Sabtu, 05 Maret 2016

.::ALLAH DAN NAMA::.

Abah FK,
Allah itu adalah nama, nama bagi TUHAN. Pada
dasarnya adanya nama itu adalah sesuatu yang "baru",
yaitu ada setelah adanya ciptaan.
Dalam kesejatiannya, Allah itu ada dalam "Kemahaan",
dimana Kemahaan itu tidak bisa dibatasi dengan apapun
termasuk dengan "nama".
Adanya nama itu merupakan suatu "penurunan kualitas"
Ketuhanan, maksudnya TUHAN yang tadinya tak
terbatasi oleh apapun dalam KemahaanNYA, lalu menjadi
terbatasi oleh satu nama yaitu Allah.
"penurunan kualitas" itu adalah hal yang bersifat "tidak
terhindarkan", sebab tanpa adanya nama, TUHAN
bersifat asing dan tidak bisa dikenali makhlukNYA. Agar
bisa dikenali itulah, maka DIA menamakan diriNYA
sendiri dengan sebutan Allah, yang nyebut tetap
manusia, yaitu DIA dengan menggerakkan mulutnya
manusia, untuk mengucap "Allah".
Kesejatian itu dalam Kemahaan, sunyi tak mengenal
suara, karena suara adalah ciptaan, tak mengenal nama
dan istilah2. Lalu "penurunan kualitas" Ketuhanan itu
diadakan sbb DIA hendak memperkenalkan diriNYA
kepada ciptaanNYA...... ===============
==========================
Sayang sekali kalau orang masih selalu saja
memperTUHANkan nama...... saya pribadi tidak perduli
Allah itu hendak menamakan diriNYA sbg apa, sbb
bukan nama2 yang sdg dicari...... tetapi Allah sbg
sejatiNYA diri ALLAH sendiri......

.::AGAMA YANG SEMPURNA::.

Abah FK,
agama islam itu agama yg sempurna,
sempurna yg bagaimana? Sempurna itu yg spt apa?
Suwun....
====================================
Fatwa Kehidupan
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu
agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama
bagimu.” (Al-Maaidah: 3)
Sempurna itu "pada hari ini".... jadi sempurna itu ada
waktunya....yaitu pada hari ini, kalau lewat hari ini,
bisa tdk sempurna lagi.....
Seumpama bulan purnama itu jatuh tanggal 15, maka
lewat sehari saja bulan bisa tdk sempurna....
Sederhananya sempurna itu ada takaran waktu, takaran
tempat, takaran keadaan, takaran kejadian yang tepat
sesuai yang sudah digariskan.....
Demikian ayat tersebut turun pada waktu pembukaan
mekah, maka waktu itulah penyempurnaan agama
berlangsung, keadaan itulah kesempurnaan agama
terjadi..... lewat/berselisih dr itu maka tdk sempurna
lg....
Jadi kesempurnaan agama dlm islam adalah ketika
berhala berhala dalam hati seorang muslim sudah pada
dihancurkan..... lewat dari itu, kesempurnaannya pun
lewat.....

.::BERAWAL DARI KEBENCIAN PADA POLISI::.

Gobind Vashdev,
Semua berawal dari kebencian saya pada polisi. Pernah
saya menulis pada status tentang asal trauma saya
dengan petugas berpakaian coklat ini.
Yaitu karena berita negatif, makian, umpatan pada
polisi yang saya dengar setiap pagi dan sore dari pak
pengemudi yang mengantarkan saya ke sekolah jaman SD
dulu.
Hal ini menyebabkan setiap kali berhubungan dengan
polisi darah saya mendidih, bahkan Kartika sampai tidak
bisa mengenal orang yang disebut sebagai suaminya ini.
Tahun lalu di bandung saya ditangkap, diantara
perdebatan dan ditilang, saya sudah mengantongi
beberapa senjata berupa pernyataan yang 'salah' dari
polisi tersebut yang tentu bisa saya gunakan untuk
menggagalkan penilangan.
Namun di saat suasana hati yang siaga satu itu saya
memutuskan untuk mengakhiri konflik yang terjadi dalam
diri saya dengan image polisi.
Berbekal kemarahan yang masih berbekas keras, saya
masuk kedalam diri dan memeluk lembut bongkahan energi
yang menyumbat dan membara itu.
Belum sempat saya menjalani sidang, seorang sahabat
mempertemukan saya dengan AKBP Candra, kapolres
Belitung yang telah mengenal saya lewat buku Happiness
Inside
Dengan penuh dedikasi dan pemikiran yg terbuka beliau
mengundang saya untuk berbagi di Polresnya dan
berlanjut berbagi di Mabes Polri bulan lalu.
Dan semalam dalam Rapat Kerja Teknis SDM se
indonesia, dihadapan 6 perwira yang berbintang dan
ratusan yang berpangkat melati saya kembali menekankan
apa yg terlihat di slide yaitu untuk memeluk emosi yang
bergejolak.
Waktu sudah membuktikan banyaknya kerugian akibat
memendam atau melampiaskan rasa tidak nyaman itu.
Kemarahan bukan musuh, kebencian bukan untuk dilawan,
mereka adalah bagian diri kita yang sedang meronta,
yang sedang menderita, mereka seperti kita semua,
memerlukan cinta yang lebih banyak.

