinn Sumeleh. Padahal sedang menjerat. "Daku kau kejar, dikau kutangkap".
Bohong itu mengatakan ada agama di dunia Jinn. Ya akal-akalannya para Jinn tersebut membohongi manusia. Sehingga pada akhir hidupnya ya gantian jiwa manusianya itu yg jadi budak si Jinn di alamnya selama-lamanya.
So, bila anda spiritualis untuk mencapai tataran pencerahan atau tingkatan jiwa yang lebih tinggi...tapi belum saat / levelnya sudah sering bermain dengan barang2 begituan,...maka saya jamin kemajuan kerohanian anda akan mandheg / magel !
Tapi memang ada orang-orang narsis (self-obsessed) yang jatuhnya jauh lebih menikmati egonya dipuja2 orang sebagai orang sakti, daripada melanjutkan perjuangan spiritualnya.
Ketidaktahuan tentang wacana seperti ini maka banyak terjadi keterbolak-balikan bagi para pejalan spiritual di tanah air kita. Salah satu faktor pendukung munculnya fenomena sosial-politik yang KOPLAK.
Lha politikus...bahkan fresiden kok mind-setnya alam jinn. Refot!
Ngakunya menyembah hanya satu-satunya Tuhan, tapi mainan tiap hari dan pikirannya bangsa jin-jinnan. Opo tumon???
Jadi jangan heran bila terjajah jiwa.
Rahayu!
Note :
Benar sekali, saya pernah mengalami sendiri interaksi dengan bangsa Alus (jin).
ganja memang salah satu sarana/alat agar interaksi terjadi.
tapi saat itu bukan niat saya untuk menghisapnya, karena ada faktor "X".
Dengan menjaga kesadaran dan logika, kita akan luput dari tipu muslihat bangsa mereka.
Betul.
Mereka ahli muslihat dan sulapan. (Sulapan di alamnya adalah magic di alam kita. Tapi intinya penipuan).
'sulapan' = oprek karma.
Pada akhirnya "tabungan jiwa" defisit. Maka jangan heran pengejewantahan dalam hidup nyata pun demikian. Deficiency syndrome. Bahkan sampai ke fisik defisit neraca kas.
Maka bagi saya, tendensi perilaku/ sikap egoistic, curang, bahkan korup mereka tidak mengherankan buat saya. Itu semata karena manifestasi dari salah pilihan sikon eksistensialnya sendiri. Maka ceramah2, anjuran2, atau bahkan hukuman2 keras pun percuma. Keterjatuhan status eksistensial tak mungkin bisa diobati hanya dari superficialitas (salep obat luar) belaka.
waktu saya kecil, swargi /almarhum nenek saya biasa membakar dupa ataupun kemenyan didepan rumah/pelataran.
waktu itu saya dan keluarga besar menganggap bahwa nenek tengah bersekutu dengan bangsa lelembut/setan.
Baru sekarang saya bisa memahami semuanya.
karena ketidaktahuan dan keegoisan kitalah, kita menuduh nenek memuja setan.
ternyata itulah wujud bakti nenek saya kepada TUHAN YME, dengan mencintai semua makhluk ciptaan TUHAN.
bisa terlihat dari perilaku dan sikap hidup yang dipraktekkan nenek saya semasa hidupnya.
Naahhh!
*dalam kitab memang tertulis ada dunia jin, dan jin ada yg baik dan ada yg jahat, lah itu orang yg pada kerasukan jin, iku piye .. lah makin mumet iki dunia...
Jinn istilah bahasa arab.
Mereka miskin khazanah jadi cuman punya minim istilah tentang kompleksitas dunia gaib. Semua2nya hantam rata sebut jinn.
Asura jinn, preta disebut jinn, rakshasha, yakka, gandhara, kinnara, dsb ....bahkan deva pun disebut jinn,...pd akhirnya kebolak balik ketipu sendiri krn tidak paham spec2 nya.
Beda kasta berarti jinn?
Hadweuh!!
Bukan kasta tapi beda jenis..
Apa anjing dan kucing itu beda kasta ?
#
Tidak bisa dipungkiri bhwa sbagian besar masyarakat jawa ,mskipun mnyembah tuhan yg 1 akan tetapi yangg 1 tsb buat saya adlah transisi dari animism yg blum seutuhnya dtinggalkn dalam hati mereka. Alhasil kebingunan jiwa yg nyata pada mereka. Saalam
Betul.
Transisi penyembahan berhala yang gagal. Akibatnya bukan monotheisme sejati tapi sekedar penyembahan berhala tunggal. Tuhannya memang satu, tapi mindsetnya penyembahan dewa ala primitif. Dulu saya istilahkan "menyembah bonga-bonga"
Alkisah..." Suatu hari ada petualang wanita eropa yg bahenol sexy untuk gelar doktoralnya riset menjelajahi hutan rimba suku pedalaman amazon yang masih primitif.
Rupanya sial, dia tertangkap oleh suku buas bersenjata tombak dan parang itu. Ini dialognya (setelah diterjemahkan dengan susah payah secara ajaib):
Kepala suku : Kamu orang asing kafir harus kami bunuh krn tidak menyembah Bonga-bonga dewa kami, kecuali kamu mualove.
Cewe : Apa itu dewa bonga2?
KS : Dewa mulia kami Maha Perkosa
C : Trussss.... apa urusannya?? Apa itu mualove?
KS : kamu harus makelove dengan saya atau kami bunuh!
C : huaaaa...ampun dah! Lebih baik saya mati dibunuh aja deh!!!!
KS : Bagus! Kamu akan kami bunuh agar dewa bonga2 senang. Pahalamu besoarrr!