.::DIRI KITA ADA BANYAK::.

Arif RH,
Bagaimana logika dari teknik pintu doraemon, yang saya
aplikasinya dalam menyanyi, yang videonya beberapa kali
saya upload? ... Logika yang perlu "diimani", supaya
teknik pintu doraemon bisa digunakan adalah,
pemahaman perihal paralel universe ... Bagaimana sih
paralel universe ini? ... Kalau anda sering membaca buku
ilmu fisika modern, tentu tidak asing ... Begini
penjelasannya ...
Pernah nonton film THE ONE, yang dibintangi JET
LEE? ... Dalam film itu, ada dua Jet Lee ... Jet Lee
yang satu adalah Jet Lee yang baik ... Jet Lee yang
satunya, adalah Jet Lee yang sudah membunuh banyak
Jet Lee di alam semesta yang berbeda ... Tujuan Jet Lee
yang satunya, yang membunuh banyak Jet Lee itu
apa? ... KEKUATAN ... Kalau di alam semesta cuman
ada satu Jet Lee, maka dia akan menjadi sangat kuat
... Karena, energinya tidak terbagi dengan Jet Lee
lainnya ... Begitulah ceritanya ...
Itu hanya cerita film, memang ... Namun, film The One
itu, tergolong Science Fiction Movie, alias Film Fiksi
Ilmiah ... Ibarat novel, ia tergolong novel yang ada
unsur True Story-nya ... Dalam kajian Ilmu Fisika
Theory, ada istilah yang namanya Alam Semesta Paralel
... Alam semesta paralel artinya, sebenarnya banyak
sekali alam semesta itu, dengan alur cerita yang berbeda
... Jumlahnya tiada terhingga ...
Karena jumlahnya tiada terhingga, maka konsekuensinya,
anda dan saya, bukan cuman satu, bukan hanya cuman
berada di ruang waktu yang sekarang ini ... Anda dan
saya, ada di sini, sekaligus ada di mana-mana ... You
are here and everywhere, at the same time ... Mumet ora
kowe wakakakakak ...
Pernah gak mengalami, serasa pernah ke suatu
tempat? ... Dengan situasi tertentu, yang sama
persis? ... Padahal anda belum pernah ke situ ... Anda
belum mengalami, tapi seolah bisa mengingat ... Orang,
menyebut fenomena itu, sebagai De Javu ... Banyak versi
tentang penjelasan fenomena De Javu ..
Dalam tinjauan bahasan kita kali ini, itu terjadi, karena
anda di alam semesta berbeda, pernah ke lokasi dan
situasi itu ... Dan karena terjadi irisan, titik
perpotongan ruang waktu, maka anda yang di sini,
kesadaran anda di alam semesta yang ini, ikut
merasakan "memory"-nya ... Kok gua kayak pernah ke
sini dan mengalami ini? ...
Kalau kita mau membuka kitab suci apapun agama kita
... Ya bahasan begini ini, tidak menabrak keyakinan
apapun ... Namun kan, orang lebih cenderung suka di
permukaan ... Dan enggan menyelami apa di balik
metafora-metafora yang ada di sana ... Lebih banyak
orang suka berenang, dibandingan orang yang suka
menyelam ... Sebagian yang lain, malah nyemplung kena
air aja ogah wkkkk ...
Balik ke laptop ... Salah satu penyebab, perbedaan alur
cerita antar alam semesta yang berbeda itu, saat
kapan? ... Kalau anda pernah baca status jadul saya,
soal The Schrodinger's Cat Paradoks, maka ini terkait
apa yang anda pilih dan tidak anda pilih ... Setiap
pilihan akan menjadi cerita, namun cerita yang tidak
anda pilih, akan menjadi cerita di alam semesta yang
berbeda ... Biar enggak puyeng saya contohkan begini ...
Misal nih, ada opsi saat anda milih karir ... Gua mau
bisnis apa kerja? ... Di alam semesta yang ini, anda
memilih kerja jadi karyawan ... Maka opsi menjadi
pebisnis, akan menjadi alur cerita bagi anda yang
lainnya, di alam semesta yang berbeda ... Mudeng? ...
Paham? ... Yang menjadi cerita di sini, adalah apa yang
anda pilih ... Dan apapun yang tidak anda pilih, akan
menjadi cerita di alam semesta lainnya, yang jumlahnya
unlimited itu ...
Mungkinkah, antara anda di sini dengan anda di alam
semesta yang berbeda berjumpa? ... Dalam kehidupan,
apa sih yang tidak mungkin? ... Mungkin saja ... Di
dunia sains pun, ada kemungkinan itu ... Namun yang
jelas, kita dalam keseharian sering melakukannya ... Kita
sering mengakses sebuah kesadaran, dimana kita
beririsan dan mendapatkan pengetahuan dari diri kita
sendiri, di alam semesta yang berbeda itu tadi ...
Contohnya, ya fenomena De Javu itu ...
Aplikasi kongkritnya? ... Simplenya, jika di alam
semesta yang sekarang, anda ruwet hidupnya, anda
merasa gak sukses, gak bahagia dan sebagainya ...
Sebenarnya, ada anda yang lain, di alam semesta yang
berbeda ... Yang memiliki cerita kebalikan, cerita yang
lebih baik, daripada yang anda alami di sini ... Kalau
anda mampu learn atau belajar dari dia (anda di alam
semesta berbeda) .. Hidup anda akan berubah ...

.::PIKIRAN CUMA BISA FOCUS KE SATU HAL::.

Arif RH,
Dulu banget, saat memberikan pelatihan, saya sering
menggunakan game flash di laptop ... Gamenya game
kartu ... Ini game jadul banget ...
Gamenya begini ... Ada sekitar 10 kartu ... Dan saya
meminta 1 orang ke depan ... Subyek yang ke depan itu,
saya minta untuk memilih 1 kartu di layar ... Focus
hanya ke kartu itu ... Saya minta dia tutup mata, sambil
tetap mengingat kartu yang dia pilih ... Lalu ... Criiiing
... Saya pindahkan slide ke next slide ...
Saya minta si subyek buka mata ... Saya bilang, kartu
anda tadi sudah saya hilangkan ... Coba lihat aja ke
layar ... Eh iyaa yaaa, kata dia dengan takjub ... Kartu
yang dia pilih lenyap ... Bapak kereeeen ha ha ha ha ha
... Aseek aseeek ... Ha ha ha ha ... Dimana rahasia
permainan ini?
Sebenarnya sederhana ... Saya ganti semua kartunya ...
Jelas aja kartu pilihan si subyek juga lenyap ... Lah kok
si subyek enggak tahu, kalo semua kartunya saya ganti?
Karena dia hanya focus di satu kartu pilihan dia ... Ya,
dia hanya memusatkan pikirannya, di satu kartu saja,
dari 10 kartu yang ada di layar ...
Inilah rahasia focus ... Pikiran saat difocuskan pada
satu hal, ia akan mengabaikan yang lainnya ... Ini
berdampak dua sisi ... Bisa sisi baik, bisa sisi buruk ...
Tergantung apa yang menjadi focus dan apa yang
diabaikan ...
Misalkan saja, kartu yang menjadi focus tadi adalah
solusi ... Sementara 9 kartu yang lain adalah masalah
... Maka ini berdampak baik ... Karena solusi itu yang
akan menjadi pusat perhatian, bukan masalahnya ...
Namun bila terbalik, maka dampaknya sebaliknya ... Bila
kartu yang menjadi focus itu adalah masalah, sementara
9 kartu lainnya adalah solusi ... Maka hidup orang itu
akan penuh dengan masalah dan tidak bisa melihat
solusinya ...
Jadi? ... Sadari apa yang menjadi focus kita, maka kita
pun akan menyadari apa yang kita abaikan ... Saat yang
kita lihat masalah melulu, sadari, itu artinya, banyak
solusi yang terkaburkan karena cara kerja pikiran, yang
kita pusatkan ... Segera perluas area perhatiannya, agar
bisa melihat yang terabaikan ...
Apa yang menjadi focus ... Dan apa yang terkaburkan di
luar focus ... Keduanya sama-sama pentingnya,
tergantung situasi, kondisi dan konteksnya ... Mari kita
optimalkan untuk memanfaatkan keduanya ...

.::KOPI VS SUSU::.