[Perintah KS kepada prajuritnya] : "Segera nyalakan dupa ayahuasca dan siapkan alas dipan bertabur bunga di depan altar dewa Bonga-bonga untuk upacara gangbang bonga-bonga tradisi kita sampai cewe ini mati!
(Si Cewe pingsan duluan karena sadar salah ngejawab. Tau gitu mendingan mualove deh daripada digilir ampe mati). Hahah
Sabtu, 22 April 2017
SPIRITUAL JAWA
Tuhan tak pernah tidak adil, dan tak pernah pilih kasih baik kepada ras, etnik tertentu dan golongan tertentu. Tetapi manusia sering menghindari sikap yang ditunjukkan Tuhan dan malah menjadikan perbedaan sebagai masalah.
Bangsa Indonesia yang mengaku agamis, perlu mengaku kalah langkah dengan bangsa yang dianggap sekuler yang senyatanya bisa menangkap rumus dan tatanan kodrat Tuhan dengan seksama.
Kita terjebak dalam emosi kemarahan yang tercetus karena perbedaan kulit ataupun yang hanya sekadar baju, sehingga hidup penuh rasa curiga terhadap sesama. Itukah religius. Itukah agamis.
Kalau mengutamakan curiga, dan menutup mata terhadap bangsa lain, atau bahkan saudara kita sendiri, jangan disalahkan kalau kita tertinggal dalam segala hal dan senantiasa sengsara sebagai bangsa.
Manusia harus menggapai kemajuan dan kemuliaan hidup. Hal itu bisa dicapai kalau manusia mengutamakan hidup positif dan tidak pernah bosan dengan kritik pribadi.
Niyat ingsun nyebar ganda arum, tyas manis kang mantesi ruming wicara kang mranani, sinembuh laku utama. Demikian sasmita dari leluhur bahwa niatnya hanyalah menyebarkan keharuman nama, dengan hati yang baik dikedepankan dengan ajakan yang baik diutamakan, ditambah laku keutamaan melayani sesama.
Semua itu didasari pada karepe rasa bukan rasane karep. Kemudian dilaksanakan dengan semangat tapa ngrame, sepi ing pamrih, rame ing gawe.
Membuat orang lain senang, karyenak tyasing sesami. Dengan demikian anugerah Ilahi bakal tercurah kepada kita masing-masing, dan kepada bangsa ini.
Rahayu!
Bangsa Indonesia yang mengaku agamis, perlu mengaku kalah langkah dengan bangsa yang dianggap sekuler yang senyatanya bisa menangkap rumus dan tatanan kodrat Tuhan dengan seksama.
Kita terjebak dalam emosi kemarahan yang tercetus karena perbedaan kulit ataupun yang hanya sekadar baju, sehingga hidup penuh rasa curiga terhadap sesama. Itukah religius. Itukah agamis.
Kalau mengutamakan curiga, dan menutup mata terhadap bangsa lain, atau bahkan saudara kita sendiri, jangan disalahkan kalau kita tertinggal dalam segala hal dan senantiasa sengsara sebagai bangsa.
Manusia harus menggapai kemajuan dan kemuliaan hidup. Hal itu bisa dicapai kalau manusia mengutamakan hidup positif dan tidak pernah bosan dengan kritik pribadi.
Niyat ingsun nyebar ganda arum, tyas manis kang mantesi ruming wicara kang mranani, sinembuh laku utama. Demikian sasmita dari leluhur bahwa niatnya hanyalah menyebarkan keharuman nama, dengan hati yang baik dikedepankan dengan ajakan yang baik diutamakan, ditambah laku keutamaan melayani sesama.
Semua itu didasari pada karepe rasa bukan rasane karep. Kemudian dilaksanakan dengan semangat tapa ngrame, sepi ing pamrih, rame ing gawe.
Membuat orang lain senang, karyenak tyasing sesami. Dengan demikian anugerah Ilahi bakal tercurah kepada kita masing-masing, dan kepada bangsa ini.
Rahayu!
Senin, 10 April 2017
YOGI PATH - FEMINIME PRINCIPLES
Anggra Bayu Santoso :
Sesuai dengan prinsip sejati praktek yoga... karena sesungguhnya meditasi bukan hanya diam dan menutup mata sj, namun meditasi yg sesungguhnya adalah 24jam dalam kesadaran penuh.... rahayu romo... terimakasih buat ilmunya selama ini...
Danz Suchamda :
Yang saya jabarkan di atas memang yoga,...life style of a yogi....karena saya seorang yogi yg menjalani itu! hahahaha
Yang sering tidak bisa dipahami (dicemooh) orang awam itu pada umumnya adalah manakala saya 'go-low'. Kalau 'go-high' semua orang juga berlomba-lomba saling sikut.
'Go-low' ini serta merta dianggap orang bodoh atau gila.
Padahal seorang yogi harus bisa "Hunting Hi and Low" ...hahahaha..... A-ha!!!
https://www.youtube.com/watch?v=s6VaeFCxta8
---------------------
Lyrics lagu "Hunting High And Low"
Here I am
And within the reach of my hands
She sounds asleep and she's sweeter now
Than the wildest dream could have seen her
And I Watch her slipping away
Though I know I'll be hunting high and low
High
There's no end to the lengths I'll go to
Hunting high and low
High
There's no end to lengths I'll go
To find her again
Upon this my dreams are depending
Through the dark
I sense the pounding of her heart
Next to mine
She's the sweetest love I could find
So I guess I'll be hunting high and low
High
There's no end to the lengths I'll go to
High and Low
High
Do you know what it means to love you...