Gobind Vashdev,
Beberapa kali dalam sebulan ini ketika saya menggiling
kopi, menyaring lalu menyeduhnya, ada yang bertanya
"lho pak masih minum kopi juga?"
"Iya" saya jawab, dan biasanya saya tambahkan
candaan " saya nakalnya cuma sehari satu kali aja,
yaitu minum kopi ini, tapi ya cari yang organik, buat
sendiri dan tanpa gula"
Saya berandai-andai bila saya mengganti minum kopi
dengan susu murni, mungkin banyak yang mengatakan
"wah, sehat betulnya minumnya"
Kopi memang telah mendapatkan penilaian yang buruk
sejak lama apalagi terlalu sering disandingkan dengan
belahan jiwanya , rokok.
Walau ia mengandung antioxidant tapi ia juga bersifat
diuretic dengan ph yang asam . Ada beberapa
keuntungan namun juga tidak sedikit kerugian dalam hal
kesehatan, wajar ia gagal mendapat julukan minuman
kesehatan.
Bagaimana dengan susu?
Lihatlah bagaimana Jutaan orangtua banting tulang
bekerja untuk membeli susu formula agar anaknya
cerdas, sementara pemerintah pernah menganjurkan
rakyat untuk menyempurnakan gizinya melalui cairan yang
keluar dari puting sapi ini.
hampir setiap orang yang ngopi sadar akan bahaya kopi
namun berapa banyak orang yang sadar akan bahaya
susu hewan?
Hiromi Shinya dalam buku 'Revolusi Awet Muda -
Rahasia Anti Aging ala DR Shinya." yang sudah
diterbitkan oleh Qanita, menuliskan bahwa susu sapi
mengandung banyak female hormones.
Menurut penelitian Prof Akio Sato dari Universitas
Yamanashi anak-anak adalah generasi yang paling
banyak mengkonsumsi susu sapi yang mengandung female
hormones, dan masalah-masalah apa yang akan terjadi
pada mereka setelah tumbuh dewasa? , mereka akan
terkena penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan
hormon: kanker prostat, kanker rahim, kanker kandung
kemih, kanker payudara, impotensi, mandul dsb.
mungkin ada yang bertanya 'bagaimana sesuatu yang
dulunya dikatakan bagus dan berguna tapi saat ini
disarankan untuk dihindari?'
Kalau kita mau melhat jauh sedikit kebelakang, kita
pasti akan menemukan bahwa ada masa dimana rokok
dipersepsikan sehat.
memang semuanya bermula dari kepentingan, bila yang
mempunyai kepentingan mempunyai modal banyak apalagi
menguasai media, maka dengan mudah mereka
membentuk persepsi yang diinginkan.
Dalam bahasa marketing ada istilah 'perception is more
important than reality'
Persepsi adalah lebih penting daripada kenyataan.
pertanyaan besarnya adalah 'darimana kita tahu apa
yang kita ketahui atau yakini saat ini?"
sebagian besar kita bukanlah peneliti yang langsung tahu
apa yang terjadi, kita mengetahui sesuatu dari sumber
sekunder atau bahkan dari desas-desus atau asumsi
yang tak mempunyai data. Apalagi ditambah kemalasan
kita dalam mencari tau, dengan kata lain kita sudah
meninggalkan rasa penasaran yang kita miliki sewaktu
kecil di sekolah.
Pendidikan yang terpatok pada hafalan dan menjawab
harus sesuai dengan yang diajarkan telah sukses
membawa siswa untuk enggan berpikir dan melahap
mentah-mentah apa yang hadir , termasuk yang muncul
di iklan, apalagi sosok yang tampil adalah wajah tidak
asing dengan pakaian jas putih ala dokter.
Kita semua tahu, Dokter yang sudah sejak lama menjadi
figur otoritas dalam hal kesehatan, sayangnya sosok
yang dipersepsikan paling mengerti tentang penyakit dan
penyebabnya ini sudah terlalu dekat bergandeng tangan
dengan kaum industrialis.
Paling tidak itulah gambaran Hiromi Shinya yang
menurut saya terlalu berani ia tuangkan dalam bukunya.
"sudah sejak dahulu diketahui bahwa semua obat
mengandung racun dan efek samping. sedikit dokter yang
berpikir bahwa ketika ia meresepkan obat, berarti sama
saja ia memberikan racun kepada pasiennya" tulisnya,
kemudian dilanjutkan
"jika keluarnya obat tidak sesuai dengan target, dokter
tidak meraup keuntungan yang memadai"
ya,... saya pun menahan nafas ketika pertama kali
membaca kalimat diatas, mengingat yang menulis adalah
juga seorang Dokter, namun tidak lama kemudian saya
kembali diingatkan dari dalam, bahwa tujuan belajar
bukan menjadi merasa paling benar dan menyalahkan
apalagi memmbenci yang lain, namun bertumbuh menjadi
lebih bijak dan lebih sadar.

.::GRAVITASI MENARIK RAGA KEBAWAH, KEGAGALAN DAN PENDERITAAN MENARIK KESADARAN KEATAS::..

Arif RH,
Sejak masih di SD, saya terbiasa sukses ... Selalu
ranking pertama di kelas ... Saat SMP dan SMA juga
cukup oke prestasinya ... Saat kuliah apalagi, sangat-
sangat oke, IPK 3,5 ke atas ... Namun dalam rentang
waktu setelahnya, semuanya dijungkir-balikkan .. Akhir
masa kuliah, justru jeblok se-jeblok-nya ... Delapan
tahun lebih kuliah, tidak kelar-kelar ... Hidup sangat
akrab dengan rasa lapar, kurang uang menjadikan
attitude menjadi kurang ajar ... Terbiasa sukses, maka
kegagalan dan penderitaan adalah sesuatu yang sangat
menyakitkan ...
Mengapa kegagalan dan penderitaan terasa sangat
menyakitkan? ... Karena dalam dua keadaan itu, ego
kita dikuliti ... Bagaimana itu ego dikuliti? ... Kalau kita
biasa menang, ego dikuliti dengan cara mengalami
kekalahan ... Kalau kita biasa dipandang pintar, ego
dikuliti dengan ditampilkan penuh ketololan ... Kalau kita
biasa dielu-elukan, ego dikuliti dengan cara dipermalukan
... Kalau kita biasa ditinggikan orang, ego dikuliti
dengan cara direndahkan ... Saya, yang biasa berprestasi
secara akademik, ego saya dikuliti dengan situasi nyaris
di-DO oleh pihak universitas ...
Di awal, dalam waktu yang cukup lama, rasa sakit atas
berbagai peritiwa, tidak hilang-hilang ... Rasa malunya,
rasa bersalahnya, rasa marahnya, rasa sedihnya, terus
terbawa di dada, lambat sirna ... Hingga akhirnya saya
menyadari bahwa, "gravitasi menarik raga ke bawah ...
kegagalan dan penderitaan, menarik kesadaran ke
atas" ... Ya, saya sedang dalam proses naik level !!! ...
Hukum kehidupan, antara "yang berlaku ke luar" dan
"yang berlaku ke dalam", saling melengkapi, tapi seolah
nampak berlawanan ... Saat kita gagal paham dengan
hukum yang berlaku di luar, mari kita tengok ke dalam
... Apabila di luar nampak kita sedang direndahkan ...
Kita akan melihat sebaliknya saat menengok ke dalam, di
dalam kita sedang dinaikkan ... Apabila di luar nampak
kita sedang dilemahkan ... Kita akan menyaksikan sisi
sebaliknya di dalam, di dalam kita sedang dikuatkan ...
Apabila, dalam penglihatan kita matahari terbenam, itu
adalah apa yang kita lihat pada level mata fisik kita ...
Di level kesadaran, kita memahami, bahwa di saat yang
sama, matahari sedang dalam proses terbit di belahan
bumi yang lain ... Kegagalan, bukanlah sekedar sukses
yang tertunda ... Kegagalan adalah proses dimana sang
keberhasilan, sedang menancapkan dan membangun
pondasinya, di kedalaman bathin kita ...

Jumat, 04 Maret 2016

.::SUKSES ITU BIASA... SUKSES DENGAN MEMEGANG ETIKA ITU LUAR BIASA::.