I'm hunting high and low
And now she's telling me she's got to
go away
I'll always be hunting high and low
Hungry for you
Watch me tearing myself to pieces
Hunting high and low
High
There's no end to the lengths I'll go to
Oh, for you I'll be hunting high and
low
Anggra Bayu Santoso :
Ngih romo... yg dulu para yogi menjadi pertapa di hutan namun skarang para yogi menjadi pertapa didalam rimba metropolitan, dimn dulu d ganggu olh binatang buas dan raksasa skrang d ganggu oleh manusia yg bersifat seperti binatang dan raksasa bengis...
Danz Suchamda :
Gantian saya tanya kepada anda : Who is SHE ?
Pacar?
Buah hati?
Cinta yang hilang?.....
Anggra Bayu Santoso :
Cinta yang hilang romo... hasrat sejati sang diri untuk kembali ke sambala... maaf klo salah, soalnya sy masih bodoh romo.. mohon tuntunannya..
Danz Suchamda : No!!!
Jawabnya : SHEKINAH !!!...
Tahu apa bedanya konsep Shambala dan Shekinah walau mirip?
Anggra Bayu Santoso :
Yg saya dapatkan dari membaca post romo sebelumnya bahwa shekinah sama dengan bodichita.. juga ketika saya membaca post romo tentang sekinah hati saya pun bergetar.... seperti ad yg tersadar dalam diri sy..
Apa perbedaannya romo?? Mohon pencerahannya.
Danz Suchamda :
Shambala itu adalah prinsip Masculine. Maka dikenal adanya istilah Shambala-warrior (Ksatria Shambala). Penegakkan, keberanian, ketegasan.
Shekinah adalah prinsip Feminin. Kejiwaan seorang IBU...yang merawat, mengemong (give birth, nurture and grow)....prinsip MEMBERI (GIVING)....melalui PAIN....seperti halnya setiap ibu merasakan bahagia luar biasa setelah melalui BIRTH-PAIN (rasa sakit ketika melahirkan).
Maka jangan heran bila seorang yogi mencari PAIN !
Berlawanan dengan orang awam pada umumnya.
Kok mencari pain (penderitaan) , buat apa??? Bukankah tujuan seorang spiritual adalah kebahagiaan abadi?
Jawab :
Seorang yogi mencari pain karena mereka mencari untuk MEMBERI (BESTOW). Orang biasa mencari untuk mendapat / mengumpulkan). Walau mendapat 'kebahagiaan' (kesenangan) tapi adalah selalu fana / sementara. Hanya melalui PAIN kita mendapatkan yang ABADI, yaitu dengan cara melepas.
Maka seperti kata Laozi dalam Tao Te Ching bab 48 dikatakan :
---------------
Dalam pengejaran dunia, maka setiap hari semakin bertambah.
Dalam usaha mendapatkan Tao, setiap hari semakin berkurang.
Berkurang dan berkurang sampai mendapat.
Sampai Tidak-Berbuat (non-action) terealisasi.
Ketika tiada sesuatu apa pun yang diperbuat, maka tak sebuah hal pun yang tertinggal tidak dilakukan. (Tao Te Ching 48)
-----------------
Tapi ingat! Bukan sengaja menyakiti diri atau hal-hal self-inflicting pada umumnya yang adalah suatu tanda jiwa yang sakit. Apalagi mentalitas Self-suicidal. NO! Itu EVIL !
Yang saya maksud dalam "Pain Principles" pada topik ini adalah suatu kerinduan untuk memberikan kebahagiaan pada seluruh mahluk....berani mengambil resiko tanpa ragu dari hati yang mengetahui..... walau --later find out-- brings suffering to her. But she smilingly cries.
Meskipun feminine principles diagemnya, tapi ingat bahwa seorang Yogi bukanlah seorang sissy (banci) yang klemak-klemik. Karena yogi juga pada saat yang bersamaan adalah seorang Warrior (Ksatria; Masculine principles) : Seorang pejuang militant!!!
Semangat Bushido : Samurai-sakura.
Bodhisattva-Mahasattva: Teratai di tangan kanan, Pedang di tangan kiri.
Mati adalah untuk HIDUP. Bukan hidup untuk mati!
Rahayu!
Sesuai dengan prinsip sejati praktek yoga... karena sesungguhnya meditasi bukan hanya diam dan menutup mata sj, namun meditasi yg sesungguhnya adalah 24jam dalam kesadaran penuh.... rahayu romo... terimakasih buat ilmunya selama ini...
Danz Suchamda :
Yang saya jabarkan di atas memang yoga,...life style of a yogi....karena saya seorang yogi yg menjalani itu! hahahaha
Yang sering tidak bisa dipahami (dicemooh) orang awam itu pada umumnya adalah manakala saya 'go-low'. Kalau 'go-high' semua orang juga berlomba-lomba saling sikut.
'Go-low' ini serta merta dianggap orang bodoh atau gila.
Padahal seorang yogi harus bisa "Hunting Hi and Low" ...hahahaha..... A-ha!!!
https://www.youtube.com/watch?v=s6VaeFCxta8
---------------------
Lyrics lagu "Hunting High And Low"
Here I am
And within the reach of my hands
She sounds asleep and she's sweeter now
Than the wildest dream could have seen her
And I Watch her slipping away
Though I know I'll be hunting high and low
High
There's no end to the lengths I'll go to
Hunting high and low
High
There's no end to lengths I'll go
To find her again
Upon this my dreams are depending
Through the dark
I sense the pounding of her heart
Next to mine
She's the sweetest love I could find
So I guess I'll be hunting high and low
High
There's no end to the lengths I'll go to
High and Low
High
Do you know what it means to love you...