Beberapa hari lalu pas pulang dari Yogyakarta ...
Disebuah perempatan, traffic light menunjukkan warna
merah ... Artinya jelas, BERHENTI ... YOU MUST
STOP !! ... Titik ... Di depan saya ada kendaraan ...
Dia berhenti juga ... Tapi karena sepi, dia ngacir,
melanggar aturan traffic light ... Wusshh wusshh
menghilang ... Wooowww ...
Setelah sekitar 1 menit, traffic light berubah menjadi
hijau ... Artinya, ELO BOLEH MELAJU BRO SIS !! ...
Oke saya tancap gas ... Wusshh wussh wusshh ... Dan
saya ngakak ... Ternyata kendaraan yang di depan saya
tadi, yang melanggar lampu merah tadi, masih tersusul
sama saya wakakakakk ... Saya kira, dia melesat
secepat kecepatan cahaya wkkk ... Artinya, dia tadi
melanggar aturan lalu lintas, toh gak ngaruh-ngaruh
banget khan, ke jarak yang berhasil dia tempuh? ...
Dalam hidup, ada aturan, ada etika ... Dalam bisnis,
dalam pertemanan, dalam rumah tangga ... Semua ada
aturannya sendiri-sendiri ... Baik tertulis maupun tidak
tertulis, baik yang berbicara soal salah benar atau buruk
baik ... Nah, selalu ada situasi dan kondisi, yang
menggoda kita, untuk melanggar aturan-aturan itu ...
Menawarkan kecepatan ... Menawarkan sukses instant
... Menawarkan kebahagiaan semu ...
Bisnis pengen cepet sukses, menelikung partnernya ...
Jualan biar omset melimpah, akhirnya suka spamming,
suka nyampah di postingan orang, suka nyerobot calon
customer orang ... Menjelek-jelekkan orang lain ... Sama
sekali tidak punya kode ethic ... Harapannya? ... Cepet
kaya, cepet sukses, cepet terkenal, cepet mencapai
omset ... Suka pake cara-cara "kasar", dalam
melakukan marketing ... Kelihatan cerdik, padahal picik
dan licik ...
Nyatanya? ...
Justru saya melihat, yang suka begitu, hidupnya ya gitu-
gitu aja lho ... Sama aja, gak jadi lebih keren gitu, gak
signifikan ... Gak terus cepet sukses atau jadi cepet
kaya raya ... Udah caranya ngaco, hasil yang dicapai ya
gak ngaruh-ngaruh amat ... Mirip sama kendaraan di
depan saya itu tadi ... Udah melanggar aturan ...
Melanggar tata krama di jalan raya ... Jarak yang
dicapai, ya segitu-segitu aja ... Malah saya salip juga
wakakkakakkk ...
Sukses, bukan hanya soal tercapainya hasil atau tidak
... Tapi bagaimana sikap dan etika kita, saat menjalani
prosesnya ...

Rabu, 02 Maret 2016

.:: AKU ADALAH KAMU, KAMU ADALAH AKU::.

Secara kasat mata, badan saya dan badan anda
terpisah ... Namun di level yang bukan jasad, berlaku
sebaliknya, anda dan saya terhubung ... Bahkan pada
suatu level terdalam, "aku-nya saya" dan "aku-nya
anda", adalah "aku yang sama" ... Pada level inilah di
sebut oleh orang bali sebagai, "tat wam asi", aku
adalah kamu, kamu adalah aku ... Kamu ada di dalam
diriku, ada aku di dalam dirimu ...
Saat kesadaran seseorang menurun, yaitu saat ego-nya
menguat, keterpisahan dia dengan orang lain menguat ...
Saat kesadaran naik, yaitu saat egonya menurun,
keterpisahan dengan orang lain menurun, alias
KETERHUBUNGAN DENGAN SEGALA SESUATU
MENGUAT ... Lalu, untuk tahu kesadaran seseorang
sedang naik dan sedang turun itu darimana? ...
Bagaimana mengukurnya? ...
Kita bisa menggunakan Tabel Force dan Power, yang
merupakan rangkuman hasil risetnya David R. Hawkins
selama hampir 20 tahun ... Tabel yang sering saya
gunakan untuk memetakan vibrasi, sebenarnya juga
adalah tabel MAP OF CONSCIOUSNESS ... Artinya,
tabel itu juga bisa digunakan, sebagai sarana
memetakan kesadaran manusia ada di level apa ...
Semakin seseorang berada di area FORCE, kesadarannya
menurun, ego menguat ... Semakin seseorang berada di
area POWER, ego menurun, kesadarannya naik ...
Kita ambil contoh ... Saat seseorang bersedekah, maka
yang nampak di level material adalah, ada sesuatu yang
berpindah, dari satu raga, ke raga yang lainnya ...
Misal, kalo sedekahnya uang, maka uang itu pindah dari
milik anda, menjadi milik orang lain ... Kita bisa katakan
begitu di level material ... Lalu mengapa, saat seseorang
bersedekah dengan keikhlasan yang mendalam, kemudian
dia mendapatkan balasan? ... Bagaimana
penjelasannya? ...
Begini ... Saat seseorang ikhlas, maka dia terhubung
dengan segala sesuatu ... Sehingga, dia menjadi satu
dengan aku-nya orang lain ... Dalam kasus sedekah di
atas ... Aku-nya yang bersedekah, menjadi sama,
terhubung, bahkan menyatu, dengan aku-nya yang diberi
sedekah ... Aku-nya yang bersedekah, berjumpa dengan
aku-nya yang diberi sedekah ...
Sehingga, dalam kajian fisika quantum, yang sebenarnya
terjadi adalah, aku tidak memberi kepada orang lain ...
Yang sebenarnya terjadi adalah, aku memberi kepada
aku ... Di level material, si A memberi kepada B ... Di
level quantum, si A sebenarnya memberi kepada dirinya
sendiri ... Sudah jelas? ... Ini yang menyebabkan, orang
banyak sedekah malah tambah kaya misalnya ...
Contoh lainnya ... Mengapa kalau seseorang disakiti,
lalu ikhlas atas perbuatan orang lain itu, justru yang
menyakiti akan terkena "semacam pembalasan"? ... Ya
itu tadi, sama penjelasannya dengan penjelasan di atas
... Saat seseorang, misal si A, dzalim kepada si B ...
Dan si B ini misalnya kesadarannya tinggi, keikhlasannya
tinggi ... Maka aku-nya si B, menjadi satu dengan aku-
nya si A ... Aku adalah kamu, kamu adalah aku ...
Karena terjadi "tat wam asi" begitu, maka saat si A
menyakiti si B ... Yang nampak di level material adalah,
si A menyakiti si B ... Namun di level quantum, yang
terjadi adalah, si A sedang menyakiti dirinya sendiri ...
Cepet kualatnya, kalo bikin masalah sama orang
pema'af ... Jangan cari masalah, dengan orang yang
level kesadarannya tinggi ... Itu seperti kita memukul
permukaan air, maka akan terkena percikan ke diri
sendiri ... Amati saja, musuh para nabi, pasti hancur
"dengan sendirinya" ... Lha para nabi keikhlasannya
super kok dilawan ... Wkkk ... Mereka salah cari musuh
...
Cobalah sebelum anda melakukan sebuah perbuatan baik,
kepada orang lain, anda coba ucapkan kalimat ini di
dalam hati ...
"aku adalah kamu, kamu adalah aku ... aku ada di
dalam dirimu ... dirimu ada di dalam aku" ...
Atau, coba deh sejenak, usai anda membaca status ini
... Anda coba ucapkan itu dalam hati ... Rasanya dalam
sekali ... Bahkan, kadang muncul rasa bahagia yang
tidak terjelaskan ... Yang saya rasakan, tubuh sampai
merinding ...
Saya mengambil kesimpulan, dari berbagai ungkapan
para pakar fisika modern ... "KETERPISAHAN SEGALA
SESUATU, ADALAH SALAH SATU ILUSI, YANG
PALING KUAT MENJEBAK BANYAK MANUSIA" ...
Hanya orang dengan kesadaran tinggi, yang mampu lepas
dari ilusi tersebut ...