I'm hunting high and low
And now she's telling me she's got to
go away
I'll always be hunting high and low
Hungry for you
Watch me tearing myself to pieces
Hunting high and low
High
There's no end to the lengths I'll go to
Oh, for you I'll be hunting high and
low
Anggra Bayu Santoso :
Ngih romo... yg dulu para yogi menjadi pertapa di hutan namun skarang para yogi menjadi pertapa didalam rimba metropolitan, dimn dulu d ganggu olh binatang buas dan raksasa skrang d ganggu oleh manusia yg bersifat seperti binatang dan raksasa bengis...
Danz Suchamda :
Gantian saya tanya kepada anda : Who is SHE ?
Pacar?
Buah hati?
Cinta yang hilang?.....
Anggra Bayu Santoso :
Cinta yang hilang romo... hasrat sejati sang diri untuk kembali ke sambala... maaf klo salah, soalnya sy masih bodoh romo.. mohon tuntunannya..
Danz Suchamda : No!!!
Jawabnya : SHEKINAH !!!...
Tahu apa bedanya konsep Shambala dan Shekinah walau mirip?
Anggra Bayu Santoso :
Yg saya dapatkan dari membaca post romo sebelumnya bahwa shekinah sama dengan bodichita.. juga ketika saya membaca post romo tentang sekinah hati saya pun bergetar.... seperti ad yg tersadar dalam diri sy..
Apa perbedaannya romo?? Mohon pencerahannya.
Danz Suchamda :
Shambala itu adalah prinsip Masculine. Maka dikenal adanya istilah Shambala-warrior (Ksatria Shambala). Penegakkan, keberanian, ketegasan.
Shekinah adalah prinsip Feminin. Kejiwaan seorang IBU...yang merawat, mengemong (give birth, nurture and grow)....prinsip MEMBERI (GIVING)....melalui PAIN....seperti halnya setiap ibu merasakan bahagia luar biasa setelah melalui BIRTH-PAIN (rasa sakit ketika melahirkan).
Maka jangan heran bila seorang yogi mencari PAIN !
Berlawanan dengan orang awam pada umumnya.
Kok mencari pain (penderitaan) , buat apa??? Bukankah tujuan seorang spiritual adalah kebahagiaan abadi?
Jawab :
Seorang yogi mencari pain karena mereka mencari untuk MEMBERI (BESTOW). Orang biasa mencari untuk mendapat / mengumpulkan). Walau mendapat 'kebahagiaan' (kesenangan) tapi adalah selalu fana / sementara. Hanya melalui PAIN kita mendapatkan yang ABADI, yaitu dengan cara melepas.
Maka seperti kata Laozi dalam Tao Te Ching bab 48 dikatakan :
---------------
Dalam pengejaran dunia, maka setiap hari semakin bertambah.
Dalam usaha mendapatkan Tao, setiap hari semakin berkurang.
Berkurang dan berkurang sampai mendapat.
Sampai Tidak-Berbuat (non-action) terealisasi.
Ketika tiada sesuatu apa pun yang diperbuat, maka tak sebuah hal pun yang tertinggal tidak dilakukan. (Tao Te Ching 48)
-----------------
Tapi ingat! Bukan sengaja menyakiti diri atau hal-hal self-inflicting pada umumnya yang adalah suatu tanda jiwa yang sakit. Apalagi mentalitas Self-suicidal. NO! Itu EVIL !
Yang saya maksud dalam "Pain Principles" pada topik ini adalah suatu kerinduan untuk memberikan kebahagiaan pada seluruh mahluk....berani mengambil resiko tanpa ragu dari hati yang mengetahui..... walau --later find out-- brings suffering to her. But she smilingly cries.
Meskipun feminine principles diagemnya, tapi ingat bahwa seorang Yogi bukanlah seorang sissy (banci) yang klemak-klemik. Karena yogi juga pada saat yang bersamaan adalah seorang Warrior (Ksatria; Masculine principles) : Seorang pejuang militant!!!
Semangat Bushido : Samurai-sakura.
Bodhisattva-Mahasattva: Teratai di tangan kanan, Pedang di tangan kiri.
Mati adalah untuk HIDUP. Bukan hidup untuk mati!
Rahayu!
OH WONDER - ALL WE DO
[Verse 1]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
[Verse 2]
All we do is lie and wait
All we do is, all we do is lie and wait
All we do is feel the fade
All we do is, all we do is feel the fade
[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
[Verse 3]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
[Verse 4]
All we do is play it safe
All we do is live inside a cage
All we do is play it safe
All we do, all we do
[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
[Outro]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
All I did was fail today
All I wanna be is whites in waves
All I did was fail today
All we do, all we do....
=========================================
Hal tersulit di atas bumi ini adalah untuk hidup menjadi manusia.
Yang kita lakukan sehari-hari hanyalah bersembunyi.
Menggunakan topeng.
Menyelamatkan diri sendiri.
Sembari detik detik berlalu melihat semua yang pernah kita percaya bermakna itu menjadi pudar.
Kita semua telah hidup terbalik.
Mengejar suatu bayang-bayang yang tidak nyata...
...sia-sia mengejar hari.
Kita tidak dapat menemukan surga di bumi ini.
Kesuksesan yang sejati itu adalah manakala bisa membuat kehidupan banyak orang menjadi lebih baik. Karena hanya hal itu yang memberi kita makna hidup yang sebenar-benarnya dalam hidup ini.
Rahayu !
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
[Verse 2]
All we do is lie and wait
All we do is, all we do is lie and wait
All we do is feel the fade
All we do is, all we do is feel the fade
[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
[Verse 3]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
[Verse 4]
All we do is play it safe
All we do is live inside a cage
All we do is play it safe
All we do, all we do
[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
[Outro]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
All I did was fail today
All I wanna be is whites in waves
All I did was fail today
All we do, all we do....
=========================================
Hal tersulit di atas bumi ini adalah untuk hidup menjadi manusia.
Yang kita lakukan sehari-hari hanyalah bersembunyi.
Menggunakan topeng.
Menyelamatkan diri sendiri.
Sembari detik detik berlalu melihat semua yang pernah kita percaya bermakna itu menjadi pudar.
Kita semua telah hidup terbalik.
Mengejar suatu bayang-bayang yang tidak nyata...
...sia-sia mengejar hari.
Kita tidak dapat menemukan surga di bumi ini.
Kesuksesan yang sejati itu adalah manakala bisa membuat kehidupan banyak orang menjadi lebih baik. Karena hanya hal itu yang memberi kita makna hidup yang sebenar-benarnya dalam hidup ini.
Rahayu !
PRAKTEK SPIRITUAL NYATA
Danz Suchamda,
Kebanyakan orang sering mengira bahwa latihan spiritual itu adalah suatu latihan misterius yang penuh dengan aroma mistis dengan teknik aneh-aneh. Tidak! Itu keliru!
Praktek spiritual nyata dapat sesederhana dari apa yang saya jabarkan secara esensial (inti) ini.
1. Pada dasarnya jiwa mendapat tubuh (dijadikan dalam wujud manusia) adalah agar jiwa tersebut dapat SEKOLAH untuk naik kelas taraf jiwanya.
2. Oleh karena itu, intinya adalah MENYEHATKAN.
Menyehatkan apa? Menyehatkan jiwa / roh.
Lantas bagaimana cara menyehatkan jiwa?
Jawab :
Kita manusia konstruksinya terdiri dari 3 aspek : FIsik (raga), mental (emosional) dan spirit / roh (rohaniah).
Maka ketiga komponen itu harus sehat dan dapat terkoordinasi dengan baik menjadi suatu sinergi KEUTUHAN yang tak terpisahkan.
Oleh karena itu, langkah pertama yang paling basic adalah menyehatkan tubuh terlebih dahulu. Setelah raga sehat, maka mental / psikologi menjadi sehat pula. Kedua ini otomatis merupakan modal dasar untuk kesehatan spirit / rohani.
Langkah paling dasar menyehatkan raga itu sederhana saja tidak perlu 'superfluous' (berlebih-lebihan) seperti di iklankan produsen makanan kesehatan / obat2an. Nenek moyang leluhur kita sebetulnya sudah melakukannya. Makanya selalu sehat lahir batin , ceria, rajin , tekun berkarya sembari sekaligus berjiwa KSATRIA. Jiwa Ksatria ini adalah tanda utama kesehatan jiwa.
Menyehatkan raga itu sebetulnya sangat simpel rumusnya :
- Makan / minum yang sehat dan teratur
- Istirahat / rekreasi yang sehat dan teratur
- OLAH RAGA yang sehat dan teratur
- Menjalankan ibadah yang sehat dan teratur
Ya! Intinya cuman "Sehat" dan "Teratur".
"Sehat" itu artinya adalah bertujuan altruistik (lawan dari egoisme).
"Teratur" itu artinya kontinyu dan terus menerus.
Untuk masalah esensi dari ibadah, saya rasa sudah banyak dibahas di page ini. Soal makan dan minum, bisa tanya / konsultasi pada ahli kesehatan/gizi, atau kita bahas lain kali. Tapi kali ini saya ingin menekankan aspek OLAH RAGA.
Yang saya maksud dengan olah raga itu BUKAN sport seperti dalam kesalah-kaprahan pemahman masyarakat modern saat ini. Olah raga itu sesederhana artinya MENGOLAH badan fisikmu! Jadi sebetulnya, tidak perlu keluar uang banyak untuk dapat menjadi member dari fitness club mahal dengan peralatan2 'muscle builder' yang 'Top-notch'! Kalau mau latihan angkat barbel, cukup modal punya ember kecil untuk diisi air! Atau setongkat sapu / lidi, deterjen/rinso, sikat, cangkul, sekop, atau alat2 pertukangan / teknik!...hehehe...aneh tow???
Tidak aneh!
Semua itu DARI NIAT!
Bila pekerjaan-pekerjaan harian itu anda anggap sebagai BEBAN MENTAL, maka sebetulnya ya jadilah itu SUMBER STRESS. Tetapi bila pekerjaan-pekerjaan harian itu anda bisa memandangnya sebagai LATIHAN SPIRITUAL (Ibadah), maka hasilnya akan luar biasa : anda tidak saja akan sehat raga , tetapi juga sehat mental dan sehat jiwa!
Apalagi bila anda melakukan pekerjaan-pekerjaan itu dengan HATI (with PASSION). Artinya adalah melakukan dengan PENUH PERHATIAN tanpa tergesa-gesa atau mengejar hasil. HASIL itu adalah faktor kedua atau ketiga (dalam hal ini).
Utamanya dari aktivitas pekerjaan harian itu adalah MEDITASI !
Ya! Meditasi Aktif !
Melalui perhatian penuh (mindfulness / sati) anda melakukan pekerjaan-pekerjaan anda dengan penuh perhatian-kesadaran. Diamati dengan teliti tanpa tergesa-gesa, dirasakan dan.......DINIKMATI !
Apalagi bila pekerjaan-pekerjaan itu adalah MERAWAT mahluk-mahluk hidup (tanaman / hewan bahkan orang sakit, dsb). Sembari melakukan pekerjaan dengan penuh perhatian (awareness) kita (dalam hati) mengucap "Semoga semua mahluk berbahagia" berulang-ulang seperti mewiridkan. Maka latihan Meditasi-Aktif anda sekaligus dikopling (coupled) dengan latihan pengembangan Bodhicitta (aspirasi welas asih).