Selasa, 01 Maret 2016

.::KEYAKINAN BUKAN PAKSAAN::.

FK,
Orang yang suka memaksakan pemahaman keyakinan
beragama kepada orang lain sesungguhnya juga sedang
melanggar firman Tuhannya sendiri, karena terang Allah
berfirman Laa iqroha fiddin, tidak ada pemaksaan dalam
berdien........ kenapa pada suka maksa, bahwa keyakinan
harus A, harus B, harus C dst........
mengaku mengikuti Qur'an nyatanya jg melanggar
sendiri...... lebih baik yah menyibukkan diri mengkoreksi
diri sendiri......... tidak perlu memaksa, orang hendak
turut, monggo, gak juga monggo, ribet dan reseh,
tendang........ beres.
hidup yang sudah terlanjur indah ini janganlah dihianati
dgn kekacauan dan kebingungan sendiri.............
saya telah mencari Quran dan hadist ternyata tidak
tertulis didalamnya bahwa saya, kamu, dia dst, dijamin
benar dan masuk surga........ jadi tidak ada dalilnya
bahwa pemahaman seseorang pasti benar, sama2 tidak
ada jaminan, lebih baik serahkan diri masing2 memilih
jalan yang diyakininya sendiri2 tentang sebuah
keyakinan....... tiada pemaksaan.
yang disebut agama atau dien itu adalah keyakinan2 diri
pribadi......... maka keyakinan yang sedang diyakini oleh
diri itulah agamanya diri........
bilamana waktu telah mengujinya kemudian dikehidupan
akherat keyakinan itu membawa keslamatan baginya
itulah disebut dienul islam....... agama pembawa
keselamatan.........
karena keyakinan2 itu memiliki kesamaan dan perbedaan
dalam berbagai hal antara satu orang dgn lainnya, maka
pada dasarnya ada sebanyak manusia agama2 itu.........
yang telah menunjukkan kualitasnya menyelamatkannya
diakherat, maka berhak benar disebut dienul islam........
jangan katakan bahwa yahudi sudah menyimpang dari
ajaran musa as karena waktu, jangan katakan pula
bahwa nasrani sdh menyimpang dari ajaran isa as
karena waktu, sebab demikian mesti engkau katakan
bahwa islam jg sdh menyimpang karena waktu........
tak perlu engkau buktikan keislamanmu pada siapapun
manusia didunia ini, tidak ada pengaruhnya, buktikanlah
kepada Robbmu masing2 saja, tdk perlu membuktikan
engkau paling benar kpd manusia, buktikan saja kpd Al-
haqq nanti.........