Dengan demikian menjadi SUPER-MEDITASI !
Untuk menjadikan ini suatu gaya hidup baru (kebiasaan hidup) maka kalau perlu mengambil suatu samaya / sumpah / komitmen "SEHARI TIDAK BEKERJA, SEHARI TIDAK MAKAN". "Kerja" disini bukan berarti harus selalu kerja di kantor atau pekerjaan yg menghasilkan uang, tetapi apa saja yang memberi KONTRIBUSI kepada masyarakat / sesama. Entah itu sekedar membantu menyapu lantai balai desa, membantu menemani para penghuni panti-wredha (orang2 lanjut usia) bberjalan2 ke mall melihat kehidupan generasi kini, dst.
Ingat! lakukan secukupnya dengan penuh kesadaran mengamati ke dalam batin sendiri. Sehingga manakala dalam melakukan aktivitas itu mulai muncul pikiran-pikiran ngelamun / mengkhayal / ambisi,...maka cukup sadari saja...maka pikiran itu akan hilang sendiri.
Kembalikan fokus ke perhatian-murni pada apa yang anda kerjakan dengan badan anda. Lebih baik lagi bila setelah badan anda diolah dengan gerak, batin anda diolah dengan meditasi...anda tambahkan mental anda asup dengan makanan informasi / pelajaran yang bermanfaat , maka kehidupan anda sebetulnya sudah berjalan di jalan menuju kesempurnaan!
Inti diberi Hidup ya cuman itu !!! Bukan yang lain-lainnya dalam fantasi orang modern yang keblinger itu!!! Itulah yang disebut BERIBADAH atau MENYEMBAH ALLAH yang sebenarnya! Karena anda semakin mirip sesuai dengan citra Allah yang hadir dalam kenyataan kedirian anda DISINI KINI !
Silakan dicoba sekali saja dengan akurat anda bisa buktikan sehari hasilnya. kalau anda tidak percaya. Kalau tidak ada hasil nyata dalam wujud perasaan kepenuhan, kebahagiaan dan kesegaran seperti mendapatkan siraman Air Kehidupan dari Atas, maka jangan lagi percaya pada saya!
Apalagi bila hasil kerja / karya anda itu baik. Maka anda akan tersenyum puas melihatnya. Itu adalah bonus tambahan saja. Tetapi yang jelas, perasaan "telah bekerja" itu menghasilkan suatu perasaan KEPENUHAN JIWA (fulfilled), lawan kata dari mental serba kekurangan yg muncul dalam wujud : sering galau, minder, tidak percaya diri, malu, takut, cemas, dsb,
Sudah menjadi rumusnya bahwa bila anda menjaga dan merawat Kehidupan, maka Sang Hidup pun akan otomatis menjaga dan merawat kehidupan anda. Dengan demikian, maka anda tidak akan perlu lagi takut / cemas tentang kehidupan. Bila dilaksanakan dengan hati / motivasi yang benar, maka saya berani menjamin bahwa anda tidak akan sampai mati kelaparan / kekurangan! Setelah raga-mental-rohani sehat, maka otomatis urusan kantong (rejeki) anda pun -- insyaallah -- akan sehat pula! Walau, saya tidak bermaksud menjamin bahwa anda akan jadi kaya raya...karena soal kaya raya itu hanyalah permasalahan kewadahan saja (tugas / misi khusus). Kalau tugas hidup yang diberikan-Nya kepada anda bukan urusan itu, maka sekalipun ngoyo sampai mbonjrot juga tidak akan mungkin jadi kaya...malah dengan cara demikian anda sakit jiwa. Tidak perlu kaya! Yang mengatakan kaya materi itu hebat hanyalah setan-setan yang menyesatkan kalian itu. Tetapi bukan juga berarti saya hendak mengatakan bahwa materi / uang itu tidak perlu loh. Semua itu kembali lagi masalah keseimbangan, proporsionalitas dan perspektif!
Jadi, bila anda bisa serba tepat takarannya, maka merawat dan menjaga kehidupan dengan menggunakan HATI maka Sang HIDUP kan selalu MENGHIDUPI anda dan keluarga.
Lakukan pekerjaan-pekerjaan itu SECUKUPNYA saja. Jangan kurang, tapi juga jangan berlebihan (kecapaian).
Cukup berkeringat sedikit saja asal sudah basah, cukup. Lebih baik lagi kalau setelah itu anda bermeditasi-duduk. Siapkan tempat / kamar khusus yang dihias dengan ornamen2 simbol2 yang bermakna secara pribadi bagi anda. Lalu setelah bermeditasi maka limpahkan (dedikasikan) segala karma baik yang telah anda lakukan pagi ini kepada semua mahluk.
Jadi,....sekalipun anda melakukan aktivitas berbuat kebajikan menolong mahluk lain yang mana sebetulnya adalah menghasilkan pahala bagi diri anda pribadi, tapi pahala itu PUN anda kumpulkan BUKAN BUAT DIRI ANDA!
Dengan demikian maka karma baik anda akan berlipat-lipat berkembang menjaga memagari perjalanan spiritual anda secara langgeng!
Selamat pagi. Selamat berhari Minggu dan beraktivitas bersama keluarga, sahabat dan handai taulan yang menyehatkan pribadi maupun bangsa!
Hal tersulit di dunia ini adalah........???
Ya, ....menjadi MANUSIA.
https://www.youtube.com/watch?v=xPGREQvK-dQ
[Verse 1]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
[Verse 2]
All we do is lie and wait
All we do is, all we do is lie and wait
All we do is feel the fade
All we do is, all we do is feel the fade
[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
Rahayu!
Kebanyakan orang sering mengira bahwa latihan spiritual itu adalah suatu latihan misterius yang penuh dengan aroma mistis dengan teknik aneh-aneh. Tidak! Itu keliru!
Praktek spiritual nyata dapat sesederhana dari apa yang saya jabarkan secara esensial (inti) ini.
1. Pada dasarnya jiwa mendapat tubuh (dijadikan dalam wujud manusia) adalah agar jiwa tersebut dapat SEKOLAH untuk naik kelas taraf jiwanya.
2. Oleh karena itu, intinya adalah MENYEHATKAN.
Menyehatkan apa? Menyehatkan jiwa / roh.
Lantas bagaimana cara menyehatkan jiwa?
Jawab :
Kita manusia konstruksinya terdiri dari 3 aspek : FIsik (raga), mental (emosional) dan spirit / roh (rohaniah).
Maka ketiga komponen itu harus sehat dan dapat terkoordinasi dengan baik menjadi suatu sinergi KEUTUHAN yang tak terpisahkan.
Oleh karena itu, langkah pertama yang paling basic adalah menyehatkan tubuh terlebih dahulu. Setelah raga sehat, maka mental / psikologi menjadi sehat pula. Kedua ini otomatis merupakan modal dasar untuk kesehatan spirit / rohani.
Langkah paling dasar menyehatkan raga itu sederhana saja tidak perlu 'superfluous' (berlebih-lebihan) seperti di iklankan produsen makanan kesehatan / obat2an. Nenek moyang leluhur kita sebetulnya sudah melakukannya. Makanya selalu sehat lahir batin , ceria, rajin , tekun berkarya sembari sekaligus berjiwa KSATRIA. Jiwa Ksatria ini adalah tanda utama kesehatan jiwa.
Menyehatkan raga itu sebetulnya sangat simpel rumusnya :
- Makan / minum yang sehat dan teratur
- Istirahat / rekreasi yang sehat dan teratur
- OLAH RAGA yang sehat dan teratur
- Menjalankan ibadah yang sehat dan teratur
Ya! Intinya cuman "Sehat" dan "Teratur".
"Sehat" itu artinya adalah bertujuan altruistik (lawan dari egoisme).
"Teratur" itu artinya kontinyu dan terus menerus.
Untuk masalah esensi dari ibadah, saya rasa sudah banyak dibahas di page ini. Soal makan dan minum, bisa tanya / konsultasi pada ahli kesehatan/gizi, atau kita bahas lain kali. Tapi kali ini saya ingin menekankan aspek OLAH RAGA.
Yang saya maksud dengan olah raga itu BUKAN sport seperti dalam kesalah-kaprahan pemahman masyarakat modern saat ini. Olah raga itu sesederhana artinya MENGOLAH badan fisikmu! Jadi sebetulnya, tidak perlu keluar uang banyak untuk dapat menjadi member dari fitness club mahal dengan peralatan2 'muscle builder' yang 'Top-notch'! Kalau mau latihan angkat barbel, cukup modal punya ember kecil untuk diisi air! Atau setongkat sapu / lidi, deterjen/rinso, sikat, cangkul, sekop, atau alat2 pertukangan / teknik!...hehehe...aneh tow???
Tidak aneh!
Semua itu DARI NIAT!
Bila pekerjaan-pekerjaan harian itu anda anggap sebagai BEBAN MENTAL, maka sebetulnya ya jadilah itu SUMBER STRESS. Tetapi bila pekerjaan-pekerjaan harian itu anda bisa memandangnya sebagai LATIHAN SPIRITUAL (Ibadah), maka hasilnya akan luar biasa : anda tidak saja akan sehat raga , tetapi juga sehat mental dan sehat jiwa!
Apalagi bila anda melakukan pekerjaan-pekerjaan itu dengan HATI (with PASSION). Artinya adalah melakukan dengan PENUH PERHATIAN tanpa tergesa-gesa atau mengejar hasil. HASIL itu adalah faktor kedua atau ketiga (dalam hal ini).
Utamanya dari aktivitas pekerjaan harian itu adalah MEDITASI !
Ya! Meditasi Aktif !
Melalui perhatian penuh (mindfulness / sati) anda melakukan pekerjaan-pekerjaan anda dengan penuh perhatian-kesadaran. Diamati dengan teliti tanpa tergesa-gesa, dirasakan dan.......DINIKMATI !
Apalagi bila pekerjaan-pekerjaan itu adalah MERAWAT mahluk-mahluk hidup (tanaman / hewan bahkan orang sakit, dsb). Sembari melakukan pekerjaan dengan penuh perhatian (awareness) kita (dalam hati) mengucap "Semoga semua mahluk berbahagia" berulang-ulang seperti mewiridkan. Maka latihan Meditasi-Aktif anda sekaligus dikopling (coupled) dengan latihan pengembangan Bodhicitta (aspirasi welas asih).
Dengan demikian menjadi SUPER-MEDITASI !
Untuk menjadikan ini suatu gaya hidup baru (kebiasaan hidup) maka kalau perlu mengambil suatu samaya / sumpah / komitmen "SEHARI TIDAK BEKERJA, SEHARI TIDAK MAKAN". "Kerja" disini bukan berarti harus selalu kerja di kantor atau pekerjaan yg menghasilkan uang, tetapi apa saja yang memberi KONTRIBUSI kepada masyarakat / sesama. Entah itu sekedar membantu menyapu lantai balai desa, membantu menemani para penghuni panti-wredha (orang2 lanjut usia) bberjalan2 ke mall melihat kehidupan generasi kini, dst.