..::TIDUR ITU LATIHAN MENGHADAPI KEMATIAN::.

Apakah anda pernah mengalami sulit tidur? ... Atau
tidurnya tidak lelap? ... Sebab sulit tidur ada dua ;
Pertama, sebab fisiologis, misalnya anda habis makan,
atau minum sesuatu, yang memicu proses biologis
tertentu, sehingga anda tidak mengantuk ... Minum kopi,
ah ini bisa bikin susah tidur ... Tapi bukan kopi sianida
wkwkkwkw ... Contoh lain misalnya, anda sudah banyak
tidur, sehingga udah gak bisa tidur lagi ... Dan
sebagainya. Sebab fisiologis, adalah sebab dari dinamika
tubuh ...
Kedua, sebab psikologis, misalnya anda sedang jatuh
cinta, terbayang-bayang terus wajah si dia wkwkwkkw
... Atau, anda sedang banyak banget kerjaan yang belom
terselesaikan, sehingga terus-terusan kepikiran ... Atau,
anda mengkuatirkan sesuatu, yang mungkin terjadi pada
esok hari ... Dan sebagainya. Sebab psikologis, adalah
sebab dari dinamika internal kita, yang melibatkan
pikiran dan emosi kita ...
Nah, yang akan saya bahas lebih banyak adalah, sebab
kedua ... Yaitu sebab psikologis ... Dan saya mengamati
diri saya pribadi ... Saat saya sulit tidur, lebih dominan
sebabnya adalah sebab kedua ... Sesekali sih, sebabnya
ada juga karena sebab pertama ... Kayak hari minggu
kemaren, saya sulit tidur, karena kaki saya terasa linu
banget, akibat kecapekan ngajar berdiri 7 jam ...
Tidur, sebenarnya adalah latihan melepaskan ... Kalau
pikiran kita masih mencengkram urusan, akan sangat
sulit tidur ... Kalaupun bisa tidur, tidurnya tidak lelap,
bahkan bisa mimpi buruk ... Kalau setiap dari kita
pernah mengalami tidur lelap, artinya, setiap dari kita
adalah "master letting go" ... Setiap dari kita adalah
pakar melepaskan ... Tidur, adalah zona dimana "anak
panah keinginan dan harapan-harapan kita, dilepaskan,
melesat menuju sasaran di samudera kemungkinan" ...
Tidur, juga adalah fenomena "mati kecil" ... Orang
susah tidur, salah satu sebabnya adalah, karena
pikirannya masih mencengkram urusan ... Nah, orang
susah mati, bisa juga karena sebab yang sama ... Saat
menjelang kematian, apabila saat pikiran masih
mencengkram urusan (dunia), misalnya, "anakku ntar
bagaimana?", "hartaku gimana?", "aduh aku belom
menuntaskan kewajibanku", dan sebagainya ... Itu
semua, akan menyebabkan proses kematian, menjadi
sangat menyakitkan ... Jiwa akan sulit lepas dari badan,
karena pikiran masih berpegangan ...
Itulah sebabnya, kalau seseorang sedang menghadapi
kematian, dibacakan ayat-ayat kitab suci ... Salah satu
tujuannya adalah, dengan input audio, diharapkan subyek
yang sedang menghadapi kematian, pikirannya
melepaskan urusan dunia, lebih focus kepada dimensi
selanjutnya ... Saat demikian, cengkraman pikirannya
lepas, ia pun lebih mudah berpindah ke "next
dimension" ...
Sebagai penutup ... Kalau anda tidur, mana keadaan
yang anda pilih? ...
1) Mimpi buruk
2) Mimpi indah
3) Tidur lelap tanpa mimpi
Jawaban apapun bebas ... Ketiganya adalah keadaan
saat anda tidur ... Tapi, jika tidur adalah ilustrasi
kematian ... Maka 3 keadaan di atas, adalah mewakili 3
keadaan begini ...
1) Mimpi buruk --> Neraka
2) Mimpi indah --> Sorga
3) Tidur lelap tanpa mimpi --> Kembali kepada-NYA,
bersatu dengan-NYA, dalam keheningan sejati ...
Tidak perlu berdebat soal benar salah ... It's just about
a decision, ini soal pilihan dan keputusan ... so, siapkan diri anda saat mau tidur hehe..
Meskipun postingan ini, membahas perihal rahasia tidur
... Ini adalah jam dimana, "sholat lebih baik daripada tidur"

MENGHORMATI YANG TUA : Apakah Makna Sesungguhnya Begitu?

Mari kita uraikan ☕ Kalau ditelusuri, adab menghormati yang tua awalnya lahir dari akar budaya agraris dan komunal Nusantara — di mana ha...