Ingat! lakukan secukupnya dengan penuh kesadaran mengamati ke dalam batin sendiri. Sehingga manakala dalam melakukan aktivitas itu mulai muncul pikiran-pikiran ngelamun / mengkhayal / ambisi,...maka cukup sadari saja...maka pikiran itu akan hilang sendiri.
Kembalikan fokus ke perhatian-murni pada apa yang anda kerjakan dengan badan anda. Lebih baik lagi bila setelah badan anda diolah dengan gerak, batin anda diolah dengan meditasi...anda tambahkan mental anda asup dengan makanan informasi / pelajaran yang bermanfaat , maka kehidupan anda sebetulnya sudah berjalan di jalan menuju kesempurnaan!
Inti diberi Hidup ya cuman itu !!! Bukan yang lain-lainnya dalam fantasi orang modern yang keblinger itu!!! Itulah yang disebut BERIBADAH atau MENYEMBAH ALLAH yang sebenarnya! Karena anda semakin mirip sesuai dengan citra Allah yang hadir dalam kenyataan kedirian anda DISINI KINI !
Silakan dicoba sekali saja dengan akurat anda bisa buktikan sehari hasilnya. kalau anda tidak percaya. Kalau tidak ada hasil nyata dalam wujud perasaan kepenuhan, kebahagiaan dan kesegaran seperti mendapatkan siraman Air Kehidupan dari Atas, maka jangan lagi percaya pada saya!
Apalagi bila hasil kerja / karya anda itu baik. Maka anda akan tersenyum puas melihatnya. Itu adalah bonus tambahan saja. Tetapi yang jelas, perasaan "telah bekerja" itu menghasilkan suatu perasaan KEPENUHAN JIWA (fulfilled), lawan kata dari mental serba kekurangan yg muncul dalam wujud : sering galau, minder, tidak percaya diri, malu, takut, cemas, dsb,
Sudah menjadi rumusnya bahwa bila anda menjaga dan merawat Kehidupan, maka Sang Hidup pun akan otomatis menjaga dan merawat kehidupan anda. Dengan demikian, maka anda tidak akan perlu lagi takut / cemas tentang kehidupan. Bila dilaksanakan dengan hati / motivasi yang benar, maka saya berani menjamin bahwa anda tidak akan sampai mati kelaparan / kekurangan! Setelah raga-mental-rohani sehat, maka otomatis urusan kantong (rejeki) anda pun -- insyaallah -- akan sehat pula! Walau, saya tidak bermaksud menjamin bahwa anda akan jadi kaya raya...karena soal kaya raya itu hanyalah permasalahan kewadahan saja (tugas / misi khusus). Kalau tugas hidup yang diberikan-Nya kepada anda bukan urusan itu, maka sekalipun ngoyo sampai mbonjrot juga tidak akan mungkin jadi kaya...malah dengan cara demikian anda sakit jiwa. Tidak perlu kaya! Yang mengatakan kaya materi itu hebat hanyalah setan-setan yang menyesatkan kalian itu. Tetapi bukan juga berarti saya hendak mengatakan bahwa materi / uang itu tidak perlu loh. Semua itu kembali lagi masalah keseimbangan, proporsionalitas dan perspektif!
Jadi, bila anda bisa serba tepat takarannya, maka merawat dan menjaga kehidupan dengan menggunakan HATI maka Sang HIDUP kan selalu MENGHIDUPI anda dan keluarga.
Lakukan pekerjaan-pekerjaan itu SECUKUPNYA saja. Jangan kurang, tapi juga jangan berlebihan (kecapaian).
Cukup berkeringat sedikit saja asal sudah basah, cukup. Lebih baik lagi kalau setelah itu anda bermeditasi-duduk. Siapkan tempat / kamar khusus yang dihias dengan ornamen2 simbol2 yang bermakna secara pribadi bagi anda. Lalu setelah bermeditasi maka limpahkan (dedikasikan) segala karma baik yang telah anda lakukan pagi ini kepada semua mahluk.
Jadi,....sekalipun anda melakukan aktivitas berbuat kebajikan menolong mahluk lain yang mana sebetulnya adalah menghasilkan pahala bagi diri anda pribadi, tapi pahala itu PUN anda kumpulkan BUKAN BUAT DIRI ANDA!
Dengan demikian maka karma baik anda akan berlipat-lipat berkembang menjaga memagari perjalanan spiritual anda secara langgeng!
Selamat pagi. Selamat berhari Minggu dan beraktivitas bersama keluarga, sahabat dan handai taulan yang menyehatkan pribadi maupun bangsa!
Hal tersulit di dunia ini adalah........???
Ya, ....menjadi MANUSIA.
https://www.youtube.com/watch?v=xPGREQvK-dQ
[Verse 1]
All we do is hide away
All we do is, all we do is hide away
All we do is chase the day
All we do is, all we do is chase the day
[Verse 2]
All we do is lie and wait
All we do is, all we do is lie and wait
All we do is feel the fade
All we do is, all we do is feel the fade
[Chorus]
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
I've been upside down
I don't wanna be the right way round
Can't find paradise on the ground
Rahayu!
Langganan:
Komentar (Atom)
MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?
Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...
-
Saya pernah dengar gosip bahwa sekarang ada metode Kristenisasi dengan meniru-niru agama Islam. Tapi rupanya gosip itu berasal dari orang ya...
-
Arif RH, Dulu banget, saat memberikan pelatihan, saya sering menggunakan game flash di laptop ... Gamenya game kartu ... Ini game jadul bang...


